PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif
PROPORSI adalah sebuah jurnal ilmiah dalam bidang desain, multimedia dan industri kreatif. Jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Potensi Utama Medan. PROPORSI diterbitkan setahun dua kali yaitu pada bulan November dan Mei. Jurnal ini terbuka untuk umum dan tujuan utamanya adalah untuk berbagi pengetahuan kajian dalam bidang desain, multimedia dan industri kreatif.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 1 (2017): PROPORSI November 2017"
:
9 Documents
clear
REPRESENTASI RASISME PEREMPUAN PADA FILM “NOTHING SPECIAL” KARYA FERTHAMANSYAH
Suryanto Suryanto;
Rosta Minawati;
Koes Yuliadi
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 3, No 1 (2017): PROPORSI November 2017
Publisher : Universitas Potensi Utama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22303/proporsi.3.1.2017.92-102
Film Nothing Special merupakan film pendek yang menceritakan seorang mahasiswa yang memilki segalanya baik materil maupun moril. Lala memiliki karakter yang kasar dan sombong, Lala sangat dengan mudah untuk melakukan perbuatannya dengan temannya dan memerintahkan sesuai dengaan keinginannya. Penelitian ini menganalisis penggambaran perempuan sebagai pelaku kekerasan dalam film Nothing Special. Metode yang digunakan adalah analisis representasi, yang digunakan untuk menggambarkan konstruksi ideologis dan wacana mengenai perempuan dan rasisme dalam film Nothing Special. Hasilnya, didapati bahwa seseorang perempuan yang merasa paling benar dan karena mempunyai uang yang banyak jadi ia dapat membeli segala dan memarahi teman-temannya. Ketika teman-temannya merasa kesal dengan peran utama perempuan yaitu Lala maka mereka mencuri dan menyiksa perempuan tersebut atas perbuatannya kepada mereka dan disinilah peniliti ingin membahas atau mengkaji representasi rasisme antar perempuan dengan teman yang kurang mampu dan mudah untuk dibully sesuka keinginan Lala.
ANALISIS SEMIOTIKA LOGO RUMAH MAKAN PATINKU
John John;
Asril Asril;
Agung Eko Budi Waspada
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 3, No 1 (2017): PROPORSI November 2017
Publisher : Universitas Potensi Utama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22303/proporsi.3.1.2017.33-43
Rumah Makan Patinku yang terletak di Kota Medan, yang memiliki ciri khas makanan tradisional dengan produk unggulannya adalah ikan Patin. Logo Rumah Makan Patinku baru diresmikan di pertengahan tahun 2017. Logo yang baru dibuat tersebut berarti Rumah Makan Patinku sudah memiliki identitas yang jelas. Logo yang sudah dibuat dapat dimaknai dengan beberapa penafsiran, salah satunya dengan analisis semiotika Roland Barthes yang lebih menekankan pada pemaknaan denotatif dan pemaknaan konotatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai apa saja yang terkandung di dalam logo Rumah Makan Patinku secara denotatif dan konotatif. Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah metode kualitatif. Data yang diperoleh melalui hasil studi literatur dan wawancara dengan pemilik rumah makan Patinku. Pemaknaan denotatif logo Rumah Makan Patinku dapat dimaknai dengan menerangkan apa saja yang terkandung secara visual dari logo tersebut, sedangkan pemaknaan konotatifnya dapat dimaknai dengan melihat struktur dari logo tersebut untuk menyampaikan visi dan misi Rumah Makan Patinku yang dituangkan ke dalam bentuk logo.
PERANCANGAN MEDIA T-SHIRT SEBAGAI SOUVENIR SANGGAR REOG PASAR GUNUNG KABUPATEN LANGKAT
Joko Bintarto;
Zainal Warhat;
Agung Eko Budi Waspada
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 3, No 1 (2017): PROPORSI November 2017
Publisher : Universitas Potensi Utama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22303/proporsi.3.1.2017.44-54
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Sanggar Reog Pasar Gunung Kabupaten Langkat, bahwasanya sanggar reog mengalami pertumbuhan yang pesat. Untuk memperkenalkan Sanggar Reog Pasar Gunung maka dibuat Souvernir. Pemilihan media T-shirt sebagai souvenir merupakan strategi branding Sanggar Reog Pasar Gunung. T-Shirt adalah media penyampaian yang paling efektif dikarenakan media ini bisa dipakai serta pesan yang disampaikan lebih leluasa. Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah metode kualitatif . Data yang diperoleh melalui hasil studi literature, observasi, dan wawancara dengan lingkungan masyarakat Jawa. Adapun hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah respon positif dan mendukung dibuatkan souvernir berupa T-shirt. Konsep yang dihasilkan rasa kidung yang mengartikan keseriusan dalam memelihara dan mempertahankan serta memperkenalkan tradisi reog walaupun tradisi ini diluar daerah asalnya yaitu ponorogo. Melalui ilustrasi tokoh-tokoh reog dengan gaya t-shirt grafik yang disertai tagline atau slogan dalam media t-shirt dapat memberikan brand image bagi sanggar agar dapat dikenal oleh lingkungan masyarakat serta secara tidak langsung sebagai media promosi Sanggar Reog Pasar Gunung
TIPOGRAFI KREASI DARI MOTIF UKIR MELAYU DELI
Rinanda Purba
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 3, No 1 (2017): PROPORSI November 2017
Publisher : Universitas Potensi Utama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22303/proporsi.3.1.2017.55-67
Perancangan tipografi merupakan proses pembuatan huruf, angka, tanda baca yang mengadaptasi dari motif ukir yang dimiliki oleh masyarakat Melayu Deli di sumatera utara dengan mengikuti kaidah dan tata rancangan tipografi. Penelitian dilakukan di sudut-sudutruang Istana Maimunyang ada di Sumatera Utara. Multikulturalisme yang terjadi di sumatera utara terkhusus di kota Medan menimbulkan penurunan budaya masyarakat Melayu Deli, pewarisan budaya yang dapat dikatakan hampir berhenti karna budaya asing yang dianggap lebih menarik bagi generasi muda. Proses penggarapan ide yaitu dengan menggabungkan font yang sudah ada dengan motif ukir Pakis Melayu Deli yang sudah melalui tahapan stilasi sehingga menghasilkan sebuah bentuk baru yang mencerminkan identitas budaya Melayu Deli itu sendiri. Tujuan dari perancangan ini yaitu agar kearifan budaya lokal mampu tumbuh dan berkembang baik di kalangan generasi muda.
TRANSFORMASI CERPEN KMGP KE FILM KMGP “KARYA HELVY TIANA ROSA”
Giovani Giovani;
Rosta Minawati;
Novesar Jamarun
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 3, No 1 (2017): PROPORSI November 2017
Publisher : Universitas Potensi Utama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22303/proporsi.3.1.2017.01-10
Dalam kemajuan pemikiran dan ideologi yang sangat pesat pada saat ini memberikan nuansa baru dalam dunia perfilman indonesia yang mana banyak sekali karya- karya film di Indonesia yang mencoba mengankat film dari cerpen ataupun novel yang best seller yang mana hal itu adalah proses adaptasi dari novel ke bentuk film yang disebut Enest adalah ekranisasi. Di indonesia , ekranisasi bukan lah hal yang baru. Sudah banyak film yang di angkat dari cerpen maupun novel. Perbedaan yang sering muncul dalam proses ekranisasi selama ini lebih sering di sebabkan oleh perbedaan sistem sastra (dalam hal ini cerpen) dan sistem cerpen. Hal hal teknis seperti media cerpen (berupa kata dan bahasa) sedangkan media utama film adalah audio dan visual (suara dan gambar) memang menjadi hal yang wajar jika keduanya berbeda. Dalam kasus cerpen dan film KMGP. Perbedaan yang muncul bukan hanya sebatas hal teknis, tetapi di sengaja untuk fungsi tertentu,yang mana agar memberikan sebuah penerangan makna atau menambah sebuah keselarasan cerita yang akan di tampilkan.
PERANCANGAN LOGO RUJAK SIMPANG JODOH MEDAN
Sri Wahyuni Panjaitan;
Febri Yulika;
Agung Eko Budi Waspada
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 3, No 1 (2017): PROPORSI November 2017
Publisher : Universitas Potensi Utama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22303/proporsi.3.1.2017.68-78
Tulisan ini membahas tentang perancangan logo Rujak Simpang Jodoh.Rujak Simpang Jodoh merupakan pusat kuliner makanan rujak tradisional, rujak tersebut dibuat dari buah-buahan yang segar dan bumbunya yang kental,salah satu ramuan bumbunya adalah pisang batu muda yang merupakan ciri khas Rujak Simpang Jodoh. Kuliner ini ada sejak tahun 1950an sampai sekarang. Rujak Simpang Jodoh ini terkenal sehingga banyak konsumen yang membeli. Tetapi belum adanya identitas yang jelas pada Rujak Simpang Jodoh ini sebagai kuliner Kota Medan, maka dari itu dilakukan branding logo Rujak Simpang Jodoh.Metode yang digunakan dalam pengumpulan data diantaranya, studi pustaka, observasi dan wawancara langsung kepada pihak yang terkait. Dari hasil analisis dari seluruh pengumpulan data dapat disimpulkan bahwa dibutuhkan identitas visual/logo bagi Rujak Simpang Jodoh. Konsep perancangan ini terdiri dari logogram dan logotype. Konsep logogram adalah sebuah cabai merah yang menangis kepedasan, sedangkan logotypenya adalah Rujak Simpang Jodoh dengan tipografi Unj-Bilquet.
PERANCANGAN REBRANDING LOGO TERI BAJAK UNTUK PROMOSI OLEH-OLEH KHAS MEDAN
Siti Indah Lestari;
Rasmida Rasmida;
Syafwandi Syafwandi
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 3, No 1 (2017): PROPORSI November 2017
Publisher : Universitas Potensi Utama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22303/proporsi.3.1.2017.11-20
Penelitian ini bertujuan membuat perancangan desain ulang untuk logo teri bajak Medan. Teri Bajak medan merupakan makanan berbahan dasar teri yang telah ada sejak tahun 2013 yang terjaga kualitas dan cita rasanya sampai saat ini, sebagai oleh-oleh yang khas di Kota Medan teri bajak sendiri memiliki rangkaian rasa pedas yang sangat khas. Teri bajak ini kurang di kenal masyarakat, hal ini dapat diketahui dari sedikitnya jumlah pengunjung, sebab yang mungkin terjadi adalah belum banyaknya masyarakat yang tidak tahu serta belum adanya identitas yang jelas seperti logo yang sesuai dengan keberadaan teri bajak sebagai oleh-oleh khas Kota Medan untuk menarik wisatawan yang berkunjung ke Kota Medan serta semakin banyaknya oleh-oleh khas Medan yang berkembang seperti cake dan lain-lain yang diolah public figure yang membuat daya beli teri bajak semakin menurun, dengan itu dilakukan rebranding logo yang mencirikan Kota Medan sebagai strategi untuk menarik pelanggan dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif serta analisis SWOT sebagai metode untuk menganalisis data. Diharap dengan adanya identitas yang jelas dapat mendorong keinginan masyarakat dan wisatawan untuk berkunjung.
Nilai Bhineka Tunggal Ika Pada Film Batas (Beda Atau Tak Satu) (Analisis Semiotika Roland Barthes)
Surya Darma;
Rosta Minawati;
Novesar Jamarun
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 3, No 1 (2017): PROPORSI November 2017
Publisher : Universitas Potensi Utama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22303/proporsi.3.1.2017.79-91
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam film Batas (Beda atau Tak Satu) dengan teori semiotika model Roland Barthes. Film Batas (Beda atau Tak Satu) merupakan suatu film garapan sutradara M. Reza Pahlevi yang bercerita bahwa tidak adanya saling menghargai antarumat beragama yang satu dengan yang lain seolah-olah arti “Bhineka Tunggal Ika” sebagai citra bangsa Indonesia telah memudar dalam film ini. Islam terombang-ambing dan dituduh sebagai agama yang memecah belah agama lain tanpa terdapatnya bukti yang jelas. Barthes menggambarkan semiotika menjadi dua tingkatan pertandaan, yaitu denotasi dan konotasi yang menghasilkan makna eksplisit untuk memahami makna yang terkandung. Makna denotasi yang penulis kaji dalam film ini adalah menggambarkan kondisi disuatu pedesaan yang anti akan Islam, sehingga warga muslim yang menetap di desa tersebut akan dibantai, mereka beranggapan bahwa Islam lah yang memecah belah mereka. Makna konotasinya adalah bahwa Islam berbeda atau tak dapat bersatu dengan agama yang masyarakat setempat yakini dengan kata lain masyarakat setempat harus mengusir paksa, bahkan menganiaya warga muslim yang kedapatan tinggal di desa tersebut. Film ini menegaskan mitos, bahwa “Bhineka Tunggal Ika” harus kita junjung dimanapun berada tak lain adalah kerukunan dalam umat beragama, sehingga agama yang satu saling menghargai dengan agama lainya.
ANALISIS ORNAMEN INTERIOR PADA RUANG BALAIRUNG ISTANA MAIMOON MEDAN
Irwansyah Irwansyah
PROPORSI : Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif Vol 3, No 1 (2017): PROPORSI November 2017
Publisher : Universitas Potensi Utama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22303/proporsi.3.1.2017.21-32
Istana Maimoon terdiri dari dua lantai yang dibagi menjadi tiga bagian, salah satunya ruang induk (Balairung). Di ruang Balairung terdapat Singgasana yang didominasi oleh warna kuning. Di atas singgasana sultan itu terdapat lampu kristal bergaya Eropa yang menerangi singgasana. Pengaruh yang sama muncul pada perabotan istana seperti kursi, meja, lemari, jendela dan pintu menuju ke balairung. Balairung digunakan sebagai tempat Sultan menerima tamu dan sanak saudara serta tempat penobatan Sultan Deli. Penelitian ini menggunakan pendekatan histori dan pendekatan estetika. Pendekatan histori akan menyangkut pembahasan tentang asal-usul bentuk istana dan perkembangan fungsionalnya sejak didirikan hingga sekarang. Pendekatan estetika akan menyangkut pembahasan tentang bentuk pada ornamen interior Balairung, bagaimana bentuk tersebut ditampilkan sehingga bisa menarik perhatian dan memiliki ciri khas yang unik?. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Istana Maimun dan interiornya serta elemen pengisi ruang di dalamnya tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh estetika bentuk yang berasal dari budaya Melayu Deli dan budaya tradisional tertentu yang ada di indonesia tetapi juga dipengaruhi oleh estetika bentuk dari kebudayaan Eropah.