cover
Contact Name
Dewi Agustin
Contact Email
dewi.agusthine@gmail.com
Phone
+6281281338876
Journal Mail Official
dewi.agusthine@gmail.com
Editorial Address
AKBID Bhakti Husada Jl. Ki Hajar Dewantara No.14 Pilar Cikarang Bekasi 17530
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
ISSN : 2503264X     EISSN : 26570149     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Merupakan jurnal yang dibuat sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian yang telah dilakukan. penelitian yang dimaksud adalah penelitian dalam bidang kesehatan baik kebidanan, keperawatan, kesehatan masyarakat, pendidikan kesehatan dan profesi kesehatan.
Articles 106 Documents
Pengalaman Orang Tua Melakukan Perawatan Lanjutan di Rumah Pada Anak Penderita Leukemia Limfoblastik Akut Temmy Lanovia Anggraini; Yeni Rustina; Elfi Syahreni
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 1 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.081 KB)

Abstract

Perawatan lanjutan pada anak penderita Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran pengalaman orang tua melakukan perawatan lanjutan di rumah pada anak LLA. Wawancara mendalam digunakan sebagai metode dalam pengumpulan data. Enam orang partisipan yang terlibat di dalam penelitian ini dipilih secara purposif. Tema yang muncul meliputi pemahaman ibu tentang cara perawatan pada anak, ibu bekerja keras dalam merawat anak, membutuhkan dukungan, timbul respon psikologis terhadap kondisi anak, memiliki beban dalam perawatan anak, manajemen penyelesaian masalah dan harapan ibu untuk masa depan anak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi pengembangan perencanaan asuhan keperawatan.
Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Perkembangan Motorik Kasar dan Motorik Halus pada Balita 3-5 Tahun di PAUD Al-Adawiyah Sukatani Kab. Bekasi Tahun 2014 Dewi Agustin
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 3 No 1 (2017): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.091 KB)

Abstract

Latar Belakang - Menurut WHO, 5-25% dari anak balita mengalami gangguan motorik halus. Dan menurut Depkes RI, 2006 bahwa 16% balita Indonesia mengalami gangguan perkembangan baik perkembangan motorik kasar maupun perkembangan motorik halus, gangguan pendengaran, kecerdasan kurang dari keterlambatan bicara. Perkembangan adalah menyangkut semua aspek kemajuan yang di capai oleh manusia dari konsepsi sampai dewasa. (Maryunani, 2010). Variabel dependen yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu terhadap perkembangan motorik kasar dan motorik halus pada balita sedangkan variabel independen pendidikan, pekerjaan, media informasi Metodologi - Desain penelitian ini jenis penelitian analitik dengan pendekatan crosectional, untuk mencari faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu terhadap perkembangan motorik kasar dan motorik halus pada balita di PAUD AL-Adawiyah, sample brjumlah 40 orang di ambil dengan jenis Total Sampling. Hasil – Penelitian menunjukan bahwa dari 40 responden yang diteliti 42,5% ibu memiliki perkembangan motorik anak yang abnormal, 57,5% ibu memiliki perkembangan motorik anak yang normal, dari 42,5% orang yang perkembangan anak yang abnormal terdiri dari 13 ibu yang memiliki pengetahuan Baik. Dari 23 yang memiliki perkembangan anak yang normal terdiri dari 63,8% ibu yang pengetahuannya baik. Dari 4 variabel, di antaranya 2 variabel yang ada pengaruh yaitu pengetahuan dan pendidikan ibu dan 2 yang tidak ada pengaruh yaitu pekerjaan ibu, dan media informasi. Hasil analisis menggunakan uji chi-square di dapatkan nilai P Value = 0,006 (<α 0,05), berarti ada hubungan secara statistik antara pengetahuan ibu terhadap perkembangan motorik kasar dan motorik halus pada balita. Dari data tersebut menunjukkan bahwa ibu yang memiliki pengetahuan kurang cenderung memiliki anak yang perkembangannya abnormal.
Pengaruh Karakteristik Ibu Terhadap Perkembangan Anak di Posyandu Mawar II Desa Pasir Gombong Kab. Bekasi Tahun 2018 Temmy Lanovia Anggraini; Sofie Handajany
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 5 No 1 (2019): jurnal kesehatan bhakti husada
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.441 KB) | DOI: 10.37848/jurnal.v5i1.24

Abstract

Child development is a matter that requires special attention. Assessment of children's development is important to do early detection of developmental disorders. This research was conducted with the aim to determine the effect of maternal characteristics on the development of children. Variable characteristics of mothers include age, education and occupation. Assessment of children's development using the Pre Development Screening Questionnaire (PDSQ). Aspects of development assessed include gross motor, fine motor, socialization and independence, speech and language. This study is a descriptive analytic study using a cross sectional approach. The study was conducted in August 2018 at the posyandu Mawar II in the village of Pasir Gombong, Bekasi Regency. The sampling technique uses purposive sampling. The research subjects were 44 children with a range of 0 - 72 months of age. Data analysis using Fisher Exact test. The results of the development assessment found 40 respondents (90.9%) had a level of development in accordance with their age and as many as 4 respondents (9.1%) had a doubtful level of development. From the Fisher Exact test results for each of the three variables each obtained p = 1,000 (> 0.05) so that it can be concluded there is no relationship between maternal age and child development, there is no relationship between maternal education and child development and there is no relationship between maternal work with child development.
Gambaran Karakteristik Pasien Miastenia Gravis Di Pulau Jawa Tri Antika Rizki Kusuma Putri; I Made Kariasa; Debie Dahlia
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 2 No 2 (2016): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.198 KB)

Abstract

Miastenia gravis merupakan kelainan autoimun yang menyerang neurotransmitter di tautan neuromuskular dan menghambat terjadinya kontraksi di otot. Kelemahan otot yang terjadi menyebabkan keterbatasan aktivitas fisik serta terganggunya kesejahteraan psikologis dan interaksi sosial yang dimiliki oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pada pasien miastenia gravis. Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan desain cross sectional yang melibatkan 75 pasien. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan dengan persentase sebesar 73.3%, sebagian besar responden memiliki penghasilan di atas UMR (Upah Minimum Regional) (57.3%), gejala fisik yang ditunjukkan oleh responden terbanyak berada terbatas pada kelemahan otot mata dengan persentase sebesar 36.0%, rerata usia responden yaitu 36.39 tahun (95% CI 33.68-39.09) dengan standar deviasi 11.574, rata-rata lama menderita miastenia gravis pada responden yakni 6.80 tahun (95% CI 5.65-7.95) dengan standar deviasi sebesar 4.986. Hasil pada penelitian ini akan membantu dalam melakukan penelitian lanjut terkait gambaran dampak fisik maupun psikologis yang diakibatkan oleh miastenia gravis serta cara meminimalisir dampak tersebut.
PENGGUNAAN VIRTUAL REALITY EXPOSURE THERAPY PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN KECEMASAN : FOBIA SOSIAL Mutia ningsih; Rr.Tutik Sri Hariyati
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 4 No 2 (2018): vol 4 no.2 Jurnal Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.36 KB)

Abstract

Kecemasan merupakan gangguan mental yang paling umum terjadi. Salah satu bentuk gangguankecemasan adalah fobia. Fobia merupakan ketakutan tidak berdasar pada objek atau situasi tertentu.Fobia banyak terjadi pada usia dewasa, dimana prevalensinya mencapai 26,9%. Salah satu jenis fobiayang sering terjadi adalah fobia sosial. Penatalaksanaan yang sering dilakukan pada pasien denganfobia adalah exposure therapy. Exposure therapy telah terbukti efektif dalam pengobatan fobia, namunterapi ini memiliki keterbatasan, diantaranya berpotensi membahayakan klien karena tidak memilikikontrol terhadap lingkungan. Oleh sebab itu dikembangkan virtual reality eksposure therapy (VRET).VRET adalah teknologi berbasis komputer yang digunakan dalam memberikan terapi exposure denganmemaparkan klien terhadap situasi atau objek yang ditakuti namun dalam dunia virtual, sehinggaaman bagi klien. VRET memiliki kemampuan untuk memberikan dampak terhadap situasi sosial padakehidupan nyata. VRET terbukti efektif dalam mengurangi ketakutan yang dimiliki oleh klien.
Hubungan Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Dengan Sikap Remaja Terhadap Kehamilan Yang Tidak Diinginkan Pada Siswa Kelas XI SMAN 1 Cikarang Utara Kab. Bekasi Tahun 2014 Dewi Agustin; Temmy Lanovia Anggraini; Noviani Noviani
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 2 No 1 (2016): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.646 KB)

Abstract

Latar Belakang - Minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan masalah kesehatan reproduksi memberikan dampak yang cukup besar terhadap kejadian penyimpangan seksual pada remaja yang mengakibatkan meningkatnya angka kejadian kehamilan tidak diinginkan pada remaja pranikah di Indonesia. Metode - Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasinya adalah siswa-siswi kelas XI di SMAN 1 Cikarang Utara dengan sampel sebanyak 76 responden diambil dengan teknik accidental sampling. Metode pengumpulan data adalah dengan kuesioner dan analisa yang digunakan adalah chi square Hasil - Didapatkan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi paling banyak adalah cukup (59,2%), dengan sikap paling tinggi adalah positif (tidak setuju) yaitu 38,2%. Hasil akhir didapatkan adanya hubungan antara pengetahuan dan sikap karena didapatkan nilai p value 0,000 dan lebih kecil dari α (0,05). Kesimpulan - Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi mayoritas adalah berpengetahuan cukup. Oleh pihak sekolah perlu ditindaklanjuti dengan penguatan motivasi untuk menurunkan angka kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja.
HUBUNGAN DERAJAT ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD KOTA BEKASI TAHUN 2016 Dewi Agustin
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 4 No 1 (2018): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.04 KB)

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian (AKB) di Jawa Barat pada tahun 2012 sebanyak 30 dari 1000 kelahiran hidup. (Profilkes Jabar, 2012). WHO (2014) memperkirakan bahwa 35-75% ibu hamil di negara berkembang dan 18% ibu hamil di negara maju mengalami anemia. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) ialah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2500gram (sampai dengan 2499 gram) (Rukiyah,2010). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan derajat anemia pada ibu hamil trimester III dengan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Bekasi tahun 2016. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian studi cross sectional, Teknik pengambilan sampel yaitu pendekatan sampling Aksidental sebanyak 169 sampel yaitu yang terdiri dari bayi BBLR dengan ibu yang mengalami anemia. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar cheklist dan pengolahan data menggunakan analisis Chi Square. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian bahwa terdapat hubungan antara variabel yaitu ada hubungan antara derajat anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR, dengan hasil uji statistik didapatkan nilai p= .000 dengan = 0,05. Saran untuk RSUD Kota Bekasi yaitu diharapkan agar dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terutama pada pelayanan pemeriksaan kehamilan yaitu pemeriksaan kadar Hb agar mengurangi angka kejadian anemia dan kelahiran BBLR.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tindakan Induksi Persalinan Pada Ibu Bersalin Di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2011 Iin Ira Kartika; Masteti Sirait
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 1 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.447 KB)

Abstract

Abstrak Latar belakang - Persalinan dengan induksi mempunyai resiko baik terhadap ibu ataupun bayinya, tindakan induksi dilakukan dengan pertimbangan menyelamatkan ibu dan bayinya dari kematian. Di Indonesia angka persalinan dengan induksi di 12 Rumah Sakit Pendidikan berkisar antara 2,1% - 11, 8%, dan di Rumah Sakit Swasta sekitar 20%. Metode -Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, data yang digunakan adalah data sekunder dari catatan medik tahun 2010 di RS Kabupaten Bekasi. Jumlah responden 37 orang . Analisis yang digunakan adalah regresi logistic Hasil – Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor ketuban pecah dini, denyut jantung janin, hipertensi, secara statistik tidak menunjukan adanya pengaruh terhadap terjadinya induksi persalinan pada ibu bersalin. Faktor posterm memiliki pengaruh terhadap terjadinya induksi persalinan pada ibu bersalin , dimana ibu dengan persalinan posterm (umur kehamilan > 42 minggu) memiliki resiko dilakukan induksi persalinan sebasar 4,083 dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami persalinan posterm (kehamilan antara 38 – 42 minggu) (95% CI :0,78 – 18,16; p = 0,026). Kesimpulan - Ibu yang mengalami persalinan posterm (umur kehamilan > 42 minggu) memiliki resiko dilakukan induksi persalinan sebasar 4,083 dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami persalinan posterm (kehamilan antara 38 – 42 minggu).
Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi balita di Puskesmas Cikarang Utara Kab. Bekasi Tahun 2012 Ikha Prastiwi; Rifka Alindawati
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 3 No 1 (2017): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.063 KB)

Abstract

Latar Belakang - Masalah gizi merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Pemerintah terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya menangani masalah gizi balita karena hal itu berpengaruh terhadap pencapaian salah satu tujuan MDGs tahun 2015 yaitu mengurangi dua per tiga kematian anak-anak usia dibawah lima tahun. Prevalensi kekurangan gizi pada anak balita menurun dari 25,8 % pada tahun 2004 menjadi 18,4% pada tahun 2007, sedangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014 menargetkan penurunan prevalensi kekurangan gizi (gizi kurang dan gizi buruk) pada anak balita < 15,0% pada tahun 2014 (Sarjunani, 2009). Metodologi - Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian analitik, yaitu dengan menggunakan metode kuantitatif dan dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 77 orang ibu yang mempunyai balita yang diambil dengan teknik simple random sampling. Data tersebut kemudian diolah dengan uji statistic chi square Hasil - Balita yang mengalami status gizi baik sebanyak 46,7%, dengan faktor yang dominan memengaruhi adalah penyakit infeksi dengan nilai ρ=0,826, OR = 0,515 (CI:0,171-1,551), pola Asuh dengan dengan hasil uji kai kuadrat didapat nilai ρ=0,660, OR = 1,752 (0,626-4,897), dan penghasilan keluarga dengan nilai ρ=0,350 dan OR = 0,577 (CI:0,172-1,932).
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI PERKEMBANGAN DENGAN TINGKAT PERKEMB ANAK DI R.A SAFINATUL JANNAH KABUPATEN BEKASI TAHUN 2017 Sofie Handajany; Dewi Agustin; Nashirah Rafiani
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 3 No 2 (2017): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.161 KB)

Abstract

Pendahuluan: Departemen Kesehatan RI melaporkan bahwa 0,4 juta (16%) balita Indonesia mengalami gangguan perkembangan, baik perkembangan motorik halus dan kasar, gangguan pendengaran, kecerdasan kurang dan keterlambatan bicara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara karakteristik (umur, pendidikan dan pekerjaan) dan pengetahuan ibu tentang stimulasi perkembangan dengan tingkat perkembangan anak di RA Safinatul Jannah Kabupaten Bekasi Tahun 2017. Metode: Desain penelitian ini adalah analitik cross sectional, dengan variabel yang diteliti yaitu umur, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan ibu, dan tingkat perkembangan anak. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yaitu semua anak yang terdaftar di RA Safinatul Jannah sebanyak 33 anak beserta ibunya. Pengambilan data menggunakan data primer dengan menyebarkan angket dan melakukan observasi dan wawancara KPSP. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dan analisa data menggunakan chi square. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian bahwa semua variabel menunjukan ada hubungan antara karakterisik dan pengetahuan ibu dengan tingkat perkembangan anak yaitu variabelumur ibu (p value=0,031 OR=6,750), pendidikan ibu (p value=0,001 OR=22), pekerjaan ibu (p value=0,003 OR=22,167), dan pengetahuan ibu (p value=0,022 OR=12).

Page 2 of 11 | Total Record : 106