cover
Contact Name
agata iwan candra
Contact Email
iwan_candra@unik-kediri.ac.id
Phone
+62811308010
Journal Mail Official
iwan_candra@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Jl. Selomangleng 1 Gedung A no.110 - KEDIRI 64115 JAWA TIMUR - INDONESIA
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Sipil (JURMATEKS)
Published by Universitas Kadiri
ISSN : -     EISSN : 26217686     DOI : http://dx.doi.org/10.30737/jurmateks
Core Subject : Engineering,
JURMATEKS (Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil) diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas KADIRI untuk menampung hasil penelitian, tugas akhir maupun tugas proyek mahasiswa teknik sipil di lingkungan Universitas KADIRI.
Articles 313 Documents
Kuat Tekan Pelat Beton Menggunakan Pasir Wlingi dan Wiremesh Diameter 4 mm Meylinda Vricilia; Ahmad Ridwan; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2020): OCTOBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i2.1099

Abstract

Reinforced concrete is a combination of concrete and steel, where reinforcing steel provides tensile strength that concrete does not possess. Wlingi sand is sand that has a high level of silica. The function of silica to functional extender adds durability and anti-corrosion and anti-weathering properties. The purpose of this study is to find out the strong press, strong pull wire mesh, cracks, cracks, and faults and to find out if the test results can qualify as concrete plates—testing on test objects by the required SNI. The results showed that the compressive strength test value got an average value (28.38 Mpa), the wiremesh tensile strength test had average yield stress (393.42 Mpa), and tensile stress (569.30), and the seepage test were obtained the mean value (0.45%). The test for cracks and fractures obtained an average (1.72 Mpa) (2.18 Mpa). Test results showed wire mesh steel could be used as a concrete plate reinforcing because it has tensile voltage and melt voltage exceeding the minimum allowable limit of 390 Mpa and 240 Mpa.Beton bertulang adalah kombinasi antara beton dan baja, dimana baja tulangan memberikan kekuatan tarik yang tidak dimiliki beton. Pasir wlingi merupakan pasir yang memiliki kadar silika yang cukup tinggi, fungsi dari silika untuk ekstender fungsional menambah daya tahan dan sifat anti korosi serta anti pelapukan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat tekan, kuat tarik wiremesh, rembesan, retakan dan patahan dan untuk mengetahui apakah hasil pengujian dapat memenuhi syarat sebagai pelat beton. Pengujian pada benda uji sesuai dengan SNI yang disyaratkan. Pengujian dilakukan saat umur beton 28 hari dengan 3 benda uji berbentuk balok ukuran P×L×t=60×20×10(cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian kuat tekan didapat nilai rata-rata  (28,38 Mpa), pengujian kuat tarik wiremeshmemiliki nilai rata-rata tegangan leleh (393,42 Mpa) serta tegangan tarik (569,30), pada pengujian rembesan didapat nilai rata-rata (0,45%), pengujian  retakan  dan  patahan  didapat   rata-rata  (1,72 Mpa)(2,18 Mpa). Hasil pengujian menunjukkan baja wiremesh dapat  digunakan sebagai tulangan pelat  beton  karena  memiliki  tegangan  tarik  dan  tegangan leleh  melebihi batas minimum yang diijinkan yaitu 390 Mpa dan 240 Mpa.
Analisis Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pembangunan Gedung Kuliah Bersama Kampus C Unair Surabaya Yusiane Saraswati; Ahmad Ridwan; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2020): OCTOBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i2.1111

Abstract

Implementation of multi storey building construction projects is very prone of work accidents, so the application of Occupational Safety and Health must be strictly considered. This study purposes are to determine the most dominant occupational safety and health implementation measures and the level of implementation of occupational safety and health in the Shared Lecture Building Project Of Campus C Airlangga University Surabaya. This research uses quantitative descriptive method. The research populations are 150 workers, which include: security, workers, foremen, safety officer, project implementers and management staff. The sample was determined by the slovin technique with the results of 60 respondents. Data collection by distributing questionnaires to respondents. The results of data collection were tested for validity, realibility testing and statistical frequency analysts using IBM SPSS Statistics 25 software. In this study the most dominant results of the application of Occupational Safety and Health (K3) is checking the condition of PPE and the provision of PPE that is periodically complete with a value of 91.70%. The application level of Occupational Safety and Health (K3) in the Shared Lecture Building Project Of Campus C Airlangga University Surabaya has a percentage of 77.84%, so it can be classified in the VERY GOOD category. Pelaksanaan proyek konstruksi gedung bertingkat sangat rawan akan terjadinya kecelakaan kerja, sehingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja harus benar-benar diperhatikan. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui tindakan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang paling dominan dan tingkat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada proyek pembangunan Gedung Kuliah Bersama Kampus C UNAIR Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 150 tenaga kerja yang meliputi: satpam, pekerja, mandor, pelaksana K3, pelaksana proyek dan staff manajemen. Sampel ditentukan dengan teknik slovin dengan hasil 60 responden. Pengumpulan data dengan membagikan kuisoner kepada responden. Hasil pengumpulan data dilakukan uji validitas, uji reliabilitas dan analis frequensi statistic menggunakan software IBM SPSS Statistic 25. Pada penelitian ini di dapatkan hasil tindakan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang paling dominan adalah Pengecekan Kondisi APD dan Penyediaan APD yang lengkap secara berkala dengan nilai 91,70%. Tingkat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Proyek Pembangunan Gedung Kuliah Bersama Kampus C UNAIR memiliki prosentase 77,84 %, sehingga dapat di klasifikasikan dalam kategori SANGAT BAIK.
Beton Fc’ 21,7 Mpa Menggunakan Agregat Kasar Biji Genitri Muhammad Sulton Bahrudin; Agata Iwan Candra; Sigit Winarto
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2020): OCTOBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i2.1135

Abstract

Concrete in technological development has progressed very rapidly, so that it is able to open ideas in the use of organic materials as an alternative material for concrete. Genitri seeds are an organic material that can be used as an alternative to the building blocks of concrete. Genitri seeds have very good hardness and have a light volume weight so that they can reduce the large structure weight due to the weight of the concrete itself. The research method used in this study is an experimental method with genitri seeds as a mixture of coarse aggregate in concrete. This study aims to determine how much influence the compressive strength, slump value, volume weight, absorption, using a mixture of genitri seeds with a percentage of 5%, 10%, 15% of the weight of coarse aggregate. The results showed that the highest compressive strength was obtained by the addition of 5% genitri seeds, namely 20.75Mpa with an average slump value of 5.2. In the absorption test, the value of ¼ hour 0.040 1 hour 0.022 4 hours 0.006 24 hours 0.002 was obtained.Beton dalam perkembangan teknologi mengalami kemajuan yang sagat pesat, sehingga mampu membuka pemikiran dalam pemanfaatan material organik sebagai bahan alternatif penyusun beton. Biji genitri merupakan salah satu bahan organik yang dapat digunakan sebagai alternatif material penyusun beton. Biji genitri memiliki kekerasan yang sangat baik dan memiliki berat volume yang ringan sehingga dapat mengurangi berat struktur yang besar akibat beban dari berat beton itu sendiri. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan biji genitri sebagai bahan campuran agregat kasar pada beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh terhadap kuat tekan, nilai slump, berat volume, absorpsi, dengan menggunakan bahan campuran biji genitri dengan persentase 5%,10%,15% dari berat agregat kasar. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan tertinggi diperoleh dengan penambahan biji genitri sebesar 5% yaitu 20,75Mpa  dengan nilai slump rata-rata 5,2. Pada pengujian absorpsi diperoleh nilai ¼ jam 0,040 1 jam 0,022 4 jam 0,006 24 jam 0,002.
Penelitian Beton dengan Penambahan Abu Sekam Padi dan Limbah Keramik sebagai Substitusi Semen Olyndia Febrianita; Ahmad Ridwan; Yosef Cahyo Setianto Poernomo
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2020): OCTOBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i2.1138

Abstract

Concrete is a technology that continues to develop in the construction sector. Continues to increase in terms of cost. The need for materials to form concrete requires innovation in the use of concrete mixtures. One of them is using the innovation of rice husk ash and ceramic waste. These ingredients is held in the cement content, namely rice husk ash containing silica and ceramic waste containing alumina. The method used refers to the Indonesian National Standard with a cylindrical specimen measuring 15x30 cm tested at 28 days, and the planned quality is fc '14.5 Mpa. The research objective was to determine the compressive strength and slump value by adding a mixture of rice husk ash 3%, 6%, 9%, 12%, and ceramic waste 3% by weight of cement. The results showed that the slump value decreased with the lowest value of 13.5 cm. the results of the compressive strength of concrete with the addition of rice husk ash and ceramic waste have not achieved the planned quality. The average compressive strength that has the highest value is the addition of 9% rice husk ash with 9% ceramic waste, namely 6.53 Mpa.Beton merupakan salah satu teknologi yang terus berkembang di bidang konstruksi. Terus meningkat dari segi biaya, Kebutuhan bahan untuk membentuk beton membutuhkan inovasi dalam penggunaan campuran beton. Salah satunya dengan inovasi pemanfaatan abu sekam padi dan limbah keramik. Bahan tersebut tertahan di dalam kandungan semen yaitu abu sekam padi yang mengandung silika dan limbah keramik yang mengandung alumina. Metode yang digunakan mengacu pada Standar Nasional Indonesia dengan spesimen silinder berukuran 15x30 cm yang diuji pada 28 hari, dan kualitas yang direncanakan adalah fc '14 .5 Mpa. Tujuan penelitian untuk mengetahui kuat tekan dan nilai slump dengan menambahkan campuran abu sekam padi 3%, 6%, 9%, 12%,   dan   limbah   keramik   3%   dari   berat  semen.   Hasil Penelitian menunjukkan nilai slump mengalami penurunan dengan nilai terendah 13,5cm. Hasil kuat tekan beton dengan penambahan abu sekam padi dan limbah keramik belum mencapai kualitas yang direncanakan. Kuat tekan rata-rata yang memiliki nilai tertinggi adalah penambahan abu sekam 9% dengan limbah keramik 9% yaitu 6,53 Mpa
Studi Perencanaan Bangunan Atas Gedung Permata Indah di Desa Kedung Dowo Kabupaten Nganjuk Akbar Giynasiar Fatah; Ahmad Ridwan; Sigit Winarto
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2020): OCTOBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i2.1139

Abstract

Building construction is an object of a certain part of a building. Planning an earthquake-resistant building structure, one of the methods used is the Intermediate Moment Bearer Frame System (SRPMM). Based on SNI 03-1726-2012, SNI 03- 2847-2013, and SNI 1727-2013. In modeling made using SAP 2000 V20. The planning of the Permata Indah building, which is in Nganjuk Regency, is reviewed using static equivalent and response spectrum. The moment-bearing frame system is when the components and joints resist bending, shear, and axial forces. In this case, the moment-bearing frame system has a concept on the ductile portal structure system for joints or joints between columns and plastic beams. The calculated structural part is a floor plate that uses evenly distributed loads in trapezoidal loads and triangular loads; beam and column systems use concrete with analysis and calculation using the SAP 2000 V20 program. 9-D16 stirrup reinforcement Ø10-80, beam size 20cm x 25cm with main reinforcement 6-D16 stirrup Ø10-90, column size 30 cmx55 cm with main reinforcement 10- D16 stirrup 3 Ø10-110, practical column 15cm x 15cm 10 -D19 stirrup 3 Ø10-110, x and y-direction plate size Ø10-150 and Ø10-150. Konstruksi bangunan merupakan suatu obyek dari bagian tertentu dari suatu bangunan. Perencanaan struktur bangunan tahan gempa, salah satu metode yang digunakan adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Berdasarkan SNI 03-1726-2012, SNI 03-2847-2013, dan SNI 1727-2013. Dalam pemodelan dibuat dengan menggunakan SAP 2000 V20. Perencanaan gedung Permata Indah yang berada di Kabupaten Nganjuk ditinjau dengan menggunakan statik ekuivalen dan spektrum respon. Sistem rangka bantalan momen adalah ketika komponen dan sambungan menahan gaya lentur, geser, dan aksial. Dalam hal ini sistem rangka bantalan momen mempunyai konsep pada sistem struktur portal daktail untuk sambungan atau sambungan antar kolom dan balok plastik. Bagian struktural yang dihitung adalah pelat lantai yang menggunakan beban merata pada beban trapesium dan beban segitiga; Sistem balok dan kolom menggunakan beton dengan analisa dan perhitungan menggunakan program SAP 2000 V20. Tulangan sanggurdi 9-D16 Ø10-80, ukuran balok 20cm x 25cm dengan tulangan utama sanggurdi 6-D16 Ø10-90, ukuran kolom 30 cmx55 cm dengan tulangan utama sanggurdi 10-D16 3 Ø10- 110, kolom praktis 15cm x 15cm 10 -D19 sanggurdi 3 Ø10-110, pelat searah x dan y ukuran Ø10-150 dan Ø10-150.
Pengujian Kuat Tekan Pada Beton Dengan Penambahan Limbah Marmer Dan Serat Batang Pisang Leo Agusta Utama; Agata Iwan Candra; Ahmad Ridwan
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2020): OCTOBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i2.1150

Abstract

In the era of technological developments, concrete is one of the primary components of a construction that takes year to unfold. Thus  needs to be innovation of concrete making materials. These additional material are marble waste and banana rod fibers. Marble waste is a waste from the manufacture of ornamental stone whose waste can utilized for concrete making mixture materials. While banana rod are environmental waste that is not utilized properly. The aim of this study is to find out the effect of adding marble waste and banana stem fibers to the strong value of concrete press and slump, with a percentage of 10%, 20%, 30% of the rough aggregate weight. Strong press testing was carried out at 28 days concrete life with an initial quality of FC' 18.68 Mpa. The results showed that the highest press strength was obtained from the addition of marble waste and banana stem fiber at a percentage of 10% which is 17.94 Mpa. The conclusion of this study strongly press experienced a decrease from percentage 10%, 20%, 30% sequentially.Di era perkembangan teknologi, beton merupakan salah satu komponen utama dalam sebuah konstruksi yang dimana disetiap tahunnya mengalami perkembangan pesat. Dengan begitu perlu adanya  inovasi dari bahan pembuatan beton. Bahan tambahan tersebut merupakan limbah marmer dan serat batang pisang. Limbah marmer merupakan limbah dari pembuatan batu hias yang limbahnya mampu dimanfaatkan untuk bahan campuran pembuatan beton sedangkan serta batang pisang merupakan limbah lingkungan yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah marmer dan serat batang pisang terhadap nilai kuat tekan dan slump beton , dengan prosentase 10%, 20%, 30% dari berat agregat kasar. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur beton 28 hari dengan mutu awal fc’ 18,68 Mpa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan tekan tertinggi diperoleh dari penambahan limbah marmer dan serat batang pisang pada prosentase 10% yaitu 17,94 Mpa. Kesimpulan dari penelitian ini kuat tekan  mengalami penurunan dari prosentase 10%, 20%, 30% secara berurutan.
Pengaruh Kombinasi Renolith Terhadap Stabilitas Tanah Pada Jalan Demuk Pucanglaban Tulungagung Hermawan Hermawan; Agata Iwan Candra; Yosef Cahyo Setianto Poernomo
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2020): OCTOBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i2.1151

Abstract

The soil structure consists of several mineral composition elements, namely clay, sand, and other minerals, such as rocks. Montmorillonite soil structures are soil structures that are mostly clays inside their components. The nature of montmorillonite-type soils is prone to deflection when loading when there is a change in the level of water dehydration. In the preparation of the following final project, the author tries to correlate the effect of the Renolith combination on soil stability. Clay material is from the location of Jalan Demuk,Pucanglaban Village, Tulungagung Regency. The combination of additives used as a correlation of soil stability is Renolith, with 0% (original soil), 5%, 10%, 15%,and 20%. The test method used is the method of soil classification, soil consistency limits, and soil compaction. The test results show that the original soil structure has montmorillonite activity value. In testing specimens with variations in the maximum combination (20%) of soil structure material and Renolith, The original soil Proctor testing 6.72 gr/cm3 and after combined with 20% Renolith increased to 10.56 gr/cm3.Struktur tanah terdiri dari beberapa unsur mineral penyusunannya, yaitu lempung, pasir dan mineral lain seperti batuan. struktur tanah bersifat monmorillonite adalah struktur tanah yang sebagian besar terdapat lempung didalam komponennya. Sifat dari tanah berjenis montmorillonite mudah mengalami lendutan ketika dilakukan pembebanan saat terjadi perubahan tingkat dehidrasi air. Pada penelitian ini diteliti korelasi pengaruh kombinasi renolith terhadap stabilitas tanah. Material tanah lempung diambil dari lokasi Jalan Demuk, Desa Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung. Kombinasi bahan aditif yang digunakan sebagai korelasi stabilitas tanah adalah renolith dengan persentasejumlah 0%(tanah asli),5%,10%, 15%dan 20%.Metode pengujian yang digunakan adalah metode   pemadatan tanah. Hasilpengujian benda uji menunjukkan bahwa struktur tanah asli dikategorikan memiliki nilai aktivitas montmorillonite. Pada pengujian benda dengan variasi kombinasi maksimal (20%) bahan struktur tanah dan renolith, nilai proctor tanah asli 6,72 gr/cm3 dan setelah dikombinasikan dengan 20% renolith meningkat 10,56 gr/cm3.
Pemanfaatan Limbah Galvalum Sebagai Substitusi Aggregat Kasar Pada Jobmix Beton Muhammad Bahrudin; Agata Iwan Candra; Sigit Winarto
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2020): OCTOBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i2.1152

Abstract

Concrete is one of the construction materials that is widely used. Currently, variations in concrete are being studied. Galvalum waste has high tensile properties but is mild. Its lightweight properties are expected to reduce the weight of the concrete itself. The purpose of this study is to find out the value of strong press, absorption, weight type (E), degree of saturation (Sr), moisture content (Wc), and porosity of the addition of galvalume waste. The method used is a experimental method. Variations in galvalum waste substitution used are 50% and 100% of the aggregate weight is roughT the sample used in the form of a cylinder size of 15cm x 30 cm with the initial quality of fc' 18.67 Mpa. The results of the strong press test showed that the galvalum waste subtitution has not been able to exceed the initial quality of the plan. The highest test result was obtained at a percentage of 50% with a strong press score of FC' 17.94 Mpa. In the percentage, absorption test results are 0.010%, the weight of the type is 2325 kg / m3, the pore number is 0.00232%, the water content is 0.108%, and porosity is 0.00108%.Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang banyak dipergunakan. Saat ini, pengguanaan variasi pada beton sedang banyak diteliti. Limbah galvalum memiliki sifat tarik yang tinggi namun ringan. Sifatnya yang ringan diharapkan mampu mengurangi berat beton itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kuat tekan, absorpsi, berat jenis (Ɣ), angka pori (e),derajat kejenuhan (Sr), kadar air (Wc), dan porositas dari penambahan limbah galvalum. Metode yang digunakan merupakan metode eksperimen. Variasi pensubtitusi limbah galvalum yang digunakan yaitu 50% dan 100% dari berat agregat kasar. sampel yang digunakan berbentuk silinder ukuran 15cm x 30 cm dengan mutu awal fc’ 18.67 Mpa. Hasil uji kuat tekan menunjukkan bahwa subtitusi limbah galvalum belum mampu melebihi mutu awal rencana. Hasil uji tertinggi didapat pada prosentase 50% dengan nilai kuat tekan fc’ 17,94 Mpa. Pada prosentase tersebut, didapat hasil uji absropsi yaitu 0,010%,  berat jenis yaitu 2325 kg/m3, angka pori yaitu 0,00232%, kadar air yaitu 0,108% serta porositas yaitu 0,00108%. 
Studi Perencanaan Perkerasan Lentur Dan Rencana Anggaran Biaya (Pada Proyek Ruas Jalan Karangtalun – Kalidawir Kabupaten Tulungagung) Henny Prasetiyo; Yosef Cahyo Setianto Poernomo; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2020): OCTOBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i2.1187

Abstract

Road pavement is a major component in supporting the smooth running of land transportation so that it can be accessed comfortably and safely by road users. Road pavement, according to its type, is divided into three types, namely flexible pavement, rigid pavement, and composite pavement. On flexible pavements, there are several methods used to determine the thickness of the pavement in the initial plan. The method used as a reference is the 2017 Design Manual Method, and the calculation of the RAB refers to the Basic Unit Price Analysis in 2019. This study aims to obtain good quality flexible pavement but at a low cost in terms of the 2017 Design Manual method and analysis calculations and The price of the basic unit (RAB) in 2019. From the calculation of the pavement thickness of each layer, namely the top layer of 5 cm, the middle layer of 20 cm, and the bottom layer of 15 cm, it is known that the cost required to carry out the construction of the pavement is Rp. 73,342,707,500.00.Perkerasan jalan adalah komponen utama dalam menunjang lancarnya suatu transportasi darat, sehingga jalan dapat diakses dengan mudah, nyaman dan aman oleh pengguna jalan. Perkerasan jalan menurut jenisnya dibagi menjadi tiga yaitu perkerasan lentur, perkerasan kaku dan perkerasan komposit. Pada perkerasan lentur terdapat beberapa metode yang digunakan untuk menentukan tebal perkerasan perencanaan awal. Adapun metode yang dipakai sebagai acuan adalah Metode Manual Desain 2017 serta perhitungan RAB mengacu dengan Analisa Harga Satuan Dasar pada tahun 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan mutu perkerasan lentur yang baik tetapi dengan biaya yang murah ditinjau dari metode Manual Desain 2017 serta perhitungan Analisa Harga Satuan Dasar (RAB) pada tahun 2019. Dari hasil perhitungan tebal perkerasan masing-masing lapisan yaitu lapis atas 5 cm, lapis tengah 20 cm, dan lapis bawah 15 cm diketahui biaya yang diperlukan guna melaksanakan pembangunan perkerasan jalan tersebut sebesar Rp. 73.342.707.500,00.
Analisis Biaya Dan Jadwal Proyek Pembangunan Gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek Dengan Metode Earned Value Bagus Zakariyya; Ahmad Ridwan; Suwarno Suwarno
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2020): OCTOBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i2.1197

Abstract

The construction of the Trenggalek District Health Office Building is a large-scale construction project. Large-scale projects often have performance issues. It is necessary to control costs and schedules for the project to go according to plan. Research using the Earned Value Method aims to find out the performance index, estimate the cost and time of completion of the work. They thus obtained corrections that must be made to the progress of the project. The results of the study in the 12th week were Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS) amounting to Rp1,946,626,471.64, Budgeted Cost of Work Performed (BCWP) amounted to Rp1,319,204,394.05, Actual Cost of Work Performed (ACWP) of Rp1,181,554,085.52. Performance costs benefit; Cost Varian (CV) of Rp137,660,308.53 or Cost Performance Index (CPI) is worth 1,117>1. Schedule performance is delayed, Schedule Varian (SV) of -Rp627,422,077.59 or Schedule Performance Index (SPI) is worth 0.678<1. Estimate at Completion (EAC) of Rp3,483,730,479.63 benefited Rp405,885,332.51. Estimate All Schedule (EAS) for 29,707 weeks, slow 5,707 weeks.Pembangunan Gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek merupakan proyek konstruksi berskala besar.Pada proyek berskala besar sering terjadi permasalahan kinerja. Oleh karena itu perlu pengendalian biaya dan jadwal agar proyek berjalan sesuai rencana. Penelitian ini menggunakan Metode Earned Value dengan tujuan agar   dikeetahui indek kinerja, dan dapat memperkirakan biaya dan waktu penyelesaian pekerjaan, sehingga  diperoleh koreksi yang harus dilakukan untuk kemajuan proyek. Hasil penelitian pada minggu ke-12 adalah Budgeted Cost of Work Schedule (BCWS) sebesar Rp1.946.626.471,64, Budgeted Cost of Work Performed (BCWP) sebesar Rp1.319.204.394,05, Actual Cost of Work Performed (ACWP) sebesar Rp1.181.554.085,52. Kinerja biaya mendapat keuntungan, Cost Varian (CV) sebesar Rp137.660.308,53 atau Cost Performance Index (CPI) bernilai 1,117>1. Kinerja jadwal mengalami keterlambatan, Schedule Varian (SV) sebesar -Rp627.422.077,59 atau Schedule Performance Index (SPI) bernilai 0,678 < 1. Estimate at Completion (EAC) sebesar Rp3.483.730.479,63 mendapat keuntungan sebesar Rp405.885.332,51. Estimate All Schedule (EAS) selama 29,707 minggu, lambat 5,707 minggu.