cover
Contact Name
Edy Suryawardana, SE., MM.
Contact Email
solusi@usm.ac.id
Phone
+6285101187614
Journal Mail Official
solusi@usm.ac.id
Editorial Address
Soekarno Hatta street Tlogosari Semarang Central Java
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SOLUSI
Published by Universitas Semarang
ISSN : 27162532     EISSN : 14125331     DOI : 10.26623
SOLUSI scientific magazine is a collection of quality scientific journals from various social science disciplines including economics, accounting, management and business. Topics raised in journals are adapted to current themes that can help practitioners and academics develop their knowledge and experience. The published journals are the results of studies and deep thoughts from competent and talented writers in their fields. The peer reviews as the directors are partners who always provide instructions and direction so that the scientific magazine SOLUSI is getting better and developing.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2009)" : 10 Documents clear
ANALISIS KEBIJAKAN PENDANAAN CAPITAL EXPENDITURE, PENDEKATAN : PECKING ORDER, FINANCIAL LEVERAGE DAN MANAJERIAL HIPOTESIS (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC NON KEUANGAN DI BEJ) Rasyid Mei Mustafa; Sujono Sujono
Solusi Vol 8, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1296.799 KB) | DOI: 10.26623/slsi.v8i3.1950

Abstract

Informasi asimetri dan konflik keagenan ekuitas merupakan dua masalah utama yang harus diperhatikan oleh investor dan investor harus meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh masalah tersebut. Riset ini menganalisis kebijakan pengeluaran pendanaan modal dengan pendekatan pecking order.financial leverage dan hipotesis manajerial. Dengan sampel sebanyak 235 yang diperoleh dari perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia dan 81 perusahaan non-keuangan menjadi subjek riset ini. Analisis regresi digunakan untuk menganalisis model-model tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajer dalam memutuskan kebijakan pengeluaran tidak mempertimbangkan kebijakan pecking order dan manajer yang memiliki saham memiliki korelasi yang positif dengan kebijakan pengeluaran modal yang berasal dari dana ekstemal.
PERAN PEMIMPIN DAN KEPERCAYAAN UNTUK MEWUJUDKAN PERKEMBANGAN ORGANISASI Febrina Nafasati
Solusi Vol 8, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.385 KB) | DOI: 10.26623/slsi.v8i3.1944

Abstract

Dikemukakan dalam "21" Century Reinventing The CEO oleh Korn/Febry (1998), terdapat anggapan dan persepsi bahwa para pemimpin organisasi yang berkaliber dunia memiliki bidang keahlian (area of expertise) dalam urutan (rangking) nya yaitu (1) perumusan strategi, (2) manajemen sumber daya manusia, (3) marketing, (4) negoisasi pemecahan konflik, (5) keuangan, (6) ekonomi dan politik intemasional, (7) ketrampilan media, (8) pengetahuan dan teknologi R & D, (9) produksi dan operasi, (10) kemampuan memahami komputer. Dengan sikap dan kemampuannya, pemimpin menciptakan rencana strategi dan mengetahui secara tepat masa depan organisasi. Ideal ini tidak cukup ditempuh dengan kerja keras (work class) tertapi kerja cerdas (work smart). Kerja cerdas dilakukan dengan sikap inovatif, team work dan jaringan kerja, mengingat kerja cerdas bukan substitusi kerja keras tanpa mengenal lelah.Kepemimpinan bukan instan, keberhasilannya merupakan proses yang pasti bukan hanya karya  seseorang eksekutif top saja tetapi merupakan hasil bersama. Setiap pemimpin terbatas masa jabatannya dan setiap tahun harus mempertanggung jawabkan tugas organisasinya kepada anggota. Dan juga secara terbuka kepada para stakeholders.
KAJIAN PASAR MODAL : PERAN DAN FUNGSINYA BAGI STAKEHOLDER Ardiani lka S
Solusi Vol 8, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1278.369 KB) | DOI: 10.26623/slsi.v8i3.1945

Abstract

Perkembangan pasar modal di suatu negara dipandang sangat penting mengingat pasar modal merupakan motor penggerak ekonomi nasional dalam menghimpun dana investasi bagi pembangunan nasional (Ardiani Ika S, 2005:93). Pasar modal muncul sebagai suatu altematif solusi pembiayaan jangka panjang di kalangan usaha yang membutuhkan permodalan dalam jumlah besar. Dengan adanya dana jangka panjang tersebut, maka roda pembangunan khususnya dibidang swasta dan perkembangan perekonomian suatu negara dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan (Robert Ang, 1997:3.2).Alternatif pendanaan yang paling banyak dipilih adalah pendanaan melalui pasar modal, yaitu melalui emisi saham di bursa efek atau dengan kata lain perusahaan melakukan go public. Sumber pendanaan melalui emisi saham lebih diminati karena adanya keuntungan yang akan diperoleh perusahaan, yaitu jumlah dana yang dapat dihimpun oleh perusahaan bisa berjumlah besar, emisi saham cocok untuk membiayai perusahaan yang memiliki risiko tinggi, tidak ada beban finansial yang tetap (beban bunga}, jangka waktu penggunaan dana tidak terbatas, dan tidak diperlukan jaminan tertentu (Ch. Fara Dharmastuti, 2004:14).
PERAN PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN DI LINGKUNGAN BISNIS YANG BERUBAH UNTUK KASUS INDONESIA 20 TAHUN KE DEPAN Emrinaldi Nur
Solusi Vol 8, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1630.631 KB) | DOI: 10.26623/slsi.v8i3.1948

Abstract

Kendati berbagai kendala ekonomi global, lingkungan bisnis terus berubah akibat pergeseran dari ekonomi internasional ke ekonomi transnasional, sebagaimana istilah Peter Drucker. Ekonomi internasional yang semula terfokus pada pertukaran barang dan jasa kini meluas pada pertukaran informasi, pengetahuan, dan uang. Kemajuan teknologi, khususnya teknologi komunikasi dan informasi berperan penting dalam ekonomi transnasional.Lingkungan bisnis kian sarat akan informasi dan pengetahuan. Perusahaan-perusahaan kelas dunia berpacu meningkatkan kapasitas pengetahuan dan teknologi informasi demi daya saing global. Dalam ekonomi transnasional, batas-batas negara juga menjadi kabur akibat keterbukaan ekonomi dunia. Bagi bisnis, keterbukaan ini memperluas peluang pasar, terutama bagi negara-negara yang memiliki bargaining power namun mengancam negara-negara yang tidak memiliki daya saing.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT REPORT LAG (ARL) Lina Anggraeny Parwati; Yohanes Suhardjo
Solusi Vol 8, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1630.527 KB) | DOI: 10.26623/slsi.v8i3.1949

Abstract

Tujuan Laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Agar informasi yang disediakan bermanfaat, maka informasi tersebut harus relevan. Suatu informasi tidak bisa dikatakan relevan jika tidak tepat waktu. Audit report lag sendiri adalah lamanya waktu penyelesaian audit yang diukur dari tanggal penutupan tahun buku/akhir tahun fiskal hingga tanggal diterbitkannya laporan keuangan auditan. Lamanya waktu penyelesaian audit dapat mempengaruhi ketepatan waktu informasi tersebut untuk dipublikasikan sehingga berdampak pada reaksi pasar terhadap kelambatan informasi dan mempengaruhi ketidakpastian keputusan yang didasarkan pada informasi yang dipublikasikan. Oleh karena itu ketepatan waktu adalah batasan penting pada publikasi laporan auditan.Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi audit report lag, yaitu jenis industri, rugi/laba, opini auditor, profitabilitas, ukuran perusahaan, ukuran KAP dan solvabilitas. Penelitian ini menggunakan data dari seluruh perusahaan finansial dan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2008. Setelah dilakukan seleksi sampel ditetapkan sampel sebanyak 62 perusahaan dalam penelitian ini, Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik deskriptif terhadap variabel independent. Sedangkan uji hipotesis menggunakan regresi linier berganda (multiple regression). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa hanya ada tiga variabel yaitu jenis industri, profitabilitas dan ukuran KAP yang berpengaruh terhadap audit report lag sedangkan empat variabel lainnya yaitu rugi/laba, opini auditor, ukuran perusahaan dan solvabilitas tidak berpengaruh terhadap audit report lag.Kata Kunci : Audit Report Lag, Jenis Industri, Rugi/Laba, Opini Auditor, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Ukuran KAP dan Solvabilitas
KEMAMPUAN LABA, PIUTANG, PERSEDIAAN, BIAYA ADMINISTRASI DAN PENJUALAN, RASIO LABA KOTOR, CURRENT RASIO DAN RETURN ON ASSET UNTUK MEMPREDIKSI PERUBAHAN LABA DI MASA DEPAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEI TAHUN 2003-2007) Desy Wulan Sari; Ardiani lka S
Solusi Vol 8, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v8i3.1955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kinerja keuangan terhadap perubahan laba perusahaan manufaktur, sedangkan rasio keuangan yang dianalisis adalah laba, piutang, persediaan, biaya administrasi dan penjualan, rasio laba kotor terhadap penjualan, Current rasio (CR), dan Return On Asset (ROA).Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 58 perusahaan manufaktur di BEJ dan mempublikasikan laporan keuangan lengkap selama tahun 2003-2007. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laba, persediaan dan rasio laba kotor terhadap penjualan berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba satu tahun ke depan. Sedangkan yang tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba adalah piutang, biaya administrasi dan penjualan, CR dan ROA. Nilai koefisien determinasi yang diperoleh adalah sebesar 10,9%.
STRATEGI PEMASARAN PEDAGANG MIKRO PASAR TRADISIONAL DALAM MENGANTISIPASI PERSAINGAN DENGAN PASAR MODERN (STUDI KASUS PADA SEJUMLAH PEDAGANG MIKRO DI PASAR BULU DAN PASAR PETERONGAN) B. Junianto Wibowo
Solusi Vol 8, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v8i3.1956

Abstract

Persaingan yang semakin ketat dengan pasar modern, telah memaksa pedagang mikro di pasar tradisional menggunakan strategi pemasaran untuk menarik pembeli agar tetap membeli barang dagangannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang dilakukan pedagang mikro di pasar Bulu dan pasar Peterongan, guna mengantisipasi persaingan dengan pasar modern yang semakin ketat.Responden dalam penelitian ini adalah pedagang mikro dengan jumlah 40 dan dari masing-masing pasar diambil 20. Sedangkan data yang diperlukan berupa data primer mengenai strategi pemasaran dengan fokus pada harga dan pelayanan yang diberikan kepada konsumen, dan diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada 40 responden. Data primer tersebut, kemudian dianalisis dengan teknik kualitatif.Berdasarkan hasil analisis, ternyata dalam mengatasi persaingan dengan pasar modern, responden banyak yang memberikan harga rendah maupun potongan harga. Sementara, dalam pelayanan kepada konsumen, responden membantu membawakan barang, memberi informasi mengenai barang dagangan, dan mengganti barang yang rusak. Sedangkan, pemberian hadiah lebaran kepada pelanggan tetap banyak dilakukan oleh responden di pasar Bulu.
KINERJA PASAR TRADISIONAL SEBELUM DAN SESUDAH ADANYA TOKO MODERN DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD (STUDI KASUS DI KOTA SEMARANG) Retno Wijayanti; Eddy Sutjipto
Solusi Vol 8, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v8i3.1957

Abstract

Era pasar bebas yang terjadi saat ini membuat persaingan di dunia bisnis berkembang dengan pesat dalam persaingan yang ketat. Untuk itu dibutuhkan suatu organisasi bisnis yang tangguh dan kompetitif agar mampu bersaing dengan unggul. Tiap aspek yang dijalankan perlu pengukuran agar dapat ditentukan tingkat keberhasilannya. Setiap badan usaha diperlukan suatu pengukuran kinerja untuk mengetahui tingkat keberhasilannya. Robert S. Kaplan dan David P. Norton mengembangkan suatu alat analisa pengukuran kinerja perusahaan yang mencerminkan keseimbangan jangka pendek dan jangka panjang, yaitu pengukuran kinerja keuangan dan non keuangan. Alat analisa tersebut dinamakan Balanced Scorecard.Penelitian dengan menggunakan Balanced Scorecard ini dilakukan pada para Pedagang Tradisional di pasar Johar, pasar Peterongan, dan pasar Bulu. Jenis data yang digunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari penyebaran kuesioner dengan sampel 100 pelanggan dan 75 karyawan. Pengambilan sampel dengan menggunakan random acak. Sedangkan data sekunder diperoleh dari hasil wawancara berdasarkan catatan-catatan kecil dari tiap transaksi tiap harinya. Metode analisis data dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dengan menggunakan kuesioner dan analisa kuantitatif dengan menggunakan Balanced Scorecard yang mengukur kinerja perusahaan dengan menggunakan empat perspektifnya. Adapun keempat perspektif tersebut yaitu; (1) perspektif keuangan dengan ROI dan Operating Profit Margin, (2) perspektif pelanggan diukur dengan pangsa pasar, retensi pelanggan dan kepuasan pelanggan, (3) perspektif proses bisnis internal diukur dari tingkat bisnis internal dan pelayanan purna jual, (4) perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dari kepuasan karyawan dan retensi karyawan.Hasil pengukuran kinerja Balanced Scorecard pada para pedagang tradisional di pasar Johar, pasar Peterongan dan pasar Bulu dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat variasi pencapaian untuk tiap perspektif. Untuk perspektif keuangan, menggunakan ROI dan OPM menunjukkan kinerja yang belum optimal. Perspektif pelanggan sebelum ada toko modem cukup optimal dalam mempertahankan pelanggannya. Tetapi sesudah ada toko modem mengalami penurunan karena banyak pelanggan yanglari ke toko modern. Sedangkan dari kepuasan pelanggan menunjukkan pelanggan cukup puas terhadap produk yang ditawarkan dan pelayanan jasa yang diberikan. Untuk perspektif proses bisnis internal memiliki kemampun untuk menghasilkan jasa atau pelayanan yang cukup berkualitas berkat adanya fasilitas, teknologi dan SOM yang baik. Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran menunjukkan hasil yang cukup baik walaupun dengan tingkat retensi karyawan rendah.Kata kunci: Pasar Tradisionil, Toko Modem dan Balance Score Card
PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KUALITAS LABA DAN NILAI PERUSAHAAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DIBURSA EFEK JAKARTA) Irianing Suparlinah; Indra Nurmanto; I Wayan Mustika
Solusi Vol 8, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v8i3.1958

Abstract

This research entitled is "Analyze the Influence of Corporate Governance Mechanism to Earning Quality and Value of the Firm (An Empirical Study on Manufacturing Companies at Jakarta Stock Exchange). The purpose of the research was to disclose first whether corporate governance mechanism (managerial ownership, board of commissioner composition and audit committee) influence earning quality. Second, whether corporate governance mechanism (managerial ownership, board of commissioner composition and audit committee) and earning quality influences value of the firm.Data used in this research was obtained from 78 manufacturing companies that enlisted in Jakarta Stock Exchange. Data was analyzed using structural equation model (SEM) with AMOS 5 software.Research Result that ( 1) corporate governance mechanism (managerial ownership, board of commissioner composition and audit committee) have significant effect toward earning quality, (2) corporate governance mechanism (managerial ownership, board of commissioner composition, audit committee) and earning quality have no significant effect toward value of the firm.Keyword: Corporate Governance Mechanism, Earning Quality and Value of the Firm
KERJASAMA INTERNASIONAL DAN STRATEGI PERUSAHAAN MASUK KE PASAR INTERNASIONAL Andy Kridasusila
Solusi Vol 8, No 3 (2009)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v8i3.1959

Abstract

Suatu negara berbeda dengan negara lainnya ditinjau dari sumber alamnya, iklim, letak geografis, penduduk, keahlian, tenaga kerja, tingkat harga keadaan struktur ekonomi dan sosialnya perbedaan perbedaan menimbulkan pula perbedaan barang yang dihasilkan biaya yang diperlukan, serta mutu dari kuantumnya. Karena itu mudah dipahami adanya Negara yang lebih unggul dan lebih istimewa dalam memproduksi hasil tertentu. Hal ini dimungkinkan karena adanya barang yang hanya dapat diproduksi di daerah tertentu, sehingga negara itu dapat menghasilkan barang yang lebih bersaing bilamana keunggulan suatu negara dalam memproduksi suatu jenis barang lebih baik dan lebih murah disebabkan faktor - faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal, dan pengurusannya) maka negara tersebut dapat pula memperoleh "keunggulan" ini disebabkan karena produktivitasnya yang tinggi.Adakalanya produksi dari suatu negara belum dapat di konsumsi seluruhnya di dalam negeri maka hal ini setelah mendorong orang atau negara tersebut untuk memperdagangkan hasil produksinya ke negara lain di luar batas negaranya.

Page 1 of 1 | Total Record : 10