cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
jpds.journal@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jpds.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial
ISSN : -     EISSN : 26552469     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) is a journal focused on articles of research and community service in the field of social science (Ideology, Citizenship, Human Geography, History, Social Studies, Sociology, Politics, Education and Humaniora).
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2023)" : 10 Documents clear
MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MEMBACA KRITIS MAHASISWA TERHADAP PENGEMBANGAN KETERAMPILAN INDIVIDU MELALUI SQ3R Fadhilatul Ilmah; Aguwin Tarissa Putri; Arindra Dwi Mahesta; Lutfi Ana Amalia
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i1p35-40

Abstract

IMPROVING STUDENT CRITICAL READING LEARNING TOWARDS INDIVIDUAL SKILL DEVELOPMENT THROUGH SQ3RScience and technology are developing rapidly so that they affect college graduates. Mastery of science and technology is needed so that graduates are able to compete in the world of work. Education plays an important role in forming quality human beings with the aim of being able to follow the development of science and technology. Education emphasizes both cognitive and non-cognitive aspects as critical thinking skills. By thinking critically, individuals will be able to make decisions to be taken, be open to differences of opinion, and be able to know and differentiate the reasons why other people have different decisions and opinions. For this reason, researchers have efforts to improve students' critical reading learning, towards the development of individual skills through SQ3R (survey, question, read, recite, review). The purpose of this research is to find out about SQ3R, develop critical reading skills, and the relationship between SQ3R and critical reading for individual skills. In this study using the literature review method, the source used is Google Scholar in the form of journals and articles. The results of the research are shown from the student learning outcomes that have been achieved through SQ3R, so that they are able to read critically.Ilmu pengetahuan serta teknologi berkembang cepat sehingga berpengaruh pada lulusan perguruan tinggi. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat diperlukan agar lulusan mampu bersaing di dunia kerja. Pendidikan berperan penting dalam membentuk manusia yang berkualitas dengan tujuan mampu mengikuti perkembangan IPTEK. Pendidikan menekankan baik pada aspek kognitif maupun non kognitif sebagai kemampuan berpikir kritis. Dengan berpikir kritis individu akan mampu membuat keputusan yang akan diambil, terbuka dengan adanya perbedaan pendapat, serta bisa mengetahui serta membedakan alasan mengapa orang lain mempunyai keputusan dan pendapat yang berbeda. Untuk itu peneliti memiliki upaya meningkatkan pembelajaran membaca kritis pada mahasiswa, terhadap pengembangan keterampilan individu melalui SQ3R (survey, question, read, recite, review). Adanya penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tentang SQ3R, mengembangkan kemampuan membaca kritis, dan hubungan SQ3R dengan membaca kritis untuk keterampilan individu. Dalam penelitian ini menggunakan metode literatur review, sumber yang digunakan yakni pada google scholar berupa jurnal dan artikel. Hasil penelitian ditunjukkan dari hasil belajar mahasiswa yang telah tercapai melalui SQ3R, sehingga mampu membaca kritis.
LEARN EARTH ROTATION AND REVOLUTION: PENGEMBANGAN MEDIA GEOROTATION UNTUK PEMBELAJARAN DIGITAL GEOGRAFI Annisa Khusnul Khotimah; Djoko Soelistijo; Alfyananda Kurnia Putra; Yohana Ayu Kristanti
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i1p73-84

Abstract

LEARN EARTH ROTATION AND REVOLUTION: DEVELOPMENT OF GEOROTATION MEDIA FOR LEARNING DIGITAL GEOGRAPHYLearning media is an intermediary in the delivery of information through various channels. The information conveyed can provide stimulation to students both in terms of thoughts, to the will that can improve the learning process. The use of learning media in geography can help students describe, describe, or describe things that are abstract and difficult to understand. This development research aims to develop a learning media in the form of applications that can be accessed on smartphones. This development research method uses ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). The types of data in this development research are qualitative data and quantitative data. Qualitative data were obtained from criticism and suggestions from expert validators and trial respondents. Quantitative data in this development research is in the form of numerical scores in the questionnaire obtained from expert validators and trial respondents. The Georotation in this study has been tested on 36 students of class X-D SMAN 2 Probolinggo. The results of research on the development of Georotation media obtained a percentage of 98 percent of media expert validators, 77 percent of material expert validators, 97 percent of teacher responses, 83 percent of student responses as test subjects. Thus the results show that the development of Georotation very suitable for use in learning geography.Media pembelajaran sebagai perantara untuk merangsang kemampuan berpikir peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran Georotation yang dikembangkan untuk pembelajaran geografi. Desain penelitian pengembangan ini menggunakan ADD (Analyze, Design, Development), merupakan bentuk modifikasi desain penelitian ADDIE. Jenis data dalam penelitian pengembangan ini yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari kritik dan saran oleh validator media, validator materi, dan responden uji coba. Data kuantitatif dalam penelitian pengembangan ini berupa skor angka dalam angket yang diperoleh dari validator materi, validator media, dan responden uji coba. Produk Georotation pada penelitian ini telah diuji cobakan kepada siswa kelas X-D SMAN 2 Probolinggo sejumlah 36 peserta didik. Hasil penelitian pengembangan Media Georotation memperoleh persentase 98 persen dari validator ahli media, 77 persen dari validator ahli materi, 97 persen dari tanggapan guru, 83 persen dari tanggapan peserta didik sebagai subjek uji coba. Dengan demikian hasil menunjukkan, bahwa pengembangan media pembelajaran Georotation sangat layak digunakan dalam pembelajaran geografi.
PELATIHAN PENGOPERASIAN PLATFORM PEMBELAJARAN ONLINE DALAM MASA PANDEMI COVID-19 BAGI ANAK-ANAK DESA BATUAJI KECAMATAN RINGINREJO KABUPATEN KEDIRI Riska Aprilia; Tri Damayanti Intan; Ninik Yustina Sari; Lifa Rosiana Putri
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i1p10-17

Abstract

TRAINING OF ONLINE LEARNING PLATFORM OPERATIONAL PROCEDURE FOR CHILDREN IN BATUAJI, KEDIRI, DURING THE COVID-19 PANDEMICOnline learning is commonly carried out. Especially during the COVID-19 pandemic, online learning is implemented to prevent the extensive spread of COVID-19. However, during its implementation, online learning faces a number of hindrances, such as the student’s inability to operate the online learning platform, which reflects the unpreparedness for online learning. Therefore, we conducted training on online learning platform operations for children from Batuaji, Kediri, Indonesia. This training aimed to help students operate a number of online learning platforms, such as  google classroom, zoom, google meet, edmodo, quizizzz, and whatsapp. The elementary school and junior high school-age children participated in this training. The training process was initiated by introduction, short material delivery related to the online learning platforms, quizzes, and evaluation. This training is helpful for the participants, as reflected by their great enthusiasm during the training activities and great understanding of online learning platforms’ operation procedures after attending the training.Pembelajaran online merupakan kegiatan yang sedang dilaksanakan selama pandemi COVID-19. Hal ini dilakukan guna menghindari penyebaran COVID-19 yang semakin meluas. Sesuai dengan praktiknya kegiatan pembelajaran online menemui beberapa hambatan, salah satunya yakni banyaknya anak-anak yang belum menguasai penggunaan platform pembelajaran online sehingga menimbulkan ketidaksiapan dalam pembelajaran online. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi dengan mengadakan pelatihan pengoperasian platform pembelajaran online dalam masa pandemi COVID-19 bagi anak-anak di Desa Batuaji Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri guna membantu agar mereka memahami cara mengoperasikan beberapa platform pembelajaran online seperti google classroom, zoom, google meet, edmodo, quizizz dan whatsapp. Pelatihan ini dilakukan bagi anak-anak SD dan SMP dengan rangkaian kegiatannya diawali perkenalan, pemaparan materi tentang platform pembelajaran online secara singkat, praktik kuis, dan evaluasi pelatihan. Hasil pelatihan ini sangat bermanfaat, bahkan semua peserta pelatihan sangat antusias selama kegiatan berlangsung serta mereka juga memahami beberapa aplikasi yang baru mereka kenal selama pelatihan.
KONTRIBUSI SISTEM AMONG TERHADAP INKLUSI SOSIAL: STUDI KASUS DI SD TAMANSISWA YOGYAKARTA Miftakhuddin Miftakhuddin; Muhammad Khoiron; Neni Wahyuningtyas
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i1p41-52

Abstract

THE AMONG SYSTEM'S CONTRIBUTION TO SOCIAL INCLUSION: CASE STUDY AT TAMANSISWA YOGYAKARTA ELEMENTARY SCHOOLTamansiswa’s among system is a unique teaching model. The teaching model belongs to the family of non-directive. In practice, the among system is founded on Tamansiswa's philosophy and belief about the development of students’ knowledge and character, allowing them to be free to explore their surroundings. So far, the among system has helped to establish both theoretical and practical frameworks for social inclusion. However, the among system has received little attention because it is only used in private schools, which the community considers to be less legitimate. This study aims to investigate the why and how among system contributes to social inclusion. In-depth interviews, participatory observation, recording, and anecdotal notes were used to collect data, which was subsequently validated via triangulation. Data were then analyzed following the procedure introduced by Miles. Based on this analysis, the following important findings are highlighted: (a) the among system promotes Gender Equality and Social Inclusion (GESI), (b) the among system prioritizes the fulfillment of children’s rights to receive adequate education and development services over academic knowledge, and (c) the among system employs the humanism-constructivism paradigm (avoiding behaviorism). Practically, this foundation is manifested by the teacher by making friends with students based on the norms of politeness, respecting the child’s natural traits, and supervising the child in exercising his or her freedom (both freedom of thought, speech, and action). The findings of this study have significance for the necessity for the adoption of the among system in social studies course in order to develop social studies learning that is based on genuine experiences in a social environment (contextual). This study's findings also contribute to the development of core concepts for implementing the Fun School Movement, culture-based schools, and schools for children with special needs.Sistem among merupakan suatu model pengajaran yang khas perguruan Tamansiswa. Model pengajaran tersebut termasuk dalam rumpun model pengajaran non direktif. Dalam praktiknya, sistem among didasarkan kepada falsafah dan keyakinan Tamansiswa tentang perkembangan pengetahuan dan budi pekerti pelajar, agar mereka merdeka dalam mengenal dunianya. Selama ini, sistem among menyumbang kerangka teoretik maupun praktik terhadap pembangunan inklusi sosial. Namun sampai saat ini sistem among kurang diteliti karena hanya terselenggara di sekolah swasta yang oleh masyarakat dianggap kurang bonafit. Riset ini berusaha menelaah mengapa dan bagaimana kontribusi sistem among terhadap inklusi sosial secara detail dan mendalam. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan catatan anekdot, kemudian divalidasi melalui triangulasi. Data yang sahih dianalisis mengikuti prosedur yang diperkenalkan Miles. Berdasarkan analisis tersebut, riset ini menyoroti temuan penting berikut: (a) sistem among mempromosikan Gender Equality and Social Inclusion (GESI), (b) alih-alih memprioritaskan pengetahuan akademik, sistem among memprioritaskan pemenuhan hak anak untuk mendapat layanan pendidikan yang layak dan pengembangan budi pekerti, dan (c) sistem among menggunakan paradigma humanisme-konstruktivisme (menghindari pola-pola behavioristik). Secara praktis, landasan tersebut dimanifestasikan guru dengan menjalin pertemanan dengan siswa berdasarkan norma kesopanan, menghormati kodrat alamiah anak, dan mengawasi anak dalam menggunakan kebebasannya (baik kebebasan berpikir, berucap, maupun bertindak). Temuan riset ini berimplikasi kepada perlunya adopsi sistem among dalam pembelajaran IPS agar tercipta pembelajaran IPS berbasis pengalaman riil di lingkungan sosial (kontekstual). Temuan riset ini juga berkontribusi kepada penambahan dasar-dasar pelaksanaan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), sekolah berbasis kebudayaan, dan sekolah yang mendidik anak berkebutuhan khusus.
MENGGAUNGKAN WISATA PEDESAAN MELALUI KULINER YELLOW CHIPS PUMPKIN (YECHIPUM) KHAS DESA PADUSAN, MOJOKERTO Ronal Ridhoi; Rosyida Oktaviani; Jati Saputra Nuriansyah; Dhika Maha Putri
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i1p18-26

Abstract

ECHOING RURAL TOURISM THROUGH CULINARY YELLOW CHIPS PUMPKIN (YECHIPUM) TYPICAL OF PADUSAN VILLAGE, MOJOKERTOPumpkin can be used as a basic ingredient for making typical village culinary in the form of cookies. However, pumpkin has not been used optimally by rural communities as a traditional regional culinary product, in this case, Padusan Village, Mojokerto Regency. This paper aims to: (1) provide education on the potential utilization of pumpkin as the main raw material for Padusan special culinary; (2) developing an innovative micro business at Padusan Village; (3) provide information on how unique and attractive branding is. By using the training method, this paper tries to help and assist the residents of Padusan Village to take advantage of the opportunity to create a culinary industry made from pumpkin. In this study, pumpkin is processed into dry cookies called Yechipum, an acronym for Yellow Chips Pumpkin. After conducting training and practice with culinary practitioners, it can be concluded that Yechipum can be a typical souvenir of Padusan Village as a culinary support for rural tourism. In addition, the branding that has been made also has a novelty that can produce HKI for Padusan Village and also State University of Malang.Labu kuning dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kuliner khas desa dalam bentuk cookies. Meski demikian, labu kuning belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat pedesaan sebagai produk kuliner tradisional khas daerah, dalam hal ini yaitu Desa Padusan Kabupaten Mojokerto. Tulisan ini bertujuan untuk: (1) memberikan edukasi pemanfaatan potensi labu kuning sebagai bahan baku utama kuliner khas Padusan; (2) mengembangkan bibit-bibit UMKM baru di Desa Padusan yang inovatif; (3) memberikan informasi bagaimana branding yang unik dan menarik. Dengan menggunakan metode pelatihan, tulisan ini berusaha membantu dan mendampingi warga Desa Padusan memanfaatkan peluang untuk membuat industri kuliner berbahan dasar labu kuning. Dalam kajian ini, labu kuning diproses menjadi cookies kering yang diberi nama Yechipum, akronim dari Yellow Chips Pumpkin. Setelah melakukan pelatihan dan praktik bersama praktisi kuliner, dapat disimpulkan bahwa Yechipum bisa menjadi oleh-oleh khas Desa Padusan sebagai kuliner penunjang wisata pedesaan. Selain itu, branding yang telah dibuat juga mempunyai novelty yang dapat menghasilkan HKI untuk Desa Padusan dan Universitas Negeri Malang.
COSPLAY SEJARAH: PEMBELAJARAN KREATIF SEJARAH BERBASIS TEKNOLOGI Michael Aprillino Fernandes; Siti Khusnul Khotimah; Azriel Hudansyah Putra
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i1p53-57

Abstract

HISTORICAL COSPLAY: TECHNOLOGY-BASED CREATIVE LEARNING OF HISTORYCosplay can be said to have become one of the trends among teenagers today, especially for those who really like Japanese anime. In cosplay, usually someone will imitate the way they dress and the style of their favorite anime characters. That's why it is very good to be used in developing history learning in schools. This is because the use of cosplay in history learning is in accordance with the socio-drama that also exists in history learning in schools. However, in this learning, students will produce learning products in the form of photos or cosplay videos with historical themes. So that students are also required to learn and use information technology in order to produce good and good photos or videos.Cosplay dapat dikatakan telah menjadi salah satu tren di kalangan anak remaja sekarang ini, khususnya bagi mereka yang sangatlah menyukai anime-anime Jepang. Dalam cosplay biasanya seseorang akan menirukan cara berpakaian serta gaya dari tokoh-tokoh anime yang menjadi favorit mereka. Oleh sebab itu, hal ini sangatlah baik untuk digunakan dalam mengembangkan pembelajaran sejarah di sekolah. Dikarenakan, penggunaan cosplay dalam pembelajaran sejarah sesuai dengan sosio-drama yang juga ada dalam pembelajaran sejarah di sekolah. Namun dalam pembelajaran ini, siswa akan menghasilkan produk pembelajaran berupa foto  atau video cosplay bertemakan sejarah. Sehingga siswa juga diharuskan untuk mempelajari dan menggunakan teknologi informasi agar menghasilkan foto atau video yang bagus dan baik.
PEMBUATAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS PROJECT DENGAN HYBRID LEARNING UNTUK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Sumarmi Sumarmi; Neni Wahyuningtyas; Alfyananda Kurnia Putra; Tuti Mutia; Bayu Wijayanto
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i1p1-9

Abstract

PROJECT-BASED STUDENTS WORKSHEET TO ENHANCE STUDENTS' PANCASILA PROFILE IN HYBRID LEARNINGThe COVID-19 pandemic has had a changing impact on various aspects of life. One of them is the aspect of education which so far tends to be carried out in a conventional classical manner, which must develop towards digitalization. Therefore, this article discusses community service with the aim of improving the skills of teachers in schools under the auspices of YPK East Java in making project-based worksheets with hybrid learning to strengthen the profile of Pancasila students. The method adopted is empowerment through training and mentoring for teachers in schools under the auspices of YPK East Java with three stages namely preparation, implementation and follow-up. Based on an analytical study, the results of community service activities showed a positive impact on improving the skills of teachers in schools under the auspices of YPK East Java in making project-based worksheets with hybrid learning. Thus, teachers in schools have skills in implementing learning that is able to support strengthening the profile of Pancasila students.Pandemi COVID-19 memberikan dampak perubahan pada berbagai aspek kehidupan. Salah satunya yaitu aspek pendidikan yang selama ini cenderung dilaksanakan secara klasikal konvensional harus berkembang ke arah digitalisasi. Oleh karena itu, artikel ini membahas tentang pengabdian masyarakat dengan tujuan meningkatkan keterampilan guru-guru di sekolah yang ada di bawah naungan YPK Jatim dalam pembuatan LKPD berbasis project dengan hybrid learning untuk penguatan profil pelajar Pancasila. Metode yang ditempuh yaitu pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan pada guru-guru di sekolah yang ada di bawah naungan YPK Jatim dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Berdasarkan kajian analisis, hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan dampak positif pada peningkatan keterampilan guru di sekolah yang ada dibawah naungan YPK Jatim dalam membuat LKPD berbasis project dengan hybrid learning. Sehingga, guru di sekolah mempunyai ketrampilan dalam mengimplementasikan pembelajaran yang mampu mendukung penguatan profil pelajar Pancasila.
PEMBELAJARAN SEJARAH THINKING LIKE A HISTORIAN: CRITICAL READING, MIND-MAP, DAN CREATIVE WRITING Mahrus Afandi
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i1p58-64

Abstract

LEARNING HISTORY THINKING LIKE A HISTORIAN: CRITICAL READING, MIND-MAP, AND CREATIVE WRITINGThe study of history should not rely on only one source or one authoritative narrative. The nature of history which necessitates a postulate that once a historical event is written, it immediately becomes something subjective. It is certain that a written historical event is absolutely influenced by the subjectivity of the author. Therefore, history learning does not require a single narrative. History learning must provide opportunities for students to practice historical thinking skills that contain sensitivity to the multiple causes of events, empathy toward an event investigated, and sensitivity to change and continuity. This article attempts to offer a history learning model that facilitates students to master historical thinking skills by using activities such as critical reading, mind-map making, and creative writing.Pembelajaran sejarah tidak seharusnya hanya mengandalkan satu sumber atau satu narasi yang dianggap otoritatif. Sifat dasar sejarah yang meniscayakan adanya ketetapan bahwa ketika suatu peristiwa sejarah ditulis, maka seketika itu pula menjadi sesuatu yang subjektif, karena dipastikan penulisan peristiwa sejarah tersebut sedikit-banyak dipengaruhi oleh subjektivitas penulisnya, itu tidak menghendaki adanya narasi tunggal. Oleh karena itu, pembelajaran sejarah harus disertai dengan upaya untuk menghadirkan kesempatan bagi peserta didik untuk melatih kemampuan berpikir kesejarahan yang mengandung sensitivitas terhadap multi penyebab dari suatu peristiwa, empati terhadap konteks peristiwa yang sedang dikaji, sensitivitas terhadap perubahan, dan keberlanjutan. Artikel ini mencoba untuk menawarkan model pembelajaran sejarah yang memfasilitasi peserta didik untuk menguasai kemampuan berpikir kesejarahan dengan memakai kegiatan seperti critical reading, pembuatan mind-map, dan creative writing.
ADAPTASI PENDIDIKAN ERA 4.0: COVID-19 MOMENTUM MENGKONSTRUKSI SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA Adinda Maharani; Rahmat Hardian Putra
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i1p27-34

Abstract

ADAPTATION TO EDUCATION ERA 4.0: COVID-19 MOMENTUM FOR CONSTRUCTING THE EDUCATION SYSTEM IN INDONESIAThe world of education has become one of the sectors created due to the COVID-19 pandemic, ranging from basic education to higher education. This situation causes a digital-based distance learning system by utilizing advanced technology. This is certainly one of the right moments for the implementation of education in the 4.0 era. However, what is interesting is that when the COVID-19 pandemic situation began to develop, various online courses provided by various educational institutions and communities aimed at improving their life skills. Of course, this becomes interesting because of the construction of the education system in Indonesia which focuses more on the cognitive aspect alone. This study uses a literature review by analyzing the construction of the education system in Indonesia with the adaptation of education in the 4.0 era. The research findings show that the phenomenon of the development of the education system and the education community shows a significant increase in interest. The online program is a form of training and support for young people to continue to develop their skills and mindset as high as possible so that they can build their confidence and potential. It can be said that the construction of education by directing the need to increase life skills will become a form of community development effort.Dunia pendidikan menjadi salah satu sektor yang terdampak karena adanya pandemi COVID-19, mulai dari pendidikan dasar hingga level perguruan tinggi. Situasi ini menyebabkan sistem pembelajaran dituntut melaksanakan pembelajaran jarak jauh berbasis digital dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Hal ini tentu menjadi salah satu momentum adaptasi terlaksananya pendidikan di era 4.0. Namun, yang menarik adalah saat pandemi COVID-19 ini banyak berkembang berbagai kursus online yang disediakan berbagai institusi maupun komunitas pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan life skill mereka. Tentu ini menjadi menarik karena adanya konstruksi mengenai sistem pendidikan di Indonesia yang lebih menekankan aspek kognitif semata. Penelitian ini menggunakan kajian literatur dengan menganalisis konstruksi sistem pendidikan di Indonesia dikaitkan dengan adaptasi pendidikan era 4.0. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, fenomena berkembangnya kursus online banyak diselenggarakan institusi pendidikan maupun komunitas pendidikan menunjukkan peningkatan minat yang signifikan. Program kursus online menjadi bentuk pelatihan dan upaya dukungan bagi para generasi muda untuk terus mengembangkan keterampilan dan pola pikir mereka ke tingkat setinggi mungkin sehingga mereka dapat membangun kepercayaan diri dan potensi mereka. Dapat disimpulkan bahwa adanya konstruksi pendidikan dengan mengarahkan pada peningkatan kebutuhan akan peningkatan life skill menjadi bentuk upaya pembangunan masyarakat.
PERAN ILMU SOSIOLOGI DALAM MEMAHAMI FENOMENA MUDIK LEBARAN TAHUN 2022 Clarisa Julian Kale; Fiqhi Maulana Abi; Fortranica Clarissa Anggi Chasmala; Nadiva Nisa Sujarwo
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i1p65-72

Abstract

THE ROLE OF SOCIOLOGY IN UNDERSTANDING THE EID HOMECOMING PHENOMENON IN 2022Eid al-Fitr is a big celebration for muslims. The celebration is held after muslims fast for one full month in the month of Ramadan. The celebration of Eid al-Fitr or can be called lebaran, is usually celebrated with family and other relatives gathering. For urban people, most of whom are foreigners, the most awaited moment of Eid is going home. Homecoming is a tradition in which a person travels back to his hometown to celebrate Eid al-Fitr. The purpose of writing this article is to explore the relationship between the role of sociology and the lebaran homecoming phenomenon in 2022. The writing of this article uses the literature review method which is realized in the form of analyzing several journal articles. The results of writing this article are, according to sociologists, the desire of humans or individuals to gather with their extended family during important events is a basic need for humans, which of course humans will naturally have bonds with their families. Homecoming will also strengthen the organic solidarity of the community, where when people before and after the holiday are sometimes busy with their respective affairs, they can forget the relationship between each other. So it can be concluded that going home if viewed with the science of sociology is an activity in which it will encourage social interaction between individuals and the community which will also encourage the establishment of organic solidarity.Hari raya Idul Fitri merupakan perayaan besar bagi umat muslim. Perayaan tersebut dilaksanakan setelah umat muslim melakukan puasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Perayaan idul fitri atau bisa disebut dengan lebaran, biasanya dirayakan dengan berkumpul keluarga dan sanak saudara lainnya. Bagi orang perkotaan yang kebanyakan dari mereka merupakan orang perantauan, momen lebaran yang ditunggu-tunggu adalah mudik. Mudik menjadi sebuah tradisi dimana seseorang melakukan perjalanan pulang ke kampung halamannya untuk merayakan hari raya Idul Fitri. Tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk menggali hubungan antara peran ilmu sosiologi dengan adanya fenomena mudik lebaran tahun 2022. Penulisan artikel ini menggunakan metode literature review yang diwujudkan dalam bentuk penganalisisan beberapa artikel jurnal. Hasil dari penulisan artikel ini yaitu, menurut para ahli sosiolog, keinginan manusia atau individu untuk berkumpul bersama keluarga besarnya disaat acara-acara penting merupakan suatu kebutuhan dasar bagi manusia, tentu saja manusia secara alamiah akan memiliki ikatan dengan keluarganya. Mudik juga akan menguatkan solidaritas organik masyarakat ketika masyarakat sebelum dan sesudah hari raya kadang sibuk dengan urusan masing-masing yang bisa saling melupakan silaturahmi antar sesama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mudik jika dipandang dengan ilmu sosiologi merupakan suatu kegiatan yang didalamnya akan mendorong terjadinya interaksi sosial antar individu dan masyarakat yang juga akan mendorong terjalinnya solidaritas organik.

Page 1 of 1 | Total Record : 10