cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,354 Documents
Meningkatkan Self-Management Pasien Hipertensi melalui edukasi berbasis digital : A Systematic Review Kamahi, Sri Wahyuni; Kariasa, I Made; Arista, Liya
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56349

Abstract

Latar Belakang : Masalah hipertensi masih menjadi persoalan kesehatan global dengan tingkat kontrol tekanan darah yang masih rendah. Edukasi berbasis digital dinilai memiliki potensi dalam meningkatkan self-management pasien hipertensi, termasuk mengontrol tekanan darah, perubahan gaya hidup dan memberikan pencegahan faktor risiko komplikasi. Metode : Penelusuran literatur dilakukan melalui database ScienceDirect, Sage Journal, Pubmed, Scopus, dan Taylor & Francis. Terdapat total 10.825 artikel yang teridentifikasi, terdapat 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dengan mempertimbangkan uji coba terkendali acak (RCT), waktu publikasi, teks lengkap berbahasa inggris, akses terbuka dan hasilnya disajikan. Hasil : Hasil telaah didapatkan 4 artikel mengidentifikasi bahwa edukasi berbasis digital,pengukuran tekanan darah, dan pengingat berpengaruh terhadap pengelolaan hipertensi, kepatuhan pengobatan, penurunan tekanan darah sistolik, pengetahuan, gaya hidup, kualitas hidup, fungsi sosial (peningkatan kemampuan care giver) dengan nilai p-value < 0,05. Terdapat 2 artikel mengidentifikasi bahwa edukasi berbasis digital dan pengukuran tekanan darah berpengaruh terhadap pengelolaan hipertensi, kualitas hidup, pengetahuan, penurunan tekanan darah sistolik dengan nilai p-value < 0,05 dan penurunan faktor risiko kardiovaskuler namun tidak signifikan dengan p-value >0,05. Sedangkan 2 artikel lainnya mengidentifikasi bahwa edukasi berbasis digital dan pengingat pesan berpengaruh terhadap pengelolaan hipertensi, kepatuhan pengobatan, peningkatan faktor sosial (care giver) dengan nilai p-value < 0,05. Secara keseluruhan edukasi berbasis digital memiliki dampak positif dalam meningkatkan self-management. Kesimpulan : Edukasi berbasis digital dapat menjadi pengelolaan hipertensi yang efektif dalam mendukung self-management, penggabungan beberapa intervensi dapat menghasilkan dampak yang lebih optimal. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan durasi yang lebih lama diperlukan untuk mengkonfirmasi efek jangka panjang pada pengontrolan tekanan darah dan pencegahan komplikasi faktor risiko kardiovaskuler. Kata Kunci : Edukasi Digital, Edukasi tatap muka, Self management
Analisis Kepatuhan Pelaksanaan Kalibrasi Peralatan Kerja Terhadap Standar K3 di Pt PLN Nusantara Power Up Gresik Nisa, Destya Anggun \; Syarifah, Dwi Faqihatus
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56403

Abstract

Kalibrasi peralatan kerja merupakan elemen penting dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), karena berfungsi untuk menjamin keakuratan alat ukur yang digunakan dalam pengendalian risiko dan pengambilan keputusan operasional. Ketidaksesuaian pelaksanaan kalibrasi dapat berdampak pada meningkatnya potensi kecelakaan kerja serta menurunkan efektivitas sistem manajemen K3. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan pelaksanaan kalibrasi peralatan kerja terhadap standar K3 di PT PLN Nusantara Power UP Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi dengan menggunakan instrumen checklist yang disusun berdasarkan standar ISO 45001:2018 dan ISO/IEC 17025. Aspek yang dianalisis meliputi jadwal kalibrasi, metode kalibrasi, dokumentasi hasil kalibrasi, kompetensi personil pelaksana, dan kepatuhan terhadap interval kalibrasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS melalui analisis statistik deskriptif, uji validitas, dan uji reliabilitas. Hasil penelitian memperlihatkan secara umum pelaksanaan kalibrasi peralatan kerja telah berjalan dengan tingkat kepatuhan yang baik, namun masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian terutama pada aspek dokumentasi dan konsistensi interval kalibrasi. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan pengawasan dan penguatan sistem pencatatan kalibrasi sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan sistem manajemen K3. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi strategis bagi perusahaan dalam meningkatkan kepatuhan pelaksanaan kalibrasi peralatan kerja guna mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan
Pengaruh Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support terhadap Pengetahuan Kegawatdaruratan Mahasiswa Keperawatan Bage, Veronika Papo; Situmorang, Susy Hariaty; Sapeni, Muhammad Al – Amin R.; Lestaria, Dame; Hanaratri, Yuliana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56418

Abstract

Penanganan kegawatdaruratan trauma dan kardiovaskular menuntut respons cepat, ketepatan pengambilan keputusan, serta akurasi tindakan untuk menekan angka morbiditas dan mortalitas. Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) merupakan salah satu upaya edukatif strategis bagi mahasiswa keperawatan dalam mempersiapkan kesiapan klinis sebelum memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan BTCLS terhadap tingkat pengetahuan kegawatdaruratan mahasiswa calon lulusan Program Studi Diploma III Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mayapada. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui pendekatan one group pre-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan kegawatdaruratan sebanyak 20 butir soal. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan yang signifikan dari 44,50 pada pre-test menjadi 80,00 pada post-test dengan nilai p < 0,001. Selain itu, terjadi penurunan standar deviasi dari 12,86 menjadi 3,92 yang menunjukkan pemerataan tingkat pemahaman setelah pelatihan. Pelatihan BTCLS terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi kognitif mahasiswa serta memperkuat kesiapan menghadapi situasi klinis kegawatdaruratan secara profesional. Kata Kunci: BTCLS, Mahasiswa Keperawatan, Pengetahuan Kegawatdaruratan.
Analisis Faktor Kesiapan Penerimaan Inovasi Perawat Terhadap Penerapan Teknologi dalam Pelayanan Keperawatan : Literature Review Pane, Pemildawati; Wijayanti, Catharina Dwiana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56445

Abstract

Perkembangan teknologi informasi di bidang keperawatan, seperti penggunaan rekam medis elektronik, layanan telekeperawatan, dan aplikasi manajemen pasien, telah membawa peningkatan signifikan terhadap efisiensi serta mutu pelayanan kesehatan. Meskipun demikian, keberhasilan penerapan teknologi tersebut sangat dipengaruhi oleh kesiapan dan penerimaan para perawat. Saat ini, peran perawat tidak hanya terbatas pada pelaksanaan tindakan teknis, tetapi juga melibatkan kemampuan komunikasi, empati, serta pengambilan keputusan yang tepat. Tingkat kesiapan perawat dalam mengadopsi teknologi turut dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain strategi organisasi, gaya kepemimpinan, komitmen, serta iklim inovasi di lingkungan kerja. Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan perawat dalam menerima inovasi teknologi pada pelayanan keperawatan menjadi hal yang penting. Analisis ini mencakup penilaian terhadap aspek individu, seperti kompetensi, motivasi, dan sikap perawat, serta faktor organisasi, meliputi dukungan manajemen, ketersediaan infrastruktur, kepemimpinan, dan budaya inovasi. Pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor tersebut dapat membantu memastikan bahwa penerapan teknologi berjalan efektif serta mampu meningkatkan mutu pelayanan keperawatan. Metode penelitian ini adalah studi literature review menggunakan PRISMA. Database yang digunakan sebagai sumber terdiri dari Google Scholar, Science Direct dan ProQuest. Penelitian ini menggunakan strategi PICOT dalam menelusuri artikel pada data base elektronik. Dari 788 jurnal, didapatkan 20 jurnal yang relevan. Analisis faktor kesiapan penerimaan inovasi perawat terhadap teknologi dalam pelayanan keperawatan ada empat: strategi, leadership, commitment, dan climate of innovation. sementara hambatan utamanya adalah resistensi perubahan, keterbatasan infrastruktur, dan kurangnya pelatihan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pelatihan, kebijakan pendukung, tim inovasi, dan evaluasi rutin. Upaya peningkatan kesiapan perawat dalam mengadopsi teknologi dapat dilakukan melalui penyelenggaraan pelatihan rutin, penguatan infrastruktur beserta kebijakan pendukung, pemberian apresiasi untuk mendorong motivasi, pembentukan tim inovasi, pelaksanaan evaluasi secara berkala, serta pengembangan kolaborasi dengan berbagai pihak guna membangun budaya inovasi yang berkesinambungan.