Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Teknik Pengisian Ulang Baterai Alkaline Nonrecharable Bekas Untuk Memperpanjang Umur Pemakaian I Nyoman Wahyu Satiawan; Supriono Supriono; Ida Bagus Fery Citarsa; I Made Budi Suksmadana; Warindi Warindi
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN 2021: Special Issue, Oktober 2021
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v0i0.249

Abstract

Alkaline battery is one type of battery that is designed for single use. As a result, there is a lot of waste or alkaline battery waste. To reduce the impact of alkaline battery waste, it is deemed necessary to conserve batteries, namely by extending their service life, thereby delaying the battery to become waste. The easy way is to recharge the battery so that it can be used again. Although alkaline batteries are disposable batteries, from the characteristics of the electrochemical reactions it can be seen that the chemical reactions can be reversed so that there is a possibility that the batteries can be recharged. Some of the limitations in recharging include the condition of the battery, recharging strategy, the limit on the number of charging cycles and the capacity of the battery when it is recharged. This paper discusses the procedure for conserving used alkaline batteries to increase the use time and at the same time reduce the negative impact of battery waste on the environment. The stages of the battery charging experiment are: 1) detecting the quality of used alkaline batteries, 2) determining the proper way of recharging and 3) estimating the number of safe recharge cycles before being recycled. The experimental results show that: 1) the detection of rechargeable batteries can be carried out by the short initial charge method and checking whether there is an increase in battery capacity, 2) the combined method of constant voltage and constant current is the fastest and safest way to recharge alkaline batteries, 3) the average alkaline battery can be recharged up to 8 times. 
REALISASI TEKNIK PENGEREMAN DINAMIK (DYNAMIC BRAKING) UNTUK MOTOR INDUKSI TIGA FASE MENGGUNAKAN ARDUINO UNO Aris Widyatmoko; Ida Bagus Fery Citarsa; I Nyoman Wahyu Satiawan
DIELEKTRIKA Vol 4 No 1 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.682 KB)

Abstract

Three-phase induction motors are widely used by the industry because of several advantages, those are simple, inexpensive and easy maintenance. On the use of an induction motor is often required rapid braking process. Braking system to stop the rotation of an induction motor can be designed dynamically by creating a stationary motor magnetic field. Dynamic braking system can be done with enem circuit model, it will be injected with a direct current (DC). The purpose of this research is to know the characteristics of the dynamic braking circuit model with an Arduino UNO. The research was conducted by making the hardware systems which is used in the process of changing the stator circuit model, and software system with Matlab as an interface program to display the measurement parameters such as voltage , current and speed . Data collection was performed by injecting a DC current in each braking circuit. Braking parameters are then displayed graphically in Matlab interface. The results of this research are in braking star configuration, the fastest braking contained in the configuration 3 for 0, 35 seconds during no-load time, and load time of 0,2 seconds on. In a triangle configuration, the fastest braking contained in the configuration 2 for 0.4 seconds during no-load time, and load time contained in the configuration 5 and 6 for 0.17 seconds.
ANALISIS UNJUK KERJA SISTEM FOTOVOLTAIK ON-GRID PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) GILI TRAWANGAN Eka Meilia Suryanti; Rosmaliati Rosmaliati; Ida Bagus Fery Citarsa
DIELEKTRIKA Vol 1 No 2 (2014): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.306 KB)

Abstract

PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berukuran 200 kWp dan 400 kWp dengan sistem on-grid untuk meningkatkan kapasitas suplai sistem kelistrikan Gili Trawangan. Penelitian ini mengamati beberapa parameter yang selanjutnya digunakan untuk menganalisis unjuk kerja dan hasilnya dapat menjadi masukan bagi PT. PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat dalam merencanakan PLTS pada masa yang akan datang. Pada penelitian ini dilakukan pengumpulan data spesifikasi, pengukuran keluaran panel surya dan inverter, perhitungan dan analisis. Hasil perhitungan PLTS 200 kWp berdasarkan data spesifikasi didapatkan besarnya efisiensi PV (ηPV,d), efisiensi inverter (ηinv,d), efisiensi sistem (ηsys,d), hasil akhir (Yf,d) dan rasio kinerja (PRd) berturut-turut adalah 14,82%; 98,78%; 14,64%; 8,89 kWh/kWp; 88,9% dan berdasarkan hasil perhitungan data pengukuran didapatkan besarnya nilai tersebut berturut-turut adalah 12,47%; 97,61%; 12,17%; 5,13 kWh/kWp; 15,98%. Hasil perhitungan PLTS 400 kWp berdasarkan data spesifikasi didapatkan besarnya nilai tersebut pada inverter I dan inverter II berturut-turut adalah 15,76%; 99,13%; 15,62%; 8,91 kWh/kWp; 89,1% dan berdasarkan hasil perhitungan data pengukuran besarnya nilai tersebut pada inverter I dan inverter II berturut-turut adalah 10,24% dan 10,32%; 95,72% dan 94,14%; 9,80% dan 9,72%; 4,83-4,84% kWh/kWp; 15,04-15,07%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan berdasarkan data pengukuran lebih kecil dibandingkan data spesifikasi, dengan besar persentase perbandingan untuk masing-masing nilai berturut-turut berkisar antara 52,60-88,53%; 94,97-98,82%; 50,45-57,09%; 34,68-59,84% dan 16,88-25,25%.
Teknik Modulasi Untuk Inverter Multilevel Cascaded H-Bridge (CHB) Satu Fasa Menggunakan Arduino Mega 2560 Ida Bagus Fery Citarsa; I Nyoman Wahyu Satiawan Wahyu Satiawan
DIELEKTRIKA Vol 6 No 2 (2019): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.353 KB) | DOI: 10.29303/dielektrika.v6i2.201

Abstract

Single-phase multilevel Cascaded H-bridge inverter composed of several inverter cells. A DC voltage combination system is connected to each input voltage on each inverter cell to form a multilevel voltage output waveform. The inverter uses an electronic switch to form each voltage from the input DC voltage. The programming system is generated using Arduino Mega 2560 so that switch state can be set at a certain time so that the output voltage waveform in the inverter can be arranged. In this research, an investigation of the best switching technique was performed on a two-cell Cascaded H-bridge inverter with different input DC voltage ratios. The result shows that the THDv value is 14.8% for 1: 1 DC voltage ratio, 9.9% for 1 : 2 DC voltage ratio and 9.6% for 1: 3 DC voltage ratio.
RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING DAN PENGAMAN MOTOR INDUKSI TIGA PHASA BERBASIS MIKROKONTROLER ATMega 8535 Sahdan Ashari; I Made Budi Sukmadana; Ida Bagus Fery Citarsa
DIELEKTRIKA Vol 2 No 2 (2015): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor induksi merupakan jenis motor listrik yang banyak digunakan di dunia industri dan biasa digunakan sebagai penggerak pada peralatan-peralatan produksi seperti conveyor, crusher, fan atau blower, pompa, dan lain-lain. Sesuai peran dan fungsinya, maka motor induksi diharuskan bekerja dengan baik dan aman. Namun, banyak sekali jenis-jenis gangguan yang dapat berpotensi untuk mengganggu fungsi dan kerja dari motor induksi atau bahkan merusak motor induksi itu sendiri. Sistem pengaman dirancang untuk mengamankan kerja motor induksi tiga phasa dari gangguan tegangan lebih, tegangan kurang, tegangan antara phasa tidak seimbang, beban lebih, panas lebih, dan kecepatan putaran kurang. Hal ini dilakukan dengan membandingkan nilai setting nominal motor dengan nilai kerja motor. Fasilitas monitoring dirancang pada personal computer menggunakan pemrograman GUI (Graphical User Interface) dengan MATLAB R2009a yang akan memudahkan dalam analisa keadaan motor sehingga langkah untuk perbaikan atau perawatan dapat di ambil dengan cepat dan tepat. Dari hasil pengujian, diperoleh hasil bahwa pengukuran semua sensor memiliki rata-rata kesalahan hasil pengukuran yang relatif kecil, yaitu untuk pengukuran oleh sensor arus memiliki error sebesar 2,4%, 4,65% dan 8,9%. Untuk sensor tegangan VacR-S sebesar 0,7%, sensor tegangan VacS-T sebesar 1.1%, dan sensor tegangan VacR-T sebesar 0.5%. Untuk sensor suhu LM35 memiliki rata-rata error 0,41 %. Hasil pengukuran dari tacho meter dan tacho generator sebagai sensor kecepatan putaran memiliki rata-rata error 2,08 %. Diperoleh pula hasil bahwa dengan menggunakan rangkaian kontaktor dan relai yang dirancang maka motor induksi 3 phasa akan dapat dihidupkan dan dimatikan dari 2 tempat, selain itu motor induksi 3 phasa tidak akan bekerja jika mikrokontroler ATMega 8535 membaca suatu gangguan. Kata kunci: motor induksi, sistem monitoring, sistem pengaman ABSTRACT Induction motor is a type of electric motor that is widely used in industry and is used as a driving force in the production equipments such as conveyors, crushers, fans or blowers, pumps, and others. In order to fulfill it roles and functions, the induction motor is required to work properly and safely. However, many types of interference can potentially interferes the function of the induction motor or even destroy it.The security system is designed to secure a three-phase induction motor work of nuisance over voltage, under voltage, unbalance voltage between phases, overload, overheat, and under speed. These can be done by comparing the value of the motor nominal setting with the value of the motor. Monitoring facility is designed on a personal computer using the GUI (Graphical User Interface) programming with MATLAB R2009a which will facilitate the analysis of the state of the motor so that the steps to repair or maintenance can be taken quickly and precisely. From the test, the measurements of all the sensors have a relatively small average of error, which is the current sensor has an error of 2.4%, 4.65% and 8.9%. Voltage sensor of VacR-S has an error of 0.7%, the voltage sensor Vacs-T of 1.1%, and a voltage sensor VacR-T of 0.5%. LM35 temperature sensor has an average error of 0.41%. The tacho meter and tacho generator as a rotation speed sensor has an average error of 2.08%. Another result obtained is that by using a series of contactors and relays that are designed, the 3-phase induction motor can be switched on and off from two places, in addition to that the 3-phase induction motor will not work if the microcontroller ATMEGA 8535 read a nuisance. Keywords: induction motor, monitoring systems, security systems
MODEL MOTOR INDUKSI DUAL FIELD ORIENTED CONTROL (DIFOC) MENGGUNAKAN INVERTER MULTILEVEL TIGA PHASA I Ketut Wiryajat; I Nyoman Wahyu Satiawan; Ida Bagus Fery Citarsa
DIELEKTRIKA Vol 4 No 1 (2017): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.824 KB)

Abstract

Motor induksi sangat banyak digunakan di dalam kehidupan sehari-hari seperti pada industry otomotive, pertambangan, perhotelan, maupun di rumah tangga. Motor induksi yang umum dipakai adalah motor induksi 3-fase. Pada dasawarsa ini motor induksi lebih banyak dan sering digunakan pada industri dibandingkan dengan motor DC. Kekurangan motor induksi adalah tidak dapat beroperasi dengan baik pada kecepatan rendah maupun bervariasi. Perlunya dilakukan pengaturan kecepatan adalah untuk mendapatkan efisiensi yang baik. Pengaturan kecepatan motor dapat mereduksi rugi-rugi mencapai 20% dan dapat menghemat energy sekitar 50%. Untuk mendapatkan performansi motor induksi yang ekstra tinggi, diperkenalkan algorithma model Dual Field Oriented Control (DIFOC), yaitu dengan mengontrol sisi keluaran dari sinyal masukan dari model single FOC yang dimodifikasi menjadi model dual FED. Teknik Dual FOC ini mengubah motor induksi menjadi motor yang berfungsi layaknya seperti motor DC dengan memiliki kinerja yang ektra tinggi. Algorithma ini menggunakan simulasi MATLAB/SIMULINK pada indeks modulasi 0,65 dan 1,15. Berdasarkan analisa hasil secara visual dan grafis pengolahan data yang dilakukan diperoleh bahwa performansi dari motor meningkat ditunjukkan dengan gelombang spektrum harmonisa yang bertambah baik pada kedua nilai indeks modulasi. Besaran tegangan, arus dan frekuensi fundamental bertambah besar pada nilai indeks modulasi yang lebih tinggi, sementara nilai THD yang diperoleh lebih baik pada nilai indeks modulasi yang lebih rendah.
PERANCANGAN SISTEM PROTEKSI DAN MONITORING UNTUK GENERATOR SINKRON TIGA FASE BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 I Made Ari Nrartha; Ida Bagus Fery Citarsa
DIELEKTRIKA Vol 6 No 2 (2019): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.722 KB) | DOI: 10.29303/dielektrika.v6i2.203

Abstract

Three-phase synchronous generator is the main part in the power system, so needs protection and monitoring systems to ensure the safe operation. Three-phase synchronous generator faults such as overvoltage, low voltage, unbalanced voltage, excitation loss, unbalanced current, over current, single line to ground fault, double line to ground fault, three-phase fault, over heat and over speed protected by removing the generator from the system through a power breaker. After power breaker open, the prime mover and the excitation current supply are turned off, respectively. The protection and monitoring system are designed using sensors such as ACS712-20A-T current sensor, ZMPT101B voltage sensor, LM35 temperature sensor and tacho generator speed sensor. Arduino Mega 2560 is used as an ADC for sensor reading, calibrate the sensors, and sending sensors information to LCD and a Personal Computer (PC) by serial communication. Interface on PC uses Graphical User Interface on Matlab 2013a. The results show, measurement error of current sensors are 1.7%, 1.3%, 1.7%, and 1.7% for currents of phase a, b, c, and excitation, respectively. Measurement error of voltage sensors are 1.31%, 1.29%, and 1.05% for voltages of phase a, b, dan phase c, respectively. Measurement error of LM35 temperature sensor is 0.464%. Measurement error of tacho generator is 0.378%. Monitoring by Matlab GUI's shows operation condition and status of three phase synchronous generator on normal or fault condition. Relay take average time as long as 0.697 seconds to isolate generator from system if faults occur.
PENGARUH TEKNIK MODULASI PWM PADA KELUARAN INVERTER TIGA FASE UNTUK PENGATURAN KECEPATAN VARIABEL MOTOR INDUKSI Ida Bagus Fery Citarsa; I Nyoman Wahyu Satiawan; I Ketut Wiryajati
DIELEKTRIKA Vol 2 No 1 (2015): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.622 KB)

Abstract

Konsep PWM (Pulse Width Modulation) sudah dikenal luas di masyarakat industry dan akademis, terutama pada bidang ilmu teknik elektro. Penggunaan metode PWM pun sangat beragam diantaranya untuk mengatur keluaran sebuah peralatan konversi daya sehingga dapat menghasilkan tegangan keluaran yang dapat diatur baik frekuensi dan magnitudenya. Tegangan keluaran variable dari inverter diperlukan untuk dapat menghasilkan putaran variable (variable speed) dari sebuah mesin ac. Bentuk sinyal PWM dapat berbeda-beda tergantung dari cara pembangkitan dan jenis sinyal modulasi ataupun sinyal carrier yang digunakan. Penelitian ini menitik-beratkan pada investigasi terhadap variasi sinyal PWM dan pengaruhnya terhadap tegangan keluaran inverter tiga fasa yang nantinya dapat digunakan untuk mencatu motor induksi. Analisis menyangkut realisasi pembangkitan pulsa PWM dengan teknik space vector PWM dan bentuk tegangan keluaran inverter tiga-fase. Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah adanya pembuktian beberapa konsep yang berhubungan dengan metode PWM dan sebuah alat bantu pembelajaran berupa alat pembangkit sinyal PWM yang sangat dibutuhkan untuk menunjukkan kepada mahasiswa bagaimana langkah-langkah pembangikatan sinyal PWM serta aplikasinya untuk mengatur kecepatan motor induksi tiga fase.
RANCANG BANGUN PROTOTYPE MOTOR MAGNET PERMANEN METODE HALBACH ARRAY Adriansyah Ekosaputro; Ida Bagus Fery Citarsa; Paniran .
DIELEKTRIKA Vol 3 No 2 (2016): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.96 KB)

Abstract

Rancangan motor magnet permanen metode halbach array terdiri dari empat buah layer. Layer pertama dan ketiga memanfaatkan fluks magnet pada komponen radial dengan sudut polaritas magnet permanen pada stator dan rotor sebesar 30˚, layer kedua dan keempat memanfaatkan fluks magnet pada komponen axial pada stator dan rotornya. Vektor kerapatan fluks celah udara yang berputar ke kiri menyebabkan rotor dapat berputar berlawanan arah putar jarum jam. Magnitud kerapatan fluks (B) pada celah udara rotor dan stator dengan bantuan software FEMM 4.2 diperoleh komponen radial bernilai maksimum yaitu 0,57085 T dan komponen aksial bernilai minimum yaitu 0,09579 T. Magnitud kerapatan fluks magnet memiliki nilai persentase error yang tinggi antara analisa FEMM dan pengukuran Spectrum NF-5035, akibat dari pemanasan dan pemukulan pada saat pemasangan magnet. Motor magnet permanen berhasil mengkonversi tenaga magnet permanen menjadi tenaga putaran pada rotor sebanyak satu kali putaran atau berotasi sejauh 360˚ dengan arah putaran berlawanan dengan jarum jam. Kata kunci: permanen magnet motor, halbach array, FEMM analisis
PENYULUHAN PEMANFAATAN CATU DAYA LISTRIK MANDIRI BAGI WARGA DUSUN BUANI Ida Bagus Fery Citarsa; I Nyoman Wahyu Satiawan; Supriono Supriono; I Made Budi Suksmadana; I Ketut Wiryajati
Jurnal Abdi Insani Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v6i1.173

Abstract

Masyarakat Dusun Buani mayoritas bekerja sebagai petani, sebagian ada yang bekerja di sektor industri kecil, dan pariwisata. Dalam aktifitas kesehariannya salah satu permasalahan yang sering dialami oleh masyarakat Dusun Buani adalah inkontinuitas ketersediaan tenaga listrik. Hal ini terjadi karena ketersediaan tenaga listrik di Kabupaten Lombok Utara masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik masyarakat di sana. Konsekwensi dari defisit ketersediaan energi adalah adanya pemadaman listrik bergilir. Terlebih apabila terjadi gangguan pada pembangkit atau sedang dilaksanakan perawatan berkala maka inkontinuitas ketersediaan energi listrik semakin tidak bisa dihindarkan. Inkontinuitas ketersediaan energi listrik berdampak pada terganggunya kegiatan masyarakat, dimana hal ini juga dapat mempengaruhi produktivitas masyarakat dan terganggunya kenyamanan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, maka penggunaan sumber catu daya mandiri dapat menjadi pilihan solusi yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang suatu catu daya listrik mandiri tenaga baterai sebagai alternatif cadangan ketersediaan tenaga listrik saat terputusnya suplai tenaga listrik dari PLN. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah anggota kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah melaksanakan kegiatan penyuluhan yang diikuti oleh warga Dusun Buani. Materi yang disampaikan oleh anggota kegiatan pengabdian kepada masyarakat ada dua hal. Yang pertama adalah materi pendahuluan yaitu tentang penggunaan tenaga listrik yang aman. Yang kedua adalah materi utama yaitu tentang peralatan dan penggunaan catu daya listrik mandiri tenaga baterai. Kesimpulan yang dapat diambil setelah tahap evaluasi yaitu berupa wawancara kepada warga Dusun Buani adalah mereka telah dapat mempraktekkan perilaku penggunaan peralatan listrik rumah tangga secara aman dan memahami tentang catu daya listrik mandiri.