cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,354 Documents
Analisis Kinerja Petugas Dalam Melengkapi Pengisian Rekam Medis di Puskesmas Muara Kulam Kabupaten Musi Rawas Utara Triana Triana; Ali Harokan; Lilis Suryani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31397

Abstract

Pelayanan rekam medis merupakan unit dengan kegiatan pelayanan penunjang secara profesional yang berorientasi pada kebutuhan informasi kesehatan bagi pemberi layanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas dalam melengkapi pengisian rekam medis di Puskesmas Muara Kulam Kabupaten Musi Rawas Utara. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian ini adalah petugas kesehatan di Puskesmas Muara Kulam Tahun 2024. Sampel yang digunakan sebanyak 60 orang, dengan teknik total sampling. Penelitian dilaksanakan tanggal 24 Maret 2024. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square dan multivariat regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan  (p value 0,003), kepatuhan terhadap protap  (p value 0,015) dan standar ruangan dengan kinerja petugas dalam melengkapi pengisian rekam medis di Puskesmas Muara Kulam. Tidak ada hubungan usia (p-value 1,000), jumlah tenaga rekam medis (p value 0,63) dan pelatihan (p value 1,000) dengan kinerja petugas dalam melengkapi pengisian rekam medis di Puskesmas Muara Kulam Tahun 2024. Tidak ada hubungan usia (p value 1,000), jumlah tenaga rekam medis (p value 0,63) dan pelatihan (p value 1,000) dengan kinerja petugas dalam melengkapi pengisian rekam medis di Puskesmas Muara Kulam. Faktor yang paling dominan dengan kinerja petugas dalam melengkapi pengisian rekam medis yaitu pengetahuan (p value 0,002). Bagi Puskesmas hendaknya Puskesmas beralih rekam medis dengan sistem digitalisasi sehingga mudah dalam pencarian data pasien, pengentrian serta data pasien tidak mudah hilang dan mudah dalam mengakses data.
Upaya Antisipasi Burnout pada Staf Instalasi Gawat Darurat Pasca Transformasi Rumah Sakit Dyah Retno Andayani Puspitorini; Ernawaty Ernawaty
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31404

Abstract

This study aims to identify the causes of burnout among Emergency Department (ED) staff post-hospital transformation and to develop anticipatory strategies to mitigate burnout risk. The research employed a quantitative approach using the Maslach Burnout Inventory (MBI) scale to measure burnout levels among ED staff at RSUD Husada Prima. The research population consisted of 25 individuals, and data collection was conducted on December 26, 2022. The findings indicate that the majority of respondents experienced moderate burnout (88%), with variations based on gender, age, marital status, educational level, job status, and work tenure. Recommendations for mitigating burnout include interpersonal skills training, improving the work environment, workload management, recognition and reward systems, professional development opportunities, regular meetings with supervisors, employee wellness programs, workload adjustments according to age and tenure, and education about burnout symptoms. Keywords: Burnout, Emergency Department, Health Workers, Hospital, Transformations
Implementasi Algoritma Support Vector Machine (SVM) Untuk Diagnosis Kesehatan Manusia Berbasis Web Application Mifta Aulia Ramadhani; Agus Khumaidi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31481

Abstract

Rumah sakit mempunyai peranan penting dalam kesehatan masyarakat. Namun, rumah sakit mempunyai banyak kekurangan salah satunya adalah dari segi pelayanan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan efisiensi pelayanan rumah sakit dilakukan perancangan sistem diagnosis kesehatan manusia melalui aplikasi web berbasis kecerdasan buatan yaitu support vector machine. Support Vector Machine (SVM) merupakan algoritma supervised learning yang bekerja dengan cara mencari hyperplane antara dua kelas data hingga mendapatkan margin terbesar. SVM mempunyai beberapa keunggulan serta performa yang baik, seperti kemampuan generalisasi yang tinggi dan mempunyai fungsi kernel untuk digunakan pada dataset yang berdimensi tinggi sehingga sering digunakan di berbagai penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner kepada masyarakat umum dengan jumlah responden sebanyak 1.164 orang serta wawancara dengan expert judgement untuk menentukan 10 penyakit dan 40 gejala penyakit. Hasil penelitian menunjukkan tingkat akurasi pengujian diagnosis penyakit pasien mencapai 99%. Inovasi ini memungkinkan diagnosis gejala penyakit manusia dilakukan dengan lebih tepat dan cepat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas rumah sakit dan derajat kesehatan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Kata Kunci: Diagnosis Penyakit, Support Vector Machine (SVM), Rumah Sakit.
Studi Kasus: Penerapan Terapi Musik dan Biblioterapy Untuk Mengurangi Kecemasan Anak Saat Diberikan Terapi Intravena Rafifah Luthfiah; Nur Annisa Rahmawati; Ekan Faozi; Agung Haryanto
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31542

Abstract

Hospitalisasi merupakan peristiwa yang sering menimbulkan pengalaman traumatik khususnya pada pasien anak yang menyebabkan terjadinya kecemasan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan pada anak yaitu dengan mengalihkan perhatian pada musik dan buku cerita bergambar. Musik yang paling bermanfaat bagi kesehatan seorang pasien yaitu jenis musik klasik. Biblioterapi adalah aktivitas menggunakan buku yang sesuai dengan usia dalam terapi pengobatan, Biblioterapi dengan buku cerita efektif terhadap penurunan Tingkat Kecemasan Efek Hospitalisasi pada Anak Prasekolah. Tujuan: mengetahui pengaruh terapi musik dan biblioterapi untuk mengurangi kecemasan pada anak sebelum mendapatkan terapi intravena di IGD RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Metode: Desain penelitian ini menggunakan deskriptif studi kasus. Populasi dalam penelitian ini merupakan pasien anak usia 3-12 tahun yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo. Penelitian ini terdiri atas 5 responden, Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi HAM-A. Hasil: Hasil analisis statistic menunjukkan uji Wilcoxon dari 5 responden diketahui terdapat 4 responden (80%) yang mengalami penurunan kecemasan setelah diberikan terapi music dan 1 responden kecemasannya menetap. Kesimpulan: Terdapat perbedaan Penurunan Kecemasan Anak Usia 3-12 Tahun yang diberikan Terapi Intra Vena di IGD sebelum dan sesudah diberikan terapi music.
The Correlation Between Health Belief Model and Consumption of Iron Tablets in Adolescence Girl Aulia Rizky Ferina; Didien Ika Setyarini; Ita Yuliani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31563

Abstract

Iron tablets are one of the government's initiatives to prevent anemia, given the high prevalence of anemia among women aged 15 to 34 (48.9%). Adolescent girls still consume very less, however this varies by area. Data from the Malang City Health Office in 2022 shows that SMAN 8 Malang has consumption coverage in the 50-80% range. Perception has an impact on the choice to consume. The health belief model provides insight into the perception (HBM). The purpose of this study is to examine the connection between teenage girls' use of iron supplements and their HBM. Correlational analytics was employed in the study technique using a cross-sectional methodology. A proportionate random sample approach yielded 136 pupils in the population, which consisted of 10th graders. This research employed chi-square test data analysis, compliance with TTD consumption, and HBM surveys as its tools.While there was no significant correlation between the consumption of iron tablets in adolescent girls and perceived severity (p=0.303) and perceived vulnerability (p=0.330), there was a significant correlation between perceived benefits (p=0.000), barriers (p=0.006), cues to action (p=0.036), and self-efficacy (p=0.000). According to the study's findings, teenage girls who take iron pills have an association with their perceptions of the advantages, obstacles, signals to take action, and self-efficacy.s
Literatur Review : Neurosains Dalam Pendidikan; Memahami Mekanisme Otak dan Kontrol Diri Remaja Klara Elfa Putri Warsanto; Augustina Sulastri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31632

Abstract

Perkembangan pada remaja terjadi dengan perubahan masa anak-anak ke masa dewasa ditandai dengan masa pubertas. Pada masa pubertas ini, remaja sering terlibat dalam perilaku berisiko. Dalam neuroscience, kecenderungan perilaku beresiko tersebut dipengaruhi oleh perkembangan otak, gangguan otak dan saraf pada remaja, terutama pada area korteks prefrontal. Korteks prefrontal, merupakan wilayah yang penting dalam pengendalian diri dan pengambilan keputusan pada manusia. Bagian otak yang mengatur kecanduan zat diketahui melibatkan wilayah otak yang disebut prefrontal cortex (PFC), yang penting dalam fungsi eksekutif dan memberikan kontrol penghambatan pada perilaku ("sistem pengereman"). Selanjutnya penulis membahas mengenai pendekatan yang dilakukan melalui temuan neuroscience dalam mendampingi remaja mengembangkan kontrol diri di dunia pendidikan. Penelitian menggunakan Penelitian menggunakan systematic literature review. Pencarian artikel/jurnal diakses dari pencarian internet dengan database google scholar. Dari review literatur ditemukan jurnal yang memiliki kaitan dengan neurosains,otak yang sehat dan mengalami gangguan karena kecanduan pada remaja, kontrol diri pada remaja. Hasil dari review jurnal yaitu sifat impulsif dikaitkan dengan disfungsi daerah kortikal prefrontal yang diasumsikan tercermin dari pengurangan volume dan ketebalan GM (gray matter), dimana jika kekurangan GM di area prefrontal terkait dengan kontrol diri. Remaja yang memiliki kontrol diri rendah, menunjukkan volume GM kortikal prefrontal yang jauh lebih rendah di hampir semua bidang minat, maka dengan kontrol diri yang rendah akan menimbulkan tingkat agresitivas yang tinggi.
Implementasi Terapi Kompres Dingin Menggunakan Ice Pack dalam Mengurangi Nyeri Perineum pada Ibu Post Partum: Studi Kasus Lyna Galuh Anggar Jantik; Sulastri Sulastri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31664

Abstract

Pendahuluan : Berbagai jenis nyeri kronis dapat timbul setelah melahirkan, seperti nyeri bekas luka setelah operasi caesar, nyeri perineum setelah persalinan dikaitkan dengan kualitas hidup yang lebih rendah, mempengaruhi kemampuan mereka untuk melakukan kegiatan sehari-hari, terlibat dalam hubungan sosial, dan bahkan berdampak pada kehidupan seksual mereka. Terapi komplementer menawarkan berbagai pilihan untuk mengelola nyeri pasca melahirkan, memberikan wanita alternatif untuk metode penghilang rasa sakit konvensional dan juga dapat mencegah kecacatan, dan meningkatkan kualitas hidup ibu secara keseluruhan pada fase postpartum. Terapi kompres es telah terbukti efektif mengurangi rasa sakit yang signifikan pada ibu pascanatal. Metode : penilaian terhadap hasil implementasi menggunakan metode pre dan post intervensi. Sampel yang digunakan dalam studi ini melibatkan seorang wanita yang dalam perawatan setelah melahirkan dan mengalami permasalahan nyeri. Pasien diberikan terapi kompres dingin menggunakan ice pack selama 10-15 menit setiap hari dalam 3 hari perawatan di ruang perawatan persalinan. Pengukuran nyeri dilakukan sebelum dan setelah pemberian terapi menggunakan lembar observasi nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Hasil : terdapat penurunan skala nyeri yang dialami oleh pasien setelah diberikan terapi kompres dingin Kesimpulan : pemberian terapi kompres dingin menggunakan ice pack dapat mengurangi nyeri perineum pada ibu post partum
Penerapan Model Family Centered Care Dalam Penanganan Penyandang Disabilitas di Wilayah Kepulauan Cau Kim Jiu; Usman Usman; Thosimah Thosimah; Afrida Vianny
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31704

Abstract

Melibatkan keluarga dalam perawatan penyandang disabilitas di rumah merupakan salah satu solusi agar kebutuhan penyandang disabilitas seperti kebutuhan dasar dan aktivitas sehari-hari dapat terpenuhi secara baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model family centered care dalam penanganan penyandang disabilitas di daerah kepulauan serta mengeksplorasi kebutuhan keluarga yang memiliki anggota keluarga yang mengalami disabilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan mixed methods analysis dengan menggabungkan metode quasy experimental design (one group pretest-post test design) dan kualitatif. Tehnik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi, observasi, indepth interview, focus group discussion dan kuesioner. Tehnik analisis data menggunakan uji wilcoxon signed ranks test dan tematik analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan signifikan kemampuan keluarga dalam penanganan penyandang disabilitas sebelum dan sesudah menerapkan model family centered care dengan nilai p value= 0,000. Tingkat kemampuan penyandang disabilitas dalam memenuhi aktivitas sehari-hari sebanyak 73,3% dibantu oleh anggota keluarga dan 26,7% mandiri. Hasil wawancara dan FGD di dapatkan bahwa keluarga dalam merawat disabilitas di rumah membutuhkan: 1) Kolaborasi dengan petugas kesehatan; 2) Partisipasi dari anggota keluarga dalam penanganan disabilitas di rumah; 3) Informasi terkait penanganan penyandang disabilitas di rumah; 4) dukungan finansial dalam perawatan klien di rumah; dan 5) meluangkan waktu bersama
Perbedaan Efektivitas Pemberian Air Rebusan Daun Binahong dan Daun Jambu Biji Merah Terhadap Penyembuhan Luka Perineum di UPT Puskesmas Baros Tahun 2024 Wanda Siti Zahra; Sonda Nur Assyaidah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31721

Abstract

Pada tahun 2020 di ketahui di Indonesia angka kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin di alami oleh 83% ibu melahirkan pervaginam. Dampak yang terjadi apabila perawatan luka perineum tidak baik dapat menyebabkan terjadinya infeksi, di mana infeksi masa nifas. Perawatan luka non-farmakologis merupakan terapi pengobatan tanpa menggunakan obat-obatan kimia, seperti menggunakan daun-daunan yang berfungsi untuk menyembuhkan luka, seperti menggunakan daun binahong dan daun jambu biji merah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperiment menggunakan rancangan “pre test and post test nonequivalent control group”. Populasi dalam penelitian adalah ibu post partum dengan luka perineum, pengambilan sampel secara non-probability sampling dengan teknik consecutive sampling. Sampel berjumlah 32 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok daun binahong sebanyak 16 orang dan kelompok daun jambu biji merah sebanyak 16 orang. Data dianalisis dengan uji univariat dan uji bivariat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada penyembuhan luka perineum sesudah diberikan intervensi kelompok daun binahong rata-rata .75. Sedangkan pada kelompok daun jambu biji merah sesudah diberikan intervensi rata-rata 2.13. Terdapat efektivitas pada daun binahong dengan p value 0.000 < 0,05 yang berarti daun binahong lebih efektif terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum.
Manajemen Terapi Non Farmakologi untuk Menurunkan Nyeri pada Pasien Colic Abdomen di IGD : Literatur Review Sita Adelia; Ekan Faozi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31723

Abstract

Pendahuluan : Nyeri perut merupakan gejala umum dengan berbagai etiologi dan implikasi klinis yang dapat terjadi dari akut hingga kronis, dengan penyebab mendasar dan membutuhkan pendekatan manajemen yang berbeda. Nyeri perut menjadi salah satu alasan umum pasien di unit gawat darurat, dengan berbagai penelitian yang menjelaskan frekuensi dan karakteristiknya. Terapi non-farmakologis memainkan peran penting dalam mengelola nyeri kronis pada pasien dewasa, termasuk mereka yang menderita sakit perut. Tujuan : untuk mengetahui manajemen terapi non farmakologi dalam menurunkan nyeri pada pasien colic abdomen di IGD. Metode : Studi Literature menggunakan database search engine yaitu Google Scholar, Sciencedirect, dan Pubmed dengan publikasi artikel berkisar tahun 2017-2024. Strategi pencarian literatur melibatkan kata kunci yang berhubungan dengan topik dan judul penelitian menggunakan Operator Boolean standar “AND” dan “OR”. kata kunci termasuk: “Non Pharmachology Therapy” OR “Complementaru Therapy” OR “reflexiology” AND “Abdomen Pain” OR “Colic Abdomen” AND “Emergency” AND“Randomised Control” OR “Clinical Trial”. Hasil : didapatkan 5 Artikel yang menunjukan manajemen terapi non farmakologi dalam menurunkan nyeri pada pasien colic abdomen yang dapat dilakukan di IGD. Kesimpulan : terapi seperti akupuntur, terapi pijat perut, dan terapi relaksasi dapat dilakukan di unit gawat darurat dan mampu memberikan hasil yang optimal dalam menurunkan nyeri abdomen

Page 80 of 236 | Total Record : 2354