cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
besthd22@gmail.com
Phone
+6285891495357
Journal Mail Official
jipt@untirta.ac.id
Editorial Address
Prodi Ilmu Pertanian Pascasarjana UNTIRTA Alamat Kontak : Jl.Raya Jakarta Km.4 Kota Serang Banten 42124
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa
ISSN : -     EISSN : 27153657     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa merupakan publikasi ilmiah berkala yang diterbitkan Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Artikel yang dimuat merupakan hasil penelitian terhadap teori dan praktek penerapan ilmu pertanian dalam arti luas, meliputi Ilmu Tanaman, Agronomi, Agro-teknologi, AgroEkosistem dan Lingkungan, Ilmu Pangan, Teknologi Pangan, Agribisnis, Sosial-Ekonomi Pertanian, dan Informasi Pertanian.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020)" : 6 Documents clear
EFISIENSI PRODUKSI JAGUNG HIBRIDA BENIH UMUM 2 DI PROVINSI BANTEN Taufik Hidayat; Aliudin Aliudin; Dian Anggraeni
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh penggunaan input pupuk organik, pupuk urea, pupuk NPK, tenaga kerja dan populasi tanaman terhadap produksi jagung, dan menganalisis efisiensi produksi benih Jagung Hibrida Umum 2 di Provinsi Banten. Responden merupakan petani yang menggunakan benih Jagung Hibrida Umum 2 (varietas Bisi 18 dan NK 212). Penentuan responden dilakukan dengan purposive sampling, terhadap 40 orang petani. Penelitian dilakukan di wilayah penghasil jagung meliputi Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak. Analisis dilakukan Hasil penelitian menunjukkan pupuk organik (X1), pupuk urea (X2), pupuk NPK (X3), tenaga kerja (X4) dan populasi tanaman (X5), baik secara parsial maupun simultan, berpengaruh terhadap produksi jagung pipil kering. (2) Efisiensi ekonomi benih jagung hibrida umum 2 untuk keseluruhan input produksi, tidak efisien, hal ini diakibatkan penggunaan input produksi melebihi optimal sehingga perlu dikurangi.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BIJI BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus) SEBAGAI PUPUK ORGANIK Imamul Arifin; Yasmin Nur Afifah; Widiyanti Intan Permata Sari
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi pada saat ini banyak masyarakat memiliki masalah tentang pengolahan limbah. Mereka menyadari bahwa permasalahan sampah telah menjadi masalah nasional di negara kita. Masih banyak orang yang belum memanfaatkan atau mengolah kembali sampah yang dihasilkan tersebut terutama sampah yang berasal dari kacang-kacangan. Sejauh ini pemanfaatan biji bunga matahari (Helianthus annuus) masih terbatas pada pengolahan bijinya saja yang kemudian diolah menjadi berbagai produk makanan ringan. Sementara itu, kulitnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal tidak tertutup kemungkinan bahwa di dalam kulit biji bunga matahari (Helianthus annuus) tersebut juga tersimpan berbagai zat penting seperti yang terkandung dalam bijinya, termasuk kadar nitrogen yang tinggi. Salah satu cara yang dapat dilakukan bagi pemanfaatan limbah yang melimpah ini adalah dengan mengolahnya menjadi pupuk organik
MODAL SOSIAL DI KOPERASI SERBA USAHA “BUAH KETAKASI” DESA SIDOMULYO KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER Dimas Priangga; Tasha Setiowati; Retalia Risma Sari
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor interaksi antara kegiatan pertanian komoditas kopi masyarakat di Desa Sidomuyo dengan peran kelembagaan koperasi menyebabkan terjadinya modal sosial didalamnya. Penelitian ini untuk mengetahui kendala dan solusi di dalam pengelolaan koperasi, serta modal sosial dalam kegiatan koperasi di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Metode yang dipakai pada penelitian yaitu metode deskriptif yang dilakukan secara eksplorasi dan menggunakan peranan dalam mewujudkan paham tentang macam-macam variabel sosial secara mendalam. Teknik pengambilan sampel digunakan metode purposive sampling. Kendala yang dihadapi Koperasi Buah Ketakasi antara lain; minimnya minat masyarakat untuk menjadi anggota, terlambat dalam pengembalian modal yang dipinjam, dan gesekan antar sesama pengurus koperasi. Modal sosial yang ada pada Koperasi Buah Ketakasi terdiri dari aspek jaringan, kepercayaan, resiprositas, norma dan nilai. Jaringan yang terbentuk dengan Universitas Jember, Bank Indonesia, Puslitkoka, PT. Indocom Citra Persada dan dinas koperasi. Kepercayaan diwujudkan dengan keikutsertaan masyarakat dalam mengikuti program yang diselenggarakan koperasi. Resiprositas terjadi antara Koperasi Buah Ketakasi dengan setiap lembaga-lembaga jaringannya. Norma yang sudah berkembang saat ini timbul dari kebiasaan masyarakat setempat. Nilai yang pada koperasi yaitu adanya toleransi dan rasa mengayomi, serta adanya nilai kekeluargaan dan gotong royong dalam penggarapan lahan.
KANDUNGAN PROTEIN PADI SAWAH LOKAL DI LOKASI PENANAMAN YANG BERBEDA DI SUMATERA BARAT Evan Vria Andesmora; Azwir Anhar; Linda Advinda
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi merupakan komoditas utama pertanian rakyat di Indonesia yang merupakan makanan pokok selain jagung dan sagu. Salah satu gizi yang terdapat pada beras adalah protein. Protein berguna untuk pertumbuhan, pemeliharaan sel dan pembentukan antibodi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lokasi tanam dan varietas terhadap kandungan protein beras padi sawah (Oryza sativa L.) varietas lokal Sumatera Barat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan menanam tujuh varietas padi lokal Sumatera Barat di empat lokasi berbeda di Sumatera Barat. Varietas yang digunakan adalah Ciredek, Anak Daro, Randah Putiah, Cantiak Manih, Mundam, Bakwan dan Sarai Sarumpun. Lokasi penanaman di Solok, Agam, Padang Pariaman dan Pesisir Selatan. Hasil penelitian diketahui bahwa interaksi antara lokasi tanam dengan varietas terhadap protein tidak berbeda nyata. Lokasi dan varietas berbeda nyata mempengaruhi kandungan protein beras padi sawah. Kandungan protein rata-rata beras di lokasi tanam yang tertinggi adalah Padang Pariaman sebesar 8,56%, dan terendah adalah Solok sebesar 5,99%. Varietas yang rata-rata kandungan protein tertinggi adalah Sarai Sarumpun sebesar 8,45%, dan terendah adalah Anak Daro sebesar 5,88%
PENGARUH PERBEDAAN PANJANG STEK DAN DOSIS URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT BUAH NAGA (Hylocereus costaricensis) Windi Pratama; Adnan Adnan; Iswahyudi Iswahyudi
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan panjang stek dan dosis urin sapi terhadap pertumbuhan bibit buah naga serta interaksi antara kedua perlakuan tersebut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor panjang stek (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu P1 = 30 cm, P2 = P2 = 40 cm, P3 = 50 cm dan faktor dosis urin sapi (U) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: U0 = 0 ml tanpa urin sapi/liter air (0 ml/polybag), U1 = 250ml/liter air (41,6 ml/polybag), U2 = 500 ml/liter air (83,33 ml/polybag) dan U3 = 750 ml/liter air (125 ml/polybag). Parameter yang diamati adalah waktu muncul mata tunas stek, panjang tunas, jumlah tunas dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan panjang stek berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun umur 45 dan 60 HST dan panjang akar dan berpengaruh nyata terhadap waktu muncul mata tunas, panjang tunas umur 30,45 dan 45 HST dan berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah tunas umur 30 HST. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan P2. Dosis urin sapi berpengaruh sangat nyata terhadap panjang tunas, umur 30, 45 dan 60 HST, jumlah tunas umur 45 dan 60 HST dan panjang akar dan berpengaruh nyata terhadap parameter waktuk muncul mata tunas serta berpengaruh tidak nyata pada parameter jumlah tunas umur 30 HST. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan U2 dan interaksi antara perbedaan panjang stek dan dosis urin sapi berpengaruh nyata terhadap panjang tunas umur 30 HST. Kombinasi terbaik dijumpai pada kombinasi perlakuan P2U2.
PERSEPSI PETANI BINAAN TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI PENYULUH PERTANIAN SEBAGAI KOMUNIKATOR PERTANIAN (KASUS KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN) Linda Nurhayati; Numayulis Nurmayulis; Yudi L.A Salampessy
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran penyuluh pertanian sebagai komunikator pertanian tercermin dari kemampuannya dalam menyampaikan dan mensosialisasikan program-program pembangunan pertanian, inovasi dan informasi pertanian terkini kepada dan dapat diterapkan oleh petani, mampu memberikan solusi atas permasalahan petani, membantu percepatan arus informasi dan membantu petani dalam proses pengambilan keputusan dalam berusaha tani (Asdar et al., 2018) sehingga dapat mendorong petani untuk lebih maju, memperluas wawasan dan berorientasi pasar yang menuntut penyuluh pertanian untuk selalu meningkatkan kemampuannya melalui penguasaan informasi dan inovasi pertanian terkini. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dewasa ini dapat dimanfaatkan oleh penyuluh pertanian untuk memperoleh beragai macam informasi secara mudah melalui berbagai media komunikasi baik media offline maupun media online. Penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan persepsi petani binaan terhadap kemampuan komunikasi penyuluh pertanian sebagai komunikator pertanian dan bagaimana pengaruh karakteristik petani binaan terhadap kemampuan komunikasi penyuluh pertanian sebagai komunikator pertanian di Kabupaten Lebak. Survey dilakukan terhadap 82 orang petani yang dibina oleh 41 orang penyuluh pertanian di Kabupaten Lebak. Sample ditarik menggunakan simple random sampling. Data karakteristik petani dan persepsi petani terhadap kemampuan komunikasi penyuluh pertanian sebagai komunikator pertanian dianalisis menggunakan komposit skor dan uji chi square untuk mengetahui pengaruh karakterstik petani binaan terhadap kemampuan komunikasi penyuluh pertanian sebagai komunikator pertanian. Hasil penelitian menunjukkan penyuluh pertanian dinilai cukup memiliki kemampuan sebagai komunikator pertanian, terutama terkait kemampuan penyuluh pertanian dalam menyampaikan informasi dan inovasi pertanian terkini kepada petani. Sementara karakteristik petani binaan tidak berpengaruh terhadap kemampuan penyuluh pertanian sebagai komunikator pertanian.

Page 1 of 1 | Total Record : 6