cover
Contact Name
Elsi Dwi Hapsari
Contact Email
elsidhapsari2@gmail.com
Phone
+6287839259788
Journal Mail Official
elsidhapsari2@gmail.com
Editorial Address
Sekretariat DPP PPNI Graha PPNI Jl. Lenteng Agung Raya No 64, Kec. Jagakarsa, RT 006 RW O8, Jakarta Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)
ISSN : 25031376     EISSN : 25498576     DOI : http://dx.doi.org/10.32419/jppni.v4i3
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) merupakan jurnal resmi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia ini merupakan jurnal dengan peer-review yang diterbitkan secara berkala setiap 4 bulan sekali (April, Agustus, Desember), berfokus pada pengembangan keperawatan di Indonesia. Tujuan diterbitkan JPPNI adalah untuk mewujudkan keperawatan sebagai suatu profesi yang ditandai oleh kegiatan ilmiah yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan oleh perawat di Indonesia, dikomunikasikan melalui media jurnal yang dikelola oleh organisasi profesi, dan didistribusikan ke kalangan perawat, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2022)" : 5 Documents clear
DUKUNGAN KELUARGA DAN READMISI PASIEN PASCAOPERASI KATUP JANTUNG Adam, Muhamad; Artati, Artati; Herawati, Tuti; Nova, Prima Agustia; Mirharina, Irza
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v7i1.348

Abstract

ABSTRAKOperasi katup jantung sering dilakukan, seiring dengan prevalensi penyakit jantung katup yang masih tinggi. Namun, setelah menjalani operasi, pasien mengalami readmisi dalam 1 bulan yang kemungkinan berkaitan dengan dukungan keluarga. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dengan readmisi setelah pasien menjalani operasi katup jantung. Metode: Penelitian cross-sectional ini melibatkan 105 responden pascaoperasi katup jantung yang mengalami readmisi di Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner karakteristik responden, readmisi, dan dukungan keluarga. Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi dan analisis bivariat chi square untuk mengetahui kemaknaan hubungan dukungan keluarga dan readmisi. Hasil: Sebagian besar responden (46,7%) berada pada rentang usia pertengahan (45–59 tahun), jenis kelamin perempuan (52%) lebih banyak daripada laki-laki (47%), katup mitral (37,1%) dan aorta (31,4%) yang paling banyak dilakukan operasi. Sebagian besar responden (75%) mengalami dukungan keluarga yang nonsuportif dan sebagian besar responden (61%) setidaknya mengalami satu  kali readmisi dalam 1 bulan. Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan readmisi pasien pascaoperasi katup jantung (p = 0,019; α < 0,05). Diskusi: Dukungan keluarga dapat meningkatkan perilaku sehat dan proses pemulihan sehingga dapat mencegah terjadinya readmisi. Kesimpulan: Perawat dianjurkan mengkaji dukungan keluarga terhadap pasien yang direncanakan menjalani operasi katup jantung dan memberikan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk meningkatkan dukungan keluarga dan mencegah readmisi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab sebagian besar pasien pascaoperasi katup jantung mengalami dukungan keluarga yang nonsuportif.Kata Kunci: dukungan keluarga, katup jantung, pascaoperasi, readmisi pasien Family Support and Readmission After Heart Valve Surgery  ABSTRACTHeart valve surgery is often performed, along with the high prevalence of valvular heart disease. However, after surgery, the patient is readmitted within 1 month, probably related to family support. Objective: This research aims to identify the correlation between family support and readmission after the patient undergoes heart valve surgery. Methods: This cross-sectional research involved 105 respondents after heart valve surgery who were readmitted at Harapan Kita National Heart Center Hospital, Jakarta. The respondents were taken using a consecutive sampling technique. This research employed a questionnaire on the characteristics of the respondents, readmission, and family support. Univariate analysis was used to identify the frequency distribution, and bivariate chi-square analysis was used to identify the significance of the correlation between family support and readmission. Results: Most of the respondents (46.7%) were in the middle age range (45-59 years), more female (52%) than male (47%), mitral valve (37.1%), and aorta (31.4%) was the most frequently operated on. Most respondents (75%) had non-supportive families, and most respondents (61%) experienced at least 1 readmission in 1 month. There was a significant correlation between family support and patient readmission after the heart valve surgery (p=0.019; <0.05). Discussion: Family support can improve healthy behaviour and the recovery process so that it can prevent readmissions. Conclusion: Nurses are recommended to assess family support in patients planning for heart valve surgery and provide necessary nursing interventions to increase family support and prevent readmission. Further research is needed to identify the cause of most post-heart valve surgery patients having non-supportive families.Keywords: Family support, heart valve, post-surgery, patient readmission
Efektivitas Model Pendekatan Manajemen Coaching Bimbingan Akademik Terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa Jurusan Keperawatan Rusmini, Rusmini; Emilyani, Desty; Dramawan, Awan
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v7i1.364

Abstract

ABSTRAKManajemen coaching dalam penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bimbingan akademik bertujuan mendorong inisiatif, memberikan penghargaan, dan menstimulasi kreativitas mahasiswa. Tujuan penelitian: mengetahui efektivitas model manajemen coachingbimbingan akademik terhadap indeks prestasi (IP) mahasiswa. Metode: Desain penelitian quasi experiment.  Sampel dipilih dengan tehnik purposive sampling sejumlah 30 orang mahasiswa dari Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mataram di kelas Mataram sebagai kelompok perlakuan dan 30 orang mahasiswa dari Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mataram di kelas Bima sebagai kelompok kontrol. Data menggunakan IP semester II dan semester III. Intervensi yang dilakukan ialah pembimbingan akademik berdasarkan manajemen coaching untuk kelompok perlakuan dan metode konvensional untuk kelompok kontrol selama 1 semester.  Analisis data untuk menguji perbedaan efektivitas kedua kelas tersebut menggunakan uji independet t-test dengan tingkat kemaknaan α:0,05. Hasil: Terdapat perbedaan efektivitas pencapaian nilai sesudah penerapan model manajemen coaching di kelas Mataram dan metode konvensional di kelas Bima dengan hasil p value 0,000. Diskusi: Manajemen coachingdapat membangun komunikasi yang intens dengan mahasiswa, semakin coach memiliki hubungan yang dekat dengan coachee maka akan timbul kepercayaan sehingga tujuan bersama akan lebih cepat tercapai. Saran: Diharapkan penelitian terkait pembimbingan akademik dengan pendekatan manajemen coaching dapat dilakukan dengan sampel yang lebih besar. Kata Kunci: indeks prestasi, manajemen coaching Effectiveness of Academic Guidance Coaching Management Model on Nursing Department Students' Grade Point Average ABSTRACTCoaching management in implementing the Three Pillars of Higher Education, especially in academic guidance, aims to encourage initiative, provide rewards, and stimulate student creativity. Objective: To identify the effectiveness of the academic guidance coaching management model on students’ grade point average (GPA). Methods: This research employed a quasi-experimental research design. Samples were selected using the purposive sampling technique, consisting of 30 students from the Nursing Department of Poltekkes Kemenkes Mataram in the Mataram class as the treatment group and 30 students from the Nursing Department of the Poltekkes Kemenkes Mataram in the Bima class as the control group. The data used GPAs from semester II and semester III. The interventions carried out were academic guidance based on coaching management for the treatment group and conventional methods for the control group for 1 semester. Data analysis to test the differences in the effectiveness of the two classes used an independent t-test with a significance level of α:0.05. Results: There was a difference in the effectiveness of attaining grades after applying the management coaching model in the Mataram class and the conventional method in the Bima class with a p-value of 0.000. Discussion: Coaching management can build intense communication with students. The more the coach has a close relationship with the coachee, the more trust will develop so that common goals will be achieved more quickly. Suggestion: It is expected that research on academic guidance with a management coaching approach can be conducted with a larger sample.Keywords: grade point average, management coaching
PENGARUH PENGELOLAAN PENGOBATAN TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HEMODIALISIS DENGAN HIPERTENSI: STUDI KASUS Serafina, Regina Nathalia; Wahyuni, Tatik Dwi; Wicaksana, Anggi Lukman
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v7i1.299

Abstract

ABSTRAKHipertensi menjadi kondisi penyulit terbanyak pada pasien yang menjalani hemodialisis. Namun, sering dijumpai ketidakpatuhan dalam pengobatan.  Tujuan penelitian: Menggambarkan upaya pengelolaan pengobatan berdasarkan evidence-based practice dengan cara menguji coba intervensi pengelolaan pengobatan terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien hemodialis.  Keluhan utama pasien: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Tn. S, 25 tahun, rutin menjalani hemodialisis dua kali/minggu, sering mengalami sakit kepala, penglihatan kabur, serta diketahui tidak menjalani pengobatan sesuai anjuran.  Pasien terdiagnosis gagal ginjal kronis (GGK) stadium V e.c hipertensi sejak tahun 2017. Sejak saat itu pasien rutin melakukan hemodialisis dua kali seminggu di unit Hemodialisis RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.  Secara umum, terdapat penurunan fungsi ginjal dan penurunan indikator hematologi.  Hasil: Data rekaman medis Tn. S dicatat dalam lembar pencatatan, termasuk penggunaan Morisky medication adherence scale (MMAS-8) untuk kepatuhan pengobatan.  Pengukuran tekanan darah dan indikator hemodialisis dilakukan pemantauan secara berkala. Upaya pengelolaan obat dilakukan dengan mengatur obat sesuai jadwal, memantau konsumsi obat harian, serta mengirimkan SMS pengingat dan motivasi kepada pasien untuk meminum obat tepat waktu selama dua minggu. Setelah dilakukan intervensi, terjadi peningkatan skor MMAS-8 (pre = 4,5, post = 5,75). Rerata tekanan darah selama dilakukan intervensi menjadi terkontrol, terutama prehemodialisis (M = 148/91 mmHg).  Upaya pengelolaan pengobatan yang dilakukan menunjukkan hasil yang baik sejalan dengan temuan evidence based practice. Pasien juga merasa puas dan berkenan melakukannya secara mandiri. Kesimpulan: Terdapat peningkatan tingkat kepatuhan minum obat pasien dan terkendalinya tekanan darah pasien. Intervensi yang dilakukan dapat digunakan sebagai acuan perawat dalam mengelola pasien hemodialisis dengan masalah ketidakpatuhan minum obat.Kata Kunci: kepatuhan minum obat, hipertensi, hemodialisis, pengobatan, polifarmasi Effect of Medication Management on Medication Adherence in Hemodialysis Patients with Hypertension: A Case Study ABSTRACTHypertension is the most common complicating condition in patients undergoing hemodialysis. However, medication non-adherence is often found. Objective: To describe medication management efforts based on evidence-based practice by testing medication interventions on the level of medication adherence in hemodialysis patients. Main complaints of the patient: This research employed a case study approach. Mr. S, 25 years old, underwent hemodialysis twice a week, had frequent headaches and blurred vision, and was known not to have received medication as recommended. The patient was diagnosed with stage 5 chronic kidney disease (CKD) e.c hypertension in 2017. Since then, the patient had routinely undergone hemodialysis twice a week at the Hemodialysis unit of Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta. In general, there was a decrease in renal function and a decrease in hematological indicators. Results: Medical record data of Mr. S was recorded in the logs, including the Morisky medication adherence scale (MMAS-8) for medication adherence. Blood pressure and hemodialysis indicators were monitored periodically. Medication was managed by scheduling medicine, combining daily medicine, and sending reminders and motivational SMS to the patient to take medicine on time for two weeks. After the intervention, there was an increase in the MMAS-8 score (pre = 4.5, post = 5.75). The mean blood pressure during the intervention was controlled, especially during prehemodialysis (M = 148/91 mmHg). The medication management indicated good results in line with evidence-based practice findings. Patients also felt satisfied and happy to do it independently. Conclusion: There is an increase in the patient's medication adherence level, and the patient's blood pressure is well controlled. The interventions can be used as a reference for nurses in managing hemodialysis patients with the problem of medication non-adherence.Keywords: medication adherence, hypertension, hemodialysis, medication, polypharmacy
USABILITAS DAN KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI SMART-HPV SEBAGAI MEDIA EDUKASI UNTUK PENGETAHUAN TENTANG VAKSINASI HPV Lismidiati, Wiwin; Candra, Novela Eka; Widyawati, Widyawati
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v7i1.336

Abstract

ABSTRAKSmart-HPV merupakan aplikasi yang berfungsi sebagai media pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai HPV dan vaksinasi HPV. Belum diketahui mengenai usabilitas dan kepuasan aplikasi Smart-HPV pada siswa sekolah menengah atas. Tujuan Penelitian:Mengetahui gambaran usabilitas dan kepuasan terhadap Smart-HPV terkait pengetahuan tentang vaksinasi HPV pada remaja di sekolah menengah atas. Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan dari Februari 2020–April 2021. Sampel penelitian ialah siswa SMA yang memiliki PIK-KRR di Kota Yogyakarta yang menggunakan Smart-HPV sebagai media edukasi untuk meningkatkan pengetahuan terkait vaksinasi HPV. Pemilihan sampel menggunakan consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner technology acceptance model (TAM) yang terdiri atas perceived ease of use (PEOU) untuk kemudahan penggunaan aplikasi Smart-HPV dan perceived usefulness (PU) untuk kebermanfaatan penggunaan aplikasi. Data dianalisis secara univariat. Hasil: Sebagian besar rata-rata usabilitas dan kepuasan terhadap desain aplikasi dinilai mudah (75%) dan bermanfaat (88,9%). Rata-rata uji validitas muka terkait aplikasi Smart-HPV sebesar 95,9%. Diskusi: Aplikasi Smart-HPV diminati oleh siswa dan terbukti kemanfaatannya sebagai media edukasi untuk pengetahuan terhadap vaksinasi HPV. Kesimpulan: Aplikasi Smart HPV efektif meningkatkan pengetahuan dan kepuasan tentang vaksinasi HPV pada remaja di sekolah. Remaja diharapkan mampu memanfaatkan aplikasi Smart-HPV sebagai media pembelajaran yang memudahkan dalam memperoleh informasi terkait HPV dan vaksin HPV.Kata Kunci: perceived ease of use, perceived usefulness, smartphone, vaksinasi HPV         Usability and User Satisfaction of SMART-HPV Application as an Educational Medium for Knowledge about HHPV Vaccination ABSTRACTSmart-HPV is an application that serves as a health education medium to increase knowledge about HPV and HPV vaccination. The usability and satisfaction of the Smart-HPV application in high school students have not been identified. Objective: To identify the usability and satisfaction of Smart-HPV related to knowledge about HPV vaccination in adolescents at high schools. Methods: This research employed descriptive quantitative research with a cross-sectional research design. It was conducted from February 2020–April 2021. The research samples were high school students who had PIK-KRR in Yogyakarta City and used Smart-HPV as an educational medium to increase knowledge about HPV vaccination. The samples were selected using consecutive sampling. Data were collected using the technology acceptance model (TAM) questionnaire, which consisted of perceived ease of use (PEOU) for the ease of use of Smart-HPV application, and perceived usefulness (PU) for the usefulness of using the application. Data were analyzed univariately. Results: Most of the average usability and satisfaction regarding the application design were easy (75%) and useful (88.9%). The average face validity test related to the Smart-HPV application was 95.9%. Discussion: Students were interested in the Smart-HPV application, and its usefulness as an educational medium for knowledge of HPV vaccination was proven. Conclusion: Smart HPV application effectively increases knowledge and satisfaction about HPV vaccination in adolescents at school. Adolescents are expected to be able to take advantage of the Smart-HPV application as a learning medium so that obtaining information related to HPV and the HPV vaccine will be easier.Keywords: perceived ease of use, perceived usefulness, smartphone, HPV vaccination
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT STRES TENAGA KESEHATAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS Fortuna, Fithrotunnada; Ahsan, Ahsan; Kristianingrum, Niko Dima
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v7i1.310

Abstract

ABSTRAKWorld Health Organization (WHO) mendeklarasikan status pandemi virus Covid-19. Virus tersebut tidak hanya menyebabkan masalah fisik, tetapi juga masalah psikologis, seperti halnya stres, yang kerap terjadi pada tenaga kesehatan, sebagai frontliner dalam menghadapi pandemi. Sehingga penting untuk mencari dan menganalisis koping yang tepat untuk mengatasi hal tersebut dengan tujuan untuk mengurangi tingkat stres dan mengoptimalkan pelayanan. Tujuan penelitian: Untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dan dukungan keluarga pada tenaga kesehatan selama masa pandemi Covid-19. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Peneliti mengambil sampel dengan teknik total sampling, dengan total responden sejumlah 35 orang, menggunakan instrumen perceived stress scale (PSS) dan dukungan keluarga yang telah valid dan reliabel. Data dianalisis dengan uji korelasi rank Spearman. Hasil: dukungan keluarga paling besar berada pada kategori tinggi (62,9%) dengan mean tertinggi berada pada domain emosional sebesar 13,06. Sebanyak 57,1% responden mengalami stres sedang.  Analisis hubungan dukungan sosial dan tingkat stres didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar –0,569 dan p value 0,000. Diskusi: Semakin tinggi dukungan keluarga, akan semakin rendah tingkat stres yang dirasakan oleh tenaga kesehatan.  Kesimpulan: Keluarga dengan anggota keluarga seorang tenaga kesehatan sebaiknya memberikan dukungan dalam bekerja, terutama dalam bentuk dukungan sosial. Selain untuk mengurangi tingkat stres pada tenaga kesehatan, dukungan ini juga diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan secara maksimal.Kata Kunci: Covid-19, dukungan keluarga, puskesmas, stres, tenaga kesehatan Correlation Between Family Support and Health Workers' Stress During the Covid-19 Pandemic at Public Health Centre ABSTRACTThe World Health Organization (WHO) declared the status of the Covid-19 virus pandemic. The virus does cause not only physical problems but also psychological problems, such as stress, which often occurs in health workers, who are the front liners in dealing with a pandemic. Therefore, it is crucial to identify and analyze the proper coping to overcome this issue to reduce stress levels and optimise services. Objective: To analyze the correlation between stress levels and family support for health workers during the Covid-19 pandemic. Methods: This research used a cross-sectional design. Researchers took samples using total sampling technique, with 35 respondents, using the valid and reliable perceived stress scale (PSS) and family support instruments. Data were analyzed by Spearman's rank correlation test. Results: Most family support was in the high category (62.9%), with the highest mean being in the emotional domain at 13.06. 57.1% of respondents experienced moderate stress. The analysis of the correlation between social support and stress levels obtained a correlation coefficient of -0.569 and a p-value of 0.000. Discussion: The higher the family support, the lower the health workers' stress level. Conclusion: Families with family members who are health workers should support their work, especially in the form of social support. In addition to reducing stress levels for health workers, this support is also expected to help health workers provide maximum service.Keywords: Covid-19, family support, public health centre, stress, health workers

Page 1 of 1 | Total Record : 5