cover
Contact Name
T.M. Rafsanjani
Contact Email
tmrafsanjani@serambimekkah.ac.id
Phone
+6285310750403
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Teuku Nyak Arief, No. 206, Simpang Mesra, Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Serambi Mekkah
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
ISSN : 26545934     EISSN : 26218178     DOI : http://dx.doi.org/10.32672/makma.v2i3.1534
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) with E-ISSN: 2621-8178 and P-ISSN: 2654-5934, DOI prefix code: 10.32672 is an official journal of the Public Health Faculty Serambi Makkah University, Aceh Province. It publishes original papers on: Epidemiology; Health Education and Behaviour Science; Health Policy Administration; Reproductive Health; Public Health Nutrition; Environmental Health; Occupational Health and Safety; others health sciences considered relevant. MaKMA is published three times a year in February, June, and October.
Articles 272 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN TENAGA PENOLONG PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JANTHO TAHUN 2019 Nadia Rizki Okdarisna; T M Rafsanjani
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 3, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v3i1.2025

Abstract

Berdasarkan hasil survei awal pada bulan September 2018, dengan mewawancara 10 orang ibu, yang pernah ditolong dukun saat persalinan, ditemukan informasi bahwa secara umum ibu-ibu tersebut masih kurangnya pengetahuan dan  tingkat pendidikan tergolong rendah, disamping itu kondisi fasilitas dan tempat pelayanan kesehatan yang jauh dari rumah. Tujuan penelitian adalahuntuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dalam pemilihan tenaga penolong persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Jantho tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan “Cross Sectional” dimana data yang menyangkut variabel bebas dan variabel terikat dikumpulkan dalam waktu yang bersama untuk mengetahui secara jelas dan sistimatis. Populasi peneliti adalah seluruh ibu bersalin dalam satu tahun terakhir sebanyak 54 reponden, dan sampel yang digunakan adalah total populasi dengan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa ada hubungan pengetahuan  P.Value 0.002 α (0,05), ada  hubungan pendidikan  (P.Value 0.002 α (0,05), ada hubungan fasilitas (P.Value 0.001 α (0,05) dengan Pemilihan Tenaga Penolong Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Jantho Tahun 2019. Diharapkan kepada pemberi pelayanan kesehatan untuk diadakan pelaksanaan kelas ibu hamil dengan melibatkan pendamping/suami yang merupakan pengambil keputusan dalam keluarga sehingga dapat memberikan dukungan yang positif terhadap ibu selama kehamilan dan persalinan.
PENERAPAN PARADIGMA SEHAT MELALUI MAL ORANG SEHAT DAN RESPON MASYARAKAT BERDASARKAN PRECAUTION ADOPTION PROCESS MODEL DI PUSKESMAS SOBO, KABUPATEN BANYUWANGI Khansa Fatihah Muhammad
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 4, No 1 (2021): MaKMA Vol 4 No 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v4i1.4483

Abstract

Paradigma sehat merupakan salah satu prinsip penyelenggaraan Puskesmas. Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2019 meresmikan program pelayanan ‘Mal Orang Sehat (MOS)’ pada seluruh 45 Puskesmas di Banyuwangi yang memiliki salah satu tujuan untuk mewujudkan paradigma sehat dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya melalui tindakan promotif dan preventif kesehatan. Kunjungan m­­asyarakat untuk mendapatkan pelayanan MOS di Puskesmas disebut juga dengan kunjungan sehat. Target capaian MOS adalah persentase kunjungan sehat yang lebih tinggi dari kunjungan sakit. Persentase kunjungan sehat dibandingkan kunjungan sakit pada 45 puskesmas di Banyuwangi pada bulan Januari-Desember 2019 sebesar 26,95%, dimana persentase kunjungan sehat terendah terdapat di Puskesmas Sobo (7,47%). Penelitian ini menggunakan Precaution Adoption Process Model untuk mengetahui tingkat tindakan perilaku dan respon masyarakat terhadap adanya pelayanan MOS di Puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas 51% responden masyarakat sama sekali belum mengetahui adanya pelayanan MOS di Puskesmas. Saran yang dapat diberikan adalah bagi Puskesmas untuk dapat meningkatkan sosialisasi dan memperkuat strategi promosi kesehatan terkait pelayanan MOS kepada masyarakat agar dapat tercapainya target dari pelayanan MOS.
RECOMMENDATIONS FOR PLACEMENT SCHOLARS PROGRAM IMPROVEMENT FOR CAREER PUBLIC HEALTH IN BORDER REGION BACKWARD AND ISLANDS (DTPK) Tri Wahyuningsih
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 3, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v3i2.4369

Abstract

Permasalahan terhadap kurangnya tenaga kesehatan terjadi karena maldistribusi tenaga kesehatan. Hal ini diketahui dari jumlah Puskesmas yang belum memiliki tenaga kesehatan masyarakat khususnya di Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). Tujuan dari penelitian ini untuk menyusun rekomendasi program penempatan sarjana kesehatan masyarakat untuk berkarir di DTPK dalam perspektif SCCT (Social Cognitive Career Theory). Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain studi penelitian cross sectional. Data diperoleh dari kuesioner yang berupa google form dan disebar melalui media sosial whatsapp kepada mahasiswa kesehatan masyarakat yang berada di tiga Universitas yaitu Universitas Airlangga, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, dan Universitas Hasanuddin Makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan person input yaitu agama islam (90,3%); jenis kelamin perempuan (74,9%); suku Jawa (78,3%); background environmental yaitu pendidikan ayah (42,6%); pendidikan ibu (54,3%); pekerjaan ayah (42,6%); pekerjaan ibu (43,1%); pendapatan orang tua 3.000.000 (70%); learning experiences tinggi (85,4%); self efficacy tinggi (54,9%); outcome expectation tinggi (51,7%); tidak interest (64,6%). Berdasarkan hasil penelitian, yang berpengaruh yaitu background environmental pada pekerjaan ayah terhadap self efficacy. Tidak ada yang berpengaruh signifikan antara learning experiences, self efficacy, dan outcome expectation terhadap interest mahasiswa kesehatan masyarakat berkarir di DTPK.
PENGARUH DIMENSI SELEKSI TIM LINTAS FUNGSI TERHADAP RELATIONAL COORDINATION DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH SURABAYA Jihan Adella Iyik Be
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 3, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v3i2.4360

Abstract

Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya menerapkan tim lintas fungsi dalam manajemen rumah sakitnya. Dengan menggunakan metode tim lintas fungsi organisasi berusaha untuk meningkatkan koordinasi, meningkatkan waktu pengembangan teknologi dan mengurangi tingkat ketidakpastian. Permasalahan yang diangkat yaitu belum optimalnya kinerja Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya dengan rata-rata BOR masih dibawah 60%, kunjungan rawat jalan masih belum mencapai target (10%-20%), serta penurunan pemanfaatan penunjang medik sebesar 12,4% pada tahun 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Dimensi Seleksi Tim Lintas Fungsi terhadap Relational Coordination di Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya tahun 2012. Penelitian dilakukan di RS Muhammadiyah Surabaya dengan desain penelitian observasional deskriptif. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian cross sectional. Responden adalah anggota dari 12 Tim Lintas Fungsi di RS Muhammadiyah Surabaya sebanyak 29 responden. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Hasil dari penelitian ini yaitu pemilihan staf dari masing-masing unit kerja untuk menjadi anggota Tim Lintas Fungsi di Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya secara keseluruhan dipilih oleh manajemen. Sebesar 58,33% pelaksanaan seleksi tim lintas fungsi mengindikasikan relational coordination yang kuat. Dari keseluruhan hasil tabulasi silang antara dimensi seleksi tim pada tim lintas fungsi Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya dapat disimpulkan seleksi tim lintas fungsi yang baik dapat mempengaruhi terjalinnya Relational Coordination yang kuat.
PENGUKURAN CONTAINER INDEX SEBAGAI GAMBARAN KEPADATAN NYAMUK DI DAERAH ENDEMIS Yuniar Faraizka Amalia
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i2.1126

Abstract

Banyuwangi merupakan salah satu daerah dengan kejadian Demam Berdarah yang tinggi. Kepadatan jentik nyamuk menjadi salah satu penyebab tingginya kejadian DBD tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepadatan jentik nyamuk pada tempat penampungan air (TPA) di SDN Model Banyuwangi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2017 dengan menggunakan rancangan penelitian observasional. TPA yang diperiksa berjumlah 26 TPA. Jenis TPA yang paling banyak ditemukan jentik nyamuk adalah bak mandi dan bak WC. Nilai Container Index (CI) yang didapatkan pada seluruh TPA sebesar 38,46%. Berdasarkan indicator CI yang digunakan berarti tingkat kepadatan jentik nyamuk pada TPA di SDN Model Banyuwangi tergolong tinggi.
ANALISIS HUBUNGAN SIKAP DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENGETAHUAN IBU MENGENAI KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI (Studi Kasus Di Wilayah Kerja Puskesmas Ulee Kareng) Raudhatun Nurul Za; Rahmayani Rahmayani
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i1.639

Abstract

Program pengembangan imunisasi sudah berjalan sejak tahun 1974 untuk penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Di Indonesia angka Imunisasi dibeberapa daerah masih rendah karena sebab-sebab yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi. Seperti diketahui terdapat efek samping setelah pelaksanaan imunisasi (KIPI). Meningkatnya kasus KIPI dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program Imunisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pengetahuan ibu mengenai KIPI. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu yang mempunyai bayi 1-12 bulan dan membawa anaknya ke Puskesmas Ulee Kareng, pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 85 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap dan dukungan keluarga berhubungan signifikan dengan pengetahuan ibu tentang KIPI dengan P value 0.000. Dan dari analisis multivariat didapatkan bahwa sikap dan dukungan keluarga memiliki hubungan yang kuat dengan pengetahuan ibu. Diharapkan agar dapat meningkatkan penyuluhan kesehatan pada masyarakat khususnya tentang Imunisasi dan KIPI dan cara penanggulangan jika terjadi KIPI pada balita.Kata Kunci: Sikap, Dukungan Keluarga, KIPI.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA TK III SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN BIMBINGAN BELAJAR SAAT MENGHADAPI UJI KOMPETENSI (Studi Kasus Di Prodi Keperawatan Tapaktuan Poltekkes Kemenkes Aceh) Putro Simeulu
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i1.885

Abstract

Uji Kompetensi merupakan proses pengukuran penegetahuan, ketrampilan, dan perilaku peserta didik pada perguruan tinggi bidang kesehatan. Pelaksanaan uji kompetensi di Prodi Keperawatan Tapaktuan periode november 2017 jumlah peserta 161, yang lulus 124 (77%) tingginya persentase tingkat kelulusan 77% disebabkan pada saat itu sudah diberikan bimbingan belajar uji kompetensi secara intensif kepada mahasiswa, khusunya yang pertama mengikuti uji kompetensi (first taker). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan mahasiswa sebelum dan sesudah diberi bimbingan belajar dalam menghadapi uji kompetensi. Jenis Penelitian ini adalah  deskriptif  kuantitatif. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa DIII Keperawatan tingkat tiga Prodi Keperawatan Tapaktuan hampir semua dari mahasiswa (88,37%) berada pada kategori tidak cemas, Gambaran tingkat kecemasan mahasiswa setelah diberikan bimbingan saat menghadapi uji kompetensi di Prodi Keperawatan Tapaktuan secara keseluruhan berada pada kategori kecemasan ringan yaitu (74,41%), artinya mahasiswa merasakan cemas ringan setelah mengikuti try out institusional uji kompetensi. Uji kompetensi diberikan setelah diberikan bimbingan belajar, menurut wawancara Mahasiswa tidak merasakan cemas saat menghadapi bimbingan belajar. Saran kepada mahasiswa untuk dapat meningkatkan pola belajar dengan banyak membaca buku dan latihan soal, membuat terbiasa dan terlatih sehingga tidak merasa kecemasan yang berlebihan saat menghadapi soal ujian.Kata Kunci: Bimbingan Belajar, Tingkat Kecemasan, Uji Kompetensi.
ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN SISWA SEKOLAH DASAR TENTANG KESEHATAN LINGKUNGAN SEKOLAH Ika Muthya Anggraini
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i3.1407

Abstract

Penyakit berbasis lingkungan dapat berasal dari lingkungan sekolah yang tidak sehat[R1] [A2] . Peningkatan status kesehatan masyarakat dilakukan pada semua kontinum siklus kehidupan, satu di antaranya pada usia anak sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pemahaman siswa sekolah dasar terhadap kesehatan lingkungan sekolah yang dibina oleh Puskesmas Wilayah Kerja Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya. Analisis tingkat pemahaman siswa diketahui melalui metode survei menggunakan 20 butir soal tes pilihan berganda berdasarkan empat faktor, yaitu tingkat ekologi sekolah, lingkungan kelas, kantin, dan perilaku sehat dalam tingkat individu. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 140 siswa dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling. Tenik Penilaian menggunakan penilaian acuan norma dengan mengacu pada kategori skala lima. Hasil perhitungan menunjukkan tingkat pemahaman siswa sekolah Dasar di wilayah kerja Puskesmas Sungai Raya Dalam tentang kesehatan lingkungan sekolah termasuk dalam kategori sedang, yaitu berada pada interval 64,565-81,505 dengan nilai rata-rata 73,04. Pemahaman siswa akan meningkat lebih baik tidak hanya melalui kegiatan penyuluhan kesehatan, namun juga harus didukung dengan infrastruktur sanitasi sekolah yang baik dan kebijakan yang dikeluarkan oleh sekolah untuk mewujudkan upaya pendidikan kesehatan yang berkualitas. 
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MEROKOK KARYAWAN (Studi Kasus Di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh) Said Usman
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i1.630

Abstract

Perilaku merokok adalah bentuk nyata yang dilakukan individu terhadap kebiasaan merokok. Determinan perilaku merokok dapat disebabkan oleh banyak faktor baik internal dan eksternal individu. Perilaku merokok pada karyawan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin di Banda Aceh merupakan suatu fenomena perilaku merokok karyawan. Strategi pengurangan perilaku merokok karyawan dilakukan dengan upaya promosi kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yang dimaksudkan untuk menganalisis perubahan perilaku merokok pada karyawan. Sampel untuk penelitian ini adalah staf perokok laki-laki sebanyak 152 orang. Data dianalisis dengan Uji Wilxocon Rank, Chi Square Test, t-dependent, dan Uji Regresi Multi Logistik pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi promosi kesehatan terdiri dari pemberdayaan, dukungan sosial, dan advokasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan secara statistik berpengaruh secara signifikan terhadap meningkatnya perilaku merokok pada karyawan dan mengembangkan konsep perilaku berhenti merokok. Intervensi promosi kesehatan, pengetahuan dan sikap karyawan mempengaruhi perilaku karyawan berhenti merokok. Intervensi promosi kesehatan melalui program konseling (perorangan, kelompok dan massa), pemberian leaflet, pemasangan poster di dalam Rumah Sakit, dan pemasangan tanda dilarang merokok terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, sikap positif dan dapat mengurangi perilaku merokok karyawan. Teruslah evaluasi, pantau dan perkuat kebijakan pelarangan merokok di Rumah Sakit, serta peningkatan promosi kesehatan melalui pemberdayaan karyawan, membangun kemitraan, advokasi dan partisipasi semua elemen Rumah Sakit. Kata Kunci: Intervensi Promosi Kesehatan, Perilaku Merokok Karyawan.
ANALISIS BEBAN KERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD SIDOARJO Hesma Wardhani Handarizki
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i3.1495

Abstract

Survei awal dari data sekunder RSUD Sidoarjo diperoleh bahwa perbandingan antara jumlah perawat dengan jumlah tempat tidur yang terpakai pada tahun 2009 hingga tahun 2011 melebihi standar yang ada dan mengalami peningkatan secara terus menerus. Hal tersebut dapat memicu beban kerja yang dirasakan perawat meningkat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis menganalisis beban kerja perawat di instalasi rawat inap RSUD Sidoarjo. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif yaitu mengukur dan menggambarkan beban kerja perawat secara subyektif dan obyektif. Pengumpulan data dengan metode observasi dan self assement pada perawat di instalasi rawat inap RSUD Sidoarjo. Besar sampel penelitian yaitu 68 orang dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa beban kerja subyektif tergolong sedang (72,06%) dan beban kerja obyektif tergolong sedang (55,88%). Kesimpulan penelitian ini yaitu beban kerja perawat di instalasi rawat inap RSUD Sidoarjo memiliki beban kerja yang cukup tinggi dan belum sesuai dengan standar yang ada. Saran dari peneliti yaitu melakukan evaluasi kinerja perawat dan memberikan reward kepada perawat terbaik serta melakukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan perawat.