Authentic Research of Global Fisheries Application Journal (Aurelia Journal)
Aurelia menerbitkan beberapa artikel dari hasil penelitian asli dan inovatif untuk memberikan pengetahuan dan penelitian terbaru kepada para pembaca tentang ilmu dan teknologi perikanan dan kelautan serta pengembangan pengelolaannya. Scope: Teknologi Perikanan Laut, Agribisnis Perikanan, Manajemen dan Teknologi Budidaya Perairan, Teknologi Pengolahan Hasil Laut, Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir, Teknologi Mekanisasi Perikanan, Kebijakan Kelautan dan Perikanan
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 2 (2020): April"
:
12 Documents
clear
STUDI PENGOPERASIAN PANCING ULUR DAN KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN PADA KM JALA JANA 05 DI WPP 572
Muhammad Tesen;
Roma Yuli F Hutapea
Aurelia Journal Vol 1, No 2 (2020): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15578/aj.v1i2.8950
Potensi perikanan di WPP (Wilayah Pengelolaan Perikanan) 572 atau yang bertempat di Pantai Timur Sumatera (Samudera Hindia) melimpah. Salah satu wilayah WPP 572 yaitu Sumatera Barat. Peningkatan hasil produksi ikan yang didaratkan di PPS Bungus dari 1.873.000 Kg pada tahun 2012 hingga mencapai 2.322.000 Kg pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan dari alat tangkap pancing ulur (hand line) dan mengetahui cara pengoperasian dari alat tangkap pancing ulur (hand line). Hasil tangkapan pancing ulur (hand line) terdiri dari hasil tangkapan utama dan hasil tangkapan sampingan. Hasil tangkapan utamanya adalah ikan tuna dan hasil tangkapan sampingannya yaitu cumi-cumi, ikan lemadang, ikan layaran, ikan marlin, dan ikan kakap tanah. Pancing ulur dioperasikan dengan menggunakan umpan cumi hidup yang dikaitkan pada mata pancing, kemudian umpan dilemparkan dengan pemberat agar tidak melayang-layang disebabkan oleh arus laut.
PRODUKTIVITAS ALAT TANGKAP PANCING ULUR DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Ratih Purnama Sari;
Nora Akbarsyah
Aurelia Journal Vol 1, No 2 (2020): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15578/aj.v1i2.8946
Sebagian besar nelayan di Nusa Tenggara Barat (NTB) menggunakan pancing ulur (handline) sebagai alat tangkap (Santoso 2016). Jumlah alat tangkap ini mengalami peningkatan dari tahun 2008 hingga tahun 2012. Produksi perikanan pancing ulur juga menghasilkan lebih banyak hasil tangkapan dibandingkan dengan alat tangkap lain. Gejala penangkapan berlebih (over fishing) dapat diatasi dengan memanfaatkan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan. Armada penangkapan ikan yang tersebar di beberapa lokasi perlu mengikuti ketersediaan stok ikan agar dapat diperoleh keuntungan secara ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan nilai produktivitas alat tangkap pancing ulur (hand line) yang digunakan di beberapa lokasi wilayah Nusa Tenggara Barat. Produktivitas yang diukur dalam penelitian ini adalah produktivitas alat tangkap pancing ulur. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa peningkatan total hasil tangkapan dari tahun 2009 hingga 2010 adalah sebesar 22,62% yang diikuti dengan peningkatan total trip penangkapan sebesar 30,57%. Jumlah total trip penangkapan terus meningkat hingga tahun 2011 sedangkan total hasil tangkapan menurun menjadi sebesar 27,32% dari tahun 2010. Tren catch per unit effort (CPUE) untuk mengalami peningkatan 65,59% dari tahun 2010 ke 2011 dan mengalami penurunan sebesar 83,84% dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2013. Nelayan meningkatkan jumlah armada penangkapan dengan harapan untuk meningkatkan jumlah hasil tangkapan, tetapi pada hasil nya dititik tertentu penambahan alat tangkap tidak sebanding dengan jumlah hasil tangkapan yang diterima.
ANALISIS ALAT TANGKAP JARING INSANG (GILL NET) BERDASARKAN KODE ETIK TATALAKSANA PERIKANAN BERTANGGUNG JAWAB DI PERAIRAN KOTA DUMAI
Tyas Dita Pramesthy;
Ratu Sari Mardiah;
Shiffa F Shalichaty;
Muhammad Nur Arkham;
Rangga Bayu Kusuma Haris;
Perdana Putra Kelana;
Djunaidi Djunaidi
Aurelia Journal Vol 1, No 2 (2020): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15578/aj.v1i2.8951
. Pengembangan perikanan tangkap berbasis CCRF dapat dilakukan untuk memanfaatkan potensi perikanan tangkap secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis alat tangkap jaring insang berdasarkan dokumen CCRF sebagai kelanjutan dalam memberikan kebijakan dalam penggunaan alat tangkap. Metode pengambilan data yaitu menggunakan kuesioner selanjutnya dianalisis menggunakan statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kekurangan dari penggunaan jaring insang yaitu terdapat pada mutu ikan yang tertangkap cenderung sedikit mengalami cacat fisik (bagian operkulum), serta masih tertangkapnya hasil tangkapan sampingan. Kesimpulan dari penelitian yaitu bahwa alat tangkap jaring insang direkomendasikan untuk digunakan oleh nelayan karena sesuai dengan kriteria alat tangkap ramah lingkungan yang memenuhi ketentuan dokumen CCRF.
PERSENTASE TUTUPAN TERUMBU KARANG DI AREA REKLAMASI KOTA DARUBA KABUPATEN PULAU MOROTAI
Kismanto Koroy;
Novaldo Geri Paraisu
Aurelia Journal Vol 1, No 2 (2020): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15578/aj.v1i2.8958
Periaran Samudra merupakan daerah ditemukannya terumbu karang, karena dipengaruhi oleh pola arus yang mengalir secara terus menerus dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindia yang lebih dikenal sebagai arus lintas Indonesia. Salah satu kawasan yang diduga memiliki parameter fisik lingkungan dengan endapan sedimen yang tinggi adalah disekitaran perairan Desa Daruba dan sekitar area pembangunan reklamasi Pantai Kota Daruba Kabupaten Pulau Morotai. Terumbu karang pada daerah terseut terhambat pertumbuhannya dan bahkan sampai pada kematian sehingga perlu dilakukan penelitian tentang persentase tutupan terumbu karang di area reklamasi kota Daruba Kabupaten Pulau Morotai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2019 di Perairan Daruba dan sekitar Area Reklamasi Kabupaten Pulau Morotai. Metode pengambilan data menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT). Hasil pengukuran parameter perairan yang diperoleh dari keempat stasiun secara umum masih dalam kisaran normal untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan hidup terumbu karang. Parameter kualitas air yang diambil saat penelitian yaitu suhu 28-29°C, salinitas 33 ‰, kecerahan 1,41 – 1,97%, derajat keasaman (pH) 7-7,09 dan kecepatan arus 0,05-0,07 m/dtk dan identifikasi jenis karang pada semua stasiun penelitian berjumlah 25 jenis. Hasil analisis tutupan terumbu karang menunjukan persen tutupan karang tertinggi pada Stasiun II yaitu 20,52% dan terendah stasiun IV dengan persentase 10,8%. Secara keseluruhan persen tutupan karang disemua stasiun termasuk dalam kategori buruk karena memiliki penutupan tidak lebih dari 24,9%.
AKTIVITAS DAN JARINGAN KERJA PEMBUATAN KAPAL PERIKANAN 5 GT DI GALANGAN KAPAL UD. OLIONG KABUPATEN ROKAN HILIR PROVINSI RIAU
Muhammad Natsir Kholis;
Suci Asrina Ikhsan;
Ulley Wulandari
Aurelia Journal Vol 1, No 2 (2020): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15578/aj.v1i2.8947
Memproduksi kapal perikanan yang tepat sesuai dengan tujuan tangkapan merupakan salah satu kemajuan bidang perikanan, kunci utamanya manajemen yang baik. Pengusaha galangan kapal harus bisa mengalokasikan waktu seefektif dan seefisien mungkin. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan produksi hasil tangkapan ikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat aktivitas pembangunan kapal perikanan di UD. Oliong dan mengalisis jaringan kerja proses pembangunannya. Metode yang digunakan yaitu metode survei. Penelitian dilaksanakan pada bulan November-Desember 2017 di UD. Oliong Bagansiapi-api Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua aktivitas galangan kapal UD.Oliong yaitu docking dan pembangunan kapal. Sedangkan jalur kritis jaringan kerja pembangunan kapal 5 GT di galangan kapal UD.Oliong yaitu aktivitas pada kode A, B, C, E, F, H, I, J dan K, dengan waktu penyelesaian efektif 22 hari kerja.
POLA SEBARAN DAN INDEKS EKOLOGI TERIPANG DI PERAIRAN ARMY DOCK DESA PANDANGA KABUPATEN PULAU MOROTAI
Nurafni Nurafni;
Sandra Hi Muhammad;
Nurilfa Sari Kurung
Aurelia Journal Vol 1, No 2 (2020): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15578/aj.v1i2.8952
Teripang atau yang lebih dikenal dengan timun laut merupakan salah satu organisme dari filum echinodermata kelas Holothuroidea. Teripang (Holothuroidea) dapat di temukan atau dijumpai di seluruh perairan pantai mulai dari daerah pasang surut yang dangkal sampai perairan yang lebih dalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pola Sebaran dan Indeks Ekologi Teripang di perairan Desa Pandanga Kabupaten Pulau Morotai.Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai November 2019 dengan menggunakan Metode Transek Kuadrat. Dimulai dengan pengambilan data teripang di Perairan Army Dock Desa Pandanga Kecamatan Morotai Selatan Kabupaten Pulau Morotai.Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan formula pola distribusi internal dan indeks ekologi keanekaragaman jenis, indeks dominasi, indeks kemerataan). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai keanekaragam stasiun I sampai III (0,68-0,90), kemerataan 0.618-0,985 dan dominasi 0,69-0,564. Penyebaran teripang pada semua stasiun penelitian menunjukkan pola penyebaran bersifat mengelompok dengan nilai >1.
IDENTIFIKASI KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Ratih Purnama Sari;
Soraya Gigentika;
Tyas Dita Pramesthy
Aurelia Journal Vol 1, No 2 (2020): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15578/aj.v1i2.8948
Perairan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan wilayah yang sangat potensial untuk pengembangan sektor perikanan tangkap karena perairan tersebut merupakan wilayah migrasi ikan. Potensi sumberdaya ikan yang tinggi di Kabupaten Lombok Timur seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mendatangkan keuntungan bagi masyarakat nelayan disana. Strategi untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya ikan yaitu dengan menentukan komoditas unggulannya. Metode analisis yang digunakan adalah location quotient (LQ) dan Indeks Spesialisasi (IS). Hasil yang diperoleh adalah ikan setuhuk hitam (Makaira indica), ikan tuna madidihang (Thunnus Albacares), ikan kenyar, ikan tetengkek (Megalaspis cordyla), ikan talang-talang (Scomberoides tala), dan ikan japuh (Dussumeiria spp) merupakan komoditas unggulan dan paling banyak dihasilkan di Kabupaten Lombok Timur, serta mampu menyumbang produksi perikanan di Provinsi NTB. Sedangkan komoditas spesial tidak dimiliki oleh kabupaten ini, namun masih terdapat komoditas yang potensial untuk dikembangkan, yaitu Ikan tuna madidihang (Thunnus Albacares), ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), ikan setuhuk hitam (Makaira indica), ikan ekor kuning (Caesio erythrogaster), dan ikan tongkol (Euthynnus affinis).
PENGARUH PENAMBAHAN SODIUM TRIPOLIPHOSPHAT TERHADAP TINGKAT KESUKAAN KAMABOKO IKAN MALONG (Muraenesox cinerus)
Aulia Azka;
Apri Mujiyanti
Aurelia Journal Vol 1, No 2 (2020): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15578/aj.v1i2.8953
Ikan malong (Muraenesox cinerus) tersebar dari Sumatera hingga Sulawesi. Ikan ini dapat digunakan sebagai bahan baku kamaboko karena memiliki edible portions yang tinggi dan daging berwarna putih. Setelah dilakukan pencucian kualitas tekstur daging ini relatif kurang baik. Sodium tripoliphosphat (STPP) merupakan salah satu cryprotectant yang dapat meningkatkan tekstur daging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi STPP dalam pembuatan kmaboko terhadap tingkat kesukaan panelis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan perlakuan konsentrasi STPP yaitu 0%; 0,4%; 0,6%; 0,8%; dan 1%. Pengamatan yang dilakukan adalah uji kesukaan. Parameter yang diamati meliputi rasa, aroma, warna, tekstur, uji lipat, dan uji gigit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan STPP berpengaruh signifikan terhadap parameter rasa, tekstur, uji lipat, dan uji gigit. Kamaboko dengan penambahan STPP sebesar 0,8% merupakan kamaboko yang paling disukai panelis.
STUDI KELAYAKAN LOKASI BARANG MUATAN KAPAL TENGGELAM (BMKT) SEBAGAI WISATA SELAM DI KABUPATEN KARAWANG JAWA BARAT
Perdana Putra Kelana;
Sandra Moerti Oktavian;
Muhammad Fiqi Fadillah;
Muhammad Nur Arkham
Aurelia Journal Vol 1, No 2 (2020): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15578/aj.v1i2.8949
Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dapat dimanfaatkan sebagai wisata selam. Kabupaten Karawang memiliki 3 lokasi BMKT yang akan dimanfaatkan untuk wisata selam. Studi ini dilakukan pada bulan Oktober 2019 dengan mengamati 4 stasiun pengambilan data yaitu Karang Kapalan, Karang Sendulang dan Karang Tamiyang serta Pulau Gede. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode survey. Adapun parameter yang diamati adalah jarak lokasi dari pantai, kondisi BMKT, dan kecerahan perairan serta kecepatan arus. Pengolahan data dilakukan untuk menghitung nilai Indeks Kelayakan Wisata (IKW) guna mengetahui kategori kelayakan wisata. Berdasarkan hasil studi, BMKT yang berupa fragmen keramik dalam kondisi tidak utuh dan keceraha perairan yang rendah menjadi penyebab nilai IKW rendah. Nilai IKW ke-4 stasiun berada pada kisaran 39-41% dan termasuk kedalam kategori sesuai bersyarat.