cover
Contact Name
Adhi Surya
Contact Email
J.Kacapuri@gmail.com
Phone
+6287782738533
Journal Mail Official
J.Kacapuri@gmail.com
Editorial Address
UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam kalimantan MAB Gd A lt 2, Jalan adhiyaksa No 2 Kayu Tangi Banjarmasin Kalsel-70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Kacapuri : Jurnal Keilmuan Teknik Sipil
ISSN : 25023179     EISSN : 26566001     DOI : 10.31602
JURNAL KACAPURI terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Diterbitkan oleh Program Studi (S-1) Teknik Sipil Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari. Redaksi menerima sumbangan artikel ilmiah dari para peneliti, pendidikan dan pemerhati masalah-masalah atau scope and focu
Articles 258 Documents
PEMANFAATAN BONGGOL JAGUNG SEBAGAI BAHAN TAMBAH DALAM CAMPURAN BETON Hermansyah Hermansyah; Teguh Dwi Jauhari Umar; Rasdiati Rasdiati
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2022): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v5i1.7266

Abstract

Para Engineer sebelumnya berupaya meningkatkan dan mengembangkan sumber daya untuk mendukung keberhasilan suatu konstruksi dalam segi teknologi konstruksi, metode perencanaan, dan komposisi bahan. Jumlah limbah bonggol jagung yang melimpah di kabupaten Sumbawa, tentunya perlu inovasi-inovasi baru untuk memaksimalkan limbah tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kuat tekan beton dengan penambahan abu bonggol jagung pada campuran beton. Acuan yang digunakan adalah SNI 03-2834-2000. Benda uji beton berbentuk silinder dengan 3 sampel di setiap variasinya. Pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari. Hasil kuat tekan yang didapatkan berdasarrkan variasi 0%, 0,1%, 0,2% dan 0,3% menunjukan angka kuat tekan sebesar 32,05 MPa, 36,48 MPa, 33,09 MPa dan 18,29 MPa pada umur pengujian beton 28 hari, kuat tekan tertinggi terdapat pada variasi 0,1% yaitu 36,48 MPa, ini disebabkan oleh sebaran abu bonggol jagung kesegala arah yang lebih baik atau merata sehingga menghasilkan beton yang lebih kedap, dan bila variasi semakin tinggi kebutuhan air yang digunakan semakin terbagi ke semua metrial dan mengasilkan nilai slump yang semakin rendah sehingga mengasilkan beton yang susah kedap atau akan mengasilkan beton yang berongga. Kata Kunci: Bongol Jagung, Bahan Tambah, Kuat Tekan
ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI UNTUK TANAMAN PADI DI DESA BERORA KECAMATAN LOPOK Mutia Wardani; Eti Kurniati
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2022): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v5i1.7565

Abstract

Wardani, Mutia. 2022. Analisis Kebutuhan Air Irigasi Untuk Tanaman Padi di Desa Berora Kecamatan Lopok. Skripsi, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknologi Lingkungan Dan Mineral, Universitas Teknologi Sumbawa. Pembimbing: Eti Kurniati, S.T., M.TDesa Berora merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, sehingga peran irigasi sangatlah penting. Kebutuhan air irigasi di Desa Berora selama kurang lebih 3 tahun terakhir tidak dapat terpenuhi secara optimal, terutama pada musim tanam kedua. Hal ini dikarenakan adanya pelanggaran kesepakatan pola tanam yang menyebabkan terjadinya kekurangan air, sehingga berdampak pada hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebutuhan air irigasi di Desa Berora. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode KP-01 (manual) dan software cropwat.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kebutuhan air irigasi pada muasim tanam I menggunakan metode KP-01 yaitu sebesar 2,169 l/dt/ha dan pada musim tanam II kebutuhan air irigasi sebesar 4,894 l/dt/ha sehingga total kebutuhan air irigasi pada perhitungan KP-01 (manual) adalah sebesar 7,063 l/dt/ha, sedangkan hasil perhitungan menggunakan softwarwe cropwat pada musim tanam I kebutuhan air irigasi sebesar1,2 l/dt/ha dan pada musim tanam II kebutuhan air irigasi sebesar 1,8l/dt/ha sehingga total kebutuhan air irigasi menggunakan software cropwat adalah sebesar 4 l/dt/ha. Kata Kunci: Kebutuhan Air, cropwat 8, KP-01, irigasi
CAMPURAN PERKERASAN ASPHALT TREATED BASE (ATB) DENGAN SPLIT SENDAWAR DAN PASIR PALU Syahrul Syahrul; Rahadi Rahadi
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2022): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v5i1.7227

Abstract

Cadangan material galian C disebagian wilayah Kutai Barat diperkirakan 6,01 juta ton,dengan luas wilayah  31.628,70 km2, pelaksanaan penelitian untuk mengetahui sifat penggunaan split sendawar pada campuran Asphatl Treated Base ATB. Pasir palu yang terletak di Sulawesi Tengah memiliki cadangan mateial yang diperkirakan 1601.730 Ha, dengan luas daerah 395,1 km2. pada penelitian ini untuk mengetahui sifak penggunaan pasir palu pada campuran Asphatl Treated Base ATB. Penelitian untuk mengetahui karakteristik volumetrik dan karakteristik Marshall yang terdiri dari parameter – parameter kepadatan (Density), Voids in the Mineral Aggregate (VMA), Voids In The Mix (VITM), Voids Filled With Asphalt (VFWA), stabilitas (Stability), kelelehan (Flow), dan Marshall Quotient (MQ), serta pengujian Marshall dan mengetahui nilai Indeks Perendaman (IP) atau kekuatan sisa. Hasil penelitian spilt memberikan data sifat fisik keausan 24,22 %, berat jenis bulk coarse aggregat 2,618 %, penyerapan  1,561 %,  berat jenis bulk medium aggregat 2,635 %, penyerapan 1,851 % berat jenis bulk fine aggregat 2,569 %, penyerapan 0,616 %, dan pasir memberikan data sifat fisik, berat jenis bulk 2,634, dan penyerapan 0,908 %, dan hasil pengujian karakteristik Marshall diperoleh kadar aspal optimum dari campuran perkerasan sebesar 6,500 % adapun nilai Indeks Perendaman sebesar 90,953 %. Kata kunci: Split Melak,Pasir Palu, Asphalt Treated Base (ATB),  stabilitas, kelelehan, Marshall Quotient
ANALISA TARIF ANGKUTAN BARANG ROUTE KOTA BANJARMASIN – AMUNTAI DENGAN METODE BIAYA OPERASI KENDARAAN Abdurrahman Abdurrahman; Susiladewi Susiladewi
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2022): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v5i2.9726

Abstract

Seiring dengan kebutuhan dan perkembangan ekonomi yang semakin meningkat, kebutuhan akan angkutan barang juga meningkat dengan konsekuensi logis yang akan terjadi pada angkutan barang yaitu meningkatnya nilai tambah harga suatu barang. Mengingat nilai finansial yang akan terjadi dalam pergerakan transportasi barang maka penentuan tarif angkutan barang sangat dominan sebagai faktor utama yang harus dipertimbangkan karena kebijakan tarif mempunyai dampak luas dalam aplikasi angkutan barang.Tarif adalah tingkat harga atau biaya yang dibayarkan oleh pengguna jasa angkutan barang per satuan trip, berat atau per satuan volume per kilometer. Tarif dimaksudkan untuk mendorong terciptanya penggunaan prasarana dan sarana perangkutan secara optimum dengan mempertimbangkan lintas yang bersangkutan.Dalam perhitungan biaya (tarif angkutan) barang menggunakan pendekatan. Biaya produksi kendaraan artinya tarif angkutan barang tersebut ditetapkan berdasarkan biaya operasional kendaraan ditambah dengan sejumlah presentase pengelolaan dan keuntungan yang diperkenankan studi kasus ini meninjau tarif angkutan barang khusus rute Banjarmasin – Amuntai sepanjang ± 200 km dengan angkutan darat. Dimana dalam kasus ini akibat tarif yang rendah menyebabkan kecenderungan pemilik jasa transportasi menambah jumlah muatan angkutan, maka salah satu dampak yang ditimbulkan terhadap prasarana jaringan jalan adalah tidak tercapainya umur rencana jalan sehingga biaya yang dikeluarkan untuk biaya konstruksi jalan yang ditimbulkan cukup besar, dampak lain yang ditimbulkan juga dampak keselamatan lalu lintas oleh karena itu penelitian mengenai tarif ini dirasa perlu dilakukan.Perhitungan tarif angkutan berdasarkan mengacu pada pedoman teknis penentuan tarif angkutan barang dan penumpang dari Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dengan tiga komponen dasar yaitu biaya kepemilikan, Biaya Tetap dan Biaya Operasional Kendaraan (BOK)
ANALISIS KINERJA ARMADA DAN TARIF BUS AKAP TRAYEK SURABAYA- YOGYAKARTA (Studi Kasus : PO Sumber Selamat) Vicky Dian Saputro; Hary Moetriono
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2022): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v5i2.9725

Abstract

Surabaya merupakan pusat transportasi darat, yakni pertemuan dari sejumlah jalan raya yang menghubungkan surabaya dengan kota-kota lainnya. Urbanisasi masyarakat Surabaya ke Yogyakarta pun tidak bisa dihindari, sebaliknya masyarakat Yogyakarta ke Surabaya sekarang banyak masyarakat yang ingin bekerja, dan bersekolah Dengan jarak Surabaya ke Yogyakarta sekitar 324,5 km pastinya memerlukan suatu alat transportasi yang layak agar bisa berpergian dengan nyaman dan aman, salah satu alternatifnya yaitu bus umum. Salah satunya PO Sumber Selamat mulai ada keluhan dari pengguna mengenai kinerja dan tarif sehingga mengakibatkan turunnya jumlah penumpang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja angkutan Bus Sumber Selamat pada trayek Surabaya-Yogyakarta dengan standar Direktorat Jendral Perhubungan Darat,2006Metode penelitian ini menggunakan SWOT dengan membagikan kuisoner kepada pengguna PO Sumber Selamat dan pengumpulan data primer (jumlah naik turun penumpang, load factor, waktu tempuh). Data dianalisis menggunakan program Microsoft Excel untuk kemudian hasilnya dibandingkan dengan indikator kinerja yang didasarkan pada standar Direktorat Jendral Perhubungan Darat,2006Hasil penelitian pada metode SWOT menggunakan strategi dengan terus melakukan peremajaan bus secara bertahap diharapkan akan dapat bersaing dengan competitor guna menarik minat masyarakat, mempunyai pelayanan yang baik dan profesional akan dapat mengurangi tingkat kecelakaan di jalan raya, jadwal keberangkatan yang lebih banyak dari kereta api akan sangat memudahkan masyarakat untuk melakukan perjalanan menggunakan bus. Untuk hasil penelitian dengan menggunakan pengumpulan data primer telah memenuhi standar load factor, kecepatan perjalanan, waktu perjalanan dan waktu pelayananan.
PENGEMBANGAN METODE ANALISA STRUKTUR PORTAL PENDEKATAN DISKRIT MENGGUNAKAN MATLAB Anis Aulia Ulfa; Karmila Achmad
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2022): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v5i2.9135

Abstract

Pilihan digitalisasi untuk penyelesaian analisa struktur didasarkan pada keunggulan tidak hanya penyelesaian yang cepat, tetapi juga akurasi, efektivitas, dan kemudahan penggunaan. Struktur statis tak tentu memiliki metode penyelesaian yang berbagai macam, seperti metode Cross, Takabeya dan Kani, yang dapat dikelompokkan ke dalam metode distribusi momen. Defleksi kemiringan, metode analog kolom adalah metode lain untuk menyelesaikan struktur statis tertentu dalam pendekatan yang berbeda. Konsep kekakuan pada metode diskrit  mulai diperkenalkan karena model struktur yang dimodelkan sebagai gabungan atau rakitan dari beberapa elemen. Salah satu bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk mendukung perhitungan analisis struktur adalah MATLAB. Mempertimbangkan masalah komputerisasi dan penggunaan bahan ajar, serta kebutuhan sumber daya manusia yang handal dalam sistem komputer, penelitian ini dilakukan dengan membandingkan analisa struktur pendekatan diskrit menggunakan program MATLAB dan membandingkan hasilnya berdasarkan SAP2000. Perbandingan kedua analisa tersebut membuktikan bahwa analisa menggunkan MATLAB dengan pendekatan diskrit dapat mendekati hasil analisa SAP2000. Penelitian ini memberikan alternatif metode analisa struktur portal (balok miring) menggunakan MATLAB dengan pendekatan diskrit yang dapat mempermudah mahasiswa dalam menganalisa struktur secara klasik (tanpa program analisa struktur seperti SAP2000).  Dengan adanya rumusan matriks pada MATLAB, dapat dikembangkan menjadi sebuah program perangkat lunak metode elemen hingga
STABILISASI TANAH GAMBUT MENGGUNAKAN PENAMBAHAN KAPUR DAN ABU SEKAM PADI DITINJAU TERHADAP NILAI KUAT TEKAN DAN KUAT GESER (STUDI KASUS: KECAMATAN SUNGAI TABUK, KABUPATEN BANJAR, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN) Akhmad Gazali; Robiatul Adawiyah; Muhammad Gunawan Perdana; Hairunisa Hairunisa; Ahmad Azhari Yuanda
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2022): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v5i2.9487

Abstract

Pembangunan konstruksi di atas tanah gambut sering menimbulkan berbagai masalah sehingga memerlukan perhatian khusus dalam analisis daya dukungnya. salah satu alternatif yang digunakan untuk memperbaiki daya dukung dan kualitas tanah ialah dengan stabilisasi. Stabilisasi merupakan usaha dalam memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah, yaitu dengan penambahan zar aditif berupa kapur dan abu sekam padi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kuat tekan dan kuat geser tanah gambut sebelum dan sesudah distabilisasi menggunakan kapur dan abu sekam padi serta pengaruh variasi waktu pemeraman terhadap nilai kuat tekan dan kuat geser. Penambahan kapur 10%, dan abu sekam padi 5%, 10%, 15%, dengan waktu pemeraman 0 hari, 4 hari, dan 7 hari. Tanah diambil dari Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Nilai kuat tekan bebas tertinggi terjadi pada campuran kapur 10% + abu sekam padi 15% dalam waktu pemeraman 7 hari pada titik 1 sebesar 1,786 kg/cm2 dan pada titik 2 sebesar 1,990 kg/cm2, sedangkan nilai kohesi tertinggi terjadi pada kadar campuran kapur 10% + sekam 15% dalam waktu pemeraman 7 hari sebesar 0,39 pada titik1 dan 0,35 pada titik 2, serta nilai sudut geser pada titik 1 sebesar 63,2o dan titik 2 sebesar 60,0o.
PENGARUH FLY ASH DAN AIR GAMBUT TERHADAP POROSITAS DAN KUAT TEKAN BETON POROUS DI KALIMANTAN SELATAN Eka Purnamasari; Robiatul Adawiyah; Tezar Aulia Rachman; Fathurrahman Fathurrahman; Febby Eleanor; Tedy Riansyah
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2022): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v5i2.9719

Abstract

Beton porous adalah suatu inovasi pada konstruksi perkerasan jalan yang memiliki konsep  ramah lingkungan, karena mempunyai rongga udara pada permukaan struktur betonnya yang berfungsi mengalirkan air dari permukaan kedalam tanah. Beton porous menghasilkan ruang-ruang kosong sebagai rongga udara sebesar 15%-25% dari total keseluruhan volumenya serta memiliki nilai slump yang mendekati nol. Menggunakan fly ash sebagai pengurangan semen dalam beton porous. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kuat tekan beton porous dan porositas beton porous. Pengujian dilakukan pada Laboratorium Struktur dan Bahan dan menggunakan metode SNI. Dari hasil penelitian didapatkan kuat  tekan karakteristik untuk beton porous perendaman air PDAM dengan fly ash 0% sebesar 20,391 MPa, beton porous dengan fly ash 15 % sebesar 22,170 MPa, dan beton porous dengan fly ash 30 % sebesar 4,479 MPa, sedangkan kuat tekan beton porous perendaman air gambut dengan fly ash  0 % sebesar 16,750 MPa, beton porous dengan  fly ash 15 % sebesar 14,740 MPa dan beton porous dengan fly ash 30 % sebesar 3,670 MPa. Nilai porositas beton 0% memiliki porositas yang sedang, 15 % fly ash memiliki porositas yang rendah dan 30 % fly ash memiliki porositas yang tinggi dari data yang lain.
PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP TINGKAT KECEPATAN RESAPAN PADA BIOPORI Kukuh Wisnuaji Widiatmoko; Faizal Mahmud
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2022): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v5i2.9440

Abstract

Salah satu upaya untuk menjaga fungsi dari air tanah agar terjaga adalah dengan membuat titik-titik resapan air agar menjadi tampungan sementara bagi air hujan. Lubang Resapan Biopori adalah salah satu teknologi sederhana yang merupakan solusi praktis dan mudah serta tidak memerlukan biaya yang besar, teknologi ini dipakai untuk mengurangi volume limpasan yang berlebih pada saluran saat terjadi hujan serta untuk membantu dalam peresapan air kedalam tanah. teknologi ini dipakai untuk untuk membantu dalam peresapan air kedalam tanah. Pada lokasi penelitian terdapat 2 jenis tanah yaitu tanah liat berlumpur dan tanah liat berpasir. Dari percobaan tersebut berdasarkan kedalaman pipa resapan yaitu 30 cm, 60 cm, dan 90 cm didapatkan hasil yaitu semakin dalam lubang resapan yang digunakan maka volume tampungannya semakin besar. Hal ini karena semakin dalam lubang resapan maka luasan penampang resapnya semakin besar sehingga semakin banyak juga daya resapnya, sedangkan waktu peresapan pada tanah liat berpasir lebih cepat dibandingkan dengan peresapan pada tanah liat berlumpur. Hal ini dikarenakan pori-pori tanah pada tanah liat berpasir cenderung lebih terbuka sehingga air dapat lebih cepat untuk meresap ke tanah.
ANALISIS KEMACETAN JALAN PADA SIMPANG TAK BERSINYAL (STUDI KASUS: SIMPANG LAKSAMANA BINTAN-BATAM) Muhamad Rafi Aswad; Aan Andriawan; Amanatullah Savitri
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2022): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember 2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v5i2.9723

Abstract

Kota yang berbentuk pulau ini memiliki sejumlah infrastruktur sarana dan prasarana nya yang cukup terbilang lebih maju dibanding kota lainnya yang berada di wilayah Kepulauan Riau. Kota Batam juga termasuk salah satu kota yang mempunyai kemacetan yang cukup parah, dikarenakan hal itu sering terjadi maka saat ini banyak akses jalan raya di sudut kota batam dilakukan perombakan atau pelebaran jalan. Gunanya adalah untuk mengurangi tingkat kemacetan yang dapat menghambat kegiatan yang ada di Batam. Penelitan dilakukan di jalan Laksamana Bintan pada kawasan tak bersinyal bengkong. Daerah tersebut merupakan salah satu tingkat kemacetan yang tinggi pada kota batam. Oleh karenanya hal itu menjadi perhatian besar untuk segera diminimalisir agar tidak terjadi di kemudian hari. Puncak kemacetan adalah pada jam sibuk pukul 17:00 – 18:00. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara survey langsung pada simpang tak bersinyal di ruas jalan Laksamana Bintan. Data yang dibutuhkan dalah data volume lalu lintas saat jam sibuk dan menghitung tingkat kebisingan. Dari hasil survei yang telah dilakukan oleh peneliti, diketahui bahwa waktu tempuh rata-rata kendaraan yang melakukan perlintasan pada simpang tersebut dipengaruhi jumlah lajur dan arus lalu lintas tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan dengan Pengolahan data dilakukan berdasarkan ketetapan dari Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI,1997). Dampak positif dari implementasi yang diterapkan pada ruas Jalan Laksamana Bintan tersebut dengan melakukan perbaikan persimpangan, pembersihan pedagang kaki lima dan parkir liar yaitu akan berkurangnya hambatan samping yang terjadi disekitar daerah tersebut yang membuat tidak adanya kemacetan.