cover
Contact Name
Usep Sholahudin
Contact Email
sholahudin.usep@gmail.com
Phone
+6285213278644
Journal Mail Official
sholahudin.usep@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Serang-Cilegon. Km. 5. Serang Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 2620956X     EISSN : 26208067     DOI : http://dx.doi.org/10.30656/gauss.v2i2
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisikan kajian ilmiah dan hasil penelitian dibidang matematika dan pendidikan matematika
Articles 139 Documents
Peningkatan Kemampuan Penalaran Siswa melalui Pembelajaran Discovery Learning pada Materi Limas Fahmi Abdul Halim; Dini Riza Rustiyanti
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v1i2.1044

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil observasi awal di SMP Negeri 5 Lumajang kelas VIII D yang menunjukkan bahwa mayoritas siswa sulit menguasai matematika. Selain itu siswa juga lemah dalam hal kemampuan penalaran, hal ini berdasarkan hasil jawaban siswa terhadap pretest mengenai penalaran yang diberikan oleh peneliti. sebanyak 52% siswa saat pretest memberikan jawaban yang salah sehingga penalaran siswa perlu ditingkatkan. Solusi dari permasalahan di atas yaitu dengan menggunakan pembelajaran discovery learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran discovery learning yang dapat meningkatkan penalaran siswa kelas VIII D SMP Negeri 5 Lumajang. Tahap penelitian dimulai dengan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Dari penelitian diperoleh bahwa langkah-langkah pembelajaran discovery learning yang dapat meningkatkan penalaran siswa sebagai berikut: (1) Stimulation, (2) Problem Statement, (3) Data Collection, (4) Data Processing, (5) Verification (Pembuktian), (6) Generalization (penenarikan kesimpulan). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan penalaran siswa.  
Kemandirian Belajar Matematika Siswa dalam Pembelajaran Kooperatif dengan Aktivitas Quick on The Draw Asri Nurhafsari
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v1i2.1051

Abstract

Tujuan penelitian kuasi eksperimen ini adalah mengkaji kemandirian belajar matematika siswa yang belajar matematika melalui pembelajaran kooperatif dengan aktivitas quick on the draw dan siswa yang memperoleh pembelajaran biasa. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen perbandingan kelompok statik. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII salah satu SMP Negeri di Kabupaten Tangerang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket skala kemandirian belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar matematika siswa yang menggunakan pembelajaran kooperatif dengan aktivitas quick on the draw lebih baik secara signifikan daripada siswa yang memperoleh pembelajaran biasa.
Analisis Kemampuan Pemahaman Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Program Linier di Kelas XI Agustina Agustina; Syaifudin Syaifudin; Agus Supriadi
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v2i1.1082

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemahaman siswa dalam menyelesaikan soal cerita program linier SMA Negeri 10  Palembang kelas XI. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 10 Palembang pada tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 8 kelas MIA dan 6 kelas IIS. Sampel dalam penelitian ini adalah 25% dari seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 10 Palembang pada tahun ajaran 2016/2017 yang  dipilih dengan teknik non probability sampling dengan jenis sampling purposive,  adapun sampel dalam penelitian ini yaitu kelas XI MIA 4 yang berjumlah 40 siswa, XI MIA 5 yang berjumlah 41 siswa, dan XI MIA 6 yang berjumlah 41 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti mengambil hasil ulangan harian siswa kepada guru mata pelajaran matematika. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan diperoleh rata-rata  kemampuan pemahaman siswa dalam menyelesaikan soal cerita program linier yaitu sebesar 45,4%. Jadi kemampuan pemahaman siswa dalam menyelesaikan soal cerita program linier  kelas XI terhadap 3 jenis kemampuan pemahaman (konsep, prinsip, operasi) dapat dikategorikan cukup.Kata Kunci: Kemampuan Siswa, Soal Cerita, Model Matematika, Program Linier
Desain Research: Penerapan Pendekatan PMRI Konsep Luas Permukaan dan Volum Kerucut untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Rizal Kamsurya
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v2i1.1386

Abstract

Pendekatan PMRI sebagai salah satu pendekatan yang berorientasi pada aktivitas siswa memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep berdasarkan pengalaman yang diperoleh dari dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan PMRI pada pembelajaran luas permukaan dan volum kerucut untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini menggunakan metode design research dengan tiga tahap yaitu persiapan, eksperimen mengajar, dan analisis retrospektif. Penelitian terdiri dari 4 pertemuan dengan subjek penelitian 6 orang. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan pemecahan masalah, observasi, wawancara, rekaman suara, dan hipotesis lintasan belajar. Hasil analisis retrospektif menunjukkan bahwa penerapan pendekatan PMRI dengan menggunakan konteks “kukusang” dan “kagepe” mampu meningkatkan aktivitas dan pemahaman siswa terhadap materi luas permukaan dan volum kerucut, serta kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah disertai dengan tahapan penyelesaiannya.Kata Kunci: PMRI, Pemecahan Masalah Matematis, “Kukusang,” “Kagepe”
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Self-Confidence Siswa SMK Melalui Pembelajaran Sinektik dan Pembelajaran Berbasis Masalah Veni Saputri
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v2i1.1397

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan pencapaian dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis dan pencapaian self-confidence matematika antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran sinektik dengan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan pretest-postest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga diperoleh dua kelas eksperimen. Kelas eksperimen 1 dengan menggunakan model pembelajaran sinektik, sedangkan kelas eksperimen 2 dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket self-confidence matematika. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik perbedaan rerata dua sampel yang independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tidak terdapat perbedaan pencapaian dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis yang signifikan antara siswa yang memperoleh model pembelajaran sinektik dengan model pembelajaran berbasis masalah dan (2) tidak terdapat perbedaan pencapaian self-confidence matematika yang signifikan antara siswa yang memperoleh model pembelajaran sinektik dengan model pembelajaran berbasis masalah.Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Pemecahan Masalah, Self-Confidence, Sinektik.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Aritmatika Sosial Berdasarkan Prosedur Newman Fahmi Abdul Halim; Nilta Ilmiyatul Rasidah
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v2i1.1406

Abstract

Identifikasi penelitian ini adalah banyak siswa yang mengalami kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita materi aritmatika sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan dan menganalisis faktor penyebab kesalahan yang dilakukan siswa kelas VII H SMP Negeri 2 Lumajang dalam menyelesaikan soal cerita matematika pokok bahasan aritmatika sosial berdasarkan prosedur Newman. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tulis dan wawancara. Hasil analisis data yang diperoleh kesalahan memahami masalah sebanyak 39,17%  termasuk  tingkat  kesalahan  cukup  tinggi,  kesalahan  transformasi  sebanyak 76,67% termasuk tingkat kesalahan sangat tinggi, kesalahan keterampilan proses sebanyak 20,83% termasuk tingkat kesalahan kecil dan kesalahan penulisan jawaban akhir sebanyak 80,83% termasuk tingkat kesalahan sangat tinggi. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa masih banyak siswa kelas VII H SMP Negeri 2 Lumajang yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi aritmatika sosial. Kata Kunci: Analisis Kesalahan, Soal Cerita, Prosedur Newman
Materi Kompetensi Matematika Lulusan SMK dan Kebutuhan Dunia Industri Nena Restiana
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v2i1.1430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesenjangan implementasi konten matematika sekolah menengah kejuruan (SMK) yang terjadi antara dunia pendidikan dan dunia industri. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan wawancara, observasi dan dokumentasi kepada SMK dan empat industri baja yang beroperasi di Kota Cilegon. Hasil yang didapatkan adalah kemampuan matematika di dunia pendidikan yang meliputi berbagai konten materi yang diajarkan di SMK hanya beberapa digunakan dalam dunia industri. Sedangkan untuk industri baja hanya sebatas pada penggunaan angka dan logika matematika. Hal tersebut dikarenakan pekerjaan level pelaksana masih terbatas pada instruksional dan berdasarkan pada standar prosedur yang sudah ditetapkan oleh superior. Kata Kunci: Kesenjangan, Konten matematika, SMK
Desain Didaktis Matematis Problem Solving pada Konsep Kesebangunan Ahmad Firdaus
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v2i1.1440

Abstract

Survei yang dilakukan pada tahun 2009 oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) pada tes PISA menunjukkan bahwa Indonesia mendapatkan pringkat ke 61 dari 65 negara partisipan. Salah satu penyebab mutu pendidikan matematika Indonesia yang rendah adalah kurangnya bahan ajar dengan pendekatan problem solving, sehingga kemampuan pemecahan masalah siswa kalah bersaing di kancah internasional. Penelitian pengembangan ini dilakukan dalam rangka menghasilkan bahan ajar interaktif berbasis komputer berupa pdf. Bahan ajar dibuat berdasarkan repersonalisasi terhadap learning obstacle yang teridentifikasi melalui instrument untuk mereduksi learning obstacle yang teridentifikasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian desain didaktis (Didactical Design Research) yang terdiri dari tiga tahap: analisis situasi didaktis termasuk antisispasi didaktis pedagogis, analisis metapedadidaktis, dan retrofektif yang mengaitkkan hasil analisis situasi didaktis hipotesis dengan hasil analisis metapedadiaktis. Terdapat empat tipe learning obstacle yang teridentifikasi sebelum bahan ajar dibuat, dan selanjutnya bahan ajar dilakukan validasi oleh beberapa ahli yaitu: ahli matematika dan ahli pendidikan. Sedangkan untuk implementasi desain didaktis dilakukan kepada 37 siswa kelas IX SMP N 7 kota Serang. Hasil implementasi desain didaktis menunjukkan tingkat kognitif siswa sebesar 0.83 serta mereduksi learning obstacle yang teridentifikasi.Kata kunci: Learning Obstacle, Desain Didaktis, Kesebangunan. 
Implementasi Model Pembelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Eva Fitria Ningsih
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v2i1.1441

Abstract

Tujuan utama penelitian ini untuk melakukan studi yang berfokus pada penggunaan model pembelajaran SSCS yang diduga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis, ditinjau dari keseluruhan siswa dan kategori Kemampuan Awal Matematika (KAM) siswa (unggul dan asor). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kuasi eksperimen. Penelitian ini menggunakan tes KAM dan tes kemampuan berpikir kreatif matematis. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan uji-t dan ANOVA dua jalur. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan kesimpulan bahwa ditinjau dari keseluruhan, peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran SSCS lebih baik daripada kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang memperoleh pembelajaran ekspositori. Apabila ditinjau dari kategori KAM,  peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa unggul dan asor yang memperoleh model pembelajaran SSCS lebih baik daripada kemampuan berpikir kreatif matematis siswa unggul dan asor yang memperoleh pembelajaran ekspositori.Kata kunci: Model SSCS, Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis
Pengembangan E-Modul dalam Pembelajaran Matematika SMA Berbasis Android Dudi Wahyudi
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v2i2.1739

Abstract

Proses pembuatan media belajar ini yang terkadang memiliki kendala dalam pencapaian tujuan. Media belajar biasanya dibuat oleh guru sehingga siswa terkadang tidak dapat memahami makna atau konten yang disampaikan. Sebaliknya apabila konten dibuat secara bersama dalam sebuah aplikasi maka akan menghasilkan produk bersama yang dapat dipahami bersama. Tujuannya adalah (1) mengembangkan e-Modul dalam pembelajaran matematika SMA berbasis android; (2) menanamkan kecakapan literasi digital bagi peserta didik melalui e-Modul dan (3) mengetahui gambaran dan respon peserta didik dalam pengembangan e-Modul dalam pembelajaran matematika materi Lingkaran. Model pengembangan yang digunakan mengikuti alur Thiagarajan. Model pengembangan 4-D terdiri dari 4 tahap yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate atau diadaptasikan menjadi model 4-P, yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Berdasarkan uji coba terbatas, disimpulkan bahwa secara umum e-Modul diterima dan dapat digunakan oleh peserta didik dengan baik. e-Modul praktis dan mudah dijalankan. Berdasarkan hasil respon siswa, pembelajaran menggunakan aplikasi e-Modul menanamkan kecakapan literasi digital bagi peserta didik melalui gambaran aktivitas siswa dan guru. Pembelajaran menggunakan e-Modul membuat ketertarikan mengikuti pembelajaran di kelas sebesar 93,33% dan 83,33% (hampir seluruhnya).

Page 5 of 14 | Total Record : 139