cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 351 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2026)" : 351 Documents clear
ANALISIS PREFERENSI MEDIA INFORMASI PENCEGAHAN MALARIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS SENTANI Susi Lestari; Arum Surya Utami; Tiyan Febriyani Lestari; Fetty Satu Ryan Utami
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52750

Abstract

Malaria is a major health problem in Papua Province with a high prevalence and impacts pregnant women, infants, and community productivity. Behavioral factors such as the use of mosquito nets, home environmental conditions, and community knowledge influence the risk of malaria. To support control efforts, this study was conducted to understand the preferences of malaria prevention information media among pregnant women at the Sentani Community Health Center. This study used a non-experimental survey design with a cross-sectional approach that measured variables once without follow-up. The dependent variable was information media preference, while the independent variables included age, education, occupation, knowledge, access to technology, and frequency of information media use. Data were obtained through questionnaires to pregnant women as respondents. The results showed that the majority of pregnant women were aged 20–35 years, had moderate education, were unemployed, had internet access, and had good knowledge about malaria. The most preferred information media was direct counseling (44.4%), followed by digital media (33.3%) and print media (22.2%). There was a significant relationship between age and information media preference (p=0.043), while education, occupation, access to technology, number of pregnancies, and knowledge did not show a significant relationship. In conclusion, direct counseling remains the preferred information medium because it is considered easier to understand and interactive.
Efek Edukasi Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Perawatan Kelambu Insektisida di Puskesmas Harapan Susi Lestari; Fetty Satu Ryan Utami; Arum Surya Utami; Tiyan Febriyani Lestari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52755

Abstract

Malaria mash menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di wilayah dengan angka penularan tinggi. Ibu hamil merupakan kelompok rentan yang membutuhkan pengetahuan memadai mengenai praktik pencegahan, termasuk perawatan kelambu berinsektisida. Penelitian ini bertujuan menganalisis efek intervensi edukasi terhadap perubahan pengetahuan ibu hamil mengenai prosedur perawatan kelambu berinsektisida di Puskesmas Harapan. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest yang melibatkan kelompok intervensi dan kontrol. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok intervensi (Z = -3.624; p = 0,000), sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna (Z = -1.732; p = 0,083). Temuan ini menegaskan bahwa edukasi terstruktur efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil terkait perawatan kelambu berinsektisida. Intervensi edukasi direkomendasikan sebagai strategi pendukung dalam upaya pencegahan malaria pada kelompok ibu hamil
Efektifitas Konseling Menyusui Terhadap Pemberian ASI Eksklusif: Literatur Review Riska Dwi Candrawati; Yufitriana Amir; Misrawati Misrawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52760

Abstract

The World Health Organization (WHO) recommends exclusive breastfeeding for the first 6 months of life and continued breastfeeding until 2 years of age. Although exclusive breastfeeding provides many benefits, globally, the rate of exclusive breastfeeding is still low. Therefore, appropriate strategies are needed to address these factors, including breastfeeding counseling. This literature review aims to assess the effectiveness of breastfeeding counseling on exclusive breastfeeding. The search was limited to scientific papers published between 2021 and 2025 that focused on breastfeeding counseling related to exclusive breastfeeding. Three databases were searched: Science Direct, PubMed, and Springer Link. Of the 295 studies obtained, 8 studies were included in the review. Data were analyzed using deductive thematic analysis. This review shows that breastfeeding counseling is effective in increasing exclusive breastfeeding rates and can improve mothers' self-efficacy. Counseling can be provided starting from pregnancy, continuing after delivery and immediately after delivery, and can be conducted individually or in groups, face-to-face, online, or hybrid.
The Potential of Snake Fruit Peel Extract As A Supplement to Metformin For Antidiabetic Therapy and For Preventing Cell Apoptosis: A Systematic Review Anditri Weningtyas
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52765

Abstract

The white race, especially the adult population, has a prevalence of type 2 diabetes ranging from 3% to 6%. The diabetes frequency in Singapore has greatly escalated in the past ten years. Despite being called a tropical country, Indonesia is the world's second-largest contributor to biodiversity (following Brazil). Approximately 2,500 species of plants are classified as herbs in Indonesia, which has about 30,000 species. An example of these herbs is snake fruit that gives numerous pharmacological effects, such as immunostimulator, antioxidant, antidiabetic, and it improves lipid profile. A lot of types of snake fruit can be found in Indonesia, and their various content are likely to appear due to the different types of snake fruit's physical conditions, as indicated in the previous research. Phenolic compounds and flavonoid groups can inhibit the α-glucosidase enzymes due to being capable of neutralize free radicals, and eventually, pancreatic beta cell apoptosis can be prevented. Methods use Systematic Review by conducting literature searches using PubMed and Ebsco. The literature discusses snake fruit, antidiabetic and cell apoptosis. There are six studies, concluding that snake fruit can be antidiabetic and it prevents cell apoptosis. Snake fruit can be an antidiabetic alternative in the treatment of diabetes, particularly in preventing cell apoptosis.
Social Stigma And Treatment Adherence Among People Living With Tbc–Hiv Coinfection: A Study At Jayapura Regional Hospital Dwi Kartika Jayanti; Eva Sinaga; Agnes Angelita Suyanto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52781

Abstract

Orang dengan Koinfeksi TBC–HIV sering mengalami stigma sosial, yang dapat menyebabkan isolasi sosial dan kepatuhan pengobatan yang rendah. Kepatuhan sangat penting untuk mencapai keberhasilan pengobatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan stigma sosial dengan tingkat kepatuhan pengobatan orang dengan TBC-HIV di RSUD Jayapura. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 34 Orang dengan TBC-HIV yang dipilih secara total sampling, dilaksanakan pada bulan Mei 2025 di Poliklinik TBC-HIV RSU Jayapura. Data diperoleh menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden berusia 26–35 tahun (44,1%), laki-laki (76,5%), berpendidikan SMA (64,7%), tidak bekerja (55,9%), dan berstatus ekonomi rendah (91,2%). Sebagian besar beretnis Papua (76,5%) dan mengalami sakit <6 bulan (61,8%). Sebesar 58,8% responden mengalami stigma yang tinggi, dan 47,1%, 23,5%, serta 29,4% menunjukkan tingkat kepatuhan pengobatan yang rendah, sedang, dan tinggi. Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan stigma sosial dan kepatuhan pengobatan (p=0,043, α<0,05). Tingkat stigma sosial yang tinggi secara signifikan berhubungan dengan kepatuhan pengobatan yang rendah. Peran aktif perawat sangat penting dalam memberikan edukasi, konseling dan mendorong keterlibatan keluarga dalam pengobatan.
Peran Nurse Leader dalam Meningkatkan Patient Safety di Rumah Sakit: A Scoping Review Nursahid Nursahid; Dwi Indah Iswanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52809

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Keselamatan pasien merupakan indikator utama mutu layanan rumah sakit, dan nurse leader memiliki peran strategis dalam membangun budaya keselamatan serta memastikan praktik keperawatan yang aman. Tujuan: Scoping review ini bertujuan memetakan bukti ilmiah terbaru mengenai peran nurse leader dalam meningkatkan patient safety di rumah sakit. Metode: Review dilakukan sesuai pedoman JBI dan PRISMA-ScR dengan pencarian pada PubMed, Scopus, ScienceDirect, CINAHL, dan Google Scholar. Sebanyak 10 artikel tahun 2020–2025 memenuhi kriteria dan dianalisis secara naratif. Hasil: Temuan utama menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan khususnya transformational leadership komunikasi efektif, psychological safety, kompetensi kepemimpinan, serta strategi seperti audit keselamatan dan bedside leadership berkontribusi signifikan dalam meningkatkan keselamatan pasien. Intervensi kepemimpinan terbukti menurunkan medication error, fall rate, dan meningkatkan pelaporan insiden. Kesimpulan: Nurse leader berperan penting dalam peningkatan patient safety melalui gaya kepemimpinan yang efektif, keterampilan komunikasi, dan strategi manajerial berbasis bukti. Kata kunci: nurse leader, patient safety, leadership, hospital.
Pengaruh Senam Ergonomik Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii di Desa Kedalon Yurike Vika Agustin; Sukesih Sukesih; Tri Suwarto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52825

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan salah satu penyakit degeneratif yang dapat menyebabkan komplikasi serius pada penderita, terutama jika kadar gula darah tidak terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam ergonomik terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di Desa Kedalon, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Jenis penelitian ini adalah kuasi-eksperimental dengan rancangan pre-test post-test control group design. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 30 orang pasien diabetes melitus tipe II, yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 15 orang pada kelompok intervensi yang melakukan senam ergonomik 3 kali seminggu, dan 15 orang pada kelompok kontrol yang mendapat edukasi tentang DM. Uji statistik yang digunakan adalah uji Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan signifikan kadar gula darah pada kelompok intervensi setelah dilakukan senam ergonomik. Rata-rata kadar gula darah sebelum intervensi pada kelompok intervensi adalah 223.73 mg/dL, sementara setelah intervensi turun menjadi 163.07 mg/dL, dengan selisih rata-rata 60.67 mg/dL. Hasil uji PairedSample T-Test menunjukkan nilai p 0.000 (p < 0.05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan senam ergonomik terhadap penurunan kadar gula darah pada kelompok intervensi. Sebaliknya, pada kelompok kontrol, tidak terjadi perubahan signifikan, dengan p-value = 0.743 (p > 0.05). Berdasarkan hasil tersebut. dapat disimpulkan bahwa senam ergonomik efektif dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di Desa Kedalon. Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Hal ini menjadikan senam ergonomik sebagai salah satu terapi non-farmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II.
Pendekatan Integratif Deteksi dan Intervensi Dini Masalah Kesehatan Mental Perinatal: Studi Kualitatif pada Penyedia Layanan Kesehatan Ibu Leila Nisya Ayuanda; Ratna Arifiana; Sandi Ari Susiatmi; Nur Intan Kusuma; Siti Khuzaiyah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52838

Abstract

Gangguan kesehatan mental perinatal, termasuk kecemasan, depresi, dan gangguan penyesuaian selama kehamilan serta masa nifas, masih menjadi masalah yang kurang teridentifikasi dan kurang tertangani dalam layanan kesehatan ibu. Meskipun pendekatan integratif terbukti efektif dalam meningkatkan deteksi dan penanganan dini, implementasinya di tatanan pelayanan primer masih bervariasi dan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi deteksi dan intervensi dini masalah kesehatan mental maternal. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan case study. Partisipan terdiri dari bidan desa, bidan KIA, perawat jiwa, ibu hamil, dan ibu nifas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pedoman wawancara semi terstruktur dengan expert judgement. Analisis data menggunakan analisis tematik miles huberman dengan software N-Vivo. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh tema yang ditemukan yaitu kebutuhan psikologis wanita hamil dan pascapersalinan, manifestasi gangguan mental pada wanita hamil dan pascapersalinan, dinamika psikososial kehamilan dan pascapersalinan, penentuan risiko kesehatan mental ibu, pengelolaan awal kesehatan mental ibu, tantangan dan hambatan dalam pelayanan kesehatan mental ibu, serta harapan tenaga kesehatan primer. Temuan menunjukkan perlunya penguatan model tatalaksana integratif dalam pelayanan kebidanan untuk meningkatkan deteksi dan intervensi dini kesehatan mental perinatal. Standarisasi instrumen skrining, pelatihan tenaga kesehatan, dan penguatan jejaring rujukan serta strategi reduksi stigma menjadi komponen kunci peningkatan kualitas layanan.
Pengaruh Pemberian Posisi Semi Fowler dengan Kombinasi Pemberian Oksigen Terhadap Peningkatan Saturasi pada Pasien Congestive Heart Failure (Chf) di Rumah Sakit Advent Medan Indah Selviana; Hartaulina Saragih; Yusuf Panserito
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52839

Abstract

Ketidakmampuan jantung untuk memompa darah sebagaimana mestinya mengakibatkan gagal jantung kongestif (CHF), suatu penyakit yang menurunkan oksigenasi jaringan dan menimbulkan berbagai gejala, seperti edema, dispnea, dan nyeri dada. Pemberian oksigen dan penyesuaian posisi, seperti postur semi-Fowler 45°, dapat membantu pasien CHF dengan meningkatkan saturasi oksigen dan mengurangi gejala dispnea. Tujuan penelitian ini adalah untuk memastikan apakah postur semi-Fowler dapat membantu pasien CHF mencapai tingkat saturasi oksigen yang lebih tinggi. Untuk memberikan perbandingan dan kesimpulan yang menarik tentang perubahan yang dihasilkan oleh terapi, studi kuantitatif ini menggunakan desain kuasi-eksperimental, yang terdiri dari eksperimen yang menggabungkan unit eksperimen, penilaian efek, dan perlakuan, tetapi tidak menggunakan penugasan acak. Hipotesis HA diterima dan H0 ditolak berdasarkan hasil uji Wilcoxon, yang menunjukkan pengaruh signifikan pemberian postur semi-Fowler terhadap pasien gagal jantung kongestif (CHF) di RS Medan Advent dengan nilai P 0,000 < 0,05. Penelitian ini menemukan bahwa selain pemberian oksigen, menempatkan pasien gagal jantung kongestif (CHF) dalam postur semi-Fowler dapat meningkatkan kadar saturasi oksigen mereka.
Complement Profile, Ana Test, And Anti-Dsdna in Systemic Lupus Erythematosus (Sle) Patients Treated At Dr. Soetomo General Hospital Surabaya 2022–2023 Reisya Fadhilah Noor Hafizhah; Yuliasih Yuliasih; Betty Agustina Tambunan; Lita Diah Rahmawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52851

Abstract

The complement system is an important part of the innate immune system, consisting of several proteins that play a role in defending the body against infection, tissue repair, and immune complex clearance. Components C3 and C4 are major parts of this system that can describe immune response activity in autoimmune diseases such as systemic lupus erythematosus (SLE). This study aims to determine the complement levels (C3 and C4), ANA test results, and anti-dsDNA levels in patients with systemic lupus erythematosus (SLE) treated at the Dr. Soetomo General Hospital in Surabaya during the period 2022–2023. This study used a retrospective descriptive design with secondary data from the medical records of SLE patients treated at Dr. Soetomo General Hospital in Surabaya. The variables analyzed included patient characteristics (age, gender, occupation), C3 and C4 complement levels, ANA test results, and anti-dsDNA levels. The results showed that out of 1,978 SLE patient data, 274 patients met the inclusion criteria for the study. Most patients were female (81%) with the highest age range being 15–19 years (28.1%). Complement level tests showed that 57.6% of patients had below-normal C3 levels, while 51.1% of patients had normal C4 levels. Positive ANA test results were found in 52.6% of patients, while 26.6% of patients showed positive anti-dsDNA levels. Spearman's correlation analysis showed a significant negative correlation between anti-dsDNA levels and C3 levels (r = –0.498; p < 0.001) and C4 levels (r = –0.561; p < 0.001), meaning that an increase in anti-dsDNA levels was followed by a decrease in complement levels. The majority of SLE patients at Dr. Soetomo General Hospital in Surabaya were women of childbearing age. Most patients showed decreased complement levels and increased anti-dsDNA levels, which correlated with disease activity.