Jurnal Seni Nasional Cikini
Jurnal Seni Nasional CIKINI, is a collection of various topic of art studies that contain ideas, research, or views on the developtment of artistic phenomena and symptoms as well as various problems. The purpose of this Journal is for contribute to the researching about art, to develop our understanding about arts in Indonesia into a better perspective, and able to compete in global community. Editorial Board of Jurnal Seni Nasional CIKINI, will accept unpublished article, to be reviewed and edited in order to takes part in our journal. Jurnal Seni Nasional CIKINI released twice a year at June and December.
Articles
99 Documents
Di Balik Retorika Sang Raja Ke Sebelas Britania Raya: Dari Representasi Dan Teks Film The King's Speech
Pamungkas, Satrio
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 4 No. 4 (2018): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 4 No. 4
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (865.032 KB)
|
DOI: 10.52969/jsnc.v4i4.65
Representasi kuasa menggerakan kode dan maknanya melalui retorika, dengan begitu terjadi proses konstruksi yang bisa menjadi wacana dominan. Film sebagai teks audio dan visual, memiliki kemampuan merepresentasikan segala macam makna yang secara teks dan intertekstualitas, mungkin saja pada kenyataannya makna itu tidak banyak yang tahu. Teks dan intertekstulitas dapat juga direpresentasikan bersamaan dalam film, sehingga makna dari naratif bisa direnungi dengan jelas dan dapat membuka wacana berfikir baru dari makna yang didapat. Retorika akan semakin kuat jika saja kuasa mendukung atau berjalan bersamaan dalam setiap representasinya, Karena kuasa yang memenangi kesadaran seluruh lapisan termasuk yang subordinat. Penguasa dan rakyat sebagai pemberi dan penerima makna, harus sadar betul retorika yang diberikan dan diterima dari siapa dan oleh siapa, dengan melihat teks dan interteksnya yang berpidato dan juga yang menerima makna pidato itu.
Representasi Fotografi Pencitraan Presiden Rusia Vladimir Putin
Aviandy, Mochamad
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 4 No. 4 (2018): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 4 No. 4
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (293.561 KB)
|
DOI: 10.52969/jsnc.v4i4.66
Pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2016 diikuti oleh Trump dan Clinton. Dalam pemilihan presiden ini, berita mengenai intervensi asing, khususnya Rusia, begitu masif. Salah satu bentuk intervensi asing yang dapat dianalisis adalah dengan membongkar salah satu edisi majalah Time yang terbit satu bulan persis sebelum electoral vote berlangsung yang menampilkan kover Vladimir Putin. Kehadiran kover Putin di sini tentu saja tidak bebas nilai, untuk mengetahui pemaknaan di balik pemilihan Putin sebagai kover maka digunakan analisis semiotika tanda dari Barthes. Metode yang digunakan adalah analisis gambar secara empat tahap menggunakan teori tersebut. Kesimpulanyang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa representasi fotografi Putin dalam majalah Time justru sesungguhnya bertolak belakang dengan pernyataannya yang menyampaikan jangan sampai terpengaruh oleh Rusia, tapi justru mengandung keberpihakan kepada Rusia dan Putin.
Konsep “Tidak Apa-Apa” pada Masyarakat Indonesia dan Interaksi Terhadapnya dalam Memoar Kangen Indonesia: Indonesia di Mata Orang Jepang karya Hisanori Kato
Dinanta, Rinandi
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 4 No. 4 (2018): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 4 No. 4
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (307.596 KB)
|
DOI: 10.52969/jsnc.v4i4.67
Tulisan ini menguraikan tentang konsep “tidak apa-apa”, seperti yang direpresentasikan oleh Hisanori Kato dalam teks memoarnya, serta berbagai hal di seputar bentuk interaksi Kato atas perilaku-perilaku masyarakat Indonesia yang dirujuk oleh konsep tersebut. Konsep tersebut mengacu pada pola perilaku toleran yang ditunjukkan masyarakat Indonesia atas berbagai bentuk kelalaian manusia, seperti kecenderungan tidak tepat waktu serta pelayanan publik yang buruk. Interaksi Kato atas pola perilaku tersebut menghasilkan bentuk konflik dan adaptasi. Bentuk adaptasi kemudian menghasilkan berbagai ekspresi kritik atas masyarakat Jepang. Dalam uraian-uraiannya mengenai konsep “tidak apa-apa”, proses adaptasi, dan ekspresi kritik atas masyarakat Jepang, tampak sebuah kesadaran superioritas terhadap masyarakat Indonesia. Sebagai representasi liyan, masyarakat Indonesia hadir dalam posisi yang inferior. Selain itu, Kato melakukan tindak stereotip dengan mengatakan konsep “tidak apa-apa” merupakan keluguan khas masyarakat yang hidup di daerah tropis. Khusus pada ekspresi kritik atas masyarakat Jepang, Kato menunjukkan kecenderungan ambivalen. Di satu sisi Kato ingin perilaku “tidak apa-apa” hadir pada masyarakat Jepang, tetapi di sisi yang lain, dirinya juga menginginkan keberlangsungan bentuk mekanisasi dan industrialisasi yang telah memudahkan hidupnya di Jepang.
Pembangunan Perdamaian lewat Film Dokumenter (Studi Kasus: Film Ahu Parmalim karya Cicilia Maharani)
Jessy Ismoyo, Petsy
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 4 No. 4 (2018): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 4 No. 4
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (583.934 KB)
|
DOI: 10.52969/jsnc.v4i4.68
Tantangan pluralisme di Indonesia terlihat dari tingkat diskriminasi yang tinggi terhadap kelompok-kelompok marginal di Indonesia, salah satunya terhadap kelompok Penghayat Kepercayaan. Diskriminasi terhadap kelompok Parmalim (Kepercayaan di Sumatera Utara)merupakan salah satu contohnya. Hal ini terjadi baik dari aspek sosial, politik maupun kultural. Penelitian ini berfokus pada pembentukan narasi perdamaian bagi kelompok Parmalim dan efektivitas pembangunan perdamaian lewat film dokumenter. Film dokumenter dapat membentuk narasi bandingan sebagai usaha perlawanan atas narasi diskriminatif terhadap kelompok Penghayat Kepercayaan di Indonesia. Argumen utama dalam tulisan ini adalah perubahan sosial yang terjadi lewat film dokumenter di Indonesia, secara khusus pada studi kasus film Ahu Parmalim karya Cicilia Maharani. Penelitian ini memperlihatkan bagaimana film dokumenter Ahu Parmalim dapat membawa perubahan sosial. Metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara teknik literatur dan wawancara. Penulis mengetengahkan konsep Sinema Ketiga untuk melihat aspek politis film dokumenter secara umum, konsep Fledging’s Dimensions of Impact untuk melihat pembangunan perdamaian lewat film dokumenter di Indonesia, serta konsep Culture of Peace dari John Paul Lederach, Linda Groff dan Paul Smoker untuk melihat narasi perdamaian yang dibangun dalam Ahu Parmalim untuk mengkritisi diskiminasi yang terjadi pada kelompok Parmalim di Indonesia.
Pengajaran Sastra Melalui Model Pembelajaran Kreatif Berbasis Pedagogi Drama: Potensi dan Tantangan
Putri, Herlin
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 4 No. 4 (2018): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 4 No. 4
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.119 KB)
|
DOI: 10.52969/jsnc.v4i4.69
Tulisan ini merupakan hasil penelitian deskriptif analitik terhadap program lokakarya apresiasi sastra berbasis pendidikan kreatif melalui pedagogi drama di SMP Terbuka 3 Depok, Jawa Barat. Penelitian mengeksplorasi dua pertanyaan pokok, yaitu (1) bagaimana pedagogi drama dapat menciptakan pembelajaran kreatif untuk meningkatkan minat belajar, kemampuan berpikir kreatif, kemampuan bekerja sama, dan rasa empati siswa; (2) faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat pedagogi drama dalam mencapai tujuan tersebut. Data dikumpulkan melalui jurnal reflektif, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan potensi pedagogi drama dalam: (1) menciptakan ruang afektif yang meningkatkan minat belajar siswa; (2) menciptakan proses pembelajaran yang partisipatif dan berpusat pada siswa; (3) mendorong daya kreativitas dan kepekaan; (4) menciptakan pembelajaran autentik; (5) melatih kemampuan siswa dalam bekerja sama; Penelitian juga menemukan beberapa faktor yang dapat menjadi kendala seperti keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, persiapan yang cukup memakan waktu, manajemen kelas yang tidak dapat diprediksi, dan siswa yang masih awam dengan teknik bermain peran.
Pendidikan Seni di Masa Depan
Riza, Riri
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 4 No. 4 (2018): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 4 No. 4
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (276.092 KB)
|
DOI: 10.52969/jsnc.v4i4.71
Perkembangan teknologi di abad ke-21 ini telah demikian pesat, dan mempengaruhi berbagai aspek industri, termasuk industri kreatif. Salah satu contoh yang bisa dilihat adalah pengaruh perkembangan tekonologi digital terhadap industri perfilman. Perkembangan teknologi ini memberikan ini membuka ruang dan situasi baru terhadap seni film, tak hanya bentuknya, namun juga terhadap cara sebuah film dieksebisi dan didistribusikan. Institusi pendidikan seni harus menyadari perkembangan ini, dan sejak dini mampu mengantisipasi perkembangan tekonologi.
Kajian Adaptasi Film Kaguya Hime No Monogatari: Refleksi Terhadap Masyarakat Patriarki Jepang Modern
Deanita Adharani;
Rouli Esther Pasaribu
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 5 No. 1
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (683.414 KB)
|
DOI: 10.52969/jsnc.v5i1.73
Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan penggambaran tokoh utama Kaguya hime versi cerita rakyat dan versi adaptasi film Kaguya Hime no Monogatari (2013) produksi studi Ghibli dan mengaitkannya dengan kondisi sosial budaya masyarakat Jepang pada saat film ini diproduksi. Dari hasil pembacaan dekat terhadap teks primer dengan menggunakan pendekatan feminisme dan teori adaptasi Hutcheon, ditemukan bahwa Kaguya hime versi cerita rakyat digambarkan sebagai tokoh yang asing, berjarak, dan tidak merupakan bagian dari masyarakat tempatnya tinggal. Di sisi lain, Kaguya hime versi film adalah Kaguya hime yang digambarkan sebagai bagian darimasyarakat patriarki yang didiaminya dan kondisinya sebagai seorang perempuan membuatnya mengalami penindasan patriarki, seperti harus mengikuti pendidikan putri bangsawan dan dilecehkan dalam sebuah pesta. Kaguya hime versi film kaya dengan penggambaran perasaan dan pikiran pribadi, sementara pada versi cerita rakyat, penggambaran pikiran dan perasaan pribadi Kaguya hime tidak digambarkan secara detil. Jika dikaitkan dengan kondisi sosial budaya masyarakat Jepang modern pada masa film ini diproduksi, maka film ini dapat dimaknai sebagai refleksi terhadap ideologi patriarki yang mengakar di Jepang dan secara tidak langsung berfungsi sebagai pembentukan kesadaran masyarakat terhadap isu penindasan patriarki agar masyarakat tidak menganggap masyarakat yang ditinggali saat ini adalah masyarakat yang “baik-baik saja.”
Persepsi Sentuhan Melalui Indera Penglihatan Dalam At Eternity's Gate (2018)
Muhammad Aditya Pratama
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 5 No. 1
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (647.009 KB)
|
DOI: 10.52969/jsnc.v5i1.74
Sebagai sebuah istilah dan terkait bidang keilmuan atau studi mengenai medium film, istilah haptic merujuk dan merespon bagaimana film sebagai medium yang terkenal dengan karakteristik audiovisual yaitu penglihatan dan pendengaran dapat menawarkan serta mengaktifkan indera-indera lainnya yang terdapat dalam tubuh manusia, salah satunya melalui sentuhan, dengan persepsi mata, sentuhan bisa diaktifkan melalui wacana haptic. Tulisan ini berusaha menggunakan pendekatan teori haptic tersebut ke dalam sebuah film yang berjudul At Eternity Gate’s, mengelaborasikan istilah tersebut terhadap sebuah tubuh film bagaimana medium film bisa merangsang untuk mengaktifkan istilah haptic tersebut dan menekankan pada wacana pengalaman berketubuhan dalam menonton.
Deteksi Dini Perkembangan Kognitif Anak Melalui Analisis Gambar Anak
Melina Surya Dewi
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 5 No. 1
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (642.16 KB)
|
DOI: 10.52969/jsnc.v5i1.75
Penelitian ini menggunakan dua sampel anak di Taman Kanak - kanak.Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif dengan analisis data studi kasus, hasil yang didapat dikorelasikan dengan teori dari Lowenfeld dan Piaget.Analisis data dilakukan dengan cara melakukan identifikasi, pengelompokan serta pemetaan pola terhadap gambar yang telah dikumpulkan selama waktu penelitian.Hasil penelitian menunjukan bahwa dari gambar anak KPTD 3 (usia empat tahun sebelas bulan) dapat disimpulkan bahwa fungsi kognisinya sudah berkembang sesuai harapan.Sementara anak KPTD 1 (usia lima tahun sembilan bulan) dari hasil gambarnya dapat disimpulkan yaitu fungsi kognisinya belum berkembang sesuai harapan.
Perkembangan Visual Seni Lukis Pada Truk
Nicholas Wila Adi
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 5 No. 1
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7967.649 KB)
|
DOI: 10.52969/jsnc.v5i1.76
Seni lukis pada bak truk sebagai sebuah seni urban mengalami perkembangan yang pesat. Penelitian di tahun 2009, lukisan bak truk dikerjakan oleh seniman lukis bak truk profesional. Pengerjaan nya membutuhkan waktu berhari-hari dengan konsep dan tema yang matang. Beberapa tema mengangkat kehidupan sehari-hari sang supir truk. Dengan berkembangnya teknologi digital printing, lukisan bak truk tidak lagi dikerjakan oleh seniman lukis bak truk. Hadirnya beberapa komunitas-komunitas truk di beberapa daerah di Pulau Jawa, mendorong munculnya gaya baru dalam lukisan pada truk diiringi dengan berbagai modifikasi truk. Visual truk pun beralih lebih banyak ke tipografi. Gambar yang dipakai pun sudah dengan mudah diambil dari internet. Kegiatan tersebut dilihat sebagai proses penciptaan seni, juga tak luput dari proses komunikasi visual yang di dalamnya banyak mengandung pesan, media, penyampaian pesan dan pemirsa.