cover
Contact Name
Muhammad Subchan
Contact Email
-
Phone
+6285266237892
Journal Mail Official
civronlit.unbari@gmail.com
Editorial Address
Jl. Slamet Ryadi, Broni-Jambi, Kodepos: 36122
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Civronlit Unbari
ISSN : -     EISSN : 25487302     DOI : http://dx.doi.org/10.33087/civronlit
Core Subject : Engineering,
Jurnal Civronlit Unbari is a scientific journal published regularly twice a year in April and October by Fakultas Teknik Universitas Batanghari (Faculty of Engineering, Batanghari University). Jurnal Civronlit Unbari is published media for research results of engineering field. These results are published in such an original scientific article and a review. Submitted manuscript must be original, no plagiarism and unpublished. Manuscript is submitted online via Open Journal System (OJS), must follow author guideline and writting template. All submission will be blind reviewed by qualified reviewers in their field.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2018): Oktober" : 6 Documents clear
Kajian Teknis Bangunan Pelimpah Embung Pinang Merah Di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Azwarman Azwarman
Jurnal Civronlit Unbari Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.888 KB) | DOI: 10.33087/civronlit.v3i2.35

Abstract

Embung merupakan bangunan konservasi air sejenis waduk berukuran mikro yang dibangun untuk menampung kelebihan air hujan dimusim hujan dan aliran sungai kecil di sekitarnya. Air yang ditampung tersebut dapat digunakan sebagai kebutuhan masyarakat sekitarnya maupun untuk suplai air irigasi dan tambak ikan. Embung merupakan salah satu teknik permanen air yang sangat sesuai dengan segala agroekosistem, dan secara operasional embung berfungsi menampung air hujan dan mendistribusikan dan menjamin kontinuitas ketersediaan air untuk keperluan manusia,tanaman, dan ternak di desa dimana embung itu dibangun. Kapasitas embung sangat ditentukan oleh kapasitas pelimpah (Spillway). Spillway yang disebut juga dengan pelimpah yang merupakan bangunan air beserta instalasinya yang berfungsi untuk mengalirkan debit banjir yang masuk ke dalam waduk agar tidak membahayakan keamanan bendungan terhadap overtopping dan gerusan di hilir Embung. Kapasitas Embung ditentukan berdasarkan debit banjir yang diperhitungkan berdasarkan besarnya curah hujan atau intensitasnya dan luas areal yang diairi hujan . Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung debit rencana banjir dan kapasitas bangunan pelimpah embung.
Evaluasi Kebutuhan Air Minum Untuk Kota Banda Aceh dalam Mencapai Akses Universal Tahun 2019 Yeggi Darnas
Jurnal Civronlit Unbari Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.447 KB) | DOI: 10.33087/civronlit.v3i2.40

Abstract

Kebutuhan air bersih meningkat sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk, pertumbuhan kegiatan ekonomi dan tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya air minum untuk hidup sehat. Dilain pihak kapasitas sarana dan prasarana sistem penyediaan air minum belum mampu memenuhi kebutuhan air minum masyarakat, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas produksi dan sistem jaringan pipa distribusi air minum. Kesinambungan pelayanan air minum yang memadai baik secara kuantitas, kualitas serta kontinuitas adalah hal pokok untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan menunjang kegiatan perekonomian/industri. Tingkat pelayanan PDAM Kota Banda Aceh saat ini sudah mencapai 94,26%, dengan target tingkat pelayanan 100% di tahun 2035. Namun Perpres Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mengamanatkan pencapaian akses air minum layak dan sanitasi layak 100 % bagi seluruh masyarakat pada tahun 2019. Agar tingkat pelayanan air minum PDAM Kota Banda Aceh dapat mencapai 100%, maka harus ada usaha yang dilakukan selain meningkatkan kapasitas produksi - yang tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Pada penelitian ini, dilakukan studi evaluasi sistem distribusi dalam pemenuhan kebutuhan air minum. Distribusi air minum Kota Banda Aceh dibagi menjadi empat zona. Pendistribusian air minum oleh PDAM Kota Banda Aceh dilakukan berdasarkan jalur pipa distribusi utama yang sudah dibangun. Penelitian difokuskan pada zona 3 dan zona 4 yang merupakan zona dengan cakupan pelayanan dua terbesar. Selain itu pada kedua daerah pelayanan tersebut sering terjadi komplain oleh pelanggan terkait dengan seringnya tidak sampai aliran air ke rumah mereka. Hasil evaluasi dan simulasi menggunakan software EPANET menunjukkan bahwa agar tercapainya akses air minum layak 100% pada tahun 2019, diperlukan penggantian pipa distribusi dari diameter 100mm menjadi diameter 200mm di tiga tempat pada zona 3 (sepanjang 5831,63m) dan satu tempat di zona 4 (sepanjang 3293,81m).
Pengaruh Temperatur pada Proses Pencairan Batubara Antrasit Menggunakan Pelarut Short Residue Lince Muis; Hasrul Anwar; Muhammad Haviz
Jurnal Civronlit Unbari Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.942 KB) | DOI: 10.33087/civronlit.v3i2.36

Abstract

Proses konversi atau pencairan batubara hanya dijelaskan oleh proses konversi batubara dari padatan menjadi produk cair menggunakan reaktor yang disandarkan sesuai dengan metode yang digunakan pada suhu dan tekanan hidrogen yang cukup tinggi dengan bantuan katalis dan medium pelarut. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pirolisis. Reaktor yang digunakan yaitu reactor jenis fluidized bed reactor dan menggunakan pendinginan untuk mengubah fase uap menjadi liquid. Menurut hasil terdekat dari batubara menunjukkan bahwa sampel adalah batubara termasuk antrasit. Berdasarkan karakterisasi batubara menggunakan XRD dan SEM-EDX. ada beberapa kandungan mineral dalam batubara seperti SiO2, Al2O3 dan Fe2O3 dan di dalam batubara hasil EDX menunjukkan bahwa konstituen batubara terdiri dari C, Si, Al, O dan S. Selain itu setelah dianalisa nilai kalornya ternyata sampel yang digunakan mendekati nilai kalor batubara jenis antarsit. Dalam proses konversi batubara menggunakan metode pirolisis, temperatur memiliki pengaruh yang signifikan. Efek pada konversi dan hasil dengan suhu yang lebih tinggi semakin banyak batubara diubah menjadi produk cair. kenaikan suhu dilakukan dari 550oC, 600oC, 650oC, 700oC, 750oC. Hasil konversi batubara berdasarkan analisis GC-MS batubara yang potensial sebagai sumber bahan baku bensin. ini karena GC-MS senyawa yang terbentuk pada konversi batubara sama dengan hidrokarbon yang ditemukan dalam bensin, yang merupakan senyawa hidrokarbon rantai pendek dengan rantai C7-C12
Analisis Penurunan Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) dalam Perbaikan Kualitas Air Ditinjau Dari Parameter Timbal (Pb) dan Besi (Fe) Marhadi Marhadi; Henri Wibowo; Vivie Amelia Kurniawan
Jurnal Civronlit Unbari Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.931 KB) | DOI: 10.33087/civronlit.v3i2.37

Abstract

Danau Sipin memiliki potensi perairan umum yang cukup besar dengan luas 40 Ha mengalami degradasi fungsi lingkungan ditandai dengan fluktuasi debit air antara musim kemarau dan musim hujan pendangkalan alur sungai dan semakin berkurangnya kapasitas penampungan air danau, Tujuan Penelitianmengetahui berapa perbandingan penurunan parameter Pb dan Fe oleh eceng gondok dari setiap bak, perubahan Ph dan Suhu dari setiap bak dan perubahan fisik eceng gondok sebelum dan sesudah penellitian. Metode penelitian mengetahui penurunan kadar timbal (Pb) dan besi (Fe) terhadap eceng gondok. Pada penelitian ini dibagi 4 perlakuan dengan berat eceng gondok yang berbeda namun kapasitas air sama yaitu sebesar 12 liter di setiap bak, dengan perlakuan sebagai berikut, pemberian eceng gondok atau disebut dengan bak kontrol (K) perlakuan pertama pemberikan eceng gondok sebesar 200, perlakuan kedua pemberian eceng gondok sebesar 400 gr dan perlakuan ketiga pemberian eceng gondok sebesar 600 gr,.masing-masing dari perlakuan tersebut mengalami pengontrolan yang sama, yaitu mengecek perubahan kadar pH dan suhu serta waktu detensi awal eceng gondok kontak dengan air sampel selama 9 hari. Setelah 9 hari dilakukan pengambilan sampel ke 2, pada hari ke 11 dilakukan pengambilan sampel ke 3, dan pada hari ke 13 dilakukan pengambilan sampel terakhir. Hasil penelitian untuk parameter besi (Fe) pengujian pada bak 200 gr sebesar rata-rata - 0.01 mg/L - 0.023 mg/L, bak 400 gr rata-rata sebesar 0.01 mg/L, bak 600 gr sebesar rata-rata 0.01 mg/L - 0.032 mg/L untuk pengujianparameter timbal (Pb) pada bak 200 gr sebesar 0.02 mg/L, bak 400 gr sebesar 0.02 mg/L, bak 600 gr sebesar 0.02 mg/L, untuk pengukuran pH dan suhu mencapai 29? dengan pH bak 200 gr 5, pH bak 400 gr 6, pH bak 600 gr 6,5 dan pH bak K 6. Perubahan fisik eceng gondok sebelum dan sesudah eksperimen sangat terlihat jelas pada daun dan batangnya, sebelum penelitian eceng gondok pada setiap bak berwarna hijau dan batang yang segar dan setelah penelitian ada beberapa eceng gondok yang berubah warna kekuningan dan layu dan perubahan pada airnya. Eceng gondok 600gr dengan kapasitas air 12 liter, selain daun eceng gondoknya yang menguning dan batangnya yang layu, dan air berubah semakin keruh dikarenakan kapasitas air 12 liter tidak cukup menampung eceng gondok dengan berat 600 gr.
Peluang Efisiensi Tungku Pembakaran Bata Merah di Daerah Setiti Kabupaten Muaro Jambi Myson Myson
Jurnal Civronlit Unbari Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.345 KB) | DOI: 10.33087/civronlit.v3i2.38

Abstract

Tahapan pembakaran bata merah dimulai dari penguapan (pengeringan) pada temperatur kira-kira 120C. Selanjutnya tahap oksidasi dimana terjadi pembakaran sisa-sisa karbon yang terdapat didalam tanah liat. Proses ini berlangsung pada temperatur 650C-800C. Kemudian pembakaran penuh. Bata merah dibakar hingga matang dan terjadi proses sintering hingga menjadi bata padat. Temperatur matang bervariasi antara 920 C 1020 C tergantung pada sifat tanah liatyang dipakai. Dari data diketahui daerah sekitar tungku, setelah semua bahan bakar terbakar. memiliki temperature diatas 300 oC, sehingga hal ini merupakan suatu peluang untuk memperpendek waktu proses pengeringan. Untuk dapat memanfaatkan panas tersebut yang biasanya terbuang diperlukan beberapa perubahan yaitu perubahan pada sistim dan arah penjemuran bata merah mentah serta perubahan pada tungku pembakaran.
Perancangan Boost Konverter Sebagai Penguat Umpan Balik Charger Control Baterai Pada Panel Surya Venny Yusiana
Jurnal Civronlit Unbari Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.831 KB) | DOI: 10.33087/civronlit.v3i2.39

Abstract

Pemanfaatan dari energi surya dapat menghasilkan energi listrik dengan menggunakan komponen panel surya. Komponen panel surya ini dapat merubah intensitas matahari menjadi energi listrik DC (Direct Current), besar energi listrik DC yang dihasilkan dari panel surya tergantung dari kuat intensitas matahari jika kaadaan intensitas matahari yang tidak konstan dapat menyebabkan kerja dari panel surya tidak efektif, untuk itu diperlukan sebuah rangkaian elektronik daya DC Chopper. Pada penelitian ini menggunakan DC Chopper yang digunakan adalah Boost Converter. DC Chopper tipe Boost Converter adalah DC chopper yang keluarannya dapat dinaikkan. DC Chopper ini akan diaplikasikan sebagai suplai daya DC yang dihasilkan panel surya sebagai charger baterai, dimana DC chopper ini digunakan sebagai penguat umpan balik (feedback) saat terjadi jatuh tegangan ketika intensitas cahaya matahari menurun.

Page 1 of 1 | Total Record : 6