cover
Contact Name
Wiwit Suryanto
Contact Email
ws@ugm.ac.id
Phone
+6281578600075
Journal Mail Official
jfi.mipa@ugm.ac.id
Editorial Address
Departemen Fisika, Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Sekip Utara PO BOX BLS 21, 55281, Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Fisika Indonesia
ISSN : 14102994     EISSN : 25798820     DOI : https://doi.org/10.22146/jfi.v23i3.41404
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Fisika Indonesia (JFI) Is an open access scientific peer-reviewed journal published by Department of Physics Universitas Gadjah Mada that publishes researches on Physics, covering both theory, experiments, computation and applied physics including geophysics. We have a mission to build scientific research foundations in theoretical and applied physics to support education, research and community service in Indonesia. A manuscript can be written in English or in Bahasa Indonesia, but Abstracts are required to be written in English. All submitted manuscripts will be reviewed thoroughly by the committee of editors and reviewers. Publication in this journal is free of charge and is periodically done three times a year (April, August, and December).
Articles 203 Documents
Pengaruh Waktu Pengeringan Sampel Batubara Tarahan Terhadap Nilai Inherent Moisture Dan Nilai Kalor Batubara wahyuning ramadhanta ardanti; Dwi Asmi; Dahlia Dahlia
Jurnal Fisika Indonesia Vol 24, No 3 (2020)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v24i3.57613

Abstract

Telah dilakukan pengujian tentang pengaruh waktu pengeringan sampel batubara tarahan terhadap nilai inherent moisture dan nilai kalor dengan tujuan untuk menentukan pengaruh waktu pengeringan, menentukan selisih nilai inherent moisture dan nilai terhadap waktu pengeringan dan menentukan hubungan antara nilai inherent moisture dan nilai kalor. Sampel batubara yang digunakan dengan kode sampel TRH 412 sampai dengan TRH 416 dan TRH 430 sampai dengan TRH 434. Pengujian yang dilakukan menggunakan standar BS (British Standar). Perbedaan yang diperoleh nilai inherent moisture dan nilai kalor mengahasilkan 7,11 % dan 727 Cal.gr sehingga didapatkan 1% inherent moisture menghasilkan nilai kalor 102,25 Cal/gr. Hasil pengujian nilai inherent moisture dan nilai kalor pada pengeringan 24 jam didapatkan rata-rata sebesar 11,43% dan 6.236,4 Cal/gr. Pada pengujian dengan pengeringan 3 jam didapatkan hasil nilai inherent moisture dan nilai kalor rata-rata sebesar 18,54% dan 5.509,4 Cal/gr. Waktu pengeringan sangat berpengaruh pada nilai inherent moisture dan nilai kalor karena semakin lama pengeringan maka nilai inherent moisture akan turun dan nilai kalor akan naik.
Pengembangan Alat Evaluasi Fisika Untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Siswa Kelas VIII SMP Negeri Oenino Laurensia Missa; Ruth Novi Kornalia Mellu; Demeryati Langtang
Jurnal Fisika Indonesia Vol 24, No 3 (2020)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v24i3.57639

Abstract

The objective of study was developing diagnostic test evaluation instrument in multiple choice form with predetermined reason to identify Grade VIII student’s misconceptions on force topic in SMPN Oenino. Population of the study covered all students whereas the samples were Grade VIII students SMPN Oenino. The research method was Research and Development (R&D) with potential and problem, gathering information, product design, product validation, product revision, and product trial. Validation phase included experts and content validation. On expert’s validation, test instrument was validated by 3 validators with 87,7% worthiness average and was recommended applicable without revision. On content validation, 45 test items were tried out to students and 17 items were declared valid ranging from C1 to C4 cognitive domain which were used later to identify student’s misconceptions. Their misconceptions on force material were 23%, 38%, 13% and 26% from C1 to C4 cognitive domains. The result indicated that this instrument was applicable to identify student’s misconception on force materials.   
Study of Mechanical Properties and Microstructure of Mercedes-Benz and Local Radiator Material Usman Sudjadi; Rahmad Jayadiningrat; Erwan Hermawan; Agus Jamaludin
Jurnal Fisika Indonesia Vol 24, No 3 (2020)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v24i3.57789

Abstract

            Indonesia has the capability to produced local products such as vehicle radiators. Many studied were carried out to characterize the radiator material. But it still needs to compare local products and imported products. This study carried mechanical properties and microstructure analysis for Marcedes Benz's core radiator and local radiator. The tools used in this study are microhardness tools, optical microscopes, and XRF. The result shows that the Mercedes-Benz radiator binding material before the heat treatment process, using an optical microscope shows the invisible results of a collection of atoms and the matrix and grain boundaries. On local radiator material, Not yet seen the collection of atoms and matrix and grain boundaries. White grains of Mercedes Benz radiator material is more abundant than local radiator materials. Chemical composition test results are; local radiator material content is dominated by three elements Ca (26.3%), Zn (44.4%) and Cu (13.9%) Cu (2.48%), Fe (45.15%), and Mn (44.88%). The German Mercedes-Benz element contents are; Fe (28.7), Mn (27.5), Ca (39.2). The hardness of the Mercedes-Benz radiator before heating is 43.4 HV, after being heated 39.2 HV. The hardness local radiator material before heating 43.5 HV and after heating 38.2 HV.
Desain Inti Teras Reaktor (Core) Model Mesh Triangular Pada Reaktor CANDU Menggunakan Bahan Bakar Daur Ulang Thorium Imam Prayogi; Yanti Yulianti; Roniyus Marjunus
Jurnal Fisika Indonesia Vol 24, No 3 (2020)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v24i3.57883

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang desain inti teras reaktor (core) model mesh triangular pada reaktor CANDU menggunakan bahan bakar daur ulang thorium. Penelitian ini dilakukan dengan cara menentukan persentase bahan bakar yang memenuhi standar kekritisan, menentukan ukuran dan konfigurasi teras reaktor yang memenuuhi standar kekritisan selanjutnya menentukan distribusi rapat daya pada reaktor CANDU. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan persentase bahan bakar yang digunakan yaitu pada bagian 1 dari pengayaan 4% - 8% dengan rentang 0,5% dan pada bagian 2 pengayaan tetap yaitu 8%. Didapatkan persentase bahan bakar yang memenuhi standar kekritisan yaitu pada persentase pengayaan bagian 1 sebesar 5,5% dan pengayaan bagian 2 sebesar 8% yang menghasilkan keff = 1,0000001. Selanjutnya didapatkan juga ukuran dan konfigurasi teras reaktor yaitu pada (x) 22 pada titik (y) 553,67873 cm dan pada (y) 11 pada titik (x) 553,67873 cm dengan menghasilkan nilai rapat daya maksimum yaitu 228,6517 Watt/cm3. Kemudian pada penelitian ini juga menghasilkan nilai rapat daya rata-rata yang diperoleh pada (x) sebesar 148,3590 Watt/cm3 dengan memiliki faktor puncak daya sebesar 1,541206 dan rapat daya rata-rata yang diperoleh pada (y) sebesar 153,1496 Watt/cm3 dan memiliki faktor puncak daya sebesar 1,492996.
Tinjauan Perubahan Stress Coulomb Ko-Seismik Pada Sekuens Gempa Palu M 7,5 28 September 2018 Elvira Mardhatillah; Ade Anggraini; Mochamad Nukman
Jurnal Fisika Indonesia Vol 24, No 3 (2020)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v24i3.58237

Abstract

Pada tanggal 28 September 2018 Kota Palu dan sekitarnya diguncang gempa dengan kekuatan M 7,5. Gempa tersebut diambil dari bantuan gempa di mana tujuh diberikan memiliki kekuatan yang cukup besar (M> 4,5). Untuk memahami interaksi gempa utama dan gempa susulan, pada penelitian ini dilakukan analisis perubahan stres. Dengan menggunakan program Coulomb 3.3, perubahan stres Coulomb dihitung secara statistik berdasarkan model patahan sumber (gempa utama) dan perubahan sumber patahan penerima (gempa susulan). Dalam penelitian ini digunakan enam (6) model patahan sumber dari studio yang sudah ada sebelumnya yaitu berdasarkan pengolahan data InSAR, teleseismik, dan broadband, serta satu (1) model yang disediakan bidang patahan segmen tunggal dengan distribusi slip yang seragam. Berhubungan dengan stres Coulomb statistik dilakukan dengan mode yang ditentukan kesalahan sedangkan kesalahan penerima merupakan tujuh gempa susulan yang memiliki magnitudo signifikan (M> 4,5). Model baru yang dibangun memiliki perhitungan perubahan stres Coulomb statistik di nodal pesawat I menunjukkan empat dari tujuh gempa susulan (57%) dan nodal pesawat II enam dari tujuh gempa susulan (86%) berada pada pola merah (nilai stres Coulomb positif). Hasil perhitungan besarnya gempa susulan terletak pada pola merah () yaitu daerah dengan peningkatan stres atau dengan kata lain gempa susulan tersebut dipicu oleh gempa utama. Model patahan dengan dua segmen patahan yang terletak di daratan dan di laut, merupakan model bidang patahan yang terbaik yang dapat menjelaskan tentang gempa susulan . Dibandingkan dengan model lain, model ini memiliki persentase terbesar dari tujuh gempa susulan yang terjadi pada pola merah. Peta distribusi Peningkatan stres yang disebabkan oleh gempa utama adalah data penting untuk mitigasi bencana. Penelitian ini dapat memberikan informasi awal untuk memperbaiki daerah yang memiliki potensi menjadi tempat yang disetujui gempa di masa datang. Kata kunci: stres Coulomb, gempa Palu 2018, bahaya gempa
Analisis Redaman pada Osilasi Balok Kayu Risnanda Weda Manggala; Albertus Hariwangsa Panuluh
Jurnal Fisika Indonesia Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v1i1.57939

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang bandul fisis untuk menentukan nilai faktor redaman dan nilai periode pada balok kayu. Sebuah balok kayu disimpangan dengan pendekatan sudut kecil. Simpangan dari balok kayu lama-kelamaan akan semakin kecil hingga akhirnya berhenti berosilasi. Hal ini menunjukkan adanya redaman. Pada saat balok diayunkan kami merekam video menggunakan kamera. Video hasil rekaman kemudian dianalisis menggunakan software LoggerPro. Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa Faktor redaman berbanding terbalik dengan momen inersia dan periode sebanding dengan akar dari panjang bandul.
The Study of Seeing Characteristic at the UAD Observatory on Procyon, Sirius, Spica, Nunki, Altair, and Vega using Celestron C6-N telescope Ricka Tanzilla; Yudhiakto Pramudya; M. Khairul Ardi; Okimustava Okimustava
Jurnal Fisika Indonesia Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v25i1.58087

Abstract

Astronomical observatories can be declared feasible if they have a good condition such as a dark sky, relatively little cloud coverage, relatively low light pollution, and small air turbulence or seeing. The UAD (Universitas Ahmad Dahlan) observatory was measuring the seeing characteristic to assess the feasibility condition. The DIMM method (Differential Image Motion Monitor) was utilized to get the measurement in April, May, and September 2019. The 150 mm diameter Celestron C6-N telescope was used as the instrument to get the star images. The characteristics of a good seeing value on April 10, 2019, are Procyon star with a value of 0.2 arc seconds, and on September 18, 2019, the Vega star with a value of 1.6 arc seconds. Analysis of the seeing characteristic at the UAD Observatory can be used as a reference for observers on star selection, and the operation of the telescope
Pemodelan Struktur Bawah Permukaan Gunungapi Lokon Dan Soputan Menggunakan Pemodelan Inversi 3D Berdasarkan Data Gravitasi GGMplus Dwi Eta Darmawati; Ari Setiawan
Jurnal Fisika Indonesia Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v25i1.60649

Abstract

Gunungapi Lokon dan Soputan merupakan gunungapi aktif di Minahasa yang memiliki resiko bencana tinggi, sehingga perlu upaya mitigasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu penelitian dengan metode gravitasi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan anomali gravitasi regional dan lokal, menggambarkan struktur bawah permukaan dengan analisis horizontal derivatif dan memodelkan secara 3D struktur bawah permukaan di Gunungapi Lokon dan Soputan.Penelitian ini menggunakan data sekunder dari GGMplus berupa gravity disturbance. Gravity disturbance perlu diolah hingga mendapatkan anomali bouguer lengkap, kemudian dikontinuasi ke atas untuk memisahkan anomali lokal dan regional. Anomali lokal dan regional kemudian dianalisis dengan analisis horizontal derivatif dan dimodelkan secara 3D dengan program Grablox dan Bloxer.Hasil analisis pola sebaran anomali regional bernilai tinggi berarah baratdaya-timurlaut diduga merupakan partial melting dan magma Gunungapi Soputan, Lokon-Empung dan Mahawu. Berdasarkan analisis horizontal derivatif menunjukkan lebar anomali tinggi di Gunungapi Soputan 9,5 km, Lokon-Empung 7,7 km, dan Mahawu 19,2 km × 6 km. Berdasarkan pemodelan 3D terlihat densitas tinggi 3,31 gram/cm 3 - 3,45 gram/cm 3 di mantel atas yang merupakan partial melting. Hasil analisis pola sebaran anomali lokal bernilai tinggi di lokasi Gunungapi Soputan, Lokon-Empung dan Mahawu dan diduga merupakan magma Gunungapi tersebut. Berdasarkan analisis horizontal derivatif menunjukkan dimensi pusat anomali Gunungapi Soputan 1,6 km × 2,4 km, dan Gunungapi Lokon 1,3 km × 1,5 km. Berdasarkan pemodelan 3D di area Gunungapi Soputan dan Lokon-Empung terlihat densitas tinggi 2,7 gram/cm 3 - 2,99 gram/cm 3 yang merupakan magma basaltik Gunungapi tersebut. Berdasarkan hasil analisis model anomali gravitasi, telah dibuat model tentatif bawah permukaan daerah penelitian. 
Metode Komputasi Sederhana untuk Menentukan Saddle Point Sistem Bumi-Bulan-Matahari dengan Akurat Yosephine Novita Apriati; Fendinugroho Fendinugroho; Ceacarico Imas Wasisto Nugroho; Primadana Barus; Rika Indah Lestari; Ahmad Zubair Al Kahfi; Sholihun Sholihun
Jurnal Fisika Indonesia Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v25i1.61782

Abstract

Saddle point pada sistem tata surya adalah koordinat dimana total percepatan gravitasi setimbang. Beberapa penelitian terkait saddle point antara Bumi dan Matahari telah dilakukan akan tetapi metode yang digunakan cukup kompleks dan membutuhkan resource komputasi besar. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan saddle point untuk sistem banyak benda (Bumi-Matahari-Bulan) menggunakan metode sederhana namun memberikan hasil yang cukup akurat. Sistem Bumi-Matahari-Bulan didesain dalam bentuk masalah pencarian akar persamaan nonlinier. Metode yang dimaksud adalah Newton – Raphson dan Secant satu dan dua dimensi. Komputasi perhitungan saddle point dilakukan menggunakan Octave dan diperoleh nilai saddle-point sebesar 258.769,292  km dari Bumi.
Metode Penggabungan Citra (Image Stitching) Menggunakan Algoritma SIFT (Scale Invariant Feature Transform) dengan Variasi Daerah Overlapping Widhi Mahardi Darma; Riva Fauzia; Gede Bayu Suparta
Jurnal Fisika Indonesia Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfi.v25i1.63111

Abstract

Radiografi digital biasanya dapat mencitrakan area obyek yang pendak untuk sekali ekposi. Citra yang mencakup area obyek yang lebih panjang diperlukan untuk mendiagnostik penyakit. Pada penelitian ini dikembangkan upaya untuk mendapatkan citra yang panjang dengan resolusi yang tinggi. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data citra radiografi digital simulasi. Citra simulasi yang digunakan berupa citra tubuh manusia. Data citra dipotong menjadi dua bagian dengan daerah overlapping yang variasi 100 piksel, 125 piksel dan 150 piksel. kedua citra tersebut disambung dengan algoritma SIFT (Scale Invariant Feature Transform) pada OpenCV di Python. Hasil penggabungan dibandingkan dengan citra asli berdasarkan profil image subtraction, histogram dan DIC (Digital Image Correlation). Hasil berdasarkan citra subtraction menunjukkan citra hasil penggabungan sama dengan citra asli pada daerah overlapping 150 piksel. hasil histogram menunjukkan daerah distribusi gray level berada pada nilai piksel 0 (hitam). Hasil analisis DIC menunjukkan nilai regresi 1,0 pada daerah overlapping 150 piksel.