cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 399 Documents
Search results for , issue "Jurnal Teknodik" : 399 Documents clear
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA CD TUTORIAL TERHADAP HASIL BELAJAR MEMBATIK Dina Ampera; Naomi Juliarti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.313 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i3.166

Abstract

Abstrak:Membatik memerlukan tata cara pembuatan yang bertahap. Akan lebih baik jika tahap-tahap tersebut dijelaskan melalui materi audio-visual sehingga lebih mudah dimengerti oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Media CD Tutorial terhadap hasil belajar membatik siswa SMK Negeri I Berastagi dan seberapa efektifkah penggunaan CD Tutorial tersebut terhadap peningkatan hasil belajar siswa dalam membatik. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap Tahun Ajaran 2013/2014, dengan metode quasi eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar membatik Kelas Eksperimen cenderung cukup (83%), dan hasil belajar membatik Kelas Kontrol juga cenderung cukup (80%). Uji normalitas data pada taraf signifikan 5% dengan dk = 35, diperoleh data hasil belajar membatik Kelas Eksperimen berdistribusi nomal, Lh<Lt(0,0890<0,1610) dan Kelas Kontrol berdistribusi normal, Lh<Lt(0,0911<0,1610). Uji homogenitas, diperoleh Fh<Ft yaitu 1,53 < 1,89 sehingga kedua kelas penelitian memiliki varians sama (homogen). Hal ini membuktikan bahwa terdapat keselarasan antara data hasil penelitian Kelas Eksperimen dengan Kelas Kontrol. Hasil uji hipotesis dengan uji-t diperoleh nilai Sg sebesar 1,28, nilai th sebesar 6,74, sedangkan nilai tt pada taraf signifikansi 5% dengan n = 60 sebesar 1,679. Dengan demikian, th>tt (6,74>1,679). Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan atas penggunaan Media CD Tutorial terhadap hasil belajar membatik. Selain itu, penggunaan CD tutorial menimbulkan kegairahan dan motivasi dalam belajar, yang bermuara pada pencapaian tujuan pembelajaran.Kata Kunci: Membatik, media CD tutorial, tujuan pembelajaranAbstract:Making batik requires step by step procedure. It is better to explain the steps in audio-visual material so that the students can understand them better. This study aims to find out the effect of Media CD Tutorial usage towards batik learning outcomes of SMKN 1 Berastagi students and its effectiveness in improving the students batik learning outcomes. This research was carried out in the second semester of 2013/2014 academic year, with quasiexperimental methods. The result shows that the Experimental Class’ batik learning outcomes tends to be fair (83%), and the Control Class’ batik learning outcomes also tends to be fair (80%). Normality test data on a significant level of 5% with df = 35 results in normal distribution of Experimental Class’ batik learning outcomes, Lh <Lt (0.0890 <0.1610) and normal distribution of Control Class too, Lh <Lt (0.0911 <0, 1610). Homogenity test results in Fh <Ft namely 1.53 <1.89, so both classes have the same variance (homogeneous). This proves that there is harmony between the data of Experimental Class resulted from the research and those of Control Class. Hypothesis test by using t-est results in Sg value of 1.28, the th value of 6.74, whereas tt value at significance level of 5% with n = 60 is 1,679. Thus Th>Tt (6.74> 1.679). It was concluded that there is a significant effect from the Media CD Tutorial usage towards batik learning outcomes. Besides, Media CD Tutorial usage creates passion and motivation of the students to learn, which, in turn, results in the learning objective achievement.Keywords: Making batik, media CD tutorial, learning objective
KONTRIBUSI PENYELENGGARAAN SIARAN TELEVISI EDUKASI (TVE) TERHADAP PENUNTASAN WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR 9 TAHUN Rini Susanti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.506 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i3.467

Abstract

Sejak berdirinya 3 tahun yang lalu, banyak hal telah dilakukan dalam penyelenggaraannya. Berbagai kalangan pemerhati pendidikan mulai mempertanyakan kontribusi siaran TVE terhadap penuntasan Wajar Dikdas 9 Tahun. Penelitian ini dilaksanakan di SMP yang tersebar di 28 Propinsi di Indonesia pada bulan Desember tahun 2006. Metode yang digunakan adalah metoda survei. Populasinya adalah siswa-siswa SMP dan guru yang tersebar di sekolah perintisan dari 28 propinsi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memanfaatkan siaran TVE secara efektif. Sedangkan guru telah memanfaatkan siaran TVE cukup efektif. Kontribusi siaran TVE ditunjukkan pada setiap peningkatan satu unit skor efektivitas pemanfaatan siaran TVE pada konstanta -5,69 menghasilkan 0,124 peningkatan hasil belajar siswa. Kekuatan hubungan antara efektivitas pemanfaatan siaran TVE dengan hasil belajar siswa berdasarkan uji signifikansi koefisien korelasi ditunjukkan oleh korelasi r = 0,685 dengan persamaan regresi v = -5,69 + 0,124X. Hal ini berarti setiap peningkatan satu unit skor efektivitas pemanfaatan siaran TVE pada konstanta -5,69, menghasilkan 0,124 peningkatan hasil belajar siswa, atau dengan perkataan lain, semakin tinggi efektivitas pemanfaatan siaran TVE, maka semakin tinggi skor hasil belajar siswa. Sebaliknya, semakin rendah efektivitas pemanfaatan siaran TVE, maka semakin rendah skor hasil belajar siswa.
MENUJU KE ARAH PENDIDIKAN BERKUALITAS DI DAERAH TERTINGGAL DAN PERBATASAN MELALUI PEMANFAATAN TIK Sudirman Siahaan Sudirman Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.462 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.70

Abstract

diterima: 6 Februari 2013; dikembalikan untuk revisi: 11 Maret 2013; disetujui: 26 Maret 2013Abstrak:Pendidikan berkualitas milik siapa? Pertanyaan ini sangat mengusik perasaan dan pikiran. Apakah pendidikan berkualitas, sebagaimana kecenderungan pendapat masyarakat pada umumnya, hanya menjadi “konsumsi” anak-anak dari keluarga yang berpunya (the haves)? Bagaimana dengan anak-anak dari keluarga yang kurang beruntung atau yang berpenghasilan pas-pasan atau mereka yang tinggal di daerah terdepan, tertinggal, terpencil dan perbatasan (DTP) yang jauh dari perkotaan? Tentunya setiap orang akan mengatakan bahwa setiap peserta didik, di mana pun berada, dari keluarga mana pun, berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Dalam kaitan ini, tulisan ini secara khusus akan membahas pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai salah satu upaya untuk menyajikan pendidikan berkualitas di wilayah DTP. TIK dipahami sangat potensial tidak hanya untuk perluasan kesempatan memperoleh layanan pendidikan tetapi sekaligus juga untuk penyelenggaraan pendidikan berkualitas. Pengertian TIK yang dimaksudkan di sini hanya terbatas pada perangkat komputer yang terkoneksi dengan internet atau intranet yang dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran oleh guru yang telah terlatih di bidang pemanfaatan TIK.Kata kunci: Pendidikan berkualitas, pembelajaran, teknologi informasi dan komunikasi, internet dan intranet.Abstract: Quality educational belongs to whom? This question interferes one’ s feeling and mind. Is quality education, as perceived by the community at large, becomes the “consumption” of the haves’ children only? So, how with the children of the disadvataged families or families of adequate income or children of families living in villages far from cities (less-developed or frontiers)? Every one, of course, will no doubt say that every student, wherever they are, from whatsoever families they are, has the rights to the quality education. Accordingly, this article will particularly discuss the utilzation of information and communication technology (ICT) as an effort to provide quality education. It is agreed that ICT has a great potential, not only to widen the educational opportunity but also to provide quality education. ICT in this context is limited to computers connected to internet or intranet access which integratedly utilized in instruction by the ICT-trained teachers.Keywords: Quality education, instruction, information and communication technology, internet, and intranet.
SAMPLING DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN Rini Susanti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.341 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.543

Abstract

Penelitian dalam ilmu pendidikan dapat berupa kualitatif maupun kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif, data dikumpulkan dengan mengukur variabel dari subjek penelitian untuk mendapatkan data yang objektif, bebas nilai dan teruji. Proses pengumpulan dapat dilakukan atas seluruh subjek yang dinamakan populasi atau atas sebagiannya yang disebut sampel. Jika data dikumpulkan dari sampel, maka sampel harus dipilih dari populasi sebelum pengumpulan data. Pemilihan sampel dari populasinya dinamakan sampling. Sampling dapat dilakukan secara random atau tidak. Keduanya berbeda dalam peluang semua subjek terpilih menjadi anggota sampel. Dalam sampling random, seluruh subjek populasi memiliki peluang yang sama, sedang dalam sampling nonrandom tidak. Sampling random dapat dijalankan dalam tiga langkah: menentukan kesalahan sampling, menentukan jumlah sampel, dan menggunakan teknik sampling yang tepat. Menurut karakter populasi, sampling random dapat berupa : sederhana, berstrata atau kluster. Menurut alasan sampling, sampling nonrandom dapat berupa : purposif, kuota, insidental, ketersediaan atau sistematik.
PERANAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER Mohamad Adning, S.Pd, M.Pd Mohamad Adning, S.Pd, M.Pd
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.105 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.102

Abstract

Abstrak:Pemanfaatan dan penggunan sumber belajar di arah kepada pembentukan karakter bangsa melalui pendidikan karakter. Dari berbagai sumber belajar yang ada, diantaranya adalah perpustakaan. Tanpa disadari Perpustakaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pendidikan karakter, karena perpustakaan sebagai wadah pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, informasi dan rekreasi bagi peserta didik. Melalui tulisan ini akan digambarkan jenis perpustakaan yang ada, fungsi, peranan dan sumbangan perpustakan sebagai media pengembang pendidikan karakter.Kata Kunci: Perpustakaan, Media Pembelajaran, Pendidikan Karakter.Abstract:Utilization and use of learning resources are driven to the formation of national character through character education. Among the variety of learning resources, library is one of them. Library unwittingly becomes an inseparable part of character education, because the library functions as a forum for managing the collection of stationery, printed works, and/or professional record with a standardized system to meet the needs of education, information and recreation for students. This paper describes the types of existing libraries and its functions, role and contribution as media in developing the character education Keywords: library, character education.
PENGEMBANGAN MODEL FASILITASI BELAJAR DALAM MEMPERDAYAKAN MASYARAKAT PELAKU USAHA KECIL Asep Saepudin
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.179 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v10i19.397

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang upaya pemberdayaan masyarakat pelaku usaha kecil yang berada pada sentra  usaha kerajinan Cibeusi di Kabupaten Sumedang, dengan fokus permasalahan bagaimana model fasilitasi belajar yang dapat memberdayakan kelompok pelaku usaha kecil dalam mengembangkan kemandirian usaha produktifnya?. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan program pemberdayaan pada masyarakat pelaku usaha kecil melalui model fasilitasi belajar. Model fasilitasi belajar dirumuskan berdasarkan dukungan teoritis yang mengkaji tentang: konsep pembelajaran, pemberdayaan dan usaha kecil. Disain penelitian menggunakan Research and Development, dengan metode studi kasus, deskriptif, dan uji eksperimen. Analisis data menggunakan analisis kualitatif  dan kuantitatif, dengan sampel penelitian 30 orang diambil secara purposif. Temuan penelitian ini: (1) secara alamiah dalam menjalankan usahanya anggota kelompok dihadapkan pada keterbatasan pengetahuan, sikap dan keterampilan, sehingga mereka membutuhkan fasilitasi belajar, (3) kegiatan model fasilitasi belajar adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran, (4) uji coba model menunjukan hasil efektif, dengan indikator: pertama adanya keterlibatan aktif anggota kelompok. Kedua, data nilai pre-test dan post-tes menunjukkan angka signifikan. Kesimpulan penelitian adalah bahwa model fasilitasi belajar dipandang efektif dan berimplikasi  teoritis dan praktis.
MERANCANG MODEL BLENDED LEARNING DESIGNING BLENDED LEARNING MODEL Uwes Anis Chaeruman
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.123 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v17i4.577

Abstract

Dalam era komunikasi instan dewasa ini, cara belajar dan proses pembelajaran telah berubah. Kondisi ini membawa pembelajaran ke era e-learning di mana upaya belajar dan membelajarkan dapat difasilitasi dengan teknologi informasi dan komunikasi. Mengkombinasikan teknologi informasi dan komunikasi yang tepat (blended learning) merupakan salah satu isu penting dalam merancang e-learning yang baik. Oleh karena itu diperlukan semacam panduan (framework) yang dapat menjadikan acuan dalam memilih dan menentukan blended learning yang tepat sesuai kondisi dan tujuan yang ingin dicapai. Artikel ini mencoba memberikan framework untuk menjawab permasalahan tersebut. Framework yang coba ditawarkan dalam artikel ini mengacu pada konsep e-learning, empat kuadran seting belajara menurut Noord, dua kontinum strategi pembelajaran menurut Smaldino dkk., dan empat standar proses pembelajaran yang penulis adaptasi dari Horton. Framewrok tersebut adalah bahwa dam merancang blneded learning perlu mempertimbangkan beberapa unsur sebagai berikut: 1) upaya memfasilitasi pengalaman belajar sebagai esensi dari e-learning; 2) optimalisasi empat standar proses pembelajaran dalam konteks e-learning; 3) pemilihan dan penentuan strategi pembelajaran yang tepat; dan 4) pemilihan dan penentuan teknologi dan tool TIK yang tepat dalam empat kuadran seting belajar. In the era of instant communication, today, learning and instructional process has changed. This condition has led learning into a new era called e-learning, where learning process can be facilitated with proper use of information and communication technology. Combining information and communication technology appropriately to facilitate learning has become an impportant issue in e-learning design context. Therefore, we need such a kind of framework as a guidance in selecting and determining the appropritae blended learning strategy to address the learning objectives to be achieved. The framework offered in this article refered to the essential concept of e-learning itself, four quadrants of learning seting offered by Noord, two continuum of instructional strategy offerd by Smaldino et. al., and four standard of e-learning process adapted by author from the work of Norton. The framework offered are that in designing blended learning, we should consider the following aspects: 1) efforts to facilitate learning experiences as the essence of e-learning; 2) optimalization of the four learning process standard in the context of e-learning; 3) selection and determination of appropriate learning strategies; and 4) selection and determination of apropriate learning seting and ICTs used in four quadrants of learning seting. 
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INGGRIS BERBASIS KOMPETENSI UNTUK MAHASISWA AKUNTANSI POLITEKNIK (Tahap Analisis Kebutuhan) I Nyoman Sukra
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.784 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.125

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian adalah untuk menghasilkan sebuah buku ajar berbasis kompetensi yang mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa. Penelitian dilaksanakan pada Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bali. Pengembangan bahan ajar menggunakan pendekatan model Dick & Carey dengan 2 tahapan waktu pelaksanaan. Tahapan I bertujuan menghasilkan draf buku ajar dan tahun II menghasilkan buku ajar. Tujuan tahun I direalisasikan dengan melakukan analisis kebutuhan. Data documenter dan hasil quessioner berupa informasi selanjutnya dianalisis scara deskriptif. Dari analisis ini ditemukan 12 standar kompetensi yang dapat dikembangkan menjadi 44 kompetensi dasar serta indikator pencapaiannya. Umur mahasiswa ada pada kisaran 18-19 tahun. Mereka rata-rata lulusan SMK dan SMU. Mahasiswa belum mamiliki motivasi belajar yang tinggi serta konsep Bahasa Inggris yang baik. Penilaian mereka terhadap pembelajaran Bahasa Inggris kurang memuaskan. Hal ini dikarenakan para dosen sering menggunakan metode pembelajaran konvensional serta jarang melakukan orientasi dalam pembelajaran. Buku Bahasa Inggris pegangan mahasiswa belum memenuhi kriteria sebuah buku ajar. Dengan mengacu pada hasil analisis kebutuhan dan kriteria dari sebuah buku ajar maka tersusunlah draf buku ajar berbasis kompetensi dengan materi pokok listening, speaking, reading dan writing. Pembelajarannya berorientasi pada pendekatan konstruktivisme dengan metode Student Center Learning (SCL). Tahapan pembelajarannya terdiri dari: pendahuluan yang meliputi orientasi, penggalian ide dan pengetauan awal; pembelajaran inti meliputi rekonstruksi dan aplikasi ide; dan penutup meliputi tanya jawab, penarikan kesimpulan dan evalusi dengan menggunakan formatif tes yang dikemas dalam tes uji kompetensi.Kata kunci: pengembangan, Bahan Ajar Bahasa Inggris, kompetensi Abstract:The aim of this research is to provide an instructional book, which can improve the English communicative competence of the students. This research and development was conducted at the Accounting Department of Bali State Politeknik in the year 2014. This research applied the research and development by Dick & Carey and was planned for 2 years. In the first year, the needs analysis was done in order to result in the prototype of the instructional material. In the second year, the research will be continued to provide the instructional book. The documenter data and the result of questioner in form of information then analyzed descriptively. The result of the analysis identified 12 standards of competences and 44 basic competences. The average age of the first semester students of the Accounting Department were 18-19 years. They graduated from SMK and SMU. However, they did not have high motivation and good English concept yet. Their evaluation to the English instructional was less fulfilled as the lecturers often applied a conventional teaching method and seldom did instructional orientation. The books used by the students did not meet the criteria of an instructional book yet. Based on the result of the need analysis and the characteristics of a instructional book, the prototype of the instructional book, as the final product of this first year reseach, was develoved with a reference to standards of competences and basic competences and the indicators of the achievement. The basic material of this book are listening, speaking, reading and writing with constructivis approach and Student Center Learing oriented. The steps of the instructional activity consist of introduction, which envelops orientation, eliciting idea, and prior knowledge; main activity envelops reconsruction and applicaton of ideas; and closing envelops questioning and answering, conclusion, and evaluation by using formatif test of competence.Key words: development, English Instructional Material, competence.
PENYELENGGARAAN SIARAN TELEVISI UNTUK PENDIDIKAN DI INDONESIA: SEBUAH KAJIAN HISTORIS Sudirman Siahaan; Rahmi Rivalina
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.066 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v12i2.409

Abstract

Pada awalnya, gagasan untuk menyelenggarakan siaran televisi yang khusus berkiprah di bidang pendidikan/pembelajaran dimulai dari kerjasama Pusat Teknologi Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) dengan UNICEF/UNESCO memproduksi program televisi pendidikan/ pembelajaran untuk ditayangkan melalui stasiun televisi yang ada. Program yang diproduksi adalah mengenai pengembangan watak anak-anak. Keberhasilan yang dicapai dilanjutkan dengan pengembangan film serial Aku Cinta Indonesia (ACI) yang ditayangkan setiap hari Minggu oleh stasiun TVRI Jakarta. Melalui kerjasama dengan pemerintah Australia, Belanda, dan Kanada, gagasan untuk menyelenggarakan siaran televisi pendidikan/pembelajaran secara perlahanlahan mulai mengarah jelas. Sumber daya dipersiapkan dan demikian juga dengan programprogram pendidikan/pembelajaran yang akan ditayangkan. Kerjasama terhenti namun perjuangan untuk penyelenggaraan siaran televisi pendidikan/pembelajaran tiada pernah berhenti. Perjuangan berikutnya adalah menjalin kerjasama dengan perusahaan swasta, PT. Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (grup PT. Lamtoro Gung Persada) yang pada akhirnya berhasil mendirikan stasiun Televisi Pendidikan Indonesia (Stasiun TPI). Melalui stasiun TPI ditayangkanlah programprogram pendidikan/pembelajaran yang dikenal dengan Siaran Televisi Pendidikan Sekolah (STVPS). Kerjasama yang disepakati berlangsung selama 15 tahun ternyata hanya dapat bertahap selama 5 tahun. Pada tahun 1997, PT. Medicitra Indostar mendedikasikan satu saluran khusus pada satelit Cakrawarta-1 untuk penyelenggaraan siaran televisi pendidikan melalui satelit siaran langsung (SSL). Kegiatan ini juga ternyata tidak berlangsung lama. Pada tanggal 12 Oktober 2004, perjuangan untuk menyelenggarakan siaran televisi yang secara khusus berkiprah di bidang pendidikan/pembelajaran menuai hasil dengan dicanangkannya Siaran Televisi Edukasi (TVE) oleh Menteri Pendidikan Abdul Malik Fadjar. Siaran TVE yang diawali dengan mengudara selama 2 jam tayang setiap harinya, kini meningkat menjadi 24 jam setiap harinya sejak tahun 2009.
INTENSITAS PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DAN SIKAP MAHASISWA PADA PROFESI GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR PROFESI KEGURUAN Eka Khristiyanta Purnama
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.471 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui apakah ada perbedaan prestasi belajar profesi keguruan antara mahasiswa yang memiliki intensitas pemanfaatan sumber belajar tinggi dengan yang rendah, 2) mengetahui apakah ada perbedaan prestasi belajar profesi keguruan antara mahasiswa yang memiliki sikap pada profesi guru tinggi dengan yang rendah, 3) mengetahui apakah ada interaksi antara intensitas pemanfaatan sumber belajar dengan sikap pada profesi guru terhadap prestasi belajar profesi keguruan pada para mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian Ex Post Facto yang datanya diambil setelah kegiatan berlangsung dengan jumlah populasi 155 mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Yogyakarta. Teknik pengambilan sample dengan teknik Cluster Random Sampling dengan jumlah sample 80 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dengan dua metode yaitu untuk variabel intensitas pemanfaatan sumber belajar dan sikap pada profesi guru digunakan angket, sedangkan variabel prestasi belajar profesi keguruan digunakan tes. Teknik analisa data dilakukan dengan teknik Analisa Varians (ANAVA) dengan taraf signifikansi á : 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) ada perbedaan signifikan antara mahasiswa yang memiliki intensitas pemanfaatan sumber belajar tinggi dengan yang rendah mengenai prestasi belajar profesi keguruan yaitu P : 0.0110.05, 3) tidak ada interaksi antara intensitas pemanfaatan sumber belajar dengan sikap pada profesi guru terhadap prestasi belajar profesi keguruan pada para mahasiswa yaitu : : 0.520>0.05. Kesimpulan penelitian yaitu ada pengaruh signifikan antara intensitas pemanfaatan sumber belajar dan sikap pada profesi guru terhadap prestasi belajar profesi keguruan.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue