cover
Contact Name
Pratiwi Puji Lestari
Contact Email
jmr.kebidanan.umbanjarmasin@gmail.com
Phone
+62511363002
Journal Mail Official
jmr.kebidanan.umbanjarmasin@gmail.com
Editorial Address
Jl. S.Parman Komplek Rumah Sakit Islam
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Midwifery and Reproduction
ISSN : 25980068     EISSN : 25980068     DOI : https://doi.org/10.35747
Core Subject : Health,
The Journal of Midwifery and Reproduction have a spesific focus and scope. The Focus and scope of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of midwifery and reproduction health.
Articles 73 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP PENGGUNAANKB METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARAMASAN KABUPATEN BANJAR, MARTAPURA Ari Widyarni; Siska Dhewi
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.519 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v2i1.322

Abstract

Long-term contraception method (MKJP) is a type of contraception that is very effective for avoiding births, regulating birth intervals and not affecting sexual relations that can last for 3 years to a lifetime such as IUD, Implants, MOW and MOP. Long-term contraceptive methods (MKJP) have proven to be the most effective way to reduce pregnancy rates, but until now MKJP has not yet become the choice of the majority of couples of reproductive age in Indonesia. Kabupaten Banjar, Martapura are still included in the regions where the coverage of MKJP KB is low, it can be seen in the achievement figures which show a significant decrease in 2015 reached 6.6%, in year 2016 reached 7.0% and in year 2017, only 2.3%. This research is a quantitative study with a cross sectional approach. The population and sample are mothers with criteria for women of childbearing age (WUS) as family planning acceptors who visit and seek treatment at Puskesmas Paramasan Kabupaten Banjar. A large sample of 60respondents. Data was collected by interview using a structured questionnaire, the results of data collection were analyzed using univariate and bivariate statistics with a chi square test using a computer program with a significance value (α)≤0.05. The results of the univariate analysis showed that the majority of respondents did not use MKJP KB, most of the respondents had sufficient knowledge and most respondents' attitudes were sufficient. Bivariate analysis showed that there was a correlation between knowledge of the use of MKJP KB (p-value =0.001) and there was a relationship between attitudes towards the use of MKJP KB (p-value =0.000).It is recommended for agencies to be concerned about the need for cross-sector cooperation in an effort to increase respondents' knowledge and attitudes about the advantages and disadvantages of using MKJP KB.It is expected that with the increased knowledge held by respondents about MKJP KB, then the attitude of respondents in contraceptive use for KB MKJP is expected to be better.And will affect the increase in the number of MKJP KB use.
GAMBARAN TINGKAT KONSUMSI SUMBER ENERGI DAN PROTEIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI BIDAN PRAKTEK SWASTA TAHUN 2016 Dian Purnama Sari
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.204 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v1i1.106

Abstract

Sasaran pelaksanaan gizi ibu hamil adalah untuk mencapai status gizi ibu yang optimal sehingga ibu mengalami Kehamilan yang tenang, melahirkan bayi dengan potensi fisik dan mental yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsumsi energi dan protein ibu hamil trimester I di Praktek Bidan Bidang Swasta. Penelitian ini diinstruksikan secara deskriptif atau rumit dalam suatu masyarakat atau masyarakat, khususnya mengetahui tingkat konsumsi energi dan protein ibu hamil pada trimester I pada praktik bidan sektor swasta (BPS) Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala tahun 2016. Penelitian ini Populasi adalah semua ibu hamil yang melakukan kunjungan pemeriksaan ANC dalam praktik bidan sektor swasta Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala pada bulan Januari-April sebanyak 40 tahun 2016 orang dan sebanyak 22 orang. jumlah energi ibu hamil trimester I dengan jumlah energi kategori Apakah sama dengan 11 orang dengan persentase 50%, kategori sama dengan 1 orang dengan persentase 4,5%, kategori kurang sama dengan 2 orang dengan Persentase 9,1%, kategori defisit sama dengan 8 orang dengan persentase 36,4%, jumlah konsumsi protein ibu hamil trimester I mengalami defisit sebanyak 14 orang dengan persentase 63,6%, kategori baik sebanyak 4 orang dengan Persentase 18,2%, kategori ini banyak 2 orang dengan persentase 9,1%, kategori kurang 2 orang dengan prosentase 9,1%.
HUBUNGAN DUKUNGAN PENDAMPING PERSALINAN TERHADAP KELANCARAN PERSALINAN DI WILAYAHKERJA PUSKESMAS MARTAPURA 1 TAHUN 2019 Bardiati Ulfah; Asty Susanti
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.727 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v2i2.420

Abstract

Pendahuluan: World Health Organization (WHO) memperkirakan 10,7 juta perempuan telah meninggal karena melahirkan. Kematian ibu sekitar 25-50% berhubungan dengan masalah kesehatan, persalinan, dan nifas. Kematian ibu bersalin secara umum dipengaruhi tiga faktor berupa passage (jalan lahir), passanger (janin), power (kekuatan), sedangkan penyebab tidak langsung salah satunya yaitu kurangnya dukungan dari keluarga, khususnya peran serta suami dalam proses kehamilan dan persalinan. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan dukungan pendamping persalinan terhadap kelancaran persalinan di Puskesmas Martapura 1 tahun 2019. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan uji chi-square. Populasi penelitian adalah semua ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Martapura 1 tahun 2019, dengan teknik Accidental Sampling. Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa sebagian besar ibu bersalin yang berjumlah 35 (60%) reponden, dengan pendamping yaitu sebanyak 21 orang dan tidak didampingi sebanyak 14 ibu bersalin, proses persalinan lancar yaitu sebanyak 24 (68,6%) ibu bersalin, dan 10 ibu bersalin dikatagorikan tidak lancar, hasil Uji chi-square menunjukkan nilai P=0,007, ada hubungan antara dukungan pendamping persalinan dengan kelancaran persalinan. Kesimpulan:.Petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi pasien untuk selalu didampingi orang terdekatnya selama persalinan sebagai salah satu upaya pelaksanaan asuhan sayang ibu
ANALISIS DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI OLEH AKSEPTOR KB DI PMB TUTI GAMBUT KABUPATEN BANJARKALIMANTAN SELATAN Mirawati Mirawati; Rr. Sri Nuriaty Masdi Putri; Darmayanti Wulandatika
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.756 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v2i1.321

Abstract

Jumlah akseptor kontrasepsi MKJP lebih rendah dibandingkan non MKJP. Rendahnya angka pengguna MKJP ini dinilai menimbulkan beberapa permasalahan seperti tingginya angka kegagalan penundaan atau penjarangan memiliki anak.Pemilihan metode kontrasepsi ini tentunya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.Tujuan penelitian ini adalah menentukan determinan yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi pada akseptor KB di PMB Tuti Gambut Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan desain penelitian analitik.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB di PMB Tuti Gambut. Penelitian ini menggunakan tehnik simple random sampling dan didapatkan sampel yang diambil adalah sejumlah 75 orang.Tehnik pengambilan data menggunakan data sekunder, analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian ini yaitu dari segi usia akseptor KB yang ada di PMB Tuti terbanyak adalah pada usia tidak berisiko (usia reproduktif) yaitu usia 20 sampai 35 tahun. Akseptor dengan paritas yang tidak berisiko lebih banyak dari pada akseptor yang memiliki paritas yang berisiko (paritas lebih dari 3), sedangkan akseptor yang berpendidikan tinggi lebih sedikit dari pada akseptor yang memiliki pendidikan rendah.Akseptor yang menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang lebih sedikit dibandingkan dengan akseptor yang menggunakan kontrasepsi non MKJP. Faktor determinan yang berhubungan dalam pemilihan kontrasepsi MKJP adalah usia, sedangkan faktor paritas dan pendidikan tidak berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi MKJP.
ASPEK PENGETAHUAN TERHADAP RENDAHNYA PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM PASCA BERSALIN DIBIDAN PRAKTIK MANDIRI NOOR ASIAH, Am.Keb Mariyana Mariyana
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.757 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v1i2.197

Abstract

Program keluarga berencana ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak, keluarga serta masyarakat pada umumnya.Dengan pelaksanaan keluarga berencana, diusahakan agar angka kelahiran dapat diturunkan, sehingga tingkat kecepatan perkembangan penduduk tidak melebihi kemampuan kenaikan produksi, dan dengan demikian diharapkan dapat ditingkatkan taraf kehidupan dan kesejahteraan rakyat.Banyak pilihan metode kontrasepsi yang tersedia saat ini bagi individu yang ingin mengikuti program keluarga berencana.Semua metode kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.Adapun jenis alat kontrasepsi yang dapat digunakan oleh yang ingin mengikuti program keluarga berencana adalah kondom, pil KB, suntik KB, implant/susuk KB, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu pasca bersalin tentang alat kontrasepsi dalam rahim di Bidan Praktik Mandiri Noor Asiah Banjarmasin Utara. Penelitian ini menggunakan deskriptif, teknik pengambilan sampel dengan total populasi sampel yaitu sebanyak 30 reaponden,Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dibagikan kepda semua responden untuk mengisinya. Data diolah menggunakan table distribusi frekuensiuntuk kemudian diinterprestasikan. Hasil penelitian didapatkan bahwa gambaran pengetahuan ibu pasca bersalin tentang alat kontrasepsi dalam rahim sebagian dari keseluruhan adalah kurang yaitu sebayak 18 orang (60 %). Pengetahuan keseluruhan cukup sebanyak 8 orang (26,67%). Pengetahuan keseluruhan baik sebanyak 4 orang (13,33%). Diharapkan dengan penelitian ini dukungan dan peran serta aktif masyarakat sangat diharapkan guna memaksimalkan upaya peningkatan pengetahuan dalam rangka perubahan.Kepada tenaga kesehatan diharapkan untuk lebih memaksimalkan perannya dalam memberikan pelayanan asuhan kebidanan pada ibu pasca bersalin termasuk dalam memberikan bimbingan kepada ibu tentang alat kontrasepsi dalam rahim.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PARENTING SELF-EFFICACY PADA PERIODE AWAL POSTPARTUM DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI (BPM) GUNARTI, BANJARBARU Domas Nurchandra Pramudianti
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.098 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v1i1.86

Abstract

Parenting self-efficacy (PSE) merupakan keyakinan orang tua terhadap kemampuannya dalam mengatur dan melakukan tugas yang berhubungan dengan perawatan bayi baru lahir. Ketidaknyamanan fisik pada perioede postpartum dapat mengurangi kemampuan dan menurunkan keyakinan ibu dalam merawat bayinya. Dukungan sosial yang adekuat merupakan upaya untuk meningkatkan parenting self-efficacy ibu pada periode awal masa nifas untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dalam meningkatkan parenting self-efficacy pada periode awal postpartum. merupakan penelitian observasional desain cross sectional dimana pengukuran variabel bebas dan variabel terikat dilakukan dalam satu waktu. Populasi penelitian meliputi seluruh ibu postpartum normal di BPM Gunarti, subyek penelitian melibatkan 66 orang. Sampel dipilih secara purposive dengan kriteria inklusi eksklusi. analisis data menggunakan Spearman Rank pada tingkat kepercayaan 95%. dukungan sosial memiliki hubungan yang bermakna terhadap peningkatan parenting self-efficacy pada periode awal masa nifas dengan nilai p=0.003 (p<0.05), dengan koefisien korelasi sebesar 0,357 Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan sosial dengan parenting self-efficacy pada periode awal postpartum.
STUDI KUALITATIF HAMBATAN IMPLEMENTASI EVIDENCE-BASEDDUKUNGAN SELAMA PERSALINAN DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB) WILAYAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2019 Rizki Amalia; Mohammad Hakimi; Herlin Fitriana Kurniawati
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.324 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v3i1.343

Abstract

Evidence-based is an effective strategy to improve the quality of midwifery care. The aim of this study is to explore in depth the barriers to the implementation of evidence-based support during normal labor at Praktik Mandiri Bidan (PMB). This research is a qualitative research with a phenomenological descriptive approach. Participant selection uses a purposive sampling technique (convinience sampling). Data collection using in-depth interviews and observations. Analysis of the data used is thematic analysis. The results of this study there are three barriers to implementation of support during normal labor, namely barriers from the family, barriers from patients and husbands, and lack of knowledge of patients and families about support during labor. It is difficult to implement the practice according to evidence-based, there are barriers that occur when implementing it. Health professionals are expected to increase the provision of education to patients and families about support during labor.
DETERMINAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD M. ANSARI SALEH BANJARMASIN Darmayanti Wulandatika; Bening Prawitasari; Pratiwi Puji Lestari
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.507 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v2i1.319

Abstract

Latar Belakang: Menurut laporan World Health Organization (WHO) tahun 2014 beberapa negara memiliki AKI cukup tinggi seperti Afrika Sub-Saharan 179.000 jiwa, Asia Selatan 69.000 jiwa, dan Asia Tenggara 16.000 jiwa (WHO, 2015). Indikator ini tidak hanya mampu menilai program kesehatan ibu, terlebih lagi mampu menilai derajat kesehatan masyarakat, karena sensitifitasnya terhadap perbaikan pelayanan kesehatan, baik dari sisi aksesibilitas maupun kualitas. AKI di Indonesia menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup meningkat dibandingkan hasil SDKI tahun 2007 yaitu 228 per 100.000 kelahiran hidup (Kemenkes RI, 2015). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional . Baik variabel bebas maupun variabel terikat diukur menurut keadaan atau statusnya pada waktu diobservasi. Penelitian cross-sectional ini merupakan salah satu studi observasional, dimana peneliti mencari hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat dengan melakukan pengukuran sesaat. Hasil: Kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD M. Ansari Saleh terbanyak adalah kejadian ketuban pecah dini pada usia kehamilan aterm. Dan kejadiannya mayoritas terjadi pada ibu hamil aterm dengan penyulit lain. Faktor kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD M. Ansari Saleh yang paling tinggi kekuatan hubungannya adalah komplikasi KPD dengan penyulit lain. Kesimpulan: Pelayanan kesehatan dapat mengupayakan upaya preventif kejadian KPD dengan deteksi dini komplikasi kehamilan di pelayanan primer. Bagi penanggung jawab RSUD M. Ansari Saleh diharapkan dapat meningkatkan upaya penanganan komplikasi khususnya KPD. Bagi institusi pendidikan di harapkan terus melakukan penelitian terkait untuk pengembangan upaya pencegahan komplikasi maternal. Kata kunci : Ketuban, Pecah, Dini
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL DENGAN KUNJUNGAN K1 DI WILAYAH PUSKESMAS PELAMBUAN KECAMATAN BANJARMASIN BARAT TAHUN 2017 Dian Purnama Sari
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.408 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v1i2.155

Abstract

Background:Based onsecondary datawhichare expected totargetpregnant womeninthe Work AreaHealth CenterPelambuanIn the Year2017is equal to826 people, ofpureK1visitofthe monthJanuary to Aprilreachedby 188people(22.8%). This suggeststhat the scope ofK1inthe Work AreaHealth Centeris still notbeing metPelambuanofthe expected target. Objectives: Toknow the description ofthe knowledgeandattitudesof pregnant womenabout the visitinthe Work AreaK1PelambuanHealth Centerin 2017. MaterialandMethod: The study used apurposivesamplingwith a sample ofthe study wereallpregnant womenareworkingin the regionPelambuanHealth Centerin 2017, amounting to 65 people. Conclusion: From these results, of the65motherswho visitedK1Pure13 people(20%) andK1Access52 people(80%). Pregnant women who arebothknowledgeable27 people(41.53%), just 26 people(40%), less well8 people(12.30%). Pregnant womenarebeingeither22 people(33.84%), just 38 people(58.46%) and pregnant womento beless well5(7.69%). In this studyit is advisable forhealth workerstofurther enhanceeducation aboutK1visitsfor pregnant womenespeciallybenefitfromthevisit ofK1, andfor pregnant womenexpected to bemore activeinasking questions andrequestinginformation tohealth workersso as toknow and understandabout thevisit of K1.
PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI RSUD Dr. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN TAHUN 2017 Siti Maria Ulfah; Siti Fatimah
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.634 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v2i2.419

Abstract

Pendahuluan: UNICEF pada tahun 2007 mengeluarkan protokol baru tentang ”ASI segera” sebagai tindakan ”life saving” atau untuk menyelamatkan kehidupan bayi baru lahir yang harus diketahui setiap tenaga kesehatan. Di Indonesia, hanya 4% bayi disusui ibunya dalam waktu 1 jam pertama setelah kelahiran dan 8% ibu memberi ASI eskiusif terhadap bayinya sampai 6 bulan. Padahal, diperkirakan sekitar 30.000 kematian bayi baru lahir (usia 28 hari) dapat dicegah melalui inisiasi menyusu dini. Target nasional pemberian ASI eksklusif program pada tahun 2014 sebesar 80%, cakupan pemberian ASI eksklusif sebesar 52,3% dan dalam pelaksanaan perlu adanya dukungan keluarga dan tenaga kesehatan.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pelaksanaan inisiasi menyusu dini pada ibu bersalin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan teknik pengambilan data adalah purposive sampling. Adapun hasil penelitian ini adalah pengetahuan ibu yang mendukung IMD dengan kategori baik yaitu 16.6%, cukup 13.3% dan kurang 70%, dukungan keluarga terhadap IMD yaitu yang mendukung 63.3% dan yang tidak mendukung 36.7%, dorongan tenaga kesehatan yaitu yang mendukung 56.7% dan yang tidak mendukung 43.3%.Kesimpulan dari penelitian ini adalah dukungan pengetahuan ibu terhadap IMD kategori baik 16,6%, dukungan keluarga 63,3% dan dukungan tenaga kesehatan 56.7%