cover
Contact Name
Rahma Ari Widihastuti
Contact Email
rahmajawa@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285600820277
Journal Mail Official
rahmajawa@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Gedung B8 Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 230 Documents
BENTUK BAHASA JAWA DIALEK BANYUMASAN KESEPUHAN DI GRUMBUL KALITANJUNG PADA TATARAN MORFOLOGI Nurlekha, Swadayani
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 3 No 1 (2014): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v3i1.4044

Abstract

Dialek merupakan variasi bahasa yang digunakan oleh suatu kelompok masyarakat pada suatu tempat atau waktu tertentu. Bahasa Jawa memiliki berbagai macam dialek, salah satunya dialek Banyumasan. Bentuk bahasa Jawa dialek Banyumasan yang digunakan para sesepuh di grumbul tersebut memiliki keunikan pada sisi morfologi. Hal tersebut menjadikan bentuk bahasa Jawa dialek Banyumasan di Grumbul Kalitanjung pada tataran morfologi menarik untuk diteliti. Secara teoretis penelitian ini menggunakan pendekatan dialektologi, secara metodologis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah para sesepuh anggota kelompok kesepuhan di Grumbul Kalitanjung. Data penelitian ini berupa penggalan-penggalan tuturan yang diperoleh dari percakapan antara sesama sesepuh maupun antara sesepuh dengan masyarakat umum yang diduga memiliki kekhasan bentuk pada tataran morfologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak libat cakap, teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat, sedangkan teknik untuk menganalisis data penelitian ini menggunakan model interaktif, dan untuk pemaparan hasil analisis data dilakukan dalam bentuk uraian dengan teks yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk bahasa Jawa dialek Banyumasan pada tataran morfologi yang khusus digunakan oleh para sesepuh meliputi bentuk dasar dan bentuk turunan, begitu pula bentuk-bentuk bahasa Jawa yang digunakan oleh masyarakat Banyumas pada umumnya dan para sesepuh meliputi bentuk dasar dan bentuk turunan. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat disampaikan adalah (1) bagi masyarakat Banyumas untuk mempelajari bentuk-bentuk dialek Banyumasan yang digunakan oleh kelompok masyarakat tertentu, seperti dialek Banyumasan yang digunakan para sesepuh di Grumbul Kalitanjung. Hal ini sangat bermanfaat, karena komunikasi yang baik dan lancar dapat terjalin tanpa kesalahpahaman akibat kesalahan penafsiran maksud ucapan mitra tutur yang berasal dari kelompok masyarakat tertentu, (2) bentuk bahasa Jawa dialek Banyumasan pada tataran morfologi yang digunakan kesepuhan di Grumbul Kalitanjung merupakan penelitian awal, sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan berkaitan dengan proses morfologi dalam pembentukan kata bahasa Jawa dialek Banyumasan, agar dapat memperluas pengetahuan khususnya dalam bidang kebahasaan. Dialect is a variation of the language used by a group of people at a particular time or place. Java language has a wide variety of dialects, one dialect Banyumasan. The shape of the Java language dialect used Banyumasan elders in the grumbul unique in the morphology. This makes the Java language dialect form Banyumasan in Grumbul Kalitanjung at the level of morphological interesting to study.The data source of this study is the elder members of the group in Grumbul Kalitanjung kesepuhan. This research data in the form of fragments of speech derived from conversations among elders and the elders of the general public who allegedly has a specific shape at the level of morphology. Data collected by the techniques involved refer proficient, proficient technique involved freely see, recording technique, and the technique of note, while the technique to analyze the data of this study using the interactive model, and for the exposure of the data analysis is done in the form of a description with descriptive text. The results showed that the forms of Javanese dialect Banyumasan at the level of specific morphology used by elders include basic shapes and forms derivatives, as well as the forms used by the Java language Banyumas society in general and the elders includes basic shape and form of derivative . Based on this research, the advice can be given is (1) for the community to learn Banyumas dialect forms Banyumasan used by particular groups of people, such as Banyumas dialect used in Grumbul Kalitanjung elders. This is very useful, because communication can be established smoothly without misunderstanding due to misinterpretation of the intent greeting hearer who belong to a particular community, (2) the form of the Java language at the level of morphology Banyumasan dialect used in Grumbul Kalitanjung kesepuhan an initial study, so we need further research related to the morphological process of word formation Banyumasan Javanese dialect, in order to expand knowledge, especially in the field of linguistics.
UNSUR INTRINSIK DAN UNSUR PENDIDIKAN DALAM RUBRIK WACAN BOCAH PADA MAJALAH JAKA LODHANG (BULAN JANUARI-AGUSTUS TAHUN 2013) Yunita, Tri Erna
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 3 No 1 (2014): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v3i1.4046

Abstract

Rubrik bocah wacan adalah cerita ringan pada majalah Jaka Lodhang dikhususkan untuk anak-anak. Sebagai salah satu kolom di majalah, wacan bocah laki-laki yang relatif menarik sehingga pembaca selalu ditunggu-tunggu, terutama anak-anak. Cerita anak-anak memiliki kekhasan tersendiri yang dapat dilihat dari karakteristik struktural dari cerita. Selain cerita anak-anak juga merupakan sarana untuk menanamkan nilai-nilai dan moral kebijakan mengandung unsur pendidikan di dalamnya. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian secara mendalam tentang unsur-unsur intrinsik dan unsur-unsur dalam rubrik pendidikan bocah wacan pada majalah Jaka Lodang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strukturalisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan objektif. Metode yang digunakan adalah metode analisis struktural. Tujuan dari penelitian ini adalah unsur intrinsik dan unsur-unsur rubrik pendidikan bocah wacan pada majalah Jaka Lodhang (bulan Januari-Agustus 2013). 35 eksemplar majalah yang dipilih 10 cerita berdasarkan tema kontinuitas yang signifikan antara satu cerita dan cerita-cerita lain yang seharusnya penuh dengan pendidikan karakter. Ke-10 cerita EMOH ngalah (12 Januari 2013), Omah Ing Tengah Alas (23 Februari 2013), Sega Kuning (30 Maret 2013), Mbah Mur (20 April 2013), Warisan menyanyikan Murakabi (4 Mei 2013), Momong Adhik (8 Juni 2013), Pangumbara lan Manuk Podhang (1 Juli 2013), Nandur Culika Ngundhuh Cilaka (27 Juli 2013), Putri Dhuyung (3 Agustus 2013) dan Keweleh (24 Agustus 2013). Penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan, (1) unsur-unsur intrinsik cerita dalam bocah wacan rubrik majalah Jaka Lodhang (bulan Januari-Agustus 2013) terdiri dari plot, karakter dan karakterisasi, pengaturan, tema dan amanat, dan sudut pandang. Semua cerita menggunakan alur yang lurus. Karakter dan karakterisasi memiliki karakter tertentu dan tidak semua tokoh utama ditampilkan karakter baik hati / protagonis. cerita menggunakan sudut pandang Diaan-mahatahu. (2) Elemen yang terkandung dalam cerita pendidikan adalah pendidikan sosial, moral, karakter dan keilahian. Berdasarkan penelitian menyarankan bahwa anak itu menjadi alternatif rubrik bahan ajar bocah wacan di sekolah-sekolah dan apresiasi sastra diharapkan menjadi motivasi dan inovasi bagi peneliti lain untuk melakukan literatur penelitian lebih kreatif. Rubric wacan bocah is a light story on Jaka Lodhang magazine devoted to children. As one of the column in the magazine, wacan bocah relatively attractive boy so readers always eagerly awaited, especially the children. Children's story has its own peculiarities which can be seen from the structural characteristics of the story. In addition to the children's story is also a means to instill values and morals policy contains elements of education in it. It is therefore necessary to study in depth about the intrinsic elements and elements within the rubric of education wacan bocah on Jaka Lodang magazine .The theory used in this study is the theory of structuralism. This study uses an objective approach. The method used is the method of structural analysis. Objectives of this study are intrinsic elements and elements of education rubric wacan bocah on Jaka Lodhang magazine (month from January to August 2013). 35 copies of the magazine selected 10 stories based on the theme of significant continuity between one story and the other stories that supposedly full of character education. All 10 stories are Emoh Ngalah (January 12, 2013), Omah Ing Tengah Alas (23 February 2013), Sega Kuning ( March 30, 2013 ), Mbah Mur (20 April 2013), Warisan sing Murakabi (May 4, 2013), Momong Adhik (June 8, 2013), Pangumbara lan Manuk Podhang (July 1, 2013), Nandur Culika Ngundhuh Cilaka (July 27, 2013), Putri Dhuyung (August 3, 2013) and Keweleh (August 24, 2013). This study resulted in two conclusions, (1) the intrinsic elements of the story in the rubric wacan bocah of Jaka Lodhang magazine (month of January-August 2013) consists of plots, characters and characterization, setting, theme and mandate, and viewpoints. All stories using a straight furrow. Character and characterization has a specific character and not all key figures displayed good-natured character/ protagonist. All stories using Diaan-omniscient viewpoint. (2) Elements contained in the story of education is the education of social, moral, character and divinity. Based on the research suggested that the boy be an alternative rubric wacan bocah teaching materials at schools and literary appreciation is expected to be the motivation and innovation for other researchers to conduct research literature more creative.
Geguritan Mbeling of Rohmat Djoko Prakosa in Kumpulan Guritan Ngeluk Duwung Nggelung Gunung PRADANASARI, URI
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 4 No 1 (2016): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v4i1.15358

Abstract

Geguritan mbeling is one kind of geguritan that is rarely encountered in Javanese literature. Rohmat Djoko Prakosa through a work entitled Kumpulan Guritan Ngeluk Duwung Nggelung Gunung presents a new thing in geguritan. This is a renewal of elements within geguritan creator in the form of theme, the use of language, and facial expression. The theme of sex is a theme that dominates the geguritan Rohmat Djoko Prakosa. Rohmat Djoko Prakosa also delivers with the use of language that includes sounds, word combinations, shortening of words, proprietary writing, and language combinations. Rohmat Djoko Prakosa also uses facial expression that represents the contents of geguritan mbeling. The shape of faceis mostly using the symbol of fertility. They are female genitals, male genitals, and triangles. Keywords; geguritan mbeling, renewal, structure
Serat Kadis dalam Kajian Filologis Ulya, Rihatul; N., Yusro Edy; ., Hardyanto
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 8 No 1 (2020): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v8i1.19033

Abstract

Naskah Serat Kadis (SK) merupakan salah satu naskah prosa beraksara Arab pegon yang berisikan tentang ajaran agama Islam. Diantaranya bab akidah, bab syariat, dan fikih. Naskah Serat Kadis mejadi sumber data penelitian ini merupakan koleksi yang disimpan di perpustakaan Museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta, Jl. Trikora No. 6 Yogyakarta dengan nomor naskah PB F.6 rol 156 no.3 dan mempunyai tebal 88 halaman. Tujuan penelitian ini menyajikan suntingan teks dan terjemahan Serat Kadis dengan benar sesuai dengan kaidah filologi. metode penelitian yang digunakan adalah metode edisi naskah tunggal. Adapun penerjemahan teks Serat Kadis dengan menggunakan metode terjemahan bebas. Agar terjemahan dapat mudah dipahami oleh pembaca. Hasil penelitian ini adalah suntingan teks, dan terjemahan teks yang sesuai dengan cara kerja filologi.
Kajian Filologis Kajian Flologis Serat Pangrembag Ewah-ewahan Rarantaman Arta ing Taun 1925 Karembag ing Wulan Dhesember 1924 Fatimah, Amah; N., Yusro Edy
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 8 No 1 (2020): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v8i1.25284

Abstract

ABSTRACT Manuscript fiber Pangrembag Ewah-ewahan Rarantaman Arta ing Taun 1925 Karembag ing Wulan Dhesember 1924 is one of the collections of manuscripts of state documents on the financial budget that is stored in the Museum Radya Pustaka Surakarta. Manuscript Pangrembag Ewah-ewahan Rarantaman Arta ing Taun 1925 Karembag ing Wulan Dhesember 1924 has RP number 129-1 and is 22 pages. This manuscript is written using Javanese krama inggil language with inserted Javanese-Dutch absorption language. The purpose of this study presents the text ranging from the description of manuscripts, transliteration, text edits and the apparatus of criticism and translation. Research data is manuscripts Pangrembag Ewah-ewahan Rarantaman Arta ing Taun 1925Karembag ing Wulan Dhesember 1924. The method of research is a single standard edition script method. As for the translation of the text using free translation, so that the results of the translation easily understood by the reader. The results of this research is a valid edition of the text according to philological studies. There is also a critical and translation apparatus in Indonesian form. Key words : Philology, Rarantaman Arta, Text.
Istilah-Istilah dalam Tradisi Reresik Sendhang di Desa Wonosoco Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus (Suatu Kajian Etnolinguistik) Janah, Miftahul; M.Pd., Widodo; Astuti, Eka Yuli
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 7 No 2 (2019): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v7i2.25800

Abstract

Reresik sendhang tradition is one of social culture in Wonosoco village which is conserved until today. This tradition has a special uniqueness compared with the other place, it has seven steps of tradition ritual and Wayang Klitik exhibition played by a Dalang from one generation. Reresik sendhang is not only a tradition, but also related with the social life and a legend of Wonosoco village. Besides that, that traditions also has some purposes and functions which are contained in the terminology. The data collections in this research used an observation and talking with advanced technique, those are interview, inducement, record, and note. The data analysis methods in this research are distributional and padan methods. The results of this research are (1) the terminology contained in Reresik sendhang tradition organized by words and phrases. (2) the terminology in Reresik sendhang tradition has lexical and cultural meaning. (3) the terminology in Reresik sendhang tradition has some functions, those are as the homage to the ancerstors, as the gratitude, cultural conservation, depict share-work attitude, water conservation, and the entertainment medium. Key words: Reresik sendhang tradition, terminology, meaning
Pemertahanan Bahasa Jawa Santri Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljamaah Banaran Gunungpati Semarang sih, Sri Ning; Kurniati, Endang; M.Pd., Widodo
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 7 No 2 (2019): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v7i2.27541

Abstract

AbstractJavanese language as a regional language along with the development era is starting to be forgotten. Various attempts to maintain language are carried out as a preservation effort so that Javanese language is not extinct. This study describes the problem of Javanese language retention in Durrotu Ahlissunnah Waljamaah Islamic Boarding School students. The research method used is descriptive qualitative research data source of speech by students of Islamic Boarding School Durrotu Ahlissunnah Waljamaah. The data used is a fragment of the speech of students of the Islamic Boarding School Durrotu Ahlissunnah Waljamaah. Data collection techniques using record techniques and note taking techniques. The results of the analysis can be concluded: (1) Javanese language retention Santri Islamic Boarding School Durrotu Ahlissunnah Waljamaah consists of two forms, namely (a) a form of active detention that is the use of Javanese as a whole in which no other languages are mixed, and (2) a form of passive retention that is a form of language retention characterized by the use of Javanese but containing one foreign language element or the use of other languages but there is Javanese in it.Keywords: language retention, boarding school.
Inventarisasi Cerita Rakyat di Kabupaten Sragen Dewi, Fista Nuhlia Kumala
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 4 No 1 (2016): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v4i1.28999

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses inventarisasi cerita rakyat di Kabupaten Sragen dan membuat hasil inventarisasi cerita rakyat di Kabupaten Sragen dalam kumpulan cerita rakyat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori inventarisasi Danandjaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan inventarisasi dan metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menghasilkan dua simpulan (1) proses inventarisasi cerita rakyat di Kabupaten Sragen dimulai dari survei pendahuluan yang dilakukan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen, dilanjutkan dengan observasi dan wawancara yang dilakukan langsung dengan narasumber, data-data cerita rakyat kemudian diketik dalam bentuk tulisan wacana bahasa Jawa yang dilengkapi terjemahan, lalu disusun menjadi buku kumpulan cerita rakyat; (2) hasil inventarisasi cerita rakyat Kabupaten Sragen berupa kumpulan cerita rakyat Kabupaten Sragen berbahasa Jawa yang mencakup Dumadine Desa Watu Gong, Pangeran Honggowongso, Kaliyoso Jogopaten, Gunung Tugel, Sendhang Watu Gong, Jati Poleng, Gunung Banyak, Kyai Mada, Dumadine Pasar Tambak, Tumenggung Alap – alap lan Pangeran Mangkubumi, Ki Gede Arum, Wadhuk Brambang, Dumadine Mejid Mujahiddin, Kyai Grasak, dan Kyai Nengku. The purpose of this study is to describe the process of inventorying folklore in Sragen and make inventory of folklore in Sragen in folklore groups. The theory used in this research is Danandjaja inventory theory. This study uses the approach of the inventory and the methods used are a qualitative method. This research resulted in two conclusions: (1) the process of inventorying folklore in Sragen starts from a preliminary survey carried out in the Department of Tourism and Culture, the Regional Library of Sragen, followed by observation and interviews conducted directly with sources, data folklore then typed In the form of written Javanese discourse with translation, then compiled into a folklore book; (2) inventory folklore Sragen a group folklore Sragen Java language that includes the creation of village stone Gong, Prince Honggowongso, .Rainfall Jogopaten, Mount Crop, spring stone Gong, Teak Poleng, Mount Many, YAI, through the causeway, Minister - tailed and PangeranMangkubumi, Ki Gede Arum, U.S. Onion, made Mejid Mujahedeen, Grasak Passengers, Passengers and Tengku.© 2015 Universitas Negeri Semarang
Pelestarian Cerita Rakyat di Kabupaten Jepara Noviani, Ellisa
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 4 No 1 (2016): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v4i1.29000

Abstract

Penelitian Peletarian Cerita Rakyat di Kabupaten Jepara mendokumentasikan cerita-cerita rakyat yang ada di Kabupaten Jepara dalam bentuk buku kumpulan cerita rakyat di Kabupaten Jepara. Tahapan pelestarian cerita rakyat di Kabupaten Jepara melalui tiga tahap, yakni tahap prapenelitian ditempat, tahap penelitian di tempat, dan tahap pembuatan cerita rakyat untuk pengarsipan. Hasil penelitian ini berhasil mengumpulkan sembilan belas cerita rakyat yang ada di Kabupaten Jepara. Research on Folklore Studies in Jepara Regency documenting the folklore in Jepara Regency in the form of books of folklore in Jepara. Stages of preservation of folklore in Jepara regency through three stages, namely prelenelitian stage, research stages in place, and stages of folklore making for archiving. The results of this study have collected nineteen folklore in Jepara.
Bentuk dan Makna Wangsalan Prasetya, Teguh
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 4 No 1 (2016): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v4i1.29001

Abstract

Wangsalan dapat dibagi menjadi dua, yaitu (1) berdasarkan bentuk satuan lingual dan (2) berdasarkan ruang persepsi bagian cangkrimannya. Bentukwangsalan berdasarkan satuan lingual, yaitu berupa frasa dan kalimat. Bentuk wangsalan berupa frasa meliputi wangsalan berstrukturkata+kata, kata+frasa, frasa+kata, frasa+frasa, kata+klausa, dan frasa+klausa. Bentuk wangsalan berupa kalimat meliputi kalimat dasar dan kalimat turunan. Berdasarkan ruang persepsi manusia yang dirumuskan oleh Haley, wangsalanyang diketemukan mencakup tujuh kategori ruang persepsi, yaitu kategori BEING (keadaan), kategori ENERGY (energi), kategori TERRESTRIAL (bumi), kategori OBJECT (benda), kategori LIVING (kehidupan), kategori ANIMATE (bernyawa), dan kategori HUMAN (manusia). Makna yang terkandung dalam wangsalan antara lain berupa nasihat, informasi, sindiran, dan permohonan. Makna tersebut sekaligus sebagai fungsi komunikatif antara penyampai dengan pendengarnya. The money can be divided into two, namely (1) based on the lingual unit and (2) based on the perception space of the crescent. Formation based on lingual unit, which is in the form of phrases and sentences. Forms of formulas include phrasebook + word structure, word + phrase, phrase + word, phrase + phrase, word + clause, and phrase + clause. Forms of form of sentence include basic sentences and derivative sentences. Based on Haley's human perception room, the findings include seven category of perception space, BEING (state), category ENERGY (energy), TERRESTRIAL (earth) category, OBJECT category (object), LIVING category (life), ANIMATE (Animate), and human category (human). The meaning contained in the deed is in the form of advice, information, innuendo, and application. The meaning as well as the communicative function between the presenter and the audience.© 2015 Universitas Negeri Semarang