Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Ethnobotanical Study of Plants Used by People in Hiang Indigenous Forest Kerinci, Jambi Andesmora, Evan Vria; Muhadiono, Muhadiono; Hilwan, Iwan
Journal of Tropical Life Science Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jtls.07.02.02

Abstract

Indonesia is a high-abundance tropical forests country. It plays a very important role for world life because of its species richness than others. One of the forest resources in Indonesia is indigenous forests. Indonesia is rich of local wisdom such as that possessed by indigenous peoples. Indigenous peoples have a potential of the biological resources conservation. As a sustainable management tradition, communities around indigenous forest also have the efforts to preserve the forest.  The data collection of community knowledge about plants was conducted by interviews and direct-field observation. Data were analyzed using index of cultural significance. The results showed that there are 48 species of plants utilized by communities in Hiang Indigenous Forest, 27 species are used as firewoods, 15 species as building materials, 7 species as medicinal plants, 6 species as traditional handicraft ingredients and 4 species as secondary foods and traditional ritual materials. Most of widely-used plants by the community are Altingia excels, and Styrax benzoin is used as incense in a traditional ritual.
KANDUNGAN PROTEIN PADI SAWAH LOKAL DI LOKASI PENANAMAN YANG BERBEDA DI SUMATERA BARAT Evan Vria Andesmora; Azwir Anhar; Linda Advinda
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi merupakan komoditas utama pertanian rakyat di Indonesia yang merupakan makanan pokok selain jagung dan sagu. Salah satu gizi yang terdapat pada beras adalah protein. Protein berguna untuk pertumbuhan, pemeliharaan sel dan pembentukan antibodi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lokasi tanam dan varietas terhadap kandungan protein beras padi sawah (Oryza sativa L.) varietas lokal Sumatera Barat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan menanam tujuh varietas padi lokal Sumatera Barat di empat lokasi berbeda di Sumatera Barat. Varietas yang digunakan adalah Ciredek, Anak Daro, Randah Putiah, Cantiak Manih, Mundam, Bakwan dan Sarai Sarumpun. Lokasi penanaman di Solok, Agam, Padang Pariaman dan Pesisir Selatan. Hasil penelitian diketahui bahwa interaksi antara lokasi tanam dengan varietas terhadap protein tidak berbeda nyata. Lokasi dan varietas berbeda nyata mempengaruhi kandungan protein beras padi sawah. Kandungan protein rata-rata beras di lokasi tanam yang tertinggi adalah Padang Pariaman sebesar 8,56%, dan terendah adalah Solok sebesar 5,99%. Varietas yang rata-rata kandungan protein tertinggi adalah Sarai Sarumpun sebesar 8,45%, dan terendah adalah Anak Daro sebesar 5,88%
POTENSI BUDIDAYA TANAMAN PINANG (Areca catechu L.) DI LAHAN GAMBUT: STUDI KASUS DI KHG MENDAHARA KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR, JAMBI Evan Vria Andesmora
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambut merupakan kawasan penting bagi keberlangsungan ekosistem. Lahan gambut tropis berperan sebagai daerah tangkapan karbon global yang penting untuk konservasi keanekaragaman hayati. Keterbatasan lahan untuk produksi pertanian membuat lahan gambut dilirik. Adapun tanaman-tanaman yang dibudidayakan saat ini umumnya adalah dari family Palmae seperti kelapa sawit. Tanaman pinang (Areca catechu L.) merupakan salah satu jenis tanaman palma yang belum dikaji secara intensif dibanding tanaman palma lainnya seperti kelapa terutama di lahan gambut. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat pertumbuhan pinang di lahan gambut pada ketebalan dan usia berbeda yang dilakukan di lahan gambut KHG Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Provinsi Jambi. Penelitian dilakukan pada tahun 2017. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa biomassa dan tinggi tanaman pinang dipengaruhi oleh usia dan ketebalan gambut serta interaksi keduanya. Selain itu, ketebalan gambut juga berperan dalam proses transpirasi pinang di lahan gambut.
Analisis Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Di Hutan Adat Nenek Limo Hiang Tinggi Nenek Empat Betung Kuning Muara Air Dua, Kapupaten Kerinci, Jambi Evan Vria Andesmora; Muhadiono Muhadiono; Iwan Hilwan
Jurnal Hutan dan Masyarakat VOLUME 13 NOMOR 2, DESEMBER 2021
Publisher : Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.354 KB) | DOI: 10.24259/jhm.v13i2.14747

Abstract

ABSTRACT: An indigenous forest is a form of natural wealth in Indonesia. Nenek Limo Hiang Tinggi Nenek Empat Betung Kuning Muara Air Dua Indigenous Forest serves to provide a long-term guarantee of water availability, protect rural soil fertility and biodiversity, and help to secure the TNKS core zone. Collecting data was through vegetation analysis with a combination of transect and plot methods. the data was calculated on the importance value, diversity index, evenness index, and a description of the forest profile. The results showed that the Indigenous Forest contained 52 plant species dominated by Syzygium pycnanthum with an IVI of 59.16%. The dominance of the pole level was Santiria tomentosa 47.02%, sapling level was Santiria tomentosa by 45.89%, the seedling was Calamus marginatus with 61.53% and lower plants were dominated by Freycinetia banksii 93.43%. The highest species diversity was sapling with 3.64. Meanwhile, the highest evenness value was at the pole level with 0.80. The dominant type of Santiria tomentosa was influenced by the variables of sand, dust, clay, and H2O. Altingia excelsa affected by C and N, Styrax benzoin influenced by KCl and P2O5, Syzygium pycnanthum affected by KCl and P2O5 and Lithocarpus elegans influenced by sand, dust, clay, and H2O.
Ethnobotanical Study of Plants Used by People in Hiang Indigenous Forest Kerinci, Jambi Evan Vria Andesmora; Muhadiono Muhadiono; Iwan Hilwan
Journal of Tropical Life Science Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jtls.07.02.02

Abstract

Indonesia is a high-abundance tropical forests country. It plays a very important role for world life because of its species richness than others. One of the forest resources in Indonesia is indigenous forests. Indonesia is rich of local wisdom such as that possessed by indigenous peoples. Indigenous peoples have a potential of the biological resources conservation. As a sustainable management tradition, communities around indigenous forest also have the efforts to preserve the forest.  The data collection of community knowledge about plants was conducted by interviews and direct-field observation. Data were analyzed using index of cultural significance. The results showed that there are 48 species of plants utilized by communities in Hiang Indigenous Forest, 27 species are used as firewoods, 15 species as building materials, 7 species as medicinal plants, 6 species as traditional handicraft ingredients and 4 species as secondary foods and traditional ritual materials. Most of widely-used plants by the community are Altingia excels, and Styrax benzoin is used as incense in a traditional ritual.
Pengembangan Potensi Hasil Perkebunan Kelompok Tani Sebagai Produk UMKM Kopi Desa Laman Panjang Kabupaten Bungo Riko Aprianto; Evan Vria Andesmora; Dalli Yulio Saputra; Wahilman Syahmi; Dodo Tomi; Rizarul Imron; Yuni Herlina; Sardiyanto Sardiyanto; Khairunnisa Khairunnisa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.1 Desember (2022): SPECIAL ISSUE
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.308 KB)

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi pada sektor ekonomi merupakan ukuran keberhasilan dari suatu negara. Pembangunan ekonomi harus disertai kemampuan sumber daya manusia dalam pengelolaan potensi sumber daya alam yang ada. Oleh sebab itu, diperlukan peran masyarakat dalam meningkatkan pembangunan ekonomi nasional melalui pengembangan produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan di Desa Laman Panjang, Kab. Bungo. Sasaran pengabdian yaitu kelompok tani sebagai pelaku pengemabangan produk UMKM kopi. Metode pelaksanaan kegiatan PkM yang diusulkan adalah memberikan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan berupa edukasi dan strategi pengolahan, pemasaran dan desain kemasan produk kopi. Hasil pelaksanaan pengabdian dosen dan mahasiswa telah memberikan pengetahuan bagi kelompok tani tentang pengolahan hasil panen kopi robusta yang dimulai dari pemetikan buah, penyortiran, penjemuran, pengupasan kulit buah, penyangraian biji, penggilingan/penumbukan biji dan menghasilkan produk UMKM dengan nama kopi delapan. Selanjutnya disarankan produk UMKM ini dapat berlanjut hingga berkembang ke sekala yang lebih besar dan menambahkan inovasi cita rasa produk kopi delapan.
Zingiberaceae: Jenis dan Pemanfaatannya oleh Masyarakat Lokal Jambi Evan Vria Andesmora; Fevi Mawadhah Putri; Widia Bela Oktaviani; Dalli Yulio Saputra
EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 5 No. 2 (2022): EDU-BIO: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/edubio.v6i1.35

Abstract

Zingiberaceae dikenal sebagai tanaman jahe-jahean merupakan famili dari tanaman berbunga monokotil yang terdiri dari sekitar 1600 jenis herba. Kandungan senyawa polifenol (kurkumin) dan minyak atsiri yang terdapat pada zingiberaceace memiliki aktivitas antiiflamasi, antimikroba, anti-diare, antivirus, dan antikanker. Masyarakat lokal (Jambi) telah memanfaatkan jenis-jenis Zingiberaceae sebagai bumbu masak, bahan kosmetik, dan obat tradisional. Penelitian tentang keragaman jenis-jenis Zingiberaceae di Provinsi Jambi belum banyak dilakukan, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis Zingiberaceae yang ada di Provinsi Jambi yang ditemukan di Pasar Tradisional dan Modern sebagai sumber informasi dasar pengembangan secara budidaya/ ekonomi. Studi obeservasi dilakukan dengan pencatatan secara langusng terhadap Jenis-jenis Zingiberaceace yang ada ditemukan di pasar tradisional dan pasar modern yang ada di provinsi Jambi. Data kemudian dibuat dalam bentuk tabulasi, selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Total 13 jenis Zingiberaceae yang ditemukan di pasar tradisional dan dari 13 jenis tersebut hanya ada 3 jenis saja yang juga ditemukan di pasar modern, yaitu: kunyit, kencur dan jahe merah. Bagian tanaman Zingiberaceae yang paling banyak dimanfaatkan adalah rimpang. Jenis-jenis famili Zingiberaceae yang umum dimanfaatkan oleh masyarakat Jambi adalah Kunyit, Kencur, Jahe Putih, Lengkuas, Kapulaga, Lempuyang, Temu Kunci, Jahe Merah, Bangle, Temu Putih, Temu Ireng, Kecombrang, dan Temulawak. Jenis-jenis tersebut sebagian besar digunakan sebagai obat tradisional dan bumbu masakan. Kata kunci: Pemanfataan, Zingiberaceae, Jambi, Tradisional, Modern.
Keanekaragaman Tanaman Obat di Masyarakat Lokal Semerap, Kabupaten Kerinci, Jambi Evan Vria Andesmora; Riko Aprianto; Dodo Tomi; Wahilman Syahmi
Jurnal Hutan dan Masyarakat VOLUME 14 NO 2, DESEMBER 2022
Publisher : Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/jhm.v14i2.23747

Abstract

Indonesia has a great potential for recognition due to its diversity of plants. Local populations employ these herbs as traditional medicine thanks to their wisdom and understanding. Most of this information is passed on from one generation to the next by parents to their offspring. Semerap Village, Kerinci Regency, Jambi is a small communities in Indonesia that continue to employ plants as therapeutic components. The study was carried out in March 2022. Purposive sampling was employed to collect data, and information on plant species was gathered in the form of regional names, scientific names, family names, Indonesian names, components used, usage patterns, and growth environments. Following the creation of tables and graphs, a descriptive analysis of the data was conducted. The findings revealed that the Semerap people used 25 different varieties of medicinal plants, with leaves serving as the most common plant organ. These kinds of plants are acquired or cultivated in the yard and are typically utilized for drinking. The majority of medicinal plant habitats are located in yards. In general, medicinal plants are consumed or used topically to the body. Keywords: Semerap Local Community, Medicinal Plants, Kerinci
Pemanfaatan Minyak Jelantah Skala Rumah Tangga untuk Pembuatan Sabun sebagai Bentuk Peduli Lingkungan Ma’aruf, Reza; Gusfarenie, Dwi; Novallyan, Devie; Riany, Hesti; Nuraida, Nining; Gusriani, Nanda; Anisia, Ica Wandari; Oktaviani, Widia Bela; Saputra, Dalli Yulio; Rahmi, Miftahur; Syahmi, Wahilman; Aprianto, Riko; Sari, Defita Permata; Hasibuan, Maimunah Permata; Suraida, Suraida; Safita, Reny; Chatib, Muhsin; Nofriadi, Nanang; Tomi, Dodo; Andesmora, Evan Vria
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.16656

Abstract

Background: Minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang sering kali diabaikan dampaknya terhadap lingkungan. Pengelolaan yang tidak tepat berpotensi besar mencemari lingkungan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi warga Desa Muaro Pijoan tentang potensi pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk bernilai guna, seperti sabun, serta meningkatkan keterampilan dan kemampuan berwirausaha mereka. Metode: Sosialisasi dan pelatihan dilakukan di Desa Muaro Pijoan, peserta berjumlah 29 ibu rumah tangga. Kegiatan ini terdiri dari penyuluhan, praktek pembuatan sabun, dan evaluasi. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan keterampilan pembuatan sabun dari minyak jelantah, dengan peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan respon positif. Kegiatan ini berpotensi memberdayakan ekonomi masyarakat, khususnya para ibu, dengan memberikan mereka sumber penghasilan tambahan melalui produksi dan penjualan sabun. Selain itu, sosialisasi ini meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah sehingga dapat mengurangi pencemaran. Kesimpulan: Program ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengurangan limbah rumah tangga dan pencemaran lingkungan, serta meningkatkan perekonomian masyarakat melalui usaha kecil dan menengah (UMKM). Pelatihan ini juga memberi kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan baru seperti teknik produksi skala kecil.
Drought-Induced Morphophysiological and Metabolite Changes in Oil Palm Seedlings from Jambi, Indonesia Andesmora, Evan Vria; Hamim; Sulistijorini; Muttaqin, Mafrikhul; Triadiati
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 32 No. 2 (2025): March 2025
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.32.2.537-546

Abstract

Oil palm requires sufficient water for optimal growth. However, oil palm plantations in Indonesia face the challenge of global climate change, which causes increased temperatures and unpredictable rainy seasons. The research aimed to analyze oil palm accessions from Jambi that are tolerant to drought based on plant morphophysiological characteristics and metabolite profile. The experiment was conducted in the greenhouse using a factorial randomized block design. Five oil palm accessions were evaluated in this study, i.e., Muara Jambi (MJ), Tebo (TB), Tanjung Jabung Barat (TJB), Merangin (MR), and Simalungun (SM). Seedlings were planted in pots containing 20 kg of soil and acclimatized for 14 days before treatment. Drought treatments were carried out for two, four, and six weeks. Observations were made on growth, physiological, and metabolite changes at the end of each drought period. The study showed that the SM accession exhibited a higher photosynthetic rate and fresh and dry biomass than the other accessions. However, the content of proline and MDA increased significantly in oil palm throughout the drought periods. Metabolomic profiling revealed a significant increase in 13 metabolites under drought stress, i.e., citramalate, L-tyrosine, ferulate, and 3-4-dihydroxybenzoate were the four most prevalent metabolites in the leaf. The root produced more L-proline, aspartate, aconitate, kaempferol-3-o-pentoside, oxoadipate, citrate, L-phenylalanine, maltose, phenylacetic acid, and citramalate. These metabolites have roles in plant metabolic pathways such as valine, leucine, and isoleucine biosynthesis, phenylpropanoid biosynthesis, arginine and proline metabolism, citrate cycle (TCA cycle), lysine biosynthesis, phenylalanine metabolism, and starch and sucrose metabolism.