cover
Contact Name
Jurnal Sasindo Unpam
Contact Email
jurnal_sasindo@unpam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_sasindo@unpam.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sastra Universitas Pamulang, Jalan Raya Puspiptek, Buaran, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Sasindo Unpam
Published by Universitas Pamulang
Core Subject : Education,
Jurnal Sasindo Unpam merupakan media publikasi penelitian dan kajian pemikiran bidang Sastra, Linguistik, dan kegiatan lainnya yang relevan. Diterbitkan oleh Prodi Sastra Indonesia Universitas Pamulang
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2017): SASINDO UNPAM" : 7 Documents clear
NILAI BUDAYA PANIBO DALAM ADAT PERKAWINAN DI MINANGKABAU Aida sumardi
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 4, No 1 (2017): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.993 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v4i1.%p

Abstract

ABSTRAKBudaya Minangkabau merupakan salah satu budaya daerah yang ada di Indonesia.Budaya Minangkabau memiliki ciri khas pada adat perkawinnanya. Salah satu ciri khas adatperkawinan Minangkabau adalah pihak mempelai pria memberi panibo (hantaran) kepada mempelai perempuan.Panibo ini bermakna kesanggupan mempelai pria untuk menafkahi rumah tangga yang akan dibangun dengan istri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terkandung pada panibo dalam adat perkawinan Minangkabau.Objek penelitian ini adalah nilai budaya panibo adat perkawinan di Minangkabau.Teknik analisis data mengidentifikasi data, mengklasifiksikan data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan nilai budaya panibo dalam adat perkawinan di Minangkabaudapat dilihat dari tiga sisi.Bentuk panibo dalam adat perkawinan di Minangkabadalam meliputi (1) isi panibo, (2) cara mengemas, dan (3) pembawa panibo. Tiga bentuk panibo dalam adat perkawinan di Minangkabau merupakan gambaran dari budaya Minang yang harus dipertahankan penggunaannya oleh masyarakat Minangkabau.Selain itu, nilai budaya paniboperlu disampaikan pada khalayak ramai sebagai suatu usaha dalam rangka mengenalkan dan mempopulerkan budaya Minang. Dengan demikian nilai budaya panibo adat perkawinan di Minangkabau memberi peran terhadap pemertahanan budaya Minang di Minangkabau.Kata Kunci: nilai budaya, panibo, adat, perkawinan, Minangkabau
ANALISIS TERJEMAHAN KALIMAT INTEROGATIF DARI BAHASA INGGRIS KE DALAM BAHASA INDONESIA PADA NOVEL ECLIPSE KARYA STEPHENIE MEYER Tri Pujiati
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 4, No 1 (2017): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.617 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v4i1.%p

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengkaji terjemahan kalimat interogatif dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia pada dialog novel Eclipse karya Stephenie Meyer dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia yang dialihbahasakan oleh Monica Dwi Chresnayani. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kontrastif kalimat interogatif dalam dialog novel Eclipse karya Stephenie Meyer ke dalam bahasa Indonesia dan (2) mendeskripsikan prosedur penerjemahan kalimat interogatif dalam dialog novel Eclipse karya Stephenie Meyer ke dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Hasil penelitia menunjukkan bahwa (1) banyak ditemukan kontrastif dalam pola struktur kalimat interogatif dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, bahasa Inggris struktur kalimat cenderung ditulis lengkap sedangkan dalam bahasa Indonesia, banyak unsur yang dibalik dalam susunan pertanyaan, (3) pada prosedur penerjemahan, terdapat beberapa prosedur, yaitu transposisi, reduksi, prosedur penerjemahan padanan budaya, prosedur penerjemahan perluasan, penerjemahan harfiah.Kata kunci: Penerjemahan Kalimat Interogatif, Analisis Kontrastif, Prosedur Penerjemahan, dan Novel.
FILSAFAT BAHASA: STUDI BANDING POSISI ANTARA BAHASA INDONESIA DI INDONESIA, BAHASA ARAB DI AL-JAZAIR, DAN BAHASA INGGRIS DI AMERIKA SERIKAT Mohamad Ramdon Dasuki
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 4, No 1 (2017): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.899 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v4i1.%p

Abstract

AbstrakBahasa Indonesia adalah salah satu isi ikrar dan janji sumpah pemuda pada tahun 1928 yang nyaris hampir genap berumur satu abad atau seratus tahun lampau (minus 10 tahun jika dihitung saat ini 2018), adalah fenomena yang fenomenal sebenarnya bagi rakyat dan bangsa ini. Di tengah perjalanan bangsa dan negeri ini yang telah merdeka sejak tahun 1945 lampau, pernah diperjuangkan suatu slogan yang heroik; Satu Bangsa yaitu Bangsa Indonesia, Satu Bahasa yaitu Bahasa Indonesia, dan Tumpah Darah Satu yaitu Tumpah Darah Indonesia. Bagi generasi muda saat ini bila tidak menelusuri perjalanan sejarah bangsa ini tentunya tidak akan mengetahui bahwa bahasa yang kita gunakan adalah bahasa Indonesia, tidaklah seperti saat ini bentuk dan susunannya yang sudah jauh baik dari masa-masa sebelumnya. Bahkan jika menengok sejarah lebih ke belakang, ada suatu ungkapan yang cukup menarik untuk disimak, negeri Indonesia ini memiliki dua hutang besar. Pertama kepada ummat Islam yang telah rela dan mengikhlaskan lima alinea ‘Piagam Jakarta’ untuk dihilangkan, demi utuhnya negeri yang masih muda belia ini, dan yang kedua hutang kepada suku Jawa, karena telah merelakan bahasa nasional yang akan digunakan oleh negeri yang akan lahir (pada saat itu) bukanlah bahasa Jawa yang memiliki penduduk mayoritas atau terbesar di wilayah Indonesia ini, tetapi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Dengan demikian, sebenarnya menjadi unik seseorang berambut ikal dan berkulit hitam khas Papua dengan lancarnya berbahasa Indonesia, selancar orang Jawa yang masih menggunakan blangkon dan dialek jawanya yang masih kental, serta lancarnya orang Batak dengan aksennya yang masih kentara dengan logat Bataknya, dan suku-suku lain, tapi mampu berkomunikasi dengan bahasa persatuan mereka yang dapat saling mengerti satu dengan lainnya, yaitu Bahasa Indonesia. Tidak hanya itu, fenomena dunia saat ini seperti media sosial yang telah menghubungkan antara manusia Indonesia satu dengan jutaan manusia Indonesia lainnya yang berada di ratusan bahkan mungkin ribuan pulau itu, mampu berkomunikasi dengan satu bahasa yang telah menyatukan antar mereka, yaitu bahasa Indonesia.Namun penulis menilai hampir sebagian besar dari kita semua ini tidak mampu memaknai nilai filosofi bahasa Indonesia itu sendiri, baik diantara berbagai bahasa daerah yang beragam di nusantara ini, maupun diantara bahasa dunia lainnya, seperti bahasa Arab atau Inggris misalnya. Ternyata bahasa Indonesia memiliki nilai historis maupun nilai filosofis tersendiri, yang sebenarnya dapat dijadikan sebagai suatu kajian yang berkelanjutan agar para generasi muda mendatang dapat mengetahui posisi bahasa nasionalnya berada dimana jika dibandingkan dengan bahasa daerah-daerah yang beragam, dan bahasa nasional lainnya.Kata Kunci: Bahasa Indonesia, Nilai Filosofi, dan Bahasa Nasional
GAMBARAN MASYARAKAT RUSIA ABAD XIX DALAM CERPEN MUNAFIK KARYA ANTON CHEKOV VERSI KOESALAH SUBAGYO TOER MELALUI JALUR LOGIKA PIERCE Misbah Priagung Nursalim
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 4, No 1 (2017): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.059 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v4i1.%p

Abstract

AbstrakDiskursus semiotika selalu menjadi pembahasan menarik untuk diteliti selama perkembangan hidup umat manusia. Terutama dalam menggali jati diri sebuah karya yang menggambarkan realitas masyarakat sosial. Dalam hal ini, penulis meneliti cerpen-cerpen karya Anton Chekhov yang menjadi refleksi masyarakat Rusia pada masa runtuhnya Dinasti Romanov. Penelitian ini bertujuan untuk (1)mendeskripsikan bentuk kombinasi sembilan tipe penanda dalam cerpen Munafik karya Anton Chekhov; (2)menjelaskan makna dari kesembilan tipe penanda terkait penggambaran masyarakat Rusia Abad XIX dalam cerpen Munafik karya Anton Chekhov. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penulis menggunakan 6 data yang diperoleh dari enam cerpen dalam cerpenMunafik karya Anton Chekhov. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak-catat. Berdasarkan analisis data, ditemukan bahwa (1) terdapat kombinasi penuh sembilan model penanda dalam struktur teks keenam cerpen karya Anton Chekhov; (2) pemaknaan terkait model kombinasi penanda mengarah pada cerminan masyarakat Rusia Abad XIX yang mengalami kebobrokan moral. Hal ini relevan dengan tema yang diangkat oleh Anton Chekhov sendiri.Kata kunci : Budaya, Logika, Tanda
ANALISIS AKOMODASI BAHASA SUNDA OLEH PEDAGANG SUKU JAWA DI PASAR GEGER KALONG TENGAH, BANDUNG Sri Hargiyanti; Eka Mahtra Khoirunnisa
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 4, No 1 (2017): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.102 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v4i1.%p

Abstract

AbstrakKontak bahasa dapat terwujud apabila seorang penutur menggunakan lebih dari satu bahasa untuk berkomunikasi dengan mitra tuturnya. Penelitian ini mengkaji pola pemakaian bentuk tuturan bahasa Sunda dalam situasi kontak bahasa yang digunakan oleh pedagang suku Jawa di pasar Geger Kalong Tengah, kota Bandung. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan teknik rekam untuk tuturan langsung. Data penelitian ini diambil pada bulan Oktober 2016. Peristiwa tutur yang diteliti adalah peristiwa tutur nonformal dalam transaksi perdagangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi akomodasi bahasa Sunda yang dilakukan oleh pedagagang suku jawa di pasar Geger Kalong Tengah kota Bandung. Akomodasi bahasa yang dilakukan oleh para pedagang suku Jawa adalah sebagai bentuk penyesuaian ujaran bahasa Sunda terhadap lawan tuturnya yaitu para pembeli yang berasal dari Sunda.Kata Kunci: kontak bahasa, akomodasi bahasa, tuturan pedagang suku Jawa
STUDI KASUS AKUISISI BAHASA PADA ANAK USIA 4 TAHUN (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK) Rai Bagus Triadi
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 4, No 1 (2017): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.811 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v4i1.%p

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini akan menganalisis pemerolehan bahasa pada anak usia 4 tahun. Pemerolehan bahasa tersebut meliputi pada tataran fonologi, tataran sintaksis, dan tataran semantik. Pada tataran fonologi peneliti berupaya mendeskripsikan bentuk bunyi ujaran yang di produsiksi oleh subjek penelitian, selanjutnya pada tataran sintaksis peneliti berupaya mendeskripsikan jumlah kata dalam kalimat yang diproduksi serta membandingkan pola kalimat tersebut dengan pola sintaksis yang seharusnya. Terakhir peneliti berupaya mendeskripsikan kemampuan subjek penelitian dalam hal memaknai pembendaharaan kata yang sudah dikuasainya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan analisis kualitatif. Peneliti dalam penelitian ini menyajikan data dan analisis data sebenar-benarnya yang terjadi di lapangan, tanpa melakukan interferensi pada subjek penelitian. Berdasarkan analisis data dinyatakan pada tahap fonologi subjek penelitian berada pada tahap perkembangan. Hal ini terlihat pada penguasaan proses pembentukan bunyi vokoid tunggal dan kontoid tunggal, subjek penelitian relatif menguasai keseluruhan fonem tersebut. Pada proses pembentukan bunyi vokoid rangkap dan kontoid rangkap, subjek penelitian mengalami kesulitan. Hal tersebut terjadi dikarenakan alat artikulasi pada usia tersebut belum maksimal. Pemerolehan bahasa subjek penelitian pada tataran sintaksis dapat dinyatakan pada tahap normal. Tahap normal dapat terlihat pada perhitungan MLU (mean length of utterance) subjek penelitian sebesar 43, 3. Hasil tersebut dapat dikategorikan pada tahap X MLU (45+) pada usia +47 bulan. Berdasarkan perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan subjek penelitian dalam produksi kosakata bersifat baik. Sedangkan, pemerolehan bahasa subjek penelitian pada tataran semantik dapat dikatakan normal, karena subjek penelitian mampu memilih diksi yang baik sebagai penanda sebuah benda, kejadian, konsep, maupun gagasan yang subjek penelitian inginkan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti memberikan saran kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti lebih mendalam tentang bagaimana proses subjek penelitian memperoleh kosakata baru dan bagaimana subjek penelitian memproses kata-kata tersebut ke dalam sebuah konteks kalimat.Kata kunci: Studi kasus, pemerolehan bahasa, akusisi bahasa anak, kajian psikolinguistik.
PRONOMINA DALAM WACANA SURAT KABAR KOMPAS Sugiyo Sugiyo; Misbah Priagung Nursalim
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 4, No 1 (2017): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.192 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v4i1.%p

Abstract

AbstrakWacana merupakan satuan bahasa terlengkap yang dibentuk oleh paragraf. Dalam penyusunan wacana, pronomina sering digunakan khususnya oleh wartawan dalam penulisan di surat kabar. Penelitian ini secara khusus mengkaji pemakaian pronomina dalam wacana surat kabar Kompas. Tujuan utama dari penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan fungsi pronomina dalam wacana surat kabar Kompas, (2) mendeskripsikan peran pronomina dalam wacana surat kabar Kompas, dan (3) mendeskripsikan makna pronomina dalam wacana surat kabar Kompas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitiatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak. Data penelitian berupa wacana pada koran Kompas edisi April 2016 hingga Juli 2016 yang diambil secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) fungsi pronomina yaitu untuk menerangkan subjek utama, mengingatkan pembaca pada latar belakang subjek, dan memberi tahu pembaca mengenai objek; (2) peran pronomina yaitu sebagai pengganti subjek, sebagai pengganti objek, dan sebagai pengganti pelengkap; (3) pada analisis makna, pronomina bersinonim dengan nomina yang diwakilinya, fungsi utama pronomina yaitu untuk menggantikan nomina sehingga pronomina selalu bersinonim dengan nomina yang diwakilinya.Kata Kunci : Pronomina, Wacana, dan Surat Kabar Kompas

Page 1 of 1 | Total Record : 7