cover
Contact Name
Achmad Rijanto
Contact Email
rijanto1970@gmail.com
Phone
+6281232814248
Journal Mail Official
majamecha2019@gmail.com
Editorial Address
Gedung Dwipa Mandala Lt. 2, Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit jl. Raya Jabon Km. 0,7 Mojokerto, Indonesia 61364
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Majamecha
ISSN : 26569132     EISSN : 26568055     DOI : https://doi.org/10.36815/majamecha.v6i2
Core Subject : Engineering,
Majamecha adalah jurnal ilmiah yang berisi tentang publikasi hasil karya penelitian, perancangan dan kajian teori di bidang ilmu teknik mesin dan permesinan, meliputi konversi energi, manufakturing, material dan perancangan mesin.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2021): Majamecha" : 14 Documents clear
Analisis Perbandingan Bahan Bakar Jenis Pertalite Dan Pertamax Terhadap Kinerja Motor 4 Langkah Miftahul Zamroni Dwi Sutrisno; Achmad Rijanto; Atika Isnaining Dyah
Majamecha Vol. 3 No. 2 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v3i2.1307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penggunaan bahan bakar jenis pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 langkah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dan pada metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat dynotest. Dalam penelitian ini ada tiga parameter yang akan diuji yaitu daya, torsi dan konsumsi bahan bakar pada motor Honda Megapro tahun 2010 dengan menggunakan bahan bakar jenis pertalite dan pertamax. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya maksimum yang diperoleh dari pengujian bahan bakar pertalite 15,62 Hp pada putaran mesin 9000 rpm sedangkan pada putaran mesin yang sama bahan bakar pertamax memperoleh daya maksimum 15,44 Hp. Torsi tertinggi yang dihasilkan dari pengujian menggunakan dynotest yaitu pada bahan bakar pertalite 18,77 N.m pada putaran mesin 4659 rpm sedangkan pada penggunaan bahan bakar pertamax torsi tertinggi yang didapat yaitu 12,64 pada putaran mesin 4330 rpm. Pada pengujian konsumsi bahan bakar dapat diketahui bahwa bahan bakar jenis pertamax cenderung lebih irit dibandingkan dengan bahan bakar jenis pertalite.
Pengaruh Jenis Pendinginan Terhadap Tingkat Kerataan Baja ST 42 Pada Mesin Bubut Agus Nur Salim; Dicki Nizar Zulfika; Atika Isnaining Dyah
Majamecha Vol. 3 No. 2 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v3i2.1308

Abstract

Kerataan merupakan hal yang mutlak untuk sebuah pemesinan atau alat dalam hal komponen, khususnya mesin bubut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi jenis pendingin dengan variabel kontrol kedalaman pemakanan (0,7 mm, 1,4 mm, dan 2,1 mm) terhadap tingkat kerataan permukaan pada benda kerja baja ST.42 pada mesin bubut konvensional. Proses manufaktur atau pemesinannya dilakukan di PT Daun Kencana Sakti sedangkan penelitian untuk pengujian kerataan dilakukan di Universitas Brawijaya Malang. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur pengujian kerataan adalah surface tester. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian ini didapat dengan hasil pengujian tingkat kerataan bahwa coolant air radiator dengan kedalaman (0,7mm : 1.023µm, 1,4mm : 1.086µm, 2,1 mm : 1.158µm), coolant oli dengan kedalaman (0,7mm : 1.165µm, 1,4mm : 1.043µm, 2,1mm: 1.129µm), coolant solar dengan kedalaman (0,7mm : 1.050µm, 1,4mm : 1.252µm, 2,1mm : 1.829µm). Dari sini dapat disimpulkan bahwa perbandingan coolant dan kedalaman pemakanan yang menghasilkan nilai kerataan terendah yaitu coolant air radiator dengan kedalaman 0,7mm dengan diperoleh hasil kerataan 1.023µm, sedangkan nilai kerataan tertinggi yaitu coolant solar dengan kedalaman pemakanan 2,1 mm dengan diperoleh hasil kerataan 1.829µm.
Analisis Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Microhydro (PLTMH) Menggunakan Dinamo ZYT-70-05 Arif Syahruddin; Achmad Rijanto; Dicki Nizar Zulfika
Majamecha Vol. 3 No. 2 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v3i2.1309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tegangan dan arus listrik yang dihasilkan PLTMH, untuk mengetahui daya maksimal yang dihasilkan PLTMH pada saat diberi pembebanan. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metodologi eksperimental. Uji eksperimental ini dilakukan dengan cara mengukur setiap komponen yang digunakan dalam PLTMH yang berupa tegangan dan arus listrik yang dihasilkan. Dengan menggunakan generator Zyt-70-05, buck-boost converter, dan inverter taffware 500 watt sebagai komponennya. Maka hasil dari pengujian menggunakan beban lampu 3 watt daya yang masuk hanya 2,25 watt, kipas kecil 25 watt daya yang diterima 20,25 watt, kipas besar 50 watt daya yang diterima 29,25 watt, bor 550 watt daya yang masuk 112,29 watt. Dilihat dari grafik hasil penelitian semakin besar beban yang diterima maka tegangan yang dihasilkan inverter semakin menurun sedangkan kuat arus listrik yang mengalir semakin tinggi. Dengan hasil pencapaian ini maka  dapat disimpulkan, PLTMH ini masih belum sempurna dikarenakan hanya mampu menyuplai beban yang berdaya kecil saja sehingga belum mampu untuk menggantikan listrik PLN untuk menyuplai listrik rumah.
Rancang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Microhydro (PLTMH) Dengan Mengunakan Generator Dinamo ZYT-70-5 Mohamad Khasif; Achmad Rijanto; Luthfi Hakim
Majamecha Vol. 3 No. 2 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v3i2.1310

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah proses rancang bangun pembangkit listrik tenaga microhydro dengan mengunakan generator dinamo ZYT-70-5. Dengan latar belakang air sungai sangat melimpah didesa tempat saya, tinggal lebih tepatnya di Ds. Sampang Agung Kec. Kutorejo baik aliran sungai kecil hingga yang besar. PLTMH dipilih karena pembuatannya yang sederhana dan cocok digunakan pada perdesaan. Metode yang digunakan adalah metode perancangan pengembangan ialah sebuah cara tersistem atau teratur suatu rancangan untuk melakukan analisa pengembangan suatu sistem agar sistem tersebut dapat hasil yang maksimal. Hasil rancang bangun pada PLTMH ini jenis turbin yang digunakan adalah turbin pelton vertikal (impuls) dengan media aliran sungai secara langsung tanpa adanya nosel yang menyemprotkan air. Generator yang digunakan adalah dinamo ZYT-70-5 dengan spesifikasi 120 volt DC, 50 watt dengan kecepatan yang dibutuhkan 1800 rpm/menit. Kemudian output listrik generator dikontrol dengan mengunakan buck boost sehingga tegangan yang dihasilkan dapat stabil. Setelah itu output dari buck boost akan diubah dari tegangan DC menjadi 220-230 volt AC oleh inverter dengan daya maksimal yang dihasilkan mencapai 500 watt.
Kajian Peluang Air Kondensat Evaporator AC Sebagai Fluid Refillable Flooded Battery I Wayan Wismantarayasa; I Putu Arya Wiguna; I Gede Wiratmaja
Majamecha Vol. 3 No. 2 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v3i2.1542

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan mereview artikel ilmiah yang berkaitan dengan sifat fisika air kondensat AC dan air isi ulang Aki. Melalui penelitian ini diketahui bagaimana peluang air kondensat AC sebagai air isi ulang Aki basah. Dimana air kondensat AC yang telah melewati proses penyaringan menggunakan resin bisa digunakan sebagai air isi ulang aki, hal tersebut dilihat dari sifat fisika air kondensat AC setelah disaring yang dibandingkan dengan parameter berupa sifat fisika air isi ulang Aki. Konduktivitas listrik air kondensat AC lebih tinggi dibandingkan konduktivitas listrik air isi ulang Aki, nilai pH dari air kondensat AC lebih kecil dibandingkan pH air isi ulang Aki tetapi masih bisa digunakan karena bersifat basa dan tidak terlalu jauh selisihnya dengan pH air isi ulang aki.Dan untuk nilai TDS dari air kondensat AC masih lebih tinggi dari air isi ulang Aki sehingga larutan benda padat masih lebih banyak.
Analisis Pengaruh Variasi Sudut Derajat Primary Pulley Terhadap Peningkatan Torsi Dan Daya Pada Kendaraan Dengan Sistem Continuous Variable Transmission Komang Adhi Indrawan Saputra; Kadek Rihendra Dantes; I Gede Wiratmaja
Majamecha Vol. 3 No. 2 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v3i2.1544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh performansi kendaraan berupa torsi dan daya menggunakan variasi sudut derajat 14º, 13,25º, dan 13º. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Metoe eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan dari suatu perlakuan yang diberikan secara sengaja oleh peneliti. Dalam penelitian ini menggunakan uji analisis anova satu jalur dengan menganalisa data torsi dan daya pada motor Beat FI ESP 108 cc Tahun 2016 yang menggunakan sudut derajat primary pulley dengan variasi 14º, 13,25º, dan 13º. Pengambilan data meggunakan alat Dynotest dengan lima kali pengulangan. Pengujian dilakukan pada setiap putaran mesin dari 3000 sampai 4500 rpm. Setelah dilakukannya pengujian ternyata ditemukan adanya pengaruh variasi sudut derajat primary pulley terhadap nilai torsi dan daya pada sepeda motor. Jika dibandingkan dengan unit standar atau sebelum dilakukan variasi sudut derajat primary pulley (14°), maka pada sudut derajat variasi 13,25 rata-rata peningkatan nilai torsi yaitu 12,112 atau sebesar 1,35% dan rata-rata peningkatan nilai daya yaitu 5,96 Hp atau sebesar 1,02%. Sedangkan pada sudut derajat variasi 13° rata-rata peningkatan nilai torsi yaitu 12,94 atau sebesar 8,28% dan rata-rata peningkatan nilai daya yaitu 6,38 Hp atau sebesar 8,13%.
Analisis Efisiensi Sludge Centrifuge Guna Pengendalian Losses Minyak Kelapa Sawit Di Stasiun Klarifikasi Bagus Nugroho; Nuraeni Dwi Dharmawati; Kuni Faizah
Majamecha Vol. 3 No. 2 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v3i2.1547

Abstract

Isu kehilangan minyak sawit akibat rangkaian proses pada pabrik kelapa sawit merupakan permasalahan yang perlu diatasi. Sludge centrifuge merupakan unit penyaring pada stasiun klarifikasi yang dapat menurunkan losses minyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sludge centrifuge dalam mengutip minyak di PT. Eka Dura Indonesia. Sampel sebanyak 100 ml diambil dari buffer tank sebagai input pada sludge dengan kandungan minyak (14,53%), emulsi (10,93%), air (60,33 %) dan NOS (20,60%). Keluaran dari sludge centrifuge berupa light phase dan heavy phase. Light phase memiliki komposisi (13,47%), emulsi (10,50%), air (59,10%) dan NOS (16,93%). Heavy phase terdiri dari oil wet basis (OWB) dan oil dry basis (ODB). Oil wet basis (OWB) merupakan penanda terjadinya kehilangan minyak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OWB/minyak sebesar 0.82%. Hal tersebut sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pabrik yakni dibawah 1 %. Selanjutnya kandungan minyak total pada sludge umpan memiliki korelasi positif dengan kandungan minyak light phase sludge centrifuge (R = 0,996).  
Analisis Perbandingan Bahan Bakar Jenis Pertalite Dan Pertamax Terhadap Kinerja Motor 4 Langkah Sutrisno, Miftahul Zamroni Dwi; Rijanto, Achmad; Dyah, Atika Isnaining
Majamecha Vol. 3 No. 2 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v3i2.1307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penggunaan bahan bakar jenis pertalite dan pertamax terhadap kinerja motor 4 langkah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dan pada metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat dynotest. Dalam penelitian ini ada tiga parameter yang akan diuji yaitu daya, torsi dan konsumsi bahan bakar pada motor Honda Megapro tahun 2010 dengan menggunakan bahan bakar jenis pertalite dan pertamax. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya maksimum yang diperoleh dari pengujian bahan bakar pertalite 15,62 Hp pada putaran mesin 9000 rpm sedangkan pada putaran mesin yang sama bahan bakar pertamax memperoleh daya maksimum 15,44 Hp. Torsi tertinggi yang dihasilkan dari pengujian menggunakan dynotest yaitu pada bahan bakar pertalite 18,77 N.m pada putaran mesin 4659 rpm sedangkan pada penggunaan bahan bakar pertamax torsi tertinggi yang didapat yaitu 12,64 pada putaran mesin 4330 rpm. Pada pengujian konsumsi bahan bakar dapat diketahui bahwa bahan bakar jenis pertamax cenderung lebih irit dibandingkan dengan bahan bakar jenis pertalite.
Pengaruh Jenis Pendinginan Terhadap Tingkat Kerataan Baja ST 42 Pada Mesin Bubut Salim, Agus Nur; Zulfika, Dicki Nizar; Dyah, Atika Isnaining
Majamecha Vol. 3 No. 2 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v3i2.1308

Abstract

Kerataan merupakan hal yang mutlak untuk sebuah pemesinan atau alat dalam hal komponen, khususnya mesin bubut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi jenis pendingin dengan variabel kontrol kedalaman pemakanan (0,7 mm, 1,4 mm, dan 2,1 mm) terhadap tingkat kerataan permukaan pada benda kerja baja ST.42 pada mesin bubut konvensional. Proses manufaktur atau pemesinannya dilakukan di PT Daun Kencana Sakti sedangkan penelitian untuk pengujian kerataan dilakukan di Universitas Brawijaya Malang. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur pengujian kerataan adalah surface tester. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian ini didapat dengan hasil pengujian tingkat kerataan bahwa coolant air radiator dengan kedalaman (0,7mm : 1.023µm, 1,4mm : 1.086µm, 2,1 mm : 1.158µm), coolant oli dengan kedalaman (0,7mm : 1.165µm, 1,4mm : 1.043µm, 2,1mm: 1.129µm), coolant solar dengan kedalaman (0,7mm : 1.050µm, 1,4mm : 1.252µm, 2,1mm : 1.829µm). Dari sini dapat disimpulkan bahwa perbandingan coolant dan kedalaman pemakanan yang menghasilkan nilai kerataan terendah yaitu coolant air radiator dengan kedalaman 0,7mm dengan diperoleh hasil kerataan 1.023µm, sedangkan nilai kerataan tertinggi yaitu coolant solar dengan kedalaman pemakanan 2,1 mm dengan diperoleh hasil kerataan 1.829µm.
Analisis Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Microhydro (PLTMH) Menggunakan Dinamo ZYT-70-05 Syahruddin, Arif; Rijanto, Achmad; Zulfika, Dicki Nizar
Majamecha Vol. 3 No. 2 (2021): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v3i2.1309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tegangan dan arus listrik yang dihasilkan PLTMH, untuk mengetahui daya maksimal yang dihasilkan PLTMH pada saat diberi pembebanan. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metodologi eksperimental. Uji eksperimental ini dilakukan dengan cara mengukur setiap komponen yang digunakan dalam PLTMH yang berupa tegangan dan arus listrik yang dihasilkan. Dengan menggunakan generator Zyt-70-05, buck-boost converter, dan inverter taffware 500 watt sebagai komponennya. Maka hasil dari pengujian menggunakan beban lampu 3 watt daya yang masuk hanya 2,25 watt, kipas kecil 25 watt daya yang diterima 20,25 watt, kipas besar 50 watt daya yang diterima 29,25 watt, bor 550 watt daya yang masuk 112,29 watt. Dilihat dari grafik hasil penelitian semakin besar beban yang diterima maka tegangan yang dihasilkan inverter semakin menurun sedangkan kuat arus listrik yang mengalir semakin tinggi. Dengan hasil pencapaian ini maka  dapat disimpulkan, PLTMH ini masih belum sempurna dikarenakan hanya mampu menyuplai beban yang berdaya kecil saja sehingga belum mampu untuk menggantikan listrik PLN untuk menyuplai listrik rumah.

Page 1 of 2 | Total Record : 14