Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Temperatur pada Proses Pencairan Batubara Antrasit Menggunakan Pelarut Short Residue Lince Muis; Hasrul Anwar; Muhammad Haviz
Jurnal Civronlit Unbari Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.942 KB) | DOI: 10.33087/civronlit.v3i2.36

Abstract

Proses konversi atau pencairan batubara hanya dijelaskan oleh proses konversi batubara dari padatan menjadi produk cair menggunakan reaktor yang disandarkan sesuai dengan metode yang digunakan pada suhu dan tekanan hidrogen yang cukup tinggi dengan bantuan katalis dan medium pelarut. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pirolisis. Reaktor yang digunakan yaitu reactor jenis fluidized bed reactor dan menggunakan pendinginan untuk mengubah fase uap menjadi liquid. Menurut hasil terdekat dari batubara menunjukkan bahwa sampel adalah batubara termasuk antrasit. Berdasarkan karakterisasi batubara menggunakan XRD dan SEM-EDX. ada beberapa kandungan mineral dalam batubara seperti SiO2, Al2O3 dan Fe2O3 dan di dalam batubara hasil EDX menunjukkan bahwa konstituen batubara terdiri dari C, Si, Al, O dan S. Selain itu setelah dianalisa nilai kalornya ternyata sampel yang digunakan mendekati nilai kalor batubara jenis antarsit. Dalam proses konversi batubara menggunakan metode pirolisis, temperatur memiliki pengaruh yang signifikan. Efek pada konversi dan hasil dengan suhu yang lebih tinggi semakin banyak batubara diubah menjadi produk cair. kenaikan suhu dilakukan dari 550oC, 600oC, 650oC, 700oC, 750oC. Hasil konversi batubara berdasarkan analisis GC-MS batubara yang potensial sebagai sumber bahan baku bensin. ini karena GC-MS senyawa yang terbentuk pada konversi batubara sama dengan hidrokarbon yang ditemukan dalam bensin, yang merupakan senyawa hidrokarbon rantai pendek dengan rantai C7-C12
Aplikasi Zeolite dari Cangkang Kelapa Sawit Pada Penyerapan Logam Kromium Heksavalen (Cr6+) Heksavalen Pada Industri Elektroplating Lince Muis; Edwin Permana; Hasrul Anwar
Jurnal Daur Lingkungan Vol 2, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.321 KB) | DOI: 10.33087/daurling.v2i1.16

Abstract

Zeolite is a hydrated alumino-silicate compound having a main element which consists of alkali and alkaline-earth cations, especially Ca, K and Na, with a general formula (LmAlx Sig O2nH2O) where L is a metal. Zeolite can be synthesized from a sample containing silica and alumina. The compounds contain alkali hydroxide or organic bases. Palm kernel shells are one of the industrial wastes containing many minerals such as SiO2 58.02%; Al2O3 8.7%. The source of silica and alumina in oil palm shells is used as a base for making zeolites using the hydrothermal method in a reactor. Fine samples of palm shells were melted with NaOH at 500 °nn C for 1 hour and diluted to produce sodium silicate reactants. Making sodium aluminate reactant is done by dissolving NaOH in distilled water and then heating and adding Al(OH)3 to NaOH solution with stirring. Making zeolite is done by mixing sodium silicate and sodium aluminate reactants and the zeolite crystallization process is carried out using a hydrothermal reactor heated in the oven by varying the hydroternal temperature of 1200C, 150 ° C and 1800C for 8 hours. The synthesized zeolite was characterized using XRF, FTIR and SEM EDX.
EFFECT OF EFFECTIVE MICROORGANISMS ADDITION ON METHANE PRODUCTION FROM COFFEE HUSKS Hasrul Anwar; Andhika Sukma; Ridho Ulya
Konversi Vol 11, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v11i1.11761

Abstract

Coffee husk is a lignocellulosic material which is abundant and can be used to produce biogas. This study compares the production of biogas produced from coffee husk substrate using cow dung and a mixture of cow dung and effective microorganisms. This experiment was carried out for 30 days in an anaerobic batch reactor with a reactor working volume of 3.6 L at mesophilic temperature. The parameters tested in this study were the lignocellulosic content of coffee husks, total solids (TS), volatile solids (VS), volatile fatty acids (VFA), chemical oxygen demand (COD), and the content of biogas produced from both variables. The lignocellulosic compositions obtained from this study were cellulose 65.90%, hemicellulose 24.95%, lignin 0.21%, pectin 0.42%, protein 0.81%, tannins 1.05%, caffeine 0.09%, and polyphenols. The values of Total Solids and Volatile Solids for the two variables are K-KS of 16.78% and 33.98% and K-KSEM of 24.87% and 48.42%, respectively. The total VFA for the two variables is 2.06% (v/v) for K-KS and 2.36% (v/v) for K-KSEM. The COD values for the K-KS and K-KSEM variables were 78.05% and 81.42%, respectively. The composition of biogas for K-KS is CH4 12.35%, CO2 21.68%, and H2 0.32%, while for K-KSEM it is CH4 19.64%, CO2 2.82%, and H2 0.35 %. The methane yields for the two variables, K-KS and K-KSEM, were 0.76 Nm3/kgCODremoval and 1.43 Nm3/kgCODremoval, respectively.Key words: anaerobic digestion, cow dung, rumen fluid, effective microorganism (EM), methane 
PENGARUH AIR FUEL RATIO (AFR) DAN TEMPERATUR TERHADAP KADAR CO2 DARI GASIFIKASI BIOMASSA KAYU KARET (HEVEA BRASILIENSIS) Tiara; Miftahul Djana; Rizka Mayasari; Hasrul Anwar; Muhammad Haviz; Ashruri
Jurnal Redoks Vol. 8 No. 1 (2023): REDOKS JANUARI-JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v8i1.9303

Abstract

Proses gasifikasi terjadi di reaktor gasifikasi yang disebut gasifier. Di antara jenis proses gasifikasi, yang paling sederhana dan mampu menghasilkan gas dengan kualitas yang cukup baik adalah jenis gasifikasi downdraft. Dalam penelitian ini akan digunakan gasifier downdraft di mana udara pembakaran akan masuk dari bagian atas atau samping di zona pembakaran dan syngas akan keluar dari bagian bawah reaktor. Pada penelitian ini, gasifikasi biomassa berbahan baku kayu karet dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh AFR dan suhu terhadap nilai kalor dan komposisi syngas dengan menggunakan downdraft gasifier dan batubara sebagai stabilisator. Hasil dari penelitian ini terdapat persentase penurunan CO, H2, dan CH4 karena AFR meningkat, pada 0,64 AFR kadar CO2 menurun secara signifikan pada suhu 700ºC - 800ºC yaitu sebesar 6,01% tanpa batubara. Kondisi optimum terbaik terdapat pada suhu 0,64 AFR dan suhu 800ºC, pada kondisi tersebut didapatkan kadar CO2 sebesar 18,77%. Kondisi operasi terbaik pada penelitian terjadi pada air fuel ratio (AFR) 0,64, temperatur 800ºC dengan batubara sebesar 33,95% dan tanpa batubara sebesar 31,54%.  
SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS HIDUP BERSIH DI PONDOK PESANTREN NIDHOMUDDIN: Socialization Of Waste To Improve The Quality Of Clean Life In Pondok Pesantren Nidhomuddin Hasrul Anwar; M. Ridho Ulya; Rizka Mayasari; Akhmad Dzahwan
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v2i3.86

Abstract

Garbage that is not managed properly will cause pollution to water, soil and air pollution. Garbage is often a worthless item, causing no awareness of the existence of this waste. Pondok Pesantren Nidhomuddin, Negara Ratu Natar Village, South Lampung fosters approximately 140 students consisting of 60 male students and 80 female students. Pondok Pesantren Nidhomuddin have facilities such as 1 mosque, 7 classes each for male and female students, 10 bathrooms for male students and 18 bathrooms for female students. Based on the problems above, this activity was carried out to provide solutions to the problems faced by students in Pondok Pesantren Nidhomuddin. This service activity was carried out at Pondok Pesantren Nidhomuddin,Negara Ratu Natar Village, South Lampung. the steps of the community service activities carried out are preliminary studies and location surveys, mapping problems related to organic and organic waste processing, socialization activities and assistance related to organic waste management using the composting method and the ecobrick method for inorganic waste. The material presented in the socialization activity is related to what is organic and inorganic waste, waste processing procedures, organic and inorganic waste processing, environmental sanitation, and finally giving questionnaires at the beginning and end of the workshop activity to evaluate community service activities. Based on the results of the questionnaire given to the socialization participants, there was an increase in the knowledge of the students regarding waste management and environmental sanitation. It is hoped that the students can implement good and correct waste processing in Pondok Pesantren Nidhomuddin.
Desain Sistem Pengolahan Air Layak Konsumsi Dengan Aplikasi Membran Ultrafiltrasi Termodifikasi Djana, Miftahul; Rizka Mayasari; Rosalia Dwi Werena; Hasrul Anwar
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 1 (2024): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i1.13208

Abstract

Penelitian ini merupakan pengembangan proses dari penelitian sebelumnya dengan capaian evaluasi kualitas air dengan parameter fisika dan kimia dari beberapa sampel sumur bor di Perumahan Griya Saka Hajimena yang tidak memenuhi standar baku mutu air bersih dan air minum. Air sumur bor merupakan sumber air utama yang digunakan untuk kebutuhan sehari- hari di daerah tersebut dengan kondisi jauh dari layak untuk dikonsumsi sehingga perlu dilakukan perbaikan kualitas dari air sumur bor tersebut. Penelitian ini merancang dan membangun prototipe pengolahan air layak konsumsi dengan membran ultrafiltrasi termodifikasi, yang berfungsi untuk mengolah air sumur bor menjadi air layak konsumsi. Desain pengolahan air terdiri atas unit pretreatment dan unit ultrafiltrasi. Unit pretreatment meliputi pompa air baku, pompa dosing, bag filter dan tangki penampung air baku, sedangkan unit ultrafiltrasi terdiri atas membran ultrafiltrasi, Housing membran ultrafiltrasi, pompa, pompa dosing, tangki penampung air olahan dan membran ultrafiltrasi.  Dari hasil penelitian sebelumnya menyatakan bahwa rata-rata air sumur bor daerah Perumahan Griya Saka memiliki kandungan yang tinggi akan logam berat dan kandungan e-coli sehingga tidak layak untuk digunakan sebagai air bersih. Kualitas air bersih yang dihasilkan telah memenuhi baku mutu air bersih yang telah ditetapkan dengan parameter fisika dan kimia menunjukkan tidak ada bau, total zat padat terlarut (TDS) sebesar 52 mg/L, kekeruhan 2 NTU, warna 0,14 TCU, suhu 22,1oC, dan pH 7,87. Lebih lanjut kesadahan, besi, mangan, zat organik, dan total fosfat, serta total bakteri koliform (negatif)  menunjukkan di bawah baku mutu air bersih dan air minum.   Kata Kunci: air baku mutu, adsorben, air sumur bor, membran ultrafiltrasi termodifikasi, zeolit  
Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Menjadi Pupuk Organik Cair Anti Hama Dengan Penambahan EM-4 Devi Kurnia Sari; Rosalia Dwi Werena; Hasrul Anwar; Rizka Mayasari; Miftahul Djana
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v3i3.373

Abstract

The decomposition process of organic waste, including banana peels, can produce greenhouse gases such as methane. These gases contribute to climate change and global warming if not managed properly. One way to utilize banana peel waste is by converting it into liquid organic fertilizer, which can help farmers produce high-quality liquid organic fertilizer at an affordable price. The impact of using chemical fertilizers and pesticides includes the disruption of soil nutrient balance and pesticide residue content in food products. Based on this, research has been conducted by combining organic fertilizer material from banana peel waste with organic pesticide material from yam bean and galangal waste, thus providing a dual function as an organic fertilizer and a biopesticide in one package. This serves as an effective solution for addressing the scarcity of organic fertilizers and pesticides.
UPAYA PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU MELALUI PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH DI KOTA METRO M. Ridho Ulya; Anwar, Hasrul; Susanto, Misfa; Yudianto, Yudianto; Irsyad, Muhammad
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v6i1.1555

Abstract

Pelatihan ini telah membantu para guru dalam menulis karya ilmiah seperti teknik penulisan Bab, menemukan referensi, mengevaluasi dan menyajikan data yang ditemukan, pencarian jurnal yang tepat hingga teknik revisi. Mitra dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Metro sekaligus menjalin hubungan kerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Lampung. Kedua Fakultas bersinergi dalam menunjang pengusaan kompetensi profesional para guru di Kota Metro, khususnya penguasaan ilmu pengetahuan yang menjadi bidangnya. Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan pada pelaksanaan pelatihan tersebut diantaranya: Persiapan dilakukan untuk memperoleh sebuah kesepakatan anatara tim pelaksana kegiatan dengan mitra terkait dengan permasalahan dan solusi yang akan dilakukan dalam hal ini adalah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Metro. Evaluasi pelaksanaan kegiatan Pelatihan dalam hal ini terkait respon peserta terhadap materi pelatihan dan nara sumber. Materi disampaikan dalam waktu 60 menit dengan masing - masing pemateri memiliki penyampaian materi selama 15 menit, selanjutnya simulasi penelusuran jurnal terakreditasi yang langsung dipraktekkan oleh seluruh peserta dan dibimbing oleh pemateri. Selain simulasi penelusuran jurnal terakreditasi, peserta juga diarahkan cara menelusuri jurnal yang bermasalah atau predator yang harus peserta hindari sebelum melakukan proses submit. Evaluasi dilaksanakan dengan melakukan post test dan pendampingan kepada guru-guru dan juga koordinasi kepada pihak Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Metro setelah pelaksanaan pelatihan. Pendampigan ini akan dilakukan secara luring dan daring untuk melihat sejauh mana tingkat keberhasilan dari kegiatan pelatihan yang dilaksanakan.
Production of biogas from coffee husk waste with rumen fluid and mixture of rumen fluid and cow dung Anwar, Hasrul; Ulya, Ridho; Djana, Miftahul; Mayasari, Rizka
Konversi Vol 12, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v12i1.15810

Abstract

Coffee is the second largest traded commodity in the world and also produces by-products and residues. Coffee husk waste is an abundant lignocellulosic material and has the potential to be used as raw material for biogas production. This study compared the production of biogas from coffee husk using rumen fluid with a mixture of rumen fluid and cow dung. In the pretreatment process using ethanol, the waste consisted of 65.90% cellulose, 24.95% hemicellulose, 0.21% lignin, 2.16% pectin, 1.08% protein, 3.11% tannins, 0.91% caffeine, and 3.78% polyphenols. The decrease in TS (total solid) and VS (volatile solid) values for C-RC (coffee-rumen fluid-cow dung) was greater than for C-R (coffee-rumen fluid) as 32.20% and 42.47% were obtained for C-RC, while the values for C-R were 19.32% and 38.37 The VFA (volatile fatty acids) values for C-R and C-RC were 1.09% and 2.24%. The biogas produced for C-R was CH4 of 14.4%, CO2 of 13.75%, and H2 of 0.59%, while that for C-RC consisted of CH4 of 22.3%, CO2 of 4.11%, and H2 of 0.36%. The yield of biogas for C-R was 0.48 Nm3/(kg COD removal) and for C-RC was 1.95 Nm3 /(kg COD removal).
Karakteristik Membran Keramik Berpori Berbahan Baku Bentonit Dan Zeolit Dengan Proses Ekstrusi Mayasari, Rizka; Miftahul Djana; Rosalia D.W; Hasrul Anwar; Muhammad Haviz
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 1 (2024): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i1.15361

Abstract

Pengembangan membran keramik berpori dengan memanfaatkan material alam sebagai bahan baku keramik berpeluang menjadi kajian yang relatif dan inovatif. Penelitian ini bertujuan membuat sampel produk membran keramik berpori berbahan baku bentonit, zeolit dan bahan aditif serbuk kayu menggunakan proses ekstrusi dengan variasi komposisi bahan bakunya. Pada penelitian ini dilakukan pengujian sifat fisik sampel produk yaitu susut volum, susut massa, densitas, porositas, dan serapan air.. Dari data hasil penelitian diperoleh kondisi optimum terjadi pada jenis sampel membran keramik CF1 dengan nilai susut volume 6 %, susut massa 4 %, uji densitas 1,347 gr/cm3, serta porositas dan serapan air masing- masing sebesar 22,64% dan 16,02%.  Penambahan serbuk kayu sebagai aditif menurunkan densitas, menaikan porositas dan daya serap air dari sampel. Sampel membran keramik berpori yang dihasilkan memiliki ukuran pori yang relatif seragam dengan rentang diameter sekitar 10 – 20 μm, sehingga dapat digunakan sebagai material filter.