cover
Contact Name
Adhi Surya
Contact Email
J.Kacapuri@gmail.com
Phone
+6287782738533
Journal Mail Official
J.Kacapuri@gmail.com
Editorial Address
UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam kalimantan MAB Gd A lt 2, Jalan adhiyaksa No 2 Kayu Tangi Banjarmasin Kalsel-70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Kacapuri : Jurnal Keilmuan Teknik Sipil
ISSN : 25023179     EISSN : 26566001     DOI : 10.31602
JURNAL KACAPURI terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Diterbitkan oleh Program Studi (S-1) Teknik Sipil Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari. Redaksi menerima sumbangan artikel ilmiah dari para peneliti, pendidikan dan pemerhati masalah-masalah atau scope and focu
Articles 258 Documents
EFEK KONDISI INISIAL KADAR AIR TERHADAP KADAR AIR OPTIMUM DAN KEPADATAN KERING MAKSIMUM PADA TANAH BUTIR HALUS TERKOMPAKSI Andrias Suhendra Nugraha
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2023): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i1.11660

Abstract

Kompaksi adalah proses pemadatan tanah dengan menggunakan energi mekanik yang dipengaruhi oleh modifikasi kadar air untuk meningkatkan kekuatan (strength) dari suatu tanah yang digunakan sebagai pavement subgrade. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pengaruh kondisi inisial dari kadar air terhadap kadar air optimum (OMC) dan kepadatan kering maksimum (MDD) dari tanah berbutir halus terkompaksi di laboratorium. Tanah uji yang digunakan pada penelitian ini berasal dari dua lokasi di Jawa Barat yaitu: area Lembang – Bandung dan area Gn. Salak – Bogor. Uji kompaksi menggunakan energi kompaksi standard Proctor yang mengacu pada standar ASTM D 698. Terdapat dua kondisi inisial untuk kadar air dari tanah uji yaitu; kondisi air dried dan kondisi natural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah Lembang maupun tanah Gn. Salak diklasifikasikan sebagai tanah berbutir halus dengan kadar air natural tinggi. Pada kondisi inisial kadar air air dried, walaupun memiliki perbedaan nilai OMC sebesar 15% (54% untuk tanah Lembang dan 39% untuk tanah Gn. Salak), tetapi nilai MDD untuk kedua tanah hampir sama yaitu 1.00 t/m3 untuk tanah Lembang dan 1.07 t/m3 untuk tanah Gn. Salak. Pada kondisi inisial kadar air natural, OMC dan MDD untuk tanah Lembang dan tanah Gn. Salak sulit untuk ditentukan karena tidak diperolehnya titik puncak dari kurva kompaksi.
PERENCANAAN PERKERASAN JALAN MALIJO DENGAN KONSTRUKSI DAUR ULANG DI KABUPATEN KOTAWARINGINBARAT Tahan Tarip
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2023): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i1.11804

Abstract

Sarana infrastruktur jalan memiliki peranan penting untuk menunjang kegiatan masyarakat di bidang ekonomi maupun kegiatan sosial lainnya. Ketersediaan jalan yang baik dan stabil sangat berpengaruh terhadap kelancaran arus lalu lintas. Jalan Malijo Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan jalan kabupaten yang memiliki lalu lintas harian yang tinggi karena sering kali dilewati kendaraan berat. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka metode yang dapat diterapkan yaitu metode perkerasan CTRB. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk mengetahui tebal perkerasan Jalan Malijo Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah, dengan menggunakan konstruksi Daur Ulang/CTRB. Dengan menggunakan data primer yang melakukan pengamatan langsung di lapangan yaitu data Lalu Lintas Harian Rata – rata (LHR) dan menggunakan data sekunder yaitu dara CBR dan Curah Hujan. Dari perhitungan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hasil desain menggunakan konstruksi CTRB dengan lapis permukaan lataston 9 cm, Lapis Penambahan Aggregat 15,5 cm, Lapis Pondasi Atas (CTRB) 20 cm, Lapis pondasi bawah 10 cm dengan nilai CBR tanah dasar rata – rata sebesar 5,33 % serta CBR karakteristik sebesar 4,8%.
ANALISIS VARIASI ABRASI AGREGAT KASAR UNTUK PENENTUAN NILAI KUAT TEKAN BETON NORMAL Oktafianus Aldo Suriawan; Hermansyah Hermansyah
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2023): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i1.11402

Abstract

Saat ini Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang pesat di Asia dalam pembangunan infrastruktur, Infrastruktur merupakan sarana penunjang dalam peningkatan kemajuan ekonomi. Semua infrastruktur tersebut membutuhkan material utama, salah satunya beton.Mutu kualitas beton dipengaruhi oleh kualitas agregat sebab apabila agregatnya tidak memenuhi persyaratan,maka sering terjadi kerusakan sebelum umur rencana. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji pengaruh kualitas material pembentuk beton dengan kuat tekannya, material pembentuk disini adalah agregat kasar yang ditinjau pengaruh dari variasi abrasi agregat kasar terhadap nilai kuat tekan beton. Perancangan campuran beton yang digunakan adalah metode SNI 2000. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil hubungan kuat tekan dengan variasi abrasi 20%, 22% dan 24% sebesar 24,79 Mpa, 28 Mpa dan 17,72 Mpa pada umur 38 hari. Nilai kuat tekan tertinggi terdapat pada variasi abrasi 22% sebesar 28 Mpa. Naik turun nilai kuat tekan beton disebakan karena beberapa faktor ,namun pada penelitian ini disebabkan oleh permukaan benda uji yang tidak rata dan juga karena tempat pengambilan agregat kasar yang berbeda-beda yang dimana ukuran agregat kasar pada setiap tempat pengambilan berbeda.
STUDI ANALISIS DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN PONDASI MINI PILE PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR DINAS SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN TAPIN Akhmad Gazali; Robiatul Adawiyah; Husna Nordina; Adhi Surya
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2023): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i1.11680

Abstract

Pondasi adalah struktur bagian bawah bangunan yang terletak di bawah permukaan tanah yang berfungsi untuk memikul beban bangunan di atasnya. Penelitian ini berlokasi di Kabupaten Tapin Pada Bangunan Kantor Dinas Satuan Polisi Pamong Praja. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar daya dukung pondasi mini pile dengan variasi dimensi menggunakan 2 metode, yaitu metode Meyerhoff dan metode Aoki de Alencar. Selain itu, juga untuk mengetahui punurunan dengan variasi dimensi tersebut menggunakan metode Paulus Davis. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode Meyerhoff diperoleh daya dukung pondasi mini pile yang paling efektif pada variasi dimensi 20 cm × 20 cm (S-1) sebesar Qu1 = 157,2 ton dan (S-2) sebesar Qu2 = 113,92 ton sedangkan penurunan yang paling kecil pada variasi dimensi 30 cm × 30 cm dengan nilai (S-1) sebesar S1 = 3,25 mm dan (S-2) sebesar   S2 = 4,36 mm.
PENGARUH PEMERAMAN DAN PERSENTASE ABU SEKAM PADI PADA STABILISASI LEMPUNG EKSPANSIF TERHADAP INDEKS PLASTISITAS DAN NILAI CBR Gati Sri Utami; Sufaryo Alvin; Mila Kusuma Wardani; Siti Choiriyah; Theresia MCA
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2023): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i1.10194

Abstract

Perbaikan tanah dengan metode stabilisasi pada tanah lempung ekspansif merupakan suatu hal penting yang harus dilakukan sebelum mendirikan suatu bangunan.  Tanah lempung ekspansif adalah tanah yang dapat mengalami kembang susut  ketika perubahan cuaca. Salah satu metode stabilisasi adalah dengan mencampur dengan bahan tambah yang mampu merubah sifat-sifat tanah secara kimiawi. Abu sekam padi mengandung silika dan material pozzolan yang merupakan hasil dari pembakaran kulit padi yang umumnya hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan. Tujuan dari pada penelitian ini adalah mengurangi sifat kembang susut dan menaikan daya dukung tanah. Perbaikan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mencampur stabilisasi dengan abu sekam padi 15%, 20% dan 25% dan lama pemeraman 3,7, dan14 hari. Penelitian dilakukan di laboratorium Mekanika Tanah ITATS,  meliputi analisa saringan, volumetri gravimetri, Atterberg limits, Standart Proctor Test dan California Bearing Ratio. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa penambahan abu sekam padi dan waktu pemeraman dapat menurunkan sifat kembang susut  serta menaikan daya dukung tanah berdasarkan nilai liquit limit, indeks plastisitan dan CBR. Setelah campuran 20% pemeraman 14 hari abu sekam padi dapat digunakan sebagai campuran stabilisasi tanah ekspansive, untuk   25%  dengan pemeraman 14 hari, nilai LL = 49,58%, IP = 16,52%  dan CBR =7,65%
STABILISASI TANAH DENGAN MENGGUNAKAN PASIR GUNUNG (STUDI KASUS : JALAN TAENO ATAS - WAIPOOT, KOTA AMBON) Wa Soraya; Abraham Kalalimbong; Mansye Ronal Ayal
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2023): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i1.10950

Abstract

Tanah yang daya dukungnya rendah akan menyebabkan kerusakan konstruksi jalan diatasnya, seperti permukaan jalan yang bergelombang dan keretakan pada konstruksi. Untuk menghindari kondisi ini, maka perlu dilakukan stabilisasi tanah. Salah satu bahan stabilisasi yang bisa digunakan adalah menggunakan campuran pasir. Telah banyak penelitian tentang stabilisasi tanah dengan menggunakan pasir, namun jenis pasir yang digunakan kebanyakan adalah pasir pantai dan pasir sungai. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait pemanfaatan pasir gunung untuk stabilisasi tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan pasir gunung terhadap nilai CBR untuk stabilisasi tanah jalan Taeno atas-Waipoot. Pada penelitian ini sampel tanah yang digunakan diambil pada ruas jalan Taeno atas – Waipoot tepatnya di wilayah Dusun Taeno atas, Kota Ambon sebanyak 8 titik. Pasir gunung yang digunakan diambil dari lokasi penambangan Dusun Wailete. Variasi campuran pasir gunung yang digunakan adalah 5%, 10% dan 15% dari berat campuran. Pengujian pendahuluan yang dilakukan adalah pengujian kadar air, analisa saringan, berat jenis, batas-batas atterberg, pemadatan (Standard proctor). Pengujian CBR yang dilakukan yaitu pengujian CBR tanpa rendaman. Dari rangkaian pengujian tersebut, terlihat bahwa nilai CBR mengalami peningkatan pada setiap persen penambahan pasir gunung. Pada penambahan persentase pasir gunung 15% memberikan peningkatan nilai CBR terbesar.Kata Kunci: Stabilisasi, Pasir gunung, Nilai CBR.
PENGARUH PENAMBAHAN ABU TERBANG (FLY ASH) SEBAGAI SUBTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU NORMAL 30 MPa Elia Anggarini; Dyah Pradhitya Hardiani
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2023): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i1.11559

Abstract

Banyaknya penggunaan beton dalam bidang konstruksi membuat upaya penciptaan mutu beton yang baik dan ekonomis. Salah satu upaya tersebut dengan memanfaatkan abu terbang (fly ash) sebagai pengganti sebagian semen pada beton. Berdasarkan itu dilakukan penelitian tentang Pengaruh Penambahan Abu Terbang (fly ash) Sebagai Subtitusi Semen Terhadap Kuat Tekan Beton Mutu Normal 30 MPa. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu persentase abu terbang (fly ash) dalam semen yaitu, 0%, 4% (V4), 8% (V8) dan 12% (V12). Sementara variable terikat dalam penelitian ini yaitu agregat lainnya seperti semen, agregat halus, agregat kasar, dan air. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Kuat tekan beton umur 28 hari pada campuran beton normal didapat sebesar 30,36 MPa, pada campuran V4 didapat sebesar 13,20 MPa, pada campuran V8 didapat sebesar 12,54 MPa, pada campuran V12 didapat sebesar 11,31 MPa, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan abu terbang (fly ash) kelas F sebagai pengganti sebagian semen tidak berhasil dilakukan untuk pencampuran beton normal mutu 30 MPa, dikarenakan fly ash kelas F yang digunakan pada penelitian ini kurang baik, hanya dapat digunakan untuk campuran beton mutu rendah saja dan sifatnya pun tidak seperti semen yang mengikat, hanya bersifat pozzolan, sehingga mempengaruhi terhadap kuat tekan beton.
ANALISIS HUBUNGAN VOLUME, KECEPATAN DAN KEPADATAN ARUS LALU LINTAS DENGAN MEMBANDINGKAN METODE GREENSHIELD DAN METODE GREENBERG (Studi Empiris Ruas Jalan Ahmad Yani Km 37 Kota Banjarbaru) Muhammad Gunawan Perdana; Adhi Surya
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2023): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i1.11684

Abstract

Jalan Ahmad Yani adalah jalan utama yang menjadi akses penghubung antar kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam hal ini perlu dilakukan analisis hubungan antara volume, kecepatan, dan kepadatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model yang tepat dengan ruas jalan Ahmad Yani Km. 37 berdasarkan Model Greenshields dan Model Greenberg. Hasil analisis arah Banjarbaru menuju Martapura menggunakan Metode Greenshield diperoleh Qmaks = 1811,03smp/jam, Vm = 27,86 km/jam, dan D = 65,00 smp/km. Sedangkan menggunakan Metode Greensberg diperoleh Qmaks = 2686,34 smp/jam, Vm = 15,00 km/jam, dan D = 200 smp/km. Arah Martapura menuju Banjarbaru menggunakan Metode Greenshield diperoleh Qmaks=1817,05 smp/jam, Vm = 30 km/jam, dan D = 65,00 smp/km. sedangkan menggunakan Metode Greensberg diperoleh Qmaks = 2326,65 smp/jam, Vm = 18,61 km/jam, dan D sebesar 125smp/km. Metode yang tepat adalah Metode Greenshields dengan nilai koefisien determinasi R =0,892. Tingkat pelayanan yang didapat pada ruas jalan tersebut berada pada level C
PENGARUH PENAMBAHAN ABU CANGKANG SAWIT DICAMPUR KAPUR TERHADAP STABILISASI TANAH LEMPUNG LUNAK DITINJAU NILAI KUAT TEKAN DAN GESER Gazali, Akhmad; Kurniawan, Muhammad
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2023): Vol 6, No 2 (2023 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i2.13147

Abstract

Stabilisasi tanah merupakan cara yang dilakukan untuk memperbaiki sifat tanah dengan menambahkan material lain atau secara mekanis sehingga memenuhi persyaratan kekuatan dan daya tahan tanah. Penelitian ini melakukan stabilisasi tanah dengan mencampurkan abu cangkang sawit dengan proporsi yang berbeda antaranya 4%, 6%, 8%, 10% dan kapur 12%. Dengan penelitian ini yang difokuskan pada uji kuat tekan dan uji kuat geser. Memperhatikan adanya pemberian ataupun pengontrolan terhadap kadar air yang terkandung pada tanah. Lantaran hal tersebut akan kuat tekan dan kuat geser pada tanah yang telah distabilisasikan dengan proporsi yang telah ditentukan. Dimana menunjukkan adanya hasil perbandingan yang terjadi terhadap kuat geser tanah asli sebelum dilakukkan stabilisasi dengan abu cangkang sawit dan kapur dengan nilai kohesi titik I c= 0,13 kg/cm² dan titik II c= 0,13 kg/cm². Kedua titik tersebut berjenis lempung sangat lunak. Sedangkan pada kuat geser paling optimal pada presentase abu cangkang sawit 8% dan kapur 12% dengam nilai kohesi titik I c= 0,26 kg/cm² dan titik II c= 0,28 kg/cm² kedua titik berjenis lempung lunak. Untuk nilai kuat tekan tanah asli sebelum menggunakan campuran abu cangkang sawit dan kapur adalah titik I qu= 0,850 kg/cm² dan titik II qu= 0,880 kg/cm². Kedua lokasi tersebut berjenis tanah sedang. Untuk tanah yang sudah dicampur menggunakan proporsi abu cangkang sawit 10% dan kapur 12%, pada titik I qu= 1,456 kg/cm² berjenis Tanah Kaku dan titik II qu= 1,421 kg/cm² berjenis Tanah Kaku. 
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH PLASTIK SEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA CAMPURAN ASPAL LAPIS AUS AC-WC (ASPHALT CONCRETE-WEARING COURSE) Gunawan Perdana, Muhammad; Abdurrahman, Abdurrahman; Wahyuni, Aulia Nur
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2023): Vol 6, No 2 (2023 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i2.13034

Abstract

Sampah plastik merupakan jenis sampah yang menjadi ancaman serius bagi lingkungan karena selain volumenya yang terus bertambah, limbah plastik juga merupakan jenis sampah yang sulit terurai melalui proses alam. Penelitian ini dilakukan guna mengurangi keberadaan sampah dan mengetahui bagaimana pengaruh  limbah plastik pada campuran aspal. Pengujian ini dilakukan di Laboratorium Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari. Variasi bahan tambah plastik yang digunakan adalah 3%, 6%, 9%, 12% dan 15% berjenis plastik PET (Polyethylene Terephthalate) dalam campuran aspal laston AC-WC. Metode yang digunakan adalah dengan pengujian Marshall. Terdapat pengujian berat jenis agregat kasar, agregat halus, filler dan pengujian aspal yang meliputi berat jenis aspal, penetrasi dan tiitk lembek aspal. Dari hasil penelitian maka didapat nilai kadar aspal optimum (KAO) pada campuran aspal laston AC-WC yaitu 5,75%. Dari hasil pengujian Marshall didapat nilai Stabilitas, Flow, Density, Marshall Quotient (MQ), VIM, VMA dan VFB pada setiap kadar plastik memenuhi spesifikasi campuran aspal laston AC-WC. Akan tetapi untuk VIM kadar plastik 15% tidak memenuhi spesifikasi campuran aspal laston AC-WC.