cover
Contact Name
Muhammad Subchan
Contact Email
-
Phone
+6285266237892
Journal Mail Official
daurling.unbari@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik, Universitas Batanghari Jambi Jl. Slamet Ryadi, Broni-Jambi, Kodepos: 36122
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Daur Lingkungan
ISSN : -     EISSN : 26151626     DOI : http://dx.doi.org/10.33087/daurling
Core Subject : Engineering,
Jurnal Daur Lingkungan is a scientific journal published regularly twice a year in February and August by Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Batanghari (Department of Environmental Engineering, Univesity of Batanghari). Jurnal Daur Lingkungan is published media for research results of environmental engineering field focusing on environmental management and pollution controll such as latest idea, concept and technology. These results are published in such an original scientific articel and a review. Submitted manuscript must be original, no plagiat and unpublished. Manuscript is submitted online via Open Journal System (OJS), must follow author guideline and writting template. All submission will be blind reviewed by qualified reviewers in their field.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2024): Agustus" : 5 Documents clear
Analisis Efektivitas Ekstrak Teki dalam Sabun Cair Laundry untuk Mengurangi Dampak Lingkungan Ramadhanta, Frans Risky
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i2.312

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengeksplorasi pengembangan sabun cair laundry berbasis ekstrak rumput teki (Cyperus rotundus L.) sebagai alternatif alami yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pembersihan sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Latar belakang penelitian ini berfokus pada kebutuhan solusi pembersihan yang lebih praktis dan ramah lingkungan, mengingat dampak buruk deterjen kimia terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi sabun cair yang mengintegrasikan ekstrak teki, serta untuk mengevaluasi efektivitas, dampak lingkungan, dan keamanan produk tersebut. Metode penelitian melibatkan pembuatan sabun cair dengan menambahkan ekstrak teki yang telah dikeringkan dan dihaluskan ke dalam formulasi detergen, diikuti dengan serangkaian uji laboratorium termasuk pengujian pH, efektivitas pembersihan, dan uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun cair ini efektif dalam mengurangi mikroorganisme berbahaya pada pakaian dan menghilangkan noda, serta memiliki sifat anti-iritasi yang membuatnya aman untuk kulit sensitif. Uji limbah organik menunjukkan bahwa produk ini memiliki dampak minimal terhadap lingkungan, dengan proses penguraian yang cepat dan tanpa adanya bahan kimia berbahaya yang terdeteksi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ekstrak teki menawarkan solusi pembersih yang berkelanjutan, memberikan manfaat antimikroba yang signifikan serta dampak lingkungan yang lebih rendah dibandingkan deterjen kimia konvensional. Penelitian ini merekomendasikan penelitian lanjutan untuk mengoptimalkan formulasi dan aplikasi produk ini guna memaksimalkan kontribusinya terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesehatan manusia. Kata kunci : Antimikroba; Deterjen; Ekstrak Teki; Pembersihan; Ramah Lingkungan.ABSTRACTThis study explores the development of laundry liquid soap based on Cyperus rotundus L. (nutgrass) extract as a natural alternative aimed at improving cleaning effectiveness while reducing negative environmental impacts. The background of this research focuses on the need for more practical and eco-friendly cleaning solutions, given the adverse effects of chemical detergents on human health and the environment. The aim of this study is to develop a liquid soap formulation incorporating nutgrass extract, and to evaluate its effectiveness, environmental impact, and safety. The research method involves creating the liquid soap by adding dried and powdered nutgrass extract to the detergent formulation, followed by a series of laboratory tests including pH testing, cleaning effectiveness, and irritation testing. The results indicate that this liquid soap is effective in reducing harmful microorganisms on clothing and removing stains, while also possessing anti-irritant properties that make it safe for sensitive skin. Organic waste testing reveals that the product has minimal environmental impact, with rapid degradation and no detection of harmful chemicals. The conclusion of this study is that nutgrass extract offers a sustainable cleaning solution, providing significant antimicrobial benefits and a lower environmental impact compared to conventional chemical detergents. The study recommends further research to optimize the formulation and application of this product to maximize its contribution to environmental sustainability and human health.Keywords : Antimicrobial; Cleaning, Detergent; Environmentally Friendly, Nutgrass Extract 
Soil Washing Tanah Tercemar Cadmium Di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Alfacino, Alfacino
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i2.304

Abstract

ABSTRAKCadmium (Cd) merupakan salah satu logam berat, terutama pada kawasan berpolusi tinggi yang dihasilkan dari aktivitas industri dan di sekitar tempat pembuangan akhir sampah, terutama yang terkait dengan kandungan residu beracun. Soil Washing, sebagai salah satu teknik remediasi tanah, merupakan upaya mitigasi dampak polusi logam berat, salah satunya Cd. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas soil washing dengan surfaktan Sodium Dodecyl Sulphate (SDS dan Tween 80. Surfaktan tersebut divariasikan dosis dan waktu pengadukan. Pengadukan dilakukan dalam jar test yang mereplikasikan tangki reaktor. Sample tanah terganggu diambil dari daerah pembuangan sampah yang sudah tidak aktif lagi di TPA Talang Gulo Kota Jambi. Sample tanah tersebut diuji pada Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Penelitian ini menunjukkan bahwa surfaktan SDS memiliki efisiensi pada masing-masing sample adalah S1 > 21.73%, S2 > 43.47%, S3 > 44.43%, S4 > 22.63%, S5 > 40.40%, S6 > 44.69%, sedangkan surfaktan Tween 80 memiliki efisiensi pada masing-masing sample adalah T1 > 58.98%, T2 > 53.46%, T3 > 49.60, T4 > 47.23%, T5 > 64.15%, T6 > 63.71 %.Kata Kunci: Cadmium, Soil Washing, Sodium Dodecyl Sulfate ,Tween 80 Kata kunci : Cadmium, Sodium Dodecyl Sulfate, Soil Washing,Tween 80ABSTRACTCadmium (Cd) is a heavy metal polluting soil, especially in polluting areas resulted from industrial activities and  waste dumping areas associating with toxic residue from heavy metals. Soil washing, as a soil remediation technique, is a measure to mitigate the impacts of Cd pollution. This study aims to determine the effectiveness of soil washing with surfactants of Sodium Dodecyl Sulphate (SDS) and Tween 80. We vary the doses and stirring time of the surfactants. The string is conducted in jar test replicating stirred tank reactor. Soils are sampled from  a non-active waste dumping of Talang Gulo in Jambi City by disturbed soil sampling method. Samples are tested through Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). This study shows that SDS surfactants have an efficiency rate for samples S1 > 21.73%, S2 > 43.47%, S3 > 44.43%, S4 > 22.63%, S5 > 40.40%, S6 > 44.69%, while Tween 80 surfactants have an allowance efficiency rate for samples T1 > 58.98%, T2 > 53.46%, T3 > 49.60, T4 > 47.23%, T5 > 64.15%, T6 > 63.71 %. Keywords: Cadmium, Sodium Dodecyl Sulfate, Soil Washing,Tween 80
Analisis Tingkat Kebisingan di Pusat Pertokoan Pancor Lombok Timur Berbasis Model CoRTN dan PTV Vissim Kurniati, Eti; Nabila, Maitsa Fikri; Ardiantoro, Ghesa Nova
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i2.300

Abstract

ABSTRAKKebisingan di kawasan simpang tak bersinyal telah menjadi perhatian utama dalam bidang lingkungan dan kesehatan masyarakat seperti di Pusat Pertokoan Pancor (PTC) Lombok Timur sebagai pusat kegiatan perdagangan. Berbagai faktor berkontribusi terhadap kebisingan diantaranya volume lalu lintas, jenis kendaraan, kecepatan rata-rata, dan karakteristik permukaan jalan. Faktor-faktor tersebut dianalisis untuk memahami tingkat kebisingan di lokasi penelitian dengan menggunakan metode analisis CoRTN (Composite Noise Rating Number). Hasil penelitian menunjukaan tingkat kebisingan pada simpang empat PTC Pasar Pancor pada tahun 2023 sebesar 71,74 dB  dan terus meningkat >0,2 dB setiap tahunnya hingga tahun 2028. Tingkat kebisingan tersebut melebihi standar Keputusan Menteri Negeri Lingkungan Hidup No. 48 tentang Baku Tingkat Kebisingan untuk Kawasan perdagangan yakni 70dB sehingga perlu dilakukan penanganan kebisingan terhadap kawasan ini.Kata kunci : CoRTN; Kebisingan; Pusat Pertokoan; Simpang tak bersinyalABSTRACTThe noise in an unsignalized intersection area has become a major concern in terms of  environmental impacts and public health like at the intersection of Pancor Shopping Center (PTC) in East Lombok as a trading area. Various factors contribute to noise level including traffic volumes, vehicle types, average speed, and road surface characteristics. These factors are analyzed by CoRTN (Composite Noise Rating Number).This study figures out that that the noise level at the four-way intersection of PTC Pancor Market in 2023 reaches 71.74 dB based on CoRTN calculations and continues to increase by >0.2 dB annually until 2028. This noise level exceeds the maximum standard for noise level stipulated in the Minister of Environment Decree No. 48 regarding the Maximum Noise Levels for Commercial Areas, which is 70dB, indicating the necessity for noise management in this area.Keywords : CoRTN; Noise; shopping centre; unsignalized intersection
Pretreatment Delignifikasi Limbah Kulit Durian Sebagai Bahan Baku Pembuatan Bioetanol Putra, Rizkika; Yerizam, Muhammad; Yuliati, Selastia
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i2.306

Abstract

ABSTRAKKulit durian (60-75% bagian durian) mengandung selulosa 55,3%, lignin 19,3% dan abu 6,1%. Kandungan selulosa yang cukup tinggi dalam kulit durian merupakan potensi bioetanol. Tetapi, kandungan lignin dalam kulit durian mengganggu proses pembuatan bioetanol. Lignin bersifat cukup resisten terhadap degradasi kimia dan biologi, sehingga menghambat proses fermentasi. Diperlukan pretreatment proses delignifikasi untuk membantu proses fermentasi. Proses delignifikasi membutuhkan senyawa basa kuat dalam proses pemisahan lignin dari selulosa. Delignifikasi dalam penelitian ini dilakukan dengan aplikasi NaOH 2%, 3%, 4%, 5% dan 6% dan waktu 60, 90 dan 120 menit. Pretreatment delignifikasi diharapkan meningkatkan kadar selulosa dan menurunkan kadar lignin. Kondisi terbaik pretreatment delignifikasi yaitu larutan pemasak NaOH 6%w/v dengan waktu 120 menit yang menghasilkan 83,05%w/w selulosa dan 8,03%w/w  lignin. Larutan pemasak NaOH dengan konsentrasi yang tinggi dan waktu delignifikasi yang semakin lama menurunkan kadar lignin dan meningkatkan selulosa. Kata kunci : Delignifikasi, Lignin, Limbah Kulit Durian, NaOH, SelulosaABSTRACTDurian peel (60-75%) contains cellulose 55.3%, lignin 19.3%, and ash 6.1%. Due to its high cellulose content, durian peel can be utilized and processed into bioethanol. However, in the production of bioethanol using durian peel waste as a raw material, lignin interferes the bioethanol production process: lignin. Lignin chemically and biologically resistant to degradation restricting the fermentation process. Therefore, a pretreatment delignification process is required before fermentation. A strong alkaline compound is needed in the delignification process to separate lignin from cellulose. This study uses NaOH as a strong base in the delignification process. The variations used in this study are the concentration of NaOH (2%, 3%, 4%, 5%, and 6%) and time (60, 90, and 120 minutes). Delignification pretreatment affects the cellulose and lignin content produced, with the best delignification pretreatment condition being a 6%w/v NaOH cooking solution for 120 minutes, resulting in a cellulose content of 83.05%w/w and a lignin content of 8.03%w/w. Increase concentration of NaOH as the cooking solution and longer time of the delignification time, increase cellulose obtained and decrease lignin content Keywords :    Cellulose, Delignification, Lignin, NaOH, Waste peel of Durian
Plastik Biodegradable Dari Selulosa Tongkol Jagung Menggunakan Metode Solution Casting Mulyana, Eka; Purnamasari, Indah; Yerizam, Muhammad
Jurnal Daur Lingkungan Vol 7, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v7i2.308

Abstract

ABSTRAKIndonesia membutuhkan plastik biodegradable untuk memitigasi limbah plastik terakumulasi di lingkungan. Plastik biodegradable mudah terurai, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Plastik biodegradable dibuat menggunakan metode solution casting dengan bahan-bahan yaitu NaOH, NaOCl, HCl, asam asetat, gliserol, dan aquadest. Selulosa yang diekstraksi dari tongkol jagung pada penelitian ini memiliki kadar 83,1466%, dan digunakan dalam pembuatan plastik biodegradable, untuk membuat variasi selulosa 0% dan 10% dan penambahan gliserol sebagai plasticizer dengan variasi 0, 1, 3, 5, dan 7 ml. Karakterisasi meliputi uji kekuatan tarik, elongasi, daya serap air, dan biodegradasi. Hasil karakterisasi menyatakan bahwa uji kekuatan tarik terbaik mencapai 403,392 MPa di sampel dengan 0% selulosa dan tanpa tambahan gliserol. Nilai elongasi terbesar yaitu 28%, terdapat pada sampel dengan 10% selulosa dan penambahan 7 ml gliserol. Plastik menunjukkan daya serap air terbaik dengan nilai 27,86% pada sampel dengan 0% selulosa dan tanpa tambahan gliserol. Selama waktu degradasi selama 5 hari, plastik biodegradable dari selulosa tongkol jagung mencapai tingkat degradasi tertinggi sebesar 31,9293% pada sampel dengan 0% selulosa dan tanpa tambahan gliserol.Kata kunci : Gliserol; Plastik biodegradable; Selulosa; Tongkol JagungABSTRACT Indonesia requires biodegradable plastic to mitigate accumulation plastic waster in the envirnment. Biodegradable plastic easily decompose to mitigate negatve impacts to the environment. Biodegradable plastics were produced using the solution casting method with materials namely NaOH, NaOCl, HCl, acetic acid, glycerol, and distilled water. Cellulose extracted at 83.1466% concentration was used in the production of these plastics to make variations of 0% and 10% cellulosa, and glycerol added as a plasticizer in variations of 0, 1, 3, 5, and 7 ml. Characterization included testing for tensile strength, elongation, water absorption, and biodegradation. The characterization results indicated that the highest tensile strength test reached 403.392 MPa in samples with 0% cellulose and no additional glycerol. The greatest elongation value, 28%, was found in samples with 10% cellulose and 7 ml glycerol added. The plastic exhibited the best water absorption capacity with a value of 27,86 % in samples with 0% cellulose and no additional glycerol. Over a degradation period of 5 days, biodegradable plastics made from corn cob cellulose achieved the highest degradation rate of 31.9293% in samples with 0% cellulose and no additional glycerol.Keywords : Biodegradable Plastic; Cellulose; Corn Cob; Glycerol 

Page 1 of 1 | Total Record : 5