cover
Contact Name
Bramantyo Adi Nugroho
Contact Email
bramantyo.adi.n@gmail.com
Phone
+6285246990880
Journal Mail Official
jurnal.riset.pembangunan@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No. 126 RT. 10 Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Riset Pembangunan : Media Hasil Penelitian dan Kajian Pembangunan Daerah
ISSN : 26543710     EISSN : 26547872     DOI : https://doi.org/10.36087
JRP memuat informasi di bidang pembangunan daerah berupa hasil riset orisinil, artikel ulasan ilmiah, studi kasus yang meliputi bidang: 1. Pemerintahan 2. Pemberdayaan Masyarakat 3. Kependudukan 4. Ekonomi dan Keuangan Daerah 5. Pengembangan Wilayah, Fisik dan Prasarana
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2020)" : 5 Documents clear
EVALUASI KELAYAKAN EKONOMI PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL TRANS SUMATERA RUAS BAKAUHENI – TERBANGGI BESAR MELALUI COST BENEFIT ANALYSIS Windy Mitasari; Doddy Aditya Iskandar
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v3i1.71

Abstract

ABSTRAK  Proyek Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni – Terbanggi Besar merupakan proyek yang tidak layak secara finansial namun layak secara ekonomi. Proyek Jalan Tol Trans Sumatera di ruas Bakahueni – Terbanggi Besar resmi dimulai pembangunannya pada tanggal 30 April 2015 dan telah diresmikan penggunaannya secara penuh pada tanggal 8 Maret 2019. Proyek ini memiliki asumsi Internal Rate of Return 11,80% dengan struktur pemodalan dan komposisi pinjaman dan ekuitas sebesar 48%:52%, termasuk porsi ekuitas proyek ini diperoleh dari Penyertaan Modal Negara dan porsi pinjaman dijamin oleh Pemerintah. Penelitian dilakukan dengan metode perbandingan manfaat dengan biaya (Benefit Cost Ratio) dan bertujuan melakukan evaluasi kelayakan ekonomi proyek Bakauheni – Terbanggi Besar. Biaya yang digunakan adalah biaya proyek dan biaya lingkungan sebagai bentuk eksternalitas negatif proyek ini sedangkan manfaat yang dihitung berdasarkan manfaat yang diperoleh pengguna jalan tol tersebut. Biaya total dari proyek ini adalah Rp 27,93 Triliun dan manfaat nya sebesar Rp. 31,43 Triliun sehingga BCR sebesar 1,13. Dilihat dari nilai BCR, Proyek ini merupakan proyek yang layak secara ekonomi..Kata kunci: Evaluasi, Infrastruktur, Jalan Tol Trans Sumatera, Ekonomi, Kelayakan ABSTRACTThe Trans Sumatra Toll Road Project for the Bakauheni - Terbanggi Besar section is a project that is not financially feasible but economically feasible. The Trans Sumatra Toll Road Project in the Bakahueni - Terbanggi Besar section officially began construction on April 30, 2015 and was fully inaugurated on March 8, 2019. This project assumes an Internal Rate of Return 11.80% with a capital structure and loan composition and 48%: 52% equity, including the portion of the project equity obtained from the State Equity Participation and the portion of the loan guaranteed by the Government.The research was conducted using the Benefit Cost Ratio method and aims to evaluate the economic feasibility of the Bakauheni - Terbanggi Besar project. The costs used are project costs and environmental costs as a form of negative externalities of this project, while the benefits are calculated based on the benefits obtained by the toll road users. The total cost of this project is IDR 27.93 trillion and the benefits are IDR. 31.43 trillion so that the BCR is 1.13. Judging from the BCR value, this project is an economically viable project.Keywords: Evaluation, Infrastructure, Trans Sumatra Toll Road, Economy, Feasibility
EVALUASI KEBIJAKAN PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN MELALUI PROGRAM DESA PEREMPUAN INDONESIA MAJU MANDIRI (PRIMA) DI KELURAHAN LOK BAHU KECAMATAN SUNGAI KUNJANG KOTA SAMARINDA Ratih Fenty Anggriani Bintoro; Abdullah Karim; Enos Paselle
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v3i1.65

Abstract

ABSTRAKHasil Susenas Tahun 2010 menunjukkan bahwa jumlah penduduk laki laki sebesar 50,17 persen, sedangkan perempuan sebesar 49,83 persen.  Walaupun jumlahnya hampir seimbang, namun fakta empiris menunjukkan bahwa kualitas hidup perempuan masih lebih rendah daripada kaum laki-laki.  Perempuan mengalami ketertinggalan dalam banyak hal, salah satunya ketertinggalan dalam aspek ekonomi.  Berbagai upaya dalam menyelesaikan ketertinggalan tersebut telah dilakukan oleh berbagai pihak contohnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan melalui program Desa Perempuan Indonesia Maju Mandiri (PRIMA).  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui program Desa Perempuan Indonesia Maju Mandiri (PRIMA) di Kelurahan Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda dengan fokus penelitian pada aspek relevansi, efektivitas serta keberlanjutan program.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi (mixed methods) untuk mendapatkan deskripsi yang mendalam tentang pelaksanaan program Desa PRIMA di Kelurahan Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan progam tersebut. Data didapatkan melalui penyebaran kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Desa PRIMA memenuhi kriteria relevansi (relevan dengan kebutuhan perempuan), efektivitas (ketepatan sasaran program dan pencapaian tujuan program khususnya untuk peningkatan keterampilan manajemen usaha serta peningkatan pendapatan) dan keberlanjutan (layak untuk dilanjutkan).  Namun program ini tidak memenuhi kriteria efektivitas peningkatan kesejahteraan keluarga.  Faktor yang mendukung pelaksanaan Desa PRIMA adalah dukungan kondisi lingkungan, hubungan antar organisasi serta sumber daya manusia.  Sedangkan yang menghambat adalah sumber daya finansial (anggaran).  Rekomendasi yang dapat diberikan adalah perlunya pemetaan kebutuhan materi pelatihan, perlunya peningkatan motivasi kewirausahaan dan pembangunan jejaring antar pelaku usaha serta komitmen anggaran untuk keberlanjutan program.Kata kunci: Pemberdayaan Perempuan, Desa PRIMA, Samarinda. ABSTRACTThe results of SUSENAS 2010 show that the total male population is 50,17 %, while the female population is 49,83 %.  Although the numbers are almost equal, empirical facts show that the quality of life for women is still lower than men.  Women are left behind in many ways, for example in economic aspect.  Various parties have made various efforts to resolve this gap, for example the Ministry of Women’s Empowerment through PRIMA Village program.  This study aims to evaluate the implementation of women's economic empowerment policies through PRIMA Village program in Lok Bahu Village, Sungai Kunjang Subdistrict, Samarinda City, with a research focus on aspects of relevance, effectiveness and sustainability of the program.  This study uses mixed methods in order to get description about the implementation of the PRIMA Village program and also the supporting and inhibiting factors for the implementation of the program.  Data obtained through questionnaires, interviews, observation and documentation. The results show that the PRIMA Village program meets the criteria of relevance (relevant to the needs of women), effectiveness (accuracy of program goals and achievement of program objectives specifically for improving business management skills and increasing income) and sustainability (worth continuing).  However, this program does not meet the effectiveness criteria for improving family welfare.  The supporting factors of the implementation of PRIMA Village are the support of environmental conditions, relations between organizations and human resources.  Whereas the obstacle is financial resources (budget).  Recommendations that can be given are the need to map training material needs, the need to increase entrepreneurial motivation and build networks among business actors as well as a budget commitment for program sustainability.Keywords : Women’s Empowerment, PRIMA Village, Samarinda.
ANALISIS PENAMBAHAN ABU CANGKANG SAWIT PADA CAMPURAN LAPIS ASPAL BETON (LASTON) Musrifah Tohir; Findia Findia
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v3i1.69

Abstract

ABSTRAKLimbah adalah kotoran atau buangan yang merupakan komponen pencemaran yang terdiri dari zat atau bahan yang tidak mempunyai kegunaan lagi bagi masyarakat. Penambahan abu cangkang kelapa sawit pada campuran lapis aspal beton di penelitian ini merupakan salah satu upaya pemanfaatan limbah dari produksi minyak kelapa sawit (MKS) agar limbah yang dihasilkan seminimal mungkin hasil produksinta tanpa limbah. Tujuan adalah untuk mengetahui nilai kekuatan (stability) dan keawetan (durability) pada campuran lapis aspal beton (Laston). Hasil uji stabilitas (kekuatan) penambahan abu cangkang sawit rata-rata 5 % = 957,52 Kg, 10 % = 1.599,37 Kg, 20 % = 1.498,98 Kg, 30 % = 803,28 Kg dan 40 % = 888,40 Kg.. Nilai uji durabilitas (keawetan) penambahan abu cangkang sawit rata-rata 5 % = 71,84 %, 10 % = 74,44 %, 20 % = 107,12 %, 30 % = 77,18 % dan 40 % = 84,81 KgKata kunci: Abu Cangkang Sawit, Stabilitas, Durabilitas, Laston ABSTRACTWaste is dirt or waste which is a component of pollution consisting of substances or materials that no longer have any use for society. The addition of oil palm shell ash to the concrete asphalt layer mixture in this study is an effort to use waste from palm oil production (MKS) so that the resulting waste is as minimal as possible without waste. The aim is to determine the value of the strength (stability) and durability (durability) of the mixture of asphalt concrete (Laston). The results of the stability test (strength) of the addition of palm shell ash with an average of 5% = 957.52 Kg, 10% = 1,599.37 Kg, 20% = 1,498.98 Kg, 30% = 803.28 Kg and 40% = 888, 40 Kg.  The value of durability test (durability) for the addition of palm shell ash on average 5% = 71.84%, 10% = 74.44%, 20% = 107.12%, 30% = 77.18% and 40% = 84.81 KgKeywords: Palm Shell Ash, Stability, Durability, Laston
STUDY OF BIRD POPULATION OCCUPATION (ARDEIDAE FAMILY) AT PERTAMINA HULU MAHAKAM PLATFORM AREA, MAHAKAM DELTA Chandra Boer; Arie Prasetya; Rita Diana
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v3i1.66

Abstract

ABSTRAKPeningkatan populasi burung famili Ardeidae yang tidak terkendali di wilayah pesisir Delta Mahakam di dalam area konsesi Pertamina Hulu Mahakam, merupakan salah satu permasalahan yang terkait dengan degradasi hutan mangrove. Hal ini karena kelompok burung ini tidak memiliki tempat yang memadai untuk bertengger atau beristirahat di malam hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi Peron yang sepi pada siang hari dan hangat pada malam hari menyebabkan kelompok burung dari family Ardeidae mengokupasi Peron tersebut. Sebagaimana direkomendasikan dalam penelitian sebelumnya diperlukan pemulihan habitat secara integral dengan penanaman vegetasi mangrove di wilayah tersebut.  Selain pada wilayah mangrove alami yang ada perlu dipersiapkan tempat bersarang buatan yang memadai, setelah burung-burung tersebut dihalau menjauh dari area Peron (GTS Ax).Kata kunci: Famili Ardeidae; Jenis-jenis burung; Mangrove; Delta Mahakam ABSTRACT One of the problems related to mangrove forest degradation is the uncontrolled increase in the Ardeidae family bird population in the coastal area of the Mahakam Delta within the Pertamina Hulu Mahakam concession area. These birds do not have adequate places at night to perch or rest. The results revealed that the quiet state of the platform during the day and the warmth at night encouraged birds from the family of Ardeidae to occupy the platform. Habitat restoration is integrally needed by planting mangrove vegetation in the region, as recommended in previous research. After the birds are forced away from the Platform (GTS Ax) area, the existing natural mangrove areas must be prepared with appropriate artificial nesting sites.Keywords: Ardeidae family; Bird species; Mangrove; Mahakam Delta
ARAHAN KETERPADUAN PEMANFAATAN DAN PENGENDALIAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN PADA LINTAS DAERAH KABUPATEN/KOTA Mohtana Kharisma Kadri; Faisal Faisal
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v3i1.70

Abstract

ABSTRAKAglomerasi suatu kawasan sering kali disebabkan adanya konurbasi suatu wilayah dengan dipengaruhi adanya perkembangan kawasan perumahan dan permukiman dalam suatu wilayah sehingga perlu adanya arahan terkait pemanfaatan lahan dan pengendalian pembangunan perumahan dan kawasan permukiman khususnya yang berada pada kawasan lintas daerah kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Timur. Adapun tujuannya dari penelitian ini adalah agar tidak terjadi perbedaan konsep pengembangan ruang perkotaan dan permukiman pada daerah lintas kabupaten/kota tersebut, dan keterpaduan rencana pemanfaatan dan pengendalian yang lebih detail dapat terwujud yakni perumahan dan kawasan permukiman yang berkualitas dan berkelanjutan. Adapun metode yang digunakan adalah metode diskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan bersumber dari data-data sekunder dan data primer. Adapun arahan keterpaduan pemanfaatan dan pengendalian pembangunan perumahan dan kawasan permukiman pada lintas daerah kabupaten/kota diatur dalam sebuah peraturan zonasi yang terbagi atas dua peruntukan yaitu kawasan peruntukan permukiman perkotaan dan kawasan peruntukan permukiman perdesaan. Pada masing-masing peraturan tersebut mengatur terkait perijinan pengembangan perumahan, intensitas bangunan, Sarana dan prasarana pendukung dan moda sarana angkutan masal, pengembangan Fasilitas Lainnya dan Larangan pengembangan lahan.Kata kunci: Aglomerasi, Konurbasi, Perumahan permukiman lintas daerah.ABSTRACTAgglomeration of an area is often caused by the conurbation of an area which is influenced by the development of housing and settlement areas in an area so that there is a need for directions related to land use and control of housing development and settlement areas, especially those in cross-district / municipal areas in Kalimantan Province. East. The purpose of this research is that there is no difference in the concept of urban spatial development and settlements in the cross-regency / municipal area, and that more detailed utilization and control plans can be realized, namely quality and sustainable housing and settlement areas. The method used is descriptive qualitative and quantitative methods, sourced from secondary data and primary data. The directions for the integrated use and control of housing development and settlement areas across regencies / municipalities are regulated in a zoning regulation which is divided into two designations, namely areas designated for urban settlements and areas designated for rural settlements. Each of these regulations regulates housing development licensing, building intensity, supporting facilities and infrastructure and mass transportation modes, development of other facilities and prohibition of land development.Keywords: Agglomeration, Conurbation and Housing Inter-regional settlements.

Page 1 of 1 | Total Record : 5