cover
Contact Name
agata iwan candra
Contact Email
iwan_candra@unik-kediri.ac.id
Phone
+62811308010
Journal Mail Official
iwan_candra@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Jl. Selomangleng 1 Gedung A no.110 - KEDIRI 64115 JAWA TIMUR - INDONESIA
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Sipil (JURMATEKS)
Published by Universitas Kadiri
ISSN : -     EISSN : 26217686     DOI : http://dx.doi.org/10.30737/jurmateks
Core Subject : Engineering,
JURMATEKS (Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil) diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas KADIRI untuk menampung hasil penelitian, tugas akhir maupun tugas proyek mahasiswa teknik sipil di lingkungan Universitas KADIRI.
Articles 313 Documents
EVALUASI PENGENDALIAN MUTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN OBYEK WISATA SEDUDO DI KABUPATEN NGANJUK Hari Prasetiawan; Ahmad Ridwan; Yosef Cahyo
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2019): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.392

Abstract

The supervisory consultant is one of the parties that play a very important role in quality control in construction work. The purpose of this study is to evaluate the performance and role of the supervisory consultant in controlling quality in construction work based on the results of the analysis and observations of weekly and monthly reports made by the supervisory consultant. The data analysis method used in this study is qualitative with comparative and implementation techniques, namely comparing the supervisory consultant's monthly report with Minister of Public Works Regulation No. 06 / PRT / M / 2008 2008 and Guidebook for Procedure for Reporting the Results of Building Supervision, Module - 5 Department of Public Works. The results of the analysis showed that the performance of the supervisory consultant was not optimal in terms of quality control because the supervisory consultant did not follow the reference or method in accordance with existing regulations. Factors less than optimal performance of consultants are influenced by various factors such as lack of labor, unfavorable weather so that it cannot be done overtime until night and the provision of material experiences extinction.Konsultan pengawas merupakan salah satu pihak yang sangat berperan pada pengendalian mutu dalam pekerjaan konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dari kinerja dan peranan konsultan pengawas dalam mengendalikan mutu pada pekerjaan konstruksi berdasarkan dari hasil analisa dan pengamatan laporan mingguan dan bulanan yang dibuat oleh konsultan pengawas. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini secara kualitatif dengan teknik komparasi dan implementasi yaitu membandingkan laporan bulanan konsultan pengawas dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 06/PRT/M/2008 tahun 2008 dan Buku panduan Tata cara Pelaporan Hasil Pengawasan Bangunan Gedung, Modul – 5 Departemen Pekerjaan Umum. Hasil analisis diperoleh bahwa kinerja konsultan pengawas kurang optimal dalam hal pengendalian mutu dikarenakan konsultan pengawas tidak mengikuti acuan atau metode sesuai dengan peraturan yang ada. Faktor kurang optimalnya kinerja konsultan dipengaruhi berbagai macam faktor seperti kurangnya tenaga kerja, cuaca yang kurang mendukung sehingga tidak dapat dilakukan lembur sampai malam hari dan penyediaan bahan-bahan material mengalami keterlamabatan.
STUDI PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KONSTRUKSI JALAN RAYA (MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA) PADA RUAS JALAN UMASUKAER DI KABUPATEN MALAKA Philipus Resato Nahak; Yosef Cahyo; Sigit Winarto
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2019): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.393

Abstract

The increase in traffic volume will cause a decrease in service due to decreased road capacity due to an increase in side constraints and due to the increase in traffic volume itself, which will ultimately cause the level of road saturation to increase. The situation occurred in the Umasukaer road section of the Malacca Regency. Therefore it is necessary to address improvements in the quality of the road in order to meet the feasibility of transportation facilities by taking into account the existing technical requirements. The results of planning found that through the 2015 LHR survey data with a prediction of an increase in traffic density of 6% per year, the LHR was obtained with a planned age of 7 years = 2540.7 vehicles/day/department and a 20-year plan life LHR = 5419.1 ked/day / major. The results of a gradual construction planning pavement study can be concluded that the planning model that has been designed is effective in strengthening road construction in accordance with existing technical requirements and efficient in terms of financing. The final results of gradual construction pavement thickness results are: Ashburton thickness (MS 744) = 8 cm, Ashburton (MS 744) = 13 cm, broken stone (CBR 100) = 20 cm, Sirtu (CBR 50) = 10 cm and CBR subgrade 5%. Pertambahan volume lalu lintas akan menyebabkan penurunan layanan diakibatkan menurunnya kapasitas jalan karena adanya peningkatan hambatan samping maupun karena beratambahnya volume lalu lintas itu sendiri yang pada akhirnya akan meyebabkan tingkat kejenuhan jalan meningkat. Keadaan tersebut terjadi ruas jalan Umasukaer Kabupaten Malaka, oleh karena itu perlu adanya penanganan perbaikan kualitas jalan agar memenuhi segi kelayakan sarana transportasi dengan memperhatikan syarat-syarat teknik yang ada. Hasil perencanaan didapatkan bahwa melalui data survey LHR tahun 2015 dengan prediksi peningkatan kepadatan lalu lintas sebesar 6% pertahun maka didapatkan LHR dengan umur rencana 7 tahun = 2540,7 kend/hr/jurusan dan LHR umur rencana 20 tahun = 5419,1 ked/hr/jurusan. Hasil studi perencanaan perkerasan konstruksi bertahap dapat diambil kesimpulan bahwa model perencaaan yang telah dirancang efektif dalam memperkerasa konstruksi jalan sesuai dengan syarat teknis yang ada serta efisien dalam hal pembiayaan. Hasil akhir tebal perkerasan konstruksi bertahap diperoleh hasil: Ketebalan Asbuton (MS 744) = 8 cm, Asbuton (MS 744) = 13 cm, batu pecah (CBR 100) = 20 cm, Sirtu (CBR 50) = 10 cm dan CBR tanah dasar 5%.
STUDI EXPERIMEN KUAT TEKAN BETON DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH KERAMIK DAN BATA MERAH Satria Febby Romaadhoni; Ahmad Ridwan; Sigit Winarto; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2019): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.394

Abstract

Normal concrete sample (1) has a compressive strength of 222.22 kg/cm, normal concrete (2) has a compressive strength of 242.933 kg/cm, concrete using a mixture of ceramic 21% and red brick 7% sample (1) has a compressive strength of 177.911 kg/cm, concrete using a mixture of 21% Ceramics and red brick 7% sample (2) has a compressive strength of 189.777 kg/cm, concrete using a mixture of 10% Ceramics and red brick 4% sample (1) has a compressive strength of 204.667 kg/cm, concrete which uses a mixture of 10% Ceramics and red brick 4% sample (2) has a compressive strength of 137,333 kg/cm. It shows that the compressive strength of concrete decreases from increasing the volume of ceramics because the ceramic surface cannot bind perfectly. The highest K-204,667 with a mixture of 10% ceramics and 4% red brick and 28-day-old concrete, while to reach the K-250, is very far away. Of the 6 samples, the average reached K-195,807.Sampel beton normal (1) memiliki kuat tekan 222,22 kg / cm, beton normal (2) memiliki kuat tekan 242.933 kg / cm, sampel beton menggunakan campuran keramik 21% dan bata merah sampel 7% (1) memiliki kuat tekan 177.911 kg / cm, sampel beton menggunakan campuran keramik 21% dan bata merah 7% (2) memiliki kuat tekan 189.777 kg / cm, sampel beton campuran 10% Keramik dan bata merah 4% (1) kuat tekan 204.667 kg / cm, sampel beton yang menggunakan campuran Keramik 10% dan sampel bata merah 4% (2) memiliki kuat tekan 137.333 kg / cm. Ini menunjukkan bahwa Kuat tekan beton semakin berkurang dari bertambahnya volume keramik, karena permukaan keramik tidak bisa mengikat dengan sempurna. K-204.667 tertinggi dengan campuran 10% keramik dan 4% bata merah serta beton berumur 28 hari, sedangkan untuk mencapai K-250 sangat jauh jauh. Dari 6 sampel tersebut rata-rata mencapai K-195.807.
PENELITIAN PENAMBAHAN BAHAN LIMBAH TETES TEBU DARI PABRIK GULA MERITJAN PADA CAMPURAN ASPAL BETON Nanda Ade Kurniawan; Sigit Winarto; Ahmad Ridwan
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2019): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.395

Abstract

Asphalt concrete as a material for road construction has long been known and used widely in road construction. Its use in Indonesia is increasing from year to year. This is because asphalt concrete has several advantages compared to other materials, including a relatively lower price than concrete, its ability to support high vehicle weight loads, and can be made from locally available materials and has good resistance to weather. The purpose of this study was to determine the effect of add sugarcane waste as a concrete asphalt mixture and look for out what percentage of the mixture of molasses waste on asphalt concrete to reach the optimum point. From the calculation of the addition of molasses to the concrete asphalt mixture with levels of 5%, 10%, and 15% yield Marshall Quotient (MQ), namely 395 kg / mm, 293 kg / mm, and 817 kg / mm. From these results, it can be concluded that the addition of molasses with a variation of 15% has an optimal result compared to 5%, 10% addition of molasses.Aspal beton sebagai bahan untuk konstruksi jalan sudah lama dikenal dan digunakan secara luas dalam pembuatan jalan. Penggunaannya pun di Indonesia dari tahun ke tahun makin meningkat. Hal ini disebabkan aspal beton mempunyai beberapa kelebihan dibanding dengan bahan-bahan lain, diantaranya harganya yang relatif lebih murah dibanding beton, kemampuannya dalam mendukung beban berat kendaraan yang tinggi dan dapat dibuat dari bahan-bahan lokal yang tersedia dan mempunyai ketahanan yang baik terhadap cuaca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan limbah tetes tebu sebagai bahan campuran pada aspal beton dan Mengetahui berapa persentase campuran limbah tetes tebu pada aspal beton agar mencapai titik optimum. Dari hasil perhitungan penambahan tetes tebu pada campuran aspal beton dengan kadar 5%, 10% dan 15% menghasilkan Marshall Quotient (MQ) yaitu antara lain 395 kg/mm, 293 kg/mm, dan 817 kg/mm. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan tetes tebu dengan variasi 15% memiliki hasil yang optimal dibandikan dengan 5%, 10% penambahan tetes tebu.
PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG GEDUNG KETAHANAN PANGAN NGANJUK Bagus Anggoro Wiratmoko; Sigit Winarto; Yosef Cahyo
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2019): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.396

Abstract

This study uses library research methods. sources used in planning in the form of primary data and secondary data. Where the data includes soil data, pile data, and load data. The theoretical basis used is a static theoretical basis according to Luciano Decourt based on SPT data using manual method calculations. From the results of the calculation it can be concluded that the results of loading on the 1st floor to 4th floor are 6218.6 tons. Dimesnsi and suitable pile foundation depth are: Type1 foundation: 3.6 m long, 3.6 m wide, 0.8 m high and 1 m deep. Type2 foundation: 3.6 m long, 5.4 m wide, 0.8 m high and 1 m deep. The importance of foundation reinforcement is 70089.8 kg. Stability of control: - Against rolling = 24,620 t / m2> 1.5 t / m2 -> Safe - Against shear = 9,156 t / m2> 1.5 t / m2 -> SafePenelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka. sumber yang digunakan dalam perencanaan berupa data primer dan data sekunder. Dimana data tersebut meliputi data tanah, data tiang pancang, dan data beban. Landasan teori yang digunakan adalah landasan teori statis menurut Luciano Decourt berdasarkan data SPT dengan menggunakan metode perhitungan manual. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa hasil pembebanan pada lantai 1 sampai lantai 4 sebesar 6.218,6 ton. Dimesnsi dan kedalaman pondasi tiang yang sesuai adalah: Pondasi tipe1: panjang 3,6 m, lebar 3,6 m, tinggi 0,8 m, dan dalam 1 m. Pondasi tipe 2: panjang 3,6 m, lebar 5,4 m, tinggi 0,8 m, dan dalam 1 m. Pentingnya perkuatan pondasi adalah 70089,8 kg. Kestabilan pengendalian: - Melawan rolling = 24.620 t / m2> 1,5 t / m2 -> Aman - Terhadap geser = 9,156 t / m2> 1,5 t / m2 -> Aman
ANALISIS PERENCANAAN OVERLAY PADA RUAS JALAN CRAKEN-NGULUNGKULON NAMBAK-NGULUNGKULON DENGAN BAHAN ACL PADA STA 0.00-13.345 KECAMATAN MUNJUNGAN KABUPATEN TRENGGALEK Wisnu Arganata; Arthur Daniel Limantara; Yosef Cahyo; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2019): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.404

Abstract

Nowadays, the development of road capacity and vehicle quantity and the lack of optimal traffic infrastructure operations are the main problems in the Nambak-Ngulungkulon Craken-Ngulungkulon road section. This road is the object of observation because the road is an integrated system of the Nambak-Ngulungkulon Craken-Ngulungkulon road network. It is necessary to analyze how the performance and the thickness of the flexible pavement layer needed. To analyze road performance and calculate pavement thickness, the writer uses the Bina Marga 2017 method with ACL material at STA 0.00 - 13,345. The results of the analysis and calculation for the geometric planning of the Nambak-Ngulungkulon  Craken-Ngulungkulon road section obtained the value of surface course with the 2017 Bina Marga method of 13 cm. Overlay work on the planning age is carried out in the 15 the year with an additional layer thickness with the Bina Marga 2017 method of 3 cm. And the traffic growth rate increased by 28.65% for 10 years y.a.d.Saat ini pengembangan kapasitas jalan dan kuantitas kendaraan dan kurangnya operasi infrastruktur lalu lintas yang optimal adalah masalah utama di ruas jalan Nambak-Ngulungkulon Craken-Ngulungkulon. Jalan ini adalah objek pengamatan karena jalan tersebut merupakan sistem yang terintegrasi dari jaringan jalan Nambak-Ngulungkulon Craken-Ngulungkulon. Perlu untuk menganalisis bagaimana kinerja dan ketebalan lapisan perkerasan lentur yang dibutuhkan. Untuk menganalisis kinerja jalan dan menghitung tebal perkerasan, penulis menggunakan metode Bina Marga 2017 dengan material ACL di STA 0,00 - 13,345. Hasil analisis dan perhitungan untuk perencanaan geometrik ruas jalan Nambak-Ngulungkulon Craken-Ngulungkulon diperoleh nilai permukaan jalan dengan metode Bina Marga 2017 13 cm. Pekerjaan overlay pada usia perencanaan dilakukan pada tahun ke-15 dengan tambahan ketebalan lapisan dengan metode Bina Marga 2017 3 cm. Dan tingkat pertumbuhan lalu lintas meningkat sebesar 28,65% selama 10 tahun y.a.d.
ANALISA PERENCANAAN SISTEM DRAINASE DALAM UPAYA PENANGGULANGAN BANJIR DI KECAMATAN GANDUSARI KABUPATEN TRENGGALEK Rizqi Dwi Prasetyo; Yosef Cahyo; Ahmad Ridwan
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2019): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.405

Abstract

In industrial areas or densely populated settlements, generally found channels that function besides to drain rainwater as well as to discharge domestic wastewater or dirty water from households. Drainage systems are often the main problem in the occurrence of flooding. It is necessary to analyze how their performance and resistance to flooding in the District of Gandusari, Trenggalek Regency. For analysis of drainage system planning in flood prevention efforts, the authors used the Van-Breun and Mononobe calculation methods to determine the number of incoming water discharge, the ideal dimension of the channel to accommodate the inlet discharge channel, and calculate the cost budget plan (RAB) of the builder. From the analysis, results obtained a cumulative discharge of rainwater, and dirty water entering the drainage amounted to 0.4695 m3 / sec. From the calculation, the ideal dimensions of the drainage can be obtained to be able to accommodate rainwater runoff and dirty water discharge using square channels, where the 1.5 m channel height is all added to the water level of 0.2 m and 0.7 m in width 500 m. While the budget plan for the construction costs is Rp. 794,048,000.00 -Di daerah industri atau pemukiman padat penduduk umumnya ditemukan saluran yang berfungsi selain untuk mengalirkan air hujan juga sekaligus untuk pembuangan air limbah domestik ataupun air kotor dari rumah tangga. System drainase sering menjadi pokok masalah dalam terjadinya banjir, maka perlu di Analisa bagaimana kinerjanya dan ketahanan terhadap banjir di Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek. Untuk analisis perencanaan sistem drainase dalam upaya penanggulangan banjir penulis menggunakan metode perhitungan Van-Breun dan Mononobe untuk mengetahui angka debit air yang masuk, dimensi ideal saluran untuk menampung saluran debit air masuk dan menghitung rencana anggaran biaya (RAB) pembangunanya. Dari hasil analisa didapatkan debit komulatif air hujan dan air kotor yang masuk ke drainase sebesar 0.4695 m3/detik. Dari perhitungan didapatkan dimensi saluran drainase yang ideal agar mampu menampung limpasan air hujan dan debit air kotor dengan menggunakan saluran berbentuk persegi, dimana tinggi saluran 1,5 m semuanya ditambahkan dengan tinggi jagaan air sebesar 0,2 m dan lebar 0,7 m dengan panjang 500 m. Sedangkan rencana Anggaran Biaya pembangunannya sebesar Rp. 794.048.000,00,-
PERENCANAAN PONDASI TIANG (Studi Kasus HOTEL MERDEKA TULUNGAGUNG) Rohmat Ilyas Kurniawan; Ahmad Ridwan; Sigit Winarto; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2019): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.406

Abstract

The foundation is a construction at the base of the building, which functions to transmit the load from the top of the building structure to the soil layer at the bottom. The pile type foundation is a foundation that is often planned in such conditions. Therefore it is necessary to calculate incorrectly in foundation planning. The method used is the method of description and observation. From the calculation results, the optimal foundation is obtained using a diameter of 40 cm with screw reinforcement D16 distance 125 with the content of 5 reinforcement. When calculating piles, it is better to use pile group control and lateral force control so that the planned foundation construction is able to support the planned load.Pondasi merupakan suatu konstruksi pada bagian dasar bangunan yang berfungsi meneruskan beban dari bagian atas struktur bangunan ke lapisan tanah yang berada di bagian bawahnya Pondasi jenis tiang merupakan pondasi yang sering kali direncakan pada kondisi yang demikian, maka dari itu perlu perhitungan yang tidak tepat pada perencanaan pondasi, metode yang digunakan ialah metode penjabaran dan pengamatan Dari hasil perhitungan, didapat pondasi yang optimal mengunakan diameter 40 cm dengan tulangan besi ulir D16 jarak 125 dengan isi 5 tulangan. Jika menghitung tiang pancang lebih baik menggunakan kontrol kelompok tiang serta kontrol gaya lateral agar konstruksi pondasi yang direncanakan mampu mundukung beban yang yang di rencanakan.
PENELITIAN PENAMBAHAN BAHAN BATU PADAS PADA CAMPURAN ASPAL BETON Supriadi Supriadi; Yosef Cahyo; Ahmad Ridwan; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2019): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.407

Abstract

Asphalt Concrete (Hotmix) is a mixture of coarse aggregate, fine aggregate and filler (Filler) with asphalt binder in high temperature conditions with the composition studied and regulated by technical specifications. In this study, asphalt concrete mixtures were given materials additional padas. This addition was carried out to study and determine the effect of padas on the asphalt concrete mixture with the addition of 5%, 10%, and 15%. Compressive strength specimens in the form of cylinders with a diameter of 10.09 cm and an average height of 7.8 cm. Testing is done after 2 days. Asphalt with the addition of 5% padas is better able to produce a better value of stability than others. The addition of padas rock produced a strong stability of 5% at 888.0747 kg, 10% at 598,199 kg, 15% at 441,6391 kg. To reach the optimum level, the mixture on concrete asphalt ranges < 5%Aspal Beton (Hotmix) adalah campuran agregat kasar, agregat halus, dan bahan pengisi (Filler) dengan bahan pengikat aspal dalam kondisi suhu tinggi (panas) dengan komposisi yang diteliti dan diatur oleh spesifikasi teknis.. Pada penelitian ini, campuran aspal beton diberi bahan tambahan batu padas. Penambahan ini dilakukan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh batu padas pada campuran aspal beton dengan penambahan 5%, 10%, dan 15%. Benda uji kuat tekan berupa silinder dengan diameter 10,09 cm dan  tinggi rata rata 7,8 cm. Pengujian dilakukan setelah 2 hari. Aspal dengan  penambahan batu padas 5% lebih mampu menghasilkan  nilai stabilitas yang lebih baik dari pada yang lainya. Penambahan batu padas menghasilakan  kuat stabilitas masing masing yaitu 5% sebesar 888.0747 kg, 10% sebesar 598.199 kg, 15% sebesar 441.6391 kg. Untuk mencapai kadar optimum maka campuran padas pada aspal beton berkisar antara < 5%
ANALISA KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL JALAN SIMPANG BRANGGAHAN NGADILUWIH KABUPATEN KEDIRI Aditiya Yayang Nurkafi; Yosef Cahyo; Sigit Winarto; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2019): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.408

Abstract

The development of transportation in the Kediri Regency has an impact on increasing people's daily activities in the transportation sector. So far, the Branggahan Ngadiluwih road section at the crossroads leading to the connecting bridge between Ngadiluwih sub-district and Mojo sub-district, at certain hours, there is often traffic activity due to road performance, which plays an important role in transportation activities. This study aims to determine: the value of capacity (C), degree of saturation (DS), the queue of opportunity (QP), and the value of traffic delay (DT) at the intersection. The method used is data collection based on the MKJI 1997. Based on the results of research and discussion of the performance of the Branggahan Ngadiluwih intersection, the value of the queuing opportunity is between 52.287% - 105.135%, the average value of the delay in traffic exceeds 15 sec / SMP, the value of degrees saturation exceeds the standard, namely 1.136. To reduce the delay that occurs at the intersection. That exceeds the maximum value (> 15 sec / SMP), it is necessary to install a parking restriction and stop at an approach where there is no shoulder for parking, and a traffic light is needed.Perkembangan transportasi dikabupaten kediri berdampak pada meningkatnya aktivitas keseharian masyarakat di bidang transportasi. Sejauh ini pada ruas jalan branggahan ngadiluwih di simpang jalan menuju jembatan penghubung antara kecamatan ngadiluwih dengan kecamatan mojo pada jam tertentu sering terjadi kesibukan lalu lintas karena kinerja jalan yang menjadi peranan penting dalam kegiatan transportasi. Penelitian ini bertujuan  mengetahui: nilai kapasitas (C), derajat kejenuhan (DS), antrian peluang (QP) serta nilai tundaan lalu lintas (DT) pada persimpangan tersebut. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data yang berpedoman pada MKJI 1997. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan kinerja simpang Branggahan Ngadiluwih memiliki nilai peluang antrian disimpang tersebut antara 52,287% - 105,135%, nilai tundaan pada lalu lintas rata-rata melebihi 15 det/smp, nilai derajat kejenuhan melebihi standart yaitu 1,136. Untuk menurunkan tundaan pada simpang yang melebihi nilai maksimum (>15 det/smp) besarnya perlu dipasang larangan parkir dan berhenti di pendekat yang tidak tersedia bahu untuk parkir serta perlu pemasangan lampu lalu lintas (Traffic Light).