Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Dakwatuna is Dawah and Islamic communication Journal. It has been published since 2015 provides a forum for scientific communication of thought and research of Islamic Counseling Guidance, Islamic Broadcasting Communication, Dawah Management. Published twice a year, February and August. The editors welcome articles and research reports in the study of Islamic Counseling Guidance, Islamic Broadcasting Communication, Dawah Management.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2 No 1 (2016): FEBRUARI"
:
12 Documents
clear
SEJARAH PERKEMBANGAN DAKWAH ISLAM PASCA INVASI MONGOL
Farid, Achmad;
Syarif, Adnan
Dakwah Vol 2 No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (294.309 KB)
Serangkaian invasi Mongol benar-benar telah menimbulkan kehancuran bagi peradaban Muslim. Invasi Mongol tersebut dilanjutkan dengan pembentukan sebuah konfederasi masyarakat Asia Tengah di bawah kepemimpinan Jenghis Khan. Sesuai dengan garis ketentuan Tuhan yang harus diyakini, Mongol telah berjuang untuk menaklukkan beberapa wilayah yang ternama dan merampas Asia Timur, Timur Tengah dan beberapa wilayah gurun Eropa Timur di bawah pemerintahan mereka. Jatuhnya kota Baghdad pada tahun 1258 M ke tangan bangsa Mongol bukan saja mengakhiri Khilafah Abbasiyah di sana, tetapi juga merupakan awal dari masa kemunduran politik dan peradaban Islam, karena Baghdad sebagai pusat kebudayaan dan peradaban Islam yang sangat kaya dengan khasanah ilmu pengetahuan itu ikut pula lenyap dibumihanguskan oleh pasukan Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan.
TEOLOGI DAKWAH DALAM KAJIAN PARADIGMATIK
Darwis, Mohammad
Dakwah Vol 2 No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (484.603 KB)
Tulisan ini mencoba mengulas muatan dimensi teologis dalam dakwah dan sudut pandang paradigmatik. Tulisan ini dilatarbelakangi munculnya kegelisahan akademik terkait pelaksanaan dakwah yang dihadapkan pada problematika yang semakin kompleks. Tampilan dakwah yang ada dewasa ini terlihat kering dari nilai-nilai profetik yang semestinya, sehingga dakwah seringkali muncul secara kontraproduktif dengan hasil yang diidealkannya. Selanjutnya dalam rangka memberi pemahaman yang radikal dan komprehensip pembahasan diawali dengan mengeksplorasi sejauh mungkin teori tentang teologi dan dakwah dari berbagai dimensi dan variannya. Pembahasan secara konseptual mengenahi teologi dan dakwah diulas dengan pendekatan filosofis terutama dalam ranah epistemologi. Hal tersebut karena mengasumsikan pendekatan epistemologis merupakan pendekatan efektif dalam menemukan rumusan hakikat dakwah dalam dimensi teologisnya yang esensi.
KOMUNIKASI DAKWAH; DAKWAH INTERAKTIF MELALUI MEDIA KOMUNIKASI
Maghfiroh, Eva
Dakwah Vol 2 No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.666 KB)
Informasi menjadi bagian penting dalam kehidupan. Pada perkembangan terkini,informasi menjadi komoditas khususnya dalam kancah komunikasi dakwah. Pengelolaproduk informasi yang tersaji untuk masyarakat dalam hal ini diperankan oleh mediamassa.Penggunaan teknologi informasi menjadi sebuah cara yang efektif dan efisiendalam menyampaikan informasi termasuk di dalamnya informasi keagamaan untukkepentingan dakwah. Dari sisi da?i, penggunaan teknologi media komunikasi ini dapatmemperluas audien dakwah. Dengan demikian, tinggkat penyebaran nilai-nilai agamamenjadi lebih luas, minimal dalam tataran informatif.
METODE PEMBINAAN KEAGAMAAN YANG EFEKTIF BAGI NARAPIDANA/TAHANAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II-B LUMAJANG
Thohir, Moh. Muafi bin
Dakwah Vol 2 No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.48 KB)
Bentuk kegiatan yang akan dilakukan untuk para napi/tahanan adalah belajarbaca al-Qur?an, ceramah agama dan melengkapi buku bacaan yang ada diperpustakaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-B Lumajang. Dengan demikianharapannya untuk menjadikan mereka insaf.Manfaaat dari penelitian ini; 1). Dapat memberikan pendidikan dan wawasankeagamaan bagi Narapidana/Tahanan berupa wawasan ilmu tentang aqidah, ibadah,dan akhlaq. 2). Sebagai pegangan/pedoman bagi bagi Narapidana/Tahanan untukberbuat hal yang positif selama menjalani masa pidana di Lembaga PemasyarakatanKelas II-B Lumajang. 3). Sebagai alat untuk mewujudkan Narapidana/Tahanan menjadimenyadari (insyaf) akan kesalahan yang telah diperbuat. 4). MenyiapkanNarapidana/Tahanan untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna apabila telahbebas.Hasil dari uji coba tiga metode yang paling efektif adalah mengkombinasikanantara metode ceramah dan metode personal approach. Adapun kelebihannyasebagai dasar acuan adalah dalam aspek penyampaian materi mudah dipahami olehpara napi/tahanan sehingga mereka menyukai kombinasi metode tersebut. Dari aspekwaktu, para napi/tahanan bisa lebih efesien waktu yang ada sehingga dapat menjadiacuan metode pembinaan keagamaan di Lapas. Seyogyanya Kementrian Agamamenambah penyuluh/pembina keagamaan yang secara spesifik menanganipenyuluhan khususnya pembina perempuan. Dengan demikian ada pemisahanpembinaan keagamaan.
DAKWAH ISLAM SEBAGAI UPAYA PENANGKALAN KRISTENISASI
Arifin, Syamsul
Dakwah Vol 2 No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.381 KB)
Setiap agama pasti mempunyai misi untuk menyebarkan agamanya masingmasing,dalam agama Islam penyebaran agamanya disebut dakwah sedangkan dalamagama Kristen disebut dengan konversi agama Kristen atau misionaris. Konversiagama Kristen adalah proses masuk dan tersebarnya pengaruh Kristen di kawasantertentu. Konversi agama kristen di Indonesia dapat diartikan sebagai prosespengkristenan yang terjadi di Indonesia. Akhir-akhir ini gerakan konversi agamakristen terhadap umat lslam yang dilancarkan oleh para missionaris semakin agresif,baik melalui cara yang halus sampai kepada cara yang kasar. Melihat kenyataan ini,umat islam di Indonesia pada khususnya tentu saja tidak berpangku tangan melihatkenyataan yang ada, berbagai langkah mereka tempuh dalam memerangi konversiagama kristenPenyalahgunaan pelayanan masyarakat untuk tujuan mengkristenkan orangIslam, harus segera dihentikan. Sebab, cara-cara itu termasukmelanggar KonferensiInternasional tentang misi Kristen dan Dakwah Islam di Chambessy pada bulan Juni1976, dimana para pemimpin Islam, Katolik, dan Protestan sudah memutuskan:"Konferensi tidak membenarkan semua penyalahgunaan pelayanan masyarakat,karena menyadari dengan pedih bahwa sikap umat Islam terhadap misi Kristen telahdipengaruhi secara merugikan oleh penyalahgunaan diakonia, dengan kerasmendesak greja-gereja dan organisasi-organisasi keagamaan Kristen untukmenghentikan penyalahguaan diakonia mereka di dunia Islam?.
KHUTBAH JUMAT SEBAGAI MEDIA DAKWAH STRATEGIS
Zahroh, Aminatus
Dakwah Vol 2 No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (324.865 KB)
Sholat Jum?at adalah sholat jama?ah yang diwajibkan atas setiap laki-lakidewasa muslim (wajib ain) yang mukim untuk mengikutinya baik itu di masjid, digedung, maupun di tempat-tempat lainnya yang sah untuk sholat. Yang palingmenarik dari ibadah sholat Jum?at adalah adanya khutbah Jum?at yang disampaikanoleh khotib sebelum dilaksanakannya sholat jum?at. Khutbah Jum?at merupakan salahsatu media yang strategis untuk dakwah Islam, karena ia bersifat rutin dan wajibdihadiri oleh kaum muslimin secara berjamaah. Sayangnya, media ini terkadangkurang dimanfaatkan secara optimal. Yang menjadi pertanyaan: Apa perananstratetegisnya untuk pembinaan umat? Bagaimana memanfaatkan posisi khutbahjumat untuk pembinaaan umat? Khutbah yang bagaimana untuk itu, dan bagaimanamenyusunnya?
SEJARAH PERKEMBANGAN DAKWAH ISLAM PASCA INVASI MONGOL
Achmad Farid;
Adnan Syarif
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol 2 No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Serangkaian invasi Mongol benar-benar telah menimbulkan kehancuran bagi peradaban Muslim. Invasi Mongol tersebut dilanjutkan dengan pembentukan sebuah konfederasi masyarakat Asia Tengah di bawah kepemimpinan Jenghis Khan. Sesuai dengan garis ketentuan Tuhan yang harus diyakini, Mongol telah berjuang untuk menaklukkan beberapa wilayah yang ternama dan merampas Asia Timur, Timur Tengah dan beberapa wilayah gurun Eropa Timur di bawah pemerintahan mereka. Jatuhnya kota Baghdad pada tahun 1258 M ke tangan bangsa Mongol bukan saja mengakhiri Khilafah Abbasiyah di sana, tetapi juga merupakan awal dari masa kemunduran politik dan peradaban Islam, karena Baghdad sebagai pusat kebudayaan dan peradaban Islam yang sangat kaya dengan khasanah ilmu pengetahuan itu ikut pula lenyap dibumihanguskan oleh pasukan Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan.
TEOLOGI DAKWAH DALAM KAJIAN PARADIGMATIK
Mohammad Darwis
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol 2 No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini mencoba mengulas muatan dimensi teologis dalam dakwah dan sudut pandang paradigmatik. Tulisan ini dilatarbelakangi munculnya kegelisahan akademik terkait pelaksanaan dakwah yang dihadapkan pada problematika yang semakin kompleks. Tampilan dakwah yang ada dewasa ini terlihat kering dari nilai-nilai profetik yang semestinya, sehingga dakwah seringkali muncul secara kontraproduktif dengan hasil yang diidealkannya. Selanjutnya dalam rangka memberi pemahaman yang radikal dan komprehensip pembahasan diawali dengan mengeksplorasi sejauh mungkin teori tentang teologi dan dakwah dari berbagai dimensi dan variannya. Pembahasan secara konseptual mengenahi teologi dan dakwah diulas dengan pendekatan filosofis terutama dalam ranah epistemologi. Hal tersebut karena mengasumsikan pendekatan epistemologis merupakan pendekatan efektif dalam menemukan rumusan hakikat dakwah dalam dimensi teologisnya yang esensi.
KOMUNIKASI DAKWAH; DAKWAH INTERAKTIF MELALUI MEDIA KOMUNIKASI
Eva Maghfiroh
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol 2 No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Informasi menjadi bagian penting dalam kehidupan. Pada perkembangan terkini,informasi menjadi komoditas khususnya dalam kancah komunikasi dakwah. Pengelolaproduk informasi yang tersaji untuk masyarakat dalam hal ini diperankan oleh mediamassa.Penggunaan teknologi informasi menjadi sebuah cara yang efektif dan efisiendalam menyampaikan informasi termasuk di dalamnya informasi keagamaan untukkepentingan dakwah. Dari sisi da’i, penggunaan teknologi media komunikasi ini dapatmemperluas audien dakwah. Dengan demikian, tinggkat penyebaran nilai-nilai agamamenjadi lebih luas, minimal dalam tataran informatif.
METODE PEMBINAAN KEAGAMAAN YANG EFEKTIF BAGI NARAPIDANA/TAHANAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II-B LUMAJANG
Moh. Muafi bin Thohir
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol 2 No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bentuk kegiatan yang akan dilakukan untuk para napi/tahanan adalah belajarbaca al-Qur’an, ceramah agama dan melengkapi buku bacaan yang ada diperpustakaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-B Lumajang. Dengan demikianharapannya untuk menjadikan mereka insaf.Manfaaat dari penelitian ini; 1). Dapat memberikan pendidikan dan wawasankeagamaan bagi Narapidana/Tahanan berupa wawasan ilmu tentang aqidah, ibadah,dan akhlaq. 2). Sebagai pegangan/pedoman bagi bagi Narapidana/Tahanan untukberbuat hal yang positif selama menjalani masa pidana di Lembaga PemasyarakatanKelas II-B Lumajang. 3). Sebagai alat untuk mewujudkan Narapidana/Tahanan menjadimenyadari (insyaf) akan kesalahan yang telah diperbuat. 4). MenyiapkanNarapidana/Tahanan untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna apabila telahbebas.Hasil dari uji coba tiga metode yang paling efektif adalah mengkombinasikanantara metode ceramah dan metode personal approach. Adapun kelebihannyasebagai dasar acuan adalah dalam aspek penyampaian materi mudah dipahami olehpara napi/tahanan sehingga mereka menyukai kombinasi metode tersebut. Dari aspekwaktu, para napi/tahanan bisa lebih efesien waktu yang ada sehingga dapat menjadiacuan metode pembinaan keagamaan di Lapas. Seyogyanya Kementrian Agamamenambah penyuluh/pembina keagamaan yang secara spesifik menanganipenyuluhan khususnya pembina perempuan. Dengan demikian ada pemisahanpembinaan keagamaan.