cover
Contact Name
Usep Sholahudin
Contact Email
sholahudin.usep@gmail.com
Phone
+6285213278644
Journal Mail Official
sholahudin.usep@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Serang-Cilegon. Km. 5. Serang Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 2620956X     EISSN : 26208067     DOI : http://dx.doi.org/10.30656/gauss.v2i2
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisikan kajian ilmiah dan hasil penelitian dibidang matematika dan pendidikan matematika
Articles 139 Documents
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Self-Confidence Siswa SMK Melalui Pembelajaran Sinektik dan Pembelajaran Berbasis Masalah Saputri, Veni
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.699 KB) | DOI: 10.30656/gauss.v2i1.1397

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan pencapaian dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis dan pencapaian self-confidence matematika antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran sinektik dengan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan pretest-postest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga diperoleh dua kelas eksperimen. Kelas eksperimen 1 dengan menggunakan model pembelajaran sinektik, sedangkan kelas eksperimen 2 dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket self-confidence matematika. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik perbedaan rerata dua sampel yang independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tidak terdapat perbedaan pencapaian dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis yang signifikan antara siswa yang memperoleh model pembelajaran sinektik dengan model pembelajaran berbasis masalah dan (2) tidak terdapat perbedaan pencapaian self-confidence matematika yang signifikan antara siswa yang memperoleh model pembelajaran sinektik dengan model pembelajaran berbasis masalah.Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Pemecahan Masalah, Self-Confidence, Sinektik.
Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Siswa Astuti, Ayu; Fitriyani, Harina
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.625 KB) | DOI: 10.30656/gauss.v1i2.691

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek siswa kelas X Lukis 1 SMK N 3 Kasihan Bantul tahun ajaran 2017/2018.  Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri atas dua pertemuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi dan tes. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kelas X Lukis 1 SMK N 3 Kasihan Bantul tahun ajaran 2017/2018 mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II setelah dilaksanakan pembelajaran berbasis masalah. Peningkatan kemampuan berpikir kritis ditunjukkan oleh peningkatan setiap aspek kemampuan berpikir kritis serta nilai rata-rata kelas. Aspek memberi penjelasan sederhana yang dimiliki oleh siswa adalah 73,33% (sedang)   menjadi 90,00% (sangat tinggi), aspek membangun kemampuan dasar yang dimiliki oleh siswa adalah 47,73% (sangat rendah) menjadi 63,33% (sedang), aspek memberi penjelasan lanjut yang dimiliki oleh siswa adalah 62,00% (rendah)   menjadi 72,00%  (sedang), aspek strategi dan taktik yang dimiliki oleh siswa adalah 67,33% (sedang)   menjadi 86,00% (tinggi) dan aspek menyimpulkan yang dimiliki oleh siswa adalah 62,00% (rendah) menjadi 68,00% (sedang) pada kondisi akhir. Sedangkan untuk nilai rata-rata kelas dari kondisi awal adalah 62,48% (rendah) menjadi 77,07% (sedang) pada kondisi akhir. Kata kunci: Peningkatan, Pembelajaran Berbasis Masalah, Berpikir Kritis
Pengaruh Model Pembelajaran Generatif terhadap Peningkatan Self-Confidence Siswa Ditinjau dari Gaya Kognitif Sutihat, Sutihat; Nindiasari, Hepsi; Syamsuri, Syamsuri
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.224 KB) | DOI: 10.30656/gauss.v2i2.1761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran generatif terhadap peningkatan self-confidence siswa ditinjau dari gaya kognitif. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian quasi-eksperimen dengan desain penelitian nonequivalen control group design. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas XI MIPA di MAN 4 Tangerang tahun pelajaran 2018/2019 dengan kelas XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 5 sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan, (1) peningkatan self-confidence siswa field independent yang memperoleh pembelajaran generatif lebih tinggi dari peningkatan self-confidence siswa field independent yang memperoleh pembelajaran saintifik, (2) peningkatan self-confidence siswa field dependent yang memperoleh pembelajaran generatif lebih tinggi dari peningkatan self-confidence siswa field dependent yang memperoleh pembelajaran saintifik.
Penerapan Model Pembelajaran Probing-Prompting untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis Sartika, Nenden Suciyati; Yulita, Susti Rahmah
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.804 KB) | DOI: 10.30656/gauss.v1i2.1038

Abstract

Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui dan mendapatkan data aktual tentang penerapan model pembelajaran probing-prompting untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematika siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 3 Pandeglang tahun ajaran 2018/2019. Metode yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Sampel yang digunakan dalam penelitin ini adalah kelas XI MIA 2 sebagai kelas eksperimen dan XI MIA 3 sebagai kelas kontrol yang ditentukan melalui teknik Cluster Random Sampling. Kelas eksperimen pembelajarannya menggunakan model pembelajaran probing-prompting, dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Pengambilan data menggunakan instrumen berupa tes koneksi matematika berbentuk essay. Nilai rata-rata hasil tes kemampuan koneksi matematika siswa dilihat dari perhitungan Gain adalah 0,46 untuk kelas eksperimen dan 0,37 untuk kelas kontrol, pada perhitungan Mann-Whitney didapat (zhitung = 1,34 < ztabel = 1,64). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kemampuan koneksi matematika siswa menggunakan model pembelajaran probing-prompting lebih tinggi dari pada siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran probing-prompting dapat meningkatka kemampuan koneksi matematika siswa.
Pengaruh Experiential Learning dan Kreativitas Siswa SDN Pelamunan Kabupaten Serang Terhadap Hasil Belajar Matematika Supriani, Yani
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.752 KB) | DOI: 10.30656/gauss.v1i1.638

Abstract

The main purpose of this research is to know the influence and interaction between experiential learning model and student creativity toward the result of mathematic learning.Population of this research is student of VIA and VIB class SDN Pelamunan Serang, 2017/2018 year. Sample of this research is taken by using Multi Stage Random Sampling. Research design used in this research is factorial design 2X2 with three variables which contains two independent variables are experiential learning model and student creativity; and one dependent variable is the result of mathematic learning.Collecting of the data is conducted by using test technique (the result of mathematic learning), questioner technique (student creativity) and document technique (experiential learning model). Data collected is analyzed by using ANAVA two sides and it is continued with the tukey test because there is influence between experiential learning models with student creativity toward the result of mathematic learning. Before the data is being analyzed, it is conducted descriptive statistical analysis and data testing (normality and homogeneity tests). Result of the research shows that: (1) experiential learning model gives influence to the result of mathematic learning, it is showed by the result of anava where F count is (11,589) more and F-table for the significance level 5% (4,00); (2) student creativity gives influence to the result of mathematic learning, it is showed by the result of anava where the F-count (33,362) more than F-table for the significance level 5% (4,00); (3) there is interaction between experiential learning model and student creativity toward the result of mathematic learning, it is showed by F count (4,627) more than F table for the significance level 5% (4,00); (4) there is influence of the result of mathematic learning with experiential learning concept for the student?s creativity, it is showed by the result of tukey test where the count test (17, 91) higher than t test.
Pengembangan Buku Pembelajaran Matematika Berbasis Problem Posing Kelas VII Amalia, Shandra; Wiratomo, Yogi
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.792 KB) | DOI: 10.30656/gauss.v2i2.1781

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan suatu bahan ajar berbentuk buku pembelajaran yang efektif untuk memfasilitasi proses pembelajaran matematika peserta didik kelas VII SMP Semester 2. Buku matematika ini dibuat berdasarkan hasil analisis kebutuhan terhadap kompetensi matematika yang seharusnya dimiliki peserta didik kelas VII SMP. Alat pengambilan data berupa angket pertanyaan untuk guru sekolah SMP kelas VII. Proses penelitian diadaptasi dari model pengembangan instruksional (MPI) M. Atwi Suparman yang terdiri dari beberapa langkah, yaitu: (1) mengindentifikasi kebutuhan dan menulis tujuan instruksional, (2) melakukan analisis instruksional, (3) mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal peserta didik, (4) menulis tujuan instruksional khusus, (5) menyusun alat penilaian hasil belajar, (6) menyusun strategi instruksional, (7) mengembangkan bahan instruksional, (8) melakukan evaluasi formatif. Temuan penelitian yaitu dihasilkan bahan ajar berbentuk buku pembelajaran untuk peserta didik kelas VII SMP pada semester 2.
Desain Didaktis Matematis Problem Solving pada Konsep Kesebangunan Firdaus, Ahmad
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.394 KB) | DOI: 10.30656/gauss.v2i1.1440

Abstract

Survei yang dilakukan pada tahun 2009 oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) pada tes PISA menunjukkan bahwa Indonesia mendapatkan pringkat ke 61 dari 65 negara partisipan. Salah satu penyebab mutu pendidikan matematika Indonesia yang rendah adalah kurangnya bahan ajar dengan pendekatan problem solving, sehingga kemampuan pemecahan masalah siswa kalah bersaing di kancah internasional. Penelitian pengembangan ini dilakukan dalam rangka menghasilkan bahan ajar interaktif berbasis komputer berupa pdf. Bahan ajar dibuat berdasarkan repersonalisasi terhadap learning obstacle yang teridentifikasi melalui instrument untuk mereduksi learning obstacle yang teridentifikasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian desain didaktis (Didactical Design Research) yang terdiri dari tiga tahap: analisis situasi didaktis termasuk antisispasi didaktis pedagogis, analisis metapedadidaktis, dan retrofektif yang mengaitkkan hasil analisis situasi didaktis hipotesis dengan hasil analisis metapedadiaktis. Terdapat empat tipe learning obstacle yang teridentifikasi sebelum bahan ajar dibuat, dan selanjutnya bahan ajar dilakukan validasi oleh beberapa ahli yaitu: ahli matematika dan ahli pendidikan. Sedangkan untuk implementasi desain didaktis dilakukan kepada 37 siswa kelas IX SMP N 7 kota Serang. Hasil implementasi desain didaktis menunjukkan tingkat kognitif siswa sebesar 0.83 serta mereduksi learning obstacle yang teridentifikasi.Kata kunci: Learning Obstacle, Desain Didaktis, Kesebangunan. 
Kemampuan Literasi Statistis Mahasiswa melalui Pendekatan Rigorous Mathematical Thinking (RMT) Fardillah, Frena
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.776 KB) | DOI: 10.30656/gauss.v1i2.1011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara komprehensif pencapaian dan peningkatan kemampuanliterasi statistis mahasiswamelalui pendekatan Rigorous Mathematical Thinking (RMT)dan mahasiswayang mendapat pembelajaran ekspositori. Menelaah perbedaan peningkatan kemampuan literasi statistis antara kelompok RMT dan Ekspositori. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen, dengan desain penelitian Nonequivalent. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini merupakan tes kemampuan literasi statistis. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa semester empat, pada materi statistika II dengan jumlah mahasiswa sebanyak 48 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi statistis mahasiswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan RMT lebih baik dari mahasiswa yang memperoleh pembelajaran ekspositori. Peningkatan kemampuan literasinya mahasiswa yang memperoleh pendekatan RMT lebih baik, dari pada mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran ekspositori bila dilihat secara keseluruhan dan berdasarkan katgori PAM (tinggi, sedang dan rendah). Peningkatan kemampuan literasi statistis mahasiswa berdasakan PAM (tinggi, sedang dan rendah) pada kelas ekperimen meningkat secara merata.
Pengembangan Bahan Ajar Matematika dengan Memanfaatkan Geogebra untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Lestari, Indri
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.434 KB) | DOI: 10.30656/gauss.v1i1.634

Abstract

This study aims to find out the characteristics of the appropriate book for improving understanding of mathematical concepts, especially on the subject of function by utilizing Geogebra program. The research method used is research and development, where the research is intended to develop and produce certain products, and test the effectiveness of these products. Subjects in this study were students of SMP Negeri 6 in the city of Serang with a limited scale test conducted on 5 students, while field tests were conducted on 15 students. The conclusions developed in this study that use the teaching materials by utilizing Geogebra program have improved conceptual understanding compared with the students before using the teaching materials.
Proses Berpikir Siswa SMA dalam Menyusun Bukti Matematis Fatmahayati, Widya
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.825 KB) | DOI: 10.30656/gauss.v2i2.1790

Abstract

Pembelajaran  matematika memiliki tujuan diantaranya mengkomunikasikan gagasan, penalaran serta mampu menyusun bukti. Informasi tentang proses berpikir siswa dalam pembuktian dapat membantu guru untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan proses berpikir siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan proses berpikir siswa dalam menyusun bukti matematis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan di SMA LabSchool Unsyiah dengan subjek enam siswa kelas XI. Ada tiga tahapan proses berpikir siswa yang dilihat pada saat siswa menyusun bukti matematika yaitu fase masuk (entry phase), fase menyelesaikan (attack phase), dan fase review (review phase). Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang melalui fase masuk (entry phase) sebanyak 66,67%, fase menyelesaikan (attack phase) sebanyak 33,33% , dan fase review (review phase) sebanyak 83,33%.

Page 2 of 14 | Total Record : 139