cover
Contact Name
I Gede Purnawinadi
Contact Email
nutrixjournal@gmail.com
Phone
+6285256923813
Journal Mail Official
nutrixjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Arnold Mononutu, Kec. Airmadidi - 95371 Minahasa Utara - Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa utara,
Sulawesi utara
INDONESIA
Nutrix Journal
Published by Universitas Klabat
ISSN : 25794426     EISSN : 25806432     DOI : -
Nutrix Journal (NJ) is an official peer-reviewed research journal published by the Faculty of Nursing, Universitas Klabat (UNKLAB) in collaboration with the Indonesian National Nurses Association (INNA) of North Sulawesi Province. This journal aims to promote anhancement in nursing and health care through dissemination of the latest research findings. NJ covers a wide range of nursing topics such as nursing education, clinical practice, nursing information technology, advanced nursing issue and policy related to nursing profession. This journal publishes two issues per year in April and October. NJ intended readership includes nurse educator, researcher, manager, and nurse practitioner at all levels. Nurse (English: nurse, originating from Latin: nutrix which means caring for or nurturing), the role of nurses in general is to provide care providers, community leaders, educators, managers and researchers.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2022): Volume 6, Issue 2, 2022" : 7 Documents clear
KUALITAS TIDUR DAN INDEKS MASSA TUBUH PADA REMAJA Frendy Fernando Pitoy; Angelia Friska Tendean; Venisia Cindy Christine Rindengan
NUTRIX Vol 6 No 2 (2022): Volume 6, Issue 2, 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol6.Iss2.836

Abstract

Abstrak Body Mass Index (BMI) is a simple anthropometric index to monitor nutritional status, especially about bodywight. Weight gain is often associated with poor sleep quality due to hormonal regulation in the hypothalamus, which causes an increase in amount of fat tissue which leads to obesity. The purpose of this study was to determine the relationship between quality of sleep and body mass index in Vox-Dei GMIM Zaitun Mahakeret adolescents. Descriptive correlation with a cross-sectional approach was used with purposive sampling on 61 adolescents. The results showed that there was a significant relationship between quality of sleep and body mass index with a p value of 0.003 and r value of 0.273, which is there was a one-way weak relationship, where the worse the quality of sleep of the participants, the greater the body mass index will obtaine. It is recommended for adolescents to be able to meet the good quality of sleep in order to maintain an ideal body weight and avoid the risk of various diseases. Kata kunci : Body Mass index, Quality of Sleep, Adolescent Abstrak Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan salah satu indeks anthropometri yang sederhana untuk memantau status gizi, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. Kenaikan berat badan sering dikaitkan dengan kurangnya kualitas tidur dikarenakan adanya regulasi hormon di hipotalamus sehingga menyebabkan meningkatnya jumlah jaringan lemak dalam tubuh yang mengarah pada kejadian obesitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kualitas tidur dengan indeks masa tubuh pada remaja Vox-Dei GMIM Zaitun Mahakeret. Metode yang digunakan yaitu descriptive correlation dengan pendekatan cross-sectional. Purposive sampling digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan 61 remaja. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan indeks massa tubuh dengan nilai P= 0.003 dan nilai keeratan r= 0,273 yang memiliki arti terdapat hubungan lemah dan searah, dimana semakin buruk kualitas tidur partisipan maka akan semakin besar indeks masa tubuh yang akan didapat. Direkomendasikan kepada remaja untuk dapat memenuhi kualitas tidur yang baik agar supaya dapat mempertahankan berat badan yang ideal dan terhindar dari resiko berbagai penyakit. Kata kunci : Kualitas Tidur, Indeks Massa Tubuh, Remaja
GAME ONLINE DAN KUALITAS TIDUR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Meggi Mathilda Luntungan; Frendy Fernando Pitoy; Christa Vike Lotulung
NUTRIX Vol 6 No 2 (2022): Volume 6, Issue 2, 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol6.Iss2.837

Abstract

Abstract A person's need for the internet depends a lot on the interests, interests, and personality of each individual such as interest in online games. Playing online games tends to make players linger in front of gadgets so that they forget basic needs such as sleep. This study aims to determine the relationship between online game addiction and sleep quality in high school students. Quantitative method is used with descriptive correlation design through cross-sectional approach. The research variable data was collected using a questionnaire that was filled out by the selected respondents through a total sampling technique with a sample size of 58 students. Data were analyzed using non-parametric Spearman Rank statistics. The results showed that there was a significant relationship between addiction to playing online games and students' sleep quality (p-value 0.002 <0.05) with moderate strength and positive direction (r = 0.401). The more students are addicted to playing online games, the worse the quality of sleep experienced, therefore it is expected that students can manage their time as well as possible so that the need for good quality sleep is not disturbed, because good sleep quality can support daily activities. Keywords: Addiction, Online Game, Sleep Quality. Abstrak Kebutuhan seseorang terhadap internet banyak bergantung pada kepentingan, minat, dan kepribadian setiap individu seperti ketertarikan pada game online. Bermain game online cenderung membuat pemainnya untuk berlama-lama di depan gadget sehingga melupakan kebutuhan dasar seperti tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan game online dan kualitas tidur pada siswa sekolah menengah atas. Metode kuantitatif digunakan dengan desain deskriptif korelasi melalui pendekatan cross-sectional. Data variabel penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disisi oleh responden terpilih melalui teknik total sampling dengan besar sampel 58 siswa. Data dianalisis menggunakan statistik non-parametrik Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan bermain game online dan kualitas tidur siswa (p-value 0,002<0,05) dengan kekuatan hubungan sedang dan arah yang positif (r=0,401). Semakin siswa kecanduan bermain game online maka semakin buruk kualitas tidur yang dialami, oleh karena itu diharapkan siswa dapat mengatur waktu dengan sebaik mungkin sehingga kebutuhan tidur dengan kualitas yang baik dak terganggu, karena kualitas tidur yang baik dapat mendukung aktifitas sehari-hari. Kata kunci : Game Online, Kecanduan, Kualitas Tidur.
JENIS TERAPI KOMPLEMENTER DAN DISMENORE PADA MAHASISWI Metty Wuisang; Jonan Arzel Frans; Grace Fresania Kaparang
NUTRIX Vol 6 No 2 (2022): Volume 6, Issue 2, 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol6.Iss2.854

Abstract

Abstract Dysmenorrhea is still an unresolved public health problem that may negatively impact women's health, social relationships, school or work activities and psychological status. Managing dysmenorrhea can be done with self-care therapies or using complementary therapies to reduce pain with minimal side effects because of the natural ingredients. The purpose of this study was to determine the differences in types of complementary therapy with dysmenorrhea in students of the Faculty of Nursing at the Universitas Klabat. The study employing observational analytic research with a cross sectional approach. The sampling technique was accidental sampling and 223 female students approached to participate. The finding shown that majority of participants 103 (46.2%) experienced moderate pain dysmenorrhea. As for the type of complementary therapy used by female students, it was found that 6 female students (2.7%) used warm compress therapy, 4 female students (1.8%) used relaxation therapy, 2 participants (0.9%) used herbs, 68 (30.5%) used mineral water therapy, 2 (0.9%) did not do any therapy, 141 (63.2%) used combination therapy. Kruskal-Wallis statistical test showed that there was statistically significance difference between the types of complementary therapy and dysmenorrhea in nursing students at the Universitas Klabat with a p value of 0.003 (<.05). It is recommended for women that the usage of complementary therapies for the management of dysmenorrhea is applicable and for further research to research the most effective and efficient complementary therapies for dysmenorrhea. Keywords: complementary therapy, dysmenorrhea Abstrak Dismenore masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting yang dapat berdampak negatif pada kesehatan wanita, hubungan sosial, kegiatan sekolah atau pekerjaan dan status psikologis. Penanganan dismenore dapat dilakukan dengan perawatan mandiri atau menggunakan terapi komplementer untuk mengurangi rasa nyeri dengan efek samping minimal karena dari bahan alami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan jenis terapi komplementer dengan dismenore pada mahasiswi Fakultas Keperawatan di Universitas Klabat. Metode penelitian. menggunakan jenis penelitian analitik observasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling dan 223 mahasiswi bersedia menjadi partisipan dalam penelitian ini. Distribusi frekuensi dismenore pada mahasiswi Fakultas Keperawatan di Universitas Klabat menunjukkan bahwa mayoritas mengalami nyeri sedang 103 (46,2%). Sedangkan untuk jenis terapi komplementer yang dipakai oleh mahasiswi didapati 6 mahasiswi (2,7%) menggunakan terapi kompres air hangat, 4 mahasiswi (1,8%) menggunakan terapi relaksasi, 2 mahasiswi (0,9%) menggunakan herbal, 68 mahasiswi (30,5%) menggunakan terapi minum air mineral, 2 mahasiswi (0,9%) tidak melakukan terapi apapun, 141 mahasiswi (63,2%) menggunakan terapi kombinasi. Uji statistik Kruskal-wallis menunjukkan bahwa ada perbedaan antara jenis terapi komplementer dengan dismenore pada mahasiswi Fakultas Keperawatan di Universitas Klabat dengan nilai p = 0.003 (<.05). Rekomendasi kepada para wanita dapat menggunakan terapi komplementer untuk penanganan dismenore dan untuk penelitian selanjutnya dapat meneliti terapi komplementer yang paling efektif dan efisien untuk dismenore. Kata Kunci: dismenore, terapi komplementer
COMPUTER ERGONOMICS DAN REPETITIVE STRAIN INJURY PADA PEGAWAI UNIVERSITAS SELAMA PANDEMI Rouna Paoki; Grace Fresania Kaparang
NUTRIX Vol 6 No 2 (2022): Volume 6, Issue 2, 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol6.Iss2.855

Abstract

Abstract The "new normal" conditions due to the COVID-19 pandemic have forced all to work from home and many people are just lacking of the knowledge to organize an ergonomic workplace thus, opening the potential to produce new problems, one of which is repetitive strain injury. This study aims to investigate the description of computer ergonomics behavior and repetitive strain injury figures in employees of K university, Indonesia. With a descriptive method and a cross-sectional approach, a simple random sampling technique, this study was attended by a total of 78 people but only 65 participants filled in the data completely. RULA score and Nordic Body Pain are used as research instruments. The results showed that risky computer ergonomics behavior of the majority of employees (n=64; 98.5%) universities resulting in repetitive strain injury in the majority (n=70; 89.7%) of participants, with complaints of neck pain (n=54; 69.23%), right shoulder pain (n=33; 42.3%) and left shoulder pain (n=24; 30.7%) as the three most painful sites. Recommendations for university administrators to hold computer ergonomics training to their employees, and for subsequent research to continue research with an experimental approach to the handling of emerging RSI. Keywords: computer ergonomics, pandemic, repetitive strain injury, university employee Abstrak Kondisi “new normal” karena pandemi COVID-19 ini memaksa semua untuk bekerja dari rumah dan banyak orang yang minim dalam pengetahuan untuk mengatur tempat kerja yang ergonomis sehingga berpotensi menghasilkan masalah baru yang salah satunya adalah repetitive strain injury. Studi ini bertujuan melihat gambaran perilaku computer ergonomics dan angka repetitive strain injury pada pegawai universitas K, Indonesia. Dengan metode deskriptif dan pendekatan potong lintang, teknik pengambilan sampel simple random, penelitian ini diikuti oleh total 78 orang namun hanya 65 partisipan yang mengisi data dengan lengkap. RULA score dan Nordic Body Pain digunakan sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan perilaku computer ergonomics yang berisiko dari mayoritas pegawai (n=64; 98.5%) universitas sehingga mengakibatkan repetitive strain injury pada mayoritas (n=70; 89.7%) partisipan, dengan keluhan nyeri leher (n=54; 69.23%), nyeri bahu kanan (n=33; 42.3%) dan nyeri bahu kiri (n=24; 30.7%) sebagai tiga tempat terbanyak yang nyeri. Rekomendasi bagi administrator universitas untuk dapat memberikan pelatihan computer ergonomics pada pegawainya, dan untuk penelitian selanjutnya untuk dapat melanjutkan penelitian dengan pendekatan eksperimental untuk penanganan RSI yang muncul. Kata Kunci: computer ergonomics, pandemi, pegawai universitas, repetitive strain injury
ENTREPRENURSING IN THE EYES OF NURSING STUDENTS: SEBUAH STUDI FENOMENOLOGI HERMENEUTIKA Anthony Stafford Pangemanan; Grace Fresania Kaparang; Frendy Fernando Pitoy; Nova Lina Langingi
NUTRIX Vol 6 No 2 (2022): Volume 6, Issue 2, 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol6.Iss2.857

Abstract

Current and predicted economic perplexities, high unemployment rate, and difficulties of obtaining and extending of licensure should open the eyes of nursing students not to sojourn in the stereotype nurses’ mindset as employees of health care institutions only, but also to look at the option of entreprenursing. This study aims to investigate how nursing students see entreprenursing concept and give meaning to it. The research design used was hermeneutic phenomenology with Heidegger's philosophical underpinning, Van Manen's thematic analysis technique and the trustworthiness of the data ascertained. The results of the thematic analysis of hermeneutics witness the results of data saturation on the response of 9 participants. Two meanings of entreprenursing emerged from nursing students’ perspective. Independent entreprenurses are "nurses who work privately (separated from conventional health institutions) in business relation as a supporting agency to meet the health needs in the community." Secondly, the sideline entreprenurses are "nurses who work as employees of health care institutions but also having sideline jobs that support the fulfillment of the health needs in the community. However, in addition to this, there are also those who stated of not knowing anything regarding this entreprenurse concept. Then, participants also mentioned entreprenurse activities such as providing complementary therapies (juices, healthy foods and massages), opening clinics, homecare, medical device stores and training. It seems that the participants have only understood the entreprenursing concept on what the practitioners are doing and have not yet on the overall concept. Recommendations to nursing teachers to provide entreprenursing experience through on-the-job-training and also the introduction of general business terminology related to entrepreneurship. Keywords: entreprenursing, nursing students Abstrak Kesulitan ekonomi yang terjadi sekarang dan diprediksi akan semakin memburuk, tingginya pengangguran, dan susahnya mendapat dan memperpanjang STR harus membuka mata para mahasiswa keperawatan untuk tidak tinggal pada stereotipe perawat sebagai pegawai institusi layanan kesehatan tetapi juga melirik opsi entreprenursing. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi bagaimana mahasiswa perawat melihat entreprenursing dan mengartikannya. Desain penelitian yang digunakan adalah fenomenologi hermeneutika dengan filosofi Heidegger, teknik analisa tematik Van Manen dan keabsahan data dipastikan. Hasil analisis tematik hermeneutika diambil peneliti dari hasil saturasi data pada jawaban 9 partisipan. Ditemukan dua arti entreprenursing menurut mahasiswa keperawatan. Entreprenurse Mandiri adalah “perawat-perawat yang bekerja secara pribadi (terpisah institusi kesehatan konvensional) dalam kaitan bisnis sebagai supporting agency untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan di masyarakat.” Kemudian, yang entreprenurse sampingan yaitu “perawat yang bekerja sebagai pegawai institusi layanan kesehatan namun juga memiliki pekerjaan bisnis sampingan yang menjadi pendukung pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat. Namun, selain itu ada juga yang mengatakan bahwa dia belum ada bayangan mengenai entreprenurse ini. Kemudian, partisipan juga menyebutkan kegiatan-kegiatan entreprenurse seperti pemberian terapi komplementer (jus, makanan sehat dan massage), pembukaan klinik mandiri, homecare, toko alat kesehatan dan training. Tampaknya para partisipan baru mengerti entreprenursing dari apa yang dilakukan oleh praktisinya dan belum konsep keseluruhannya. Rekomendasi kepada pengajar keperawatan untuk dapat memberikan pengalaman entreprenursing melalui on-the-job-training dan juga pengenalan terminologi bisnis umum yang berkaitan dengan kewirausahaan. Kata Kunci: entreprenursing, mahasiswa keperawatan
KECEMASAN SAAT MENGIKUTI PRAKTIKUM LABORATORIUM DIMASA PANDEMI COVID-19 DENGAN MEKANISME KOPING Ailine Yoan Sanger; Anggraini Agustina Ayomi
NUTRIX Vol 6 No 2 (2022): Volume 6, Issue 2, 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol6.Iss2.831

Abstract

AbstractAnxiety is a feeling of worry and fear experienced by individuals associated with laboratory practicums during the COVID-19 pandemic which can cause mental health problems if not addressed. In overcoming anxiety problems, individuals will use strategies in problem solving, namely coping mechanisms. The purpose of this study was to determine the relationship between anxiety and coping mechanisms. The method used is cross sectional, with pearson correlation statistical test. The sampling technique used a probability sampling technique with a random sampling of 172 respondents. The results of the study was the majority 90 (52.3%) respondents experienced mild anxiety. In terms of anxiety, as many as 162 (94.2%) respondents used adaptive coping mechanisms. It was found that there was a significant relationship between anxiety and coping mechanisms in students with p = 0.000 and r = -0.381. This means that the lower a person's anxiety, the person's coping mechanism leads to an adaptive coping mechanism. The results of this study are expected to be a reference for further researchers in dealing with student anxiety during the COVID-19 pandemic in order to maintain adaptive coping mechanisms to overcome anxiety due to the pandemic.Keywords: Anxiety, COVID-19, Laboratory Practicums, PandemicAbstrakKecemasan merupakan perasaan khawatir dan takut, dialami individu yang berhubungan dengan praktikum laboratorium dimasa pandemi COVID-19 yang dapat menimbulkan masalah kesehatan mental jika tidak diatasi. Dalam mengatasi masalah kecemasan, individu akan menggunakan strategi dalam penyelesaian masalah yaitu mekanisme koping. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kecemasan saat mengikuti praktikum laboratorium di masa pandemi COVID-19 dengan mekanisme koping. Metode yang digunakan yaitu cross sectional, dengan uji statistik pearson corellation. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan pengambilan sampel secara acak berjumlah 172 responden. Hasil penelitian didapati mayoritas 90 (52.3%) responden mengalami cemas ringan. Dalam hal kecemasan, sebanyak 162 (94.2%) responden menggunakan mekanisme koping yang adaptif. Didapati terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan mekanisme koping pada mahasiswa dengan nilai p = 0.000 dan nilai r = -0.381. Artinya adalah semakin rendah kecemasan seseorang, mekanisme koping seseorang mengarah kepada kepada mekanisme koping yang adaptif. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan untuk peneliti selanjutnya dalam menghadapi kecemasan mahasiswa dimasa pandemi COVID-19 agar tetap mempertahankan mekanisme koping yang adaptif untuk mengatasi kecemasan akibat pandemic.Kata Kunci: COVID-19, Kecemasan, Pandemi, Praktikum Laboratorium
PERAWATAN SETELAH KEMATIAN DALAM BUDAYA SUKU BATAK TOBA: STUDI ETNOGRAFI Idauli Simbolon; Albinur Limbong
NUTRIX Vol 6 No 2 (2022): Volume 6, Issue 2, 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol6.Iss2.862

Abstract

Abstract Various cultural and religious traditions and practices associated with death. The nurse must ensure that any ritual is implied according to the client's belief and culture. The purpose of the study is to explore the cultural activities of care after the death of Christian elderly in Batak Tobanese culture in Indonesia. Method of this study is qualitative with an ethnography approach. Data is obtained by in-depth interviews with six traditional kings of the Batak Tobanese tribe. Informants were approached by snowballing. Data were analyzed using content analysis. Several themes and categories emerged: the level of death, personal care, position of the hands, wailing, piece of linen (Ulos), and cemetery. Care after death in Batak Tobanese culture is very unique and different from other tribes. Each symbol implies important meaning. Inappropriate in executing the meaning of these symbols may cause problems in the funeral procession. Therefore, nurses responsible for providing appropriate handling start from the beginning such as personal care and proper hand position according to the level of the death before the dead body is discharged from hospital. Key word: after death, Batak Toba, Care Abstrak Berbagai tradisi dan praktik budaya dan agama terkait dengan kematian. Perawat harus memastikan bahwa setiap ritual diaplikasikan sesuai dengan keyakinan dan budaya klien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kegiatan budaya perawatan setelah kematian lansia Kristen dalam budaya Batak Toba di Indonesia. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh dengan wawancara mendalam dengan enam raja adat suku Batak Toba. Informan didekati dengan cara snowballing. Data dianalisis menggunakan analisis isi. Beberapa tema dan kategori muncul: tingkat kematian, perawatan, posisi tangan, ratapan, kain ulos, dan kuburan. Perawatan setelah kematian dalam budaya Batak Toba sangat unik dan berbeda dengan suku-suku lainnya. Setiap simbol menyiratkan makna penting. Ketidaktepatan dalam melaksanakan makna simbol-simbol tersebut dapat menimbulkan masalah dalam prosesi pemakaman. Oleh karena itu, perawat bertanggung jawab untuk memberikan penanganan yang tepat mulai dari awal seperti perawatan diri dan posisi tangan yang tepat sesuai dengan tingkat kematian sebelum jenazah dipulangkan dari rumah sakit. Key word: Batak Toba, Perawatan, Setelah Kematian

Page 1 of 1 | Total Record : 7