cover
Contact Name
Kencana Verawati
Contact Email
kencanaverawati@unj.ac.id
Phone
+6285273777599
Journal Mail Official
jurnallogistik@unj.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Jakarta Gedung L5 Lantai 2 Kampus A UNJ Jl Rawamangun Muka Jakarta Timur 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Logistik
ISSN : 20855141     EISSN : 27459624     DOI : -
Land Transport Management Port Transport Management Railway Transport Management Multimodal Transport Management Logistics Management Supply Chain Management Safety and Environmental of Transport
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2015): Logistik" : 6 Documents clear
Target Bongkar Kapal Petikemas Ocean Going Di Terminal III PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Tanjung Priok Henita Rahmayanti; Ardhiansyah Fariz Wicaksono
LOGISTIK Vol 8 No 1 (2015): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Target dalam kegiatan bongkar kapal merupakan salah satu dari beberapa faktor yang dapat menurunkan tingkat produktivitas dalam kegiatan bongkar di pelabuhan terutama Ocean Going di Terminal Operasi III PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) yang masih kurang efektif sehingga menyebabkan banyaknya waktu yang terbuang. Target pada Ocean Going di Terminal Operasi III dapat dikatakan belum maksimal dalam segi produktivitas Ocean Going seharusnya memiliki daya bongkar container yang lebih optimal dan saat ini kegiatan berikut masih memperlukan banyak waktu. Kurang efektifnya kegiatan bongkar yang terjadi karena faktor-faktor seperti kerusakan alat, cuaca, trucking dan sistem yang masih digunakan masih manual, dan berkurangnya tingkat kepercayaan si pengguna jasa. Oleh karena itu berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, dalam meningkatkan target penulis melakukan pengecekan alat sebelum maupun sesudah pemakaian alat dan bagian sistem harus efisien, agar dapat menghemat waktu dan tenaga petugas operasional Ocean Going di Terminal Operasi III
Analisis Perbandingan Biaya Truck Lossing (TL) Dengan Biaya Penumpukan Di PT. Daisy Mutiara Samudra Winoto Hadi; Andini Kartikasari
LOGISTIK Vol 8 No 1 (2015): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses bongkar muat terdapat 3 (tiga) tahapan yaitu, stevedoring, cargodoring dan receiving & delivery. Dalam proses bongkar muat melibatkan beberapa instansi seperti: Pelayaran, PBM, EMKL dan Bea Cukai. Dalam proses bongkar muat ada 2 jenis yaitu bongkar muat langsung ataum yang sering disebut truck lossing(TL)/ship side delivery dan bongkar muat tidak langsung (dari lapangan maupun gudang) atau penumpukan. Kedua jenis bongkar muat tersebut membutuhkan kerja sama yang baik antar pihak, namun untuk bongkar muat langsung (TL) membutuhkan kerja sama yang lebih agar tercapainya kelancaran proses TL tersebut.Dalam proses TL terdapat beberapa permasalahan yaitu antrian truck yang tidak beraturan di dalam lapangan sehingga menghambat kelancaran keluarnya barang, truck tidak tepat waktu dan juga jumlah truck yang tidak memadai. Hasil analisis serta pembahasan menunjukkan bahwa ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk meminimalisir permasalahan TL dan juga hasil analisis menunjukan biaya TL lebih rendah jika dibandingkan dengan biaya lapangan.
Optimalisasi Lapangan Penumpukan Terhadap Kegiatan Penanganan Petikemas Impor di PT. Mustika Alam Lestari Tjetjep Karsafman; Ibrahim Saleh Siman
LOGISTIK Vol 8 No 1 (2015): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebelum pelaksanaan kegiatan impor dilakukan, pihak perusahaan mempersiapkan lapangan penumpukannya yang terdiri dari: perencanaan dermaga, perencanaan bongkar petikemas dan perencanaan lapangan penumpukan. Dimana pada saat pelaksanaan tugasnya, faktor yang sering menjadi hambatan dalam menangani petikemas impor yaitu, minimnya kegiatan overbrengen oleh pengelola perusahaan, barang yang terkena larangan impor dari instansi terkait serta proses delivery yang tidak bisa di ukur dalam pengambilan petikemasnya oleh pemilik barang. Hasil analisa dari daily report dan YOR harian pada bulan januari 2014 dapat disimpulkan bahwa petikemas yang ditumpuk melebihi kapasitas yang ditentukan dan dapat dikatakan tidak optimal dalam memberikan pelayanan penanganan petikemas impor di PT. MAL. Untuk itu penulis memberikan berupa saran atau masukan yang mungkin dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi pihak yang berkepentingan. Adapun saran penulis yaitu, mengatur jadwal kedatangan kapal tujuan yang akan sandar di PT. MAL, Perusahaan harus memberikan biaya penumpukan yang tinggi agar proses pengeluaran petikemas impor dari terminal semakin lancar dan akan menjadi optimal bila yard occupancy rationya di bawah 65% atau setara dengan jumlah teus petikemasnya sebesar 1852 teus dalam kondisi setiap hari, diperlukan adanya penambahan kuota penumpukan untuk petikemas impor dengan menyewa lahan penumpukan kepada perusahaan lain serta barang yang terkena larangan impor, seharusnya dipindahkan ke tempat pemeriksaan terpadu CDC banda MTI, agar lapangan behandle dapat dijadikan sebagai tempat penumpukan petikemas impor
Peran Yard Planner dalam Mengoptimalkan Kelancaran Arus Petikemas di Lapangan Penumpukan Terminal Petikemas Koja (KSO TPK KOJA) Tjetjep Karsafman; Lutfi Ramadhan
LOGISTIK Vol 8 No 1 (2015): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perencanaan terhadap penumpukan petikemas KSO TPK Koja menggunakan sistem segregasi (pemisahan) untuk menumpuk petikemas ekspor. Dan segregasi tersebut berdasarkan atas kapal pengangkut, jenis petikemas, tujuan, dan kargo-nya. Sedangkan untuk petikemas impor TPK Koja menggunakan sistem sistem zero blok system, yaitu bahwa lapangan impor harus siap bebas untuk mengantisipasi penumpukan petikemas-petikemas yang akan datang berikutnya. Dan dalam memecahkan masalah penulis menggunakan 2 (dua) metode, yang pertama metode pengumpulan data berupa penelitian lapangan langsung (field research) dan penelitian data perpustakaan (library research). Sedangkan metode analisa data penulis menggunakan Statistik Deskriptif. Hasil daripada analisis serta pembahasan menunjukkan bahwa berdasarkan report activity per shift pada tanggal 1-7 mei 2014 yang telah di olah menjadi data arus petikemas/hari menunjukan ada beberapa hari dimana arus petikemas yang masuk ke lapangan penumpukan tidak begitu padat atau minim melakukan kegiatan ekspor dan impor, dan ada juga arus petikemas yang hanya arus petikemas impor maupun ekspor nya saja yang jauh lebih dominan, dan data tersebut juga menunjukan ada beberapa hari yang arus kedua nya begitu padat. Sebaiknya yard planner dalam mengatur perencanaan penumpukan petikemas harus rutin mengatur letak petikemas yang berada pada block yang padat untuk di pindahkan ke block-block yang kapasitasnya tidak begitu padat pada hari-hari yang minim daripada kegiatan, entah itu kegiatan ekspor maupun impor sehingga mobilitas daripada petikemas dilapangan penumpukan dapat terjaga saat menangani banyaknya arus petikemas dihari-hari yang lain atau guna menghadapi bersamaannya kedatangan arus petikemas ekspor dan impor
Masalah – Masalah yang Timbul dalam Menangani Kedatangan Kapal Asing yang Diageni oleh PT.Srijaya Segera Utama Nugroho Subroto; Andri Susanto
LOGISTIK Vol 8 No 1 (2015): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah – Masalah Yang Timbul Dalam Menangani Kedatangan Kapal Asing Yang Diageni Oleh PT. Srijaya Segara Utama. Karya tulis Tugas Akhir (TA), program D III Transportasi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta, Juni 2014. Kegiatan penelitian tugas akhir ini dilakukan selama melakukan kegiatan Praktek Kerja Lapangan di PT. Srijaya Segara Utama yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa keagenan. Untuk melakukan kegiatan operasional PT. Srijaya Segara Utama seringkali menemukan beberapa masalah yang menyebabkan terhambatnya kelancaran operasional. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui factor apa saja yang menyebabkan terhambatnya kelancaran kegiatan operasional. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa keterlambatan kedatangan kapal yang disebabkan oleh factor cuaca dan kerusakan mesin dapat menghambat kelancaran kegiatan operasional
Optimalisasi Rencana Kerja Terhadap Ketepatan Waktu Bongkat Muat di PBM PT. Diasy Mutiara Samudra Sungkono Ali; Muhammad Gunawan
LOGISTIK Vol 8 No 1 (2015): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan bongkar muat barang dari dan atau ke kapal meliputi kegiatan pembongkaran barang dari palka ke atas dermaga di lambung kapal atau sebaliknya (Stevedoring), kegiatan pemindahan barang dari dermaga dilambung kapal ke gudang lapangan penumpukan atau sebaliknya (cargo doring).Rencana Kerja yang baik akan sangat membantu dalam proses kegiatan bongkar muat karna dengan adanya rencana kerja pihak PBM dapat menentukan langkah kerja yang digunakan dalam kegitatan tersebut, selain itu pihak pemilik barang juga dapat mengetahui kapan barang/muatannya selesai dibongkar.Kegiatan kepelabuhanan adalah mata rantai yang tidak dapat terputus satu dan lainnya, seperti halnya PBM tidak dapat bekerja sendiri apalagi ketika terjadi kendala, koordinasi yang baik dengan pihak yang berkaitan seperti pihak agen pelayaran dalam suatu kegiatan bongkar muat sangat dibutuhkan karna dapat meminimalisir kendala teknis yang bisa saja terjadi dilapangan

Page 1 of 1 | Total Record : 6