cover
Contact Name
Boy Riza Juanda
Contact Email
boyrizajuanda@unsam.ac.id
Phone
+6285260088450
Journal Mail Official
boyrizajuanda@unsam.ac.id
Editorial Address
Jl. Meurandeh, Langsa Lama, Kota Langsa - Aceh, 24415
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Penelitian Agrosamudra
Published by Universitas Samudra
ISSN : 23560495     EISSN : 27164101     DOI : https://doi.org/10.33059/jupas.v9i1.5466
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrosamudra adalah media ilmiah yang memuat kajian konseptual dan kajian hasil penelitian di bidang agroteknologi yang meliputi Kesuburan Tanah, Bioteknologi Pertanian, Remote Sensing, Pemuliaan Tanaman, Hidrologi, Pengembangan Wilayah, Agronomi, Hama Penyakit Tanaman dan Konservasi Sumber Daya Lahan
Articles 155 Documents
PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA (Brassica oleraceae, L) AKIBAT UMUR BIBIT YANG BERBEDA DAN PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK KOMPOS Adnan Amin
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Umur Bibit dan Waktu Pemberian Pupuk Kompos Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kubis Bunga (Brassica oleraceae, L). Dalam penelitian ini Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial, yang terdiri dari dua : Faktor umur bibit dengan notasi (U) terdiri dari 4 taraf U1= satu minggu setelah semai, U2 = dua minggu setelah semai, U3 = tiga minggu setelah semai dan U4 =empat minggu setelah semai dan Faktor waktu pemberian pupuk kompos (W) terdiri dari 4 taraf, yaitu : W1 = tiga minggu sebelum tanam, W2= dua minggu sebelum tanam W3= (satu minggu sebelum tanam dan W4 = bersamaan tanam. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan umur bibit berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 10, 20, dan 30 hari setelah tanam (HST), serta berpengaruh sangat nyata terhadap panjang daun umur 20 HST. Perlakuan umur bibit tidak berpengaruh nyata terhadap lingkaran bunga (cm), berat bunga per-plot (gr) dan berat produksi (ton/ha). Perlakuan umur bibit terbaik terdapat pada perlakuan U4 = empat minggu setelah semai. Perlakuan waktu pemberian pupuk kompos berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Terdapat Interaksi yang tidak nyata antara umur bibit dan waktu pemberian pupuk kompos terhadap seluruh parameter yang di amati. Kesimpulan hasil penelitian ini, untuk mendapatkan pertumbuhan dan produksi kubis bunga yang maksimal diperoleh pada umur bibit empat minggu setelah semai (U4).
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK HAYATI PGPR DAN DOSIS BIOURIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max L.) Mustari, Al; Bahri, Syamsul; Juanda, Boy Riza
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jupas.v10i1.7550

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk hayati PGPR dan dosis biourin sapi terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai. Serta mengetahui interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra, yang berlangsung selama empat bulan yang di mulai dari bulan Juni sampai dengan bulan September tahun 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu Faktor konsentrasi pupuk hayati PGPR yang terdiri dari 4 , yaitu:. P0: 0 mℓ/L (Kontrol), P₁: 10 mℓ/L air, P2: 12,5 mℓ/L air dan P3: 15 mℓ/L air. Faktor dosis biourin sapi yang terdiri dari 4 taraf yaitu: U0: 0 mℓ/L air (Kontrol), U₁: 50 mℓ/L air, U₂: 100 mℓ/L air, dan U3: 150 mℓ/L air. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman umur (18, 36, 54 HST), jumlah cabang produktif, produksi pertanaman sampel, berat biji per Plot, berat 100 biji kering, dan rata-rata potensi hasil (ton/ha).
UJI RESISTENSI KLON KARET HARAPAN IRR SERI 400 TERHADAP PENYAKIT GUGUR DAUN CORYNESPORA PADA SKALA LABORATORIUM Sayurandi; Roby Maulana; Sri Murti Tarigan; Syarifah Aini Pasaribu
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jupas.v10i1.7576

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui resistensi klon IRR seri 400 terhadap penyakit gugur daun Corynespora di laboratorium. Penelitian tingkat resistensi klon karet IRR seri 400 dilakukan di laboratorium Proteksi Unit Riset Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Desember tahun 2020. Penelitian disusun dengan menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial, dengan tiga ulangan. Karakter pengamatan yang diamati adalah intensitas serangan yang diamati pada hari ke 2, 4, 6, 8 hari setelah inokulasi (hsi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa klonIRR 425, IRR 434, IRR 440, IRR 450, IRR 455 dan klon pembanding PB 260 tergolong moderat. Klon IRR 428, IRR 429 dan IRR 449 tergolong agak rentan, sedangkan klon IRR 431 dan IRR 451 tergolong rentan. Nilai heritabilitas pada delapan hari setelah inokulasi tergolong tinggi, hal ini menandakan bahwa tingkat ketahanan genetik klon IRR seri 400 terhadap penyakit daun Corynepora lebih dipengaruhi faktor genetik dibandingkan pengaruh lingkungan.
PENGARUH MACAM BIOCHAR DAN PEMBERIAN MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L) Putri Isnaini Fauza; Syukri; Yenni Marnita
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jupas.v10i1.7737

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh macam biochar dan pemberian mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah, serta interaksi kedua perlakuan tersebut. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra, Kota Langsa Provinsi Aceh dengan ketinggian tempat ±10 mdpl dan dengan pH tanah 6,1. Waktu penelitian dari bulan Februari sampai Mei 2022.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri 2 faktor, yaitu: faktor pertama macam biochar (B) yang terdiri dari 5 taraf yaitu: B0 = Tanpa biochar, B1 = Biochar sekam padi, B2 = Biochar batok kelapa, B3 = Biochar ampas tebu, B4 = Biochar kulit buah kakao. Faktor kedua pemberian mikoriza (M) yang terdiri dari 2 taraf yaitu: M0 = Tanpa Pemberian Mikoriza, M1 = Pemberian Mikoriza ( Dosis = 5 gr/ 1 kg benih).Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman 20, 40 dan 60 Hari Setelah Tanam (HST), jumlah cabang 20, 40 dan 60 Hari Setelah Tanam (HST), umur berbunga, jumlah polong per tanaman, berat polong kering, berat 100 biji kering dan hasil produksi.
PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR SABUT KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) Nursayuti Ramli
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jupas.v10i1.7832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan pupuk organik cair sabut kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kubu Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen yang dimulai pada tanggal 15 November sampai dengan 19 Januari 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Adapun faktor yang diteliti, yaitu pengaruh pupuk organik cair sabut kelapa (K) dengan perlakuan sebagai berikut : Faktor I : pupuk organik cair sabut kelapa (K) terdiri dari 4 taraf, yaitu : K0 = 0 ml (kontrol), K1 = 50 ml POC sabut kelapa/liter air, K2 = 100 ml POC sabut kelapa/ liter air, K3 = 150 ml POC sabut kelapa/ liter air. Pengamatan dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah buah, berat buah, panjang buah, diameter buah dan persentase bunga menjadi buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik cair sabut kelapa berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman pada umur 20 HST (17,83 cm) dan 60 HST (37,73 cm), jumlah buah (1,75 buah), berat buah (199,05 g), panjang buah (20,95 cm), diameter buah (4,29 cm), dan persentase bunga menjadi buah (43,99%). Perlakuan terbaik dijumpai pada perlakuan pupuk organik cair sabut kelapa konsentrasi 50 ml/liter air (K1).
PEMBUATAN DAN UJI POLYBAG DARI BEBERAPA BAHAN BAKU SAMPAH ORGANIK Al Murtadha, Muhammad Zhafran; Murdhiani; Mardiyah, Ainul
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jupas.v10i1.8019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat polybag organik dari beberapa bahan baku sampah organik dan mengetahui jenis terbaik untuk pembuatan polybag organik. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca fakultas Pertanian Universitas Samudra dan Laboratorium Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Samudra, Kota Langsa, Provinsi Aceh yang berlangsung pada bulan Maret sampai Juni 2021. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola non faktorial dengan tiga kali ulangan dan menggunakan beberapa bahan baku yang terdiri dari ampas tebu, eceng gondok, jerami padi, klobot jagung, pelepah pisang, sabut kelapa dan tandan kosong kelapa sawit. Bahan baku yang digunakan sebanyak 1 kg sampah organik dan 20 gr NaOH. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu ph polybag organik, kadari air polybag organik dan massa polybag Organik.Hasil Penelitian menunjukan bahwa jenis bahan organik berpengaruh sangat nyata terhadap parameter massa dan berbeda nyata terhadap pH dan kadar air untuk parameter pH bahan baku dari ampas tebu (M1) merupakan perlakuan terbaik, Adapun untuk parameter massa polybag perlakuan terbaik didapatkan pada bahan sabut kelapa (M6) sedangkan untuk parameter kadar air polybag perlakuan terbaik dijumpai pada bahan baku klobot jagung (M4) berdasarkan hasil penelitian untuk menghasilkan polybag organik terbaik disarankan menggunakan bahan baku ampas tebu (M1)
ANALISIS KECUKUPAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) KOTA LANGSA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Sitanggang, Ferawati; Rosmaiti; Iswahyudi
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jupas.v10i1.8055

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kondisi yang ada di lapangan (eksisting) ruang terbuka hijau di Kota Langsa, melihat perubahan ruang terbuka hijau di Kota Langsa (tahun perbandingan 2011, 2015 dan 2020) serta menganalisis distribusi kecukupan ruang terbuka hijau berdasarkan luas wilayah. Penelitian ini dilaksanakan dalam enam (6) tahapan penelitian, yaitu: tahap persiapan, tahap pengumpulan data sekunder dan data primer, tahap pengolahan data, tahap analisis perubahan ruang terbuka hijau (tahun 2011, 2015 dan 2020), tahap analisis ruang terbuka hijau berdasarkan luas wilayah Kota Langsa dan tahap menganalisis distribusi kecukupan ruang terbuka hijau berdasarkan luas wilayah Kota Langsa. Metode yang digunakan berdasarkan UU No. 26 Tahun 2007 yang mewajibkan setiap kota harus menyediakan 30% ruang terbuka hijau dari luas wilayah kota tersebut. Kondisi eksisting ruang terbuka hijau di Kota Langsa terdiri atas tutupan lahan, yaitu: hutan kota, hutan mangrove, hutan lindung, taman kota, jalur hijau, sabuk hijau, lapangan bola, lapangan golf, sempadan sungai, sempadan danau, taman makam pahlawan, tempat pemakaman umum dan pekarangan. Berdasarkan ketentuan UU No. 26 Tahun 2007, maka dengan luas wilayah Kota Langsa 23.983,00 ha, maka ruang terbuka hijau yang harus disediakan oleh pemerintah Kota Langsa seluas 7.194,90 ha (30%). Berdasarkan hasil analisis terhadap luas ruang terbuka hijau eksisting pada tahun 2020 di Kota Langsa dengan luas 12.547,31 ha (52,32%). Dari hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa ruang terbuka hijau eksisting di Kota Langsa pada tahun 2020 sudah memenuhi standar yang telah di tetapkan oleh pemerintah.
PENGARUH PERBEDAAN JENIS TANAH DAN DOSIS PUPUK NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN OKRA MERAH (Abelmoschus esculentus (L) Moench) Nainggolan, Nurhayati; Rosmaiti; Iswahyudi
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jupas.v11i1.4889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pertumbuhan dan Produksi tanaman okra merah (Abelmoscus esculentus (L) Moench) terhadap perbedaan jenis tanah dan dosis pupuk NPK mutiara, serta melihat interaksi antara keduanya. Penelitian ini dilaksanakan di Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, pada bulan Januari sampai dengan Maret 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu: faktor perbedaan jenis tanah (T) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: T1= tanah Histosol, T2= tanah Inceptisol dan T3= tanah Ultisol. Faktor dosis pupuk NPK (N) yang terdiri dari 5 taraf, yaitu: N0= kontrol, N1= 2,5 gr/tanaman, N2= 5 gr/tanaman, N3=7,5 gr/tanaman dan N4= 10 gr/tanaman. Parameter yang diamati antara lain: tinggi tanaman, diameter pangkal batang, umur berbunga, jumlah buah pertanaman, panjang buah dan bobot buah. Interaksi antara perlakuan perbedaan jenis tanah dan dosis pupuk NPK diperoleh pada perlakuan jenis tanah Ultisol dan dosis pupuk NPK 10 gr/tanaman (T3N4).
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala) DAN DOSIS PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) Pane, Febbri Andreas; Juanda, Boy Riza; Adnan
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jupas.v11i1.7745

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC daun lamtoro (Leucaena leucocephala) dan dosis pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman melon (Cucumis melo L). Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra, yang berlangsung selama empat bulan yang di mulai dari bulan september sampai dengan bulan November tahun 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor yang diamati pengaruh POC daun lamtoro dan dosis pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan tanaman melon yang diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang di amati antara lain tinggi tanaman (cm), umur keluar bunga (hst), diameter batang, produksi per tanaman sampel (kg) dan produksi tanaman per plot (kg)
PENGARUH EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium Cepa L.) Dan BAGIAN BAHAN STEK BATANG TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT MAWAR (Rosa Sp.) Cut Desi Irmayanti; Rosmaiti; Yenni Marnita
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jupas.v10i2.8354

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ekstak bawang merah dan bagian bahan stek batang terhadap pertumbuhan bibit mawar. Serta mengetahui interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan bibit mawar. Penelitian ini telah dilaksanakan di Green House SMK Nengri 5 Kota Langsa yang berlangsung selama dua bulan yang dimulai dari bulan September sampai dengan November 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu Faktor konsentrasi ekstrak bawang merah yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: K1: 50% (50 ml ekstrak bawang merah / 50 ml air), K2: 70% (70% ml ekstrak bawang merah / 30 ml air), K3: 90% (90 ml ekstrak bawang merah / 10 ml air). Faktor macam bagian bahan stek batang yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: B1: Bagian atas/ ujung batang , B2: Bagian tengah batang , B3: Bagian bawah/ pangkal batang. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu Munculnya tunas, Panjang tunas (umur 30, 45, dan 60 HST), Jumlah daun (umur 30, 45, dan 60 HST), panjang akar (umur 60 HST), Persentase bibit hidup.