cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,731 Documents
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Militus (Pola Tidur, Pengetahuan, dan Kepatuhan Minum Obat) Di RSUD Kota Madiun Nisa Diani Amalia; Nurwijayanti Nurwijayanti2; Agustin Widyowati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56050

Abstract

Diabetes Mellitus is a chronic disease with a very significant increase in prevalence resulting in high morbidity and mortality. In diabetes, uncontrolled blood sugar levels are the main factor that worsens the disease. Therefore, controlling blood glucose levels in patients is important. High blood sugar levels are caused by many factors, ranging from behavioral factors such as sleep patterns, level of knowledge, and medication adherence, which are also suspected to play a role in glycemic control. This study aims to analyze the effect of sleep patterns, level of knowledge, and medication adherence on blood glucose levels in patients with Diabetes Mellitus at RSUD Kota Madiun. This research is a quantitative study with a cross-sectional approach involving 130 respondents selected by simple random sampling. Data were collected through questionnaires and random blood glucose test results, and analyzed using the Chi-Square test and ordinal logistic regression. The results showed a significant effect between sleep patterns (p=0.000), level of knowledge (p=0.004), and medication adherence (p=0.000) on blood glucose levels. Multivariate analysis showed that sleep patterns were the most dominant variable (p=0.011), followed by medication adherence (p=0.034), while level of knowledge was not significant after being controlled together with other variables. The Nagelkerke R-Square value of 0.978 indicates that 97.8% of the variation in blood glucose levels can be explained by these three variables. It is concluded that sleep patterns and medication adherence have a significant effect on blood glucose levels, with sleep patterns as the most dominant factor.
Hubungan Morfologi Oosit dengan Angka Fertilisasi dan Kualitas Embryo Pada Program Fertilisasi In VitrO Gita Angella; Legiran Legiran; Yusuf Effendi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56144

Abstract

Infertilitas masih menjadi masalah kesehatan reproduksi yang signifikan, dan keberhasilan program in vitro fertilization (IVF) dipengaruhi oleh kualitas gamet, khususnya morfologi oosit. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan morfologi oosit dengan angka fertilisasi serta kualitas embrio pada tahap pembelahan hari ke-3 dan blastokista hari ke-5. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain analitik komparatif menggunakan data sekunder pasien IVF di Blastula IVF Center Siloam Sriwijaya Palembang periode Maret 2021–Desember 2024. Sampel terdiri dari 213 pasien yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Variabel bebas meliputi parameter morfologi oosit (sitoplasma, polar bodi, ruang perivitelline , zona pelusida, dan bentuk oosit), sedangkan variabel terikat adalah angka fertilisasi dan kualitas embrio. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi dengan ruang perivitelline dan zona pelusida berhubungan signifikan dengan angka fertilisasi (p < 0,05). Pada kualitas embrio hari ke-3, ruang perivitelline dan bentuk oosit menunjukkan hubungan bermakna, sedangkan pada tahap blastokista hari ke-5 tidak ditemukan hubungan signifikan antara morfologi oosit dan kualitas embrio. Kesimpulannya, pengaruh morfologi oosit lebih dominan pada tahap awal perkembangan embrio dibandingkan tahap blastokista.
Integrasi Smartwatch Sinurmi dan Website Sicakep Terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil Risiko Tinggi yang Dimediasi Busermil (Studi Survey di UPTD Puskesmas Rawat Inap Kotakaler Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat) Itoh Rositoh; Sri Rochani Mulyani; Rukhiyat Syahidin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56254

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih tinggi pada kelompok ibu hamil risiko tinggi menunjukkan perlunya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil risiko tinggi melalui pendekatan inovatif berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh integrasi smartwatch SINURMI dan website SICAKEP terhadap kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil risiko tinggi dengan mediasi oleh BUSERMIL. Penelitian ini merupakan studi survei dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif dan verifikatif, dilakukan pada ibu hamil risiko tinggi di UPTD Puskesmas Rawat Inap Kotakaler Kabupaten Sumedang. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis) untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi smartwatch SINURMI dan website SICAKEP berpengaruh positif dan signifikan terhadap peran BUSERMIL, serta BUSERMIL berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil risiko tinggi. Selain itu, integrasi SINURMI dan SICAKEP terbukti meningkatkan kualitas pelayanan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui mediasi BUSERMIL. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teknologi wearable dan sistem informasi kesehatan yang didukung peran aktif BUSERMIL efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil risiko tinggi dan berpotensi mendukung upaya penurunan AKI di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Meningkatkan Self-Management Pasien Hipertensi melalui edukasi berbasis digital : A Systematic Review Sri Wahyuni Kamahi; I Made Kariasa; Liya Arista
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56349

Abstract

Latar Belakang : Masalah hipertensi masih menjadi persoalan kesehatan global dengan tingkat kontrol tekanan darah yang masih rendah. Edukasi berbasis digital dinilai memiliki potensi dalam meningkatkan self-management pasien hipertensi, termasuk mengontrol tekanan darah, perubahan gaya hidup dan memberikan pencegahan faktor risiko komplikasi. Metode : Penelusuran literatur dilakukan melalui database ScienceDirect, Sage Journal, Pubmed, Scopus, dan Taylor & Francis. Terdapat total 10.825 artikel yang teridentifikasi, terdapat 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dengan mempertimbangkan uji coba terkendali acak (RCT), waktu publikasi, teks lengkap berbahasa inggris, akses terbuka dan hasilnya disajikan. Hasil : Hasil telaah didapatkan 4 artikel mengidentifikasi bahwa edukasi berbasis digital,pengukuran tekanan darah, dan pengingat berpengaruh terhadap pengelolaan hipertensi, kepatuhan pengobatan, penurunan tekanan darah sistolik, pengetahuan, gaya hidup, kualitas hidup, fungsi sosial (peningkatan kemampuan care giver) dengan nilai p-value < 0,05. Terdapat 2 artikel mengidentifikasi bahwa edukasi berbasis digital dan pengukuran tekanan darah berpengaruh terhadap pengelolaan hipertensi, kualitas hidup, pengetahuan, penurunan tekanan darah sistolik dengan nilai p-value < 0,05 dan penurunan faktor risiko kardiovaskuler namun tidak signifikan dengan p-value >0,05. Sedangkan 2 artikel lainnya mengidentifikasi bahwa edukasi berbasis digital dan pengingat pesan berpengaruh terhadap pengelolaan hipertensi, kepatuhan pengobatan, peningkatan faktor sosial (care giver) dengan nilai p-value < 0,05. Secara keseluruhan edukasi berbasis digital memiliki dampak positif dalam meningkatkan self-management. Kesimpulan : Edukasi berbasis digital dapat menjadi pengelolaan hipertensi yang efektif dalam mendukung self-management, penggabungan beberapa intervensi dapat menghasilkan dampak yang lebih optimal. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan durasi yang lebih lama diperlukan untuk mengkonfirmasi efek jangka panjang pada pengontrolan tekanan darah dan pencegahan komplikasi faktor risiko kardiovaskuler. Kata Kunci : Edukasi Digital, Edukasi tatap muka, Self management
Analisis Kepatuhan Pelaksanaan Kalibrasi Peralatan Kerja Terhadap Standar K3 di Pt PLN Nusantara Power Up Gresik Destya Anggun \ Nisa; Dwi Faqihatus Syarifah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56403

Abstract

Kalibrasi peralatan kerja merupakan elemen penting dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), karena berfungsi untuk menjamin keakuratan alat ukur yang digunakan dalam pengendalian risiko dan pengambilan keputusan operasional. Ketidaksesuaian pelaksanaan kalibrasi dapat berdampak pada meningkatnya potensi kecelakaan kerja serta menurunkan efektivitas sistem manajemen K3. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan pelaksanaan kalibrasi peralatan kerja terhadap standar K3 di PT PLN Nusantara Power UP Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi dengan menggunakan instrumen checklist yang disusun berdasarkan standar ISO 45001:2018 dan ISO/IEC 17025. Aspek yang dianalisis meliputi jadwal kalibrasi, metode kalibrasi, dokumentasi hasil kalibrasi, kompetensi personil pelaksana, dan kepatuhan terhadap interval kalibrasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS melalui analisis statistik deskriptif, uji validitas, dan uji reliabilitas. Hasil penelitian memperlihatkan secara umum pelaksanaan kalibrasi peralatan kerja telah berjalan dengan tingkat kepatuhan yang baik, namun masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian terutama pada aspek dokumentasi dan konsistensi interval kalibrasi. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan pengawasan dan penguatan sistem pencatatan kalibrasi sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan sistem manajemen K3. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi strategis bagi perusahaan dalam meningkatkan kepatuhan pelaksanaan kalibrasi peralatan kerja guna mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan
Pengaruh Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support terhadap Pengetahuan Kegawatdaruratan Mahasiswa Keperawatan Veronika Papo Bage; Susy Hariaty Situmorang; Muhammad Al – Amin R. Sapeni; Dame Lestaria; Yuliana Hanaratri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56418

Abstract

Penanganan kegawatdaruratan trauma dan kardiovaskular menuntut respons cepat, ketepatan pengambilan keputusan, serta akurasi tindakan untuk menekan angka morbiditas dan mortalitas. Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) merupakan salah satu upaya edukatif strategis bagi mahasiswa keperawatan dalam mempersiapkan kesiapan klinis sebelum memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan BTCLS terhadap tingkat pengetahuan kegawatdaruratan mahasiswa calon lulusan Program Studi Diploma III Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mayapada. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui pendekatan one group pre-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan kegawatdaruratan sebanyak 20 butir soal. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan yang signifikan dari 44,50 pada pre-test menjadi 80,00 pada post-test dengan nilai p < 0,001. Selain itu, terjadi penurunan standar deviasi dari 12,86 menjadi 3,92 yang menunjukkan pemerataan tingkat pemahaman setelah pelatihan. Pelatihan BTCLS terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi kognitif mahasiswa serta memperkuat kesiapan menghadapi situasi klinis kegawatdaruratan secara profesional. Kata Kunci: BTCLS, Mahasiswa Keperawatan, Pengetahuan Kegawatdaruratan.
Analisis Faktor Kesiapan Penerimaan Inovasi Perawat Terhadap Penerapan Teknologi dalam Pelayanan Keperawatan : Literature Review Pemildawati Pane; Catharina Dwiana Wijayanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56445

Abstract

Perkembangan teknologi informasi di bidang keperawatan, seperti penggunaan rekam medis elektronik, layanan telekeperawatan, dan aplikasi manajemen pasien, telah membawa peningkatan signifikan terhadap efisiensi serta mutu pelayanan kesehatan. Meskipun demikian, keberhasilan penerapan teknologi tersebut sangat dipengaruhi oleh kesiapan dan penerimaan para perawat. Saat ini, peran perawat tidak hanya terbatas pada pelaksanaan tindakan teknis, tetapi juga melibatkan kemampuan komunikasi, empati, serta pengambilan keputusan yang tepat. Tingkat kesiapan perawat dalam mengadopsi teknologi turut dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain strategi organisasi, gaya kepemimpinan, komitmen, serta iklim inovasi di lingkungan kerja. Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan perawat dalam menerima inovasi teknologi pada pelayanan keperawatan menjadi hal yang penting. Analisis ini mencakup penilaian terhadap aspek individu, seperti kompetensi, motivasi, dan sikap perawat, serta faktor organisasi, meliputi dukungan manajemen, ketersediaan infrastruktur, kepemimpinan, dan budaya inovasi. Pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor tersebut dapat membantu memastikan bahwa penerapan teknologi berjalan efektif serta mampu meningkatkan mutu pelayanan keperawatan. Metode penelitian ini adalah studi literature review menggunakan PRISMA. Database yang digunakan sebagai sumber terdiri dari Google Scholar, Science Direct dan ProQuest. Penelitian ini menggunakan strategi PICOT dalam menelusuri artikel pada data base elektronik. Dari 788 jurnal, didapatkan 20 jurnal yang relevan. Analisis faktor kesiapan penerimaan inovasi perawat terhadap teknologi dalam pelayanan keperawatan ada empat: strategi, leadership, commitment, dan climate of innovation. sementara hambatan utamanya adalah resistensi perubahan, keterbatasan infrastruktur, dan kurangnya pelatihan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pelatihan, kebijakan pendukung, tim inovasi, dan evaluasi rutin. Upaya peningkatan kesiapan perawat dalam mengadopsi teknologi dapat dilakukan melalui penyelenggaraan pelatihan rutin, penguatan infrastruktur beserta kebijakan pendukung, pemberian apresiasi untuk mendorong motivasi, pembentukan tim inovasi, pelaksanaan evaluasi secara berkala, serta pengembangan kolaborasi dengan berbagai pihak guna membangun budaya inovasi yang berkesinambungan.
Hubungan Kepuasan Pasien Pada Layanan Rme Dengan Minat Kunjungan Ulang Di Klinik Pratama Upt Layanan Kesehatan ITB Ditya Pratama; Hosizah Hosizah; Witri Zuama; Tria Saras Pertiwi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.51509

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi di dunia kesehatan menuntut fasilitas pelayanan kesehatan berinovasi dalam meningkatkan kepuasan. Kepuasan pasien berpengaruh pada minta berkunjung kembali ke fasilitas pelayanan kesehatan. Setelah diselanggarakan RME persentase kunjungan pasien di Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB mengalami penurunan sebesar 19,44%. Penurunan disebabkan pasien harus beralih dari sistem manual menjadi elektronik yaitu pasien wajib melakukan reservasi online yang dianggap menyulitkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kepuasan pasien pada layanan RME dengan minat kunjungan ulang di Klinik Pratama UPT Layanan Kesehatan ITB. Jenis penelitian observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah rata rata kunjungan pasien klinik 124 pasien perhari. Sampel diambil menggunakan non probability sampling yaitu 95 pasien. Pengumpulan dan analisis data dengan menyebar kueisioner analisis data dan uji chi-square serta Three Box Method. Pada penelitian ini menunjukkan adanya pasien yang tidak puas pada layanan RME yaitu 46 (48,4%) responden sedangkan yang menilai puas yaitu sebanyak 49 (51,6%) responden. Pasien yang menilai tidak berminat yaitu 47 (49,5%) responden sedangkan yang menilai berminat yaitu sebanyak 48 (50,5%) responden. Berdasarkan hasil uji hipotesis terdapat hubungan kepuasan pasien pada layanan RME dengan minat kunjungan ulang dengan hasil nilai p 0,000 (α <0,05) dengan nilai OR 22,76. Maka, klinik perlu meningkatkan layanan RME.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Pelaksanaan Manajemen Nyeri Non Farmakologis Oleh Perawat Pelaksana Di Irna Non Bedah Rsup Dr M Djamil Padang Tahun 2015 Fitria Fajriani; Yulastri Arif; Deswita Deswita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55398

Abstract

Angka kenyamanan pasien atau pasien bebas dari nyeri merupakan salah satu indikator mutu pelayanan kesehatan di ruang rawat inap. Salah satu upaya perawat untuk meningkatkan angka mutu tersebut adalah manajemen nyeri nonfarmakologis. Irna non bedah memiliki angka nyeri yang cukup tinggi, namun angka tatalaksana nyeri yang dilakukan oleh perawat masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan manajemen nyeri nonfarmakologis oleh perawat pelaksana di Irna Non Bedah. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 89 orang yang diambil secara purposive. Instrumen penelitin ini dibuat oleh peneliti yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh (59,6%) perawat pelaksana kurang baik dalam melaksanakan manajemen nyeri nonfarmakologis. Berdasarkan uji statistic Chi-square, terdapat hubungan yang bermakna antara pelatihan, pengetahuan, sikap dan motivasi terhadap pelaksanaan manajemen nyeri nonfarmakologis dengan masing-masing Pvalue (0,001; 0,007; 0,001; 0,001). Faktor yang memiliki kontribusi paling besar terhadap pelaksanaan manajemen nyeri nonfarmakologis adalah pelatihan. Oleh sebab itu diharapkan kepada institusi pelayanan untuk dapat membuat program pelatihan yang berkelanjutan tentang manajemen nyeri nonfarmakologis.
Boreh Spa Berbasis Lontar Usada Taru Pramana sebagai Terapi Komplementer Pereda Stres dan Nyeri Dismenore dalam Wellness Tourism Ni Putu Ayu Desinta Maharani; Putu Adi Suputra; Dzauzah Nurfajriati; Lufthansa Sami Wijaya; Komang Krisna Nugraha Wirasatya
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55520

Abstract

Dismenore merupakan gangguan ginekologi dengan prevalensi 50-90% pada wanita usia produktif yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas boreh spa berbasis Lontar Usada Taru Pramana sebagai terapi komplementer untuk dismenore dan stres dalam konteks wellness tourism. Metode scoping review digunakan untuk mengidentifikasi dan mensintesis literatur relevan dari berbagai database elektronik. Hasil menunjukkan bahwa terapi herbal dalam boreh spa efektif mengurangi nyeri dismenore dengan penurunan skor VAS 1.5-3 poin, setara dengan NSAID tanpa efek samping. Pendekatan multimodal yang mengintegrasikan ramuan herbal, terapi panas, pijat, dan aromaterapi menciptakan efek sinergis dalam menurunkan kortisol 25-40% dan nyeri 40-60%. Validasi ilmiah menggunakan CNN mencapai akurasi 92.5% dengan dokumentasi 230 spesies tanaman obat. Potensi wellness tourism sangat menjanjikan dengan 78% wisatawan mencari terapi tradisional autentik dan kontribusi ekonomi meningkatkan pendapatan UMKM 45-60%. Boreh spa berbasis Lontar Usada Taru Pramana berpotensi menjadi flagship product wellness tourism Indonesia yang berkelanjutan. Kata Kunci: dismenore, boreh spa, Lontar Usada Taru Pramana, wellness tourism, terapi komplementer. Dysmenorrhea is a gynecological disorder with a prevalence of 50-90% among women of reproductive age, significantly impacting quality of life and productivity. This study aims to examine the effectiveness of boreh spa based on Lontar Usada Taru Pramana as complementary therapy for dysmenorrhea and stress management in wellness tourism context. Scoping review methodology was employed to identify and synthesize relevant literature from various electronic databases. Results indicate that herbal therapy in boreh spa effectively reduces dysmenorrhea pain with VAS score reduction of 1.5-3 points, equivalent to NSAIDs without side effects. The multimodal approach integrating herbal remedies, heat therapy, massage, and aromatherapy creates synergistic effects in reducing cortisol by 25-40% and pain by 40-60%. Scientific validation using CNN achieved 92.5% accuracy with documentation of 230 medicinal plant species. Wellness tourism potential is highly promising with 78% of tourists seeking authentic traditional therapy and economic contribution increasing MSME income by 45-60%. Boreh spa based on Lontar Usada Taru Pramana has potential to become Indonesia's flagship sustainable wellness tourism product. Keywords: dysmenorrhea, boreh spa, Lontar Usada Taru Pramana, wellness tourism, complementary therapy.