cover
Contact Name
Cipta Ramadhani
Contact Email
ramadhani.cipta@gmail.com
Phone
+6285253832182
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Gedung B, Jurusan Teknik Elektro, Fak. Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit 62 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Dielektrika : Jurnal Ilmiah Kajian Teori dan Aplikasi Teknik Elektro
Published by Universitas Mataram
ISSN : 20869487     EISSN : 2579650X     DOI : https://doi.org/10.29303/dielektrika
The Aims and scope of the Dielektrika are Power System, Telecommunication, electronics and computer of informatics, including: Electrical Power Systems, High Voltage Technology, Renewable Energy, Power Electronics, Sensing and Automation, Telecommunication system and technique, Signal Processing, Image Processing, Internet of Things, Artificial Intelligence, Data Science Analytic, Biomedical Engineering.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2016): DIELEKTRIKA" : 10 Documents clear
RANCANG BANGUN PROTOTYPE MOTOR MAGNET PERMANEN METODE HALBACH ARRAY Adriansyah Ekosaputro; Ida Bagus Fery Citarsa; Paniran .
DIELEKTRIKA Vol 3 No 2 (2016): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.96 KB)

Abstract

Rancangan motor magnet permanen metode halbach array terdiri dari empat buah layer. Layer pertama dan ketiga memanfaatkan fluks magnet pada komponen radial dengan sudut polaritas magnet permanen pada stator dan rotor sebesar 30˚, layer kedua dan keempat memanfaatkan fluks magnet pada komponen axial pada stator dan rotornya. Vektor kerapatan fluks celah udara yang berputar ke kiri menyebabkan rotor dapat berputar berlawanan arah putar jarum jam. Magnitud kerapatan fluks (B) pada celah udara rotor dan stator dengan bantuan software FEMM 4.2 diperoleh komponen radial bernilai maksimum yaitu 0,57085 T dan komponen aksial bernilai minimum yaitu 0,09579 T. Magnitud kerapatan fluks magnet memiliki nilai persentase error yang tinggi antara analisa FEMM dan pengukuran Spectrum NF-5035, akibat dari pemanasan dan pemukulan pada saat pemasangan magnet. Motor magnet permanen berhasil mengkonversi tenaga magnet permanen menjadi tenaga putaran pada rotor sebanyak satu kali putaran atau berotasi sejauh 360˚ dengan arah putaran berlawanan dengan jarum jam. Kata kunci: permanen magnet motor, halbach array, FEMM analisis
DESAIN DAN REALISASI ANTENA ARRAY MIKROSTRIP COLLINEAR 4 ELEMEN UNTUK APLIKASI WIRELESS LAN OUTDOOR 2,44 GHz Fahroni Ardiansyah; Sudi Mariyanto i Al Sasongko; Abdullah Zainuddin
DIELEKTRIKA Vol 3 No 2 (2016): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.16 KB)

Abstract

Antena collinear merupakan rangkaian antena dipole yang dirangkai menjadi satu kesatuan sistem antenna. Penyusunan antenna dipole ini dalam suatu rangkaian akan membangkitkan penguatan gain. Antena mikrostrip merupakan antena yang mempunyai karakteristik yang kecil, ringan dan tipis sehingga menyebabkan antena ini semakin dikembangkan untuk aplikasi wireless LAN. Antena yang diaplikasikan diluar ruangan harus memiliki gain ≥15 dB. Untuk mencapai hal ini antena tunggal bisa disusun secara array. Karena dengan menyusun anena array diharapkan memilikigain yang besar. Pada dasarnya, jumlah antena tunggal dalam suatu susunan array tidak terbatas, tetapi faktor dimensi antena juga harus menjadi pertimbangan. Kata kunci :collinear, collinear mikrostrip, array
PENENTUAN LOKASI DISTRIBUTED GENERATION (DG) BERDASARKAN FAKTOR SENSITIVITAS RUGI-RUGI DAN KAPASITAS OPTIMAL MENGGUNAKAN METODE ARTIFICIAL BEE COLONY (ABC) Indra Sasmita; Agung Budi Muljono; I Made Ari Nrartha
DIELEKTRIKA Vol 3 No 2 (2016): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.774 KB)

Abstract

Sistem distribusi radial merupakan saluran yang ditarik secara radial dan buspaling ujung pada sistem distribusi radial mempunyai profil tegangan yang rendah dan rugidaya yang besar. Pemasangan DG diharapkan dapat menaikkan level tegangan danmengurangi total kerugian daya pada sistem. DG yang dipasang hanya berdasarkan kapasitasdaya yang dioperasikan sebagai PV bus. DG merupakan pembangkit berkapasitas kecil yangberlokasi pada sistem distribusi tenaga listrik dan biasanya ditempatkan pada bus-busyang terhubung langsung ke beban. DG dapat berupa sumber energi konvensional danenergi terbarukan.Penelitian ini menggunakan metode faktor sensitivitas rugi-rugi untuk menentukanlokasi DG dan kapasitas optimal menggunakan metode Artificial Bee Colony pada sistemdistribusi radial IEEE 33 bus.Hasil simulasi optimisasi penempatan dan kapasitas Pembangkit Tersebar (DG)pada sistem distribusi radialIEEE 33 bus untuk berbagai skenario pembebanan rata-rata danmenghasilkan pengurangan rugi daya sebesar 62.7 %. Pemasangan DG ini juga dapatmenaikkan profil tegangan pada bus-bus beban rata-rata sebesar 3.5 %.Kata Kunci : Pembangkit Tersebar, Rugi Daya, Profil Tegangan, Faktor Sensitivitas Rugi-Rugi,Artificial Bee Colony.ABSTRACTRadial distribution system is a line drawn radial and the end of the bus radial distributionsystem has a voltage profile low and large power loss. Placement of DG is expected to raise thevoltage level and reduce the total power loss in the system. DG is placed only by the capacityof power-operated as PV buses. DG is a small capacity plant located on powerdistribution systems and are usually placed on the buses that are connected directly to theload. DG can be a source of conventional energy and renewable energy.This study uses a loss sensitivity factors to determine location of DG and optimalcapacity using Artificial Bee Colony method on the IEEE 33 buses radial distribution systems.The simulation results of Distributed Generation (DG) placement and capacityoptimization on the IEEE 33 buses radial distribution systems to various loading scenariosproduces an average reduction of 62.7 % power loss. Placement of DG can also raise theprofile of the voltage at the load buses by an average of 3.5%Keywords : Distributed Generation, Power Loss, Voltage Profile, Losses Sensitivity Factor,Artificial Bee Colony.
RANCANG BANGUN ALAT UKUR KADAR GAS POLUTAN KARBON MONOKSIDA (CO) BERBASIS MIKROKONTROLER PADA PENGUJIAN KEMAMPUAN TANAMAN HIAS DALAM PENYERAPAN GAS POLUTAN Hamdiana .; Paniran .; I Made Budi Suksmadana
DIELEKTRIKA Vol 3 No 2 (2016): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.371 KB)

Abstract

Gas Karbon Monoksida (CO) dikenal sebagai polutan udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, diperlukan alat yang berfungsi untuk mengukur nilai konsentrasi gas CO. Alat ukur ini menggunakan sensor gas HS-134 sebagai sensor gas karbon monoksida (CO). Sedangkan mikrokontroler ATmega32 sebagai kontroler dan pemroses sinyal, Liquid Crystal Display (LCD) dengan karakter 16x2 berfungsi untuk penampil data serta pencatat data menggunakan memori penyimpanan SDcard untuk memudahkan dalam pemantauan nilai konsentrasi gas CO. Alat ini juga diaplikasikan dalam pengujian kemampuan tanaman hias dalam menyerap konsentrasi gas CO dalam suatu lingkungan. Berdasarkan pengujian sensor, pada grafik perbandingan dengan alat standar didapatkan persamaan liniernya yaitu y = 0,869x + 0,197 sehingga didapatkan jangkauan pengukuran sensor dari 0,20 % sampai 4,54%. Sedangkan hasil pengujian pada tanaman didapatkan bahwa dalam waktu pemaparan gas selama 6 jam tanaman lidah mertua (Sansevieria sp) mampu menurunkan sebesar 13,44 % sedangkan tanaman Sri Rejeki (Aglaonema sp) menurunkan sebesar 5,86 %. Kata kunci : gas karbon monoksida (CO), Sensor gas HS-134, SDcard, Mikrokontroler ATmega32, tanaman hias
PENERAPAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION UNTUK MENGKLASIFIKASI JENIS GEMPA GUNUNG RINJANI SEMBALUN, LOMBOK Ishak .; Bulkis Kanata; L. A Syamsul Irfan Akbar
DIELEKTRIKA Vol 3 No 2 (2016): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.289 KB)

Abstract

Penelitian ini menerapkan jarinagan sayaraf tiruan backpropagation untuk mengklasifikasi jenis gempa Gunung Rinjani Sembalun, Lombok. Jaringan syaraf tiruan backpropagation melatih jaringan untuk mendapatkan keseimbangan antara kemampuan jaringan untuk mengenali pola yang digunakan selama pelatihan serta kemampuan jaringan untuk memberikan respon yang benar terhadap pola masukan dengan pola yang dipakai selama pelatihan. Jaringan syaraf tiruan backpropagation berfungsi untuk mengklasifikasi jenis gempa gunung rinjani sembalun, Lombok menggunakan data satu tahun(tahun 1995) dengan cara membagi data menjadi dua bagian yaitu data latih dan data uji. Hasil penelitian JST Backpropagation terhadap 1119 data latih dan 687 data uji seismograf yang telah telah diketahui jenis gempanya dengan membandingkan 2 arsitektur yang berbeda yaitu arsitektur jaringan 3-3-3-3 yang terdiri atas 3 sel pada lapisan input, 3 sel pada lapisan tersembunyi satu, 3 sel pada lapisan tersembunyi dua dan 3 sel pada lapisan output, dengan persentase keberhasilan uji menggunakan 1119 data pelatihan dapat mengklasifikasi gempa tektonik jauh 44,95%, Vulkanik A 9,56% dan keberhasilan uji menggunakan 687 data pengujian dapat mengklasifikasi gempa tektonik jauh 59,53%, Vulkanik A 10,91%. dan arsitektur jaringan 3-5-10-3 yang terdiri atas 3 sel pada lapisan input, 5 sel pada lapisan tersembunyi satu, 10 sel pada lapisan tersembunyi dua dan 3 sel pada lapisan output, dengan persentase keberhasilan Uji menggunakan 1119 data pelatihan dapat mengklasifikasi Tektonik jauh 60,68%, Vulkanik A 1,25% dan 687 data keberhasilan uji menggunakan 687 data pengujian dapat mengklasifikasi Tektonik Jauh 71,17%, Vulkanik A 1,02%. Kata kunci : gempa, jaringan syaraf tiruan, backpropagation
ANALISIS KONTINGENSI TERHADAP UNJUK KERJA DAN KEANDALAN KOMPOSIT PEMBANGKIT DAN TRANSMISI PADA SISTEM KELISTRIKAN LOMBOK Arifatul Hidayati; Supriyatna .; Agung Budi Muljono
DIELEKTRIKA Vol 3 No 2 (2016): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.24 KB)

Abstract

Evaluasi keandalan komposit merupakan salah satu metode untuk mengevaluasi keandalan pembangkit dan transmisi yang dapat dilakukan dengan menggunakan analisis kontingensi. Kontingensi merupakan suatu kejadian yang disebabkan oleh kegagalanatau pelepasan dari satu atau lebih generator dan/atau saluran transmisi pada sistem tenaga listrik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui unjuk kerja dan indeks keandalan komposit pada sistem kelistrikan Lombok dengan melakukan analisis kontingensi menggunakan 2 metode yaitu metode deterministik dan non-deterministik. Metode deterministik menggunakan analisis aliran daya newton-raphson yang diamati dalam 2 kondisi, yaitu: kondisi normal dan kontingensi/gangguan. Sedangkan pada metode non-deterministik memperhitungkan indeks keandalan komposit dari sistem yaitu perkiraan energi tidak tersuplai (Expected Energi Not Supplied/EENS) dan kemungkinan kehilangan beban (Lost of Load Expectacy/LOLE) selama 1 tahun. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tegangan hingga melewati batas toleransi tegangan SPLN (-10%) pada bus GH Biau sebesar 0,885 pu dan pembebanan saluran melebihi Kemapuan Hantar Arus (KHA) saluran pada kopel PLTD Ampenan dengan GH Biau sebesar 122,590 % pada kondisi kontingensi. Nilai EENS melebihi standar NEM reliability standard yang menetapkan jumlah perkiraan energi tidak terlayani (Expected Unserved Energy) < 0,002% dari kebutuhan energi total yaitu sebesar 37,5487 MWh/tahun dari total kebutuhan energi sistem kelistrikan Lombok tahun 2013 sebesar 1.877.439,392 MWh/tahun pada kondisi kontingensi (N-1) pembangkit, kontingensi (N-1) saluran transmisi, kontingensi (N-2) pembangkit, kontingensi (N-1) pembangkit dan saluran transmisi ,dan kontingensi (N-2) saluran transmisi yaitu 1.091,172; 256,710; 2.460,818; 29.590,384; 0,541 (MWh/tahun)dan nilai LOLE pada kondisi kontingensi (N-2) pembangkit dan saluran transmisi sebesar 162,719 (jam/tahun) melebihi batas standar yang ditetapkan SPLN 68-2:1986 yaitu 29,4 jam/tahun pada tahun 2013. Kata Kunci : Keandalan komposit, Kontingensi, LOLE, EENS
SIMULASI SISTEM ELECTRONIC DIFFERENTIAL SEBAGAI PENGATUR MOTOR INDUKSI PADA MOBIL LISTRIK MENGGUNAKAN TEKNIK FIELD ORIENTED CONTROL Muhamad Majedi; I Nyoman Wahyu Satiawan; I Made Mara
DIELEKTRIKA Vol 3 No 2 (2016): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.027 KB)

Abstract

Penggunaan gearbox (differential mekanik) untuk stabilisasi roda kendaraan masih memiliki kekurangan yaitu perlunya perawatan secara rutin dan penyaluran torsi putar dari motor induksi ke roda tidak maksimal dikarenakan masih terdapat banyak losses pada gear. untuk memaksimalkan penyaluran torsi pada mobil listrik, kita membutuhkan suatu sistem untuk mengatur kecepatan motor penggerak roda kendaraan listrik secara elektronik. Penelitian ini membuat simulasi sistem electronic differential yang dikendalikan dengan teknik scalar control (V/F) dan teknik field oriented control dengan menggunakan software Simulink MATLAB version 7.8.0.(R2009a). Dari hasil simulasi dan pengujian, sistem electronic differential mampu bekerja seperti halnya differential secara mekanik, hal ini ditunjukkan saat kendaraan melaju di jalan yang lurus sistem electronic differential mampu memberikan referensi kecepatan yang sama dan referensi kecepatan yang berbeda pada kedua motor penggerak roda saat kendaraan sedang berbelok. Penggunaan teknik filed oriented control pada electronic differential memberikan performa yang lebih baik jika dibandingkan dengan teknik scalar control (V/F), hal ini di tunjukan dengan menghasilkan waktu steady state yang lebih cepat dan ripple torsi yang lebih kecil. Kata Kunci : Electronic Differential, Filed Oriented Control, Scalar Control (V/F), Mobil Listrik
SIMULASI PENDETEKSIAN TANAH LONGSOR MENGGUNAKAN SENSOR AKSELEROMETER TIPE MMA 7361 L Arizal Dwiantara; I Made Budi Suksmadana; Syafaruddin Ch
DIELEKTRIKA Vol 3 No 2 (2016): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.977 KB)

Abstract

Tanah longsor merupakan bencana musiman yang memiliki potensi untuk menimbulkan korban jiwa maupun materi yang cukup besar. Dengan menggunakan sensor akselerometer dapat dibuat sebuah detektor pergerakan tanah yang dapat digunakan untuk mendeteksi terjadinya tanah longsor sehingga timbulnya kerugian akibat tanah longsor dapat diminimalisir. Proses pengujian dan pengambilan data penelitian dilakukan dengan menggunakan alat simulasi tanah longsor yang dapat mensimulasikan longsoran dengan kemiringan lereng hingga 45°. Data yang didapatkan oleh detektor dikirimkan menggunakan modul NRF24L01 secara nirkabel menggunakan frekuensi radio 2,4 GHz dengan jarak maksimal transmisi data sejauh 43 meter. Percobaan dilakukan dengan menggunakan 2 kondisi kemiringan lereng. dimana pada percobaan dengan kemiringan lereng 30° selisih pembacaan pergerakan tertinggi yang tercatat sebesar 0,77cm sebelum detektor melampaui batas pergerakannya dan pada percobaan dengan kemiringan lereng 40° selisih pembacaan pergerakan tertinggi yang tercatat sebesar 0,96cm sebelum detektor melampaui batas pergerakannya . Kata Kunci: Tanah Longsor, Deteksi dini, Simulasi, Akselerometer, Nirkabel, Frekuensi Radio
PERANCANGAN DAN ANALISIS SISTEM TRANSFER DAYA LISTRIK TANPA KABEL DENGAN KUMPARAN MULTILAYER YANG BEKERJA PADA FREKUENSI RENDAH I Wayan Suwika Adnyana; Teti Zubaidah; Cahyo Mustiko Okta M
DIELEKTRIKA Vol 3 No 2 (2016): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sistem transfer daya listrik nirkabel diartikan sebagai cara mengirimkan energi listrik dari satu titik ke titik yang lain melalui ruang vakum tanpa menggunakan kabel. Metode yang dapat digunakan dalam sistem ini yaitu resonansi magnetik, dimana frekuensi di sisi pengirim harus sama dengan frekuensi di sisi penerima. Penelitian ini menggunakan frekuensi rendah sebesar 1 kHz, 3 kHz dan 5 kHz dengan sumber dari rangkaian oscillator dan function generator. Pengukuran dengan rangkaian oscillator, nilai efisiensi daya listrik untuk jarak transfer 4 cm pada frekuensi 1 kHz sebesar 2,79 %, frekuensi 3 kHz sebesar 18,05 % dan frekuensi 5 kHz sebesar 6,41 % dengan jarak transfer maksimum untuk tiap-tiap frekuensi yaitu 1 kHz sejauh 10 cm, 3 kHz sejauh 20 cm dan 5 kHz sejauh 10 cm. Pengukuran dengan function generator, nilai efisiensi daya listrik maksimum pada frekuensi 1 kHz = 14,65 % di rata-rata frekuensi 1 kHz, frekuensi 3 kHz = 13,62 % di rata-rata frekuensi 3 kHz dan frekuensi 5 kHz = 28,61 % di rata-rata frekuensi 5,5 kHz. Nilai rata-rata medan magnet maksimum yang terukur pada level frekuensi 1 kHz = 33,91 µT, level frekuensi 3 kHz 12,97 µT dan level frekuensi 5 kHz = 5,21 µT. Nilai rata-rata nilai medan magnet yang terukur berada dibawah 0,2 mT sehingga aman bagi tubuh manusia menurut PER.13/MEN/X/2011. Kata kunci: Nirkabel, Frekuensi Rendah, Efisiensi, Resonansi, Induksi, Multilayer. ABSTRACT System of wireless electric power transfer is the way to deliver power in the vacuum areas without any cables. The system should be in the same frequencies both transmitter and receiver. The research uses induction and resonance methods with low frequencies (1kHz, 3kHz and 5 kHz) using oscillator and function generator. The result of measurement by oscillator series gives the electric power efficiency 2,79% at 1 kHz with 10 cm distances of transfer, 18,05% at 3 kHz with 20 cm distances of transfer, and 6,41% at 5 kHz with 10 cm distances of transfer. The result by function generator series gives the maximum electric power efficiency 14,65% at 1 kHz, 13,62% at 3 kHz and 28,1% at 5 kHz. The maximum average of magnetic fields is 33,91μT at 1 kHz, 12,97 μT at 3 kHz and 5,21 μT at 5 kHz. The average of measurement is under 0,2mT and it is still under the exposure limit of PER.13/MEN/X/2011. Keywords: Wireless, Low Frequency, Efficiency, Resonance, Induction, Multilayer.
IMPLEMENTASI ALGORITMA PARTICLE SWARM OPTIMIZATION DAN KOMPUTASI PARALEL UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN ROSENBROCK DAN ALGORITMA EIGENFACE Bayu Wibisana; Lalu A. Syamsul Irfan A.; I G. Pasek Suta W.
DIELEKTRIKA Vol 3 No 2 (2016): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini akan membahas mengenai bagaimana membuat program yang mengimplementasikan algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) dan komputasi paralel untuk menyelesaikan persamaan Rosenbrock dan algoritma Eigenface. Permasalahan yang muncul adalah semakin banyak partikel yang digunakan maka semakin lama waktu komputasinya. Penelitian ini akan membandingkan waktu komputasi antara program yang berjalan secara standalone dengan yang telah diprogram secara paralel. Serta mengkaji pengaruh perubahan konstanta PSO (partikel, c1, c2 dan w) dalam melakukan optimasi. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan komputasi paralel dapat mempercepat waktu komputasi dari PSO. Percepatan yang didapat saat menjalankan 6144 partikel pada 16 rank sebesar 28.5 kali lebih baik daripada saat dijalankan pada program standalone. Konstanta PSO yang hasilnya relatif baik pada saat c1=2 dan c2=0.5. penggunaan bobot inertia (w) dapat meredam laju pergerakan partikel. Pengujian PSO pada penyelesaian algoritma eigenface didapatkan nilai J(W) dengan eror relatif sebesar 0.956%. Kata Kunci: Particle Swarm Optimization (PSO), Komputasi Paralel, Rosenbrock, Eigenface, Message Passing Interface (MPI).

Page 1 of 1 | Total Record : 10