Articles
408 Documents
Strategi Usaha Dengan Analisis SWOT Pada Rental Adinda Palangka Raya
Sundari Sundari;
Revnussa Oktobery;
Jacob Abolladaka
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 12, Nomor 1, Juni, Ta
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37304/jpips.v12i1.1135
Latar belakang penelitian ini adalah strategi bisnis untuk mengembangkan produk layanan rental yang masih jarang terlibat dan memiliki peluang besar, memiliki nilai kontinuitas tinggi untuk masa depan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi Sewa Adinda Palangka Raya menggunakan analisis SWOT. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan bisnis untuk mengembangkan sektor usaha mikro / UKM yang ditinjau dari tantangan di dalam dan di luar bisnis / lingkungan menggunakan analisis SWOT. Metode penelitian adalah penelitian kualitatif. Tahapan penelitian: 1) persiapan; 2) implementasi; dan 3) pelaporan. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan analisis studi dokumen. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Rental Adinda Palangka Raya telah menjalankan analisis SWOT dalam bisnisnya, meskipun manajemen belum berjalan secara optimal. Kekuatan (S): item / alat permainan selalu beragam dan diperbarui, banyak unit dari satu item, mengikuti anggaran pelanggan. Kelemahan (W): barang hilang / dibawa pergi, sulit untuk mengontrol barang yang ada di pelanggan, barang tidak selalu tersedia. Peluang (O): mampu bersaing dengan harga murah, metode pemasaran online, dan pesaing minimal dari jenis bisnis yang sama telah sangat membantu bisnis ini berkembang pesat di Kota Palangka Raya. Ancaman (T): Pesaing, barang yang mudah rusak. Diharapkan bahwa hasil penelitian akan digunakan dalam mengembangkan bisnis ini ke tingkat yang lebih besar sehingga dapat membantu masyarakat menciptakan pekerjaan baru dan menambah nilai dalam belajar tentang bisnis yang harus dimiliki pengusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Upaya Meningkatkan Motivasi Siswa Dalam Pembelajaran IPS Melalui Penerapan Metode Problem Solving Pada Kelas VI SDN 2 Kuala Pembuang I
Slamet Mulyono
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume, 11 Nomor 01, Juni, T
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37304/jpips.v11i1.1136
Dalam kehidupan ini, kita senantiasa berhadapan dengan berbagai masalah dan pilihan sehingga dituntut untuk mampu berpikir secara kritis dan kreatif dalam menyelesaikan suatu masalah. Itulah sebabnya mengapa siswa perlu dibiasakan untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. IPS sebagai salah satu mata pelajaran yang dipelajari di sekolah sangat penting dalam rangka pembentukan manusia yang kreatif, kritis dan inovatif, serta menghargai nilai-nilai perjuangan bangsa yang sasarannya lebih ditekankan pada pembentukan pemahaman, kesadaran dan wawasan para siswa sebagai bekal kehidupan di masa mendatang. Melalui penerapan Metode Problem Solving dalam pembelajaran IPS, siswa diharapkan dapat terlibat secara langsung dalam mencari dan menemukan masalah serta memiliki kemampuan yang optimal dalam memecahkan masalah-masalah yang ada.
Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Menyusun Silabus dan RPP Melalui Supervisi Akademik yang Berkelanjutan di SMK Negeri 1 Mantangai Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas Tahun 2017
Unteng, Unteng
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 9, Nomor 1, Juni, Tahu
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37304/jpips.v9i01.1137
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan 2 siklus. Dan dilakukan pada siswa SMK Negeri 1 Mantangai. Hasil Penelitian: 1) Supervisi akademik secara berkelanjutan terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP di SMK Negeri 1 Mantangai Ini terbukti dengan meningkatnya jumlah silabus guru yang baik dari 31% menjadi 83% setelah supervise akademik. Selain itu jumlah RPP yang berkualitas baik juga meningkat dari 31% menjadi 89%. (Perbandingan tabel 9 dan tabel 12). 2) Langkah-langkah yang mengakibatkan terjadinya peningkatan kompetensi guru dalam menyusun silabus dan RPP tersebut meliputi langkah-langkah sebagai berikut: a)Pengumuman rencana supervisi terhadap guru. b) Pelaksanaan supervise individual, dimana setiap guru diminta mempresentasikan silabus dan RPP-nya kepada kepala sekolah, kemudian kepala sekolah memberikan masukan terhadap kekurangan silabus dan RPP guru. c) Untuk mengecek originalitas silabus dan RPP yang disusun guru, kepala sekolah melakukan supervise kelas. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan rencana yang dimuat dalam silabus dan RPP dengan penerapannya di kelas.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Melalui Bimbingan Berkelanjutan di SMP Swasta Muhammadiyah Kuala Kapuas Tahun 2016/2017
Zaitun, Zaitun
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 10, Nomor 2, Desember
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37304/jpips.v10i02.1138
Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Kemampuan Guru Dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Melalui Bimbingan Berkelanjutan penelitian ini tergolong penelitian tindakan sekolah dengan melibatkan enam orang guru mata pelajaran diantaranya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan, IPA, IPS, dan Penjaskes. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai dengan April 2015 di SMP Negeri 4 Kapuas Barat Satu Atap semester II tahun pelajaran 2014/2015. Prosedur pelaksanaan tindakan merupakan suatu siklus kegiatan yang terdiri dari empat tahap, yaitu : (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Dari hasil analisis didapatkan bahwa kemampuan guru mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu sebesar 17 %( siklus I (75%), siklus II (92%) Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan bimbingan berkelanjutan dapat berpengaruh positif terhadap kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran SMP Negeri 4 Kapuas Barat Satu Atap digunakan sebagai salah satu alternatif membantu guru dalam menuysun rencana pelaksanaan pembelajaran.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPS Materi Gaya Dapat Mengubah Gerak atau Bentuk Suatu Benda dengan Metode Praktik Pada Peserta Didik kelas IV SDN 2 Sungei Hanyo Tahun Pelajaran 2016/2017
Haris, Haris
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 10, Nomor 2, Desember
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37304/jpips.v10i02.1139
Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV SDN 2 Sungei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas yang terdiri dari 24 orang peserta didik. Untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Penelitian ini menggunakan analisis nilai rata-rata kelas dan persentase ketuntasan belajar individu dan secara klasikal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Ada peningkatan aktivitas pembelajaran pada pembelajaran awal sebelum tindakan adalah 42%, dengan ketuntasan hasil belajar 33% dan nilai rata-rata 67,63. Dengan dilakukannya tindakan pembelajaran metode Praktik pada siklus I aktivitas meningkat menjadi 67% ketuntasan hasil belajar 67% dan nilai rata-rata 70,58, dan pada siklus II dengan persentase aktivitas pembelajaran memenuhi standar ketuntasan efektifitas belajar mencapai 100% dengan nilai rata-rata 75,5. Ada Peningkatan hasil pembelajaran siklus I diperoleh nilai rata-rata pembelajaran dari 67,83 pra tindakan pembelajaran, setelah dilaksanaan pembelajaran dengan metode praktik meningkat menjadi 70,58 pada siklus I dengan persentase ketuntasan 67%. Pada Siklus II rata-rata nilai meningkat menjadi 75,50 dengan ketuntasan 100%. Direkomendasikan Bagi guru agar bisa melakukan pembelajaran yang inovatif guna mengatasi masalah pembelajaran dan dapat digunakan sebagai referensi teknik pembelajaran model praktik karena hasil pembelajaran yang baik dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Upaya Meningkatkan Kompetensi Tenaga Pengajar Dalam Pembuatan Perangkat Pembelajaran Melalui Kegiatan In House Training (IHT) Pada SDN 5 Selat Hilir Tahun 2017
Tunjang, Tunjang
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 10, Nomor 2, Desember
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37304/jpips.v10i02.1140
Penelitian menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Sekolah yang dilaksanakan pada SDN 5 Selat Hilir tahun 2010 dengan tujuan meningkatkan kompetensi tenaga pengajar melalui pengadaan pembuatan perangkat pembelajaran. Subjek penelitian adalah guru-guru pada SDN 5 Selat Hilir yang berjumlah 10 orang dengan teknik penelitian adalah penelitian tindakan sekolah dengan pengolahan data secara kualitatif berdasarkan persentase ketercapaian yang dijabarkan secara deskriptif berdasarkan siklus penelitian yang dilaksanakan dalam tiga siklus meliputi kaedah PTS yaitu Perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi disetiap siklusnya. Adapun hasil penelitian diperoleh Motivasi dan efektivitas tenaga Pengajar dalam mengikuti kegiatan pengadaan menyusun Perangkat pembelajaran ada peningkatan dari pengamatan observasi aktivitas tenaga Pengajar menunjukkan keseriusan dalam memahami dan pengadaan kompetensi melalui pengadaan Pengadaan Perangkat pembelajaran bagi tenaga Pengajar dilingkunan SDN 5 Selat Hilir dari pra siklus I dari dibawah 50% menjadi 67 % siklus II dan meningkat lagi dalam menyusun Pengadaan Perangkat pembelajaran dengan persentase 78% pada Siklus III memenuhi tujuan penelitian ? 70% untuk praktik dan kemampuan membuat perangkat pembelajaran. Pelaksanaan pengadaan meningkatkan kompetensi tenaga Pengajar dalam menyusun Perangkat pembelajaran. hal itu dapat dibuktikan dari hasil observasi /pengamatan yang memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kompetensi tenaga Pengajar dalam melaksanakan perangkat pembelajarandi kelas dari siklus I sebesar 5,7 meningkat ke siklus II menjadi 6,7 dan siklus III mencapai sangat signifikan meningkat menjadi 7,8.
Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Melalui Bimbingan Berkelanjutan di SMA Negeri 1 Kapuas Timur Tahun 2017
Agon, Agon
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 9, Nomor 1, Juni, Tahu
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37304/jpips.v9i01.1143
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan 2 siklus. Subyek dari penelitian ini adalah guru-guru SMA Negeri 1 Kapuas Timur. Hasil Penelitian: Bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan motivasi guru dalam menyusun RPP dengan lengkap. Guru menunjukkan keseriusan dalam memahami dan menyusun RPP apalagi setelah mendapatkan bimbingan pengembangan/penyusunan RPP dari peneliti. Informasi ini peneliti peroleh dari hasil pengamatan pada saat mengadakan wawancara dan bimbingan pengembangan/penyusunan RPP kepada para guru. Bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP. Hal itu dapat dibuktikan dari hasil observasi /pengamatan yang memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP dari siklus ke siklus . Pada siklus I nilai rata-rata komponen RPP 69% dan pada siklus II 83%. Jadi, terjadi peningkatan 14% dari siklus I.
Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Pada Mata Pelajaran IPS Ekonomi di SMPN 1 Mandau Talawang Satu Atap Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas
Susanti, Dewi
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 08, Nomor 2, Desember,
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37304/jpips.v8i02.1144
Berdasarkan observasi awal pada kegiatan pembelajaran di kelas VII SMP Negeri 1 Mandau Talawang Satu Atap terdapat permasalahan. Pembelajaran masih berpusat pada guru. Siswa pasif hanya menerima pengetahuan yang di berikan oleh guru. Guru jarang menggunakan alat peraga atau media dalam pembelajaran IPS/Ekonomi. Siswa hanya diberikan materi untuk diterima dan di hafalkan tanpa melalui diskusi kelompok. Hal ini menyebabkan kualitas pembelajaran IPS/Ekonomi rendah. Pembelajaran dengan pendekatan contextual teaching and learning (CTL) merupakan salah satu pendekatan yang dapat mengatasi masalah tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Meningkatkan prestasi belajar siswa melalu pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) pada mata pelajaran IPS/Ekonomi di SMPN-3 Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan pendekatan contextual teaching and learning (CTL) dapat meningkatkan prestasi belajarIPS/Ekonomi di SMPN 1 Mandau Talawang Satu Atap Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas.
Upaya Guru Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kewirausahaan/Entrepreneurship Dengan Menggunakan Metode Kerja Kelompok dan Diskusi Pada Siswa Kelas SMKN Kecil Teweh Tengah
Suyati, Suyati;
Baboe, Kuwing;
I Nyalung, Yanson
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 08, Nomor 2, Desember,
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37304/jpips.v8i02.1145
Hasil penelitian menunjukan upaya yang dilakukan guru kewirausahaan/entrepreneurship dalam meningkatkan prestasi belajar siswa berhasil dengan baik yaitu dapat mencapai tingkat ketuntasan setelah direncanakan perbaikan melalui penggunaan metode kerja kelompok dan diskusi pada materi kewirausahaan/entrepreneurship. Dalam PTK yang dilaksanakan ini pada pra pembelajaran sebelum menggunakan metode pembelajaran kerja kelompok dan diskusi kelompok hasil /prestasi (awal) yang diperoleh dari 40 siswa hanya 16 (40%) siswa yang dapat mencapai tingkat ketuntasan yang artinya 24 siswa (60%) dengan nilai rata-rata kelas hanya 56,88 yang perlu diperbaiki prestasinya melalui perencanaan perbaikan metode pembelajaran yaitu metode kerja kelompok dan diskusi dalam proses pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk RPP yang dilaksanakan dalam siklus I menunjukan hasil yang signifikan yaitu prestasi siswa meningkat menjadi 22 siswa (55%) yang belum mencapai 19 orang dengan nilai 62,08 rata-rata kelas, dan hasil pengamatan supervisor pada aktivitas guru dengan menggunakan metode kerja kelompok dan diskusi mendapatkan nilai skor 3 dengan kriteria baik, demikian pada aktivitas siswa mendapatkan nilai skor 2,8 dengan kriteria cukup, karena hasilnya belum maksimal maka masih perlu perencanaan perbaikan agar dapat mencapai tingkat ketuntasan yaitu pada siklus ke II menunjukan hasil yang memuaskan yaitu prestasi siswa meningkat menjadi 73,88 melebihi tingkat ketuntasan dan dari pengamat jugamendapatkan nilai aktivitas guru yang memperoleh skor 4 dengan kriteria sangat baik, demikian pula nilai aktivitas siswa memperoleh skor 4 dengan kriteria sangat baik juga mengalami peningkatan dari sebelumnya
Peningkatan Kemampuan Prestasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Media Visual Pada Pelajaran IPS Terpadu Kelas VII SMPN 1 Paku Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur Tahun Ajaran 2016/2017
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 08, Nomor 2, Desember,
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37304/jpips.v8i02.1146
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana proses pembelajaran dengan menggunakan media visual di kelas VII SMPN-1 Paku. (2) bagaiamanakah hasil belajar siswa dengan menggunakan media visual di kelas VII SMPN-1 Paku. Tujuan Penelitian ini (1) untuk mengetahui proses pembelajaran dengan menggunakan media visual di kelas VII SMPN-1 Paku. (2) untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan media visual di kelas VII SMPN-1 Paku. Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dipaparkan berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan dan hasil pembelajaran menyimak dengan menggunakan media visual, diambil simpulan sebagai berikut: (1) proses pelaksanaan pembelajaran sejarah dengan menggunakan media visual dilakukan dalam dua bentuk media yaitu pada siklus 1 menggunakan powerpoint. Penggunaan media visual ini telah memunculkan beberapa perilaku belajar siswa yang aktif dalam belajar, seperti siswa yang aktif bertanya, mengemukakan pendapat, dan berani tampil di depan. (2) hasil kemampuan pemahaman siswa dalam belajar sejarah yang diukur dengan hasil jawaban siswa terhadap pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang telah disampaikan dari setiap siklusnya mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan rata-rata nilai siswa. Pada siklus 1 rata-rata siswa mencapai 59,23, pada siklus II mencapai 69,61. Disamping itu dilihat dari ketuntasan belajar siswa juga terjadi peningkatan dari 61,54% pada siklus I meningkat jadi 89,74% pada siklus II yang sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran telah tuntas.