cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
besthd22@gmail.com
Phone
+6285891495357
Journal Mail Official
jipt@untirta.ac.id
Editorial Address
Prodi Ilmu Pertanian Pascasarjana UNTIRTA Alamat Kontak : Jl.Raya Jakarta Km.4 Kota Serang Banten 42124
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa
ISSN : -     EISSN : 27153657     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa merupakan publikasi ilmiah berkala yang diterbitkan Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Artikel yang dimuat merupakan hasil penelitian terhadap teori dan praktek penerapan ilmu pertanian dalam arti luas, meliputi Ilmu Tanaman, Agronomi, Agro-teknologi, AgroEkosistem dan Lingkungan, Ilmu Pangan, Teknologi Pangan, Agribisnis, Sosial-Ekonomi Pertanian, dan Informasi Pertanian.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "vol 7, no 2 (2025)" : 4 Documents clear
Intensitas dan Tingkat Serangan Hama Ulat Kantung pada Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Rakyat Di Desa Selamat Kecamatan Tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang Novrianda Fahri; Cut Muliani; Iswahyudi Iswahyudi
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v7i2.34478

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan komoditas strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian, namun produktivitasnya sering terganggu oleh serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), salah satunya adalah ulat kantung. Penelitian ini dilakukan di perkebunan kelapa sawit rakyat Desa Selamat, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang dengan fokus pada tanaman belum menghasilkan. Sampel sebanyak 345 pohon diamati dari lima hektar lahan menggunakan metode observasi langsung pada pelepah daun ke-17 untuk menghitung persentase serangan dan jumlah ulat per pohon. Hasil menunjukkan bahwa intensitas serangan berkisar antara 17,5% hingga 50,5% dengan kategori ringan hingga sedang, sementara populasi ulat kantung rata-rata per pohon berkisar antara 0,25 hingga 0,88 ekor dan seluruhnya tergolong ringan. Tanaman tahun tanam 2019 menunjukkan serangan tertinggi, sedangkan tahun 2023 menunjukkan serangan terendah. Tingkat serangan berkorelasi dengan umur tanaman dan kerapatan tajuk, di mana tanaman tua cenderung menciptakan mikroklimat yang mendukung perkembangan hama. Faktor lingkungan seperti suhu, kelembapan, serta keberadaan musuh alami seperti semut rang-rang turut diduga berperan menekan populasi ulat kantung secara alami. Konservasi musuh alami dan pengelolaan tajuk tanaman menjadi langkah penting dalam pengendalian berkelanjutan.
Pemetaan Kadar Air Tanah Berbasis NDVI dan NMDI Pada Perkebunan Kelapa Sawit Di Kabupaten Aceh Tamiang Muhammad Iqbal; Rosmaiti Rosmaiti; Iswahyudi Iswahyudi
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v7i2.36621

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman perkebunan yang memiliki peran penting bagi perekonomian nasional, terutama sebagai penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan bahkan devisa Negara. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kadar air tanah pada lahan perkebunan kelapa sawit di PT Surya Mata Ie AFD Upah menggunakan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Normalized Multi-band Drought Index (NMDI) berbasis citra Landsat 8. Hasil menunjukkan bahwa nilai NDVI berkisar antara 0,14–0,64 dan NMDI antara -0,51–0,75. Analisis korelasi menunjukkan hubungan sedang antara NDVI dan kadar air tanah (r = 0,616; R² = 0,379) serta hubungan sangat lemah pada NMDI (r = 0,226; R² = 0,051). Klasifikasi spasial menunjukkan kadar air tanah berdasarkan NDVI berkisar 5–25%, sedangkan berdasarkan NMDI 15–30%. Secara umum, NDVI lebih mampu merepresentasikan variasi kadar air tanah dibandingkan NMDI, meskipun hasilnya dipengaruhi oleh resolusi spasial citra dan heterogenitas lahan.
Nilai Tambah Pengolahan Jamur Tiram Menjadi Jamur Crispy: Studi Kasus CV. Khaira Buana Mas Silfi Safinah; Sumantri Tresna Ari; Dian Anggraeni
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v7i2.36691

Abstract

Jamur tiram memiliki keunggulan karena mudah dibudidayakan dan diminati sebagai sumber protein alternatif. Namun, komoditas ini bersifat mudah rusak sehingga memerlukan pengolahan pascapanen untuk memperpanjang daya simpan dan meningkatkan nilai jual. Produk olahan seperti jamur krispi menjadi salah satu inovasi untuk menciptakan nilai tambah. Kabupaten Kulon Progo memiliki potensi besar dalam produksi jamur tiram yang mendorong tumbuhnya agroindustri lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) proses pengolahan jamur tiram menjadi jamur krispi, (2) nilai tambah yang dihasilkan, dan (3) pendapatan dari kegiatan pengolahan. Penelitian dilaksanakan di CV Khaira Buana Mas pada bulan Oktober 2024 hingga April 2025 dengan menggunakan metode deskriptif melalui survei dan studi kasus. Analisis data meliputi analisis deskriptif, analisis nilai tambah dengan metode Hayami, dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan dilakukan secara semi-modern dengan pendekatan industri rumah tangga. Nilai tambah yang dihasilkan sebesar Rp 96.212 per kilogram dengan rasio 48%, yang menunjukkan bahwa usaha pengolahan jamur tiram menjadi jamur krispi termasuk dalam kategori usaha bernilai tambah tinggi. Oyster mushrooms have the advantage of being easy to cultivate and are in demand as an alternative protein source. However, this commodity is highly perishable and requires post-harvest processing to extend shelf life and increase market value. Processed products such as crispy mushrooms serve as an innovative solution to create added value. Kulon Progo Regency has great potential for oyster mushroom production, which has encouraged the growth of local agro-industries. This study aims to analyze (1) the processing of oyster mushrooms into crispy mushrooms, (2) the added value generated, and (3) the income from processing activities. The research was conducted at CV Khaira Buana Mas from October 2024 to April 2025 using a descriptive approach through surveys and a case study. The analysis included descriptive analysis, value-added analysis using the Hayami method, and income analysis. The results showed that processing was carried out semi-modernly using a home-industry approach. The added value generated amounted to IDR 96,212 per kilogram with a ratio of 48%, indicating that the oyster mushroom processing business falls into the high value-added category.
Tanaman Kapas (Gossypium hirsutum L.): Morfologi, Serat dan Pemanfaatannya dalam Berbagai Industri Amanda Feronia Febriyanti
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v7i2.38315

Abstract

Tanaman kapas (Gossypium sp.) merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung berbagai sektor industri, khususnya industri tekstil, pangan, dan kesehatan. Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah rendahnya produksi kapas nasional serta belum optimalnya pemanfaatan tanaman kapas secara menyeluruh, baik dari aspek budidaya maupun pengolahan hasilnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji morfologi, syarat tumbuh, teknik budidaya, karakteristik serat, serta pemanfaatan serat kapas dalam berbagai sektor industri. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui penelusuran dan analisis berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tanaman kapas memiliki karakter morfologi dan kandungan serat selulosa yang tinggi sehingga berpotensi besar sebagai biomaterial multifungsi. Serat kapas dimanfaatkan secara luas sebagai bahan baku utama industri tekstil, derivat selulosa untuk aditif pangan, serta bahan medis seperti perban dan material pendukung penyembuhan luka. Selain itu, perkembangan teknologi memungkinkan pemanfaatan serat kapas dalam bentuk turunan bernilai tambah seperti nanocellulose dan material biodegradable. Kajian ini memberikan kontribusi berupa pemahaman komprehensif mengenai potensi tanaman kapas sebagai sumber daya alam strategis yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan industri dan mengurangi ketergantungan impor.

Page 1 of 1 | Total Record : 4