JPPKn (Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)
Jurnal JPPKn adalah Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila & Kewareganegaraan yang diterbitkan Program Studi PPKn FKIP Universitas PGRI Banyuwangi dua kali setahun yaitu April dan Oktober. JPPKn menerima artikel ilmiah hasil penelitian atau kajian analisis kritis dalam bidang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan nilai dan moral, Pendidikan kebangsaan, Pendidikan kemasyarakatan, demokrasi , Filsafat, Nilai, dan Etika, Hukum dan Konstitusi; Politik dan Pemerintahan; Sosial dan Budaya yang belum pernah/tidak dalam pertimbangan dipublikasikan pada penerbit lain.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4 No 1 (2019)"
:
10 Documents
clear
KEBIJAKAN DAN ATURAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI SMA N 2 DOMPU
Putra, Mujiono Sang
JPPKn Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (489.49 KB)
Kebijakan adalah suatu ketentuan dari pimpinan yang berbeda dengan aturan yang ada, yangdikenakan kepada seseorang karena adanya alasan yang dapat diterima untuk tidak memerlakukanaturan yang berlaku.Aturan dapat berjalan dengan baik apabila pelaku disiplin memiliki sikapdisiplin terhadap peraturan sekolah. Disiplin sangat penting artinya bagi peserta didik, oleh karenaitu harus ditanamkan secaara terus menerus kepada peserta didik. Jika disiplin ditanamkan padapeserta didik maka disiplin tersebut akan menjadi kebiasaan. Penerapan kedisiplinan di seokolahmembantu peserta didik menyesuaikan diri dengan sekolah, bertangung jawab, memiliki kepribadianyang mantap serta berprilaku sesuai dengan aturan sekolah. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikanproses yang terkait dengan kebijakan sekolah tentang tata tertib dan peraturan yang dilaksanakan diSMA N 2 Dompu. Metode penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan datadilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian bahwaKebijakan sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik SMA N 2 Dompu pada dasarnyasekolah telah menerapkan tata tertib dan peraturan sekolah yang tertuang dalam tata tertib danperaturan sekolah. Tata tertib dan peraturan sekolah tersebut disosialisasikan kepada guru, staf tatausaha, dan karyawan. Kebijakan tata tertib dan peraturan sekolah bertujuan untuk menepis danmembuat efek jera peserta didik dengan memberikan bentuk sanksi sesuai tingkat pelanggaran yangdilakukan oleh peserta didik.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN TERHADAP KEPUASAN SISWA SMK NEGERI 1 TEGALSARI DENGAN METODE SERVQUAL KRITERIA GRONROOS
Nindy Dwi Iwijayanti;
Roudhotul Jannah
JPPKn Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (542.007 KB)
Kualitas Pendidikan sangat perlu ditingkatkan secara terus menerus, tidak hanya kualitas pelayanan di perusahan profit namun juga perusahan jasa ataupun lembaga. Sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa puas siswa terhadap kualitas pendidikan yang diberikan di SMK Negeri 1 Tegalsari.Penelitian ini menggunakan metode servqual kriteria Gronroos dengan enam variabel yaitu : profeisonalism and skill, attitude and behavior, accessibility and flexibility, reliability and trusworthtiness, recovery serta reputation and credibility untuk mengetahui dan menganalisis kualitas pelayanan pendidikan terhadap kepuasan siswa. Responden berjumlah 89 siswa dan pengolahan data menggunakan tekhnik kuantitatif dengan bantuan SPSS 20. Hasil penelitian dari 89 responden terdapat pengaruh kepuasan 5% dari variabel profeisonalism and skill, 8,9% attitude and behavior, 12,7 accessibility and flexibility, 16% reliability and trusworthtiness, 18,4 recovery, 12% reputation and credibility dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. hasil penelitian dapat disimpulkan setiap variabel berpengaruh terhadap kepuasan siswa, artinya jika variabel tersebut nilainya dinaikkan maka kepuasan siswa akan meningkat. Secara parsial variabel recovery mempunyai nilai t hitung paling besar artinya variabel ini berpengaruh paling besar bila dibadingkan dengan lima variabel yang lain. Hasil pengolahan data diperkuat dengan wawancara dari 5 Perwakila siswa yang secara Pasrsial) maupun simultan terhadap pelayanan pendidikan yang diberikan di SMK Negeri 1 Tegalsari
STUDI DESKRIPTIF TENTANG PENGEMBANGAN DESA KEBANGSAAN SEBAGAI DESA WISATA DI DESA WONOREJO KECAMATAN BANYUPUTIH KABUPATEN SITUBONDO
Wiwit Windiardani;
Bayu Indra Permana;
Agus Mursidi
JPPKn Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (445.204 KB)
Peningkatan wisatawan yang berkunjung ke Indonesia dari tahun 2017 ke 2019 mengalami peningkatan signifikan. Peningkatan signifikan mengubah pola wisata di Indonesia. Hal terwujud dengan banyaknya Desa Wisata yang mulai dikembangkan. Salah satunya adalah diresmikannya desa wisata berbasis kebangsaan yaitu Desa Kebangsaan Wonorejo. Merujuk dari latar belakang tersebut, adapaun yang menjadi tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui pengembangan Desa Kebangsaan Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo sebagai desa wisata; Untuk mengetahui hambatan dalam pengembangan Desa Kebangsaan Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo sebagai desa wisata; dan Untuk mengetahui aktualisasi nilai-nilai Kebangsaan pada pengembangan Desa Kebangsaan Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo sebagai desa wisata. Penelitian adalah penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk analisa data dengan metode analisis interaktif. Hasil dari analisi penelitian adalahPengembangan Desa Kebangsaan Wonorejo sebagai desa wisata melalui kekuatan ciri khas daerah yang dimiliki seperti potensi wisata dan kekuatan seni dan budaya yang dimiliki melalui festival; Hambatan dalam pengembangan Desa Kebangsaan Wonorejo dapat dispesifikan menjadi tiga garis besar yaitu hambatan operasional, struktural dan hambatan budaya; dan Aktualisai nilai nilai kebangsaan yang diaplikasikan oleh warga Desa Kebangsaan Wonorejo melalui toleransi antar umat dan kerukunan yang terjalin dengan baik.
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP REMAJA PADA KELUARGA TENAGA KERJA INDONESIA
Nurul Dwi Febriliani;
Ayip M.R
JPPKn Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (395.662 KB)
Pengasuhan anak yang ideal dalam keluarga dilakukan oleh kedua orangtua. Pengasuhan pada dasarnya yaitu tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Namun, kondisi tersebut tidak dapat selalu dipertahankan karena kebutuhan keluarga yang variatif. Hal itulah yang terjadi di lingkungan MTsN 5 Banyuwangi dikarenakan setelah dilakukan pengamatan ada beberapa siswa yang bermasalah di sekolahan tersebut, dan setelah diteliti sebagian besar siswa bermasalah tersebut berasal dari keluarga yang pengasuhan orangtua nya kurang lengkap. Dari latar belakang tersebut diperoleh rumusan masalah 1. Bagaimanakah pola asuh orang tua terhadap remaja pada keluarga TKI siswa/siswi kelas IX di MTsN 5 Banyuwangi? 2. Bagaimana dampak pola asuh yang ditimbulkan terhadap remaja pada keluarga TKI siswa/siswi kelas IX di MTsN 5 Banyuwangi? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data lapangan diperoleh dengan teknik observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis kualitatif, yaitu analisis yang memberikan deskripsi mendalam dan kesimpulan yang sesuai dengan topik dan tujuan dari penelitian. Hasil penelitian mengenai pola pengasuhan anak pada keluarga TKI di MTsN 5 Banyuwangi adalah bahwa dalam mengasuh anak orangtua tunggal-ayah menerapkan pola pengasuhan permissive neglectful (mengabaikan). Orangtua tnggal-ayah dengan sengaja kurang perduli, perhatian, acuh, dan lebih memprioritaskan kepentingan sendiri diatas kepentingan anak. Hal ini menjadikan anak terabaikan baik fisik, afeksi, maupun sosialnya. Orangtua tunggal-ibu ada yang menerapkan pola pengasuhan demokratis tetapi tidak maksimal karena keterbatasan waktu, perhatian, dan tenaga dalam menjalankan tugasnya deorang diri. Orangtua pengganti (kerabat/kakek-nenek) menerapkan pola pengasuhan permissive indulgent (menuruti).
POLA HUBUNGAN KERJASAMA GURU BIMBINGAN KONSELING DAN GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM UPAYA PENANAMAN NILAI – NILAI MORAL PADA SISWA SMP PLUS AL HIDAYAH KARANGREJO KECAMATAN BLIMBINGSARI KABUPATEN BANYUWANGI
Retno Fitriani;
Harjianto
JPPKn Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (651.781 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola hubungan kerjasama antara guru Bimbingan Konseling dengan guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam penanaman nilai-nilai moral kepada siswa. Penelitian ini menggunakan data deskriptif. Adapun tehnik pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur, dokumentasi, dan observasi. Analisis data pada peneletian ini dilakukan secara kualitatif menggunakan teknik deskriptif nonstatistik untuk menggambarkan temuan hasil identifikasi tujuan penelitian. Hasil penelitian diketahui bahwa pola hubungan kerjasama yang dilakukan guru Bimbingan Konseling dan guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam penanaman nilai-nilai moral kepada siswa berbentuk program kerja, yaitu menyusun tata tertib, mengawasi pelaksanaan tata tertib, mendata siswa bermasalah, dan memberikan sangsi. Upaya penanaman nilai-nilai moral yang dilakukan antara lain, sosialisasi nilai-nilai moral dalam pembelajaran, pemberian teladan, pembiasaan, dan layanan bimbingan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan adalah hendaknya guru di SMP Plus Al ? Hidayah Karangrejo lebih intensif melaksanakan penegakan disiplin, melakukan pengontrolan terhadap pelaanggaran tata tertib serta meningkatkan kerjasama antar guru dalam pembinaan disiplin pada siswa. Siswa juga hendaknya dengan penuh kesadaran mematuhi tata tertib sekolah dan meminimalkan melakukan pelanggaran.
KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP HUKUM PERKAWINAN DALAM PENERAPAN UNDANG-UNDANG NO 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN (Studi Deskriptif pada Masyarakat Kelurahan Gombengsari Kecamatan Kalipuro Banyuwangi)
Zulfa Mardiyatus Sholeha;
Harjianto
JPPKn Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36526/jppkn.v4i2.671
Perkawinan di bawah umur adalah perkawinan yang dilakukan oleh seorang pria dan seorang wanita yang usia keduanya masih di bawah batasan minimum yang diatur oleh Undang-undang. Meskipun telah dijelaskan batas usia anak dapat melangsungkan perkawinan sesuai dengan Undang-undang perkawinan, masih banyak orang tua di pedesaan yang menikahkan anak perempuan pada usia 14-16 tahun.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuipemahaman masyarakat terhadap aturan dan hukum perkawinan yang sudah berkembang di masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data lapangan diperoleh dengan teknik observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis kualitatif, yaitu analisis yang memberikan deskripsi mendalam dan kesimpulan yang sesuai dengan topik dan tujuan dari penelitian. Adapun tahapan analisis data adalah tahap reduksi data, tahap penyajian data dan tahap analisis data. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa latar belakang masyarakat melakukan perkawinan di bawah umur yang terjadi di kelurahan gombengsari disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya 1). Faktor ekonomi, 2). Faktor pendidikan, 3). Faktor orang tua, 4). Faktor lingkungan. Dari hasil penelitian juga menunjukan adanya dampak dari perkawinan di bawah umur diantaranya yaitu dampak positif, dampak negatif dan dampak terhadap hukum.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PERSATUAN PADA PELAKSANAAN UPACARA HARI RAYA GALUNGAN DALAM PERSPEKTIF BHINEKA TUNGGAL IKA DI DESA BAGOREJO KECAMATAN SRONO
Yogi Ari Purnami;
Bayu Indra Permana
JPPKn Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36526/jppkn.v4i2.672
Bangsa Indonesia sangatlah heterogen dan pluralis, yang bermacam-macam agama, suku, ras, budaya, adat istiadat dan ideologi yang berbeda-beda dari masing-masing agama, atau budaya bahkan suku tersebut. Keberadaan masyarakat di Desa Bagorejo dalam sosial keagamaan terjalin dengan harmonis. Pelaksanaan Hari Raya Galungan adalah sebagai momentum bagi umat Hindu untuk menunjukan kebersamaan dalam pelaksanaan keagamaan. Kehidupan sehari-hari masyarakat di Desa Bagorejo hidup berdampingan sebagai wujud dari keharmonisan dalam beragama. Sosial relegius masyarakat di Desa Bagorejo, menunjukan eksistensi kebhinekaan yang sangat beradab.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1).Bagaimanakah konsep keberagamaan di Desa Bagorejo dalam pelaksanaan Hari Raya Galungan Perspektif Bhineka Tunggal Ika.2).Implementasi apa saja yang dilakukan umat Hindu di Desa Bagorejo Kecamatan Srono dalam mewujudkan sikap ke-Bhinekaan pada saat Hari Raya Galungan.3).Bagaimanakah perspektif Upacara Hari Raya Galungan di pandang dari Bhineka Tunggal Ika. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan phenomologis dengan jumlah responden sebanyak 10 orang.Analisa data menggunakan deskriktif kualitatif.Hasil penelitian Implentasi yang terapkan umat Hindu dalam memujudkan sikap Bhineka Tunggal Ika adalah memahami dan melaksanakan konsep dan paham multikulturalisme dalam setiap perbedaanKonsep multikultur ini diterapkan dimasyarakat Desa Bagorejo, karena masyarakat Desa Bagorejo sangat pluralis dan heterogen. Kerukunan umat beragama di Desa Bagorejo menjadi contoh dan panutan bagi masyarakat luas. Kerukunan antar umat beragama di Desa Bagorejo dapat dilaksanakan dengan baik.
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR KARTUN TERHADAP RASA NASIONALISME MATA PELAJARAN PKN DI KELAS X SMK ALAWIYAH PASPAN, KECAMATAN GLAGAH, KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN PELAJARAN 2017/2018
Umi Yasiroh;
Roudhotul Jannah
JPPKn Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36526/jppkn.v4i2.673
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan media gambar kartun terhadap rasa nasionalisme mata pelajaran PKN pada siswa kelas X SMK Alawiyah. Penelitian ini merupakan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan penggunaan quasi eksperimen atau eksperimen semu yaitu metode penelitian yang menguji hipotesis berbentuk hubungan sebab-akibat melalui dan yang perlakuan dan menguji perubahan yang diakibatkan oleh perlakuan tersebut (Suharsimi Arikunto:2009). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X. Populasi penelitian berjumlah 60 orang siswa dan random sampling 36 orang siswa.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi menyatakan lima aspek penilaian siswa skornya 3,23 yang berati hasilnya baik, dan hasil observasi guru menyatakan lima aspek penilaian guru skornya 3,00 yang berati hasilnya baik dan kuesioner menyatakan rata-rata skor yaitu 75 yang berati positif dengan pengujian hipotesis menggunakan anava satu jalur menyatakan Fhitung lebih besar dari Ftabel 3,35 yakni hasilnya 0,05≥4,78. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media gambar kartun terhadap rasa nasionalisme untuk membangun dan bertanggung jawab akan kesadaran pentingnya wawasan nusantara dalam konteks NKRI pada mata pelajaran PKN di kelas X TKJ SMK Alawiyah. Penggunaan media gambar kartun menambah antusias semangat siswa dalam belajar, serta nasionalisme siswa yang paling menonjol yaitu berdemokrasi yang langsung, umum, bebas rahasia, jujur dan adil seperti dalam gambar kartun.
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARANVALUE CLARIFICATION TECHNIQUE(VCT) TERHADAP SIKAP DEMOKRASI SISWA KELAS X AK 2 SMK MUHAMMADIYAH 1 GENTENG SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2017/2018
Moh. Andris Solahudin;
Yuli kartika effendi
JPPKn Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36526/jppkn.v4i2.674
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam memahami sistem pemerintahan Indonesia pada mata pelajaran PKn melalui model pembelajaran student teams achievement devision (VCT) dan pembelajaran problem solving kelas X Transmisi SMK Muhammadiyah 1 Genteng. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Transmisi Semester ganjil Tahun akademik 2017/2018 dengan jumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, interview, tes ketuntasan belajar, dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran) pada mata pelajaran PKn dari hasil perhitungan statistic dapat disimpulkan bahwa Freg = 30,448 ≥ Ftabel 5% = 3,34 . Dengan demikian dapat dikatakan bahwa “Ada Pengaruh Model Pembelajaran Student Teams Achievement Devision (STAD) terhadap Peningkatan Kemampuan Siswa dalam Memahami Sistem Pemerintah Indonesia dalam Pelajaran PKn Kelas X Semester Ganjil SMK Telekomunikasi Genteng 2017/2018â€
UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PADA MATERI PERPAJAKAN DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DI KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 1 TEGALDLIMO TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Akhlakul Karimah, S.E, M.M
JPPKn Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dalam upaya meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPS untuk XI IPS 1 SMA Negeri 1 Tegaldlimo. Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Tegaldlimo,yang berjumlah 28 peserta didik.Penelitian ini dilakukan dengan kolaborasi antara peneliti, guru kelas dan melibatkan partisipasi peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan seperti : (a) observasi, (b) tes, dan (c) wawancara. Prosedur penelitian meliputi tahap-tahap : (a) perencanaan tindakan, (b) implementasi tindakan, (c) pengamatan tindakan, dan (d) refleksi atas tindakan.