cover
Contact Name
T.M. Rafsanjani
Contact Email
tmrafsanjani@serambimekkah.ac.id
Phone
+6285310750403
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Teuku Nyak Arief, No. 206, Simpang Mesra, Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Serambi Mekkah
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
ISSN : 26545934     EISSN : 26218178     DOI : http://dx.doi.org/10.32672/makma.v2i3.1534
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) with E-ISSN: 2621-8178 and P-ISSN: 2654-5934, DOI prefix code: 10.32672 is an official journal of the Public Health Faculty Serambi Makkah University, Aceh Province. It publishes original papers on: Epidemiology; Health Education and Behaviour Science; Health Policy Administration; Reproductive Health; Public Health Nutrition; Environmental Health; Occupational Health and Safety; others health sciences considered relevant. MaKMA is published three times a year in February, June, and October.
Articles 272 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM (Studi Kasus di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Banda Aceh) Namira Yusuf; Sri Wahyuni
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i2.823

Abstract

Hiperemesis gravidarum merupakan keadaan mual muntah yang berlebihan pada ibu hamil. Jumlah kematian ibu di Provinsi Aceh yang disebabkan oleh hiperemesis gravidarum sebanyak 1 orang (0,5%). Berdasarkan data yang diperoleh dari Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Pemerintah Aceh tahun 2015 jumlah ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum sebanyak 57 orang (6,8%), tahun 2016 sebanyak 73 orang (9,1%) dan tahun 2017 sebanyak 71 orang (9,8%). Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hiperemesis gravidarum di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin Pemerintah Aceh tahun 2017. Metode penelitian ini bersifat Survey analitik dengan pendekatan Retrospektif dengan tehnik pengambilan sampel secara Total Populasi dengan jumlah sampel 201 orang ibu yang mengalami hiperemesis gravidarum dengan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji Chi square. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa dari 201 responden sebagian besar mengalami hiperemesis gravidarum tingkat sedang sebanyak 89 responden (44,2%), tidak primigravida sebanyak 67 responden (63,2%), tidak kehamilan ganda sebanyak 155 responden (77,1%) dan tidak molahidatidosa sebanyak 166 responden (82,6%) dimana primigravida dengan nilai P Value (0,006), kehamilan ganda nilai P Value (0,001) dan molahidatidosa nilai P Value (0,03). Kesimpulan terdapat pengaruh antara primigravida, kehamilan ganda dan molahidatidosa terhadap kejadian hiperemesis garvidarum. Diharapkan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil dengan hiperemesis garvidaru m.Kata Kunci: Hiperemesis Gravidarum, Kehamilan Ganda, Molahidatidosa, Primigravida.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RISIKO TERJADINYA ULKUS DIABETIKA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI POLIKLINIK ENDOKRIN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH Khairunnisak Khairunnisak
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i2.1295

Abstract

Diabetes Mellitus terdiri dari ; umur, lama Diabetes Mellitus (DM), Neuropati, Obesitas, Hipertensi, kebiasaan merokok, ketidakpatuhan diet DM, kurangnya aktivitas fisik, pengobatan tidak tertentu, perawatan kaki tidak teratur dan penggunaan alas kaki tidak tepat. Jumlah pasien Diabetes Mellitus yang berobat dan rawat jalan dari bulan Januari sampai dengan maret 2018 di Poliklinik Endokrin yang mengalami ulkus diabetika sebanyak 113 (8,25%). Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor risiko terjadinya ulkus diabetika pada pasien Diabetika Mellitus di Poliklinik Endokrin Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh 2013, yang meliputi faktor umur, lama Diabetes Mellitus, Kepatuhan diet DM dan Keteraturan pengobatan. Desain penelitian menggunakan survey analitik, dengan desain cros-sectional. Jumlah sampel 93 orang. Menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menemukan bahwa risiko terjadinya ulkus pada pasien DM berhubungan dengan faktor umur p-value 0.000 (p0.05), faktor lama DM p-value 0.000 (p0.05), faktor kepatuhan diet Diabetes Mellitus p-value 0.001 (p0.05), dan faktor Keteraturan pengobatan p-value 0.002 (p0.05). Penelitian ini memberikan saran kepada manajerial Poliklinik Endokrin RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh untuk memberikan konseling tentang risiko terjadinya Ulkus Diabetikum pada pasien DM.
ANALISIS HIGIENE SANITASI RUMAH MAKAN DAN RESTORAN DI CAFE DAN RESTO OSING DELES BANYUWANGI Nahda Ruce Triyanti; Novayanti Nur RMS
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i2.814

Abstract

Rumah makan atau restoran merupakan salah satu tempat yang banyak dikunjungi oleh masyarakat umum. Apabila tidak memenuhi persyaratan akan menimbulkan masalah kesehatan, diantaranya adalah water and food borne disease dan munculnya vektor penyakit. Cafe dan Resto Osing Deles adalah salah satu restoran yang banyak pengunjung setiap hari datang untuk menikmati makanan serta membeli oleh-oleh di Banyuwangi. Tujuan dari peneliti untuk mengetahui kondisi higiene sanitasi rumah makan dan restoran di Cafe dan Resto Osing Deles Banyuwangi. metode deskriptif kualitatif karena pada pelaksanaan penelitian ini dilakukan wawancara kepada informan dan observasi di lingkungan lokasi penelitian. Pelaksanaan wawancara dan observasi ini dilakukan pada Hari Selasa tanggal 01 Mei 2018 pada pukul 15.00 hingga 17.00 WIB di Cafe dan Resto Osing Deles. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi didapatkan bahwa dari tiga aspek, tujuh indikator, dan 34 sub indikator, terdapat lima sub indikator yang belum terpenuhi. Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut bahwa sanitasi rumah makan dan restoran yang tepatnya di Cafe dan Resto Osing Deles termasuk dalam kategori baik. Saran yang direkomendasikan untuk Cafe dan Resto Osing Deles adalah agar tetap mempertahankan kualitas sanitasi dengan baik dan memperbaiki dari kelima sub indikator yang belum terpenuhi agar kualitas sanitasi menjadi lebih baik.Kata Kunci : Makanan, Restoran, Sanitasi.
INOVASI PROGRAM PENYU RAJA SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS SONGGON Wahyu Febriawan; Wahyu Febriawan
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i2.1124

Abstract

Tahun 2019 program promkes Puskesmas Songgon dari target 56% rumah tangga sehat yang memenuhi 10 indikator PHBS masih tercapai 45%, guna untuk meningkatkan capaian tersebut, maka perlu dilakukan pemberdayaan petugas kesehatan di Puskesmas terutama dibagian promosi kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi program Penyu Raja (Penyuluhan di Rawat Jalan) dengan cara memberdayakan petugas kesehatan di Puskesmas Songgon. Sasaran pada pemberdayaan ini terbagi menjadi 3 yakni sasaran primer adalah petugas kesehatan Puskesmas Songgon, sasaran sekunder adalah pengunjung rawat jalan Puskesmas Songgon, dan sasaran tersier adalah kepala Puskesmas Songgon. Metode pemberdayaan dengan role model, petugas kesehatan Puskesmas Songgon diajak kerjasama untuk melakukan penyuluhan di rawat jalan. Adapun tahapan pemberdayaan meliputi: advokasi, penyusunan jadwal, pelaksanaan (role model), pendampingan dan evaluasi. Hasil dari pemberdayaan ini yaitu petugas kesehatan Puskesmas Songgon mampu mengembangkan inovasi penyuluhan dalam gedung dengan memanfatkan sumberdaya yang ada di Puskesmas. Pemberdayaan ini sudah memenuhi target keberhasilan kegiatan yakni 45% petugas kesehatan mau dan mampu melakukan penyuluhan di rawat jalan Puskesmas Songgon.
KESIAPSIAGAAN DALAM PELAYANAN VAKSINASI MENINGITIS DI KANTOR PELABUHAN KELAS III BANDA ACEH Aris Winandar
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i1.635

Abstract

Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Banda Aceh adalah salah satu unit teknis dari Kementerian Kesehatan yang telah diberi tanggung jawab penuh dan tanggung jawab untuk melakukan pelayanan kesehatan bagi calon peziarah dan umroh di Kantor Pelabuhan Kelas III Banda Aceh. Dengan tenaga pelayanan yaitu 3 dokter, 12 perawat, 3 asisten apoteker dan 1 sopir. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Kesiapsiagaan Dalam Pelayanan Vaksinasi Miningitis di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Banda Aceh Tahun 2018. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey analitik dengan pendekatan crossectional study yaitu bagaimana Kesiapsiagaan Dalam Pelayanan Vaksinasi Meningitis di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Kota Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh calon jamaah umroh yang mendapatkan vaksin meningitis di Kantor Pelabuhan Kelas III Kota Kesehatan Banda Aceh, jumlah sampel sebanyak 97 orang. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling. Analisis data menggunakan statistik chi-square. Hasil:penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan vaksinasi meningitis belum siap yaitu 56,7%, tenaga kesehatan kurang terampil sebesar 60,8%, sarana dan prasarana lengkap 71,1% dan sosialisasi baik sebanyak 68,1%. Kesimpulan : Dalam penelitian ini, ada pengaruh antara tenaga kesehatan dengan kesiapsiagaan dalam pelayanan vaksinasi meningitis, dengan hasil uji statistik p= 0,000, untuk sosialisasi dengan hasil uji statistik p= 0,004, dan tidak ada pengaruh antara sarana dan prasarana dengan kesiapsiagaan dalam pelayanan vaksinasi meningitis, dengan hasil uji statistik p= 0,133. Kepada petugas kesehatan agar dapat terus untuk meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat khususnya pada jamaah tentang pentingnya vaksinasi meningitis. Serta perlunya peningkatan kemampuan petugas dalam bidang pelayanan khususnya vaksinasi meningitis kepada jamaah haji maupun umroh. Kata Kunci  :Kesiapsiagaan, Sarana dan Prasarana, Vaksin  Meningitis.
PENGELOLAAN REKAM MEDIS DI PUSKESMAS KETABANG KOTA SURABAYA Vonny Yulia Miranda
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i3.1277

Abstract

Penyelenggaraan rekam medis merupakan salah satu hal penting dalam pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengelolaan rekam medis di Puskesmas Ketabang Surabaya mulai dari sistem penomoran, assembling, filing, reporting, retensi dan pemusnahan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, yakni menggambarkan dan mendeskripsikan pengelolaan berkas rekam medis. Pengumpulan data menggunakan cara observasi dan wawancara kepada petugas bagian pendaftaran puskesmas Ketabang Surabaya sekaligus pengelola rekam medis. Hasil penelitian yaitu diketahui sistem penamaan berkas rekam medis di Puskesmas Ketabang telah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Puskesmas ketabang menggunakan sistem penomoran berkas rekam medis unit numbering system. Pelaksanaan kegiatan assembling tidak dilakukan pada waktu khusus. Berkas rekam medis disimpan dengan menggunakan sistem sentralisasi dengan cara penyimpanan menggunakan straight numerical system. Pelaporan berkas rekam medis ditujukan untuk internal puskesmas serta laporan eksternal. Retensi dilakukan untuk memisahkan berkas rekam medis yang aktif dan inaktif. Setelah berkas rekam medis diretensi dan telah disimpan selama 5 tahun tanpa digunakan, berkas akan di musnakan dengan cara dibakar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Puskesmas Ketabang Surabaya telah melaksanakan pengelolaan berkas rekam medis yang sesuai dengan standar prosedur operasional yang dimiliki dan panduan rekam medis dari WHO meskipun masih ada beberapa masalah yang muncul.
GAMBARAN SIKAP REMAJA TERHADAP SEKS BEBAS PADA SISWA SMPN 3 KALIPURO Dian Nindia Yuliana
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i1.880

Abstract

Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Masa peralihan ini banyak faktor yang berpengaruh sehingga membuat remaja mengalami perubahan mental yang cukup ekstrim. Tidak sedikit remaja justru memiliki perilaku yang menyimpang, bahkan mengarah ke seks bebas. Remaja yang pada saat itu mengalami masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa memiliki pengetahuan yang rendah mengenai perilaku seksual. Orang tua remaja tersebut menganggap pengetahuan seks adalah hal tabu, sehingga remaja menjadi penasaran dan mencari tahu sendiri atau bertanya pada teman, sedangkan temannya juga memiliki pengetahuan rendah. Di Indonesia banyak remaja yang telah melakukan seks bebas yang mulai dari berpegangan tangan hingga melakukan hubungan seks. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran sikap remaja terhadap seks bebas pada siswa SMPN 3 Kalipuro. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMPN 3 Kalipuro dan sampel pada penelitian ini ada seluruh populasi karena jumlah populasi yang sedikit sehingga tidak dapat memenuhi standar jumlah sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMPN 3 Kalipuro memiliki sikap negatif dan dominan adalah laki-laki dengan siswa laki-laki yang memiliki sikap buruk adalah dengan jumlah 37 siswa sedangkan yang memiliki sikap baik adalah dengan jumlah 10 siswa dari 47 siswa. Diharapkan kepada guru disekolah SMPN 3 Kalipuro memperhatikan perilaku siswa yang menjurus ke arah seks bebas dan sekolah juga berupaya dalam peningkatan pengetahuan siswa.Kata Kunci: Remaja, Seks Bebas, Sikap
FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KEGEMUKAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KOTA BANDA ACEH Agus Hendra Al Rahmad
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i3.1534

Abstract

Kegemukan merupakan masalah kesehatan terbesar di Dunia khususnya dengan kelompok usia muda. Asupan energi dan lemak yang berlebihan secara kronis akan menimbulkan kenaikan berat badan, diantaranya gemuk dan obesitas. Selanjutnya pengeluaran energi akan meningkatkan keseimbangan energi dan kondisi fisik yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh asupan energi, lemak dan sedentari dengan terjadinya kegemukan pada anak sekolah dasar. Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan case control study. Sampel merupakan anak sekolah dasar terdiri 38 siswa gemuk (kasus) dan 38 siswa normal (kontrol).Variabel penelitian terdiri dari asupan energi, asupan lemak dan aktivitas sedentary serta kegemukan. Data asupan energi dan lemak dikumpulkan melalui recall 24 jam, sedentary dikumpulkan dengan kuesioner GPAQ, data kegemukan menggunakan IMT/U. Analisa data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara asupan energi  (p= 0,112) dan asupan lemak (p= 0,787) dengan terjadinya kegemukan pada anak SD. Sedangkan sedentary mempunyai pengaruh signifikan (p= 0,021) dengan kejadian kegemukan pada anak SD. Kesimpulan, kegemukan pada anak sekolah dasar tidak dipengaruh oleh asupan makanan baik asupan energi maupun asupan lemak, namun faktor sedentarilah yang berpengaruh terhadap kejadian kegemukan pada anak SD. Saran, perlu promosi kesehatan seperti pola makan sehat, aktifitas fisik, dan konsumsi sayur buah. Memperbanyak aktifitas fisik dalam upaya meningkatkan kesahatan dan gizi yang optimal.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPSIAGAAN KEPALA KELUARGA DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI (Di Desa Alue Deah Teungoh Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh) Rahmayani Rahmayani
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i2.819

Abstract

Indonesia memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam maupun faktor manusia yang menyebabkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Di Desa Alue Deah Teungoh jumlah penduduk berjumlah 1.841 jiwa, 3.49 kepala keluarga. Saat terjadinya bencana gempa bumi pada tanggal 26 Desember Tahun 2004 yang berkekuatan 8,9 skala Richter jumlah penduduk di Desa Alue Deah Teungoh berjumlah 382 jiwa, 182 kepala keluarga,102 jiwa hilang, 1.075 jiwa meninggal dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan kepala keluarga dalam menghadapi bencana gempa bumi di Desa Alue Deah Teungoh Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 368 kepala keluarga dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 79 kepala keluarga.Tehnik pengumpulan sampel adalah secara proportional random sampling. Hasil penelitian dari 79 responden yang pengetahuannya kurang 45 (57,0%), sikapnya negatif sebanyak 44 (55,7%), sistem peringatan dini yang tidak tersedia 42 (53,2%).Kesimpulan dalam penelitian ini diperoleh bahwa tidak ada pengaruh pengetahuan terhadap kesiapsiagaan kepala keluarga dalam menghadapi bencana gempa bumi (p Value 0,691), ada pengaruh sikap terhadap kesiapsiagaan kepala keluarga dalam menghadapi bencana gempa bumi (p Value 0,040), ada pengaruh sistem peringatan dini terhadap kesiapsiagaan kepala keluarga dalam menghadapi bencana gempa bumi (p Value 0,046). Diberikannya pelatihan, simulasi bencana , mencari informasi tentang bencana untuk menambah wawasan keluarga sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan keluarga sebagai upaya mengurangi resiko bencana gempa bumi.Kata Kunci: Bencana, Gempa bumi
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI PT. SEMEN BOSOWA BANYUWANGI Maulida Rachmadiyawati
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i2.1185

Abstract

Pekerja tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) saat bekerja adalah termasuk ke dalam perilaku tidak aman yang dapat meningkatkan risiko keparahan akibat kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja sehingga dapat menimbulkan kerugian bagi pekerja maupun perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) pada pekerja bagian produksi di PT. Semen Bosowa Banyuwangi. Penelitian ini termasuk dalam penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 30 pekerja bagian produksi PT. Semen Bosowa Banyuwangi. Variabel yang diteliti adalah activator (pengetahuan dan motivasi), consequence (punishment), dan perilaku penggunaan APD (Alat Pelindung Diri). Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji koefisien kontingensi untuk menganalisis kuat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan APD adalah sangat rendah (CC=0,155), hubungan antara motivasi dengan perilaku penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) adalah rendah (CC=0,299) dan hubungan antara punishment dengan perilaku penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) adalah sangat rendah (CC=0,149) pada pekerja bagian produksi PT. Semen Bosowa Banyuwangi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada perusahaan dan pekerja untuk meningkatkan perilaku aman menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) yaitu dengan cara mengadakan toolbox meeting, observasi perilaku aman, dan pengadaan program reward.Kata Kunci: activator, alat pelindung diri, consequence, perilaku.