cover
Contact Name
Hery Fajeriadi
Contact Email
heryfaje@gmail.com
Phone
+6285332834301
Journal Mail Official
bioinoved@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. H. Hasan Basry, Gedung Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bio-Inoved : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan
ISSN : 26849062     EISSN : 27149803     DOI : -
Core Subject : Education,
Bio-Inoved: The Journal of Biology-Educational Innovation [p-ISSN 2684-9062] publishes scientific articles on the results of biology education research and innovations (Focus and Scope). Articles are written by following the manuscript writing rules (Author Guidelines). This journal is published twice a year, in April and October.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2024): June 2024" : 15 Documents clear
Learning innovation: Reconstruction laboratory activities design on respiratory air and designing a simple spirometer Solikhah Isti Fadilah; Bambang Supriatno; Alfyn Abdan Nurahman; Amprasto Amprasto
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i2.19252

Abstract

Laboratory practicum in science learning is considered important, especially in the context of the Independent Curriculum. Science-based learning is needed to encourage the development of students' skills and character, supported by practical activities. Good practical activities not only allow students to understand scientific concepts but also train students to apply scientific methods effectively. The aim of this research is to analyze, reconstruct, and design simple tools to improve Laboratory Activities Designed (LAD) on the respiratory air sub-material. The research method used is descriptive to show existing phenomena. Analysis was carried out using Vee Diagrams; then trials were carried out, reconstruction and design of simple tools, second trials, and revisions. The results of the analysis show that the five LAD samples are still in the very poor category, so improvements need to be made to avoid mistakes in the future. Researchers carried out LAD reconstruction, which included appearance, title, purpose, tools and materials, procedures, and questions. Reconstruction is supported by designing a tool in the form of a simple spirometer. The design of this simple tool can be assigned to students to train creativity and solve problems. It is hoped that the results of this analysis and reconstruction can help teachers in designing LAD for other materials in the future to suit learning objectives and the applicable curriculum.Abstract. Praktikum laboratorium dalam pembelajaran sains dinilai penting terutama dalam konteks Kurikulum Merdeka. Pembelajaran berbasis sains diperlukan untuk mendorong pengembangan keterampilan dan karakter siswa dengan didukung kegiatan praktikum. Kegiatan praktikum yang baik tidak hanya memungkinkan siswa untuk memahami konsep sains, tetapi juga melatih siswa dalam menerapkan metode ilmiah dengan efektif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis, melakukan rekonstruksi dan merancang alat sederhana untuk menyempurnakan Laboratory Activities Designed (LAD) pada sub materi udara hasil pernafasan. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif untuk menunjukkan fenomena yang ada. Analisis dilakukan menggunakan Diagram Vee, selanjutnya dilakukan uji coba, rekonstruksi dan perancangan alat sederhana, uji coba kedua, dan revisi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelima sampel LAD masih dalam kategori sangat buruk sehingga perlu dilakukan perbaikan untuk menghindari kekeliruan di masa yang akan datang. Peneliti melakukan rekonstruksi LAD yang mencakup tampilan, judul, tujuan, alat dan bahan, prosedur, dan pertanyaan. Rekonstruksi didukung dengan perancangan alat berupa spirometer sederhana. Perancangan alat sederhana ini dapat ditugaskan kepada siswa untuk melatih kreativitas dan memecahkan masalah. Hasil analisis dan rekonstruksi ini diharapkan dapat membantu guru-guru dalam merancang LAD materi lain di masa depan agar sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kurikulum yang berlaku.
The potential of the Malabot Tumpe ethnobiology-containing e-module in realizing sustainable biodiversity conservation Ghurrotul Bariroh; St. Syahirah; Riandi Riandi; Rini Solihat
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i2.19096

Abstract

Malabot Tumpe is local wisdom which has the meaning of realizing the 15th SDG goal in the conservation of maleo birds. Concepts such as ecosystem balance and biodiversity, which are reflected in Malabot Tumpe traditional practices, indicate the potential for Malabot Tumpe in integrating biology learning material, especially biodiversity material. The integration of values or knowledge from local wisdom containing ESD can be integrated into biology learning through e-modules. However, so far, there has been no research that specifically discusses the integration of Malabot Tumpe local wisdom, which contains sustainable conservation values, into biology learning. For this reason, the author aims to reveal the potential of e-modules containing Malabot Tumpe local wisdom as a form of implementing ESD in extracurricular biology learning activities in schools. The method used was a systematic literature review with a sample of 12 international and national articles. The result of this study is that there is potential for an E-module containing Malabot Tumpe local wisdom to not only help students achieve learning goals but also help sustainably preserve biodiversity. However, further research is needed to empirically measure the effectiveness of the Malabot Tumpe ethnobiology e-module and its impact on ESD to achieve sustainable biodiversity.Abstrak. Malabot Tumpe merupakan kearifan lokal yang mempunyai makna mewujudkan tujuan ke-15 SDGs dalam konservasi burung maleo. Konsep-konsep seperti keseimbangan ekosistem dan biodiversitas yang tercermin dalam praktik adat Malabot Tumpe mengindikasikan adanya potensi Malabot Tumpe dalam integrasi materi pembelajaran biologi khususnya materi keanekaragaman hayati. Integrasi nilai-nilai atau pengetahuan dari suatu kearifan lokal yang bermuatan ESD dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran biologi melalui e-modul. Namun sejauh ini belum ada penelitian yang secara khusus membahas integrasi kearifan lokal Malabot Tumpe yang mengandung nilai-nilai konservasi secara berkelanjutan, ke dalam pembelajaran biologi. Untuk itu penulis bertujuan ingin mengungkap bagaimana potensi e-modul bermuatan kearifan lokal Malabot Tumpe sebagai bentuk implementasi ESD dalam kegiatan intrakurikuler pembelajaran biologi di sekolah. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan 12 sampel artikel internasional dan nasional. Hasil dari kajian ini adalah adanya potensi E-modul yang memuat kearifan lokal Malabot Tumpe tidak hanya membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran tetapi sekaligus membantu pelestarian biodiversitas secara berkelanjutan. Namun dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengukur efektivitas e-modul bermuatan tetnobiologi Malabot Tumpe dan dampaknya terhadap ESD untuk mencapai biodiversitas yang berkelanjutan secara empiris.
Reconstruction of vitamin C test worksheet for junior high school with ANCOR stages Novita Resti; Bambang Supriatno; Amprasto Amprasto
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i2.19222

Abstract

Practicum is one of the learning methods that can help students construct various psychomotor, higher-order thinking skills and characterize learning outcomes. One factor determining the practicum's success is the use of worksheets. However, currently, many worksheets do not meet the standards and do not show knowledge construction. In addition, there has been no research on the reconstruction of the vitamin C test worksheet. Therefore, it is necessary to analyze and reconstruct the vitamin C test worksheet. The method used is descriptive qualitative with three stages: analysis, trial, and reconstruction. The population in this study was represented by vitamin C test worksheets for junior high school class VIII used by teachers. The sample in this study was one of the worksheets used in learning at school, circulating on the internet, and having incomplete components. The sampling technique was purposive sampling. The analysis showed that the worksheet does not comply with the standards, so it is necessary to reconstruct the worksheet so as not to cause errors in student practicum activities. The reconstruction of this worksheet can be an alternative to overcome the current worksheet's shortcomings.Abstrak. Praktikum merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat membantu siswa mengonstruksi berbagai keterampilan psikomotorik, berpikir tingkat tinggi, dan mengkarakterisasi hasil belajar. Salah satu faktor penentu keberhasilan praktikum adalah penggunakan lembar kerja siswa. Namun, saat ini, masih banyak lembar kerja siswa yang tidak memenuhi standar dan tidak menunjukkan konstruksi pengetahuan. Selain itu, belum ada penelitian mengenai rekonstruksi lembar kerja uji vitamin c. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis dan rekonstruksi lembar kerja uji vitamin c. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tiga tahapan yaitu analisis, uji coba dan rekonstruksi. Populasi dalam penelitian ini adalah lembar kerja siswa mengenai uji vitamin c di Sekolah Menengah Pertama kelas VIII yang digunakan oleh guru. Sampel dalam penelitian ini adalah salah satu lembar kerja yang digunakan dalam pembelajaran di sekolah, beredar di internet dan komponennya tidak lengkap. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Hasil analisis diperoleh bahwa lembar kerja siswa belum memenuhi standar sehingga perlu dilakukan rekonstruksi agar tidak menimbulkan kesalahan dalam kegiatan praktikum siswa. Rekonstruksi lembar kerja ini dapat menjadi lembar kerja alternatif  untuk mengatasi kekurangan lembar kerja yang ada saat ini.
Biology learning innovation: KIT "EGCA" based on sustainable development goals by problem-based learning model in global warming sub-matter Jonathan Wahyu Triswidiyanto; Marisa Christina Tapilouw; Sucahyo Sucahyo
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i2.17120

Abstract

Learning innovation is a form of learning development, such as teaching media development. One of the Sustainable Development Goals (SDGs), namely climate action, is introduced through the ecosystem and environmental change sub-material of global warming in grade 10. At SMA Kristen 1 Salatiga, learning global warming material has not used KIT (Integrated Instrument Components) learning media and problem-based learning models. This research aims to develop KIT "EGCA" media and test its effectiveness. This is an R&D (Research and Development) study with the 4D model (Define, Design, Development, Disseminate). Data analysis used media validity analysis and N-Gain Score to determine the improvement of learning outcomes (Pre-Post test). Based on the results of the study, most students are not familiar with SDGs, PBL, and KIT. The results of the validation test of KIT "EGCA" and learning modules obtained a very valid category, while the KIT "EGCA" instructions and student worksheets were valid. The results of the N-Gain calculation obtained a moderate category, which means that the developed product is effective. These results indicate that the "EGCA" KIT developed is valid and effective for use in learning. The implementation of KIT "EGCA" still needs to be optimized so that students are more familiar with SGDs, PBL, and KIT itself.Abstrak. Inovasi pembelajaran merupakan bentuk pengembangan pembelajaran, seperti pengembangan media pembelajaran. Salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu climate action yang diperkenalkan melalui materi ekosistem dan perubahan lingkungan sub materi pemanasan global kelas 10. Pada SMA Kristen 1 Salatiga proses kegiatan pembelajaran materi pemanasan global belum menggunakan media pembelajaran KIT (Komponen Instrumen Terpadu) dan model pembelajaran berbasis masalah (Problem based learning). Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan media KIT “EGCA” dan menguji keefektifan media. Penelitian ini merupakan penelitian R&D (Research and development) dengan model 4D (Define, Design, Development, Disseminate. Analisis data yang digunakan analisis kevalidan media dan N-Gain Score untuk mengetahui peningkatan hasil belajar (Pre-Post test). Berdasarkan hasil penelitian, Sebagian besar peserta didik tidak familiar dengan SDGs, PBL, dan KIT. Hasil uji validasi KIT “EGCA” dan modul pembelajaran memperoleh kategori sangat valid, sedangkan instruksi KIT “EGCA” dan lembar kerja peserta didik valid. Hasil perhitungan N-Gain diperoleh kategori sedang, yang berarti produk yang dikembangkan efektif. Hasil ini menunjukkan KIT "EGCA" yang dikembangkan valid dan efektif digunakan dalam pembelajaran. Implementasi KIT "EGCA" masih perlu dioptimalkan agar peserta didik lebih familiar dengan SGDs, PBL, dan KIT itu sendiri.
Reconstruction of laboratory activity design "menyelidiki makanan berkarbohidrat" on digestive system material Oky Rizkiana Silaban; Bambang Supriatno; Amprasto Amprasto
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i2.19216

Abstract

Laboratory activities are essential in improving the understanding of learning outcomes and supporting the process of forming students' knowledge about biological material, especially the concept of carbohydrate digestion. It is necessary to laboratory activities design (LAD) that can support forming student knowledge in laboratory activities to investigate carbohydrate foods. This research uses a qualitative descriptive method applied through ANCOR (Analyse, Try, Reconstruct) steps to develop LAD that supports students' knowledge formation process. The ANCOR stages include analysing the sample LAD, conducting trials, and reconstructing it into a new LAD per the Ministry of Education and Culture's learning outcomes. The LAD reconstruction aims to strengthen students' understanding of carbohydrate digestion through laboratory activities emphasizing exploration, direct observation, and active involvement of students in the learning process. It is expected that the use of LAD that has been adjusted will make a significant contribution to improving student learning outcomes in biology materials, improving the learning process in the laboratory, and increasing their understanding of the concept of organ structure and function in the carbohydrate digestive system.Abstrak. Kegiatan laboratorium memegang peranan penting dalam meningkatkan pemahaman, hasil belajar, dan mendukung proses pembentukan pengetahuan siswa. siswa tentang materi biologi, khususnya konsep pencernaan karbohidrat. Perlu Desain Kegiatan Laboratorium (DKL) yang dapat mendukung proses pembentukan pengetahuan siswa pada kegiatan labororatorium menyelidiki makanan berkarbohidrat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang diterapkan melalui langkah-langkah ANCOR (Analisis, Coba, Rekonstruksi) untuk mengembangkan DKL yang mendukung proses pembentukan pengetahuan siswa. Tahapan ANCOR tersebut meliputi analisis DKL sampel, melakukan uji coba, dan merekonstruksi menjadi DKL yang baru yang sesuai dengan capaian pembelajaran Kemendikbud. Rekonstruksi DKL bertujuan untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap konsep pencernaan karbohidrat melalui kegiatan laboratorium yang menekankan eksplorasi, pengamatan langsung, dan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Diharapkan penggunaan DKL yang telah disesuaikan akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi biologi, memperbaiki proses pembelajaran di laboratorium, serta meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep struktur organ dan fungsinya pada sistem pencernaan karbohidrat.
Correlation of knowledge of balanced nutrition and eating patterns with biology learning outcomes through students' physical activity Siti Zulfaidah Warli; A. Mushawwir Taiyeb; Syamsiah Syamsiah
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i2.19168

Abstract

Insufficient nutritional knowledge, diets that do not meet nutritional adequacy levels, and excessive physical activity for the body affect the learning outcomes of some students. This study aims to investigate the relationship between knowledge about balanced nutrition and diet with biology learning outcomes through physical activity. This study is an ex post facto, which is correlational in knowing the relationship between knowledge of balanced nutrition and diet with biology learning outcomes through physical activity. The population in this study were all students of class XI of State Senior High School in Polewali Sub-district, Polewali Mandar Regency, 2023/2024 school year, which includes SMAN 1 Polewali, SMAN 2 Polewali, SMAN 3 Polewali and SMAN 4 Polewali. The sample in this study was taken as many as 210 using simple random sampling. The research instruments used in this study were a balanced nutrition knowledge test, a dietary pattern questionnaire in the form of a Food Frequency Questionnaire (FFQ) form, and a Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) physical activity questionnaire. The data obtained in this study were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential path analysis with the help of the SPSS program. The results showed that knowledge of balanced nutrition with diet can affect biology learning outcomes, and diet with physical activity can affect biology learning outcomes. This research can impact the improvement of the health and wellbeing of learners by improving concentration and overall performance. It can assist in developing more effective educational strategies to promote health and academic achievement.Abstrak. Pengetahuan gizi yang kurang, pola makan yang tidak sesuai dengan tingkat kecukupan gizi, dan  aktivitas fisik yang berlebihan untuk tubuh mempengaruhi hasil belajar beberapa peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara pengetahuan tentang gizi seimbang dan pola makan dengan hasil belajar biologi melalui aktivitas fisik. Penelitian ini adalah ex post facto yang bersifat korelasional dengan tujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi seimbang dan pola makan dengan hasil belajar biologi melalui aktivitas fisik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI SMA Negeri se-Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, tahun ajaran 2023/2024 yang meliputi SMAN 1 Polewali, SMAN 2 Polewali, SMAN 3 Polewali dan SMAN 4 Polewali. Sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 210 dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes soal pengetahuan gizi seimbang, kuisioner pola makan berupa formulir Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan kuisioner aktivitas fisik Global Physical Activity Questonnaire (GPAQ). Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial analisis jalur (path analysis) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan gizi seimbang dengan pola makan dapat mempengaruhi hasil belajar Biologi dan pola makan dengan aktivitas fisik dapat mempengaruhi hasil belajar Biologi dalam pembelajaran. Penelitian ini dapat berdampak terhadap peningkatan kesehatan dan kesejahteraan peserta didik untuk meningkatkan konsentrasi serta kinerja secara keseluruhan. Ini dapat membantu dalam pengembangan strategi Pendidikan yang lebih efektif untuk mempromosikan kesehatan dan prestasi dalam bidang akademik.
Digital interactive module based on team games tournament to develop collaboration and student’s critical thinking skills on respiratory system material Nada Thahira; Ummi Nur Afinni Dwi Jayanti
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i2.19062

Abstract

Collaboration and critical thinking skills are part of the 21st-century skills that must be mastered and developed. Therefore, innovative teaching materials are needed to help develop students' critical thinking and collaboration skills. This development research aims to produce Team Games Tournament (TGT) based digital interactive modules that are valid, practical, and effective for students. The instruments used are needs analysis in the form of teacher interview guidelines and questionnaires for students, teaching material and material expert validation sheets, and practicality sheets. Then, the effectiveness sheet is in the form of a pretest post-test sheet. Based on the results of the data analysis, the teaching material validation obtained a score of 98.55%, the material validation results obtained a score of 96.73%, the teacher response questionnaire results obtained a score of 97.92%, and the student response questionnaire results obtained a score of 93.15%. The effectiveness assessment resulted in an average N-Gain score of 0.80 with a high category, and the results of student collaboration skills scored 91 with a very effective category. Therefore, the TGT-based digital interactive module is considered a feasible, practical, and effective learning tool, facilitating the development of students' collaboration and critical thinking skills. However, further development research can expand the material on biology learning that has not been covered in the development of this interactive digital module.Abstrak. Kemampuan kolaborasi dan berpikir kritis merupakan bagian dari keterampilan abad ke-21 yang perlu dikuasai dan dikembangkan. Oleh karena itu, diperlukan bahan ajar yang inovatif yang dapat membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi siswa. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan modul interaktif digital berbasis Team Games Tournament (TGT) yang layak, praktis dan efektif bagi siswa. Instrumen yang digunakan adalah analisis kebutuhan berupa pedoman wawancara guru dan angket untuk siswa, lembar validasi ahli bahan ajar dan materi, serta lembar kepraktisan. Kemudian lembar keefektifan berupa lembar pretest post test. Berdasarkan hasil analisis data, validasi bahan ajar memperoleh skor 98,55%, hasil validasi materi memperoleh skor 96,73%, hasil angket respon guru memperoleh skor 97,92%, dan hasil angket respon siswa memperoleh skor 93,15%. Penilaian keefektifan menghasilkan rata-rata skor N-Gain sebesar 0,80 dengan kategori tinggi, dan hasil kemampuan kolaborasi siswa memperoleh skor 91 dengan kategori sangat efektif. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa modul interaktif digital berbasis TGT dinilai sebagai perangkat pembelajaran yang layak, praktis dan efektif, memfasilitasi pengembangan keterampilan kolaborasi dan berpikir kritis siswa. Namun demikian untuk penelitian pengembangan selanjutnya dapat memperluas materi pada pembelajaran biologi yang belum tercakup dalam pengembangan modul digital interaktif ini.
Enhancing students' numeracy literacy in human heredity material through a brain-based learning model Waliyyatu Azzahra; Sariwulan Diana; Eni Nuraeni
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i2.19527

Abstract

In this digital era, data and information in biology are increasingly presented in quantitative form that must be processed and interpreted. To deal with this, students' numeracy literacy becomes essential to train. This study aims to reveal an increase in students' numeracy literacy by implementing the brain-based learning model. This study used a quasi-experimental method with a pretest-posttest non-equivalent group design. The sample consisted of 28 students in the experimental class and 30 students in the control class who had been selected by random sampling. The instruments used were question sheets with various types, such as the Minimum Competency Assessment (MCA) questions. The findings of this study indicate that the experimental class has a higher N-Gain Score, which is 0.71 with high criteria, while in the control class, it is 0.60 with a moderate category. The better N-Gain Score can also be seen from each numeracy literacy indicator's analysis. This indicates that the brain-based learning model improves students' numeracy literacy more effectively. Based on these findings, further research can conduct a long-term study of applying the brain-based learning model to students' numeracy literacy to understand the sustainability of the improvements.Abstrak. Di era digital ini, data dan informasi dalam ilmu biologi semakin banyak disajikan dalam bentuk kuantitatif yang harus diproses dan diinterpretasikan. Dalam rangka menghadapi hal tersebut, literasi numerasi siswa menjadi hal yang penting untuk dilatih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap adanya peningkatan literasi numerasi siswa melalui implementasi Model Brain Based Learning. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain pretest posttest non-equivalent group design. Sampel terdiri dari 28 siswa pada kelas eksperimen dan 30 orang siswa kelas kontrol yang telah dipilih secara random sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar soal dengan berbagai tipe seperti pada soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki N-Gain Score yang lebih tinggi, yaitu sebesar 0.71 dengan kriteria tinggi, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 0.60 dengan kategori sedang. Perolehan N-Gain Score yang lebih baik juga terlihat dari analisis setiap indikator literasi numerasi yang diteliti. Hal ini menandakan bahwa model Brain Based Learning lebih efektif dalam meningkatkan literasi numerasi siswa. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian berikutnya dapat melakukan analisis jangka panjang dari penerapan Model Brain Based Learning terhadap literasi numerasi siswa untuk memahami keberlanjutan peningkatan yang dicapai.
Development of e-books integrated with the Qur’an to support learning in the nutrition and health course within the biology education program at the university Ainul Uyuni Taufiq; Hamansah Hamansah; Nurul Hasfika Sari; Nur Alamsyah
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i2.18624

Abstract

The education digitalization era is growing rapidly, and integrating information technology with religious values is becoming increasingly important, especially in providing relevant and holistic learning resources. This research aims to create an integrated e-book with the Al-Quran to support learning in nutrition and health courses in the Biology Education Study Program at UIN Alauddin Makassar, which is valid, practical, and effective. This research uses research and development with the ADDIE development model. Development products are tested through validity, practicality, and effectiveness tests. The research subjects were validation experts (validators), practitioners (course lecturers), and sixth-semester students taking the nutrition and health course in the Biology Education Study Program. The research instruments are media validation sheets, response questionnaires, and response questionnaires, as well as learning outcomes test items. The research results showed that the media developed had a validity level of 3.86 (very suitable) and a practicality level based on response assessment, namely 3.61 (highly practical). The learning outcomes test has a percentage level of effectiveness with a percentage of 20% in the very effective category, 68% in the effective category, and 12% in the quite effective category. Classically, 88% reached the minimum value for the effective category. Based on the findings of this study, the development of e-books integrated with religious values is recommended to be optimized in dissemination, similar development, and application.Abstrak. Era digitalisasi pendidikan yang berkembang pesat, dan integrasi antara teknologi informasi dengan nilai-nilai keagamaan menjadi semakin penting, terutama dalam konteks penyediaan sumber belajar yang relevan dan holistik. Penelitian ini bertujuan untuk e-book terintegrasi Al-Quran untuk Menunjang Pembelajaran pada Mata Kuliah Gizi dan Kesehatan Prodi Pendidikan Biologi UIN Alauddin Makassar yang bersifat valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan ADDIE. Produk pengembangan diuji melalui uji validitas, uji kepraktisan dan uji keefektifan. Subjek penelitian adalah ahli validasi (validator), praktisi (dosen mata kuliah), dan mahasiswa semester enam yang memprogramkan mata kuliah Gizi dan Kesehatan pada Progtam Studi Pendidikan Biologi. Instrumen penelitian berupa lembar validasi media, angket respon dan angket respon, serta butir-butir tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memiliki tingkat validitas yaitu 3.86 (sangat layak), tingkat kepraktisan berdasarkan penilaian respon yaitu 3,61 (sangat praktis). Tes hasil belajar memiliki persentase tingkat kefektifan dengan persentase 20% kategori sangat efektif, 68% kategori efektif, dan 12% kategori cukup efektif. Secara klasikal 88% mencapai nilai minimum untuk kategori efektif. Berdasarkan temuan dari penelitian ini, pengembangan e-book terintegrasi nilai-nilai keagamaan direkomendasikan untuk dioptimalkan dalam penyebarluasan, pengembangan serupa, maupun penerapannya.
Theoretical construction of the microteaching model-based PjBL and blended learning for prospective biology teachers Ali Sadikin; Muhammad Rusdi; Muhammad Haris Effendi Hasibuan; Jodion Siburian
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v6i2.19337

Abstract

Microteaching as a learning model must be updated for the future, especially in preparing prospective biology teachers with the 4C skills required in the 21st century. This study aims to develop a microteaching model-based Project-based Learning (PjBL) and blended learning to enhance the 4C skills of prospective biology teachers. The research method uses a Research & Development approach with the ADDIE framework. The research subjects are the Biology Education Study Program students who take the microteaching course. This model integrates PjBL and blended learning, including the following stages: (1) Project orientation (synchronous), (2) Module development (asynchronous), (3) Peer review (asynchronous), (4) Presentation of peer review results (synchronous), (5) First teaching practice and peer review (asynchronous), (6) Presentation of first teaching practice results (synchronous), (7) Second teaching practice and peer review (asynchronous), (8) Presentation of second teaching practice results (synchronous), (9) Collection of project videos (synchronous), and (10) Project evaluation (synchronous). Data collection techniques include questionnaires, validation sheets, observation sheets, and tests, with data analysis using a t-test. The results show that model enhances the 4C skills of prospective biology teachers. In conclusion, this model effectively improves 4C skills with the guidance of a logbook and LMS. Still, lecturers must encourage and facilitate student learning activities through direct communication or instant messaging. This research impacts the quality of education for prospective biology teachers in the future.Abstrak. Microteaching sebagai model pembelajaran perlu diperbaharui untuk masa depan, khususnya dalam menyiapkan calon guru biologi dengan keterampilan 4C yang dibutuhkan pada abad 21. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model microteaching berbasis project-based learning (PjBL) dan blended learning bagi calon guru biologi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Research & Development dengan kerangka ADDIE. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi yang mengambil mata kuliah microteaching. Model microteaching yang dikembangkan mengintegrasikan PjBL dan blended learning, meliputi tahapan: (1) Orientasi proyek (sinkronus), (2) Pengembangan modul (asinkronus), (3) Peer review (asinkronus), (4) Presentasi hasil peer review (sinkronus), (5) Praktik mengajar pertama dan peer review (asinkronus), (6) Presentasi hasil praktik mengajar pertama (sinkronus), (7) Praktik mengajar kedua dan peer review (asinkronus), (8) Presentasi hasil praktik mengajar kedua (sinkronus), (9) Pengumpulan video proyek pembelajaran (sinkronus), dan (10) Evaluasi dan penilaian proyek (sinkronus). Teknik pengumpulan data menggunakan angket, lembar validasi, lembar observasi, dan tes. Teknik analisis data menggunakan t-test.  Hasil menunjukkan bahwa model ini meningkatkan keterampilan 4C pada calon guru biologi. Kesimpulannya, moel ini efektif meningkatkan keterampilan 4C dengan panduan logbook dan LMS, Namun, dosen perlu mendorong dan menfasilitasi kegiatan belajar mahasiswa melalui komunikasi langsung atau pesan instan. Penelitian ini berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan calon guru biologi di masa depan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15