cover
Contact Name
Dewi Agustin
Contact Email
dewi.agusthine@gmail.com
Phone
+6281281338876
Journal Mail Official
dewi.agusthine@gmail.com
Editorial Address
AKBID Bhakti Husada Jl. Ki Hajar Dewantara No.14 Pilar Cikarang Bekasi 17530
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
ISSN : 2503264X     EISSN : 26570149     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Merupakan jurnal yang dibuat sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian yang telah dilakukan. penelitian yang dimaksud adalah penelitian dalam bidang kesehatan baik kebidanan, keperawatan, kesehatan masyarakat, pendidikan kesehatan dan profesi kesehatan.
Articles 106 Documents
Pengaruh Terapi Hipnotis 5 Jari Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pra Kateterisasi Jantung Zuriati, Zuriati; Nur, Hasanah; Suriya, melti
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 11 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jkb.v11i2.265

Abstract

LatarBelakang: Penyakit jantung merupakan salah satu kematian terbesar di dunia mencapai 17,5 juta jiwa (31%) dari 58 juta jiwa. Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit penyempitan pembuluh darah arteri koronaria yang memberi pasokan nutrisi dan oksigen ke otot-otot jantung, terutama ventrikel kiri yang memompa darah ke seluruh tubuh, ada survei diketahui penderita PJK yang akan dilakukan katerisasi jantung sebagian besar muncul perasaan cemas dan sering memikirkan penyakit dan kondisi pasca pembedahan.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi hipnotis 5 jari terhadap tingkat cemas pasien pra katerisasi jantung di RSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro Tahun 2023. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan pre eksperimen two group pre dan post test design terhadap pasien rawat inap yang akan menjalani tindakan kateterisasi jantung di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro, pada bulan November 2023. Sampel pada penelitian ini berjumlah 66 pasien PJK, dengan pengambilan teknik menggunakan Accidental Sampling berjumlah 66. Hasil Uji statistik pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Hasil analisa univariat didapatkan data Sebelum diberi hipnotis 5 jari skore nilai tengah adalah 4.03 . Skor cemas terendah adalah 1 dan skore cemas tertinggi adalah 6, setelah diberi hipnotis 5 jari skore nilai tengah adalah 2.03. Skor cemas terendah adalah 1 dan skore cemas tertinggi adalah 6. Analisa bivariartdidapatkan nilai p-value 0,00 sedangkan rata-rata intensitas cemas setelah intervensi 8,50 dengan nilai Z -3,601 dan p-value 0,000 yang artinya ada pengaruh hipnotis 5 jari dalam menurunkan cemas pada pasien pre katerterisasi jantung. Sarandiharapkan dapat menjadi solusi untuk untuk menurunkan cemas pada pasien pra kateterisasi jantung dan dapat dijadikan sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut terkait hipnotis 5 jari untuk menurunkan cemas.
Identifikasi Cemaran Bakteri Salmonella Sp Pada Susu Sapi Segar Berdasarkan Uji Biokimia Baco, Maria Velgiyanti; Mahtuti, Erni Yohani; Faisal, Faisal
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 11 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jkb.v11i2.242

Abstract

Latar Belakang:Sebagai salah satu sumber kandungan protein utama, susu menjadi salah satu asupan penting bagi tubuh. Sehingga konsumsi susu meningkat setiap harinya. Akan tetapi susu juga beresiko tinggi akan pertumbuhan bakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cemaran bakteri Salmonella Sp pada susu sapi dengan uji biokimia. Metode Penelitian yang peneliti gunakan adalah deskriptif analitik. Peneliti melakukan penelitian pada bulan Maret 2025 di Laboratorium STIKes Maharani Malang. Sampel penelitian ini berjumlah 10 sampel susu sapi segar. Sampel susu sapi yang diperoleh dikultur pada media SSA dan identifikasi pewarnaan gram, uji gula-gula,TSIA, dan IMVIC. Secara makroskopis 2 sampel dengan kode sampel S4 dan S9 didapat ciri sebagai bakteri Salmonella diperoleh koloni bulat ,permukaan cembung dengan inti hitam pada SSA. Berdasarkan hasil uji gula-gula sampel S4 dan S9 ditemukan gas dan perubahan warna menjadi kuning pada Glukosa dan maltosa, Indol(negatif), MR(Positif), VP(Negatif), Citrat(Positif) dan bakteri bentuk basil berwarna merah muda sebagai ciri bakteri gram negatif pada pewarnaan gram secara mikroskopis. Kesimpulan penelitian ini adalah ditemukan 2 dari 10 sampel susu sapi terdapat cemaran salmonella typi berdasarkan hasil uji biokimia. Saran bagi peneliti selanjutnya yakni melakukan penelitian lanjutan seperti uji Molekuler dan uji PCR serta melakukan penelitian terhadap bakteri spesies lain.
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kejadian Disminorea Pada Remaja Putri Andini, Rizky Fitri; Prastiwi, Ikha; Astuti, Rina; Putri, Farisa Fabia
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 11 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jkb.v11i2.243

Abstract

Latar Belakang: Masalah yang sering dialami oleh remaja putri pada saat remaja adalah masalah disminorea atau nyeri pada saat mensturasi. Salah satu penyebab pencetus kejadian disminorea dikarenakan faktor psikologis seperti kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian disminorea pada remaja putri di SMPN 3 Cibitung Bekasi Tahun 2024. Metode: metode penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMPN 3 Cibitung dengan populasi sebanyak 34 siswa dengan teknik accidental sample. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariate dengan menggunakan uji statistik gamma. Hasil: Hasil penelitian dengan uji statistik gamma diperoleh nilai P-value = 0,002 atau nilai p<α yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian disminorea pada remaja putri di SMPN 3 Cibitung tahun 2024. Diharapkan para guru dapat bekerjasama dengan Puskesmas terdekat untuk memberikan penyuluhan ataupun pendidikan kesehatan terkait dismenorea dengan melibatkan keluarga Kata Kunci : Disminorea, Tingkat Kecemasan, Remaja
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PENGGUNAAN APD DI RUANG RAWAT INAP RS BHAKTI HUSADA CIKARANG Priandini, Sisca; Shafira, Devhiyona; Marlina, Lina
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 11 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jkb.v11i2.236

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Alat Pelindung Diri adalah kumpulan alat keselamatan yang digunakan oleh pekerja untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuh dari kemungkinan adanya paparan bahaya di lingkungan kerja terhadap kecelakaan atau penyakit yang disebabkan karena bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan penggunaan APD. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Hasil: Dari hasil Univariat diperoleh perawat dengan pengetahuan baik sebanyak 39 perawat (73,6%) dan perawat yang menggunakan APD baik sebanyak 37 perawat (69,8%). Hasil Bivariat diperoleh nilai probabilitas p-value = 0,000 dan r-24,933, hal ini menunjukkan p<0,05 yang berarti ada hubungan antara pengetahuan perawat dengan penggunaan APD di ruang rawat inap RS Bhakti Husada Cikarang tahun 2024. Pembahasan : perawat yang mempunyai pengetahuan baik menggunakan APD lebih baik 24,933 kali dibandingkan dengan perawat yang memiliki pengetahuan cukup Simpulan: Diharapkan Rumah Sakit lebih memperhatikan dan melakukan pengawasan pada perawat dalam menggunakan APD ketika memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Kata kunci: pengetahuan, perawat, penggunaan APD
Asuhan Keperawatan Stroke Dengan Penerapan Latihan Range Of Motion (Rom) Di Rsup Dr. Kariadi Semarang Wijaya, Indra; Solih Setiawan, Asep Widi Muharom
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 11 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jkb.v11i2.246

Abstract

Pendahuluan: Kerusakan saraf dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan sendi, apabila tidak dilakukan apa-apa setelah pasien terkena stroke. Stroke yang tidak mendapatkan penanganan yang baik akan menimbulkan berbagai tingkat gangguan, seperti penurunan tonus otot, hilangnya sensibilitas pada sebagian anggota tubuh. Penurunan kekuatan otot yang disebabkan oleh berkurangnya kontraksi otot akibat terhambatnya suplai darah ke otak. Sehingga hal inilah yang menyebabkan gangguan neuromuscular pada pasien stroke sehingga terjadinya gangguan mobilitas fisik. Metode: Metode yang digunakan studi kasus ini yaitu deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Studi kasus ini dimulai dari pengkajian, merumuskan masalah, membuat perencanaan, melakukan implementasi dan evaluasi. Penerapan studi kasus ini dengan melakukan Latihan Range Of Motion (Rom) pada pasien stroke dan dievaluasi dengan menggunakan Indeks Bartel. Hasil: hasil evaluasi latihan ROM selama 3 x sehari selama 7 hari didapatkan hasil Dan didapatkan skor kemandirian pada hari pertama, ke dua dan ke tiga klien I dengan skor 45, hari ke empat, ke lima dengan skor 50, hari ke enam 55 dan har ke tujuh skor 60, sedangkan klien II hari pertama, ke dua mendapatkan skor 65, hari ke tiga dan ke empat skor 70, hari ke lima 80, hari ke enam skor 85 dan hari ke tujuh mendapat skor 90. Pembahasan: Hal ini membuat otot bekerja menjadi lebih keras, terjadinya peningkatan rekruitmen motor unit sehingga semakin banyak motor unit yang terlibat menyebabkan terjadi hipertropi karena peningkatan kekuatan oto Kesimpulan: Terapi non farmakologi latihan ROM pada ke dua klien selama tiga kali sehari selama 7 hari untuk meningkatkan kekuatan otot terdapat kenaikan skor setiap harinya menggunakan instrumen Index Bartel dan perubahan kemandirian pada klien. Perawat diharapkan dapat mengaplikasikan latihan ROM pada pasien stroke. Berdasarkan tindakan yang telah dilakukan pada kedua responden dapat disimpulkan bahwa terapi latihan ROM efektif dalam meningkatkan kekuatan otot. Saran: Latihan Range Of Motion efektif dilakukan sesuai standar operasional (SOP) pada pasien stroke. Kata kunci : Stroke, Latihan Range Of Motion, Index Bartel
Analisis Jumlah Leukosit Dan Eritrosit Dalam Urine Sopir Bus Dengan Dugaan Infeksi Saluran Kemih (Isk) putri, rani ekawati; Rahmawati, Previta Zeizar; Faisal, Faisal Zeizar
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 11 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jkb.v11i2.241

Abstract

Latar belakang Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan penyakit karena adanya infeksi disebabkan oleh patogen yang masuk pada saluran perkemihan yang meliputi ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Sopir bus merupakan salah satu pekerjaan yang membutuhkan waktu kerja yang lamah, kurangnya istirahat, sering menahan buang air kecil dan kurangnya mengkonsumsi air dalam satu kali perjalanan yang mengakibatkan terjadinya ISK. Tujuan peneliian ini Untuk menganalisis jumlah leukosit dan eritrosit dalam urine pada sopir bus di terminal arjosari kota malang dengan dugaan infeksi saluran kemih (ISK). Metode penelitian deskriptif kuantitatif analitik mengunakan Teknik sampling random sebanyak 20 sopir dengan pemeriksaan mikroskopis. Hasil penelitian dari jumlah leukosit, eritrosit urine pada sopir bus diterminal Arjosari Kota Malang dengan jumlah sampel sabanyak 20 sampel. pada hasil negatif leukosit sebanyak 18 orang (90%) dan positif leukosit sebanyak 2 orang (10%) pada sampel A20 jumlah leukosit 22 sel. Pada sampel A19 jumlah leukosit 6 sel. Dan hasil negatif eritrosit sebanyak 19 orang (95%) dan positif eritrrosit 1 orang (5%) didapatkan pada sampel A20 jumlah eritrosit sebanyak 49 sel. Dimana hasil positif ditandai jika jumlah leukosit>4/LPB, dan jumlah eritrosit>3/LPB. Dan hasil negatif ditandai dengan tidak adanya leukosit dan eritrosit. Saran peneliti selajnjutnyaj untuk melajkukajn penelitiajn lebih lajnjut terkajit urinajlisaj yajitu meliputi: epitel, bajkteri, kristajl, dajn secajraj fisik di lihajt dajri kekeruhajn, wajrnaj, dajn pH. Kata kunci : infeksi saluran kemih, leukosit urine, eritrosit urine.

Page 11 of 11 | Total Record : 106