cover
Contact Name
jurnalloakaltim
Contact Email
jurnalloakaltim@yahoo.com
Phone
+62541-250256
Journal Mail Official
jurnalloakaltim@yahoo.com
Editorial Address
Kantor Bahasa Kalimantan Timur Jalan Batu Cermin 25, Sempaja Utara Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan
ISSN : 1907073X     EISSN : 27148653     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal LOA adalah jurnal yang memublikasikan berbagai hasil penelitian dan kajian bidang bahasa dan sastra, baik bahasa/sastra Indonesia, bahasa/sastra daerah, bahasa/sastra asing, maupun pengajaran bahasa/sastra Indonesia. Setiap artikel yang diterbitkan di Loa akan melalui proses penelaahan oleh mitra bebestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Jurnal LOA diterbitkan oleh Kantor Bahasa Kalimantan Timur. Jurnal LOA terbit secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2019): LOA" : 11 Documents clear
PEMBENTUKAN CITRA NEGATIF CALON PRESIDEN JOKO WIDODO JELANG PEMILIHAN PRESIDEN 2019 Ali Kusno
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 14, No 2 (2019): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.086 KB) | DOI: 10.26499/loa.v14i2.1748

Abstract

AbstrakPenelitian tersebut merupakan penelitian pembentukan citra negatif pasangan calon presiden Jokowi Ma’ruf Amin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa dokumen. Beragam persepsi negatif yang disematkan kepada Jokowi. Berbagai serangan negatif tersebut sebagai bentuk perlawanan atas berbagai prediksi yang menyatakan bahwa pasangan calon presiden petahana Jokowi dan Ma’ruf Amin akan menjadi pemenang Pilpres 2019 mengalahkan pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno. Berbagai isu negatif disebarkan untuk menurunkan elektabilitas Jokowi Ma’ruf. Isu yang menyerang Jokowi pada Pilpres 2014 dan 2019 adalah Jokowi seorang PKI dan pembangunan infrastruktur yang hanya untuk kalangan berada. Jokowi mendapat serangan bahwa pro terhadap asing dan aseng. Pada masa kampanye Pilpres 2019, Jokowi banyak diserang dengan isu LGBT dan harga pangan yang naik. Apabila dicermati, penggunaan berbagai isu negatif tersebut terbukti mampu menggerus peta suara pasangan Jokowi-Ma’ruf. Hanya saja penggunaan berbagai isu negatif untuk menyerang pihak lain sangat berbahaya dan terbukti memecah belah masyarakat.Kata kunci: citra negatif, pilpres, Jokowi AbstractThe research was a research about the building of a negative image of presidential and vice presidential candidates, Jokowi-Ma’ruf Amin. About the building of a negative image of presidential and vice presidential candidates, Jokowi-Ma’ruf Amin uses descriptive qualitative research methods. Data and data sources used in this study are documents. Various negative images were pinned to Jokowi. These negative images are a form of resistance against various predictions stating that the incumbent presidential candidate and vice presidential candidate, Jokowi and Ma’ruf Amin, will be the winners of the 2019 presidential election defeating Prabowo and Sandiaga Uno. Various negative issues were spread to reduce the electability of Jokowi-Ma’ruf. The issues that bombarded Jokowi in 2014 and 2019 presidential Jokowi was accused of being too soft on foreigners and ‘aseng’. During the 2019 presidential election campaign, Jokowi was also attacked with the issues of LGBT and the rise of food prices. The use of various negative issues has proven to erode Jokowi-Ma'ruf’s electoral map. The imposition of various negative issues to attack other parties is very dangerous and is proven to disrupt the community.Keywords: negative image, presidential election, Jokowi
Daftar Isi, Pengantar Redaksi, Abstrak LOA, Volume 14, Desember 2019
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 14, No 2 (2019): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.912 KB)

Abstract

KETAKSAAN IDENTITAS GENDER DALAM CERPEN "SAYA DI MATA SEBAGIAN ORANG": ANALISIS TEORI QUEER Sarwo Ferdi Wibowo
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 14, No 2 (2019): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.3 KB) | DOI: 10.26499/loa.v14i2.1764

Abstract

AbstrakStudi tentang queer sedang berkembang pesat di dunia. Namun, dalam konteks Indonesia penelitian ini cenderung disalahpahami. Padahal dalam bidang sastra banyak karya sastra yang mengangkat persoalan yang dihadapi oleh kelompok ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi penulis Indonesia, khususnya Djenar Maesa Ayu dalam cerpen “Saya di Mata Sebagian Orang dalam mengangkat permasalahan queer di Indonesia. Metode yang akan digunakan adalah matriks heteroseksualitas dan teori queer Judith Butler sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen SdMSO melucuti nuansa gender dalam kata sebagai perlawanan terhadap wacana bentukan heteronormativitas dengan wacana yang mendenaturalisasinya. Strategi ini dimaksudkan untuk meredam resistansi dari sidang pembaca dalam lingkungan yang belum cukup kondusif untuk membicarakan teori queer. Berkaitan dengan cara kerja matriks heteroseksualitas, tokoh aku dalam cerpen ini mampu mengatasi tekanan psikologis yang dihadapi dari isu di sekitarnya berkat solidaritas antar anggota queer. Hukuman sosial berupa isu malah semakin menguatkan keyakinan akan identitas gendernya tersebut.Kata Kunci: ketaksaan gender, queer, Judith Butler, matriks heteroseksual. AbstractThe study of queer is developing rapidly in the world. However in Indonesian context, this study tend to missunderstood. Yet in literture field, there is many object that raise issues that this group face. This study aims to reveal Indonesia writer strategy’s, especially Djenar Maesa Ayu in Saya di Mata Sebagian Orang shortstory in order to discuss queer issues in Indonesia. Method that used is heterosexsuality matriks and  Judith Butler’s queer theory as analysis tools. The result shows that SdMSO remove gender nuance in words as a struggle against heteronormativity discourse with another discourse that denaturalized it. This strategi aims to drown out the reader resistence in environment that not conducive yet to discuss queer theory. Related to heterosexsuality matrix, the character in this shortstory be able to overcome psychological pressure that the character face thanks to queer intragroup solidarity. Social punishment like issues instead more empowering the character confidence to his/him gender identity.Keywords: gender ambiguity, queer, Judith Butler, heterosexual matrix.   
LOA, Volume 14, Nomor 2, Desember 2019 LOA COVER DEPAN
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 14, No 2 (2019): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2573.124 KB)

Abstract

KONSEP HIDUP DALAM LEKSIKON MASYARAKAT ADAT KASEPUHAN BANTEN KIDUL KECAMATAN CISOLOK KABUPATEN SUKABUMI (KAJIAN ETNOLINGUISTIK) 
 Dodik Murdiyanto Laksama Putra, Wakit Abdullah Rais, Suwardi
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 14, No 2 (2019): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.807 KB) | DOI: 10.26499/loa.v14i2.1839

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan klasifikasi kultural dan konsep hidup yang tercermin dari leksikon bahasa Sunda di masyarakat adat kasepuhan Banten Kidul. Tempat penelitian untuk mengambil objek kajian ini, yakni tiga Kampung Adat Kasepuhan yang mempunyai keistimewaan masih memegang teguh adat istiadat leluhurnya sejak lebih dari 650 tahun yang lalu, yaitu Kasepuhan Ciptagelar, Sinarresmi, dan Ciptamulya yang terletak di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Fokus penelitian ini terletak pada leksikon-leksikon politik (sistem kepengurusan adat), sistem kepercayaan, dan ritual (upacara menghargai leluhur) bahasa Sunda di Kasepuhan Ciptagelar, Sinarresmi, dan Ciptamulya dengan menggunakan kajian etnolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode observasi partisipatif sehingga pemeriksaan dokumentasi dan observasi secara langsung ditemukan peneliti lewat partisipasi aktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini melibatkan tiga komponen, yaitu sajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Klasifikasi leksikon bahasa Sunda yang ditemukan di Kasepuhan Ciptagelar, Sinarresmi, dan Ciptamulya berupa kata dan frasa yang berkategori nominal dan verbal. Klasifikasi leksikon bahasa Sunda yang ditemukan di Kasepuhan Ciptagelar, Kasepuhan Ciptamulya, dan Kasepuhan Sinarresmi Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi berupa kata dan frasa (nominal dan verbal) yang dikategorikan dalam tiga kategori yaitu politik (sistem kepengurusan adat), sistem kepercayaan, ritual (upacara menghargai leluhur). Leksikon-leksikon yang ditemukan dalam kategori politik (sistem kepengurusan adat) terdapat 14 leksikon, yaitu sesepuh girang, baris kolot, gandek, ema beurang, tukang bebersih (kemit), penghulu, bengkong, paraji, tukang moro, dukun, ngurus leuit, canoli, tukang dapur, dan tukang panday. Selanjutnya, leksikon-leksikon bahasa Sunda yang ditemukan dalam kategori sistem kepercayaan terdapat 15 leksikon, yaitu mupusti pare lain migusti, saiketan sabeungkutan, ngajaga leuweng, incu putu, leuweung kolot, leuweung titipan, leuweung sempalan, upacara (ngaseuk, mipit, nganyaran),  tatali paranti karuhun, tetekon, tilu sapamilu, dua sakarupa, hiji eta keneh, nyanghulu ka hukum, nunjang ka nagara, mufakat jeung balea, ucap lampah kalawan tekad, wedal, dan leuit. Terakhir adalah temuan leksikon bahasa Sunda yang dikategorikan ritual (upacara menghargai leluhur) data ditemukan sebanyak 13, antara lain ngaseuk, sapangjadian pare, sawenan, beberes mager, ngarawunan, mipit, nutu, ronggokan, nganyaran, tutup nyambut, turun nyambut, seren taun, dan beberes bengkong. Kata Kunci: kasepuhan, etnolinguistik, leksikon, bahasa Sunda   AbstractThis study aims to describe the cultural classification and life concepts that are reflected in the lexicon of Sundanese language in the indigenous people of Kasepuhan Banten Kidul. The location of the research to take the object are 3 Kasepuhan Customary Villages which have the privilege of still holding on to the customs of their ancestors since more than 650 years ago, namely Kasepuhan Ciptagelar, Sinarresmi, and Ciptamulya in Cisolok District, Sukabumi. The focus of this research lies in political lexicons (customary management systems), belief systems, and rituals (ceremonies honoring ancestors) in Sundanese language in those three Kasepuhan using ethnolinguistic studies. This study uses a participatory observation method so that the examination of documentation and observation is directly found by the researcher through active participation. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques in this study involved three components, namely data presentation, data reduction, and drawing conclusions. Sundanese lexicon classification found in Kasepuhan Ciptagelar, Sinarresmi, and Ciptamulya is in the form of words and phrases that are categorized nominal and verbal. Sundanese lexicon classifications found in Kasepuhan Ciptagelar, Kasepuhan Ciptamulya, and Kasepuhan Sinarresmi Cisolok District, Sukabumi Regency is in the form of words and phrases (nominal and verbal) are categorized in three categories, namely politics (traditional management system), trust systems, and rituals (ceremonies honoring ancestors). The lexicons found in the category of politics (traditional management system) are 14 lexicons, namely sesepuh girang, baris kolot, gandek, ema beurang, tukang bebersih (kemit), penghulu, bengkong, paraji, tukang moro, dukun, ngurus leuit, canoli, tukang dapur, and tukang panday. Furthermore, Sundanese lexicons found in the belief system category contained 15 lexicons, namely mupusti pare lain migusti, saiketan sabeungkutan, ngajaga leuweng, incu putu, leuweung kolot, leuweung titipan, leuweung sempalan, upacara (ngaseuk, mipit, nganyaran),  tatali paranti karuhun, tetekon, tilu sapamilu, dua sakarupa, hiji eta keneh, nyanghulu ka hukum, nunjang ka nagara, mufakat jeung balea, ucap lampah kalawan tekad, wedal, leuit. Finally, the findings of the Sundanese lexicon categorized as Rituals (ceremonies honoring  ancestors) as many as 13 data found namely ngaseuk, sapangjadian pare, sawenan, beberes mager, ngarawunan, mipit, nutu, ronggokan, nganyaran, tutup nyambut, turun nyambut, seren taun, and beberes bengkong. Keywords: kasepuhan, ethnolinguistics, lexicon, sundanese  
RESISTENSI TERHADAP PENYIMPANGAN KEKUASAAN DALAM TIGA CERPEN KALIMANTAN TIMUR Aquari Mustikawati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 14, No 2 (2019): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.491 KB) | DOI: 10.26499/loa.v14i2.1843

Abstract

 AbstrakPenelitian ini menunjukkan gambaran resistansi terhadap penyimpangan kekuasaan pemegang kekuasaan dalam tiga cerpen Kalimantan Timur, yaitu “Banjirkap”, “Poniran” dan “Kota ini telah Terjual”. Masalah yang difokuskan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk resistansi dan penyimpangan kekuasaan dalam tiga cerpen tersebut. Untuk memecahkan masalah dan mencapai tujuan digunakan metode kualitatif yang memperhatikan data alamiah sehingga penelitian dapat melibatkan sejumlah gejala sosial yang relevan, termasuk unsur-unsur kebudayaan. Dengan menggunakan teori resistansi Scott, tulisan ini menganalisis bentuk-bentuk penyimpangan kekuasaan yang memarginalkan masyarakat. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa tokoh di tiga cerita pendek tersebut melakukan resistansi terhadap penyimpangan kekuasaan yang berbentuk aksi penindasan terhadap masyarakat marginal. Berdasarkan pembahasan, penelitian ini menyimpulkan bahwa relasi kekuasaan adalah suatu bentuk legalitas untuk menindas masyarakat marginal.  Relasi kekuasaan tersebut merupakan suatu ikatan yang saling menguntungkan.  Kata kunci: resistansi, penyimpangan kekuasaan, gejala sosial, cerpen  AbstractThis study reveals of resistance to power deviations from power holders in three short stories in East Kalimantan, namely "Banjirkap", "Poniran" and "Kota ini telah Terjual". The problem of this research is focused on what is the form of resistance and power deviation in the three short stories.To solve problems and achieve goals, qualitative methods are used that concern about original data that's include of relevant social phenomena and cultural elements. Using Scott's resistance theory, this paper analyzes resistance to power deviations against marginal society. The results of the discussion show that the characters in the three short stories resist the power deviations by abusing their power as oppression against marginalized communities. Based on the discussion, this study concludes that power relations are a form of legality to oppress marginal communities, but are a mutually beneficial bond. Keywords: resistance, power deviation, social phenomenon, short storiesKeywords: resistance, power deviation, social phenomenon, short stories  
LOA, Volume 14, Nomor 2, Desember 2019 LOA COVER BELAKANG
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 14, No 2 (2019): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1460.477 KB)

Abstract

ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP BERITA SENANDUNG PILU ‘KARTINI KENDENG’ MENOLAK PABRIK SEMEN DALAM MEDIA ONLINE KOMPAS Eka Susylowati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 14, No 2 (2019): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1220.494 KB) | DOI: 10.26499/loa.v14i2.1725

Abstract

AbstrakTerjadi pro dan kontra terhadap pendirian pabrik semen di Pegunungan Kendeng, Rembang yang akan dibangun oleh PT. Semen Indonesia. Berita mengenai pendirian pabrik semen tersebut ramai dibicarakan di media massa, terutama di dunia maya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai struktur teks dalam berita senandung pilu kartini kendeng menolak pabrik semen, mendeskripsikan kognisi sosial, dan konteks sosial dalam berita senandung pilu kartini kendeng menolak pabrik semen. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks yang terdapat dalam media online kompas pada tanggal 14 April 2016. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, teknik simak dan catat. Data dianalisis berdasarkan AWK dengan model Teun A. Van Dijk. Dari hasil penelitian dapat ditunjukkan bahwa struktur teks dalam Senandung Pilu “Kartini Kendeng” Menolak Pabrik Semen dalam media online kompas menggambarkan pemerintah sebagai penguasa secara positif dan menggambarkan secara negatif kepada para petani sebagai pihak yang mengkritik terhadap pendirian pabrik semen di Pegunungan Kendeng. Kognisi sosial yang digambarkan dalam berita mengenai penolakan pabrik semen dapat diketahui dari jenis pengetahuan kebudayaan dan pengetahuan kelompok. Sedangkan analisis konteks sosial pemerintah masih memiliki kekuasaan dan akses serta terdapat pro dan kontra. dari masyarakat yang mendukung keputusan pemerintah untuk mendirikan pabrik semen di Pegunungan Kendeng.Kata kunci : analisis wacana kritis, berita, media online AbstractThere have been pros and cons to the establishment of a cement plant in the Kendeng Mountains, Rembang which will be built by PT. Semen Indonesia. News about the establishment of the cement factory was busy talking in the mass media, especially in cyberspace. The purpose of this study was to describe the structure of the text in the news humming Pilu Kartini Kendeng rejecting the cement factory, describing social cognition, and the social context in the news humming Pilu Kartini Kendeng rejecting the cement factory. The source of the data in this study is the text contained in Kompas online media on April 14, 2016. Data collection techniques were carried out with literature studies, techniques refer to and note. Data was analyzed based on AWK with the Teun A. Van Dijk model. From the results of the study it can be shown that the structure of the text in the Pilgrimage "Kartini Kendeng" Refusing the Cement Factory in Kompas online media portrays the government as a ruler in a positive and negative manner to the farmers as a critic of the establishment of a cement plant in the Kendeng Mountains. The social cognition depicted in the news regarding the refusal of the cement factory can be seen from the types of cultural knowledge and group knowledge. While the analysis of the social context of the government still has power and access and there are pros and cons from the community that support the government's decision to establish a cement plant in the Kendeng Mountains.Keywords: critical discourse analysis. news, online media 
ANALISIS PSIKOLOGI REMAJA DALAM ANTOLOGI KARYA SASTRA SUARA-SUARA BANGKU SEKOLAH Adek Dwi Oktaviantina
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 14, No 2 (2019): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.932 KB) | DOI: 10.26499/loa.v14i2.1818

Abstract

AbstrakAntologi Suara-Suara Bangku Sekolah adalah antologi hasil literasi sekolah melalui kegiatan Kantor Bahasa Banten bekerja sama dengan SMAN 5 Kota Cilegon. Cerpen dan puisi siswa SMAN 5 Kota Cilegon merupakan hasil karya literasi sastra yang memuat karya sesuai dengan psikologi remaja.  Rumusan masalah penelitian adalah  bagaimanakah analisis psikologi sastra dalam antologi karya sastra Suara-Suara Bangku Sekolah. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan psikologi remaja dalam Antologi karya sastra Suara-Suara Bangku Sekolah oleh SMAN 5 Cilegon. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori psikologi sastra. Hasil penelitian adalah puisi remaja dalam kumpulan puisi Suara-Suara Bangku Sekolah karya literasi SMAN 5 Kota Cilegon berisi tentang perkembangan psikologi remaja yang memiliki tema dan amanat berkaitan empati sosial, hubungan sosial, kasih sayang keluarga, refleksi diri, dan kepedulian sosial. Kelima tema tersebut menunjukkan bahwa siswa SMN 5 Kota Cilegon memiliki perkembangan psikologi remaja yang sesuai dengan perkembangan remaja seusia mereka yang  berkembang dengan baik.Kata kunci: puisi, psikologi sastra AbstractAnthology of School School Sounds by SMAN 5 Cilegon is the anthology of the results of school literacy through the Banten Language Office activities in collaboration with high schools. High school students' short stories and poems are literary works that contain works in accordance with adolescent psychology. The formulation of the research problem is how the analysis of literary psychology in the anthology of the works of the Suara Bangku Sekolah by SMAN 5 Cilegon. The purpose of this research is to describe adolescent psychology in the Anthology of the work of the Suara Bangku Sekolah by of SMAN 5 Cilegon. The method used is a qualitative method. The theory used is the theory of literary psychology. The results of the study are teenage poems in the collection of School Sounds by the students of SMAN 5 Cilegon literacy students, which contain the development of adolescent psychology that has themes and mandates relating to social empathy, social relationships, family love, self-reflection, and social care. The five themes show that students of SMAN 5 Cilegon have adolescent psychology development that is in accordance with the development of adolescents their age who are developing well. Password: poetry, psychology of literature 
NAMA PANGGILAN ATAU SAPAAN BERDASARKAN ANGGOTA KELUARGA YANG MENINGGAL DALAM BAHASA KENYAH LEPOQ JALAN DI DESA LUNG ANAI Nurul Masfufah
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 14, No 2 (2019): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.699 KB) | DOI: 10.26499/loa.v14i2.1746

Abstract

AbstractResearch on call names or greetings based on family members who died in the Kenyah Lepoq Jalan language is important as a form of documentation and cultural preservation. This study aims to describe the form and function of call names or greetings based on family members who died. Data collection techniques were obtained from informants through interviews with record and note techniques. Data analysis techniques in this study used descriptive analysis, namely the analysis of linguistic and sociolinguistic data. The data analysis model used is an interactive model analysis consisting of three components of analysis, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of research and discussion, the forms of call name or greeting based on the death of family members in Kenyah Lepoq Jalan are classified into three, namely  call names that are neutral (female and male), nicknames for female gender, and  call names for gender Male. The function of the use of these greetings, namely: (a) as the identity of the Kenyah Lepoq Jalan community, (b) to find out the status of the speech partner, (c) gender marker of the speech partner, (d) as a social interaction, and (e) as a control social.Keywords: call name, family who died, Kenyah Lepoq Jalan language AbstrakPenelitian mengenai nama panggilan atau sapaan berdasarkan anggota keluarga yang meninggal dalam bahasa Kenyah Lepoq Jalan ini penting dilakukan sebagai bentuk pendokumentasian dan pelestarian budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi nama panggilan atau sapaan berdasarkan anggota keluarga yang meninggal. Teknik pengumpulan data diperoleh dari informan melalui wawancara dengan teknik rekam dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, yaitu dengan analisis data linguistik dan sosiolinguistik. Adapun model analisis data yang digunakan, yaitu analisis model interaktif yang terdiri atas tiga komponen analisis, yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh bentuknama panggilan atau sapaan berdasarkan kematian anggota keluarga dalam bahasa Kenyah Lepoq Jalan diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu nama panggilan yang bersifat netral (perempuan dan laki-laki), nama panggilan untuk jenis kelamin perempuan, dan nama panggilan untuk jenis kelamin laki-laki. Adapun fungsi dari pemakaian sapaan tersebut, yaitu: (a) sebagai identitas dari masyarakat Kenyah Lepoq Jalan, (b) untuk mengetahui status mitra tutur, (c) penanda jenis kelamin mitra tutur, (d) sebagai interaksi sosial, dan (e) sebagai kontrol sosial.Kata kunci: nama panggilan, keluarga yang meninggal, bahasa Kenyah Lepoq Jalan

Page 1 of 2 | Total Record : 11