cover
Contact Name
Rahma Ari Widihastuti
Contact Email
rahmajawa@mail.unnes.ac.id
Phone
+6285600820277
Journal Mail Official
rahmajawa@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Gedung B8 Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 230 Documents
TRADISI GAPURA MASJID WALI DI DESA LORAM KUDUS Ambarwati, Likhi
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 1 No 1 (2012): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v1i1.321

Abstract

Tradisi Gapura Masjid Wali merupakan salah satu bentuk tradisi lisan yang sampai sekarang masih dilaksanakan masyarakat Desa Loram. Adanya tradisi Gapura Masjid Wali disebabkan oleh kepercayaan masyarakat Loram terhadap nasihat Sultan Hadirinsebagai warisan leluhur Desa Loram. Tujuan dari penelitian tradisi Gapura Masjid Wali di Desa Loram adalah (1) untuk mengetahui cerita mitos Gapura Masjid Wali di Desa Loram Kudus, (2) untuk mendeskripsikan norma-norma yang terdapat pada cerita mitos Gapura Masjid Wali di Desa Loram Kudus, (3) untuk mengetahui tanggapan masyarakat Loram Kudus terhadap tradisi Gapura Masjid Wali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan folklor. Sumber data dalam penelitian ini adalah dari prosesi upacara tradisi Gapura Masjid Wali di Desa Loram. Data diperoleh dari hasil wawancara dengan juru kunci, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat pendukung serta dokumentasi pelaksanaan tradisi Gapura Masjid Wali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita mitos Gapura Masjid Wali di Desa Loram masih sangat dipercaya oleh masyarakat Loram karena jika melanggarnya akan mendapat balak. Maka masyarakat masih melaksanakan tradisi Gapura Masjid Wali seperti tradisi seg a kepel, tradisi kirab pengantin, dan tradisi kirab Ampyang Maulid. Norma-norma yang berlaku dalam masyarakat Loram terhadap tradisi Gapura Masjid Wali berupa larangan dan kepatuhan terhadap tradisi Gapura Masjid Wali. Larangan tersebut antara lain dilarang mengucap kata-kata kotor pada Gapura Masjid Wali, dilarang memutari gapura dengan lawan jenis yang belum sah menjadi suami istri, dilarang mengurangi jumlah sega kepel dan lauk bothok, dilarang membuka dan melewati pintu tengah gapura, dilarang memelihara jenis kuda plangka yang mirip dengan kuda milik Sultan Hadirin. 
VARIASI BAHASA DALAM KIDUNG PASAMUWAN KRISTEN Wulandari, Mieke
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 1 No 2 (2012): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v1i2.879

Abstract

Bahasa Jawa tidak hanya digunakan dalam bahasa lisan tetapi juga tulisan. Salah satunya digunakan dalam Kidung Pasamuwan Kristen. Bahasa dalam Kidung Pasamuwan Kristen bervariasi yaitu terdiri atas ragam bahasa Jawa ngoko, Jawa krama dan Jawa kuna. Kosakata dalam Kidung Pasamuwan Kristen relatif sulit untuk dipahami karena sudah jarang digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Dalam penelitian ini akan dikaji mengenai ragam bahasa yang digunakan beserta fungsinya beserta variasi morfologis. Dalam kajian morfologis difokuskan dalam proses afiksasi kata.Java language is not only used in spoken language but also writing. One of them used in the Kidung Pasamuwan Kristen. Language in Kidung Pasamuwan Kristen has variation the range consists Jawa ngoko language, Jawa krama and Jawa kuna. Vocabularies in Kidung Pasamuwan Kristen relatively are difficult to be understood because it is rarely used in daily communication.In this research will be assessed on the various languages used and their functions and their morphological variation. In morphological studies focused on word affixation process.
Istilah-istilah Perkebunan Rakyat di Kabupaten Klaten: Kajian Struktural Semantik Utomo, Nomzano Wahyu
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 2 No 1 (2013): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v2i1.2533

Abstract

Berbagai interaksi sosial dan komunikasi antar petani tembakau di Kabupaten Klaten, leksikon istilah-istilah Perkebunan Tembakau Rakyat di Kabupaten Klaten secara konvensional terbentuk, disepakati dan digunakan bersama untuk mempermudah kegiatan yang dilakukan. Istilah-istilah pertembakauan tersebut sebagian besar diwariskan secara turun temurun dan sebagian lainnya mengikuti perkembangan zaman, sesuai sifat bahasa yang dinamis. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana bentuk istilah-istilah perkebunan tembakau rakyat di Kabupaten Klaten, (2) bagaimana istilah-istilah perkebunan tembakau rakyat di Kabupaten Klaten. Adapun tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi bentuk istilah-istilah perkebunan tembakau rakyat di Kabupaten Klaten; dan mendeskripsi makna istilah-istilah perkebunan tembakau rakyat di Kabupaten Klaten. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan strukturalisme semantik sebagai pendekatan teoretis dan pendekatan penelitian deskriptif-kualitatif sebagai pendekatan metodologisnya. Data penelitian ini adalah leksikon istilah yang bersumber dari para petani yang ada di Kabupaten Klaten. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, teknik rekam, dan teknik catat pada kartu data. Teknik simak yang digunakan adalah teknik simak libat cakap (SLC). Analisis data penelitian ini menggunakan metode padan dan distribusional teknik analisis data, serta metode informal digunakan sebagai metode penyajian hasil analisis data. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Bentuk Istilah-istilah Perkebunan Tembakau Rakyat di Kabupaten Klaten meliputi kata yang terbagi atas kata dasar, kata turunan, dan kata majemuk. Makna istilah-istilah tembakau rakyat di Kabupaten Klaten yang ditemukan adalah makna leksikal dan makna gramatikal. Makna gramatikal yang ditemukan, yaitu yaitu (1) makna kepemilikan (2) makna pemakaian (3) makna kemiripan (4) makna tiruan (5) makna tindakan.
PEMAKAIAN PARTIKEL BAHASA JAWA DI DESA KARABAN KECAMATAN GABUS KABUPATEN PATI Yuliani, Eka
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 2 No 1 (2013): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v2i1.2534

Abstract

Bentuk partikel yang dipakai oleh warga Desa Karaban Kecamatan Gabus Kabupaten Pati bervariasi bila dilihat dari segi penutur. Letak variasi bentuk partikel yang pada umumnya e [e] menjadi bentuk partikel lain, yaitu ek [Ʃ?] yang dipengaruhi oleh penutur warga Desa Karaban Kecamatan Gabus Kabupaten Pati. Selain itu, fungsi pemakaiannya juga bervariasi, bila dilihat dari distribusi dan konteks yang menyertainya. Satu partikel yang sama dengan distribusi yang sama mempunyai fungsi yang berbeda. Hal ini dikarenakan konteks yang menyertainya berbeda. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini mengkaji bentuk, distribusi, dan fungsi partikel bahasa Jawa yang dipakai oleh masyarakat Desa Karaban Kecamatan Gabus Kabupaten Pati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi bentuk, distribusi, dan fungsi partikel bahasa Jawa yang dipakai oleh warga Desa Karaban Kecamatan Gabus Kabupaten Pati. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendekatan penelitian secara teoretis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan struktural dengan teori fatis. Pendekatan penelitian secara metodologis yang digunakan dalam penelitian ini berupa pendekatan deskriptif dan kualitatif. Lokasi penelitian berada di Desa Karaban Kecamatan Gabus Kabupaten Pati. Data penelitian ini adalah tuturan masyarakat Desa Karaban Kecamatan Gabus Kabupaten Pati yang diduga terdapat bentuk partikel. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Simak Libat Cakap (SLC), teknik Simak Libat Bebas Cakap (SLBC), teknik rekam, dan teknik catat. Data dianalisis menggunakan teknik padan dan teknik agih. Hasil analisis data kemudian dipaparkan menggunakan metode informal. Hasil penelitian yang diperoleh berupa (1) bentuk partikel bahasa Jawa yang dipakai oleh masyarakat Desa Karaban Kecamatan Gabus Kabupaten Pati terdapat delapan belas bentuk partikel tunggal dan partikel campuran yang terdiri atas dua macam yaitu partikel campuran yang terbentuk dari dua partikel dan dari tiga partikel, (2) distribusi pemakaian partikel oleh masyarakat Desa Karaban Kecamatan Gabus Kabupaten Pati terletak di awal, akhir, awal dan tengah, awal dan akhir, tengah dan akhir, serta awal-tengah-akhir, (3) fungsi partikel bahasa Jawa di Desa Karaban Kecamatan Gabus Kabupaten Pati yaitu untuk memulai komunikasi, mempertahankan komunikasi, dan mengakhiri komunikasi.
PENDIDIKAN KEBANGSAAN DALAM ILMU DAN LAKU JAWA AJARAN R.M.P. SOSROKARTONO Rahman, Ithafur
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 2 No 1 (2013): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v2i1.2535

Abstract

Salah satu ajaran dalam dunia sastra Jawa yang menghadirkan aneka macam asosiasi dan konotasi adalah teks Ilmu dan Laku Jawa Ajaran R.M.P. Sosrokartono. Teks Ilmu dan Laku Jawa Ajaran R.M.P. Sosrokartono dapat dikatakan sebuah karya sastra karena ajarannya bersifat ambiguitas, homonim, tidak beraturan dan irrasional. Bahasa yang dipakai dalam ajaran Sosrokartono juga bersifat konotatif dan referensial serta memiliki fungsi ekspresif untuk menunjukkan nada dan sikap pembicara. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah bentuk dan makna filosofis Ilmu dan Laku Jawa Ajaran R.M.P. Sosrokartono dan (2) pendidikan kebangsaan apa sajakah yang muncul dari makna filosofis Ilmu dan laku Jawa Ajaran R.M.P. Sosrokartono? Berkaitan dengan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perihal bentuk dan makna filosofis, serta pendidikan kebangsaan Ilmu dan Laku Jawa Ajaran R.M.P. Sosrokartono. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi dengan menggunakan metode dialektika.
SUBSTITUSI PADA KUMPULAN CERKAK TEMBANGE WONG KANGEN KARYA SUMONO SANDY ASMORO Aimal, Anik
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 2 No 1 (2013): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v2i1.2536

Abstract

Salah satu aspek yang membentuk keutuhan serta kepaduan dalam wacana adalah kohesi. Substitusi adalah salah satu jenis kohesi gramatikal. Substitusi merupakan proses kebahasaan yang memiliki banyak maanfaat tetapi jika penggunaannya tidak tepat dapat membuat ambigu. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada substitusi dalam cerkak Tembange Wong Kangen yang diduga mengandung variasi substitusi. Berdasarkan uraian tersebut, permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah apa saja bentuk substitusi yang ada pada kumpulan cerkak Tembange Wong Kangen karya Sumono Sandy Asmoro.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk substitusi yang digunakan pada kumpulan cerkak Tembange Wong Kangen karya Sumono Sandy Asmoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendekatan teoretis yang digunakan adalah pendekatan strukturalisme, sedangkan pendekatan metodologis menggunakan pendekatan kualitatif dan pendekatan deskriptif.
SYI’IR TANPA WATON (KAJIAN SEMIOTIK) Saputri, Nikken Derek
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 2 No 1 (2013): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v2i1.2537

Abstract

Syi’ir Tanpa Waton adalah salah satu karya sastra yang berkembang di masyarakat Jawa. Syair ini di tulis oleh Gus Nizam pada tahun 2007. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa dan Arab. Dari perpaduan kedua bahasa tersebut memuat ajaran-ajaran agama yang dapat dijadikan pedoman hidup. Untuk memaknai Syi’ir Tanpa Waton yang sarat dengan ajaran dan nilai, diperlukan pendekatan atau teori agar pembaca dapat memahami dan mempelajari ajaran. Dalam hal ini dilakukan penelitian terhadap Syi’ir Tanpa Waton agar diketahui simbol dan makna serta ajaran yang terkandung di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap simbol dan makna dalam Syi’ir Tanpa Waton berdasarkan kode bahasa, kode sastra, dan kode budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan obyektif, yaitu pendekatan yang menitik beratkan pada karya sastra atau teks sastra dan lebih menekankan pada obyek sastra sebagai fokus penelitian. Metode yang digunakan adalah metode struktural semiotik karna pada syair tersebut terdapat simbol dan makna serta ajaran-ajaran di dalamnya. Hasil penelitian yang didapat yaitu kode bahasa ditemukan penggunaan bahasa Arab pada bait-bait tertentu Syi’ir Tanpa Waton. Ada beberapa istilah serapan yang berasal dari bahasa Arab, yaitu syi’ir, rohmat, nikmat, syare’at, Qur’an, hadist, kafir, tauhid, sholeh, tahriqot, haqiqot, qadim, mu’jizat, rasul, dan dzikir. Ditemukan pula beberapa istilah untuk menyebutkan Tuhan, yaitu Pangeran, Guru Waskitha, dan Allah. Analisis kode sastra pada Syi’ir Tanpa Waton yaitu berbentuk syair yang cara membacanya dilantunkan dengan irama tertentu. Irama yang digunakan yaitu irama yang cenderung lambat namun tegas untuk memberikan suasana khidmat dan khusuk.
TUTURAN PENOLAKAN PERINTAH DALAM RANAH KELUARGA DI KAMPUNG KARANGGADING KOTA MAGELANG Sugiriningsih, Dyah
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 2 No 1 (2013): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v2i1.2538

Abstract

Tuturan perintah merupakan tuturan yang digunakan untuk mengungkapkan keinginan dan permintaan penutur agar mitra tutur melakukan tindakan yang diminta oleh penutur. Tuturan perintah memiliki dua respon, respon positif/penerimaan dan respon negatif/penolakan. Dalam merespon tuturan perintah terjadi proses komunikasi antar-individu baik respon positif maupun negatif, sehingga terjadi keberagaman tuturan dan maksud tuturan. Keberagaman tuturan dan maksud tuturan dapat diidentifikasi dengan menggunakan analisis pragmatik. Masalah penelitian ini meliputi (1) bagaimanakah wujud tuturan penolakan perintah dalam ranah keluarga di kampung Karanggading kota Magelang berdasarkan penanda, daya tutur, kelangsungan tutur, dan kesantunan tutur? (2) bagaimanakah pola tuturan penolakan perintah yang digunakan pada tuturan penolakan perintah dalam ranah keluarga kampung Karanggading kota Magelang dilihat dari variasi tutur, daya tutur, kelangsungan tutur, pelaku tutur dan kesantunan tutur? Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan wujud tuturan penolakan perintah yang terdapat dalam ranah keluarga di kampung Karanggading kota Magelang. (2) mendeskripsikan pola tuturan penolakan perintah dalam ranah keluarga di kampung Karanggading kota Magelang.
DEMISTIFIKASI CINTA DALAM CERKAK-CERKAK PADA MAJALAH PANJEBAR SEMANGAT Sarwiningsih, Yuni
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 2 No 1 (2013): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v2i1.2539

Abstract

Cinta merupakan hal yang cukup menarik perhatian. Setiap orang pasti memiliki anggapan berbeda tentang cinta. Cinta tidak selamanya memiliki nilai yang sakral tetapi juga ada yang mengalami demistifikasi, yakni penurunan makna cinta yang dianggap luar biasa menjadi biasa. Demistifikasi cinta banyak dijumpai dalam karya sastra seperti cerkak. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apa saja jenis cinta yang terdapat dalam cerkak-cerkak pada majalah Panjebar Semangat, (2) bagaimana bentuk demistifikasi cinta dalam majalah Panjebar Semangat, dan (3) faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya demsitifikasi cinta dalam cerkak-cerkak pada majalah Panjebar Semangat. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan jenis-jenis cinta dalam cerkak-cerkak pada majalah Panjebar Semangat, (2) mendeskripsikan bentuk demistifikasi cinta dalam cerkak-cerkak pada majalah Panjebar Semangat, dan (3) mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya demistifikasi cinta dalam cerkak-cerkak pada majalah Panjebar Semangat. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra. Metode penelitian ini adalah deskriptif analisis. Sasaran dalam penelitian ini adalah jenis cinta, bentuk demistifikasi cinta, dan faktor penyebab terjadinya demistifikasi cinta. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerkak-cerkak dalam majalah Panjebar Semangat. Data dari penelitian ini adalah teks yang berupa cerkak yang bertema cinta dalam majalah Panjebar Semangat yang diduga mengandung demistifikasi cinta.
SUSPENSE DALAM NOVEL JAWA Fitriana, Khrisna Atika
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol 2 No 1 (2013): Sutasoma
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sutasoma.v2i1.2540

Abstract

Cerita Jawa merupakan salah satu jenis karya sastra berbahasa Jawa, bisa berbentuk, novel, roman, cerbung, ataupun cerkak. Temanya pun ada bermacam-macam seperti, percintaan, pembunuhan atau detektif, perjuangan, dan religius. Sebuah cerita yang baik lazimnya mengandung suspense yang tinggi. Hal ini bertujuan untuk membangkitkan rasa ingin tahu pembaca. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana model penyajian suspense dalam novel Jawa, 2) Bagaimana model sarana suspense dalam novel Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model penyajian suspense dan sarana suspense dalam novel Jawa. Manfaat teoritis penelitian ini, untuk pengembangan ilmu sastra di Indonesia, khususnya dalam kesusastraan Jawa Modern, sedangkan secara praktis penelitian ini dapat menambah pengalaman dan meningkatkan pemahaman tentang suspense dalam karya fiksi serta dapat dijadikan referensi bagi peneliti lainnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori alur, suspense, dan perbandingan. Sasaran dalam penelitian ini adalah beberapa karya ilmiah yang menganalisis tentang suspense (tegangan), karya ilmiah tersebut adalah “Suspense dalam Kumpulan Roman Panglipur Wuyung Seri Randha Cocak Karya Suparto Brata (Purwati-2010), Suspense dalam Novel Seri detektip Handaka Kunarpa Tan Bisa Kandha Karya Suparto Brata (Hevy Listyoningsih-2010), Suspense dalam Cerita Sambung Kembang Kang Ilang Karya Tri Wahyono (Sagitaningrum-2010), Suspense dalam Cerbung Baskara Muncar Karya Dyah Kushar (Citra Raka-2011). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan objektif. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif

Page 10 of 23 | Total Record : 230