cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 147 Documents
Search results for , issue "Juni" : 147 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF YANG MEMANFAATKAN PORTAL RUMAH BELAJAR DI SMP PESAT BOGOR Eni Susilawati
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.329 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.367

Abstract

Tahun 2016 dan 2017 merupakan tahun pertama dan kedua bagi SMP Pesat menerapkan rancangan model pembelajaran inovatif yang dikembangkan Pustekkom. Namun demikian, belum semua guru menerapkannya dalam pembelajaran. Intensitas penerapan model pembelajaran inovatif tersebut masih rendah. Oleh karena itu, perlu diobservasi dan dievaluasi penerapannya sebagai bahan masukan terhadap penyempurnaan model pembelajaran tersebut di tahun-tahun berikutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan penerapan model pembelajaran inovatif di SMP Pesat Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode analisis kuantitatif deskriptif. Subyek/Responden penelitian ini adalah semua guru SMP Pesat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pedoman observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) keterlaksanaan penerapan model pembelajaran inovatif melalui pemanfaatan Portal Rumah Belajar secara offline dan online di SMP Pesat Bogor; dan 2) dampak positif penerapan model pembelajaran inovatif dirasakan cukup besar bagi guru, terutama dalam meningkatkan kompetensi TIK-nya. Beberapa saran upaya peningkatan kualitas yang berkelanjutan (continuous quality improvement) dalam penerapan model pembelajaran ini antara lain adalah 1) peningkatan jumlah guru dan siswa yang terlibat dalam penerapan model pembelajaran; 2) peningkatan kualitas aplikasi Portal Rumah Belajar secara keseluruhan, baik dari sisi kemasan fitur, konten maupun media yang tersedia agar lebih mudah diakses dan dimanfaatkan guru dan siswa; 3) peningkatan kompetensi TIK guru; 4) peningkatan dukungan sarana prasarana TIK dan internet di sekolah; dan 5) kesiapan siswa dalam memanfaatkan Portal Rumah Belajar pada kegiatan pembelajaran di kelas. The years of 2016 and 2017 are the first and second years for Pesat Junior High School (SMP) in implementing innovative learning model designed by Pustekkom. However, not all teachers have implemented the model in their teaching-learning process. The implementation is still in low frequency. Therefore, it needs to be observed for the shake of better implementation in the following years. The objective of this research is to get insight on the implementation of innovative learning model in the Pesat Junior High School in Bogor. This research applies quantitative approach with descriptive quantitative method. The samples are all teachers in Pesat Junior High School. The data gathering is carried out through observation, interview, and questionnaire. The result shows that 1) the implementation of innovative learning model through the utilization of “Portal Rumah Belajar” (Portal House of Learning) offline as well as online in the Pesat Junior High School; and 2) positive impact of innovative learning model is fairly significant to the teachers, especially in term of their ICT competence improvement. Some recommendations for continuous quality improvement in this learning model implementation are such as the increasing number of teachers and students involved in this learning model implementation; improving the quality of Portal Rumah Belajar, in term of its features, content, as well as accessibility; improving teachers’ competence in ICT; increasing ICT infrastructure and internet at school; and improving the students’ readiness in utilizing Portal Rumah Belajar in their learning. 
MOBILE LEARNING SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN INOVATIF Bambang Warsita
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.154 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v14i1.452

Abstract

Mobile learning (m-learning) merupakan sebuah model pembelajaran yang mengadopsi perkembangan teknologi seluler dan perangkat handphone (HP) yang dimanfaatkan sebagai sebuah media pembelajaran. M-learning dikembangkan dengan format multimedia yang menyajikan teks, gambar, audio dan meminimalkan video dan animasi karena alasan keterbatasan content size agar mudah diakses melalui HP sehingga menjadi bahan belajar yang menarik dan mudah dipahami. M-learning merupakan model pembelajaran alternatif yang memiliki karakteristik tidak tergantung tempat dan waktu. Potensi dan prospek pengembangan mobile learning ke depan, sangat terbuka lebar mengingat kecenderungan masyarakat yang semakin dinamis dan mobile serta tuntutan kebutuhan pendidikan yang berkualitas dan beragam. Konsep pembelajaran tersebut di harapkan dapat mendorong terwujudnya suasana pembelajaran yang efektif dan inovatif sehingga dapat memotivasi semangat belajar peserta didik dan guru.
PENGAJARAN MATEMATIKA TERPADU DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU KERJA DI KELAS MIXED ABILITY Muhammad Iqbal
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1545.17 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v8i14.528

Abstract

Penulisan ini mencoba menawarkan suatu gagasan untuk mengatasi masalah esensial yang umumnya dihadapi oleh para guru mata pelajaran, khususnya Matematika baik di SD, SLTP maupun di SLTA, seperti: 1. Adanya penilaian negatif terhadap matematika. sebagai suatu mata pelajaran yang sulit, tidak aktual dan kurang menarik, sehingga para siswa kurang berminat atau bergairah untuk mempelajarinya. 2. Kenyataan menunjukkan bahwa siswa di suatu kelas di sekolah kita, umumnya heterogen atau mempunyai kemampuan intelektual yang bervariasi (Mixed Ability). Kenyataan-kenyataan tersebut jelas merupakan faktor penghambat usaha guru untuk mencapai hasil pengajaran yang maksimal. Dalam upaya menumbuhkan minat belajar siswa dan upaya pengembangan metode pengajaran matematika di kelas-kelas “mixed ability”, penulis memperkenalkan media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan (enjoyable), yaitu “KARTU KERJA”. Kartu kerja sebagai media pengajaranan alternatif memuat soal-soal / latihan matematika dalam tingkatantingkatan tertentu, seperti tingkat pengembangan, latihan/ penerapan, dan pengayaan untuk melayani semua siswa sesuai dengan tingkat kemampuan intelektualnya.an demikian, siswa dapat belajar secara mandiri (self Iearning), kemajuan belajarnya tidak terikat, maju secara berkelanjutan (independent) serta pemahaman konsep akan menjadi mantap karena merupkan hasil kerja mandiri melalui pendekatan induktif dan generalisasi. Berdasarkan hasil pengamatan empiris, terlihat adanya pengaruh dan perkembangan yang berarti terhadap siswa-siswa setelah menggunakan kartu kerja, seperti adanya kegairahan dan keaktifan siswa menyelesaikan sejumlah kartu kerja, kepuasan siswa yang berkemampuan lebih dapat menyelesaikan lebih banyak kartu, serta kepuasan siswa yang berkemampuan kurang/lemah setelah mendapat bimbingan individual dari guru mereka.
PERAN GURU DALAM PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DITINJAU DARI PRESPEKTIF PENDIDIKAN PROGRESIF nfn Hardjito
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.726 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v8i14.593

Abstract

Globalisasi menuntut tersedianya SDM yang mampu bersaing secara global, dan untuk itu pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas SDM kita. Depdiknas melalui serangkaian upayanya seperti pengesahan UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Penerapan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS), penerapan perguruan tinggi negeri sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN) pengembangan kurikulum berbnasis kompetensi (Kurikulum 2004) DAN LAIN sebagainya, yang kesemuanya itu dinmaksudkan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan tentu tak bisa dilepaskan dari peran guru, yang bertanggungjawab atas terselenggaranya suatu proses pembelajaran yang baik dan bisa dipertanggungjawabkan. Demikian pula dengan kemajuan teknologi yang berkembang secara pesat, maka peran media pembelajaran juga semakin penting guna memberikan alternative sumber belajar bagi peserta didik yang menurut konsep pendidikan progresif harus aktif belajar dengan pengalaman langsung dan dengan menggunakan berbagai sumber belajar, karena guru kini tidak lagi menjadi pusat kegiatan.
PERAN TEKNOLOGI MULTIMEDIA DALAM MENYAJIKAN KONSEP-KONSEP KIMIA PADA TINGKAT MAKROSKOPIS, MIKROSKOPIS, DAN SIMBOLIS Ida Ayu Anom Arsani
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.63 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v13i1.442

Abstract

Pemanfaatan teknologi multimedia dalam bidang pendidikan sangat menunjang efesiensi dan efektivitas proses belajar mengajar. Penggunaan multimedia dalam pendidikan dapat menggiring pebelajar ke dalam pengalaman multisensori untuk promosi belajar. Dalam bidang kimia, multimedia dimanfaatkan untuk menyajikan konsep-konsep kimia pada tingkat makroskopis, mikroskopis, dan simbolis. Multimedia dapat menjelaskan konsep-konsep abstrak melalui animasianimasi , sehingga, kimia yang dipandang oleh sebagian orang sebagai ilmu yang sulit dipahami, akan menjadi lebih mudah dipahami. Multimedia dapat mengkombinasikan suara, animasi, gambar, dan video secara bersamaan serta melibatkan semua panca inderanya dan mengembangkan gaya belajar yang disukainya. Salah satu hasil penelitian menemukan implikasi dari penggunaan multimedia dalam pembelajaran kimia yaitu mendorong pebelajar aktif, terorganisaasi, dan dapat mengintegrasikan informasi yang diperoleh untuk memahami konsepkonsep dan prinsip yang sulit serta dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
STRATEGI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI SEKOLAH Herry Widyastono Herry Widyastono
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.36 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.79

Abstract

diterima: 09 April 2013; dikembalikan untuk direvisi: 23 April 2013; disetujui: 02 Mei 2013Abstrak:Korupsi, terjadi di berbagai negara termasuk Indonesia, dan telah merasuk di berbagai sendi kehidupan. Upaya pemberantasan korupsi mulanya dilakukan dengan lebih mengandalkan jalur hukum , belakangan ini juga dilakukan melalui jalur pendidikan untuk melahirkan generasi bersih korupsi. Tujuan kajian ini adalah: memberikan gambaran strategi implementasi pendidikan antikorupsi di sekolah pada masa kini (masa penerapan Kurikulum 2006), danpada masa yang akan datang (masa penerapan Kurikulum 2013). Hasil kajian menyimpulkan bahwa strategi implementasi pendidikan antikorupsi di sekolah pada masa penerapan Kurikulum 2006 dilakukan melalui: penyelenggaraan manajemen berbasis sekolah yang transparan, profesional, dan akuntabel;penerapan strategi pembelajaran dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi ke dalam pembelajaran:mata pelajaran yang relevan,muatan lokal, danpengembangan diri, karena nilai-nilai antikorupsi belum terakomodasi secara eksplisit dalam Kurikulum 2006; danpartisipasi masyarakat dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Sedangkan strategi implementasi pendidikan antikorupsi di sekolah pada masa penerapan Kurikulum 2013 dapat dilakukan melalui:penyelenggaraan manajemen berbasis sekolah yang transparan, profesional, dan akuntabel,implementasi Kurikulum 2013 secara efektif, karena nilai-nilai antikorupsi sudah terakomodasi secara eksplisit dalam Kurikulum 2013, danpartisipasi masyarakat dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Kata kunci: pendidikan antikorupsi, Kurikulum 2006, Kurikulum 2013. Abstract: Corruption occurs in many countries, including in Indonesia, and it has penetrated into the various aspects of life. Efforts to combat corruption initially were performed with greater reliance on legal means, but recently they were also done through education to bring about the corruption-free generation. The purpose of this study was :to provide an overview of the implementation of anti-corruption education strategies in schools in the present (era of Curriculum 2006 implementation), andto provide an overview of the implementation of anti-corruption education strategies in schools in the future (era Curriculum 2013 implementation). Results of the study concluded that the implementation of anti-corruption education strategies in schools during the:the implementation of transparent, professional,and accountable school-based management ,the application of learning strategies by integrating anti-corruption values into learning of:relevant subject,local content, andself capacity building, since the anticorruptionvalues were not explicitly accommodated in Curriculum 2006, andimplementation of Curriculum 2006 was conducted through. to identify the participation community in the utilization of information and communication technology. While the implementation of anticorruption education strategies in schools during the implementation of Curriculum 2013 can be done through:the implementation of transparent, professional, and accountable school-based management,the effective implementation of Curriculum 2013, because the anti-corruption values are accommodated explicitly in curriculum 2013, andparticipation in the utilization of information and communication technology. Keywords: anti-corruption education , Curriculum 2006, Curriculum 2013.
HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA SMA PROGRAM BLOCK GRANT KECAKAPAN HIDUP Nurdin Ibrahim
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.158 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar bahasa Inggris antara siswa yang memperoleh Block Grant dan yang tidak memperoleh Block Grant. Penelitian ini dilaksanakan pada SMA Negeri Jakarta yang mendapat Block Grant Kecakapan Hidup dan SMA Negeri Jakarta yang tidak mendapat Block Grant Kecakapan Hidup tahun 2003, yang terdapat di wilayah Jakarta Timur, Pusat dan Utara. Teknik analisis yang digunakan adalah Analysis of Variance (ANOVA) dengan uji lanjut Tukey pada α = 0,05. Penelitian ini jenis expo facto dan rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian faktorial 2x2.Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa: Pertama, secara keseluruhan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar bahasa Inggris siswa yang memperoleh Block Grant dengan yang tidak memperoleh Block Grant. Kedua, terdapat interaksi antara pemberian dana bantuan Block Grant dan kemampuan awal terhadap hasil belajar bahasa Inggris siswa
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME 4 SIKLUS TERHADAP HASIL BELAJAR K3 DAN PSIKOLOGI INDUSTRI I ketut Gde Juli Suarbawa
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.683 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v12i1.422

Abstract

Model pembelajaran diskusi dengan panduan buku ajar yang diterapkan pada mata kuliah K-3 dan Psikologi Industri menyebabkan prestasi belajar masih rendah, karena menimbulkan miskonsepsi yang dialami oleh mahasiswa dan bersifat resisten terhadap pembelajaran. Untuk itu dibutuhkan model pembelajaran yang tepat, agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan nyaman, dan lebih bermakna melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari empat kegiatan utama yang dilakukan dalam siklus berulang. Setiap siklus terdiri dari: (a) perencanaan, (b) tindakan, (c) pengamatan, dan (d) refleksi. Setelah dilakukan dalam empat siklus diperoleh peningkatan skor aktivitas mahasiswa dari kategori kurang aktif menjadi aktif, peningkatan skor kooperatif mahasiswa dari kurang kooperatif menjadi sering kooperatif, peningkatan skor minat belajar dari kurang berminat menjadi sering berminat, peningkatan kemampuan dosen mengajar dari kategori cukup menjadi baik, dan meningkatkan ketuntasan belajar nilai mahasiswa di atas 5,4 hingga 92,59 % dan nilai A dan B sebesar 77,78 %. Dengan demikian pemilihan model konstruktivisme dalam pembelajaran K-3 dan Psikologi Industri dapat diterapkan  sebagai upaya untuk menumbuhkan cara belajar yang aktif dan meningkatkan interaksi dalam sasaran belajar, dan meningkatkan ketuntasan belajar.
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA DENGAN MIND MAP BERBANTUAN E-LEARNING MELALUI EDMODO Ririn Widiyasari
Jurnal TEKNODIK Juni
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.966 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i1.270

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran aktif menggunakan teknik Mind Map berbantuan e-learning melalui edmodo pada mata kuliah Matematika Diskrit. Design penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas. Aktivitas mahasiswa dilihat dari memperhatikan yang disampaikan dosen, bertanya dan menjawab pertanyaan, mempresentasikan hasil Mind Map, dan membuat kesimpulan/rangkuman. Dari pelaksanaan kegiatan siklus sebanyak dua kali, dapat diperoleh hasil adanya peningkatan aktivitas memperhatikan penjelasan yang disampaikan dosen, keberanian mahasiswa dalam mengemukakan pertanyaan, kemampuan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan, keberanian mahasiswa dalam mempresentasikan hasil Mind Map, dan membuat kesimpulan/rangkuman materi pembelajaran serta adanya peningkatan hasil belajar mahasiswa dimana pada awal observasi, nilai rata-rata hasil belajar mahasiswa sebelum tindakan yakni sebesar 65. Kemudian pada siklus I, meningkat menjadi 74. Nilai tersebut merupakan gabungan dari nilai Mind Map, postest, dan tes akhir atau ujian akhir semester. Jika dibandingkan dengan nilai rata-rata kognitif mahasiswa pada siklus II, maka terlihat adanya peningkatan kembali yakni pada siklus II mencapai 86. Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa dengan teknik Mind Map berbantuan e-learning melalui edmodo dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa. Kata kunci : Aktivitas Belajar, Edmodo, E-learning, Hasil Belajar, Mind MapAbstract: The purpose of this research is to improve the activity and results of student learning through the application of active learning model using the Mind Map technique aided through Edmodo e-learning course on Discrete Mathematics. Design research is action classroom research. Student activity seen from attention to their lecturers, asking and answering questions, presented the results of the Mind Map, and make conclusions/ summary. From the implementation of the cycle twice, to get the result an increase in activity attention to the explanation given by the lecturer, the courage of students in expressing their questions, students' ability to answer the questions, the courage students to present the results of the Mind Map, and make conclusions / summary of the learning material as well as an increase student learning outcomes in which at the beginning of the observation, the average value of student results before action which is equal to 64.6. Then in the first cycle, increased to 77.75. The value is a combination of the value of the Mind Map, posttest, and final tests. When compared with the average value of cognitive students in the second cycle, the visible presence of the rebound in cycle II reached 86.22. From these results, it was concluded that the Mind Map technique aided through Edmodo e-learning can enhance the activity and results of student learning. Keywords: Edmodo, E-Learning, Learning Activity, Learning Outcomes, Mind Map  
SAMPLING DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN Rini Susanti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.341 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.543

Abstract

Penelitian dalam ilmu pendidikan dapat berupa kualitatif maupun kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif, data dikumpulkan dengan mengukur variabel dari subjek penelitian untuk mendapatkan data yang objektif, bebas nilai dan teruji. Proses pengumpulan dapat dilakukan atas seluruh subjek yang dinamakan populasi atau atas sebagiannya yang disebut sampel. Jika data dikumpulkan dari sampel, maka sampel harus dipilih dari populasi sebelum pengumpulan data. Pemilihan sampel dari populasinya dinamakan sampling. Sampling dapat dilakukan secara random atau tidak. Keduanya berbeda dalam peluang semua subjek terpilih menjadi anggota sampel. Dalam sampling random, seluruh subjek populasi memiliki peluang yang sama, sedang dalam sampling nonrandom tidak. Sampling random dapat dijalankan dalam tiga langkah: menentukan kesalahan sampling, menentukan jumlah sampel, dan menggunakan teknik sampling yang tepat. Menurut karakter populasi, sampling random dapat berupa : sederhana, berstrata atau kluster. Menurut alasan sampling, sampling nonrandom dapat berupa : purposif, kuota, insidental, ketersediaan atau sistematik.

Page 8 of 15 | Total Record : 147


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue