cover
Contact Name
Dr. Rini Mastuti
Contact Email
agribisnisfp@unsam.ac.id
Phone
+6281233449938
Journal Mail Official
agribisnisfp@unsam.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Samudra Jalan Meurandeh, Langsa-Aceh
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Penelitian Agrisamudra
Published by Universitas Samudra
ISSN : 24600709     EISSN : 26856611     DOI : 10.33059
Focus and Scope Agricultural Economic, Agribussiness Management, Entrepreneurship, Agricultural Marketing, Agricultural Policy, Farmer Empowerment, Agricultural Communication Extension
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2017)" : 9 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI PETANI DALAM MENGEMBANGKAN BUDIDAYA KARET (Hevea brasiliensis, L) DI KECAMATAN KARANG BARU KABUPATEN ACEH TAMIANG Hanisah Hanisah; khaidir gunawan
Jurnal Penelitian Agrisamudra Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.436 KB) | DOI: 10.33059/jpas.v4i1.253

Abstract

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Petani Dalam Mengembangkan Budidaya Karet (Hevea brasiliensis, L) Di Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh harga, ketersediaan lahan dan produksi terhadap partisipasi petani dalam mengembangkan budidaya karet di Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh. Objek penelitian ini adalah petani yang memiliki usahatani karet di Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang. Ruang lingkup penelitian ini terbatas pada harga, luas lahan dan produksi karet terhadap partisipasi petani di Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang.Hasil penelitian rata-rata umur petani sampel di desa sampel adalah 41 tahun, pendidikan 8 tahun, dan pengalaman sebesar 14 tahun. Rata-rata harga karet di desa sampel di Kecamatan Karang Baru sebesar Rp.6. 6.292/kg, rata-rata luas lahan karet di desa sampel di Kecamatan Karang Baru sebesar 1,35 hektar, sedangkan rata-rata produksi karet di desa sampel di Kecamatan Karang Baru sebesar 105 kg/minggu. Rata-rata tingkat partisipasi petani karet di Kecamatan Karang Baru yaitu sebesar 2 (skor) artinya partisipasi petani karet dalam budidaya kurang sesuai anjuran. Hasil analisis regresi linear berganda diperoleh persamaan yaitu sebagai berikut: Y = 1,99 + 0,08 X1 + 0,97 X2 – 1,17 X3. Dari koefisien determinasi menunjukkan bahwa besar koefisien determinasi (R2) dihasilkan nilai R2 = 0,51 atau 51%. Hasil pengujian secara serempak diperoleh Fhitung = 12,63 >Ftabel = 2,86 pada tingkat kepercayaan 95% dan juga Fhitung = 12,63 > Ftabel = 4,07 pada tingkat kepercayaan 99%, secara serempak variabel faktor tingkat harga, luas lahan, dan produksi memberi pengaruh yang sangat nyata terhadap partisipasi petani karet. Hasil pengujian secara parsial pada variabel harga (X1) tingkat kepercayaan 95% dapat dilihat bahwa t1 cari = 11,76 > t tabel = 1,691 dan t tabel = 2,440 pada tingkat kepercayaan 99%, ini berarti tingkat harga berpengaruh terhadap partisipasi petani usahatani karet di daerah penelitian. Hasil pengujian secara parsial pada variabel luas lahan (X2) tingkat kepercayaan 95% dapat dilihat bahwa t2 cari = 22,26 > t tabel = 1,691 dan t tabel = 2,440 pada tingkat kepercayaan 99%, ini berarti tingkat luas lahan berpengaruh sangat nyata terhadap partisipasi petani usahatani karet di daerah penelitian. Hasil pengujian secara parsial pada variabel produksi (X3) tingkat kepercayaan 95% dapat dilihat bahwa t3 cari = -54,72 < t tabel 1,691 dan pada tingkat kepercayaan 99% bahwa t3 cari = -54,72 < t tabel = 2,440, ini berarti tingkat produksi sangat berpengaruh terhadap partisipasi petani usahatani karet di daerah penelitian.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Anggota Kelompok Tani Padi Sawah (Oriza sativa, L) di WKPP Kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur muslimah muslimah muslimah; siti muliana
Jurnal Penelitian Agrisamudra Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.401 KB) | DOI: 10.33059/jpas.v4i1.257

Abstract

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Anggota Kelompok Tani Padi Sawah (Oriza sativa, L) di WKPP Kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur. Tujuan Penelitian adalah mengetahui pengaruh penyuluhan, pencurahan tenaga kerja dan pendidikan terhadap pendapatan anggota kelompok tani padi sawah (Oryza sativa, L) di WKPP Kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey. Lokasi penelitian di Kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur dengan pertimbangan bahwa kecamatan tersebut terdapat kelompok tani yang melakukan kegiatan usahatani padi sawah. Penentuan desa sampel dilakukan dengan menggunakan metode Purposive Sampling.  Populasi dalam penelitian ini adalah 38 orang.   Rata-rata umur responden di daerah penelitian adalah 34 tahun, pengalaman dalam berusahatani padi sawah adalah 5,75 tahun, pendidikan 10,88 tahun, jumlah tanggungan keluarga 4 orang dan luas garapan sebesar 1,58 hektar.                Penggunaan tenaga kerja per usahatani adalah 14,29 HKP dan 57,15 HKP per hektar, total biaya per usahatani adalah sebesar Rp. 3.159.348,79, dan per hektar sebesar Rp. 12.637.395,15, produksi 2.759,87 kg per usahatani dan 11.039,47 kg per hektar, nilai produksi Rp.12.419.407,89 per usahatani dan Rp. 49.677.631,58 per hektar, pendapatan Rp. 9.260.059,11 per usahatani dan Rp. 37.040.236,43 per hektar.                Hasil analisis diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 22.693.621,12 – 1.386,80 X1 + 52.916,96 X2 + 29.836,36 X3. Hasil perhitungan diperoleh R2 = 0,93 atau 93,00%, Ini berarti faktor penyuluhan, pencurahan tenaga kerja dan pendidikan mempengaruhi tingkat pendapatan anggota kelompok tani padi sawah di WKPP kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur sedangkan 7,00% dipengaruhi oleh faktor yang tidak diteliti dalam penelitian ini.                Hasil penelitian secara serempak diperoleh penyuluhan, pencurahan tenaga kerja dan pendidikan mempengaruhi tingkat pendapatan anggota kelompok tani, sedangkan pengujian signifikan secara parsial dilakukan dengan uji t, dimana hasil dari pengujian pada parameter X1, X2,  dan X3 diperoleh faktor penyuluhan berpengaruh negatif, sedangkan faktor pendidikan dan pencurahan tenaga kerja berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan pendapatan petani padi sawah di WKPP kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL PEMBUATAN TERASI DI KECAMATAN LANGSA BARAT KOTA LANGSA Abdurrachman Abdurrachman; m rival
Jurnal Penelitian Agrisamudra Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.265 KB) | DOI: 10.33059/jpas.v4i1.258

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor strategis internal dan eksternal pengembangan industri kecil pengolahan terasi berkualitas di Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa dan Prioritas strategi dalam pengembangan industri kecil pengolahan terasi berkualitas di Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa dengan menggunakan metode survey. Objek penelitian ini adalah pengusaha terasi, dinas perindustrian, dinas perikanan dan akademisi. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada strategi pengembangan industri kecil pengolahan terasi di Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa dengan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Treath). Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai Nopember 2016. Populasi petani nelayan sebanyak 22 orang semua dijadikan sampel penelitian dengan rincian 15 orang dari Desa Simpang Lhee dan 7 orang dari Desa Lhok Banie. Sampel dari tokoh kunci sebanyak 5 orang terdiri dari sebagai berikut: 1 orang dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Langsa, 1 orang Dinas Perikanan Kota Langsa, 1 orang Ketua Pengusaha Terasi Kota Langsa dan 2 orang dari akademisi. Hasil analisis SWOT usaha industri kecil pengolahan terasi terasi di Kelurahan Langsa Barat Kota Langsa diperoleh perioritas strategi sebagai berikut: Membentuk koperasi pengusaha terasi agar tidak ada perbedaan harga yang terlalu besar, Meningkatkan kwalitas sumberdaya manusia pengusaha terasi, Mengembangkan inovasi produk, Meningkatkan akses permodalan untuk meningkatkan produksi, Meningkatkan kerjasama dengan nelayan pemasok agar mendapatkan harga bahan baku yang kompetitif, Meningkatkan permintaan terasi dengan memperluas pasar, Mengembangkan sistem pemasaran yang efisien dan Meningkatkan kualitas terasi.
ANALISIS PEMASARAN KAKAO (Theobroma cacao, L) DI KECAMATAN RANTO PEUREULAK KABUPATEN ACEH TIMUR supristiwendi supristiwendi; khairuddin khairuddin
Jurnal Penelitian Agrisamudra Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.802 KB) | DOI: 10.33059/jpas.v4i1.259

Abstract

Analisis Pemasaran Kakao (Theobroma cacao, L) di Kecamatan Ranto Peureulak Kabupaten Aceh Timur”. Tujuan penelitian Untuk mengetahui pola saluran pemasaran, biaya pemasaran dan margin pemasaran serta efisiensi pemasaran kakao Analisis Pemasaran Kakao (Theobroma cacao, L) di Kecamatan Ranto Peureulak Kabupaten Aceh Timur. Penentuan lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Ranto Peureulak Kabupaten Aceh Timur dilakukan secara purposive (sengaja) dengan pertimbangan bahwa kecamatan tersebut merupakan daerah sentra tanaman kakao. Penelitian ini menggunakan metode survei. Objek penelitian adalah petani dan pedagang biji kakao yang berada di desa-desa sampel di Kecamatan Ranto Peureulak Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Januari sampai Februari 2017. Pengambilan sampel petani kakao dilakukan dengan metode simple random sampling (sampel acak sederhana). Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebanyak 10% jumlah populasi. Populasi petani kakao di daerah penelitian sebanyak 659 orang. Sedangkan jumlah petani sampel sebanyak 66 orang terdiri dari 27 orang di Desa Bukit Takteh, 17 orang di Desa Bukit Mancang, 12 orang di Desa Nurul A’la dan 10 orang di Desa Ranto I. jumlah populasi dan sampel lembaga pemasaran sebanyak 24 orang terdiri dari 12 orang pedagang pengumpul desa, 6 orang pedagang pengumpul kecamatan, 4 orang pedagang pengumpul kabupaten dan 2 orang pedagang propinsi. Hasil penelitian pemasaran kakao di Kecamatan Ranto Peureulak pada dasarnya menggunakan 3 (tiga) saluran pemasaran. Total biaya pemasaran kakao pada saluran 1 sebesar Rp.3.525/Kg, saluran 2 sebesar Rp.2.850/Kg dan saluran 3 sebesar Rp.2.400/Kg. Margin pemasaran kakao di Kecamatan Ranto Peureulak rata-rata sebesar Rp. 7.446,97/Kg, saluran 1 sebesar Rp. 8.500/Kg, saluran 2 sebesar Rp. 8.000/Kg dan saluran 3 sebesar Rp. 5.500/Kg. Penerima keuntungan bersih (net margin) pada saluran 1 adalah pedagang desa yaitu sebesar Rp. 1.450/Kg, pada saluran 2 adalah pedagang kabupaten yaitu sebesar Rp. 2.050/Kg dan saluran 3 adalah pedagang propinsi yaitu sebesar Rp. 1.650/Kg kakao. Farmer Share pemasaran kakao di Kecamatan Ranto Peureulak rata-rata sebesar 74,11 %. Farmer Share pemasaran pada saluran 1 sebesar 70,18 % dan saluran 2 sebesar 72,41 % sedangkan Farmer Share pemasaran saluran 3 sebesar 81,03 %. Efisiensi pemasaran kakao di Kecamatan Ranto Peureulak rata-rata sebesar 10,40 % (Efisien karena <50%). Efisiensi pemasaran pada saluran 1 sebesar 12,37 % dan saluran 2 sebesar 9,83 % sedangkan efisien pemasaran saluran 3 sebesar 8,28 %. Dari sisi efisiensi pemasaran saluran 3 merupakan saluran pemasaran kakao yang paling efisien karena memiliki efisiensi pemasaran paling kecil dibandingkan saluran 1 dan saluran 2.
Analisis Pemasaran Pisang (Musa paradisiaca, L) Di Kota Langsa Rozalina Rozalina Rozalina; aji akbar
Jurnal Penelitian Agrisamudra Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.176 KB) | DOI: 10.33059/jpas.v4i1.260

Abstract

Analisis Pemasaran Pisang (Musa paradisiaca, L) Di Kota Langsa. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui saluran pemasaran pisang di Kota Langsa, untuk mengetahui share margin pemasaran pisang pada masing-masing saluran pemasaran di Kota Langsa dan untuk mengetahui efisiensi pemasaran pisang di Kota Langsa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey. Lokasi penelitian di Kota Langsa dengan pertimbangan bahwa di Kota Langsa terdapat pedagang yang melakukan kegiatan pemasaran pisang. Penentuan desa sampel dilakukan dengan menggunakan metode Simple Random Sampling, jumlah sampel seluruhnya yaitu sebanyak 12 orang. Terdapat 3 pola saluran pemasaran pisang di Kota Langsa. Efisiensi secara ekonomis dari sisi Share margin diketahui bahwa saluran pemasaran yang paling efisien yaitu terdapat pada saluran pemasaran III. Sedangkan saluran pemasaran pisang di Kota Langsa dari sisi biaya pemasaran tidak efisien hal ini karena nilai nilai efisiensi dari ketiga saluran pemasaran < 50%.
ANALISIS PEMASARAN TEPUNG BERAS PADA UD. RIZKI ABADI DI KECAMATAN LANGSA BARAT KOTA LANGSA siti balqies indra; martunis martunis
Jurnal Penelitian Agrisamudra Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.486 KB) | DOI: 10.33059/jpas.v4i1.261

Abstract

ANALISIS PEMASARAN TEPUNG BERAS PADA UD. RIZKI ABADI DI KECAMATAN LANGSA BARAT KOTA LANGSA” Untuk mengetahui pola saluran pemasaran, biaya pemasaran dan margin pemasaran serta efisiensi pemasaran tepung beras pada UD. Rizki Abadi di Kecamatan Langsa Barat. Penelitian ini dilaksanakan di UD. Rizki Abadi di Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa dengan menggunakan metode survey. Objek penelitian ini adalah pengusaha, pedagang desa, pedagang kecamatan, pedagang kanupaten, pedagang pengecer dan konsumen. Penelitian menggunakan sampel lembaga pemasaran tepung beras produksi UD Rizki Abadi sebanyak 48 orang terdiri dari 2 orang pedagang 1, 4 orang pedagang 2, 10 orang pedagang 3 dan 32 orang pedagang pengecer yang berada di Kota Langsa dan sekitarnya. penelitian ini hanya mengkaji dan menganalisis saluran pemasaran, biaya pemasaran, marjin pemasaran dan efisiensi pemasaran tepung beras pada UD. Rizki Abadi di Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Nopember sampai Desember 2016. Hasil penelitian saluran pemasaran tepung beras UD. Rizki Abadi pada dasarnya menggunakan 3 (tiga) saluran. Masing-masing lembaga pemasaran tepung beras produksi UD. Rizki Abadi melakukan fungsi pemasaran yaitu fungsi pertukaran, fungsi penyedia fisik, dan fungsi penyedia fasilitas. Total biaya pemasaran tepung beras pada saluran 1 sebesar Rp.1.435/Kg. Biaya pemasaran yang ditanggung UD. Rizki Abadi sebesar Rp. 985/Kg tepung beras. Total biaya pemasaran tepung beras pada saluran 2 sebesar Rp.1.325/Kg. Total biaya pemasaran tepung beras pada saluran 3 sebesar Rp.1.105/Kg. Margin pemasaran tepung beras produksi UD. Rizki Abadi rata-rata sebesar Rp. 733,3/Kg. Margin pemasaran pada saluran 1 sebesar Rp. 1.000/Kg, saluran 2 sebesar Rp. 800/Kg dan margin pemasaran saluran 3 sebesar Rp. 600/Kg. Keuntungan bersih (net margin) pada saluran 1, 2 dan 3 penerima keuntungan bersih tertinggi yaitu UD. Rizki Abadi (produsen) yaitu sebesar Rp. 2.215/Kg tepung beras. Price Share pemasaran tepung beras produksi UD. Rizki Abadi rata-rata sebesar 89,13%. Price Share pemasaran pada saluran 1 dan saluran 2 sama besarnya yaitu 91,11% sedangkan Price Share pemasaran saluran 3 sebesar 93,33%. Efisiensi pemasaran tepung beras produksi UD. Rizki Abadi rata-rata sebesar 14,20% (Efisien karena <50%). Efisiensi pemasaran pada saluran 1 sebesar 15,60% dan saluran 2 sebesar 14,72% sedangkan efisien pemasaran saluran 3 sebesar 12,28%. Dari sisi efisiensi pemasaran saluran 3 merupakan saluran pemasaran tepung beras yang paling efisien karena memiliki efisiensi pemasaran paling kecil
ANALISIS PEMASARAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM, L.) DI KECAMATAN BENDAHARA KABUPATEN ACEH TAMIANG cut gustiana; muhammad rizal
Jurnal Penelitian Agrisamudra Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.568 KB) | DOI: 10.33059/jpas.v4i1.262

Abstract

Analisis Pemasaran Cabai Merah (Capsicum annum, L.) Di Kecamatan Bendahara  Kabupaten Aceh Tamiang.  Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui efisiensi pemasaran cabai merah di kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey. Lokasi penelitian di Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang dengan pertimbangan bahwa kecamatan tersebut terdapat petani yang melakukan kegiatan usahatani cabai merah. Penentuan desa sampel dilakukan dengan menggunakan metode Simple Random Sampling, jumlah sampel diambil 30% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 32 orang. Hasil penelitian: Karakteristik petani dan pedagang yaitu rata-rata umur petani cabai merah 39,90 tahun dengan pendidikan rata-rata 9,65 tahun berarti petani cabai merah di kecamatan Bendahara rata-rata Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dengan jumlah tanggungan keluarga sebanyak 4 orang dan pengalaman berusahatani selama 9,65 tahun. Rata-rata umur agen dan pedagang cabai merah yaitu berumur 40,33 tahun dengan pendidikan rata-rata 8,44 tahun berarti pedagang cabai merah di kecamatan Bendahara rata-rata Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dengan jumlah tanggungan keluarga sebanyak 3 orang dan pengalaman berusahatani selama 8,00 tahun. Terdapat tiga saluran pemasaran cabai merah yang digunakan petani di Kecamatan Bendahara dalam menyampaikan hasil produksinya, yaitu : saluran pemasaran I, saluran pemasaran II dan saluran pemasaran III. Rata-rata saluran pemasaran yang paling banyak mengeluarkan biaya pemasaran adalah saluran pemasaran I yaitu sebesar Rp. 723, sedangkan yang paling sedikit mengeluarkan biaya pemasaran adalah saluran pemasaran III yaitu Rp. 186,-. Rata-rata margin pemasaran yang paling besar ialah pedagang pengecer pada saluran pemasaran III yaitu sebesar Rp. 5.367,-, sedangkan rata-rata margin pemasaran yang paling sedikit didapat adalah oleh agen kecamatan pada saluran pemasaran I yaitu sebesar Rp. 2.250. Saluran pemasaran yang paling efisien yaitu terdapat pada saluran pemasaran II dengan rata-rata efisiensi pemasaran dari sisi share price adalah 80,68%. Apabila dilihat dari sisi biaya pemasaran cabai merah di Kecamatan Bendahara efisien, hal ini karena nilai (≥ 50%).
PERSEPSI PETANI TEHADAP PENGGUNAAN TEKNOLOGI PADA BUDIDAYA KACANG PANJANG (Vigna sinensis) DI KECAMATAN MANYAK PAYED KABUPATEN ACEH TAMIANG Thursina Mahyuddin; novi windasari
Jurnal Penelitian Agrisamudra Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.077 KB) | DOI: 10.33059/jpas.v4i1.263

Abstract

Persepsi Petani Tehadap Penggunaan Teknologi Pada Budidaya Tanaman Kacang Panjang (Vigna Sinensis) di Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang, Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  persepsi  petani  terhadap penggunaan teknologi pada budidaya kacang panjang (Vigna sinensis) di Kecamatan Manyak Payed  Kabupaten Aceh Tamiang. Pengambilan petani sampel dilakukan dengan menggunakan metode Simple Random Sampling, untuk mentukan jumlah petani sampel diambil 20% dari 149 petani sehinga diperoleh 30 orang sampel, jumlah petani sempel untuk Desa Matang Ara Jawa sebanyak 10 orang, Desa Sampaimah sebanyak 10 orang dan Desa Bukit Panjang II sebanyak 10 orang. Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi linear berganda maka diperoleh persamaan  regresi  sebagai  berikut  : Y  =  18,04  +  0,91  X1+  20,43  X2. Dari  hasil perhitungan diperoleh (R2) = 0,51 atau 51 %, ini berarti pendidikan dan luas lahan kacang panjang berpengaruh sedang  terhadap penggunaan teknologi pada budidaya kacang panjang (Vigna sinensis) di Kecamatan Manyak Payed  Kabupaten Aceh Tamiang sebesar 0,51 % sedangkan 49% dipengaruhi faktor-faktor lain diluar variabel penelitian yang tidak dihitung nilainya. Hasil pengujian secara serempak diperoleh F hitung  sebesar 13,92 > F tabel = 3,55 pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05), maka F hitung sebesar 13,92> F tabel = 5,48 pada tingkat kepercayaan 99% (α = 0,01), sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa secara serempak atau bersama-sama variabel pendidikan dan luas lahan secara keseluruhan memberi pengaruh nyata terhadap persepsi petani (Vigna sinensis) di Kecamatan Manyak Payed.. Hasil pengujian secara parsial atau secara terpisah untuk variabel pendidikan petani  (X1)  dapat  dilihat  bahwa  t1  hitung  =  30,33  >  t  tabel  =  1,7033  pada  tingkat kepercayaan 95% (α= 0,05) dan t1 hitung = 30,33 > t tabel = 2,4727 pada tingkat kepercayaan 99% (α= 0,01), untuk variabel luas lahan (X2) dapat dilihat bahwa t2 hitung = 5,03 > ttabel = 1,7033 pada tingkat kepercayaan 95% (α= 0,05) > t tabel = 2,4727 pada tingkat kepercayaan 99% (α= 0,01) dan t2 hitung = 5,03 > t tabel = 1,7033  pada tingkat kepercayaan 95% (α= 0,05) > t tabel = 2,4727 pada tingkat kepercayaan 99% (α= 0,01), sehingga diambil kesimpulan bahwa secara terpisah variabel pendidikan luas lahan secara keseluruhan memberi pengaruh yang sangat nyata terhadap penggunaan teknologi  pada  budidaya  kacang panjang  (Vigna  sinensis)  di  Kecamatan  Manyak Payed  Kabupaten Aceh Tamiang.
KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI JAHE (Zingiber officinale, L) TERHADAP TOTAL PENDAPATAN KELUARGA DI KECAMATAN IDI TUNONG KABUPATEN ACEH TIMUR irwandi irwandi; muhammad jamil; zakaria zakaria
Jurnal Penelitian Agrisamudra Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.473 KB) | DOI: 10.33059/jpas.v4i1.264

Abstract

Petani dalam menjalankan usahatani berharap mendapatkan pendapatan dari usahatani yang dijalankannya, terutama pada usahatani jahe, disamping itu petani juga melakukan kegiatan lainnya di luar usahatani tanaman jahe dalam rangka memperbesar pendapatan keluarga petani, hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga petani yang menjadi tanggung jawab ppetani sebagai kepala keluarga di rumah tangga. Petani sebagai manajer usahatani berupaya untuk mendapatkan pendapatan dari hasil pengelolaan usahataninya dan dari usaha lainya di luar usahatani. Perhitungan kontribusi pendapatan dari usahatani jahe dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tanaman jahe mampu memberikan kontribusi pendapatan terhadap total pendapatan keluarga petani di daerah penelitian. Apabila angka kontribusi pendapatan yang diperoleh tinggi menunjukkan usahatani sangat baik dijadikan sebagai salah satu komoditi usahatani dalam rangka peningkatan total pendapatan keluarga petani. Untuk menjawab pertanyaan ini, petani sebelum mengambil tindakan untuk menanamkan modalnya dibidang usahatani ini, maksudnya nilam, tentu petani harus terlebih dahulu dapat mencari masukan dari berbagai pihak agar usahatani yang dijalankan benar-benar dapat memberikan angka kontribusi yang positif bagi petani sebagai pengelola usahatani. Pendapatan yang diperoleh petani akan digunakan untuk berbagai keperluan terutama keperluan biaya produksi usahatani untuk periode musim tanam berikutnya, selebihnya baru digunakan untuk kebutuhan keluarga dan ditabung untuk keperluan dimasa yang akan datang. Hasil perhitungan kontribusi diperoleh angka sebesar 62,69 persen, hal ini menunjukkan bahwa kontribusi pendapatan usahatani jahe terhadap total pendapatan keluarga yaitu > 50%, yang berarti kontribusi dikatagorikan tinggi. Â

Page 1 of 1 | Total Record : 9