cover
Contact Name
Sri Haryanto
Contact Email
manarulquran@unsiq.ac.id
Phone
+62286-321873
Journal Mail Official
manarulquran@unsiq.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Kalibeber Km. 03 Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam
ISSN : 14127075     EISSN : 26154811     DOI : https://doi.org/10.32699/mq
Core Subject : Religion,
Manarul Quran adalah terbitan berkala ilmiah dengan nomor ISSN 1412-7075 (print), 2615-4811 (online) yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo, jurnal ini terbit sejak tahun 2001. Manarul Quran merupakan wahana desiminasi hasil riset dan kajian studi islam dengan fokus pada kajian dan hasil riset tentang Islamic Culture, Islamic Studies, Gender Studies. Al-Quran Studies, Islam and Science Integration, dan Al-Quran and Science Integration.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 24 No 2 (2024): Desember" : 8 Documents clear
BUNGA BANK STUDI PEMIKIRAN TAFSIR KONTEKSTUAL ABDULLAH SAEED Husna, Annisaul; Khanifa, Nurma Khusna
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 24 No 2 (2024): Desember
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v25i2.7809

Abstract

Perdebatan bunga bank termasuk ribā atau bukan membawa dampak pada perkembangan metode hukum dan corak pandangan pemikir muslim dalam melihat hukum ribā. Seperti halnya penafsiran Abdullah Saeed tentang bunga. Untuk menjawab pemikiran Abdullah Saeed, dalam artikel ini penulis menggunakan pendekatan dan teori historis, filosofis dan hermeneutis. Hasil Penelitiannya ialah corak tafsir Saeed dipengaruhi oleh Fazlur Rahman, bahkan Abdullah Saeed dikenal sebagai seorang Rahmanian. Hal ini disebabkan beliau menyempurnakan dan meneruskan metodologi tafsir Rahman. Salah satu metode yang digunakan Saedd dalam melihat bunga bank dan ribā tidak lain tafsir kontekstual. Hasil penelitian ini ialah Abdullah Saeed menghukumi bunga bank didasari dengan ijtihad dalam memahami historisitas ayat-ayat tentang ribā dalam Al-Qur`an (al-Rum ayat 39, an-Nisa` Ayat 160-161, Ali `Imran Ayat 130 dan al-Baqarah ayat 275-280). Pendekatan kontekstual yang digunakan Abdullah Saeed menyuguhkan mengenai pembahasan ayat ethico-legal dengan menggunakan ijtihad context-based ijtihad dengan menghubungkan teks pelarangan ribā dengan konteks sosio-historisnya. Menurut Saeed bunga bank berbeda dari ribā bahkan setuju dengan bunga bank, hal ini didasari oleh `illah dan ḥikmah yang mengarah pada konteks moral dimana tidak adanya unsur mengeksploitasi dan tidak melibatkan unsur ketidakadilan seperti apa yang pernah terjadi semasa pra-Islam saat itu.
Revolusi Digital dalam Studi Al-Qur’an: Menggali Wawasan Baru dengan Artificial Intelligence (AI) Putra, Deden Juansa
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 24 No 2 (2024): Desember
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v25i2.8001

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, AI) dan teknologi digital dalam mengubah metode dan pendekatan studi Al-Qur'an di era modern. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur, penelitian ini mengkaji penerapan AI dalam pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing, NLP), analisis big data, serta pembelajaran mesin dalam konteks tafsir Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mampu meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam analisis teks, memahami korelasi antar ayat, serta menawarkan tafsir yang lebih kontekstual. Selain itu, AI berpotensi memfasilitasi keterlibatan publik yang lebih luas dalam studi Al-Qur'an melalui akses digital yang lebih mudah dan alat analisis yang canggih. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan etis dan teologis dalam penggunaan AI, terutama terkait dengan validitas penafsiran yang dihasilkan oleh mesin serta potensi pengurangan otoritas ulama dalam proses penafsiran teks suci. Oleh karena itu, penerapan AI dalam studi Al-Qur'an harus dilakukan secara bijak, dengan memperhatikan kaidah keilmuan dan nilai-nilai etika dalam kajian Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi digital dan AI memiliki potensi besar dalam memajukan studi Al-Qur'an di masa depan, dengan tetap menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan pelestarian tradisi tafsir yang autentik. Perkembangan teknologi di bidang keislaman akan terus memainkan peran penting, memperkaya wawasan dan pemahaman umat Muslim terhadap Al-Qur'an di era digital yang semakin berkembang.
SAHABAT NABI DALAM PANDANGAN TAFSIR AL-QUMMI Pratomo, Hilmy
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 24 No 2 (2024): Desember
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v25i2.8070

Abstract

ABSTRACT The background of this research is based on the importance of understanding the interpretation of the Prophet's friend in tafsir literature to enrich insight into the development of tafsirs in Islamic tradition, especially in the Shia context. The most famous of the Shiites is Abu al-Hasan Ali bin Ibrahim al-Qummi. This study aims to examine the views of Prophet Muhammad's friend in Tafsir al-Qummi. The research methods used are qualitative methods with a descriptive-analytic approach. Data was collected through library studies of Tafsir al-Qummi's texts as well as other relevant supporting literature. The analysis is done by identifying and categorizing the verses of the Qur'an that represent the views presented by al-Qummi about the Prophet Muhammad. The results of the research show that the Tafsir al-Kummi gives a specific and sometimes controversial view of some Prophet Mohammed friends. Al-Qommi often quotes the hadiths of the Shia priests, especially his own father to support his interpretation. Some friends were praised for their loyalty and contributions to Islam, while others were criticized for acts or views that were considered to deviate from the teachings of the Prophet. The conclusion of this study is that al-Qummi's interpretation reflects a typical theological perspective of the Shiite tradition on Prophet Muhammad's friend. This research has made an important contribution to understanding the dynamics of Prophet's friends' interpretation in Tafsir literature and highlights the differences between Shiite and Sunni interpretations. These findings are expected to be a reference for further research in the field of interpretation. Keywords: Companions of the Prophet, Syiah and Tafsir al-Qummi ABSTRAK Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya memahami interpretasi sahabat Nabi dalam literatur tafsir untuk memperkaya wawasan tentang perkembangan tafsir dalam tradisi Islam, khususnya dalam konteks Syiah. Kitab tafsir yang masyhur di kalangan Syiah adalah Tafsir al-Qummi karya Abu al-Hasan Ali bin Ibrahim al-Qummi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan terhadap sahabat Nabi Muhammad dalam Tafsir al-Qummi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap teks Tafsir al-Qummi serta literatur pendukung lainnya yang relevan. Analisis dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan mengkategorikan ayat al-Qur’an yang merepresentasikan pandangan-pandangan yang disampaikan oleh al-Qummi mengenai sahabat Nabi Muhammad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Al-Qummi memberikan pandangan yang spesifik dan terkadang kontroversial mengenai beberapa sahabat Nabi Muhammad. Al-Qummi sering mengutip hadis-hadis dari para Imam Syiah, terutama ayahnya sendiri untuk mendukung interpretasinya. Beberapa sahabat dipuji karena kesetiaan dan kontribusinya terhadap Islam, sementara yang lain dikritik karena tindakan atau pandangan yang dianggap menyimpang dari ajaran Nabi. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa tafsir al-Qummi mencerminkan perspektif teologis yang khas dari tradisi Syiah terhadap sahabat Nabi Muhammad. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika interpretasi sahabat Nabi dalam literatur tafsir dan menyoroti perbedaan pandangan antara tafsir Syiah dan Sunni. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dalam bidang studi tafsir. Kata Kunci: Sahabat Nabi, Syiah dan Tafsir al-Qummi
TRANSFORMASI RELASI KYAI DAN SANTRI DALAM TRADISI PESANTREN ROHANI, ROHANI
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 24 No 2 (2024): Desember
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v25i2.8208

Abstract

Abtract: The pesantren is a traditional Islamic educational institution that has played a significant role in preserving Islamic values and Indonesian culture. In the pesantren tradition, the kyai not only serves as a teacher but also as a guide who instills life values. This study focuses on Pondok Pesantren Al-Iman Bulus Purworejo and aims to describe and analyze the factors influencing the transformation of the relationship between the kyai and santri in this pesantren. The approach used is qualitative-descriptive with a case study, involving interviews, observations, and documentation from various relevant parties. The findings of the study indicate that the transformation of this relationship is influenced by several key factors, such as access to technology, social and cultural changes, economic challenges, and the impact of globalization. As a result, the relationship between the kyai and santri has evolved into a more participatory, egalitarian, and dialogue-based one. The kyai is no longer seen as a sole authority, but more as a facilitator in an open and inclusive learning process. This study also affirms that Pondok Pesantren Al-Iman has been able to adapt to the changing times, maintaining the relevance of Islamic education in the modern era. Abstrak: Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional yang telah berperan penting dalam mempertahankan nilai-nilai keislaman dan budaya Indonesia. Dalam tradisi pesantren, kyai berperan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang menanamkan nilai-nilai kehidupan. Studi ini fokus pada Pondok Pesantren Al-Iman Bulus Purworejo, dan bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi transformasi relasi antara kyai dan santri di pesantren ini. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan studi kasus, yang melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi dari berbagai pihak terkait. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi hubungan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, seperti akses terhadap teknologi, perubahan sosial dan budaya, tantangan ekonomi, dan pengaruh globalisasi. Akibatnya, relasi antara kyai dan santri berkembang menjadi lebih partisipatif, egaliter, dan berbasis dialog. Kyai tidak lagi hanya dipandang sebagai otoritas tunggal, tetapi lebih sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran yang terbuka dan inklusif. Penelitian ini juga menegaskan bahwa pesantren Al-Iman mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, menjaga relevansi pendidikan Islam di era modern. Kata Kunci: Pesantren, relasi kyai dan santri, transformasi, interaksionisme simbolik, pendidikan Islam.
BUNGA BANK STUDI PEMIKIRAN TAFSIR KONTEKSTUAL ABDULLAH SAEED Husna, Annisaul; Khanifa, Nurma Khusna
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 24 No 2 (2024): Desember
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v25i2.7809

Abstract

Perdebatan bunga bank termasuk ribā atau bukan membawa dampak pada perkembangan metode hukum dan corak pandangan pemikir muslim dalam melihat hukum ribā. Seperti halnya penafsiran Abdullah Saeed tentang bunga. Untuk menjawab pemikiran Abdullah Saeed, dalam artikel ini penulis menggunakan pendekatan dan teori historis, filosofis dan hermeneutis. Hasil Penelitiannya ialah corak tafsir Saeed dipengaruhi oleh Fazlur Rahman, bahkan Abdullah Saeed dikenal sebagai seorang Rahmanian. Hal ini disebabkan beliau menyempurnakan dan meneruskan metodologi tafsir Rahman. Salah satu metode yang digunakan Saedd dalam melihat bunga bank dan ribā tidak lain tafsir kontekstual. Hasil penelitian ini ialah Abdullah Saeed menghukumi bunga bank didasari dengan ijtihad dalam memahami historisitas ayat-ayat tentang ribā dalam Al-Qur`an (al-Rum ayat 39, an-Nisa` Ayat 160-161, Ali `Imran Ayat 130 dan al-Baqarah ayat 275-280). Pendekatan kontekstual yang digunakan Abdullah Saeed menyuguhkan mengenai pembahasan ayat ethico-legal dengan menggunakan ijtihad context-based ijtihad dengan menghubungkan teks pelarangan ribā dengan konteks sosio-historisnya. Menurut Saeed bunga bank berbeda dari ribā bahkan setuju dengan bunga bank, hal ini didasari oleh `illah dan ḥikmah yang mengarah pada konteks moral dimana tidak adanya unsur mengeksploitasi dan tidak melibatkan unsur ketidakadilan seperti apa yang pernah terjadi semasa pra-Islam saat itu.
Revolusi Digital dalam Studi Al-Qur’an: Menggali Wawasan Baru dengan Artificial Intelligence (AI) Putra, Deden Juansa
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 24 No 2 (2024): Desember
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v25i2.8001

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, AI) dan teknologi digital dalam mengubah metode dan pendekatan studi Al-Qur'an di era modern. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur, penelitian ini mengkaji penerapan AI dalam pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing, NLP), analisis big data, serta pembelajaran mesin dalam konteks tafsir Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mampu meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam analisis teks, memahami korelasi antar ayat, serta menawarkan tafsir yang lebih kontekstual. Selain itu, AI berpotensi memfasilitasi keterlibatan publik yang lebih luas dalam studi Al-Qur'an melalui akses digital yang lebih mudah dan alat analisis yang canggih. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan etis dan teologis dalam penggunaan AI, terutama terkait dengan validitas penafsiran yang dihasilkan oleh mesin serta potensi pengurangan otoritas ulama dalam proses penafsiran teks suci. Oleh karena itu, penerapan AI dalam studi Al-Qur'an harus dilakukan secara bijak, dengan memperhatikan kaidah keilmuan dan nilai-nilai etika dalam kajian Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi digital dan AI memiliki potensi besar dalam memajukan studi Al-Qur'an di masa depan, dengan tetap menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan pelestarian tradisi tafsir yang autentik. Perkembangan teknologi di bidang keislaman akan terus memainkan peran penting, memperkaya wawasan dan pemahaman umat Muslim terhadap Al-Qur'an di era digital yang semakin berkembang.
SAHABAT NABI DALAM PANDANGAN TAFSIR AL-QUMMI Pratomo, Hilmy
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 24 No 2 (2024): Desember
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v25i2.8070

Abstract

ABSTRACT The background of this research is based on the importance of understanding the interpretation of the Prophet's friend in tafsir literature to enrich insight into the development of tafsirs in Islamic tradition, especially in the Shia context. The most famous of the Shiites is Abu al-Hasan Ali bin Ibrahim al-Qummi. This study aims to examine the views of Prophet Muhammad's friend in Tafsir al-Qummi. The research methods used are qualitative methods with a descriptive-analytic approach. Data was collected through library studies of Tafsir al-Qummi's texts as well as other relevant supporting literature. The analysis is done by identifying and categorizing the verses of the Qur'an that represent the views presented by al-Qummi about the Prophet Muhammad. The results of the research show that the Tafsir al-Kummi gives a specific and sometimes controversial view of some Prophet Mohammed friends. Al-Qommi often quotes the hadiths of the Shia priests, especially his own father to support his interpretation. Some friends were praised for their loyalty and contributions to Islam, while others were criticized for acts or views that were considered to deviate from the teachings of the Prophet. The conclusion of this study is that al-Qummi's interpretation reflects a typical theological perspective of the Shiite tradition on Prophet Muhammad's friend. This research has made an important contribution to understanding the dynamics of Prophet's friends' interpretation in Tafsir literature and highlights the differences between Shiite and Sunni interpretations. These findings are expected to be a reference for further research in the field of interpretation. Keywords: Companions of the Prophet, Syiah and Tafsir al-Qummi ABSTRAK Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya memahami interpretasi sahabat Nabi dalam literatur tafsir untuk memperkaya wawasan tentang perkembangan tafsir dalam tradisi Islam, khususnya dalam konteks Syiah. Kitab tafsir yang masyhur di kalangan Syiah adalah Tafsir al-Qummi karya Abu al-Hasan Ali bin Ibrahim al-Qummi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan terhadap sahabat Nabi Muhammad dalam Tafsir al-Qummi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap teks Tafsir al-Qummi serta literatur pendukung lainnya yang relevan. Analisis dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan mengkategorikan ayat al-Qur’an yang merepresentasikan pandangan-pandangan yang disampaikan oleh al-Qummi mengenai sahabat Nabi Muhammad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Al-Qummi memberikan pandangan yang spesifik dan terkadang kontroversial mengenai beberapa sahabat Nabi Muhammad. Al-Qummi sering mengutip hadis-hadis dari para Imam Syiah, terutama ayahnya sendiri untuk mendukung interpretasinya. Beberapa sahabat dipuji karena kesetiaan dan kontribusinya terhadap Islam, sementara yang lain dikritik karena tindakan atau pandangan yang dianggap menyimpang dari ajaran Nabi. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa tafsir al-Qummi mencerminkan perspektif teologis yang khas dari tradisi Syiah terhadap sahabat Nabi Muhammad. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika interpretasi sahabat Nabi dalam literatur tafsir dan menyoroti perbedaan pandangan antara tafsir Syiah dan Sunni. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dalam bidang studi tafsir. Kata Kunci: Sahabat Nabi, Syiah dan Tafsir al-Qummi
TRANSFORMASI RELASI KYAI DAN SANTRI DALAM TRADISI PESANTREN ROHANI, ROHANI
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 24 No 2 (2024): Desember
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v25i2.8208

Abstract

Abtract: The pesantren is a traditional Islamic educational institution that has played a significant role in preserving Islamic values and Indonesian culture. In the pesantren tradition, the kyai not only serves as a teacher but also as a guide who instills life values. This study focuses on Pondok Pesantren Al-Iman Bulus Purworejo and aims to describe and analyze the factors influencing the transformation of the relationship between the kyai and santri in this pesantren. The approach used is qualitative-descriptive with a case study, involving interviews, observations, and documentation from various relevant parties. The findings of the study indicate that the transformation of this relationship is influenced by several key factors, such as access to technology, social and cultural changes, economic challenges, and the impact of globalization. As a result, the relationship between the kyai and santri has evolved into a more participatory, egalitarian, and dialogue-based one. The kyai is no longer seen as a sole authority, but more as a facilitator in an open and inclusive learning process. This study also affirms that Pondok Pesantren Al-Iman has been able to adapt to the changing times, maintaining the relevance of Islamic education in the modern era. Abstrak: Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional yang telah berperan penting dalam mempertahankan nilai-nilai keislaman dan budaya Indonesia. Dalam tradisi pesantren, kyai berperan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang menanamkan nilai-nilai kehidupan. Studi ini fokus pada Pondok Pesantren Al-Iman Bulus Purworejo, dan bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi transformasi relasi antara kyai dan santri di pesantren ini. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan studi kasus, yang melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi dari berbagai pihak terkait. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi hubungan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, seperti akses terhadap teknologi, perubahan sosial dan budaya, tantangan ekonomi, dan pengaruh globalisasi. Akibatnya, relasi antara kyai dan santri berkembang menjadi lebih partisipatif, egaliter, dan berbasis dialog. Kyai tidak lagi hanya dipandang sebagai otoritas tunggal, tetapi lebih sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran yang terbuka dan inklusif. Penelitian ini juga menegaskan bahwa pesantren Al-Iman mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, menjaga relevansi pendidikan Islam di era modern. Kata Kunci: Pesantren, relasi kyai dan santri, transformasi, interaksionisme simbolik, pendidikan Islam.

Page 1 of 1 | Total Record : 8