cover
Contact Name
Madia Patra Ismar
Contact Email
jurnalcikini@ikj.ac.id
Phone
+6221-2306106
Journal Mail Official
lppm@ikj.ac.id
Editorial Address
Jl. Cikini Raya
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Seni Nasional Cikini
ISSN : 25802860     EISSN : 27157482     DOI : 10.52969
Jurnal Seni Nasional CIKINI, is a collection of various topic of art studies that contain ideas, research, or views on the developtment of artistic phenomena and symptoms as well as various problems. The purpose of this Journal is for contribute to the researching about art, to develop our understanding about arts in Indonesia into a better perspective, and able to compete in global community. Editorial Board of Jurnal Seni Nasional CIKINI, will accept unpublished article, to be reviewed and edited in order to takes part in our journal. Jurnal Seni Nasional CIKINI released twice a year at June and December.
Articles 99 Documents
Enam Perempuan dalam Festival Teater Wahyu Sihombing Seno Joko Sunyoto
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 2 No. 2
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.988 KB) | DOI: 10.52969/jsnc.v2i2.54

Abstract

Terdapat enam naskah yang dipentaskan dalam Festival Teater Wahyu Sihombing. Tulisan ini tidak ingin mengulas bagaimana enam kelompok teater mementaskan naskah itu di panggung Teater. Namun tertarik untuk sedikit mengulas karakter-karakter tokoh perempuan dalam ke enam naskah tersebut. Antara lain Paulina dalam Death in The Maiden karya Ariel Dorfman, Hedda Gabler dalam Hedda Gabler karya Ibsen, Nona Julie dalam naskah Miss Julie karya Strindberg, Dora dalam naskah Les Justes karya Albert Camus, Hallie dalam naskah Buried Child karya Sam Shepard, dan Petra Stockman dalam naskah Enemy of the People karya Ibsen.
Pemindahan dan Pemanfaatan Omah sebagai Ruang Komersial di Jakarta (Studi Kasus Restoran Warung Solo, Jakarta Selatan) Ade Ariyani Sari Fajarwati
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 2 No. 2
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.978 KB) | DOI: 10.52969/jsnc.v2i2.55

Abstract

Omah adalah rumah tradisional Jawa yang didirikan dengan konsep penciptaan sesuai dengan lingkungan dan karakter hidup penghuninya. Seiring perubahan zaman, masyarakat di lingkungan budaya Jawa mulai meninggalkan Omah dengan bangunan yang lebih baru, murah dan efisien. Di saat yang bersamaan, manusia urban setiap hari hidup di dalam suasana modern yang serba cepat efektif, dan praktis, berbeda dengan kehidupan di Jawa. Beberapa manusia urban yang mempunyai keterkaitan dan ketertarikanku dengan identitas Jawa, menginginkan untuk memiliki Omah di lingkungan hidupnya sebagaimana di kota yang serba seragam. Terjadilah proses negosiasi yang mengakibatkan perpindahan Omah, dari daerah Jawa ke kota besar seperti Jakarta. Pembahasan mengenai asal muasal Omah, bagaimana proses perpindahannya ke Jakarta, bagaimana relasi antara gaya hidup, perubahan makna Omah, kepentingan modal serta kebutuhan ruang komersial yang mampu menarik pengunjung, menjadi bahasan yang penting dalam penelitian ini.
Wayang Kampung Sebelah: sebagai Media Komunikasi Nilai Kehidupan Bermasyarakat Hari Suryanto
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 2 No. 2
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v2i2.56

Abstract

Wayang Kampung Sebelah adalah kelompok yang mengusung pertunjukan dengan menggunakan media wayang yang sudah dikreasi menjadi bentuk wayang baru. Kelompok ini mengusung tema-tema sosial dalam setiap garapannya. Tema tersebut membuat Wayang Kampung Sebelah mendapat perhatian dari para penontonya, masyarakat seperti melihat kondisi mereka sendiri dalam pergelaran wayang yang dihadirkan. Observasi mendalam digunakan untuk menggali data audio, visual serta tulisan. Wayang Kampung Sebelah sebuah media untuk menguatkan nilai kemanusiaan melalui pertunjukan wayang
Membaca Ruang Film Kodrat Eric Gunawan
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 2 No. 2
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.711 KB) | DOI: 10.52969/jsnc.v2i2.57

Abstract

Tulisan ini membahas on-screen-space (ruang film) pada film Kodrat (1986) karya Ki Slamet Rahardjo Djarot. Teori keharmonisan organik yang diusung oleh Sergei Eisenstein dijadikan dasar teori. Menurutnya keharmonisan organik sebuah film terbentuk karena adanya interaksi antara strategi naratif dan strategi visual. Titik tolak pembahasan adalah sekuen akhir Kodrat khususnya scene pemberian nama Mustakim oleh tokoh Kodrat untuk putranya. Pada scene ini interaksi strategi naratif dengan strategi visual mengungkap lapisan-lapisan latar penyusun ruang film baik sebagai scene mandiri maupun keseluruhan film sebagai kesatuan. Strategi naratif Kodrat menggemakan perjalanan spiritual Raden Wrêkudara menemukan Tirta Prawitrasari seperti tertulis dalam lontar Sanghyang Nawaruci yang berbahasa Kawi Akhir dan nuansa Jawa Buda.
Para Agen Perubahan dalam Seni Tari Siti Kusumastuti
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 2 No. 2
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.03 KB) | DOI: 10.52969/jsnc.v2i2.58

Abstract

Tulisan ini membahas dinamika perkembangan seni tari semenjak berdirinya Taman Ismail Marzuki (IKJ), Dewan Kersenian Jakarta (DKJ), dan Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) yang kemudian berganti nama menjadi Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Para seniman tari pada masa itu, berperan besar dalam mendidik seniman-seniman muda, berikut pula melalui terobsosan yang inovatif, sehingga mampu mengembangkan wajah Seni Pertunjukan Indonesia hingga seperti sekarang. Pembahasan di dalamnya akan dihubungkan dengan aliran seni kontemporer, postmodern, dan konsep “agen perubahan” dalam teori kebudayaan strukturalisme.
Sosok Romo Mangun: Inspirasi-Inspirasi & Karyanya Sutrisno SJ., Mudji
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 3 No. 3 (2018): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 3 No. 3
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.921 KB) | DOI: 10.52969/jsnc.v3i3.60

Abstract

Romo Mangunwijaya memiliki cara pandang dan berpikirnya sendiri dalam membuat desain arsitektural. Cara Pandang dan pemikirannya tersebut, terbentuk melalui proses yang sangat panjang, dan dapat dilihat pula dalam cara beliau bersikap serta menjalani kehidupan sehari hari. Tulisan ini mencoba untuk membahas kedua hal tersebut, dan bagaimana kedua hal itulah yang akhirnya membuat kita bisa memandang sebuah kearifan arsitektural, yang menjadi ciri khas beliau.
Konsep Brechtian: Seni Sebagai Alat Penyadaran Syahmadan Siagian, Alfian
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 3 No. 3 (2018): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 3 No. 3
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.011 KB) | DOI: 10.52969/jsnc.v3i3.61

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai seni reproduksi sebagai alat penyadaran dalam masyarakat Indonesia. Seni yang mengavant-garde telah mewujud menjadi sesuatu yang adi luhung dan tidak terjangkau. Sementara seni yang reproduksional sifatnya hadir sebagai alat penciptaan kesadaran palsu yang lebih mengedepankan keterlibatan emosi. Diskusi ini akan memperlihatkan bahwa teks dan performasi yang digagas oleh Bertolt Brecht tidak hanya bermanfaat untuk kepentingan kajian performasi dan kajian teks drama melainkan juga bermanfaat untuk menganalisis drama atau teater sosial yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia dewasa ini. Konsep brechtian yang dibahas di sini adalah konsep yang menggagas bahwa seluruh apparatus pertunjukan, termasuk penonton dituntut untuk berjarak. Konsep inilah yang oleh masyarakat luas dikenal sebagai verfremdungseffekt. Verfremdungseffekt sendiri dapat dimaknai sebagai keterasingan, keberjarakan, atau alienasi. Seluruh apparatus pertunjukan diharapkan “tidak terlibat” secara emosional dengan apa yang terjadi di atas panggung. Luaran yang diharapkan adalah penonton-penonton yang kritis yang akan merenungkan hasil tontonan mereka untuk kemudian menggagas sebuah perubahan sosial, politik, ekonomi dan budaya.
Ruang yang Dibenturkan: Membaca Absurditas Tiga Naskah Drama Afrizal Malna Dymussaga S. Miraviori, Areispine
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 3 No. 3 (2018): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 3 No. 3
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.376 KB) | DOI: 10.52969/jsnc.v3i3.62

Abstract

Esai ini membahas struktur dan permasalahan yang terdapat di dalam tiga naskah drama Afrizal Malna, yaitu Pertumbuhan di Atas Meja Makan (1991), Biografi Yanti Setelah 12 Menit (1992), dan Migrasi dari Ruang Tamu (1993). Ketiga naskah merupakan drama absurd yang dapat dilihat melalui tokoh-tokoh tanpa identitas dan dalam pencarian, alur yang tidak menyajikan hubungan sebab-akibat, serta adanya beberapa komunikasi yang tidak dapat berjalan dengan baik antartokohnya. Menggunakan pendekatan sosiologis, didapatkan penemuan bahwa ciri absurd yang berada dalam ketiga naskah di atas menunjukkan perbenturan ruang individu tokoh-tokoh di dalamnya.
Telaah Konstruksi Citra Kepala Negara Kini: Jokowi dan Volog-nya Pratiwi, Julita
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 3 No. 3 (2018): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 3 No. 3
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.185 KB) | DOI: 10.52969/jsnc.v3i3.63

Abstract

Media Baru (New Media) memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap bagaimana citra seorang kepala negara dikonstruksi, didistribusi hingga dikonsumsi oleh publik. Hadirnya sosok kepala negara bagi publik tidak terpisahkan dari peran citra yang mampu membentuk ide-ide akan kepemimpinan. Kepala negara dengan seperangkat bahasa visual pada citranya mampu menciptakan narasi besar akan sosoknya yang sentral, besar, intelektual. Namun seiring waktu, kontruksi citra tersebut berubah menjadi narasi yang terpecah-pecah (fragmentasi). Perubahan ini tentunya dipengaruhi oleh kehadiran teknologi digital yang masif. Esai ini hendak mengkaji konstruksi citra Presiden Joko Widodo (2014 s/d 2019), khususnya ketika dirinya kerap mengunggah vlog seputar aktifitasnya di Sub Channel Youtube-nya #JKWVLOG.
Mencari Ruang Alternatif Produksi Pengetahuan dari Krisis Antropologi Kegiatan Berpengetahuan Permanadeli, Risa
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 3 No. 3 (2018): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 3 No. 3
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.107 KB) | DOI: 10.52969/jsnc.v3i3.64

Abstract

Sistem pendidikan di Indonesia, telah melalui sebuah proses yang amat panjang. Proses itu dipengaruhi oleh sejarah Bangsa ini, yang menyebabkan munculnya mitos-mitos tentang pendidikan, superioritas Barat-Timur, hegemoni pengetahuan Barat yang dianggap lebih maju, dan lain-lain. Tulisan ini mencoba untuk mengupas hal-hal tersebut, dan pada akhirnya menyoroti posisi pendidikan seni terhadap situasi tersebut.

Page 2 of 10 | Total Record : 99