cover
Contact Name
agata iwan candra
Contact Email
iwan_candra@unik-kediri.ac.id
Phone
+62811308010
Journal Mail Official
iwan_candra@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Jl. Selomangleng 1 Gedung A no.110 - KEDIRI 64115 JAWA TIMUR - INDONESIA
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Sipil (JURMATEKS)
Published by Universitas Kadiri
ISSN : -     EISSN : 26217686     DOI : http://dx.doi.org/10.30737/jurmateks
Core Subject : Engineering,
JURMATEKS (Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil) diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas KADIRI untuk menampung hasil penelitian, tugas akhir maupun tugas proyek mahasiswa teknik sipil di lingkungan Universitas KADIRI.
Articles 313 Documents
STUDY PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG JEMBATAN SEMBAYAT BARU II KECAMATAN MANYAR, KABUPATEN GRESIK Feri Febriantoro; Yosef Cahyo Setianto Purnomo; Ahmad Ridwan
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2018): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v1i1.147

Abstract

The foundation is a building medium that functions as a load bearer for the upper structure to the soil layer. The implementation method used for the first time is to carry out preparation activities, data collection, observation, data processing/planning of the bearing capacity of the pile based on Sondir data according to the literature of Ir. Sardjono and determine the bearing capacity of the pile and the axial bearing capacity based on the N-SPT data from the Meyerhof method. The analysis obtained from the study of the Sembayat Baru II Bridge project in Manyar District, Gresik Regency, is to use a Spun Pile with a diameter of 50 cm, which is able to withstand loads of up to 10572.66 KN. Based on the Converse-Labarre theory, the value of the efficiency coefficient (Ce) for solid sand is 0.7 (for S = Ø 3 - 6. Ø). After controlling the pile group on the planned pile group arrangement, the value was 0.7. Then the planned group arrangement (Safe). In the calculation of the value of lateral force control, according to Broms (1964), a theory is 4.69 more than the standard value (3), which can be declared Safe.Pondasi merupakan sebuah media bangunan yang berfungsi sebagai pemikul beban struktur atas menuju lapisan tanah. Metode pelaksanaan yang digunakan pertama kali adalah melakukan kegiatan persiapan, pengumpulan data, observasi, olah Data/Perencanaan daya dukung tiang berdasarkan Data Sondir sesuai literatur Ir. Sardjono dan menentukan kapasitas daya dukung tiang pancang beserta daya dukung aksial berdasarkan data N-SPT dari metode Meyerhof. Analisa yang diperoleh dari study proyek Jembatan Sembayat Baru II di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik adalah menggunakan Spun Pile dengan diameter 50 cm yang mampu menahan beban hingga 10572,66 kn. Berdasarkan teori Converse – Labarre harga koefisien efisiensi (Ce) untuk pasir padat adalah 0,7 (untuk S = Ø 3 – 6 . Ø). Setelah dilakukan kontrol kelompok tiang pada susunan kelompok tiang yang direncanakan didapatkan nilai sebesar 0,7. Maka susunan kelompok yang direncanakan (Aman). Pada perhitungan nilai kontrol gaya lateral menurut teori Broms (1964) yaitu 4,69 lebih dari nilai standard (3) yang dapat dinyatakan Aman.
PEMANFAATAN LIMBAH HASIL PEMBUATAN ANYAMAN BERBAHAN BAMBU SEBAGAI CAMPURAN STANDARD MIXDESIGN PAVING BLOCK Amanda Rizky Fauzy; Arthur Daniel Limantara; Yosef Cahyo Setianto Purnomo
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2018): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v1i1.161

Abstract

Exploitation of stone use as the main component of concrete needs to be reduced. The presence of alternative rough aggregate substitute in concrete mixture needs to be applied. This research aims for the optimum percentage of the percentage of value of the addition of waste fibre woven bamboo to achieve a strong press of minimum and magnitude of absorption percentage. This research was conducted in Civil Engineering Laboratory of Kadiri University using trial and error method, sample used in cube dimension 15 x 15 x 15 cm with 20 pieces with planned quality K-225 or 18.675 MPa. Comparison of percentage of based on rough aggregate volumes on the mix of paving blocks. Compessive strength test at 28 days. The results showed Compessive strength on the bamboo fiber variation 0%, 5%, 15% and 25% for 20.7 MPa, 17.6 MPa, 12.3 MPa and 9.9 MPa obtained the optimum fibre woven bamboo percentage of in accordance with minimum limit of strong standard press paving block 17 MPa by 7%. The absorption test results showed an increase that was directly proportional to the percentage of the variation of the addition with an average of 0.1%, 0.1%, 0.2% and 0.3%, with optimal absorption of 0.103%.Eksploitasi penggunaan batu sebagai komponen utama beton perlu direduksi. Adanya alternatif pengganti agregat kasar dalam campuran beton perlu diterapkan. Penelitian ini dilakukan untuk mencari nilai prosentase optimum penambahan serat limbah anyaman bambu agar mencapai kuat tekan minimal serta besarnya prosentase penyerapan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Kadiri menggunakan metode trial and error, sample yang digunakan berbentuk kubus dimensi 15 x 15 x 15 cm sebanyak 20 buah dengan mutu yang direncanakan K-225 atau 18,675 MPa. Perbandingan prosentase subtitusi berdasarkan volume agregat kasar pada campuran paving block. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan kuat tekan rata-rata pada variasi serat bambu 0%, 5%, 15% dan 25% sebesar 20,7 MPa, 17,6 MPa, 12,3 MPa dan 9,9 MPa sehingga didapatkan prosentase serat limbah anyaman bambu optimum sesuai batas minimal standar kuat tekan paving block 17 MPa sebesar 7%. Hasil uji absorpsi menunjukkan peningkatan yang berbanding lurus dengan prosentase variasi penambahan dengan rata-rata sebesar 0,1%, 0,1%, 0,2% dan 0,3%, dengan penyerapan optimum sebesar 0,103%.
EVALUASI KEKUATAN CONCBLOCK DENGAN AGREGAT HALUS DAN AGREGAT KASAR DARI TEMPURUNG KELAPA Agnes Yuanita Bintoro; Arthur Daniel Limantara; Sigit Winarto
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2018): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v1i1.162

Abstract

The growing era of the use of production waste can be processed into environmentally friendly materials. Therefore, by utilizing coconut shell waste for a concrete block mixture. The purpose of this study was to determine the compressive strength of the concrete from the addition of a mixture of fine aggregate and coarse aggregate from coconut shells. Concrete samples were tested at 28 days of concrete. For each variation is Variation 0% obtained a compressive strength of 18.5 MPa and absorption of concrete of 13.60%. The variation of 20% coconut shell and 15% shell powder obtained a compressive strength of 11.4 MPa and concrete absorption capacity of 11.69%. A variation of 25% coconut shell and 20% shell powder obtained a compressive strength of 7.6 MPa and concrete absorption capacity of 11.64%. A variation of 30% coconut shell and 25% shell powder obtained a compressive strength of 6.7 MPa and concrete absorption capacity of 10.17%. From these results, it can be seen that the concrete given a mixture of fine aggregate and coarse aggregate from coconut shell has decreased compressive strength and absorption capacity from normal concrete yields.Semakin berkembangnya zaman pemanfaatan limbah hasil produksi dapat diolah menjadi bahan yang ramah lingkungan. Oleh karena itu dengan memanfaatkan limbah tempurung kelapa untuk bahan campuran concblock. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kuat tekan beton dari penambahan campuran agregat halus dan agregat kasar dari tempurung kelapa. Sampel beton diuji pada umur beton 28 hari. Untuk setiap variasi adalah : Variasi 0% diperoleh kuat tekan sebesar 18,5 Mpa dan daya serap beton sebesar 13,60%. Variasi 20% tempurung kelapa dan 15% serbuk tempurung diperoleh kuat tekan sebesar 11,4 MPa dan daya serap beton sebesar 11,69%. Variasi 25% tempurung kelapa dan 20% serbuk tempurung diperoleh kuat tekan sebesar 7,6 MPa dan daya serap beton sebesar 11,64%. Variasi 30% tempurung kelapa dan 25% serbuk tempurung diperoleh kuat tekan sebesar 6,7 Mpa dan daya serap beton sebesar 10,17%. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa beton yang diberi campuran agregat halus dan agregat kasar dari tempurung kelapa mengalami penurunan kuat tekan dan daya serap dari hasil beton normalnya.
UJI LABORATORIUM PEMANFAATAN BIO ENZIM (BIOCONC) SEBAGAI PEREDUKSI SEMEN PADA BATA BETON MUTU A Much Mivtachul Amin; Arthur Daniel Limantara; Sigit Winarto
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2018): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v1i1.166

Abstract

Concrete has many classifications and characteristics, from low, medium to high-quality concrete. Along with the development of today's technology, many types of materials and mixtures are used. The added ingredients and mixtures include Superplasticizer, Fly Ash, Silica fume, and Bio Enzyme (Bioconc). In this study, using a mixture of K400 concrete work and the addition of Bio Enzyme (Bioconc) as a cement reduction was 500 ml / m³, and the variation of the cement reduction factor (R) was 0%, 5%, 10%, 20%, 30%. Test specimens were carried out at 7, 28, and 49 days with the parameters used were only compressive strength. From the results of the study showed the average value of concrete strength in 28 days for each variation was 5% (40,024 MPa), 10% (33,569 MPa), 20% (26,560 MPa), 30% (22,871 MPa). From the data of the average compressive strength of concrete in each variation obtained data that the value of concrete strength with an R-value of 11% is equal to the average compressive strength value of K400 (33.2 MPa). So it can be concluded that the addition of Bionconc as much as 500 ml / less can reduce cement by ± 11%. Beton memiliki banyak sekali klasifikasi dan karakteristik, dari beton mutu rendah, sedang sampai tinggi. Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini banyak sekali jenis bahan dan campuran yang digunkan. Bahan tambah dan campuran tersebut diantaranya Superplasticizer, Fly Ash, Silicafume dan Bio Enzim (Bioconc). Pada penelitian ini menggunakan job mix beton K400 dan dilakukan penambahan cairan Bio Enzim (Bioconc) sebagai pereduksi semen sebanyak 500 ml/m³ dan variasi factor reduksi semen (R) 0%,5%,10%,20%,30%. Jumlah benda uji pada masing-masing variasi di buat 6 benda uji berbentuk kubus 15x15x15 cm. pengujian benda uji tersebut dilakukan pada umur 7, 28, dan 49 hari dengan parameter yang digunakan adalah kuat tekan saja. Dari hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kuat beton dalam 28 hari disetiap variasi adalah 5% (40.024 Mpa),10% (33.569 Mpa), 20% (26,560 Mpa), 30% (22.871 Mpa). Dari data rata-rata kuat tekan beton dalam setiap variasi diperoleh data bahwa nilai kuat beton dengan nilai R 11% sama dengan nilai rata-rata kuat tekan K400 (33,2 Mpa). Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan Bionconc sebanyak 500 ml/m³ dapat mereduksi semen sebanyak ±11%.
ANALISA KEBUTUHAN RUANG PARKIR RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KOTA KEDIRI Eko Dany Trismanto; Ahmad Ridwan; Yosef Cahyo
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2018): JUNE
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v1i1.167

Abstract

Parking is one of the problems that is often encountered in terms of transportation, especially in the cause of congestion that is rampant in various big cities that are developing, as well as Indonesia. Parking is a phenomenon that affects the movement of vehicles when vehicles with high movement intensity will be obstructed by vehicles parked on the shoulder of the road, causing congestion, in connection with this, an evaluation of the parking needs at Bhayangkara was conducted. Kediri City Hospital was implemented. The method used is survey analysis. The highest volume for motor occurred on Saturday, August 5, 2017, with 978 units for a motor on Thursday, August 3, 2017, with 161 units. The parking space requirement based on the Z formula approach is smaller than the existing capacity. If the parking space requirement value is determined based on the Z formula, the parking space requirement value can still be served, so that the parking area capacity can be met. Perpakiran adalah salah satu masalah yang sering kali dijumpai dalam hal transportasi, terutama dalam penyebab kemacetan yang sedang merajalela di berbagai kota besar yang sedang berkembang, begitupun Indonesia. Perpakiran menjadi fenomena yang mempengaruhi pergerakan kendaraan disaat kendaraan-kendaraan yang mempunyai intensitas pergerakan yang begitu tinggi akan terhambat oleh kendaraan yang parkir dibahu jalan sehingga meyebabkan kemancetan, Sehubungan dengan adanya masalah tersebut, maka dilakukan evaluasi kebutuhan parkiran yang ada di Rumah sakit Bhayangkara Kota Kediri. Metode yang digunakan ialah analisa survei. Volume tertinggi untuk montor terjadi pada hari sabtu 5 Agustus 2017 sebanyak 978 unit untuk montor terjadi pada hari kamis 3 Agustus 2017 sebanyak 161 unit. Kebutuhan ruang parkir berdasarkan pendekatan rumus Z lebih kecil dari kapasitas yang ada. Apabila nilai kebutuhan ruang parkir ditetapkan berdasarkan rumus Z maka nilai kebutuhan ruang parkir masih dapat dilayani, sehingga kapasitas area parkir bisa terpenuhi.
STUDI PERENCANAAN JEMBATAN CUMPLENG DENGAN METODE PRATEKAN DI KEC. SLAHUNG KABUPATEN PONOROGO Adi Susanto; Yosef Cahyo; Sigit Winarto
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2018): OCTOBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v1i2.375

Abstract

In planning the Cumpleng Bridge in Slahung Sub-district, Ponorogo Regency with an overall span of 30 meters, the overall width of the bridge is 4.20 meters and the width of the pavement is 3.50 meters. Given the Cumpleng Bridge is one of several bridges in the Slahung District development project environment. This bridge has an important meaning as a link between Slahung Village and Galak Village, so it is expected to facilitate the flow of traffic and improve economic development and development in the area. In this planning study we use a prestressed method to calculate the calculation of the backrest and backrest poles, vehicle flooring, main girders and abutments / underbuildings. The results of this bridge planning include: planning the backrest, vehicle floor, main beam and transverse beam. Main beam using composite prestressed concrete post-tensioning method (post-tensioning with height, 1.10 meters, concrete quality (fc) 40 MPa, consisting of 2 tendons used type VSL type 12 with as many as 10 strand cables and other buildings using concrete regular boned).Dalam perencanaan Jembatan Cumpleng di Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo dengan bentang keseluruhan 30 meter, lebar keseluruhan jembatan 4,20 meter dan lebar perkerasan 3,50 meter. Mengingat Jembatan Cumpleng merupakan salah satu dari beberapa jembatan yang ada di lingkungan proyek pengembangan wilayah Kecamatan Slahung. Jembatan ini mempunyai arti yang penting sebagai penghubung antara Desa Slahung dan Desa Galak, sehingga diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas serta meningkatkan perkembangan perekonomian dan pembangunan di daerah. Pada studi perencanaan ini kami menggunakan metode pratekan untuk menghitung perhitungan sandaran dan tiang sandaran, lantai kendaraan, gelagar induk dan abutment/bangunan bawah. Hasil dari perencanaan jembatan ini meliputi : perencanaan tiang sandaran, lantai kendaraan, balok induk dan balok melintang. Balok induk menggunakan beton pratekan komposit metode pasca tarik (post-tensioning dengan tinggi, 1,10 meter, mutu beton (fc) 40 Mpa, terdiri 2 buah tendon dipakai jenis VSL tipe 12 dengan kabel untaian sebanyak 10 buah dan bangunan yang lain menggunakan beton bertulang biasa).
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS ASRAMA PUTRI DI UNIVERSITAS KADIRI Renaldi Oza Pubawa; Ahmad Ridwan; Yosef Cahyo Setianto Purnomo
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2018): OCTOBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v1i2.376

Abstract

In this superstructure planning, many methods can be used to calculate the moment, one of which is the ultimate moment calculation method, with reference to SK SNI 2847.2013. For pouring, images can be presented with AutoCAD software. The results of this plan are, for the roof and floor plates, a thickness of 100 mm and 120 mm is used with 12 mm of principal reinforcement and 8 mm of stirrups with a distance of 200 mm. For beam and sloof, they are used the same, namely 16 mm for the main reinforcement and 10 mm for the stirrup reinforcement with a distance of 200 mm for columns used 16 mm reinforcement and 12 mm stirrups with a distance of 200 mm. The load distribution for the roof floor is 20,640,924 kgm, because the assumption of the 1st to 6th-floor loading is the same, which is 23,233,644 kgm. The moment in this planning is 17,074,370 kgm on the plate, 342,733,875 kgm in the beam and 493,536,780 kgm. In the column, there is a moment that is large enough, with a value of 551,697,600 kgm. From the calculation of the earthquake load, the result is = 159843 (kNm).Dalam perencanaan struktur atas ini, banyak metode yang bisa dipakai untuk menghitung momen, salah satunya dengan metode perhitungan momen ultimit, dengan acuan SK SNI 2847,2013. Untuk penuangan gambar dapat disajikan dengan software AutoCAD. Hasil dari perencanaan ini adalah, untuk pelat atap dan lantai digunakan tebal 100 mm dan 120 mm dengan tulangan yang dipakai tulangan pokok 12 mm dan tulangan Sengkang 8 mm dengan jarak 200 mm. Untuk balok dan sloof digunakan sama, yaitu 16 mm untuk tulangan pokok dan 10 mm untuk tulangan Sengkang dengan jarak 200 mm. Untuk kolom digunakan tulangan 16 mm dan Sengkang 12 mm dengan jarak 200 mm. Distribusi beban untuk lantai atap sebesar 20.640,924 kgm, karena asumsi pembebanan lantai 1 ke 6 adalah sama, yaitu sebesear 23.233,644 kgm. Momen pada perencanaan ini adalah pada pelat terjadi sebesar 17.074,370 kgm, pada balok terjadi sebesar 342.733,875 kgm dan 493.536,780 kgm. Pada kolom timbul momen yang cukup besar, dengan nilai 551.697,600 kgm. Dari perhitungan beban gempa di dapatkan hasil  =  159843 (kNm).
PERENCANAAN CHECKDAM KALI NGASINAN KANAN DESA NOTOREJO KECAMATAN GONDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG Ahmad Nashirudin; Sigit Winarto; Sudjati Sudjati
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2018): OCTOBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v1i2.377

Abstract

Checkdam is a controlling building created because of the flow of water with a large enough sediment concentration, where the sediment comes from soil erosion in the upstream part of the river, to find out the analysis of hydrology, regarding its rainfall, analyze the flood discharge. With the form of a checkpoint in the village of Notorejo, it can prevent and reduce disasters due to the flow of sediments that are formulated in such a way that the river concerned can function normally and effectively in terms of two angles, namely flood control and river development. Rainfall based on calculation of log pearson type III on R20 is 100mm, and Flood Debit Plan 167 m3 / dt. The ability of the sediment capacity of 700,692 m3 / dt and the capacity of sediment capacity to remain 525,519. and able to withstand shear force and rolling stability, this discharge plan is useful for reducing sediment that enters the river salts and provides safety of surrounding agricultural areas due to erosion, stabilizes the riverbed, directs river flow and reduces the occurrence of breakdowns in bridge structures along the river flow mate. Checkdam adalah bangunan pengendali yang dibuat karena adanya aliran air dengan konsentrasi sediment yang cukup besar, dimana sedimen tersebut berasal dari erosi tanah pada bagian hulu sungai, Untuk mengetahui tinjauan analisa hidroliginya, mengenai curah hujannya, analisa debit banjirnya. Dengan di bentuknya cekdam di desa notorejo dapat mencegah dan mengurangi bencana akibat aliran sedimen yang dirumuskan sedemikian rupa sehingga sungai yang bersangkutan dapat berfungsi normal dan efektif di tinjau dari dua sudut yaitu pengendalian banjir dan pengembangan sungai. Curah hujan berdasarkan perhitungan log pearson type III pada R20 adalah 100mm, dan Debit Banjir Rencana 167 m3/dt. Kemampuan daya tampung sedimen 700.692 m3/dt dan kemampuan daya tampung sedimen tetap 525.519. dan mampu menahan stabilitas gaya geser dan guling,debit rencana ini bermanfaat untuk mengurangi sedimen yang masuk ke checkdam kali ngasinan dan memberikan pengamanan daerah pertanian di sekitar akibat erosi, menstabilkan dasar sungai, mengarahkan aliran sungai dan mengurangi timbulnya kerobohan pada struktur jembatan di sepanjang aliran sungai ngasinan.
PENELITIAN PENAMBAHAN BAHAN ADITIF KAPUR HIDRAT KAPUR PADAM SEBAGAI BAHAN PENGISI FILLER PADA CAMPURAN ASPAL BETON Candra Yulianto; Yosef Cahyo Setianto Purnomo; Ahmad Ridwan; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2018): OCTOBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v1i2.378

Abstract

In the construction of highways, people generally often use concrete asphalt as material for road construction. Asphalt concrete mix (Hotmix) usage in Indonesia from year to year is higher. The coefficient of production of asphalt concrete (hotmix) can be made from locally available materials and has good weather resistance. The purpose of this study is how to influence the addition of extinguished lime to the mixture on asphalt concrete (hotmix) and Know what percentage of the extinguished lime mixture to reach the optimum point of asphalt concrete. From the calculation results it can be concluded from the addition of 5%, 10%, and 15% in the stability value of 778 Kg, 645 Kg, 534 Kg; VIM of 8.17%, 7.51% and 6.85%; VMA of 19.87%, 18.55% and 17.73%; VFB of 58.88%, 56.61% and 54.35%; MQ of 297 Kg / mm, 230 Kg / mm, and 198 Kg / mm.Pada konstruksi jalan raya masyarakat umumnya sering menggunakan Aspal beton sebagai bahan pembuatan konstruksi jalan raya. campuran aspal beton(Hotmix) penggunaannya di Indonesia dari tahun ke tahun makin tinggi. Koefisien produksi aspal beton(hotmix) dapat dibuat dari bahan- bahan lokal yang tersedia dan memiliki ketahanan yang baik terhadap berbagai cuaca. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana pengaruh    penambahan  kapur padam pada bahan campuran  pada  aspal beton(hotmix)  dan Mengetahui  berapa persentase  campuran kapur padam untuk mencapai titik optimum aspal beton. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan dari penambahan 5%, 10%, dan 15% pada Nilai stabilitas sebesar 778 Kg, 645 Kg, 534 Kg; VIM sebesar 8.17%, 7.51%, dan 6.85%; VMA sebesar 19.87 %, 18.55 %, dan 17.73 %; VFB sebesar 58.88%, 56.61%, dan 54.35%; MQ sebesar 297 Kg/mm, 230 Kg/mm, dan 198 Kg/mm.
PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG PADA GEDUNG UNIVERSITAS TULUNGAGUNG Imam Mustofa; Sigit Winarto; Ahmad Ridwan
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2018): OCTOBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v1i2.379

Abstract

The foundation is an important part of the structure of the building. In particular, multi-storey buildings are now increasingly used, both private homes and public facilities. The foundation is the load bearing element of the column which then channels it to the hard soil layer. Piles are construction parts that are made of wood, concrete, steel or steel, which are used to carry surface loads to lower surface levels in the soil. The purpose of this final project is to be able to calculate / find out the load on the building, the dimensions and depth of the pile foundation, the need for reinforcement and the stability of the control to match the load borne. Pondasi merupakan salah satu bagian penting dalam struktur bangunan. Khususnya bangunan gedung bertingkat yang sekarang ini semakin banyak digunakan, baik rumah pribadi maupun fasilitas umum. Pondasi adalah elemen pemikul beban dari kolom yang kemudian menyalurkannya ke lapisan tanah keras. Tiang pancang adalah bagian – bagian konstruksi yang di buat dari kayu, beton, dana tau baja, yang digunakan untuk meneruskan beban – beban permukaan ke tingkat – tingkat permukaan yang lebih rendah di dalam masa tanah. Tujuan dari tugas akhir ini agar dapat menghitung/ mengetahui pembebanan pada bangunan, dimensi serta kedalaman pondasi tiang pancang, kebutuhan tulangan dan stabilitas kontrol agar sesuai dengan beban yang dipikul.