cover
Contact Name
Novita Eka Muliawati
Contact Email
novita@stkippgritulungagung.ac.id
Phone
+6282232308788
Journal Mail Official
novita@stkippgritulungagung.ac.id
Editorial Address
STKIP PGRI Tulungagung Jl. Mayor Sujadi Timur No. 7 Plosokandang, Tulungagung, Jawa Timur, Kode Pos 66221
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika)
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 24607800     EISSN : 25803263     DOI : 29100
Core Subject : Education,
JP2M is stands for Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika. JP2M is a high quality open access peer reviewed research journal that is published by Mathematics Education Department of STKIP PGRI Tulungagung. JP2M disseminates new research results in all areas of mathematics, mathematics education and their applications in learning by researchers, academicians, professional, practitioners and students from all over the world. Start from this year (September 2015), this journal will be published two times a year, in March and September.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2021)" : 8 Documents clear
Analisis Kesulitan Belajar Siswa Mata Pelajaran Matematika Dalam Proses Pembelajaran Daring SMP Negeri 2 Baki Anya Nur Sari
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v7i2.2076

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kesulitan belajar siswa mata pelajaran matematika dalam proses pembelajaran daring pada siswa kelas VIIB SMP Negeri 2 Baki Sukoharjo Tahun Ajaran 2020/2021. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan pengambilan kebijakan dalam rangka penanganan kesulitan belajar yang dialami siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini berupa angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran matematika dengan sistem daring dipengaruhi oleh faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern penyebab kesulitan belajar yang pertama yaitu aspek minat dengan persentase 76.95% dalam kategori cukup menghambat, hal ini disebabkan karena siswa memilihi pembelajaran dilakukan secara tatap muka. Kedua yaitu aspek motivasi dengan persentase 70.55% dalam kategori cukup menghambat, hal ini disebabkan karena siswa kurang memiliki usaha untuk belajar. Ketiga dan keempat yaitu aspek bakat dengan persentase 49.16% dalam kategori menghambat dan aspek intelegensi dengan persentase 60.42% dalam kategori menghambat, hal ini disebabkan karena siswa menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit. Faktor ekstern penyebab kesulitan belajar yang pertama yaitu aspek sarana/prasarana dari keluarga dengan persentase 72.50% dalam kategori cukup menghambat, hal ini disebabkan karena siswa tidak memiliki sarana/prasarana yang lengkap untuk menunjang pembelajaran daring. Kedua yaitu aspek kualitas guru dengan persentase 74.16% dalam kategori cukup menghambat, hal ini disebabkan oleh kecepatan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Ketiga yaitu aspek metode mengajar guru dengan persentase 70.83% dalam kategori cukup menghambat, disebabkan karena dalam pembelajaran daring hanya menggunakan googleclassroom sebagai sarana pembelajaran.
Implementasi Video Pembelajaran terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Mahasiswa dalam Pembelajaran Daring Kalkulus Integral Kurnia Putri Sepdikasari Dirgantoro; Robert Harry Soesanto; R. H. Yanti Silitonga
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v7i2.2130

Abstract

Mathematical problem-solving abilities need to be owned by prospective mathematics teachers so that they can teach it to their students later. Integral Calculus course is a course that students need to understand the next course, as well as a course that is closely related to school mathematics. This study aims to look at the significance difference in students problem-solving ability related to video learning implementation. The research design used was a nonequivalent control group design with the subject of 71 mathematics education students from two universities in Indonesia. The instrument used was a calculus prior knowledge test and mathematical problem-solving test, each of which consisted of 3 questions. Based on the statistical test, it was found that the mathematical problem-solving abilities of the two research groups differed significantly. The subject group who used the instructional video had better problem-solving abilities than the subject group whose learning used virtual face-to-face
Pengembangan LKS Digital Berbasis Android dengan Pendekatan Etnomatematika Candi Sanggarahan untuk Mengatasi Hambatan Belajar Siswa Widya Krismon Sri Palupi; Maylita Hasyim; Nanda Fitri Nur Rohmah; Widia Nurhasanah; Nadella Neno Christian Dharu; Sugeng Romadhoni
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v7i2.2139

Abstract

Era revolusi industri 4.0 mempengaruhi banyak aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan terutama pembelajaran matematika. Hal ini menjadi dasar perlunya inovasi pembelajaran matematika, yang mampu memadukan unsur matematika, teknologi dan budaya kedalam pembelajaran sehingga mampu meminimalisir adanya hambatan belajar bagi siswa. Salah satu upaya itu adalah mengembangkan LKS digital berbasis android dengan pendekatan Etnomatematika Candi Sanggrahan. LKS digital ini bernama Etnow Legend yang didesain lebih menarik, interaktif dan menantang karena soal latihan dikonsep seperti game petualangan yang bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar baru bagi siswa yang mampumemotivasi dan menstimulasi siswa dalam mengatasi kejenuhandan kesulitan dalam pembelajaran matematika.Desain penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri dari 5 (lima) tahapan, yaitu: (1) Invesitgasi Awal, (2) Desain, (3) Realisasi/ Konstruksi, (4) Tes, dan (5) Implementasi. Teknik pengumpulan data dilakukan secara blended methodyang menggabungkan antara metode offline (melalui observasi, tes, pengisian angket dan wawancara langsung di lapangan) dan metode online(melalui aplikasi Whatsapp, channel youtube dan google form). Hasil validasi produk oleh ahli materi dan ahli media menyatakan bahwa LKS Digital Etnow Legend dinyatakan valid dan layak untuk digunakandalam pembelajaran, sedangkan hasil uji kepraktisan kelompok kecil menyimpulkan media LKS Digital Etnow Legend layak untuk diujicobakan pada kelompok besar dengan tingkat kepraktisan baik. Hasil uji kepraktisan kelompok besar dapat diketahui bahwa media LKS digital Etnow Legend telah memenuhi kepraktisan baik sehingga layak untuk digunakan dalam pembelajaran matematika.
Efektivitas Learning Management System (LMS) Berbasis Moodle sebagai Sarana Diskusi untuk Meningkatkan Kemampuan Argumentasi Matematika Mahasiswa Nonik - Indrawatiningsih
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v7i2.1898

Abstract

Teknologi informasi dan telekomunikasi telah mengalami perubahan yang cepat dan perkembangan luar biasa akibat dari pandemic Covid-19. Pembelajaran yang dilaksanakan selama pandemik semuanya serba online sehingga mengharuskan semua dosen untuk memanfaatkan teknologi dalam proses perkuliahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas LMS berbasis Moodle sebagai sarana diskusi untuk meningkatkan kemampuan argumentasi matematika mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan uji one sample t-test. Uji normalitas data dilakukan sebelum uji one sample t-test sebagai prasyarat. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 4 angkatan 2018 sebanyak 35 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata aktivitas mahasiswa selama menggunakan LMS (Learning Management System) dalam proses pembelajaran matakuliah pengembangan bahan ajar mengalami peningkatan dari setiap pertemuan, yaitu dari pertemuan ke 1 sampai dengan pertemuan ke 6 secara klasikal. Selain itu, rerata skor kemampuan argumentasi matematika mahasiswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan LMS (Learning Management System) berbasis Moodle lebih besar dari 77 terpenuhi atau berlaku sehingga dapat dikatakan efektif. Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas menunjukkan bahwa data brdistribusi normal dengan signifikansi Shapiro-Wilk (SW) sebesar 0,060 0,05. Sedangkan berdasarkan uji One Sample t-test menunjukkan bahwa LMS berbasis moodle sangat berdampak secara signifikan terhadap kemampuan argumentasi matematika mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,005 0,05 yang artinya LMS efektif digunakan dalam proses pembelajaran
Efektifitas Penggunaan Goole Classroom pada Mata Pelajaran Matematika di Tinjau dari Motivasi Belajar Siswa Farida Kusumaningrum
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v7i2.2245

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pembelajaran daring menggunakan google classroom terhadap motivasi belajar siswa selama pandemic covid-19 di kelas X TKR SMK Muhammadiya Semin. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil pengisian angket dan wawancara. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TKR SMK Muhammadiyah Semin. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi data.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada tingkat motivasi belajar siswa masuk kedalam kategori sedang. Presentase motivasi belajar siswa masuk kedalam kategori sedang. Dengan presentase pada tiap indikatornya yaitu: Ketekunan dalam belajar (67,30%) termasuk kategori cukup. Ketekunan dalam mengerjakan tugas (60,57%) termasuk kategori cukup. Ulet dalam menghadapi kesulitan (75,96%) termasuk kategori cukup. Senang bekerja mandiri (70,19%) termasuk kategori cukup. Senang mencari dan memecahkan jawaban soal matematika (55,28%) termasuk kategori kurang baik. Adanya hasrat dan keinginan berhasil (71,47%) termasuk kategori cukup. Dapat mempertahankan keyakinannya (71,15%) termasuk kategori cukup. Menunjukkan minat (55,44%) termasuk kategori kurang baik. Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar (67,30%) termasuk kategori cukup.Guru diharapkan lebih meningkatkan kembali kekreativitasnya dalam pembelajaran daring agar siswa menjadi lebih tertarik dan juga berminat dalam mengikuti pembelajaran daring.Kata Kunci: Efektifitas, Google Classroom, Motivasi belajar, Pembelajaran daring, Matematika
Perbedaan Hasil Belajar Model Pembelajaran Problem Posing dan Question Student Have pada Kelas IX Riski Nur Istiqomah Dinnullah; Sis Kanti; Yuniar Ika Putri Pranyata
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v7i2.2256

Abstract

Whether or not there are differences in learning outcomes using the Problem Posing and Question Student Have (QSH) learning models for class IX students at MTs Nurul Mubtadiin is the goal of this study. The quantitative method used in this research is a quasi- experimental type. All students of class IX MTs Nurul Mubtadiin for the academic year 2020/2021 were used as the population in this study. Purposive sampling method was used for sampling and then the experimental class 1 was selected, namely class IX-1 and class IX- 2 was selected as experimental class 2 in this study. Researchers used tests to obtain data. The test goes through the instrument test phase which consists of a validity test and a reliability test before being used. Normality test, homogeneity test, and hypothesis testing (Independent Sample T-Test) are the stages that are passed in analyzing the data in this study. It is known that there are differences in learning outcomes with the treatment of the Problem Posing and Question Student Have (QSH) models for class IX students at MTs Nurul Mubtadiin on the results of the study. In the hypothesis test conducted with the (Independent Sample T-Test) when testing the hypothesis by obtaining a significance value, which shows the number. In the experimental class 1 and 2, it was found that there was a difference in the average value. The experimental class 1 obtained an average score while the average value was obtained by the experimental class 2. So that it can be said, when compared to the Question Student Have (QSH) model, the Problem Posing model is a better model.
Perbedaan Hasil Belajar Model Pembelajaran Creative Problem Solving dan Discovery-Inquiry pada Peserta Didik Kelas X Riski Nur Istiqomah Dinnullah; Khumairoh Lailatul Fadilah; Yuniar Ika Putri Pranyata
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v7i2.2257

Abstract

Finding differences in learning outcomes between the Creative Problem Solving (CPS) model and the Discovery-Inquiry model is the goal of the research. The low student learning outcomes due to their inability to participate in learning activities are the things that underlie the research objectives. The model in this study emphasizes the enthusiasm of students in solving problems. Purposive Sampling technique is used in the selection of research classes by providing the same learning material. The data was obtained from the validity test and the reliability test was obtained from the instrument test. Then the normality test, homogeneity test, and hypothesis testing were carried out in the process of analyzing research data. The results obtained with a significance value of less than 0.05, namely 0.017. This shows that there are differences in learning outcomes between the Creative Problem Solving (CPS) model and the Discovery-Inquiry model for class X students which coincided at SMA Negeri 1 Kutorejo in the 2019/2020 school year. Another difference is also seen in the class average score. In the Discovery-Inquiry class the average score is 71.78, while in the Creative Problem Solving (CPS) class the average value is84.22. Some of these things are enough to prove that compared to the Discovery-Inquiry model, it is better to apply the Creative Problem Solving (CPS) model.
ANALISIS PENERAPAN GOOGLE CLASSROOM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA Wariska Ocvi Afifah
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v7i2.2259

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan Google Classroom sebagai media pembelajaran di masa pandemi covid-19 pada mata pelajaran matematika kelas XI IPA 5 MAN 1 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini berupa angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik.Data yang diperoleh dari angket respon siswa menunjukkan bahwa persentase setiap aspeknya, pada aspek 1 (kegunaan) sebesar 78% sehingga termasuk pada kriteria respon positif, pada aspek 2 (kemudahan pengguna) sebesar 81% sehingga termasuk pada kriteria respon sangat positif, pada aspek 3 (kemudahan belajar) sebesar 74% sehingga termasuk pada kriteria respon positif, dan pada aspek 4 (tingkat kepuasan siswa) sebesar 70% sehingga termasuk pada kriteria respon positif. Berdasarkan hasil angket dapat disimpulkan bahwa dari 4 aspek, 1 aspek yang termasuk kriteria respon sangat positif dan terdapat 3 aspek yang termasuk kriteria positif. Adapun data yang diperoleh dari hasil wawancara diketahui bahwa terdapat kendala saat menggunakan Google Classroom yaitu jaringan yang tidak stabil dan tidak ada pemberitahuan pada smartphone jadi jika ingin mengetahui ada tugas atau mulai pembelajaran harus membuka Google Classroom terlebih dahulu.Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Google Classroom sebagai media pembelajaran di masa pandemi covid-19 pada mata pelajaran matematika kelas XI IPA 5 MAN 1 Surakarta baik dan positif digunakan meskipun ada beberapa kendala.

Page 1 of 1 | Total Record : 8