cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 399 Documents
Search results for , issue "Jurnal Teknodik" : 399 Documents clear
PERPUSTAKAAN ELEKTRONIK PUSTEKKOM: MEMFASILITASI PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL, PEDAGOGI, DAN TEKNOLOGI GURU Rahmi Rivalina
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.195 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i3.172

Abstract

Abstrak:Tulisan ini menyajikan hasil kajian penulis mengenai keberadaan Perpustakaan Elektronik Pustekkom dalam memfasilitasi peningkatan kompetensi profesional, pedagogi,dan teknologi guru dalam mempersiapkan peserta didik menjadi SDM yang berkualitas di abad 21. Permasalahan yang menjadi fokus pembahasan adalah berbagai kemungkinan yang dapat dilakukan Pustekkom (sebagai institusi yang bertanggungjawab di bidang TIK untuk pendidikkan/pembelajaran) melalui perpustakaan elektroniknya untuk peningkatan kompetensi guru. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengkaji berbagai kemungkinan upaya yang dapat dilakukan Pustekkom dalam hal memfasilitasi sekolah atau perpustakaan sekolah dalam mengelola berbagai sumber belajar berbasis TIK bagi kepentingan guru dan peserta didik. Hasil kajian mengungkapkan bahwa Perpustakaan Elektronik Pustekkom telah menjadi jembatan bagi guru dalam mengakses berbagai sumber belajar melalui peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Bentuk implementasi Perpustakaan Elektronik Pustekkom dapat dilihat melalui program yang telah dikembangkan dan salah satu di antaranya adalah Portal Rumah Belajar. Agar dapat mengoptimalkan perpustakaan elektronik yang berisikan berbagai sumber belajar, Pustekkom perlu berkolaborasi dengan berbagai lembaga di bidang pengembangan kompetensi guru lainnya, baik pemerintah maupun swasta.Kata Kunci: perpustakaan eletronik, kompetensi guruAbstract:This article presents the results of author’s analysis on Pustekkom Electronic Library in facilitating the enhancement of teacher’s professional, pedagogical and technological competence in preparing students to become qualified human resources in the 21st century. The problems studied are various efforts that Pustekkom possibly undertake (as the institution responsible for ICT empowerment for education/learning) through its Electronic Library to improve the teachers’ competence. The objective of this study is to review some efforts that Pustekkom possibly undertake in facilitating schools or school libraries in managing their ICT-based learning resources for the sake of teachers and students. The results shows that Pustekkom Electronic Library is a solution for the teachers to access various learning resources by using ICT. One of Pustekkom Electronic Library’s services is Portal Rumah Belajar. To optimize electronic library’s various learning contents, Pustekkom needs to colaborate with various public or private insitutions dealing with teachers’ competence improvement.Keywords: electronic ibrary (e-Lib), teachers’ competence
PROBLEMATIKA DAN STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA Asep Saepudin
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.935 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v4i15.476

Abstract

Problematikan dan peningkatan kualitas mutu bagi perguruan tinggi merupakan dua hal penting yang perlu diperhatikan. Kenyatan menunjukan bahwa selama ini perguruan tinggi tidak terlepas dari persoalan (problematika) yang berkenaan dengan tiga hal, yaitu: (1) masih rendahnya pemerataan dalam memperoleh pendidikan, (2) masih rendahnya kualitas dan relevansi pendidikan, dan (3) masih lemahnya manajemen pendidikan. Kondisi tersebut perlu segera diselesaikan melalui reformasi pendidikan yang mengarah kepada peningkatan kualitas mutu dengan pendekatan konsep manajemen mutu terpadu atau Total Quality Manajement (TQM). Walupun konsep tersebut pada mulanya dikembangkan dalam dunia bisnis dan industri, namun dapat diterapkan pula pada bidang pendidikan, khususnya di perguruan tinggi. Kendatipun demikian, berbeda dengan manajemen bisnis atau industri, penerapan Total Quality Manajement (TQM) dalam mencapai manajemen kualitas mutu di Perguruan Tinggi (management for quality in higer education institutions) lebih difokuskan pada pada dua hal, yaitu: Pertama, stimulasi dari koherensi proses belajar. Kedua, Analisis kebutuhan berbagai kelompok peserta didik. yakni mahasiswa sebagai peserta didik. Oleh karenanya orientasi terhadap peserta didik adalah kunci management for quality in higer education institutions.
ANALISIS KEBUTUHAN KONTEN MODEL MULTIMEDIA ALAT BANTU GURU UNTUK PAUD Manikowati Manikowati
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.884 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.76

Abstract

diterima tanggal 6 Mei 2013, dikembalikan untuk direvisi tanggal 14 Mei 2013, disetujui tanggal 24 Mei 2013Abstraks: Multimedia pembelajaran dengan karakteristik yang dimiliki, dapat mengembangkan apapun konten pembelajaran. Untuk itu, diasumsikan multimedia pembelajaran mampu memberikan kebermanfaatan yang sangat tinggi kepada guru sebagai alat bantu pembelajaran yang kemudian disebut multimedia teaching aids, termasuk untuk pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan tingkat kebutuhan guru PAUD akan multimedia sebagai alat bantu mengajar dan batasanbatasan konten yang cocok dikembangkan melalui multimedia teaching aids beserta contoh konkritnya. Analisis kebutuhan ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Adapun instrumen yang digunakan berupa petikan hasil presentasi guru dan hasil diskusi kelompok terfokus. Berdasarkan pengolahan dan analisa data, diperoleh bahwa tingkat kebutuhan guru akan multimedia pembelajaran sebagai alat bantu mengajar sangat tinggi. Berhubungan dengan konten yang cocok dikembangkan untuk pembelajaran anak usia dini menggunakan multimedia alat bantu guru, telah diperoleh batasan-batasan konten beserta 30 konten.Kata kunci: analisis, konten, multimedia, alat bantu, PAUDAbstract: Instructional multimedia with its characteristics can develop any learning contents. Therefore, it is assumed that it gives more advantages for the teacher as a teaching aid, called multimedia teaching aids, including for the early childhood learning. This research was to show the level of early childhood teacher’s needs toward multimedia teaching aids and the appropriate content requirements to be developed through multimedia teaching aids with the real examples. The need analysis was conducted by using qualitative method. The instruments used were taken from teachers’ presentations and from the results of focus group discussion. Based on data processing and analysis, it was obtained that the need level of early childhood teachers on multimedia teaching aids was high. Dealing with the appropriate contents to be developed for early childhood learning through multimedia teaching aids, it was gained some requirements of contents with 30 real contents being developed.Key words: analysis, content, multimedia, teaching aids, the early childhood
EVALUASI MODEL MEDIA AUDIO DAILY ENGLISH CONVERSATION PADA SISWA SMP DI YOGYAKARTA Suparti - Suparti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.282 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i2.288

Abstract

Abstrak: Belajar bahasa Inggris idealnya mempelajari semua keterampilan berbahasa yaitu listening, speaking, reading, dan writing. Namun, keterampilan menyimak dan berbicara merupakan hal sulit di kalangan pebelajar. Daily English Conversation (DEC) berusaha menjawab permasalahan tersebut dengan menyediakan sumber belajar yang relevan. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas model DEC ditinjau dari aspek kualitas isi/materi dan materi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengamatan, kuesioner dan wawancara. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2016 dengan populasi siswa-siswa SMP di lembaga bimbingan belajar SSC-I Yogyakarta. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling yang melibatkan 36 responden siswa. Selain siswa, dilibatkan juga dua praktisi pendidikan/pengajar. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa: 1) ditinjau dari aspek isi/materi pembelajaran yang meliputi pengembangan kemampuan menyimak dan berbicara, cakupan materi, penyajian materi, tingkat kesulitan materi, dan penggunaan bahasa menunjukkan tingkat efektifitas sebesar 74,7%; 2) ditinjau dari aspek media yang meliputi kecepatan ucapan, kejelasan dan kemenarikan suara, tune program, penggunaan efek suara, ilustrasi musik, durasi, dan kemudahan penggunaan efektifitas model media audio DEC menunjukkan persentase sebesar  70,1%. Secara umum, model media audio DEC dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris khususnya menyimak dan berbicara. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki terkait pengembangan materi dan pengemasan program pada pengembangan model berikutnya.Kata kunci: evaluasi, media audio, Daily English Conversation. Abstract: Learning English ideally learns listening, speaking, reading, and writing skills. In fact, speaking and listening are not easy for English learners. Daily English Conversation (DEC) is one of the solutions to overcome the problem by providing English learning resources. The study aimed at evaluating the quality of DEC audio media from the content and media aspects. The population of this research was SSC-I Yogyakarta students. The sample was taken by using simple random sampling. There were 36 students and two practitioners involved in this study. The data were collected by using some instruments namely, observation sheet, questionnaire and interview guide. The result showed that: 1) the appropriatness of the content aspect showed an average percentage of 74.7% whereas 2) the media aspect showed an average percentage of 70.1%. The content aspect included the development in speaking and listening skills, material depth, presentation order, difficulty level, and language use whereas the media aspect included the voice speed, the clarity, voice quality, tune music, sound effect usage, music illustration, and duration. In fact, this audio media could be used as English learning resources to improve speaking and listening skills. However, some improvements were needed regarding to the material development and the packing of the program in the next audio media development.Key words: evaluation, audio media, Daily English Conversation
BAGAIMANA MEMUDAHKAN PESERTA DIDIK MEMPELAJARI MODUL? Sudirman Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.918 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.549

Abstract

Bahan belajar mandiri cetak atau yang disebut modul merupakan bahan belajar utama yang dikembangkan oleh sebagian besar institusi/lembaga penyelenggara pendidikan terbuka dan jarak jauh untuk digunakan membelajarkan para peserta didiknya. Modul tidak hanya berisikan materi pembelajaran (self-contained) tetapi juga memuat berbagai petunjuk/penjelasan tentang cara-cara mempelajari modul dan ruang atau tempat bagi peserta didik untuk melakukan penilaian sendiri mengenai kemajuan belajarnya (learning guides and steps). Selama mempelajari modul, peserta didik senantiasa dimotivasi/didorong untuk terus-menerus aktif mempelajari modul termasuk mengerjakan soal-soal latihan/tugas dan tes. Umpan balik terhadap hasil pekerjaan peserta didik juga terdapat di dalam modul. Petunjuk/penjelasan yang terdapat di dalam modul dimaksudkan untuk membantu mempermudah peserta didik mempelajari dan menguasai materi pembelajaran. Petunjuk/penjelasan tentang cara-cara mempelajari modul atau yang disebut juga sebagai “petunjuk belajar“ dinilai sangat penting dalam menentukan keberhasilan peserta didik belajar. Mengapa? Karena kegiatan pembelajaran pada pendidikan terbuka dan jarak jauh hampir sepenuhnya dilaksanakan peserta didik melalui interaksinya dengan sumber belajar, tanpa atau dengan seminimal mungkin bantuan orang lain. Terlebih lagi apabila modul ditujukan kepada peserta didik usia pendidikan dasar dan menengah. Esensi kegiatan belajar yang demikian inilah yang harus benar-benar diperhatikan oleh penulis modul. Tulisan tentang “Bagaimana Memudahkan Peserta Didik Mempelajari Modul?“ ini dinilai penting karena membahas hal-hal praktis yang diharapkan akan dapat membantu penulis modul merumuskan/memberikan cara-cara dan langkah-langkah mempelajari modul
EVALUASI STRATEGI PEMANFAATAN SIARAN PENDIDIKAN INTERAKTIF BAHASA INDONESIA UNTUK SMP DI TV EDUKASI Widawati Widawati
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.067 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v18i1.108

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi strategi pemanfaatan Siaran Pendidikan Interatif di TV Edukasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Siaran Pendidikan Interaktif adalah siaran yang khusus membahas soal-soal prediksi UN yang ditayangkan TV Edukasi dan juga direlay TVRI Nasional setiap hari menjelang UN pada pukul 13.00-14.00 WIB. Siaran pendidikan Interaktif merupakan upaya pemerintah dalam mempersiapkan para siswa dalam menghadapi Ujian Nasional di seluruh tanah air. Penelitian ini dilaksanakan di tiga SMP dengan data penelitian dikumpulkan melalu Focus Group Disccusion terhadap 11 orang guru Bahasa Indonesia dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemanfaatan secara langsung Siaran Pendidikan Interatif mata pelajaran Bahasa Indonesia belum optimal dilakukan karena adanya berbagai kendala seperti keterbatasan perangkat siaran dan kurangnya sosialisasi program.Kata kunci: evaluasi, siaran pendidikan interatif TV Edukasi, strategi pemanfaatan secara langsung. Abstract:The purpose of this research is to evaluate the direct utilization strategy of Interactive Education Broadcast (Siaran Pendidikan Interaktif) of Bahasa Indonesia for Junior High School Students at Educational TV (TV Edukasi). The Education Broadcast is designed and devoted to broadcast National Exam predictions at TV Edukasi which is also relayed every day by National Television, TVRI at 13:00 to 14:00 pm. Siaran Pendidikan Interaktif is a government attempt to prepare the students to face the National Exam. This research was conducted in three junior high schools with research data collected through Focus Group Disccusion towards 11 (eleven) Indonesian teachers and 11 (eleven) times of observation. The results of this study shows that the direct utilization strategy of Interactive Education Broadcast of Bahasa Indonesia for Junior High School Students at TV Edukasi is not yet optimal due to various constraints such as limited broadcasts devices and lack of socializationKeywords: evaluation, direct utilization strategy, siaran pendidikan interaktif, TV Edukasi
EVALUASI PENYELENGGARAAN UJIAN SEMESTER BERBASIS KOMPUTER (USBK) MENGGUNAKAN MODEL CIPP Zainul Mustofa
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v0i2.519

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi program penyelenggaran ujian semester berbasis komputer (USBK) yang sesuai dengan program kerja kepala sekolah urusan kurikulum. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan model CIPP. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, angket, dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan ujian semester berbasis komputer di SMK Al Munawwariyyah pada ujian semester gasal 2017/2018 secara umum berjalan baik dengan presentase ketercapaian 77,8%. Pada aspek proses terdapat kendala dalam administrasi server dan jaringan sehingga perlu dilakukan optimalisasi program komputer yang digunakan. (2) Tanggapan guru terhadap pelaksanaan ujian berbasis komputer adalah sekitar 88,9% guru memperoleh manfaat dari program ujian berbasis komputer karena dapat mempercepat proses koreksi dan analisis butir soal, terutama untuk menentukan butir soal mana yang berkategori mudah, sedang, dan susah bagi siswa. Dengan hasil analisis tersebut guru dapat dengan cepat memberikan feedback kepada siswa melalui remidi. Tanggapan siswa terhadap pelaksanaan ujian semester berbasis komputer adalah 44,5% siswa semakin giat belajar, 66,6% siswa menginginkan ujian berbasis komputer dilanjutkan dan lebih disempurnakan. Dilihat dari penyelenggaraan, ujian semester berbasis komputer mampu menghemat dana hingga 40,0% dibandingkan ujian semester menggunakan kertas.The purpose of this study was to evaluate the program for holding a computer-based semester exam that is in accordance with the principal's work program on curriculum matters. This research is evaluation research with the CIPP model. Data collection uses observation techniques, questionnaires, and interviews. The analysis technique used is descriptive qualitative and quantitative. The results showed that: (1) the implementation of computer-based semester exams at Al Munawwariyyah Vocational School on the 2017/2018 odd semester exam generally went well with a percentage achievement of 77.8%. In the process aspect, there are obstacles in server and network administration so it is necessary to optimize the computer programs used. (2) The teacher's response to the implementation of computer-based examinations is that 88.9% of teachers benefit from computer-based examination programs because they can speed up the process of correction and analysis of items, especially to determine which items are easy, moderate, and difficult for students. With the results of the analysis, the teacher can quickly provide feedback to students through remedies. The students' response to the implementation of computer-based semester exams was 44.5% of students increasingly active in learning, 66.6% of students wanted computer-based exams to be continued and more refined. Judging from the implementation, computer-based semester exams can save funds up to 40.0% compared to semester exams using paper.
SCAFFOLDING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KEARIFAN BUDAYA OSING BANYUWANGI UNTUK MENINGKATKAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA Endang Poetri Astutik
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v0i2.686

Abstract

Kemampuan representasi matematis merupakan salah satu standard proses ynag sangat penting untuk dimiliki dan dikembangkan oleh siswa. Diharapkan siswa mampu merepresentasikan hasil pemikirannya dan menyelesaikan permasalahan matematika. Namun pada kenyataannya, kemampuan representasi matematis siswa masih kurang dan perlu dikembangkan lagi. Pemberian bimbingan dan bantuan seperlunya kepada siswa yang mengalami kesulitan, diharapkan dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk mampu memiliki tanggung jawab dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Salah satu bantuan yang bias diberikan adalah melalui metode Scaffolding. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa setelah menerima scaffolding dalam pembelajaran matematika berbasis kearifan budaya Osing Banyuwangi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-B SMPN-2 Genteng-Banyuwangi. Instrumen pengumpulan data/ informasi yang digunakan terdiri dari instrumen tes, lembar observasi, dan wawancara. Hasiil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa yang belajar melalui pembelajaran matematika berbasis kearifan budaya Osing Banyuwangi dengan teknik scaffolding lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran melalui metode konvensional. Scaffolding dalam pembelajaran matematika berbasis kearifan budaya Osing Banyuwangi juga memberikan variasi pembelajaran dan menambah wawasan siswa tentang pentingnya mengenal serta melestarikan budaya yang ada di Indonesia. The ability of mathematical representation is one of the most important process standards to be owned and developed by students. It is expected that students will be able to represent the results of their thinking and solve mathematical problems. But in reality, students’ mathematical representation ability is still lacking and needs to be further developed. Providing guidance and assistance as needed to students who are experiencing difficulties, is expected to provide opportunities for students to be able to have the responsibility in solving mathematical problems. One of the assistance that can be provided is through the scaffolding method. This study aims to describe the mathematical representation ability of students after receiving scaffolding in learning mathematics based on Osing Banyuwangi’s cultural wisdom. The subjects of this study were students of class VII-B SMPN-2 GentengBanyuwangi. Data / information collection instruments used consisted of test instruments, observation sheets, and interviews. The results of the study showed that the mathematical representation ability of students who learn through mathematics learning based on The wisdom of Banyuwangi Osing culture with scaffolding techniques is better than students who learn through conventional methods. Scaffolding in learning mathematics based on The wisdom of Banyuwangi Osing culture also provides variety of learning and adds to students’ insights about the importance of knowing and preserving the culture that exists in Indonesia.
MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO CERMIN EMPAT SAHABAT UNTUK PENDIDIKAN KARAKTER SISWA TUNANETRA Kulsum Nur Hayati
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v0i2.676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran inkuiri dengan media audio untuk memfasilitasi siswa tunanetra dalam penguatan pendidikan karakter. Media pembelajaran untuk penguatan pendidikan karakter siswa tunanetra masih sangat terbatas. Untuk itu, diperlukan rancangan model pembelajaran penguatan pendidikan karakter dengan memanfaatkan media audio yang sesuai untuk siswa tunanetra. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan model pembelajaran yang mengunakan media audio. Teknik pengumpulan data dalam penelitian pengembangan model ini adalah diskusi terfokus dengan responden pendidik dari SLB A yang berasal dari Payakumbuh, Mataram, Makassar, Ruteng, dan DI Yogyakarta yang berjumlah 14 orang. Hasil penelitian ini adalah rancangan model pembelajaran inkuiri yang menggunakan media audio “Cermin Empat Sahabat” Dikbud untuk penguatan pendidikan karakter siswa tunanetra. Penguatan pendidikan karakter dalam model ini disampaikan melalui karakter tokoh Sahabat Dikbud dengan setting dan alur yang menarik untuk didengarkan dan kemudian dikembangkan dalam pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran inkuiri. Cerita empat sahabat Dikbud tersebut ditujukan untuk memberikan gambaran tentang karakter yang seharusnya dimiliki siswa. Pembelajaran inkuiri yang diterapkan meliputi empat tahapan yaitu ask, investigate, discuss, dan reflect. Agar media audio “Cermin Empat Sahabat” ini benarbenar menjadi cerita yang menginspirasi bagi siswa tunanetra, sebaiknya ada beberapa segmen cerita yang menggunakan tokoh siswa tunanetra. The objective of this research is to develop an inquiry learning model with audio media to facilitate the blind students for their character education strengthening. Learning media to strenghten character education for blind students is still limited. Therefore, there is still a need for learning model designs to strengthen character education for blind students by using audio media. This is an audio-media based learningmodel development research. Data collection is through focused-discussion with 14 teachers of SLB A from Payakumbuh, Mataram, Makassar, Ruteng, and DI Yogyakarta as the respondents. The result of this research is an inquiry learning model which uses audio media of “Cermin Empat Shabat” Dikbud for character education strengthening of blind students. Character education strengthening in this model is delivered through the characters of Dikbud with interesting setting and slot to listen to and then developed in learning process with inquiry approach. Stories of those four characters convey ideal characteristics that the students should possess. The applied inquiry learning covers four steps, namely ask, inverstigate, discuss, and reflect. In order that the audio media of “Cermin Empat Sahabat” can be a true inspirative story to the blind students, there should be segments with blind students as the characters.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR PEMROGRAMAN DASAR SISWA Milhatul Hikmah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v0i2.376

Abstract

Partisipasi siswa pada proses pembelajaran Pemrograman Dasar kelas X TKJ 2 SMK Negeri 1 Cerme, Kabupaten Gresik sangat kurang. Hal ini karena mereka merasa kesulitan dalam memahami bahasa pemrograman yang belum pernah mereka dapatkan pada pendidikan sebelumnya. Dari hasil pre test yang dilakukan, tidak ada seorang siswa pun yang menguasai secara tuntas. Alasan lain dari kesulitan mereka adalah bahwa metode pembelajaran yang dilakukan selama ini adalah dengan metode ceramah, bukan berpusat pada siswa. Hasil akhir dari mata pelajaran ini adalah bahwa siswa dapat menghasilkan sebuah proyek berupa program. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model Project Based Learning. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas (PTK) sebanyak dua siklus. Satu siklus berisi tahapan sebagai berikut: (1) perencanaan tindakan; (2) pelaksanaan tindakan; dan (3) pengamatan dan refleksi. Menurut hasil wawancara, observasi siswa, dan refleksi siswa, ditemukan bahwa akar masalahnya adalah proses pembelajaran yang hanya menggunakan ceramah. Ada tindakan dalam upaya pemecahan masalah yaitu: (1) peningkatan partisipasi siswa dengan menghubungkan langsung materi pembelajaran dengan kehidupan nyata; dan (2) peningkatan hasil belajar siswa dengan pemahaman melalui praktik. Melalui penerapan model Project Based Learning, pembelajaran dapat berlangsung kondusif. Siswa menunjukkan respons positif dan hasil belajarnya meningkat. Berdasarkan analisis data selama siklus I, kemampuan siswa dalam memahami algoritma dan pemrograman adalah 19,3% tuntas; 32,2% cukup; dan 48,4% belum tuntas. Oleh karena itu, dilakukan refleksi untuk menuju ke siklus II, di mana pada siklus II ini didapatkan hasil belajar siswa sebesar 51,6% tuntas; 48,4% cukup; dan 0% belum tuntas. Pembelajaran melalui model Project Based Learning ini sangat membantu peningkatan partisipasi belajar siswa, yang kemudian meningkatkan hasil belajar mereka.  Students’ participation in the learning process of Basic Programming in the X TKJ 2 class of SMK Negeri 1, Cerme, Gresik District is very low. It is caused by the fact that they find some difficulties in understanding programming language that they have never got before. The pre-test result shows that there is no student who has mastered it completely. Another reason for their difficulties is that the learning method they have been experiencing so far is speech learning method, not a student-centered one. The final result of this subject is that the students produce a project in the form of a program. Therefore, the objective of this study is to increase students’ learning participation and outcomes by applying the Project Based Learning model. This study applies two cycles of research procedures. One cycle contains the following stages: (1) action plan; (2) implementation; and (3) observation and reflection. Based on the result of the interview, student observation, and student reflection, it is found that the root of the problem is the speech-like-learning process. There are actions to solve the problem, namely: (1) increasing students’ participation by relating the learning material to their real life; and (2) improving students’ learning outcomes by improving their understanding through practices. Through the implementation of Project Based Learning model, the learning can take place conducively. Students show a positive response, and their learning outcomes increases. Based on data analysis during the Cycle I, students’ ability to understand algorithms and programming is 19.3% in complete category; 32.2% in sufficient category; and 48.4% in incomplete category. For this reason, reflection is carried out to go forward to Cycle II, where the students’ learning outcomes becomes 51.6% in complete category; 48.4% in sufficient category; and 0% in incomplete category. Learning throughProject Based Learning model is highly supportive to students’ learning participation, which then results in their learning outcomes improvement

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue